You are on page 1of 3

KURIKULUM PENDIDIKAN DASAR*) Oleh: Prof. Suyanto, Ph.

Kurikulum semua jenjang pendidikan saat ini sedang dikembangkan, untuk menjaga relevansinya dengan tuntutan pembangunan nasional, khususnya dunia kerja. Karena akan diterapkan di tahun 2013, maka kurikulum yang saat ini sangat intens didiskusikan dan didesain, pada akhirnya nanti akan diberi nama Kurikulum 2013. Dari kegiatan

pengembangan kurikulum saat ini, perhatian tim pengembang benar benar dipusatkan pada pendidikan dasar. Hal ini terjadi karena di pendidikan dasar peserta didiknya memang masih sangat belia, sehingga pengembangan kurikulum untuk jenjang pendidikan dasar perlu memperhatikan banyak aspek seperti: beban belajar, kondisi psikologis, pendekatan pedagogis, dan evaluasi hasil belajar para siswa. Dari sisi elemen kompetensi lulusan, Kurikulum 2013 akan

meningkatkan dan menyeimbangkan soft skills dan hard skills yang mencakup kompetensi sikap, keterampilan dan pengetahuan. Dilihat dari elemen mata pelajaran, Kurikulum 2013 akan menentukan kompetensi lulusan sebagai dasar untuk memilih mata pelajaran yang akan diajarkan. Kurikulum yang saat ini berlaku adalah sebaliknya, mata pelajaran sebagai dasar untuk merumuskan kompetensi lulusan. Untuk sekolah dasar, kompetensi siswa akan dikembangkan melalui pendekatan yang tematik integratif dalam semua mata pelajaran. Namun untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) kompetensi akan dikembangkan melalui pendekatan mata pelajaran atau bidang studi. Konsekuensinya struktur kurikulum untuk pendidikan dasar juga akan berubah. Untuk SD semua pembelajaran akan bersifat holistik berbasis sains (alam, sosial, dan budaya). Dalam konteks untuk merespons masyarakat yang mengeluh beratnya beban belajar di SD, maka jumlah mata pelajaran di SD akan berubah, dari 10 mata pelajaran menjadi 6 mata pelajaran. Akibat perubahan pendekatan pembelajaran, maka jam pelajaran di SD akan bertambah 4 jam pelajaran per minggu.

Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kemdikbud

Bagaimana halnya dengan perubahan struktur kurikulum di SMP? Kelak ketika Kurikulum 2013 diterapkan di SMP, akan ada perubahan pendekatan pembelajaran antara lain: teknologi informasi dan komunikasi (TIK) akan menjadi media bagi semua mata pelajaran; pengembangan diri akan terintegrasi pada setiap mata pelajaran dan ekstra kurikuler; jumlah mata pelajaran akan berkurang dari 12 menjadi 10; dan jumlah jam akan bertambah 6 jam pelajaran per minggu. Karakteristik proses pembelajaran di pendidikan dasar akan berubah juga dalam Kurikulum 2013. Perubahan itu meliputi: standar proses yang semula terfokus pada eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi dilengkapi dengan kegiatan kegiatan mengamati, menanya, mengolah, meyakinkan, menyimpulkan, dan mencipta. Belajar tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga terjadi di lingkungan sekolah dan masyarakat. Konsekuensinya, guru bukan satu satunya sumber belajar, dan aspek sikap tidak saja diajarkan secara verbal, tetapi juga melalui contoh contoh dan keteladanan. Untuk pembelajaran di SD menggunakan

pendekatan tematik dan terpadu, sedang untuk SMP mata pelajaran IPA dan IPS masing masing diajarkan secara terpadu. Ekstra kurikuler di SD akan meliputi Pramuka (wajib); UKS, PMR, dan Bahasa Inggris, sedang di SMP meliputi Pramuka (wajib); OSIS, UKS, PMR, dll. Mata pelajaran di SD ada dua alternatif. Pertama, IPA dan IPS diintegrasikan pada empat mata pelajaran kelompok A, yaitu: Pendidikan Agama, PPKn, Bahasa Indonesia, dan matematika. Alternatif kedua, mata pelajaran IPA dan IPS akan berdiri sendiri, diajarkan secara monnolitik setelah siswa kelas 5 dan 6. Baik

alternatif satu dan dua masing-masing memiliki komponen mata pelajaran kelompok B yang sama yaitu: Seni Budaya dan Prakarya, dan Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesenian. Draft kurikulum 2013 mengurangi jumlah mata pelajaran SMP hanya terdiri dari 10 mata pelajaran. Dalam kelompok A terdiri dari: Pendidikan Agama, PPkn, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, dan Bahasa Inggris. Untuk kelompok B terdiri dari mata pelajaran: Seni Budaya (termasuk muatan lokal), Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesenian, dan Prakarya (termasuk muatan lokal). Demikianlah draft

Kurikulum untuk pendidikan dasar, semoga para guru dan masyarakat dapat

Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kemdikbud

menyampaikan masukannya ketika uji publik pada bulan Desember nanti dilakasanakan. Semoga begitu.

Prof. Suyanto, Ph.D Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta, Plt. Dirjen Pendidikan Dasar, Kemdikbud.

*) Artikel ini telah dimuat di harian Kedaulatan Rakyat

Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kemdikbud