ACARA I KARBOHIDRAT

A. PELAKSANAAN PRAKTIKUM
1. Tujuan : - Mengetahui cara melakukan isolasi amilum dari umbi/bijian-umbian. - Mengetahui cara melakukan hidrolisis amilum menngunakan asam. - Melakukan identifikasi karbohidrat (monosakarida, disakarida, dan

polisakarida) berdasarkan reaksi-reaksi dan perubahan warnanya. 2. Hari,tanggal 3. Tempat : Senin, 26 November 2012. : Laboratorium Kimia, Lantai III, Fakultas MIPA, Universitas Mataram.

B. TINJAUAN PUSTAKA
Karbohidrat merupakan senyawa karbon, hidrogen dan oksigen yang terdapat dalam alam. Banyak karbohidrat mempunyai rumus empiris CH2O. Karbohidrat sebenarnya adalah polisakarida, aldehida dan keton atau turunan mereka. Salah satu perbedaan utama antara berbagai tipe - tipe karbohidrat ialah ukurannya. Monosakarida adalah satuan karbohidrat yang tersederhana, mereka tidak dapat dihidrolisis menjadi molekul karbohidrat yang lebih kecil. Monosakarida dapat diikat bersama-sama membentuk dimer, trimer dan sebagainya dan akhirnya polimer. Dimer-dimer disebut disakarida. Sedangkan monosakarida yang mengandung gugus aldehid disebut aldosa. Glukosa, galaktosa, ribose, dan deoksiribosa semuanya adalah aldosa. Monosakarida seperti fruktosa dengan gugus keton disebut ketosa. Karbohidrat tersusun dari dua atau delapan satuan monosakarida dirujuk sebagai oligosakarida. Jikadiperoleh dari hidrolisis maka karbohidrat iti disebut polisakarida (Fessenden, 1990). Karbohidrat memiliki beberapa sifat kimia berdasarkan gugus fungsinya. Yang pertama adalah sifat mereduksi, yaitu biasanya kelompok monosakarida dan disakarida mampu mereduksi agen pengoksidasi, misalnya ion –ion logam ( seperti Cu2+, Ag+ ) yang terdapat pada pereaksi tertentu. Yang kedua, karbohidrat terutama kelompok monosakarida mampu membentuk furfusal dan turunanya akibat dehidrasi. Yang ketiga adalah karbohidrat mampu membentuk osazon saat dipanaskan dengan larutan yang mengandung fenilhidrazin berlebih. Yang keempat gugus hidroksil pada karbohidrat dapat membentuk estaer jika direaksikan dengan asam dan yang kelima monosakarida dapat membentuk glikosida yang jika direaksikan dengan metal alcohol (Wahyudi,2003)

