You are on page 1of 45

1.

LATAR BELAKANG
Jika jumlah spesies merupakan kriteria, maka filum inilah yang dewasa ini merupakan yang terbesar. Hampir 90% dari seluruh jenis hewan yang diketahiu orang adalah Arthropoda. Jumlah ini adalah lebih besar daripada jumlah seluruh spesies lain yang ada. Setiap tahun masih juga ditemukan spesies Arthropoda baru yang hidup di berbagai jenis habitat. Air tawar, air laut, tanah dan dapat dikatakan hampir seluruh permukaan bumi penuh dengan Arthropoda. Hewanhewan itu hampir merupakan satu satunya jenis hewan yang ditemukan di Antariksa dan di lereng- lereng gunung yang penuh salju dan batu- batuan. Arthropoda dianggap berkerabat dekat dengan Annelida, contohnya adalah Peripatus di Afrika selatan. Hewan ini adalah jenis cacing beludru yang dapat dianggap setengah cacing dan setengah Arthropoda. Tetapi Arthropoda tidak seperti Annelida, segmen Arthropoda dari depan ke belakang menunjukkan variasi yang besar dalam struktur. Segmen - segmen itu biasanya dibagi dalam tiga daerah utama yaitu : kepala, toraks dan abdomen. Banyak sekali peran dan manfaat dari Arthropoda ini yang sudah diketahui ataupun yang belum diketahui oleh manusia. Ada empat kelas yang termasuk Arthropoda yaitu golongan Crustaceae, Arachnida, Myriapoda dan Insecta. Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui jenis - jenis dari Arthropoda yang sudah di ketahui paling banyak jumlahnya di muka bumi ini,untuk itu kami akan mencoba membahas filum ini walaupun masih banyak kekurangan yang ada.

2. TUJUAN
a. Mengetahui dan memahami taksonomi dari filum Arthropoda b. Mengetahui dan memahami ekologi dari filum Arthropoda c. Mengetahui dan memahami anatomi dari filum Arthropoda d. Mengetahui dan memahami morfologi dari filum Arthropoda e. Memahami klasifikasi dari filum Arthropoda f. Megetahui dan memahami kelas- kelas yang termasuk filum Arthropoda g. Mengetahui contoh hewan yang termasuk filum Arthropoda h. Memahami peran dan manfaat dari hewan hewan Arthropoda

BAB II ISI
Arthropoda (dalam bahasa latin, Arthra = ruas , buku, segmen ; podos = kaki) merupakan hewan yang memiliki ciri kaki beruas, berbuku, atau bersegmen.Segmen tersebut juga terdapat pada tubuhnya.Tubuh Arthropoda merupakan simeri bilateral dan tergolong tripoblastik selomata. MORFOLOGI ARTHROPODA Tubuh Arthropoda bersegmen dengan jumlah segmen yang bervariasi. Pada tiap segmen tubuh tersebut terdapat sepasang kaki yang beruas. Segmen bergabung membentuk bagian tubuh, yaitu Kaput (kepala), toraks (dada), dan abdomen (perut). Ukuran tubuh Arthropoda sangat beragam, beberapa diantaranya memiliki panjang lebih dari 60 cm, namun kebanyakan berukuran kecil.Begitu pula dengan bentuk Arthropoda pun beragam. Ciri lain dari Arthropoda adalah adanya kutikula keras yang membentuk rangka luar (eksoskeleton). Eksoskeleton tersusun dari kitin yang di sekresikan oleh sel kulit.Eksoskeleton melekat pada kulit membentuk perlindungan tubuh yang kuat. Eksoskeleton terdiri dari lempengan-lempengan yang dihubungkan oleh ligamen yang fleksibel dan lunak. Eksoskeleton tidak dapat membesar mengikuti pertumbuhan tubuh. Oleh karena itu, tahap pertumbuhan Arthropoda selalu diikuti dengan pengelupasan eksoskeleton lama dan pembentukan eksoskeleton baru. Tahap pelepasan eksoskeleton disebut dengan molting atau ekdisis. Hewan yang biasanya melakukan ekdisis misalnya kepiting, udang, dan labalaba. Sistem saraf Arthropoda berupa sistem saraf tangga tali berjumlah sepasang yang berada di sepanjang sisi ventral tubuhnya. Pada berbagai tempat di segmen tubuh, ada pembesaran saraf tangga tali yang disebut ganglia. Ganglia berfungsi sebagai pusat refleks dan pengendalian berbagai kegiatan. Ganglia bagian anterior yang lebih besar berfungsi sebagai otak.

Sistem pencernaan Arthropoda terdiri dari mulut, esofagus, lambung, usus, dan anus. Mulutnya dilangkapi dengan berbagai alat tambahan yang beragam, misalnya mandibula dan maksila pada belalang. Arthropoda bernapas dengan insang, trakea, atau paru-paru buku.Sisa metabolisme berupa cairan dikeluarkan oleh organ ekskresi yang disebut saluran/tubula Malpighi, kelenjar ekskresi, atau keduanya. Sistem sirkulasi Arthropoda bersifat terbuka. Sistem sirkulasi terdiri dari jantung, pembuluh darah pendek, dan ruang disekitar organ tubuh yang disebut sinus atau hemosol. Darah Arthropoda disebut juga hemolimfa. EKOLOGI ARTHROPODA Cara hidup Arthropoda sangat beragam, ada yang hidup bebas, parasit, komensal, atau simbiotik. Dilingkungan kita, sering dijumpai kelompok hewan ini, misalnya nyamuk, lalat, semut, kupu-kupu, capung, belalang, dan lebah. Habitat penyebaran Arthropoda sangat luas. Ada yang di laut, periran tawar, gurun pasir, dan padang rumput. REPRODUKSI ARTHROPODA Sistem reproduksi Arthropoda umumnya terjadi secara seksual. Namun ada juga yang secara aseksual, yaitu dengan partenogenesis. Partenogenesis adalah pembentukan individu baru tanpa melalui fertilisasi (pembuahan).Individu yang dihasilkan bersifat steril. Organ reproduksi jantan dan betina pada Arthropoda terpisah, masing-masing menghasilkan gamet pada individu yang berbeda sehingga bersifat dioseus (berumah dua). Hasil fertilisasi berupa telur.

