8/30/2012

INDUSTRY AND SECTORAL POLICY
Prof. MUDRAJAD KUNCORO, Ph.D
Fakultas Ekonomika & Bisnis UGM E-Mail :
Profmudrajadk@gmail.com

HP : 0811 – 25 – 4255

Visit my site:
http://www.mudrajad.com

MENGAPA SEKTOR INDUSTRI? INDUSTRIALISASI TELAH MENYEBABKAN TRANSFORMASI STRUKTURAL Indonesia adalah negara agraris pada tahun 1960an hingga 1980an. Namun sejak tahun 1993, telah terjadi transformasi struktural karena industri telah menggantikan pertanian sebagai penggerak utama PDB Indonesia. Kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB Indonesia cenderung mengalami penurunan kembali sejak tahun 2004. Namun demikian, pada tahun 2011 kontribusi manufaktur meningkat menjadi 27,3%, sedang sektor pertanian menyumbang 13,5% terhadap PDB.
Kontribusi Masing-masing Sektor terhadap PDB Indonesia, 1969-2011 Sektor Pertanian Pertambangan Manufaktur Lainnya PDB 1978 1988 1998 2000 2004 2006 2008 2009 2010 2011 30,5 17,6 10 41,9 100 24,1 12,1 18,5 45,2 100 17,4 8,3 23,9 50,3 100 15,6 12,1 27,8 44,6 100 15,4 8,6 28,3 47,7 100 14,1 9,4 28,1 48,1 100 14,1 9,1 27,8 52,9 100 15,3 15,3 10,6 11,2 13,5 8,1 27,3 51,1
2 100 1968 51,0 4,2 8,5 36,3 100

26,4 24,8 47,7 100 48,7 100

Note: Other sectors include the following: electricity, gas, and water sector; construction sector; trade, hotel, and restaurant sector; transportation and communication sector; finance, rental, and company service sector; and service sector. Source: Calculated from BPS (2012)

1

8/30/2012

Pertumbuhan Sektor Industri & Perekonomian Indonesia, 1994-2008* (%)
Pertumbuhan sektor industri manufaktur di Indonesia 2001-2008 menunjukkan tren yang secara umum meningkat antara 2,8% hingga 7,5%. Ini jauh lebih rendah dibanding sebelum krisis 1998, yang mampu tumbuh 2 digit. Pertumbuhan sektor industri di Indonesia 2005-2008 hanya meningkat sebesar 5.7%. Padahal, pemerintah menargetkan industri tumbuh sebesar 8,56%/tahun dan menyerap tenaga kerja 2,64 juta/tahun selama 2004-2009.

3
Sumber: KPIN (2009).

Peranan Masing-Masing Cabang Industri Terhadap PDB Sektor Industri Tahun 1995-2007*
Cabang Industri No.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 Makanan, Minuman dan Tembakau Tekstil, Brg. Kulit & Alas kaki Brg. Kayu & Hasil Hutan Kertas & Barang Cetakan Pupuk, Kimia & Barang dari Karet Semen & Brg. Galian Non-Logam Logam Dasar, Besi & Baja Alat Angkut., Mesin & Peralatannya Barang lainnya Total Industri
*Kuartal 2 2007
Sumber: diolah dari BPS (2007), Depperin (2007)

Persen (%) 1995
47.1 9.2 6.7 4 13.5 3.3 3.2 12.4 0.6 100

2004
30..3 13.8 5.7 5.8 11 3.9 2.9 25.7 0.9 100

2005
29.3 12.5 5.4 5.6 12.1 3.9 2.9 27.4 0.9 100

2006
27.1 12.4 5.8 5.2 12.6 3.8 2.8 29.4 0.9 100

2007*
11.0 10.4 1.8 5.7 18.6 3.6 8.6 34.6 5.7 100

Empat penyumbang industri manufaktur utama yang berperanan dalam pembentukan PDB industri pengolahan non-migas selama 1995-2007 adalah industri alat angkut, mesin dan peralatannya; industri makanan, minuman dan tembakau; industri pupuk, kimia dan barang dari karet; serta industri tekstil, barang kulit dan alas kaki

2

8/30/2012

Indonesia’s Leading Food & Beverages Companies
Indofood, Wingfood, Garudafood are vertically integrated, owning production, processing & distribution facilities.
8,000,000

Sales 2006 (mio Rp)

7,000,000 6,000,000 5,000,000 4,000,000 3,000,000 2,000,000 1,000,000 0
Indofood (Noodle Only) Nestlé Garudafood Coca-Cola Sinar Sosro Frisian Flag Santos manufacturer (Domestic (Peanut & (RTD Tea) (Coffee & without JV) Snack) Candy) Heinz ABC Danone Mayora (Biscuit & (Coffee, Hot Beverages) Cereal, Candy)

No.

Pertumbuhan Industri Non-Migas (YoY) Tahun 2004-2007* Cabang Industri Persen (%)
1995 2004 2005 2006
2007* 2004-2007

1 2 3 4 5 6 7 8 9

Makanan, Minuman & Tembakau Tekstil, Barang Kulit & Alas Kaki Barang Kayu & Hasil Hutan Kertas & Barang Cetakan Pupuk, Kimia & Barang dari Karet Semen & Brg. Galian Non-Logam Logam Dasar, Besi & Baja Alat Angkut, Mesin & Peralatan Barang Lainnya Total Industri

16.5 10.4 3 13.5 11.9 20.1 18.6 7.7 8.9 13.1

1.4 4.1 -2.1 7.6 9 9.5 -2.6 17.7 12.8 7.5

2.7 1.3 -1 2.4 8.8 3.8 -3.7 12.4 2.6 5.9

7.2 1.2 -1 2.1 4.5 0.5 4.7 7.5 3.6 5.3

1.2 -10.3 -10.3 -16.3 20.2 -3.1 4.7 31.2 -29.9 7.3

3.1 -0.9 -3.6 -1.0 10.6 2.7 0.8 17.2 -2.7 6.5

Sumber: diolah dari BPS (2007), Depperin (2007)