1

jika mengandung gugus aldehid maka disebut aldosa. Selain menguji kualitas. Amilum dapat dihidrolisis sempurna dengan menggunakan asam sehingga menghasilkan glukosa (Poedjiadi. 2003). 1994). Uji kualitatif dilakukan dengan berbagai reaksi kmia yaitu reaksi peragian.Karbohidrat yang tidak bisa dihrolisis ke susunan yang lebih simple dinamakan monosakarida. jadi molekulnya merupakan rantai terbuka.6-glikosidik ini menyebabkan terjadinya cabang. 2009 ). Amilum atau pati merupakan suatu polisakarida yang banyak terkandung dalam tumbuhan misalnya pada umbi kentang. dan penta hidroksil aldehid maka glukosa adalah aldosa. singkong .2007:82). reaksi molisch. yang banyak ditemui pada buah dan berkombinasi dengan glukosa pada sukrosa disakarida (Morrison. rantai lurus. Glukosa punya struktur molekul C6H12O6. terdiri atas dua macam polisakarida yang kedua-duanya adalah polimer dari glukosa. Benedict Reagen digunakan untuk mentes atau memeriksa kehadiran gula monosakarida dalam suatu cairan.4-glikosidik dan sebagian lagi ikatan 1. Dengan cara mensintesis pati. Molekul amilopektin lebih besar daripada molekul amilosa karena terdiri atas lebih dari 1000 unit glukosa. Tumbuhan menumpuk pati sebagai granul atau butiran di dalam plastid yang termasuk bagian dari kroloplas. karena semakin banyak gula dalam larutan maka semakin gelap warna endapan (Anonim. biji-bijian (butir gandum . Uji kuantitatif dilakukan dengan menentukan kadar pati dari isolat amilum pada umbi. Pati merupakan cadangan makanan bagi tumbuhan karena glukosa merupakan bahan bakar seluler yang utama (Poedjadi. dan padipadian lain). Adanya ikatan 1.6-glikosidik. tumbuhan dapat menimbun kelebihan glukosa. Amilosa terdiri atas 250-300 unit D-glukosa yang terikat dengan ikatan 1. secara kasar juga berlaku secara kuantitatif. beras. Monosakarida bersifat redutor. Amilopektin juga terdiri atas molekul D-glukosa yang sebagian besar mempunyai ikatan 1. Monosakarida bisa diklasifikasikan lebih jauh. 2 . Umbi yang terdapat pada ubi jalar atau akar pada ketela pohon atau singkong mengandung pati yang cukup banyak. daun. yaitu pada sebagian besar tumbuhan. Sedangkan karbohidrat yang dapat dihidrolisis menjadi banyak molekul monosakarida dinamakan polisakarida. jagung. Contoh ketosa yang penting adalah fruktosa. yaitu amilosa (kira-kira 20-28%) dan sisanya amilopektin. tersusun atas enam karbon. dan reaksi benedict (Wahjudi. Batang pohon sagu mengandung pati yang setelah dikeluarkan dapat dijadikan bahan makanan. dengan diteteskannya Reagen akan menimbulkan endapan merah bata. Amilum atau dalam bahasa sehari-hari sering disebut pati terdapat pada umbi. sehingga molekul amilopektin berbentuk rantai terbuka dan bercabang. Amilum merupakan salah satu jenis polisakarida yang terdapat banyak di alam. 1983).4-glikosidik. jika mengandung grup keton maka disebut ketosa. batang dan biji-bijian. karbohidrat yang dapat dihidrolisis menjadi dua molekul monosakarida dinamakan disakarida.

Penangas air .Pengaduk / spatula . Namun warna endapan yang terbentuk tergantung pada konsentrasi gula pereduksi yang diuji ( Rifqi. Dan bila direaksikan dengan Alpha Naftol akan memberikan warna ungu.Rak tabung reaksi . Glukosa mampu mereduksi ion Cu 2+ menjadi Cu+ yang mengendap sebagai Cu2O membentuk endapan merah bata.Stopwatch .Timbangan analitik 3 . ALAT DAN BAHAN  Alat : . mereduksi larutan yang mengandung kupri sulpat.Gelas kimia 200 ml . reaksi dinyatakan positif apabila terbentuk endapan berwarna biru kehijauan sampai merah batu bata /tergantung pada kadar gula reduksi yang tersedia ( Anonim. dan natrium sitrat. 2009 ). Reaksi Molish merupakan salah satu cara uji kualitatif karbohidrat dengan prinsip kerja yaitu ikatan glikosida pada karbohidrat akan terhydrolisa oleh H2SO4 (pekat) menghasilkan monosakarida yang kemudian dihydrasi membentuk Furtural. Dalam hal ini terbentuk endapan Cu2O.Uji benedict.Pipet volum . 2008).Pisau .Gelas ukur 50 ml .Penjepit .Pipet tetes .Penyaring Buchner .Corong Pisah . didasarkan pada kemampuan gula –gula pereduksi. C.Erlenmeyer .Tabung reaksi 10 ml . natrium karbonat.Kertas saring .Blender .Ada juga cara uji kualitatif lainnya yaitru Reaksi Benedict yang memiliki prinsip kerja Cu 2+ akan direduksi oleh gula menjadi Cu+.

Kertas label .Larutan buffer fosfat (pH 6.Larutan H2SO4 pekat .Aquades .Larutan 20% suspense ragi roti .8) .Ubi kayu 100 gram (yang sudah di blender) 4 .Larutan glukosa .Indikator Amilum .Amilum yang diisolasi dari ubi kayu .Larutan 10% alfa naftol .Larutan Iodine . Bahan : .Kertas saring .Alkohol 95% .Reagen benedict .Kain kasa .6-6.Tissue .Reagen Saliwanoff .

dilakukan beberapa kali.Di kupas. Pati Dikeringkan pada suhu kamar. dicuci dan di timbang 100 gram . . Isolasi Amilum dari Umbi Ubi kayu .(+) 200 ml aquadest dan dikocok. . CARA KERJA 1.Disaring residu dengan kain dan larutan yang keruh ditampung dalam gelas ukur 500 ml.D. Hasil 5 .(+) 200 ml aquadest kemudian diblender sampai halus. Disaring dengan kertas saring.Didekantasi Larutan yang jenuh Endapan (+) 200 ml aquadest dan dikocok Larutan yang jernih Endapan (+) 100 ml alcohol 95%. Larutan yang jenuh Larutan yang jenuh .