KLASIFIKASI Arthropoda diklasifikasikan menjadi 20 kelas berdasarkan struktur tubuh dan kaki. Berikut ini akan diuraikan empat kelas diantaranya yang paling umum, yaitu Kelas Arachnoidea, Myriapoda, Crustacea, dan Insecta

1. Crustaceae

Dalam bahasa latin, crusta berarti cangkang. Crustaceae disebut juga hewan bercangkang. Telah dikenal kurang lebih 26.000 jenis Crustaceae. Crustaceae yang paling awal terdapat dalam zaman Kambrium. Udang batu masa kini dengan kaki renang, kaki jalan, kaki capit dan sirip ekor, bagian mulut yang khusus ( termasuk mandibula ) dan antena ( dua pasang ). Keanekaragaman struktur anggota anggota tubuh ini mencerminkan keanekaragaman fungsinya. 1.1 TAKSONOMI Kingdom Phylum Subphylum Class : Animalia : Arthropoda : Crustacea : - Malacostraca

-Entomostraca Ordo : Malacostraca : - Isopoda - Stomatopoda - Decapoda Entomostraca : - Branchiopoda - Ostracoda - Copepoda - Cirripedia 1.2 MORFOLOGI

Crustaceae memiliki tubuh yang bersegmen dan terdiri atas sefalotoraks ( kepala dan dada menjadi satu) serta abdomen ( perut ). Bagian anterior tubuh besar dan lebar, sedangkan posteriornya sempit. Kelas ini meliputi udang laut yang besar, lobster, teritip, kepiting dan sejumlah besar hewan yang mirip udang. Kecuali kutu babi yang hidup di bawah batang kayu dan batu, Crustaceae merupakan hewan air, yang terdapat baik di air tawar maupun air laut. Semua anggota klas ini bernapas dengan insang. Ukurannya berkisar dari mikroskopis sampai lobster dan kepiting yang bobotnya mencapai beberapa kilogram.

Pada kepala terdapat beberapa alat mulut yaitu : 1. dua pasang antena Antena ini berfungsi sebagai alat pertahanan atau alat untuk memperoleh makanan pada sebagian Crustaceae, misal udang dan kepiting. 2.Tungkai biramous (biasanya) 3. satu pasang mandibula ( rahang atas) 4.satu pasang maksila pertama 5.satu pasang maksila kedua ( rahang bawah ) Alat gerak berupa kaki ( satu pasang tiap ruas abdomen ) untuk berenang, marangkak atau menempel di dasar perairan. 6.Stadia nauplius 7.Respirasi seluruh permukaan tubuh/ insang; transpor oksigen dengan haemocyanin 8.Ekskresi melalui difusi ammonia pada insang; organ mesodermal (green gland pada udang 1.3 ANATOMI

a. Sistem pencernaan makanan Makananya berupa bangkai atau tumbuhan dan hewan lain. Namun ada juga yang bersifat parasit pada organisme lain. Alat pencernaannya terdiri dari tiga bagian, yaitu : a.Tembolok : berfungsi untuk menampung air. b.Lambung otot (empela ) c. Lambung kelenjar Di dalam perut Crustaceae terdapat gigi gigi kalsium yag teratur berderet secara longitudinal. Selain gigi kalsium ini terdapat pula batu batu kalsium gastrolik yang berfungsi mengeraskan eksoskeleton setelah terjadi pengelupasan. Sistem peredaran darah Sistem peredaran darah Crustaceae disebut peredaran terbuka karena beredar tanpa melalui pembuluh darah. Darah tidak mengandung hemoglobin, melainkan hemosianin yang daya ikatnya terhadap O 2 rendah. Sistem respirasi Respirasi pada umumnya dengan insang , kecuali yang bertubuh sangat kecil dengan seluruh permukaan tubuh. Alat indera Alat indera berupa sepasang mata majemuk ( faset ) bertangkai yang berkembang dengan baik. Alat pencium da peraba berupa dua pasang antena. Sistem sarafnya berupa tangga tali. Pada sistem sarafnya terjadi pengumpulan dan penyatuan ganglion dan dari pasangan pasangan ganglion keluar saraf yang menuju ke tepi. Sistem reproduksi Sistem reproduksinya bersifat diesis (berkelamin satu ). Pembuahan terjadi secara eksternal. Telur menetas menjadi larva yang sangat kecil, berkaki tiga pasang, dan bersilia.

Siklus hidup Peristiwa peristiwa yang terjadi selama berkembang biak adalah : 1. kopulasi Dalam peristiwa ini berlangsung pemindahan spermatozoa dari vasa differensia udang jantan kepada udang betina yang ditampung dalam recetaculum seminis. 2. Bertelur 3. Perkembangan embrio telur 4. Pertumbuhan larva menjadi udang dewasa

1.4 EKOLOGI Bidang ekologi Entomostraca yang berperan sebagai zooplankton menjadi sumber makanan ikan, misalnya anggota Branchiopoda, Ostracoda dan Copepoda. Makanan udang berupa berudu, larva, serangga, dan ikan-ikan kecil. Crustaceae yang paling umum adalah udang dan kepiting. Habitat Crustaceae terutama di air yaitu danau, laut dan sungai.

Klasifikasi Crustaceae
Crustaceae yang tubuhnya berukuran kecil dikelompokkan kedalam Entomostraca. Sedangkan yang berukuran besar dikelompokkan kedalam Malacostraca. Entomostraca memiliki empat ordo yaitu Branchiopoda , Ostracoda, Copepoda dan Cirripedia. Sedangkan Malacostraca memiliki tiga ordo yaitu Isopoda, Stomatopoda dan Decapoda Dalam makalah ini akan dibahas klasifikasi Crustaceae sebagai berikut : Kelompok utama Crustacea Branchiopoda: udang kecil, filter feeding, air tawar (kebanyakan), Artemia, Daphnia Copepoda: udang plankton, marine, penting dalam rantai makanan Ostracoda: kurang dari 1 mm, terbungkus dalam cangkang bivalvia calcareous, kepala dengan appendages yang unik, tubuh atropi Cirripedia: dewasa sesil, kepala melekat substratum dan karapaks menjadi sangat keras, tungkai meraih makanan, hermaphrodit. 1. Entomostraca Pada umumnya Entomostraca adalah penyusun zooplankton di perairan. Zooplankton adalah hewan hewan kecil yang melayang layang di dalam air yang merupakan bahan makanan bagi ikan atau organisme air lain yang lebih besar. a. Branchiopoda Branchiopoda bertubuh pucat dan transparan (tembus cahaya ). Ukurannya 0,25 hingga 10 cm. Hewan ini bergerak dengan antenanya. Branchiopoda hidup sebagai zooplankton di air laut dan di air tawar. Contohnya : Dhapnia sp dan Asselus aquaticus.