*Kuartal 2 2007

3

8/30/2012

Terjadi Peningkatan Volume Pemakaian BBM
Volume BBM
1.800.000 Premium Minyak Tanah Minyak Solar 1.600.000 1.400.000

1.200.000

Kilo Liter

1.000.000

800.000

600.000

400.000

200.000

Des 2005 Jan 2006 Peb 2006 Mar 2006 April 2006 Mei 2006 Juni 2006 Juli 2006 Agust 2006 Sept 2006 Okt 2006 Nop 2006 Bulan Des 2006 Jan 2007 Peb 2007 Mar 2007 April 2007 Mei 2007 Juni 2007 Juli 2007 Agust 2007 Sept 2007 Okt 2007

Hundreds

Penjualan Motor
Motor Sale

Hundreds 450 400 350 300 250

Penjualan Mobil

6.000 5.000 4.000 3.000 2.000 1.000 0
JanFebMar AprMayJun Jul AugSepOctNovDecJanFebMarAprMayJun Jul AugSepOct 2006 2007

Car Sale

200 150 100 50 0
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct 2006 2007

Terjadi peningkatan penggunaan premium pada bulan Oktober dan diperkirakan akan terus 7 meningkat sejalan dengan peningkatan penjualan kendaraan bermotor (Mobil dan Motor)

Sunrise Industry and Sunset Industry
Share to Manufacturing Industry, 2002-9*

High

Low
      Industri Barang Galian Bukan Logam Furniture dan Industri Pengolahan Lainnya Industri Daur Ulang Industri Logam Dasar Indsutri Mesin dan Perlengkapannya Industri Radio, Televisi, dan Peralatan Komunikasi Lainnya

High
Growth 2002-9*

   

Industri Kimia dan Barang-Barang dari Kimia Industri Karet dan Barang-Barang dari Plastik Industri Makanan dan Minuman Industri Tembakau Industri Kayu, Barang dari Kayu, dan Anyaman Industri Kertas dan Barang dari Kertas

Low
*)angka perkiraan Sumber: diolah dari BPS (2012)

Sunrise industry adalah cabang industri yang pangsanya besar dalam sektor industri dan memiliki pertumbuhan di atas rata-rata industri. Industri yang termasuk sunrise industry adalah industri kimia dan barang-barang kimia (pupuk termasuk di dalamnya), industri karet dan barang-barang dari plastik, dan industri makanan dan minuman.

Sunset industry adalah cabang indutri yang perannya kecil dalam industri manufaktur dan memiliki pertumbuhan di bawah rata-rata industri. industri yang termasuk sunset industry adalah industri logam dasar, industri mesin dan perlengkapannya, dan industri radio, televisi, dan peralatan kominikasi lainnya.

4

8/30/2012

2003 3
10 Besar Perusahaan Terbaik di Indonesia yang masuk “Top 200 best Companies in Asia” Menurut Far Eastern

2001 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

2000 1999 1 2 3 4 5 8 9 (-) 7 10 2 3 6 1 5 7 (-) (-) (-) (-)

Perusahaan Astra Int Indofood Sampoerna Gudang Garam Indosat Djarum Telkomsel Satelindo Sosro SCTV

Skor 6.06 5.90 5.72 5.55 5.42 5.10 5.03 4.97 4.95 4.94

1 6 4 7 8 9 10 -

Economic Review
(25/12/20035/1/2004)

Sumber:
http://www.feer.com/art icles/2003/0312_25/free /p064.html, accessed 25 Dec 2003

Perilaku konsumtif rakyat Indonesia: tetap beli mobil/sepeda motor, makan mie instant, ngrokokan untuk penghilang stress, ke mana-mana9 @Mudrajad Kuncoro\GBE nenteng ponsel, nonton TV terus, sambil minum teh botol.

10 Besar Perusahaan Terbaik di Indonesia yang masuk “The World’s Biggest Companies” Menurut Majalah Forbes (21/4/2010) Sumber: http://www.forbes.c om/lists/2010/18/glo bal-2000-10_TheGlobal-2000Indonesia_10Rank.h tml, accessed 3 Nov2010

Company Telekom Indonesia Bank Central Asia Bank Mandiri Bank Rakyat Indonesia Bank Negara Indonesia Bumi Resources Bank Danamon PGN Semen Gresik PT Bukit Asam

Rank 684 796 796 843 1412 1533 1802 1915 1977 1986

Sales ($Bil) 5.42 2.07 2.85 2.74 2.47 2.96 2.00 1.14 1.09 0.95

Profits ($Bil) 0.95 0.52 0.47 0.53 0.26 0.57 0.16 0.06 0.23 0.29

Aset ($Bil) 8.37 22.46 32.32 22.39 24.07 5.44 10.39 2.34 0.97 0.83

Market ($Bil) 17.74 12.65 10.03 9.49 3.07 4.56 4.62 9.82 4.87 3.93

Analisis 2000 perusahaan terbaik di dunia tersebut menunjukkan bahwa meskipun gejolak di sektor keuangan global, bank masih mendominasi mendominasi, , dengan 5 perusahaan di jajaran 10 terbaik di Indonesia Indonesia. . Sektor Sektor-sektor ini bukan pemimpin dalam pertumbuhan sepanjang tahun lalu lalu. .
@Mudrajad 10 10

5

8/30/2012

CONSUMPTION DRIVEN GROWTH

GDP Indonesia by expenditure (%)
70 60 50 40 30 Export 20 Import 10 0 2008 2009 2010*
11 11