Dipanaskan dengan penangas air selama 5 menit Warna hijau. fruktosa) 5 ml Reagen benedict + 8 tetes larutan glukosa Dimasukkan ke dalam tabung reaksi. Hasil 6 . Reaksi Benedict Reagen benedict = larutan karbohidrat 1% (glukosa. Reaksi Molisch 2 ml glukosa (30 tetes) Dimasukkan ke dalam tabung reaksi. orange atau merah bata dan endapan merah bata menunjukkan reakis positif 4. Adanya cincin ungu pada batas 2 cairan tersebut yang menunjukkan adanya karbohidrat 3. Diamati perubahan warna. kuning. merah. Uji Reaksi Iodine Larutan Iodine 0. (+) 2 tetes larutan 10% alfa naftol yang masih baru. Dialirkan 2 ml H2SO4 pekat melalui dinding tabung yang dimiringkan hingga membentuk lapisan di bawah campuran.127 gr I2 dilarutkan dalam 100 ml air yang mengandung 3 gr KI 1 ml larutan karbohidrat 1% : amilum (15 tetes per ml) Diasamkan dengan larutan HCl encer 2 N (5 tetes) Pada semua tabung (+) 2 tetes larutan iodine.2.

40 g.  x 100% = 9. α-naftol dan  Glukosa (kuning bening) :  Setelah ditetesi larutan α-naftol.29 h. Uji kualitatif karbohidrat Langkah Kerja Hasil Pengama\tan a. warna larutan menjadi coklat bening dengan cincin di permukaannya. fruktosa Dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang telah berisi 2 ml reagen saliwanoff.11 gram f.11 gr dengan kadar amilum 9. Uji Reaksi Saliwanoff Reagen saliwanoff 0. Kadar amilum = i.11 % Kesimpulan : Diperoleh amilum kering 9. Berat kertas saring = 1. Berat ubi kayu = 100 gram b. Semua tabung reaksi dipanaskan dalam penangas air mendidih selama 1 menit sampai terbentuk warna merah tua.5.  dialirkan perlahan-lahan 2 ml H2SO4. Reaksi Molisch  Glukosa  2 ml glukosa 1 %  + 2 tetes larutan 1% dicampur. HASIL PENGAMATAN  Isolasi amilum dari umbi / biji-bijian a.05 gr resorcinol dilarutkan dalam 100 ml asam klorida (1:3) 2 tetes larutan karbohidrat 1% : glukosa. Hasil E. 7 . Berat amilum kering = 9. Setelah ditetesi H2SO4. Berat amilum kering + kertas saring = 10. Amilum dalam suspense alcohol 95 % berwarna putih d. terbentuk cincin bening pada permukaannya.11 % dengan warna putih jernih. Setelah di blender akan tercampur / homogeny dan berwarna putih susu c. Setelah kering berwarna putih e.

Setelah ditambah iodine (kuning). dimasukkan dalam penangas air selama 5 menit. b. dialirkan perlahan-lahan 2 ml H2SO4. larutan menjadi bening seluruhnya. c. ReaksiSaliwanoff  Glukosa  2 ml larutan glukosa 1% + 2 mL reagen saliwanoff + 2 tetes larutan glukosa lalu dipanaskan selama 1 menit.  Fruktosa setelah reagen saliwanoff dicampur dengan larutan fruktosa. setelah ditetesi glukosa tidak ada perubahan. larutan berwarna bening. warna larutan menjadi coklat hitam pekat tanpa cincin di (tercampur seluruhnya). Setelah ditetesi H2SO4. Setelah dipanaskan selama 5 menit terbentuk 2 fase yaitu atas hijau lumut dan bawah berwarna biru. d. terbentuk cincin bening pada bagian permukaannya. Reaksi Iodine 1 ml larutan amilum + 3 tetes HCl + 2 tetes iodine.  Setelah ditambahkan HCl. dicampur. terjadi perubahan warna dari bening menjadi biru keunguan. Reaksi Benedict  5 ml reagen benedict + 8 tetes larutan glukosa diletakkan pada tabung dan  Reagen benedict berwarna biru tua. Fruktosa  5 ml fruktosa 1 % + 2 teteslarutan 10 % alfanaftol yang masih baru dan  Fruktosa (putih bening)  Setelah ditetesi larutan α-naftol. larutan menjadi bening. Setelah dipanaskan.  Glukosa  Setelah reagen saliwanoff yang berwarna kuning bening dicampur dengan larutan glukosa berubah warna menjadi agak sedikit kunning bening.  2 ml reagen saliwanoff + 2 tetes larutan fruktosa lalu dipanaskan selama 1 menit. Setelah 8 .

.29 gr Berat kertas saring + pati/ amilum = 10. .dipanaskan. Fruktosa 9 . Isolasi amilum dari singkong (Manihot utilisima) Diket :Berat amilum kering = 9. Persamaan Reaksi  Reaksi Molisch Reaksi yang berlangsung adalah sebagai berikut : 1.11 gr Berat kertas saring = 1. F. 40 gr Dit : Kadar amilum.11 gr / 100 gr × 100 % = 9. ANALISIS DATA a.??? Jawab : Kadar Amilum = Berat amilum kering / 100 gr × 100% = 9. Glukosa 2. larutan menjadi merah.11 % b.

→ R— C — OH + Cu2O + H2O Gula Pereduksi Reaksi Iodine Iodium + amilum Ikatan iodin amilum (biru) Endapan Merah Bata 10 . Rumus cincin ungu yang terbentuk Reaksi Benedict Berikut reaksi yang berlangsung: O ║ O ║ R— C — H + Cu2+ + 2OH.3.

Reaksi Saliwanoff Pada uji Seliwanoff. Berikut adalah reaksinya : 11 . ketosa terdeteksi pada zat uji Fruktosa dengan terbentuknya warna jingga. yaitu karena terbentuknya resorsinol.

reaksi iodin. reaksi Benedict. dan uji kualitatif karbohidrat dilakukan dengan menggunakan reaksi Molisch. Amilum terdiri atas dua macam polisakarida yang kedua-duanya merupakan polimer dari glukosa yaitu amilosa dan amilopektin. daun. Uji yang akan dilakukan meliputi uji kuantitatif dan kualitatif dari karbohidrat. disakarida dan polisakarida) berdasarkan reaksi–reaksi dan perubahan warnanya.G. PEMBAHASAN Praktikum kali ini yaitu mengenai karbohidrat. Dimana. 12 . batang dan biji-bijian. dimana karbohidrat adalah amilum atau pati yang merupakan zat makanan yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita yang biasanya terdapat pada umbi-umbian. yang bertujuan untuk mengetahui cara isolasi amilum dari umbi/biji-bijian.mengetahui cara melakukan hidrolisis amilum menngunakan asam dan mengetahui identifikasi karbohidrat (monosakarida. pada uji kuantitatif dilakukan isolasi amilum dari umbi.dan reaksi saliwanoff.

dari ubi kayu ditambah alkohol 95 % kemudian di dekantasi beberapa kali dengan aquades diperoleh pati/amilum kering berwarna putih dengan berat 9. terbentuk cincin bening pada bagian permukaannya. Pati adalah polisakarida dengan sususan yang kompleks. Sedangkan pada fruktosa Setelah ditetesi larutan α-naftol. ini menunjukkan bahwa reaksi negative. Pada uji kualitatif karbohidrat bertujuan untuk mengetahui komponen penyusun suatu senyawa atau adanya suatu karbohidrat. Sampel ditambah alpha naphthol 10% dan asam sulfat (H2SO4) pekat.11 gram dengan kadar amilum 9. Isolat amilum yang didapatkan larutan berwarna kuning yang merupakan amilopektin yang larut dalam air dan amilumnya yang putih tidak larut dalam air sehingga mengendap. Pati atau amilum merupakan polimer dari glukosa dan apabila dilarutkan dalam air panas. 1994).11 %. Pada reaksi ini tidak terbentuk cincin ungu pada batas kedua cairan. 1946).larutan yang bereaksi positif akan memberikan cincin yang berwarna ungu ketika direaksikan dengan α-naftol dan asam sulfat pekat. warna larutan menjadi coklat hitam pekat tanpa cincin (tercampur seluruhnya). Setelah ditetesi H2SO4.amilase dan amilopektin. α. 1994).Percobaan pertama yang dilakukan yaitu percobaan isolasi amilum dari ubi kayu/biji-bijian untuk menentukan kadar pati yang terdapat dalam 100 gr ubi kayu. Diperkirakan. konsentrasi asam sulfat pekat bertindak sebagai agen dehidrasi yang bertindak pada gula untuk membentuk furfural dan turunannya yang kemudian dikombinasikan dengan α-naftol untuk membentuk produk berwarna (Harrow. Cincin ungu merupakan senyawa kompleks yang menandakan bahwa larutan terdapat furfural (Poejiadi. terbentuk cincin bening pada permukaannya. Pati mengandung 2 jenis polimer glukosa. α. Sehingga dapat diperkirakan terjadi kesalahan pada uji yang dilakukan. Pati terdapat dalam jumlah tinggi pada golongan umbi dan biji-bijian. Uji Molisch adalah pengujian untuk mengetahui senyawa mengandung karbohidrat atau tidak. Hidrolisis polisakarida dilakukan untuk memperoleh senyawa karbohidrat yang sederhana. Percobaan selanjutnya yaitu uji kualitatif karbohidrat. Hal ini tidak sesuai teori yang menyatakan. Uji kualitatif yang pertama dlakukan yaitu uji reaksi molisch. sampel yang digunakan adalah glukosa dan fruktosa. Setelah ditetesi H2SO4. 13 . pati dapat dipisahkan menjadi amilosa dan amilopektin. timbul perubahan pada glukosa setelah ditetesi larutan α-naftol. molekul tinggi tetapi stukturnya bercabang tinggi (Poejiadi. warna larutan menjadi coklat bening dengan cincin di permukaannya.amilase terdiri dari rantai unit-unit Dglukosa yang panjang.

Setelah dipanaskan. sehingga menyebabkan warna biru tua pada kompleks tersebut (Riyad . amilopektin dengan iodine akan berwarna merah violet. Dalam hal ini suatu karbohidrat merupakan suatu polihidroksi keton sehingga nantinya akan mempunyai gugus 14 . Pada glukosa setelah reagen saliwanoff yang berwarna kuning bening dicampur dengan larutan glukosa berubah warna menjadi agak sedikit kuning bening. Keempat Uji reaksi Saliwanoff. Bentuk ini menyebabkan pati dapat membentuk kompleks dengan molekul iodium yang dapat masuk ke dalam spiralnya. 2011). Ini menunjukkan adanya reaksi positif karena ada perubahan warna hijau. Pada uji iodine bertujuan untuk mengidentifikasi adanya pati. larutan menjadi bening seluruhnya. kondensasi iodine dengan karbohidrat golongan polisakarida akan memberikan reaksi dengan larutan iodine dan memberikan warna spesifik bergantung pada jenis karbohidratnya. Hasil yang didapatkan pada reaksi ini setelah ditetesi glukosa tidak ada perubahan dan setelah dipanaskan selama 5 menit terbentuk 2 fase yaitu atas hijau lumut dan bawah berwarna biru.sedangkan pada fruktosa setelah reagen saliwanoff dicampur dengan larutan fruktosa. 2008) ).Uji Kedua. Dalam percobaan yang dilakukan pada larutan amilum dan HCl encer larutan menjadi bening setelah ditetesi larutan iodien memberikan perubahan warna dari bening menjadi biru keunguan. uji reaksi iodine. dilakukan untuk mengetahui adanya gugus keton dalam sampel. Oleh karena itu uji iod ini juga dapat membedakan amilum dan glikogen.Setelah dipanaskan. Gula pereduksi adalah gula yang mengalami reaksi hidrolisis dan bisa diurai menjadi sedikitnya dua buah monosakarida. Amilum dengan iodine dapat membentuk kompleks biru. Hal ini disebabkan karena dalam larutan pati. hijau atau bisa saja berwarna kuning (Rifki. terdapat unit-unit glukosa yang membentuk rantai heliks karena adanya ikatan dengan konfigurasi pada tiap unit glukosanya. Uji selanjutnya. Dari kedua sampel hanya sampel fruktosa yang bereaksi positif. uji reaksi Benedict adalah uji untuk membuktikan adanya gula pereduksi (yang memiliki gugus aldehid atau keton bebas). larutan berwarna bening. larutan menjadi merah. Uji benedict terutama dilakukan untuk karbohidrat pereduksi yang dapat mereduksi ion logam (misalnya Cu2+ bereaksi dengan pereaksi benedict membentuk endapan Cu2O berwarna merah bata. glikogen maupun dekstrin akan berawarna coklat atau merah. bahwa ini menunjukkan reaksi positif. Reaksi positif bila reaksi ditunjukan dengan perubahan warna larutan menjadi merah/merah bata.