b. Ostracoda Hewan ini berukuran satu sampai beberapa milimeter dan hidup di laut sebagai zooplankton. Alat geraknya berupa antenna. Anggota Ostracoda yang sudah dikenal kurang lebih 200 jenis, misalnya Gammarus sp. c. Copepoda Segmentasi Copepoda terlihat jelas dan mudah dibedakan antara cefalotrax dan abdomennya. Bagian anterior lebih besar dan lebar dibandingkan bagian posterior yang sempit. Hewan ini berjenis kelamin satu ( diesis ), yang jantan berukuran lebih kecil dari betinanya. Individu betina memiliki sepasang kantong telur. Larva Copepoda yang disebut nauplius mangalami eksdisis ( pergantian kulit ) menjadi metanauplius yang ditandai dengan tumbuhnya duri- duri dan segmentasi. Copepoda meupakan ordo terbesar di antara Entomostraca, kurang lebih 4500 jenis. Hewan ini hidup sebagai parasit pada inang dan sirip ikan laut maupun ikan tawar. Pada umumnya, Copepoda tidak mempunyai mulutdan menyerap makanan langsung dari inangnya. Copepoda yang hidup bebas di tanah menempati tempat tempat yang lembab. Jenis- jenis Copepoda tanah memiliki antena ( sungut ) yang lebih pendek daripada yang hidup di air. Salah satu contoh Copepoda adalah Lernaea cyprinaceae. Tubuhnya terdiri dari kepala dada( sefalotoraks ) dan abdomen. Cara hidup hewan ini biasanya betina dewasa melekatkan diri pada kulit inang dengan tanduk kepala dan bagian posteriornya dibiarkan bebas manggantung. Oleh karena itu bentuk kepalanya memanjang dan menonjol maka spesis ini umumnya dikenal sbagai cacing jangkar ( anchor worm )

d. Cirripedia Hewan ini hidup di laut dengan berbagai cara, seperti menempel pada batu batuan, melekat di dasar kapal atau mengapung di permukaan air Laut. Ada pula yang hidup parasit pada ikan paus, kura- kura dan hewan lainnya. Pada tahun 1830 setelah tingkat larvanya dikenal orang, Cirripedia dimasukkan kedalam golongan Crustaceae, sebelumnya Cirripedia diduga termasuk Moluscakarena bentuk tubuhnya seperti kerang. Kini telah dikenal kurang lebih 800 jenis, misalnya Lepas. 2. Malacostraca Tubuh malacostraca umumnya terdiri atas 14 segmen. 8 segmen depan merupakan sefalotoraks dan 6 segmen belakang merupakan abdomen. a. Isopoda Para pakar biologi telah mengenal kurang lebih 4000 jenis Isopoda yang hidup di berbagai tempat. Seperti di laut, air tawar maupun didarat. Pada umumnya Isopoda tanah dapat menggulung. Kutu kayu yang merupakan Isopoda air laut sangat merugikan manusia karena membuat lubang lubang pada galangan kapal atau perahu. b. Stomatopoda Stomatopoda pada umumnya berwarna menyolok dan bentuk tubuhnya mirip dengan belalang sembah. Hewan ini memiliki cangkang luar berupa karapaks yang menyatu dengan dua segmen dada yang paling depan. Habitatnya di laut. c. Decapoda Disebut decapoda karena berkaki sepuluh. Hewan hewan golongan ini mempunyai lima pasang anggota gerak pada segmen dadasebagai kaki. Tiga pasang anggota gerak paling depan mengalami perubahan funsi sebagai rahang.

Decapoda yang telah dikenal kurang lebih 8500 jenis termasuk udang, kepiting, ketam dll. Segmentasi tubuh berupa sefalotoraks dan abdomen. Jumlah segmen perut 6 buah dan berakhir dengan ekor. Hewan ini mempunyai karapaks untuk melindungi sefalotoraks serta insang. Pada beberapa hewan, disebelah muka tengah sefalotoraks terdapat bagian runcing yang disebut rostrum.

Udang

Udang

memiliki

eksoskeleton

yang

keras

untuk

melindungi

tubuhnya.Tubuhnya terdiri dari dua bagian, yaitu kaput dan toraks yang menyatu membentuk sefalotoraks, serta abdomen.Dibagian sefalotoraks dilindungi oleh eksoskeleton yang keras berupa karapaks.Karapaks memiliki duri di ujung anterior yang disebut rostrum.Di dekat rostrum terdapar mata faset ( majemuk) yang bertangkai.Pada kaput sefalotoraks merupakan penyatuan lima segmen.Dibagian kaput terdapat sepasang antenula, sepasang antena, dan tiga pasang bagian mulut.Antenula berfungsi sebagai alat peraba, sedangkan antena sebagai alat keseimbangan tubuh.Tiga pasang mulut terdiri dari sepasang mandibula dan dua pasang maksila.Pada bagian toraks terdiri dari delapan segmen, terdapat tiga pasang maksiliped, sepasang seliped, dan empat pasang kaki jalan (periopod). Maksiliped tersebut berfungsi sebgai penyaring makanan.Seliped berfungsi untuk mencari makanan dan melindungi diri dari musuh.Pada bagian abdomen terdapat lima pasang kaki renang (pleopod).Pada ujung posterior terdapat telson dan sepasang alat kemudi untuk berenang (urupod).Pada udang

jantan, pasangan pleopod 1 dan 2 bersatu menjadi gonopod.Gonopod berfungsi sebagai penyalur sperma saat kopulasi.Sedangkan pada wanita berfungsi untuk melekatkan telur dan membawa anaknya.Saluran pencernaan udang terdiri dari mulut, esofagus, lambung, usus, dan anus.Mulut dan esofagus terletak di bagian bawah sefalotoraks. Lambung ( terletak di sefalotoraks ) dan usus ( terletak di abdomen ) berada disepanjang bagian dorsal tubuh.Hati yang merupakan kelanjar pencernaan terletak di bagian toraks dan abdomen.makanan udang berupa berudu, larva, serangga, dan ikan-ikan kecil.Sisa metabolisme dikeluarkan melalui alat kelenjar hijau yang terletak di kepalanya.Pernapasan dilakukan dengan insang yang terdapat di bagian ventral tubuhnya dekat kaki.Sistem peredaran darah terdiri dari jantung, pembuluh darah, dan sinus yang rongganya berdinding tipis.Organ kelamin bersifat dioseus.

2. Arachnoidea

Arachnoidea (dalam bahasa yunani, arachno = laba-laba) disebut juga kelompok laba-laba, meskipun anggotanya bukan laba-laba saja.Kalajengking adalah salah satu contoh kelas Arachnoidea yang jumlahnya sekitar 32 spesies.Ukuran tubuh Arachnoidea bervariasi, ada yang panjangnya lebih kecil dari 0,5 mm sampai 9 cm.