Household Consumption Government Expenditure Investment

* Until 1st quarter. Source: Calculated from BPS (2010)

PRODUKSI ROKOK DI INDONESIA
Perkembangan Produksi • Krisis moneter tidak mempengaruhi industri rokok di Indonesia • Negara tujuan ekspor rokok kretek Indonesia adalah Malaysia dengan volume 5.041.217 kg dengan nilai US$ 61.184.464 Rokok Kretek di Indonesia
300000 250000 200000 150000 100000 50000 0 1996 1997 1998 1999 2000 2001

Rokok Kretek Rokok Putih Klobot/Klembak Total

Sumber: Diolah dari data Indocommercial (1999;2002)
@Mudrajad Kuncoro\GBE 12

6

8/30/2012

ANALISIS STRUKTUR INDUSTRI ROKOK KRETEK
• Untuk mengukur konsentrasi industri digunakan dua indikator:
• IHH bernilai antara 0-1. – Jika mendekati 0 berarti struktur industri mendekati pasar persaingan sempurna. – Rasio konsentrasi: – Jika mendekati 1 maka • CR4 & CR 8 : pangsa 4 struktur industri cenderung perusahaan terbesar dan ke pasar monopoli. pangsa 8 perusahaan • Jika CR4 = 40%, maka struktur terbesar dalam industri. industri dikatakan berbentuk – Indeks Herfindahloligopoli (Kuncoro, et al, 1997: Hirschman (IHH): Bab 22) • penjumlahan kuadrat pangsa • Menurut Stigler, suatu industri pasar tiap-tiap perusahaan dikatakan berstruktur oligopoli dalam suatu industri. bila mempunyai konsentrasi industri lebih dari 60%. @Mudrajad Kuncoro\GBE 13 (Hasibuan, 1993)

KONSENTRASI INDUSTRI ROKOK KRETEK DI INDONESIA, 1996-1999
• Dengan metode Rasio Konsentrasi:
– rata-rata CR4 industri rokok di Indonesia sebesar 77,56%. – Rata-rata CR8 industri rokok di Indonesia sebesar 88,15%. – Berdasarkan klasifikasi struktur industri menurut Bain (1956), struktur industri rokok kretek di Indonesia termasuk tipe II yaitu oligopoli dengan tingkat konsentrasi tinggi.

• Dengan metode IHH diperoleh nilai 0,27 yang berarti struktur industri rokok Sumber: diolah dari data BPS. kretek di Indonesia tidak @Mudrajad Kuncoro\GBE berstruktur monopoli.

Tahun CR4 CR8 IHH Total Firm 1996 0.8109 0.9174 0.3131 191 1997 0.8216 0.9071 0.3207 190 1998 0.6807 0.8206 0.2056 204 1999 0.7891 0.8812 0.2716 206 rata - rata 0.7756 0.8815 0.2778
14

7

8/30/2012

Diversifikasi usaha Djarum
• Bermula dari raja rokok, merambah berbagai bisnis:
– Perbankan: beli saham BCA bersama Farallon Capital; Bank Haga & Hagakita – Properti: WTC Mangga Dua. Mal Daan Mogot, Perum Karawang Resinda, Griya Padma Semarang, Hotel Padma – Optik: pemain terbesar bisnis lensa kacamata – Elektronika: Polytron, Digitec – Tekstil: busana & garmen – Funiture: Ligna,Kudus Istana @Mudrajad Kuncoro\GBE Furnitur

15 2003) Sumber: Swa (Jan,

Para Pemain Rokok Pinggiran
• Sebagai “follower”
– Meniru desain grafis & kemasan produk 4 besar – Harga murah – Pemasaran sebatas kec, kab, provinsi – Iklan bombastis & sihir kata: • Rokok ini memakai tembakau sangat canggih & cocok untuk kaum intelektual (Dja Yen Ng) @Mudrajad Kuncoro\GBE • Dari umat untuk umat (Aseng Jaya, 565)

16

8

8/30/2012

JURUS 4 P DAN 4 C

4 P (kiat pemasar):

4 C (kiat pelanggan):

– PRODUCT: macam – Customer needs & produk, mutu, desain, wants penyajian, ukuran, – Cost to customers pelayanan, garansi – Convenience: – PRICE: harga dasar, diskon, jangka waktu, kemudahan, syarat kenyamanan – PLACE: saluran, – Communication cakupan, jenis, lokasi, transportasi Segmen rokok pinggiran: klas bawah, pengin tampil gaul – PROMOTION: promosi, dg merek terkenal, tapi duit cekak iklan, wiraniaga, humas, @Mudrajad Kuncoro\GBE 17 pemasaran langsung

• Jurus mengekor nama:
– 369 (Sam Liok Kioe), 565 (Dja Yen Ng), 33 (sam Sam), 21 (Dji It), 468 (Soe Laa Pan) – Gudang Gandum, Gudang Gamping, Gudang Rasa

@Mudrajad Kuncoro\GBE

18

9

8/30/2012

STRATEGI FOCUS: UMAT ISLAM, HURUF ARAB

@Mudrajad Kuncoro\GBE

19

Tantangan Regional
Asean Economic Community dan Liberalisasi Perdagangan Dunia
Visi ASEAN 2020 (1997) Dipertegas oleh Deklarasi ASEAN Concord II (2003); ASEAN Charter (2007) ASEAN Economic Community 2015 1. Menjadikan ASEAN sebagai pasar tunggal yang didukung oleh aliran barang dan jasa, investasi, modal dan tenaga kerja terdidik yang lebih bebas. 2. Menjadikan kawasan ASEAN sebagai magnet bagi penanaman modal asing Integrasi Ekonomi Regional dengan Lingkungan Global yang semakin kompetitif

Tantangan RRC dan India

Liberalisasi Perdagangan WTO

10

8/30/2012

KEDATANGAN WISMAN KE INDONESIA DAN ASEAN (RIBU (RIBU ORANG) ORANG)

Catatan: dalam ribuan orang; data sampai 15 Juni 2010 Sumber: ASEAN Tourism Database (2010)

 Kedatangan Wisman di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunnya, dari 2006-2008.  Apabila dibandingkan dengan negara lain di ASEAN, Indonesia ada di peringkat ke empat.