terjadi perubahan oleh HCl panas menjadi asam levulinat dan hidroksilmetil furfural. Kesimpulan  Isolasi Amilum dari Umbi-umbian dapat dilakukan dengan cara umbi-umbian tersebut d haluskan (blender). Hasil yang dapat dari isolasi amilum dari umbi-umbian yaitu 9.  Reaksi Molisch ditandai dengan terbentuknya cincin berwarna ungu.2011). b. disaring dan ditimbang berapa kadar amilum yang terdapat didalamnya yang disertai dengan penambahan etanol 95%.keton. Saran Bagi para praktikan diharapkan lebih teliti dan hati-hati dalam menjalankan praktikum agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diingkan serta tujuan dari praktikum dapat tercapai. Pada pereaksi seliwanoff. Reaksi Benedict. didekantasi. Reaksi Iodine dan reaksi Saliwanoff. Dari hasil pengamatan diperoleh bahwa kedua sampel tidak terbentuk cincin ungu dibagian tengah.11%  Identifikasi karbohidrat dapat dilakukan dengan cara Reaksi Molisch. 15 . H. Dari hasil pengamatan menunjukkan reaksi positif karena terjadi perubahan warna.2011).  Reaksi Benedict yang ditandai dengan terbentuknya endapan merah bata dan perubahan warna pada sampel.  Reaksi Iodine yang ditandai dengan terbentuknya warna ungu pada larutan. Namun hasil yang diperoleh berbeda pada sampel glukosa yang menandakan uji negative karna tidak membentuk perubahan warna merah.  Reaksi Saliwanoff yang ditandai dengan larutan yang terbentuk yaitu merah bata yang menyatakan bahwa sampel tersebut mengandung gugus keton. Dari hasil pengamatan menunjukkan bahwa reaksi positif terdapat pati karena terbentuk warna biru keunguan. Jika dipanaskan karbohidrat yang mengandung gugus keton akan menghasikan warna merah pada larutannya ( Wahyu. PENUTUP a. Dan hasil positif pada fruktosa dan negative pada glukosa Kesemua bukti atau hasil dari reaksi tersebut membuktikan bahwa ada unsur karbohidrat atau untuk mengidentifikasi karbohidrat. Glukosa dan fruktosa mempunyai gugus keton sehingga menghasilkan reaksi positif ( Elfa. disini mungkin terjadi kesalahan pada saat melakukan percobaan sehingga hasilnya tidak sesuai.

Robert Thornton.DAFTAR PUSTAKA Anonim. Dasar-dasar Biokimia. Seri Pengantar Biokimia. Dasar-Dasar Biokimia. http://arrayst. New York: New York. Diunduh pada 29 November 2012. Kimia Organik Edisi Ketiga . Fessenden. Poedjiadi. dkk.com/tentang-dunia-susu/. Diakses Biokimia. Diakses pada : http://jejaringkimia.wordpress. Jakarta. Morrison.2007. Wahyu.University. Riyad. Organic Chemistry Fourth Edition.blogspot. 2009. Rifqi. Jakarta : UI Press. Jejaring Kimia. Diakses 29 November 2012. A. 2008. UI Press. pada Diakses http://arifqbio. Malang: UM Press. Kimia Organik II. 1990.com/journal/item/15/seri_Penangantar tanggal 29 November 2012. 2003. 16 . Jakarta: Erlangga. 1994.1983. Ralp J. Wahjudi.com.multiplay. Poejiadi. Anna.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful