You are on page 1of 12

ARCHAEBAKTERIA

(Sumber :http://mikrobewiki.kenyon.edu/index.php)

Archaebakteria
Dahulu dimasukkan ke dalam prokariot bersama eubakteria, tetapi dng Penggunaan Teknik Molecular Pada Tahun 1980an menunjukkan bahwa archaebacteria merupakan kolompok/domain yg berbeda Archaebacteria memiliki tidak memiliki membran inti dan organel seperti bakteria tetapi memiliki metabolisme yang seperti eukariot

Memiliki range fisiologis yang cukup luas dr aerobic, fakultatif anaerobik, anaerobik Memanfaatkan sumber energi yang jauh leih luas dibandingkan eukaryot senyawa organik atau anorganik seperti gula, amoniak, ion logam atau bahkan gas hidrogen Archaea bereproduksi secara aseksual dengan pembelahan biner, fragmentasi, atau tunas, tidak membentuk spora.

Awalnya, archaea dipandang sebagai extremophiles yang hidup di lingkungan ektrim seperti mata air panas dan danau garam, tetapi mereka juga ditemukan di berbagai habitat, termasuk tanah, lautan, rawa dan usus besar manusia.

http://www.biologie.uni-hamburg.de/b-online/library/micro229/terry/229sp00/home-page.html

Dinding sel archaebacteria


Dinding sel archae tersusun dari pseudopeptidoglikan yang mirip peptidoglikan tetapi kehilangan D- asam amino dan Nacetylmuramic acid (NAM) tetapi pengulangan gula amino, N-acetylglucosamin dan asam N-acetyltalosaminuronic. Hal ini menyebabkan archaebakteria tidak sensitif pada lysosim atau penisillin Dinding sel S-layer (sub unit protein tersusun pd permukaan sel) yang sangat sensitif detergen (SDS). Archaea lisis bahkan konsentrasi detergen rendah.

Dinding Sel Archaebacteria

Dinding Sel Eubacteria

Membran sel archaea (1) Gliserol pada membran sel archaea (L-gliserol) merupakan isomer dari bakteri /eukaryotik (D-gliserol) (2) Mpy Ikatan ether dibandingkan ikatan ester pada bakteri /eukaryotik, ikatan ether lebih tahan (3) Lipid disusun bukan oleh asam lemak tetapi oleh isoprenoid yang mampu membentuk transmembran

RNA polimerase archaebacteria Rna pol bakteria mpy tipe single & 4 polipeptida, 4 sub unit, sdng Archaea struktur lebih kompleks (methanogen & halofil : 8 polipeptida, hipertermofil 10) RNA polimerase tdk dihambat rimfampicin yang hambat RNA pol eubacteria (kons rendah) Sintesis protein tdk dihambat Chloramfenicol, Cycloheximide & streptomycin, tp neomicin pd konsentrasi tgi Tetracycline inhibitor lemah (hambat sintesis protein eubacteria & eukaryot)

Kelompok archaebacteria menurut Bergeys manual 1.methanogen - Anaerob obligat , mampu membentuk methan - Methanobacterium, Methanosphaera dll 2. Reduksi Sulfat - anaerob obligat, mampu menghasilkan H2S, ada yang ekstrim termofil sampai suhu 92OC, berfourecent hijau biru - Sulfolobus 3. Ektrim Halofil - dapat diwarnai gram positif atau negatif, aerob atau fakultatif anaerob, kemoorganotrof, berbentuk batang / irreguler, tumbuh pd kadar garam sangat tinggi (91.5 M) Halobacterium

Kelompok archaebacteria menurut Bergeys manual 4. Archaebacteria tanpa dinding sel - termoacidopilik, aerob, kokoid sel tanpa dinding sel - thermoplasma, 5. Ekstrim Termofilik - obligat termofilik, aerob/fakultatif anaerob/anaerob, gram negatif, filamen, berbentuk kokki - optimal pertumbuhan antara 70oC-105oC, asidofil/netrofil, autotrof/heterotrof - Desulfurolobus, metallosphaera,dll