2.1 TAKSONOMI Kingdom Filum Kelas Ordo : Animalia : Arthropoda : Arachnoidea : Merostomata Ordo : Pycogonida Tardigrada Pentastomida Xiphosura Euripterida Scorpionida Arachnida Acarina Araneida Pedipalpi Palpigradi Pseudocorpionida Solpugida Phalangida

Klasifikasi Arachniodea Arachnoidea dibedakan menjadi tiga ordo, yaitu Scorpionida, Arachnida, dan Acarina. 1. Scorpionida

Scorpionida memiliki alat penyengat beracun pada segmen abdomen terakhir, contoh hewan ini adalah kalajengking ( Vejovis sp, Hadrurus sp, Centrurus sp, Uroctonus mordax) dan ketunggeng ( Buthus ). Hewan ini memiliki perut beruas-ruas dan ruas terakhir berubah menjadi alat pembela diri.

2. Arachnida Laba-laba adalah sejenis hewan berbuku-buku (arthropoda) dengan dua segmen tubuh, empat pasang kaki, tak bersayap dan tak memiliki mulut pengunyah. Laba-laba merupakan hewan pemangsa (karnivora). Mangsa utamanya adalah serangga Tidak semua laba-laba membuat jaring untuk menangkap mangsa, akan tetapi semuanya mampu menghasilkan benang sutera, yakni helaian serat protein yang tipis namun kuat, dari kelenjar (disebut spinneret) yang terletak di bagian belakang tubuhnya. Serat sutera ini amat berguna untuk membantu pergerakan laba-laba, berayun dari satu tempat ke tempat lain, menjerat mangsa, membuat kantung telur, melindungi lubang sarang, dan lain-lain. contoh hewan ini adalah : -Laba-laba serigala (Pardosa amenata), -Laba-laba kemlandingan (Nephila maculata). -Laba-laba jaring kubah (terdapat di Bostwana, Afrika Selatan) -Laba-laba primitif Liphistius (di rimba Asia Tenggara)

-Laba-laba penjerat (di Malaysia) -Laba-laba pemburu (di Meksiko) -Laba-laba srigala -Laba-laba beracun Latrodectes natans dan Laxosceles reclusa -Tarantula (Rhechostica hentz) Keragaman Jenis Hingga sekarang, sekitar 40.000 spesies laba-laba telah dipertelakan, dan digolong-golongkan ke dalam 111 suku. Akan tetapi mengingat bahwa hewan ini begitu beragam, banyak di antaranya yang bertubuh amat kecil, seringkali tersembunyi di alam, dan bahkan banyak spesimen di museum yang belum terdeskripsi dengan baik, diyakini bahwa kemungkinan ragam jenis laba-laba seluruhnya dapat mencapai 200.000 spesies. Ordo laba-laba ini selanjutnya terbagi atas tiga golongan besar pada subordo, yakni:

Mesothelae, yang merupakan laba-laba primitif tak berbisa, dengan ruasruas tubuh yang nampak jelas; memperlihatkan hubungan kekerabatan yang lebih dekat dengan leluhurnya yakni artropoda beruas-ruas.

Mygalomorphae atau Orthognatha, yalah kelompok laba-laba yang membuat liang persembunyian, dan juga yang membuat lubang jebakan di tanah. Banyak jenisnya yang bertubuh besar, seperti tarantula dan juga lancah maung.

Araneomorphae adalah kelompok laba-laba modern. Kebanyakan labalaba yang kita temui termasuk ke dalam subordo ini, mengingat bahwa anggotanya terdiri dari 95 suku dan mencakup kurang lebih 94% dari jumlah spesies laba-laba. Taring dari kelompok ini mengarah agak miring ke depan (dan bukan tegak seperti pada kelompok tarantula) dan digerakkan berlawanan arah seperti capit dalam menggigit mangsanya.

Laba-laba Tarantula, Mesothelae.jpg Liphistius sp.; subordo Mesothelae Brachypelma smithi; subordo Mygalomorphae punggung duri Gasteracantha; subordo Araneomorphae

Laba-laba penenun Araneus diadematus; subordo Araneomorphae

Laba-laba berbisa black widow, Latrodectus mactans; subordo Araneomorphae

Laba-laba pelompat Myrmarachne yang menyerupai semut; subordo Araneomorphae Laba-laba serigala Laba-laba Oxyopes Lycosidae; subordo betina; subordo Araneomorphae Araneomorphae

3. Acarina Ordo Arcarina adalah kelompok hewan tungau. Anggota ordo ini memiliki tubuh berbentuk bulat telur tau bundar. Banyak spesies tungau merusak tumbuhtumbuhan atau menjadi parasit pada binatang dan manusia. Contoh kelompok ini adalah tungau kudis (Sarcoptes scabei) dan tungau unggas (Argus sp). memiliki tubuh yang sangat kecil, contohnya adalah : -Caplak atau tungau (Acarina sp.), - Caplak kudis (Sacroptes scabiei)

- Caplak unggas (Dermanyssus) - Caplak sapi (Boophilus annulatus) - Tungau (Dermacentor sp.)

2.2 MORFOLOGI

Laba-laba hanya memiliki dua tubuh. Segmen bagian depan disebut cephalothorax atau prosoma (gabungan dari kepala dan dada). Segmen bagian belakang disebut abdomen (perut) atau opisthosoma. Antara cephalothorax dan abdomen terdapat penghubung tipis yang dinamai pedicle atau pedicellus.

Pada cephalothorax melekat empat pasang kaki, dan satu sampai empat pasang mata.

Selain sepasang rahang bertaring besar (chelicera), terdapat pula sepasang atau beberapa alat bantu mulut serupa tangan yang disebut pedipalpus.

Laba-laba tidak memiliki mulut atau gigi untuk mengunyah. Sebagai gantinya, mulut laba-laba berupa alat pengisap untuk menyedot cairan tubuh mangsanya.

2.3 ANATOMI

Sistem respirasi Organ respirasi berupa paru-paru buku yang terletak di daerah perut depan. Paru- paru buku biasanya berupa dua buah kantong. Masing- masing terdiri dari lipatan serupa selembaran daun, umumnya jumlahnya lima belas hingga dua puluh lembar. Melalui lipatan- lipatan itulah darah mengalir di dalam paru-paru buku. Udara masuk melalui stigma, selanjutnya tersebar di dalm ruang-ruang di antara lipatan-lipatan, sehingga dapat langsung berhubungan dengan darah. Biasanya juga terdapat trakea, tetapi tidak membentuk cabangcabang keseluruh bagian tubuh seperti insecta. Sistem Pencernaan

Makanan ditangkap dengan jaring tepi dan ada pula yang diisap dari inangnya oleh Arachnida yang hidup sebagai parasit. Alat pencernaan makanan berturut-turut mulai dari mulut > perut > usus halus > usus besar > kantung > feses > anus. Alat pencernaan dilengkapi dengan 5 pasang usus buntu yang terletak dibagian depan dan hati di bagian abdomen. Sistem peredaran darah Serupa dengan arthropoda lainnya, susunan peredaran darah terdiri dari jantung, vena, arteri, dan sejumlah sinus. Jantung terletak di dalam abdomen dan dikelilingi oleh kelenjar pencernaan. Bangunan ini berupa pipa moskuler yang kontraktil dan dibungkus oleh pericardium. Dari jantung pergi ke posterior sebuah arteri caudalis, dank e anterior sebuah aorta yang bercabang dan memberi darah ke jaringan-jaringan. Di dalam cephalotorax dan tiga pasang arteri abdominalis. Darah tidak berwarna, berisi terutama corpuscula ameboid, mengalir ke paru-paru buku, dan di sini darah menerima oksigen. Kemudian melalui vena pulmonales kembali ke sinuas perucardii, dan akhirnya masuk ke dalam jantung melalui ostia. Sistem syaraf Sistem syarafnya berupa persatuan ganglion-ganglion yang disebut sistem syaraf tangga tali. Sebuah gabglion terbagi dalam dual obi, sebuah masa ganglia subesophageale, dan serabut-serabut yang keluar dari ganglia itu. Pada pedipalpi terdapat rambut-rambut indera dan juga mungkin terdapat pada kakinya. Alat indera Mata pada laba-laba umumnya merupakan mata tunggal (mata berlensa tunggal), dan bukan mata majemuk seperti pada serangga. Kebanyakan labalaba memiliki penglihatan yang tidak begitu baik, tidak dapat membedakan warna, atau hanya sensitif pada gelap dan terang. Laba-laba penghuni gua bahkan ada yang buta. Perkecualiannya terdapat pada beberapa jenis laba-laba

pemburu yang mempunyai penglihatan tajam dan bagus, termasuk dalam mengenali warna. Untuk menandai kehadiran mangsanya pada umumnya laba-laba mengandalkan getaran, baik pada jaring-jaring suteranya maupun pada tanah, air, atau tempat yang dihinggapinya. Ada pula laba-laba yang mampu merasai perbedaan tekanan udara. Indera peraba laba-laba terletak pada rambut-rambut di kakinya.

Sistem reproduksi Reproduksi terjadi secara seksual, yaitu dengan persatuan ovum dan sperma yang terjadi dalam tubuh betinanya (fertilisasi internal). Hewan jantan dan betina terpisah (diesis). Ada yang ovipar, ovovivipar dan vivipar 2.4 EKOLOGI Kebanyakan laba-laba memang merupakan predator (pemangsa) penyergap, yang menunggu mangsa lewat di dekatnya sambil bersembunyi di balik daun, lapisan daun bunga, celah bebatuan, atau lubang di tanah yang ditutupi kamuflase. Beberapa jenis memiliki pola warna yang menyamarkan tubuhnya di atas tanah, batu atau pepagan pohon, sehingga tak perlu bersembunyi. Laba-laba penenun (misalnya anggota suku Araneidae) membuat jaringjaring sutera berbentuk kurang lebih bulat di udara, di antara dedaunan dan ranting-ranting, di muka rekahan batu, di sudut-sudut bangunan, di antara kawat telepon, dan lain-lain. Jaring ini bersifat lekat, untuk menangkap serangga terbang yang menjadi mangsanya. Begitu serangga terperangkap jaring, labalaba segera mendekat dan menusukkan taringnya kepada mangsa untuk melumpuhkan dan sekaligus mengirimkan enzim pencerna ke dalam tubuh mangsanya.

Sedikit berbeda, laba-laba pemburu (seperti anggota suku Lycosidae) biasanya lebih aktif. Laba-laba jenis ini biasa menjelajahi pepohonan, sela-sela rumput, atau permukaan dinding berbatu untuk mencari mangsanya. Laba-laba ini dapat mengejar dan melompat untuk menerkam mangsanya. Bisa yang disuntikkan laba-laba melalui taringnya biasanya sekaligus mencerna dan menghancurkan bagian dalam tubuh mangsa. Kemudian perlahan-lahan cairan tubuh beserta hancuran organ dalam itu dihisap oleh si pemangsa. Berjam-jam laba-laba menyedot cairan itu hingga bangkai mangsanya mengering. Laba-laba yang memiliki rahang ( chelicera) kuat, bisa lebih cepat menghabiskan makanannya dengan cara merusak dan meremuk tubuh mangsa dengan rahang dan taringnya itu. Tinggal sisanya berupa bolabola kecil yang merupakan remukan tubuh mangsa yang telah mengisut. Beberapa laba-laba penenun memiliki kemampuan membungkus tubuh mangsanya dengan lilitan benang-benang sutera. Kemampuan ini sangat berguna terutama jika si mangsa memiliki alat pembela diri yang berbahaya, seperti lebah yang mempunyai sengat; atau jika laba-laba ingin menyimpan mangsanya beberapa waktu sambil menanti saat yang lebih disukai untuk menikmatinya belakangan.

3. Myriapoda

Myriapoda (dalam bahasa yunani, myria = banyak, podos = kaki) merupakan hewan berkaki banyak.Hewan kaki seribu adalah salah satunya yang terkadang kita lihat di lingkungan sekitar kita.Myriapoda hidup di darat pada tempat lembap, misalnya di bawah daun, batu, atau tumpukan kayu.Bagian tubuh Myriapoda sulit dibedakan antara toraks dan abdomen.Tubuhnya memanjang seperti cacing. Pada kaput terdapat antena, mulut, dan satu pasang mandibula (rahang bawah), dua pasang maksila (rahang atas), dan mata yang berbentuk oseli (mata tunggal).Tubunya bersegmen dengan satu hingga dua pasang anggota badan pada tiap segmennya.Setiap segmen terdapat lubang respirasi yang disebut spirakel yang menuju ke trakea. Ekskresinya dengan tubula malpighi.Myriapoda bersifat dioseus dan melakukan repsroduksi seksual secara internal.Myriapoda dibedakan menjadi dua ordo, yaitu Chilopoda dan Diplopoda.

3.1 TAKSONOMI Kingdom Filum Kelas Ordo : Animalia : Arthropoda : Myriapoda : Diplopoda Chilopoda

3.2 MORFOLOGI

Tubuh terdiri atas kepala (cephalo) dan perut (abdomen) tanpa dada (toraks), dan beruas-ruas, terdiri atas 10 hingga 200 segmen. Dibagian kepala terdapat satu pasang antena sebagai alat peraba dan sepasang mata tunggal (ocellus).

Penambahan jumlah segmen terjadi pada tiap pergantian kulit. Alat gerak pada kelompok hewan Chilopoda adalah satu pasang kaki di tiap segmen perut kaki,

sedangkan pada Diplopoda terdapat dua pasang kaki pada tiap segmen perut, kecuali segmen terakhirnya.

Eksoskeleton terdiri dari kulit keras dari zat kitin yang berfungsi melindungi alat-alat dalam, tempat melekatnya otot dan memberi bentuk tubuh.

3.3 ANATOMI Sistem pencernaan Saluran pencernaannya lengkap dan mempunyai kelenjar ludah. Chilopoda bersifat karnivor dengan gigi beracun pada segmen pertama, sedangkan Diplopoda bersifat herbivor, pemakan sampah dan daun-daunan.

Sistem respirasi Organ pernapasan berupa satu pasang trakea berspirakel yang terletak di kanan kiri setiap ruas, kecuali pada Diplopoda terdapat dua pasang di tiap ruasnya. Sistem peredaran darah Sistem peredaran darahnya bersifat terbuka. Organ transportasiberupa jantung yang panjang dan terletak memanjang di bagian punggung tubuh. Pada Chilopoda terdapat sepasang ostium di tiap segmen, sedangkan pada Diplopoda terdapat dua pasang ostium di tiap segmen. Darah tidak berwarna merah karena tidak mengandung hemoglobin (Hb), melainkan hemosianin yang larut dalam plasma. Dari jantung darah dipompa ke dalam arteri ke tiap segmen, dan kembali ke jantung lewat hemosoel (rongga tubuh yang mengambil bagian dalam peredaran darah). Sistem ekskresi Organ ekskresi berupa dua pasang pembuluh Malpighi yang bertugas mengeluarkan cairan yang mengandung unsur Nitrogen (N). Sistem syaraf Sistem syarafnya disebut syaraf tangga tali dengan alat penerima rangsang berupa satu pasang mata tunggal dan satu pasang antena sebagai alat peraba. Sistem reproduksi Reproduksi secara seksual, yaitu dengan pertemuan ovum dan sperma(fertilisasi internal). Myriapoda ada yang vivipar dan ada yang ovipar.

Kelas Chilopoda

Kelompok hewan ini dikenal sebagai kelabang.Tubuhnya memanjang dan agak pipih.Pada kepalanya terdapat antena dan mulut dengan sepasang mandibula dan dua pasang maksila.Pada tiap segmen tubuhnya terdapat kaki dan sepasang spirakel.Pasangan pertama kaki termodifikasi menjadi alt beracun.Alat penyengat digunakan unutk menyengat musuh atau pengganggunya.Sengatannya menimbulkan bengkak dan rasa sakit.Contoh hewan ini adalah kelabang (scutigera sp.).

STRUKTUR TUBUH

Contoh: kelabang : Lithobius forticatus dan Scolopendra morsitans.

Alat pencernaan makanannya sudah sempurna artinya dari mulut sampai anus. Alat eksresi berupa dua buah saluran malphigi.

Respirasi (pernafasan) dengan trakea yang bercabang-cabang dengan lubang yang terbuka hampir pada setiap ruas. Habitat (tempat hidup) di bawah batu-batuan/timbunan tumbuhan yang telah membusuk. Kelas ini sering disebut Sentipede.

Kelas Diplopoda

STRUKTUR TUBUH Hewan pada ordo ini dikenal dengan kaki seribu, meskipun jumlah kakinya bukan berjumlah seribu.Ada yang menyebutkan nama lain seperti keluwing.Tubuhnya bulat panjang.Mulutnya terdiri dari dua pasang maksila dan bibir bawah.Pada tiap segmen tubuhnya terdapat dua pasang kaki dan dua pasang spirakel.Diplopoda tidak memiliki cakar beracun karenanya hewan ini bersifat hebivora atau pemakan sisa organisme.Gerakkan hewan ini lambat

dengan kaki yang bergerak seperti gelombang.Bila terganggu hewan ini akan menggulungkan tubuhnya dan pura-pura mati.Contoh hewan ini adalah kaki seribu. STRUKTUR TUBUH

Contoh

: kaki seribu (Julus nomerensis)

Tubuh berbentuk silindris dan beruas-ruas (25 100 segmen) terdiri atas kepala dan badan. Setiap segmen (ruas) mempunyai dua pasang kaki, dan tidak mempunyai taring bisa (maksiliped). Pada ruas ke tujuh, satu atau kedua kaki mengalami modifikasi sebagai organ kopulasi. Pada kepala terdapat sepasang antena yang pendek, dua kelompok mata tunggal.

Hidup di tempat yang lembab dan gelap dan banyak mengandung tumbuhan yang telah membusuk. Respirasi dengan trakea yang tidak bercabang. Alat eksresi berupa dua buah saluran malphigi.

3.4 EKOLOGI Hewan ini banyak dijumpai di daerah tropis dengan habitat di darat terutama tempat yang banyak mengandung sampah, misal kebun dan di bawah batubatuan,dalam tanah, humus atau tempat lembab lainnya.

4. Insecta

Insecta sering disebut serangga atau heksapoda. Heksapoda berasal dari kata heksa berarti 6 (enam) dan kata podos berarti kaki. Heksapoda berarti hewan berkaki enam. Diperkirakan jumlah insecta lebih dari 900.000 jenis yang terbagi dalam 25 ordo. Hal ini menunjukkan bahwa banyak sekali variasi dalam kelas insecta baik bentuk maupun sifat dan kebiasaannya.

CIRI UMUM INSECTA : - Pada setiap mesotoraks ( mesothorax) dan metatoraks (metathorax) terdapat dua pasang sayap, tetapi ada pula yang tidak memiliki sayap. - Perut (abdomen) memiliki sebelas (11) ruas atau beberapa ruas saja. Pada belalang betina, bagian belakang perut terdapat ovipositor yang berfungsi untuk meletakkan telurnya. Pada segmen pertama terdapat alat pendengaran atau membran tympanum. - Alat pencernaan terdiri atas: mulut, kerongkongan, tembolok, lambung, usus, rektum dan anus. - Sistem saraf tangga tali. - Sistem pernafasan dengan sistem trakhea. - Sistem peredaran darah terbuka. - Alat kelamin terpisah (jantan dan betina), pembuahan internal. - Tempat hidup di air tawar dan darat. - Umumnya serangga mengalami perubahan bentuk (metamorfosis) dari telur sampai dewasa. 4.1 TAKSONOMI Domain Kerajaan Superfilum Filum Subfilum : Eukaryota : Animalia : Ecdysozoa : Arthropoda : Insecta

4.2 MORFOLOGI

Secara morfologi, tubuh serangga dewasa dapat dibedakan menjadi tiga bagian utama, sementara bentuk pradewasa biasanya menyerupai moyangnya, hewan lunak beruas mirip cacing. Ketiga bagian tubuh serangga dewasa adalah kepala (caput), dada (thorax), dan perut (abdomen).

4.3 ANATOMI

4.4 EKOLOGI Insecta dapat hidup di bergagai habitat, yaitu air tawar, laut dan darat.Hewan ini merupakan satu-satunya kelompok invertebrata yang dapat

terbang.Insecta ada yang hidup bebas dan ada yang sebagai parasit.

5. Klasifikasi (penggolongan) Insecta (serangga) Serangga dalam perkembangannya menuju dewasa mengalami metamorfosis. Metamorfosis adalah perubahan bentuk serangga mulai dari larva sampai dewasa. Adapula serangga yang selama hidupnya tidak pernah mengalami metamorfosis, misal kutu buku (Episma saccharina). Berdasarkan metamorfisnya, serangga dibedakan atas dua kelompok, yaitu: Hemimetabola dan Holometabola. Hemimetabola Hemimetabola yaitu serangga yang mengalami metamorfosis tidak sempurna. Dalam daur hidupnya Hemimetabola serangga mengalami tahapan perkembangan sebagai berikut: 1.Telur 2.Nimfa, ialah serangga muda yang mempunyai sifat dan bentuk sama dengan dewasanya. Dalam fase ini serangga muda mengalami pergantian kulit. 3.Imago (dewasa), ialah fase yang ditandai telah berkembangnya semua organ tubuh dengan baik, termasuk alat perkembangbiakan serta sayapnya.

Kelompok Hemimetabola meliputi beberapa ordo, antara lain: 1. Achyptera atau Isoptera 2. Orthoptera 3. Odonata 4. Hemiptera 5. Homoptera 1.Ordo Archyptera atau Isoptera Ciri-ciri ordo Archyptera: - Metamorfosis tidak sempurna. - Mempunyai satu pasang sayap yang hampir sama bentuknya. Kedua sayap tipis seperti jaringan. - Tipe mulut menggigit. Contoh: Reticulitermis flavipes (rayap atau anai-anai) Pada rayap terjadi polimorfisme, artinya di dalam satu spesies terdapat bermacam-macam bentuk dengan tugas yang berbeda. Rayap hidup berkoloni, dalam koloni ini terjadi pembagian tugas kerja, yaitu - Ratu, yakni laron (rayap betina fertil). Biasanya tubuh gemuk dan tugasnya adalah bertelur - Raja, yaitu laron (rayap jantan fertil), tugasnya melestarikan keturunan. - Serdadu, rayap yang bertugas mempertahankan sarang dan koloni dari gangguan hewan lain. - Pekerja, rayap yang bertugas memberi makan ratu dan raja, serta menjaga sarang dari kerusakan. Sifat rayap pekerja dan rayap serdadu bersifat steril

2.Ordo Orthoptera (serangga bersayap lurus) Ciri-ciri ordo Orthoptera: 1. Memiliki satu pasang sayap, sayap depan lebih tebal dan sempit disebut tegmina. Sayap belakang tipis berupa selaput. Sayap digunakan sebagai penggerak pada waktu terbang, setelah meloncat dengan tungkai belakangnya yang lebih kuat dan besar. 2. Hewan jantan mengerik dengan menggunakan tungkai belakangnya pada ujung sayap depan, untuk menarik betina atau mengusir saingannya. 3. Hewan betinanya mempunyai ovipositor pendek dan dapat digunakan untuk meletakkan telur. 4. Tipe mulutnya menggigit. Contoh: - Belalang (Dissostura sp) - Belalang ranting (Bactrocoderma aculiferum) - Belalang sembah (Stagmomantis sp) - Kecoak (Blatta orientalis) - Gangsir tanah (Gryllotalpa sp) - Jangkrik (Gryllus sp)

3. Ordo Odonata Ciri-ciri Ordo Odonata:


-

Mempunyai dua pasang sayap

-Tipe mulut mengunyah -Metamorfosis tidak sempurna -Terdapat sepasang mata majemuk yang besar -Antenanya pendek -Larva hidup di air - Bersifat karnivora Contohnya: -Capung (Aeshnasp) - Capung besar (Epiophlebia) 4. Ordo Hemiptera (bersayap setengah) Ciri-ciri Hemiptera :

Mempunyai dua pasang sayap, sepasang tebal dan sepasang lagi seperti selaput. Tipe mulut menusuk dan mengisap Metamorfosis tidak sempurna.

Contohnya: - Walang sangit (Leptocorixa acuta) - Kumbang coklat (Podops vermiculata) - Kutu busuk (Eimex lectularius) - Kepinding air (Lethoverus sp)

5.Ordo Homoptera (bersayap sama) Ciri-ciri Homoptera : - Tipe mulut menghisap - Mempunyai dua pasang sayap - Sayap depan dan belakang sama, bentuk transparan. - Metamorfosis tidak sempurna. Contohnya: - Tonggeret (Dundubia manifera) - Wereng hijau (Nephotetix apicalis) - Wereng coklat (Nilapervata lugens) - Kutu kepala (Pediculushumanus capitis) - Kutu daun (Aphid sp)

Kelompok Holometabola Holometabola yaitu serangga yang mengalami metamorfosis sempurna. Tahapan dari daur serangga yang mengalami metamorfosis sempurna adalah telur larva pupa imago. Larva adalah hewan muda yang bentuk dan sifatnya berbeda dengan dewasa. Pupa adalah kepompong dimana pada saat itu serangga tidak melakukan kegiatan, pada saat itu pula terjadi penyempurnaan dan pembentukan organ. Imago adalah fase dewasa atau fase perkembangbiakan. Berdasarkan ciri sayap dan alat mulutnya, kelompok Holometabola ini meliputi 6 ordo, yaitu ordo: 1. Neuroptera 2. Lepidoptera 3. Diptera 4. Coleoptera 5. Siphonoptera 6. Hymenoptera 1.Neuroptera. 1. Ordo Neuroptera (serangga bersayap jala) Ciri serangga ini adalah mulut menggigit, dan mempunyai dua pasang sayap yang urat-uratnya berbentuk seperti jala.

Contoh: undur-undur metamorfosis sempurna (siklus hidupnya: telur, larva, pupa (kepompong), imago) 2. Ordo Lepidoptera (bersayap sisik) Ciri-ciri ordo Lepidoptera: Mempunyai 2 pasang sayap yang dilapisi sisik Metamorfosis sempurna, yaitu memiliki siklus hidup: telur larva kepompong (pupa) imago Pupa pada Lepidoptera dapat dibedakan menjadi dua, yaitu Pupa mummi: bagian badan kepompong terlihat dari luar Pupa kokon, bagian tubuh pupa terlindung kokon. Tipe mulut mengisap dengan alat penghisap berupa belalai yang dapat dijulurkan. Ordo Lepidoptera dibagi menjadi 2 sub ordo: a. Sub ordo Rhopalocera (kupu-kupu siang) Contohnya: - Hama kelapa (Hidari irava) - Hama daun pisang (Erlonata thrax) - Kupu-kupu pastur (Papiliomemnon) - Kupu sirama-rama (Attacus atlas) b.Sub ordo Heterocera (kupu-kupu malam) Sering juga disebut ngengat. Hidup aktif pada malam hari. Jika hinggap kedudukan sayap mendatar membentuk otot. Contohnya: - Ulat tanah (Agrotis ipsilon) - Ulat jengkol (Plusia signata) - Kupu ulat sutra (Bombyx mori)

3. Ordo Diptera (serangga bersayap dua buah/sepasang) Ciri-ciri ordo Diptera: - Mempunyai sepasang sayap depan, dan satu pasang sayap belakang berubah menjadi alat keseimbangan yang disebut halter. - Mengalami metamorfosis sempurna. - Tipe mulut ada yang menusuk dan mengisap atau menjilat dan mengisap, membentuk alat mulut seperti belalai disebut probosis. Contohnya: - Lalat (Musca domestica) - Nyamuk biasa (Culex natigans) - Nyamuk Anopheles - Aedes (inang virus demam berdarah)

(a) lalat rumah; (b) lalat tze-tze; (c) nyamuk kecil; (d) nyamuk Membedakan nyamuk Culex, Anopheles dan Aedes :

4.Ordo Coleoptera (bersayap perisai) Ciri-ciri ordo Coleoptera: - Mempunyai dua pasang sayap. - Sayap depan keras, tebal dan mengandung zat tanduk disebut dengan elitra, sayap belakang seperti selaput. - Mengalami metamorfosis sempurna. - Tipe mulut menggigit. Contoh: a.Kumbang kelapa (Orytec rhynoceros) menyerang pucuk kelapa, pakis, sagu, kelapa sawit dan lain-lain. b. Kumbang kelapa (Orytec rhynoceros) menyerang pucuk kelapa, pakis, sagu, c. kelapa sawit dan lain-lain. d. Kumbang beras (Calandra oryzae)

5.Ordo Siphonoptera (bangsa pinjal) Ciri-ciri ordo Siphonoptera : - Serangga ini tidak bersayap, kaki sangat kuat dan berguna untuk meloncat. - Mempunyai mata tunggal. - Tipe mulut mengisap. - Segmentasi tubuh tidak jelas (batasan antara kepala dada dan perut tidak jelas) - Metamorfosis sempurna Contoh: a. Pinjal manusia (Pubex irritans) b. Pinjal anjing (Ctenocephalus canis) c. Pinjal kucing (Ctenocephalus felis) d. Pinjal tikus (Xenopsylla cheopis), pinjal pada tikus dapat menularkan kuman pes / sampar. 6.Ordo Hymenoptera (bersayap selaput) Ciri-ciri ordo Hymenoptera: - Mempunyai dua pasang sayap, tipis seperti selaput. - Tipe mulut menggigit. Contoh: a.Lebah madu (Apis mellifera) b.Kumbang pengisap madu (Xylocopa) biasanya melubangi kayu pada bangunan rumah

BAB III PERAN DAN MANFAAT


Berbagai jenis Arthropoda memberikan keuntungan dan kerugian bagi manusia.Peran arthropoda yang menguntungkan manusia misalnya dibidang pangan dan sandang yaitu sebagai berikut

1.Crustaceae
Berbagai Crustaceae menguntungkan Marusia dalam beberapa bidang sebagai berikut : Sebagai bahan makanan yang berprotein tinggi. Misalnya Udang windu (Panaeus monodon), rajingan (portunus pelagicus), kepiting (scylla serrata), dan udang karang (panulirus versicolor). Bidang ekologi : Entomostraca yang berperan sebagai zooplankton menjadi sumber makanan ikan, misalnya anggota Branchiopoda, Ostracoda dan Copepoda. Selain menguntungkan, ada beberapa Crustaceae yang merugikan, antara lain : Merusak galangan kapal (perahu ). Misalnya anggota Isopoda. Parasit pada ikan, kura- kura, dan sebagainya. Misalnya anggota Cirripedia dan Copepoda. Merusak pematang sawah atau saluran irigasi, misalnya : ketam.

2. Arachnoida
Arachnida bermanfaat untuk pengendalian populasi serangga terutama serangga hama. Akan tetapi hewan ini juga banyak hewan ini juga banyak merugikan manusia terutama hewan Acarina misalnya:

Caplak menyebabkan gatal atau kudis pada manusia Psoroptes equi menyebabkan kudis pada ternak domba, kelinci, kuda. Ododectes cynotis (tungau kudis telinga) menyerang anjing dan kucing.

3. Myriapoda
Myriapoda dapat dikatakan tidak memberi keuntungan bagi manusia, bahkan ada beberapa yang dianggap mengganggu meski tidak membahayakan. Namun

Myriapoda ternyata mempunyai andil dalam memecah bahan-bahan organik atau serasah untuk membentuk humus. Serasah ialah lapisan daun dan rantingranting di dasar hutan atau kebun. Proses penghancuran serasah tidak langsung ditangani mikroorganisme, karena mikroorganisme justru menguraikan kotoran hewan-hewan

4. Insecta
Peranan Insecta dalam Kehidupan Manusia Seperti halnya hewan-hewan invertebrata lainnya, insecta pun ada yang menguntungkan dan ada pula yang merugikan, diantaranya adalah: 1. Insecta yang menguntungkan Insecta terutama golongan kupu-kupu dan lebah sangat membantu para petani karena dapat membantu proses penyerbukan pada bunga Insecta dibudidayakan karena dapat menghasilkan madu. Misal: lebah madu (Apis mellifera). Dalam bidang industri, kupu-kupu, ulat sutera membuat kepompong yang dapat menghasilkan sutra (contoh: Bombix mori). Untuk dimakan, misal laron, gangsir dan larva lebah (tempayak) yang dapat diperoleh secara musiman. Merupakan mata rantai makanan yang amat penting bagi kehidupan 2. Beberapa insecta yang merugikan antara lain Menularkan beberapa macam bibit penyakit seperti tikus, kolera dan disentri oleh lalat dan kecoak. Merusak tanaman budidaya manusia, misal: belalang, kumbang kelapa, ulat. Menyebabkan penyakit pada tanaman, misal: Nilapervata lugens (wereng) menyebabkan penyakit virus tungro, belalang (walang sangit) yang mengisap cairan biji padi muda sehingga tanaman padi menjadi puso.

Parasit pada manusia (mengisap darah), misal: nyamuk, kutu kepala dan kutu busuk. Merusak bahan makanan yang disimpan (tepung kedelai) oleh berbagai Coleoptera, misal: kumbang beras.

BAB III