DATA TERBARU SENSUS EKONOMI 2006
Usaha mikro dan kecil mendominasi dari sisi unit usaha (99,1%) dan penyerapan tenaga kerja (84,4%), dengan perbandingan 2 tenaga kerja per unit usaha untuk usaha mikro dan 3 tenaga kerja per unit usaha untuk usaha kecil. Sebaliknya industri besar dan menengah, yang jumlah unit usahanya hanya 0,9%, menyerap 15,5% tenaga kerja dengan perbandingan 19 tenaga kerja per unit usaha untuk usaha menengah, dan 108 tenaga kerja per unit usaha untuk usaha besar.
Persentase Jumlah Usaha (Total: 22,7 juta)
Perbandingan Daya Serap Tenaga Kerja/Unit Usaha dan Persentase Jumlah Usaha

Tenaga Kerja/ Unit Usaha (Total: 49,7 juta orang)

Besar 0,2

108

9,6% 5,9%

0,7

Menengah

19

15,8

Kecil

3

21,9%

83,3

Mikro

2

62,5%

Sumber: Diolah dari BPS, Sensus Ekonomi 2006

11

8/30/2012

ASEAN Economic Integration: Setting the Context
ASEAN Economic Community 2015 (AEC 2015) is not a newly invented vision of ASEAN in economic sphere ASEAN Leaders have long pledged to foster regional economic growth, reduce poverty and improve living standards by-inter alia– lowering/eliminating tariff barriers and eliminating non-tariff barriers among the member states

1976 1977

1981 1983

1987 198919921994 1995 1997 1998

2003 2004 2005 2006 2007 2008 20092010

     

 

 

  

Categorization of Goods
• Normal Track (target of tariff rate = 0%) (a) Early Harvest Program (2006) (b) NT1 (2010) (c) NT2 (2012) • Sensitive list (a) Tahun 2012 tarif menjadi 20% (b) Tahun 2018 tarif menjadi 0-5% • Highly Sensitive list Tahun 2015 tarif menjadi 50% (untuk produk yang pada tahun 2002 tingkat tarifnya >50%)

12

8/30/2012

EAFTA : East Asia Free Trade Area ASEAN-Russia ASEAN-China FTA ASEAN-Korea FTA ASEAN-Japan CEP ASEAN-Pakistan

CEPEA : Comprehensive Economic Partnership in East Asia ASEAN-Canada

ASEAN-EU

ASEAN-US TIFA

ASEAN-India FTA

AEC : ASEAN Economic Community

ASEANAustralia- New Zealand FTA

Sumber: Sindhuwinata (2010)

13

8/30/2012

EKSPOR INDONESIA 2005-2010
Selama 2008-2009, ekspor Indonesia mengalami pertumbuhan yang negatif yakni minus 14,4%. Penurunan growth terbesar terjadi pada komoditas ekspor migas yakni minus 31%, sementara komoditas ekspor nonmigas hanya turun hingga minus 8,5%. Namun, kinerja ekspor mulai membaik selama Jan-Agust 2009-2010, di mana total ekspor tumbuh 35,1%. Kenaikan ekspor terutama dari ekspor minyak, gas, dan nonmigas.
NILAI EKSPOR (Juta US$) Uraian 2005 Total Ekspor Minyak Mi nyak Minyak Mentah Hasil Minyak Gas Nonmigas 2006 2007 2008 2009 2010* 99,226 9,375 6,876 2,499 8,481 81,369 -(14.41) 14.41) -(31.03) -(30.12) -(33.68) -(39.84) -(8.50)
27 *hingga Agustus 2010

Growth 2008-2009 2008(% y o y)

Growth (Jan (Jan-Aug 2009 200 9-2010 2010, , % y o y)

86,995 103,527 118,014 9,553 7,259 2,264 10,720 66,752 66, 752 10,906 7,905 3,001 12,039 80,577 80, 577 12,496 9,380 3,117 12,285 93,142

139,605 119,480 15,387 11,442 3,945 16,333 107 10 7,884 ,884 10,612 7,996 2,616 9,826 97,760

35.10 40.43 22.64 30.43 38.86 31.91

Sumber: Bank Indonesia (2010)

ASEAN ASEAN-China FTA?
Ekspor dan Impor Indonesia dengan China (2006 (2006-2009)
Surplus/Defisit Neraca Perdagangan ( juta US$) US$) Tahun 2006 1.706,70 2007 1.117,60 2008 -3.610,70 2009 -2.502,80 2010* -3.686,60
 Sejak tahun 2008, neraca perdagangan Indonesia terhadap China mengalami defisit, sebesar US$3.610,70 juta pada tahun 2008. Hal yang sama masih terjadi pada tahun 2009, sampai dengan November, Indonesia mengalami defisit sebesar US$ 2.501,80 juta.

* Sampai dengan Agustus 2010 Sumber: diolah dari Departemen Perdagangan (2010)

14

8/30/2012

Ekspor Nonmigas Menurut Negara Tujuan, Tujuan, 2008 2008-2010
% Peran Thd % Peran Thd Total % Perubaha Total Ekspor Ekspor Non Migas JanJan -Aug 2009 Aug 2010 n 2009 2009 Non Migas 2009 2008 2009 2010 terhadap 2008 2008 13,336,150 12 12, ,206 206, ,915 10,093,982 -8.46 10.21 12.51 6,175,988 5,619,469 4,800,832 -9.01 4.71 5.95 Nilai (Ribu US $) 12,375,319 17,659,533 9,574,441 3,253,375 10,496,994 2,837,584 7,421,250 2,587,798 8,854,736 2,860,955 8,658,341 9,755,906 2,671,201 6,428,411 1,976,128 3,798,641 1,918,418 1,109,627 42.69 -22.44 -20.45 -15.64 -0.82 13.77 -14.73 -14.18 14.78 6.21 2.16 7.41 2,39 4.27 1.91 1.21 10.72 12.08 3.31 7.96 2.44 4.71 2.37 1.32

Negara Tujuan Jepang Malaysia Amerika Serikat China Thailand Singapura Taiwan Korea Selatan Australia Vietnam

4,490,555 5,109,186 2,683,064 2,287,935 1,688,865 1,449,335

Sumber: Bank indonesia (2010)

Peluang
• Jumlah penduduk AC-FTA sebanyak 1,9 miliar, merupakan salah satu blok perdagangan terbesar di dunia. • Nilai perdagangan AC-FTA mencapai US$ 200 miliar, terbesar setelah Uni Eropa dan NAFTA. • Negara ASEAN mendapat keuntungan dari rendahnya tarif ekspor ke China, dengan ratarata 8,9 persen pada 2007.

15

8/30/2012

Peringkat Nilai Ekspor Indonesia ke China Menurut Jenis Barang
No Code HS 1 Description of Goods 2008 2009* 1.178,5

2 3

4 5 6 7 8 9 10

1511 1511Palm Palm Oil and Its Fractions 1.519,3 Natural Rubber, Balata, GuttaGuttaPercha, Guayule, Chicle and 4001 Similar Natural Gums 859,1 2701 2701Coal Coal 716,4 Coconut (Copra), Palm Kernel of Babassu Oil and Fractions 1513 Thereof 337,0 2604 2604Nickel Nickel Ores and Concentrates 230,9 7408 7408Copper Copper Wire 210,2 Aluminium Ores and 2606 Concentrates 203,6 Animal and Vegetable Fats 1516 and Oil and Their Fractions 157,6 Automatic Data Proccessing 8471 Machines and Units Thereof 117,1 2902 2902Cyclic Cyclic Hydrocarbons 112,8

557,5  995,6

213,0 87,4 84,5 161,6  18,2 89,2 56,7

China merupakan mitra dagang ASEAN terbesar ketiga pada tahun 2008, setelah Jepang dan Uni Eropa. Pangsa China dalam perdagangan intra-regional di Asia Timur dan Tenggara meningkat dari 31,7 persen pada tahun 1990 menjadi 42 persen pada 2008 (ADB, 2009) India, Vietnam dan Indonesia saat ini mengalami perdagangan defisit dengan China. Ketiga negara mengimpor manufaktur China dan mengekspor bahan mentah utama.

* Sampai dengan September; Sumber: diolah dari Departemen Perdagangan (2010)

Peringkat Nilai Impor Indonesia dari China Menurut Jenis Barang
No Code HS 1 2 3 4 5 6 7 Description of Goods Elect. App. For LineTelephony/Line 8517 Telegraphy Automatic Data Processing 8471 Machines and Units Thereof 7308Structures and Parts Thereof Auxiliary Plant for Use with Boilers 8404 of Heading 8402 or 8403 Flat-Rolled Products of Iron or Non7208 Alloy Steel Tubes, Pipes, and Hollow Profiles, 7304 Seamless, of Iron or Steel 7606Aluminium Plates, Sheets and Strip Parts and Accessories Suitable for Use Solely/Principally with the 8473 Machines of Headings 8469 to 8470 Mineral or Chemical Fertilisers. 3103 Phospatic Steam Turbines and Other Vapour 8406 Turbines 2008 1.619,0 457,8 277,0 268,9 215,6 195,0 191,3 2009* 1.027,6 422,0 98,9 240,1 261,3 196,0 26,1

8 9 10

183,6 178,9 169,1

51,9 39,2 167,2

 China menjadi importir utama mineral dan bahan mentah lainnya, bahan bakar, makanan, barang kapital dan sejumlah barang konsumsi.  Konsumen China mengimpor seafood, batu permata, dan furnitur dari Asia Tenggara.  Empat negara Asia Tenggara termasuk di antara sepuluh besar tujuan kunjungan turis China pada tahun 2007; Vietnam, Thailand, Singapura dan Malaysia.

* Sampai dengan September Sumber: diolah dari Departemen Perdagangan (2010)

16

8/30/2012

Daya Saing Produk Manufaktur Indonesia Terhadap Negara China

Sumber: Tjahjana (2010)

Perbandingan Daya Saing Produk Manufaktur Indonesia dan China Pada Pasar Dunia

Sumber: Tjahjana (2010)

• Berdasarkan perhitungan daya saing pada pasar global berdasarkan HS 4 digit, dari 1075 total produk yang memiliki daya saing antara Indonesia dan China, Indonesia memiliki 36 produk yang sama kuat dengan China • Pada produk Indonesia yang memiliki daya saing lebih baik dari China, nilai total ekspor Indonesia tampak berada masih jauh dari nilai total ekspor China

17

8/30/2012

Indonesia’s Sensitive Track
• Sensitive List : 304 Produk (HS 6 digit), antara lain barang jadi kulit (tas, dompet); alas kaki (sepatu sport, casual, kulit); kacamata; alat musik (tiup, petik, gesek); mainan-boneka; alat olah raga; alat tulis; besi dan baja; spare part; alat angkut; glokasida dan alkaloid nabati; senyawa organik; antibiotik; kaca; barang-barang plastik. • Highly Sensitive List : 47 Produk (HS 6 digit), antara lain terdiri dari produk pertanian, seperti beras, gula, jagung dan kedelai; produk industri tekstil dan produk tekstil (itpt); produk otomotif; produk ceramic tableware.

Sektor Yang Dikhawatirkan Terkena Dampak AC-FTA

Terdapat 228 Kategori Produk yang terdiri atas 12 sektor industri yang dikhawatirkan akan terkena dampak negatif dari AC-FTA

Sumber: Tjahjana (2010)

18

8/30/2012

Konsep Daya Saing
• • • • • Daya saing adalah produktivitas dimana suatu negara, wilayah atau cluster mendayagunakan modal, sumber daya manusia dan potensi alam-nya. Produktivitas menentukan ‘standard of living’ dari suatu negara atau wilayah (tingkat upah, kesejahteraan sosial maupun lingkungan) Daya saing: Bukan tentang industri apa yang berkompetisi di suatu kawasan, tapi bagaimana perusahaan berkompetisi dalam industri tersebut Produktivitas di suatu kawasan merefleksikan apa yang dilakukan perusahaan domestik maupun asing di kawasan tsb Produktivitas dari industri “lokal” merupakan hal paling fundamental dalam daya saing, bukan sekedar hubungan perdagangan dengan pihak luar

• Hanya bisnis yang kompetitif yang dapat menciptakan lapangan kerja yang sinambung dan upah yang atraktif • Negara atau kawasan bersaing dalam menawarkan lingkungan paling produktif untuk bisnis • Sektor publik dan privat memainkan peran berbeda tapi saling terkait dalam 37 menciptakan suatu produktivitas ekonomi

Faktor Penentu Daya Saing

Source: On Competition, Prof. Michael Porter

• Kekayaan alam saja tidak cukup untuk meningkatkan taraf hidup • Kondisi makroekonomi yang kondusif akan menciptakan potensi daya saing, namun belum cukup • Produktivitas sangat tergantung pada perbaikan kemampuan mikroekonomi dan tingkat persaingan lokal

38

19

8/30/2012

Persepsi atas Daya Saing Indonesia
World Economic Forum mengurutkan 139 Negara di dunia berdasarkan tingkat daya saing perekonomian negara tersebut yang dilihat dari 12 pilar utama perekonomian. Indonesia menempari urutan 44 pada tahun 2011, atau naik dari urutan 54 tahun lalu. Dari 3 kategori negara berdasarkan keadaan ekonominya, yakni Factor Driven, Efficiency Driven, dan Innovation Driven, WEF mengkategorikan Indonesia ke dalam negara yang sedang bertransisi dari 1 ke 2 (dari factor driven ke efficiency driven).

URUTAN INDONESIA SECARA UMUM BESERTA URUTAN PER PILAR EKONOMI

SKOR PER PILAR EKONOMI INDONESIA DIBANDING NEGARA LAIN YANG SETARA (skor 1 min 7 max/baik)

Sumber: World Economic Forum (2011), “Global Competitiveness Report 2011” 39

Peringkat GCI Beberapa Negara, 2003 2003-2010
Negara USA Hong Kong Singapore Switzerland Australia Malaysia China Taiwan Thailand Korea India Indonesia Philippines Venezuela 2003 1 10 4 9 7 21 27 17 28 32 42 49 41 51 2004 1 6 2 14 4 16 22 12 26 31 30 49 43 51 2005 1 2 3 8 9 26 29 11 25 27 33 50 40 51 2006 1 2 3 8 6 22 18 17 29 32 27 52 42 53 2007 1 3 2 6 12 23 15 18 33 29 27 54 45 55 2008 1 3 2 4 7 19 17 13 27 31 29 51 40 55 2009 1 2 3 4 7 18 20 23 26 27 30 42 43 57 2010 4 11 3 1 16 26 27 15 38 22 51 44 85 122

Sumber: IMD (2010) WEF(2010)

20

8/30/2012

Competitiveness Cube (IMD, 2010)

Source: IMD World Competitiveness Yearbook, http://www02.imd.ch/wcy/methodology/

41

The Most Problematic Factors for Doing Business, selected Asian countries, 2010 2010-2011 (% of Respondents)
Source: Global Competitiveness Report 2010-2011

MalayMalaysia Inefficient government bureaucracy Corruption Inadequately educated workforce Policy instability Restrictive labor regulations Poor work ethic in national labor force Inadequate supply of infrastructure Foreign currency regulations Access to financing Inflation Tax rates Tax regulations Crime and theft Government inability/coups 13.0 8.0 9.5 9.9 9.4 7.9 6.3 1.8 10.5 4.7 5.6 6.2 4.4 1.4

Singa Singapore 3.3 0.1 13.6 1.1 14.4 8.5 7.7 3.7 9.2 21.6 9.2 7.3 0.1 0.0

China 9.0 9.5 7.4 10.1 3.9 5.7 8.0 3.9 13.2 9.0 7.1 8.4 1.1 2.0

Thailand 13.3 11.4 7.1 16.4 1.6 4.0 4.7 1.6 4.9 0.8 4.2 3.9 0.7 24.8

Indo Indonesia 16.2 16.0 5.4 6.0 5.3 4.9 8.4 2.2 7.8 6.7 2.7 5.6 3.6 6.4

Philippines 18.3 22.7 2.3 11.8 4.0 1.7 15.4 1.3 2.1 1.2 5.1 9.2
42 1.7
42

2.3

21

8/30/2012

What is grease money?
• Illegal charges:
– It is not stated in any laws/regulations – When you pay you do not get any receipts – By “duit” (money) you can do it (semua bisa diatur)

• Some gifts (“grant”) are given to government officers. It is called as “gratification”. • Other extra cost (beyond production and distribution costs) that companies have to pay in dealing with bureaucracy.

Masih adanya "grease money" dalam bentuk pungli, upeti dan biaya ekstra yang harus dikeluarkan oleh perusahaan dari sejak mencari bahan baku, memproses input menjadi output, maupun ekspor. Besarnya pungli mencapai 7,5% dari biaya ekspor atau minimal Rp 3 trilyun per tahun!
Illegal Charges collected by scale bridge stations Raw Materials Illegal Charges collected by police & unofficial bodyguards

PRODUCTION PROCESS -Business Permissions (HO, SIUP, dll) -Regional minimum Wages -Tariff increase

EXPORTS

-ETPIK -ILLEGAL LOGGING -Value added tax

-ILLEGAL CHARGES collected by customs officers -THC (Terminal Handling Charges) -EDI (ELECTRONIC DATA INTERCHANGE) -CONTAINER PARKING CHARGES

22

8/30/2012

ILLEGAL CHARGES TO EXPORT COST IS ESTIMATED AT LEAST ABOUT RP 3 TRILLIONS (US$ 300 MILLIONS) PER ANNUM Proportion of illegal charges to export cost Assuming the export cost/container 7.5% Rp 4 millions

then amount of illegal charges becomes Rp 300 thousands If Indonesia can export on average per 10 millions annum containers TOTAL ILLEGAL CHARGES Or in US$ (With exhange rate US$1=Rp10,000) Rp 3 trillions US$ 300 millions

Corruption Perception Index (CPI): Indonesia 2000 2000-2008
Indonesia is no longer included in the top 10 most corrupted country in the world.

Year 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2008 2009 2010

CPI 1,7 1.9 1,9 1,9 2,0 2,2 2,6 2,8 2,8

Rank (Number of Countries) 85 (90) 84 (91) 96 (102) 122 (133) 133 (145) 137 (159) 126 (180) 111(180) 110(178)
46

* Corruption Perception Index; 0 = Worst ; 10 = Best Source: Transparancy International Indonesia (2008)

23

8/30/2012

KONDISI DAYA SAING & KORUPSI INDONESIA
POSISI DAYA SAING: Global Competitiveness Ranking (World Economic Forum) Tahun 2006 – 2007 sampai dengan 2010 – 2011
Negara Indonesia Kamboja Malaysia Singapura Thailand Vietnam Filipina 2006 - 2007 50 103 26 5 35 77 71 2007 - 2008 54 109 21 7 28 64 70 2008 - 2009 55 109 21 5 34 70 71 2009 - 2010 54 110 24 3 36 75 87 2010 - 2011 44 109 26 3 38 59 85 20112012 46 97 51 2 39 65 75

TINGKAT KORUPSI: Corruption Perception Index (Transparency International) Asia Tenggara Tahun 2001 – 2011
Negara Indonesia Kamboja Malaysia Singapura Thailand Vietnam Filipina 2001 1.9 5.0 9.2 3.2 2.6 2.9 2002 1.9 4.9 9.3 3.2 2.4 2.6 2003 1.9 5.2 9.4 3.3 2.4 2.5 2004 2.2 2.3 5.1 9.4 3.8 2.6 2.5 2005 2.2 2.3 5.0 9.4 3.8 2.6 2.5 2006 2.4 2.1 5.0 9.4 3.6 2.6 2.5 2007 2.3 2.0 5.1 9.3 3.3 2.6 2.5 2008 2.6 1.8 5.1 9.2 3.5 2.7 2.3 2009 2.8 2.0 4.5 9.2 3.4 2.7 2.4 2010 2.8 2,1 4,4 9,3 3,5 2,7 2,4 2011 3,0 2,1 4,3 9,2 3,4 2,9 2,6

ZERO TOLERANCE ON CORRUPTION = ZERO DEVELOPMENT?
• RASULULLAH SAW:
– “Allah melaknat orang yang menyuap berikut orang yang menerima suap dan broker suap yang menjadi penghubung antara keduanya” (HR Imam Ahmad)

• PERJANJIAN LAMA
– Kitab Keluaran 23:8 Suap janganlah kauterima, sebab suap membuat buta mata orang-orang yang melihat dan memutarbalikkan perkara orang-orang yang benar. – Kitab Ulangan 10:17 Sebab TUHAN, Allahmulah Allah segala allah dan Tuhan segala tuhan, Allah yang besar, kuat dan dahsyat, yang tidak memandang bulu ataupun menerima suap.

24

8/30/2012

CATCH-UP INDUSTRIALIZATION
• STOP DEINDUSTRIALISASI
– Deindustrialisasi terlihat di sentra-sentra utama industri padat karya khususnya di pulau Jawa maupun daerah yang terkena bencana alam (Kuncoro, 2007: bab 16). – Gejala deindustrialisasi dini ini harus dicari akar masalahnya.

• Catch-up industralization
– Suehiro (2008) menemukan bahwa gejala tersebut merupakan fenomena yang wajar dari negara yang melakukan industrialisasi yang mengejar ketertinggalan (catch-up industralization). Di Asia Timur, Jepang adalah negara pertama yang mencoba, diikuti oleh Korea Selatan, Taiwan, dan negara-negara ASEAN. – Dua fenomena umum yang muncul:
• Negara yang baru saja melakukan industrialisasi biasanya tertinggal dalam hal teknologi dan produk. • Negara ini biasanya mengimpor sebagian besar produk industrinya, memulai strategi industrialisasi substitusi impor, dan mengandalkan industri padat karya.
49

Kerangka Penyusunan Grand Design (Roadmap) Strategi Pengembangan Industri
LINGKUNGAN INTERNAL
•Makro Industri Tinjauan Pustaka • Pancasila & UUD 1945 • UU No. 5/1984 Perindustrian • UU No. 25/2004 Sisrenbangnas. • Perpres No. 7/2005 RPJM 2004-2009 • UU No. 17/2007 Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025

LINGKUNGAN EKSTERNAL
•Blok-blok perdagangan dunia •Perkembangan perusahaan TNC •Internasionalisasi sistem produksi •Liberalisasi perdagangan  Perubahan teknologi

Kondisi industri Indonesia

Visi & Misi Industri 2030

Strategi & Kebijakan

Implementasi Strategis

Negara industri 2030? 2030 ?

Pengumpulan Data •Data Sekunder •FGD

Visi Indonesia 2030 Negara maju yang unggul dalam Pengelolaan Kekayaan Alam

25

8/30/2012

Bangun Industri Indonesia Masa Depan

Sumber: Depperin (2005: 40); Perpres no.28/2008 51

PENGEMBANGAN KLUSTER INDUSTRI PRIORITAS (Perpres no. 28/2008)
I. Basis Industri Manufaktur
1. Industri Material Dasar (besi dan baja baja, , semen, petrokimia petrokimia, , keramik keramik) ) 2. Industri Permesinan (peralatan listrik & mesin listrik, mesin & peralatan umum) 3. Industri Manufaktur Padat Tenaga Kerja (tekstil & produk tekstil, alas kaki, farmasi farmasi) ) Fokus

II. AGRO
1.Kelapa sawit 1.Kelapa 2.Karet 2. Karet dan barang karet 3.Kakao 3. Kakao dan Coklat 4.Kelapa 4. Kelapa 5.Kopi 5. Kopi 6.Gula 6. Gula 7.Tembakau 7. Tembakau 8.Industri 8. Industri BuahBuah -buahan 9.Kayu 9. Kayu dan barang kayu 10.Hasil 10. Hasil perikanan & laut 11.Pulp 11. Pulp & kertas 12.Pengolahan 12. Pengolahan susu

III III. ALAT ANGKUT 1.Kendaraan 1.Kendaraan bermotor 2.Perkapalan 2. Perkapalan 3.Kedirgantaraan 3. Kedirgantaraan 4.Perkereta 4. Perkeretaa apian

IV. LEKTRONIKA
Industri Prioritas

& TELEMATIKA
1. Elektronika 2. Perangkat keras telekomunikasi & pendukungnya 3. Perangkat penyiaran & pendukungnya 4. Komputer & peralatannya 5. Perangkat lunak & content multimedia 6. Kreatif TIK

V. Industri Penunjang Industri Kreatif *) & Industri Kreatif Tertentu
1. Perangkat lunak dan content multimedia 2. Kerajinan & barang seni 3. Fashion 4. Industri Kreatif Teknologi Informasi & Komunikasi

VI. IKM Tertentu
1.Batu Mulia dan Perhiasan 2.Garam Rakyat 3.Gerabah & Keramik Hias 4.Minyak Atsiri 5.Makanan Ringan

34 industri prioritas dari 365 industri, dengan: total output 78% 52 total ekspor 83%

26

8/30/2012

Kekuatan utama industri kelas dunia (California Wine & TPT Italia) adalah keterkaitan dan sinergi antara industri terkait & pendukung, 53 dengan dukungan universitas, lembaga keuangan, dan kebijakan pemerintah yang kondusif

Siklus Riset Riset-Market Ideal
Mitra Industri
Proses Produksi Produksi: : Scale Scale-up (incubator, pilot project), spin spin-off, dst dst. .

Hasil Riset

Market

Peneliti (UGM)

2012/8/30

Area Saintifik

Alva E. Tontowi-UGM

HKI

Area Komersial

27

8/30/2012

Dari Soeharto ke Susilo: Apa yang beda?

@www.mudrajad.com

55

Krisis adalah cobaan. Quran Srt Al Baqarah ayat 155:
Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.

…akhirnya….
Lebih Kurang Mohon Dimaafkan Lain Kali Mohon Diundang
56

28

8/30/2012

GROUP ASSIGMENT
• Take an industry as a case study. Analyze to what extent the performance of industry is influenced by industry, sectoral, fiscal, and monetary policy? • Deadline of paper submission: one & half month after the lecture.
@Mudrajad Kuncoro\GBE 57

OUTLINE OF YOUR PAPER
1. INTRODUCTION – Research question? – Outline 2. MAIN BODY – Contribution of an industry:Mengapa memilih suatu industri? Pakai data BPS untuk menunjukkan sumbangan industri tsb terhadap total ind manufaktur: nilai tambah, jumlah perusahaan, penyerapan tenaga kerja – Overview related macro and sectoral policies – Impacts of those policies on industrial performance 3. CONCLUSIONS: – Lessons learned – Key findings 4. REFERENCES: books, articles (journals, magazine, newspapers, web)

29

8/30/2012

SUGGESTED WEB SITES
• KEMENTRIAN PERINDUSTRIAN, http://www.kemenperin.go.id • KEMENTRIAN PERDAGANGAN, http://www.kemendag.go.id • ASEAN, http://www.aseansec.org • World Bank, http://www.worldbank.org • International Monetary Fund, http://www.imf.org • Badan Pusat Statistik, http://www.bps.go.id • Bank Indonesia, http://www.bi.go.id • Kementerian Keuangan,http://www.kemenkeu.go.id @Mudrajad Kuncoro\GBE 59

IQRO.. BACALAH!

60

30

8/30/2012

WHO IS MUDRAJAD KUNCORO?

 Pendidikan:  Guru besar termuda FEB UGM (1 Okt 2006)  PhD in Business & Regional Development: University of Melbourne, Australia (2000)

  

 M.Soc.Sc in International Finance: University of Birmingham, UK (1993)  SE with cum laude: FE UGM Konsultan bisnis dan pemda Jabatan: Editor in chief Journal of Indonesian Economy & Business Buku yang ditulis: 29; ratusan artikel ilmiah di berbagai media massa & jurnal Visit http://www.mudrajad.com
61

@Mudrajad/FEB UGM

31

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful