[Media_Nusantara] Kontra & Pro Kurikulum 2013

Kontra & Pro Kurikulum 2013

Kali ini masih tentang polemik kurikulum 2013. Kurikulum yang prosesnya menghadapi tentangan banyak pihak. Kurikulum yang membuat sebagian besar yang peduli dengan pendidikan nasional gerah. Gerah akan tujuan perubahan kurikulum yang setelah ditelaah dokumennya justru memperlihatkan tandatanda kita akan memasuki zaman abad kegelapan. Apa pasal? Berikut poin-poin yang sempat saya catat selama acara Seminar Pro-Kontra Kurikulum 2013 yang diselenggarakan oleh Komunitas Filsafat Universitas Indonesia. Semestinya perwakilan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional adalah Dr. Ramon Mohandas, Ph.D, Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbud. Namun, karena berhalangan hadir, yang akhirnya angkat bicara soal kurikulum 2013 adalah Herry Widiastono. Landasan hukum perubahan kurikulum ini adalah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2010 – 2014 di bidang pendidikan dan Peraturan Presiden nomor 5 tahun 2010. Kurikulum-kurikulum sebelumnya dianggap tidak lagi relevan dengan arah perkembangan zaman, ujarnya. Ibarat pakaian, kurikulum perlu diganti untuk menyesuaikan kebutuhan dan mempersiapkan masa depan. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang memberikan keleluasaan guru-guru di lapangan untuk mendesain silabusnya di tingkat sekolah rupanya gagal dilaksanakan. Indikator kegagalannya adalah ditemukannya praktik salin-tempel (copypaste) antarguru di berbagai sekolah. Herry Widiastono memaparkan, terdapat guru – guru di sekolah islam yang meng-copy Rencana Pembelajaran Pelajaran (RPP) sekolah lain yang berbeda agama. Selain itu, cd-cd berisi RPP juga beredar luas sehingga mudah ditiru. Hal ini tidak lagi sesuai dengan tujuan awal Kemendikbud yang ingin memberi kewenangan pada para pengajar karena justru berujung pada penyalahgunaan.

Merespon kejadian yang terjadi di luar perkiraan. Mengurangi jumlah pelajaran. (poinnya) boleh ditambah. Kewenangan pembuatan silabus di Kurikulum 2013 kini berjenjang. tawuran kerap terjadi. pada praktiknya sering kali kita malah tancap gas. Salah satu materi pelajaran yang dihilangkan adalah Teknologi Informasi dan Komputer (TIK). Materi siswa SD berkurang hingga 40% sedangkan SMP-SMA sekitar 20%. kompetensi yang dimaksud di sini adalah. tetapi jangan dikurangi. Alasannya adalah banyak daerah di Indonesia yang belum terjamah listrik. Mengurangi materi. Pemerintah tidak ingin membebani sekolah-sekolah yang belum bisa menyediakan sarana dan prasarana pelajaran TIK. Masyarakat mengidap beraneka penyakit sosial menjadi konklusi dari kurikulum nasional yang tidak bekerja. Kekerasan merebak. Alhasil. Herry Widiastono menjelaskan lebih lanjut. Herry Widiastono juga menjelaskan bahwa selama ini kurikulum kita memuat terlalu banyak aspek kognitif dan kurang menekankan pentingnya domain afektif serta psikomotorik. tetapi kita tidak kompeten ketika berhadapan dengan situasi yang sebenarnya. Panduan dari pemerintah tersebut kelak boleh diimprovisasi oleh para pengajar. Jalan keluarnya adalah pendidikan berkarakter dengan tiga fokus. LCD. ya sudah tidak apa-apa. Menambah jam pelajaran. proyektor harap mengintegrasikan mata pelajaryang ada dengan konten teknologi dan yang tidak bisa. . Kita memiliki pengetahuan tentang disiplin berlalu lintas. Korupsi marak. sekolah – sekolah yang mampu memfasilitasi peserta didiknya dengan komputer. Kemendikbud akhirnya melakukan penataan ulang. kita tahu bahwa lampu lalu lintas kuning artinya hati-hati.Begitu juga dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang dirancang untuk menjadikan peserta didik memiliki kompetensi untuk mengkonversi materi di sekolah ke kehidupan seharisehari yang tidak tercapai. Akibatnya. Akan tetapi. Alasan pengurangan materi adalah ketidaksesuaian usia perkembangan anak dengan beban materi ajar. Pemerintah pusat menyediakaan buku panduan bagi guru hingga buku paket untuk siswa. Syaratnya.

afeksi dan kemampuan psikomotorik tidak tumbuh". Kalau hal ini benar. Apabila diuji secara logis dan empiris. Semakin tinggi kurikulum yang menghasilan kemampuan kognitif. Peradaban yang tidak lekat dengan kekerasan adalah negara yang mampu menggunakan kognisinya untuk mengelola fenomena konflik. berangkat dari pernyataan yang disampaikan Herry Widiastono bahwa aspek kognitif yang mendominasi kurikulum. Tawuran dan kekerasan di masyarakat dijadikan keterangan empirik bahwa selama ini kita lebih banyak belajar berkelahi daripada belajar berpikir. seperti ada beban ideologis di penekanan aspek afektif dan psikomotorik. iya. Mari kita lihat alur berpikir Rocky Gerung. Negara yang gagal di domain afeksi dan psikomotorik kemudian membutuhkan booster kognisi dengan belanja mata kuliah. Rocky mengawali pemaparannya dengan kejeliannya menangkap penjelasan Herry Widiastono yang berkali-kali menekankan "Kurikulum 2013 tidak saja mengenai domain kognitif tetapi juga psikomotorik dan afektif".Ajaibnya. tidak ada hubungan kausal antara otak yang tumbuh dan otot yang berkembang. Aneh? Menurut saya. Seolah ada kejengkelan terhadap aspek kognitif. jalan keluar dari lingkaran setan kekerasan bukan tutorisasi moral (via jam pelajaran agama yang ditambah). pelajaran bahasa Inggris yang semula dialokasikan empat jam kini menjadi dua jam dan pelajaran agama kini menjadi empat jam. Yang perlu digaris bawahi. Kenyataannya tidak demikian. Menurut Rocky. semakin tinggi derajat konflik tawuran. dua pengurangan sebelumnya bersanding dengan penambahan: penambahan jam pelajaran. namun kecakapan kalkulasi kognisi. kemampuan kognisinya rendah. Artinya. . pengajar mata kuliah Metodologi Penelitian di program studi Ilmu Filsafat. seluruh negara yang beradab. "Ah kebanyakan kognisi. misalnya. kita tiba di proposisi logis. Pengendalian kebrutalan dianggap hanya dapat dilakukan dengan mengurangi aspek kognitif. Contohnya.

kata Rocky. kita tidak berhak merumuskan kurikulum. DNA kebudayaan yang fungsinya untuk direplikasikan dan untuk memahami masa depan. transaksi ekonomi yang foot-loose. 3) Bioethics. konflik moral. fyi). 4) Space technology. Pertanyaannya.Foto di atas adalah kurikulum versi Rocky Gerung. Apakah di masa mendatang akan terjadi defisit moral? Perang antaragama? Problem filosofisnya adalah jika kita tidak bisa merumuskan masa depan. 1) Speed-ism. Mensyukuri bahasa Indonesia sebagai . Di pelajaran bahasa. 2) High finance capitalism. Sayangnya. segala sesuatunya menuntut kecepatan. apakah tim 9 yang dibentuk (Anies Baswedan termasuk salah satu anggotanya) untuk merumuskan konten kurikulum memiliki rumusan masa depan yang paling tidak serupa dengan empat indikator di atas? Apakah para profesor yang menolak rancangan kurikulum 2013 memahami masa depan sebagaimana prediksi Rocky? Apakah kurikulum 2013 ini dapat menjadi lahan berkembangnya kapasitas peserta didik untuk menjawab tantangan abad 21 atau justru melumpuhkan? Masa depan kita tidak lagi berada 3000 tahun cahaya dari ilmu pengetahuan. Kata Rocky. Kertas itu dibagikan kepada peserta seminar sebelum acara mulai. Masa depan menurut Rocky akan mengacu pada empat indikator. kurikulum tersebut ia buat dengan tulisan tangan karena sudah ada sejak 30 tahun lalu. Masa depan berada 3 cm di depan metodologi. masa depan sedang berada di ujung tanduk. kurikulum adalah DNA kebudayaan. Kalau ia buat 3 jam lalu.Menciptakan perilaku disiplin seperti atom yang berputar pada model Rutherford. tentu hasilnya adalah presentasi yang dibuat dengan komputer (Herry Widiastono memaparkan kurikulum 2013 pakai slide power point. Bagi Rocky Gerung. Semua peserta di ruangan cekikikan menanggapi candaan Rocky Gerung. Salah satu kompetensi inti pelajaran Kimia yang tercantum di Kurikulum 2013 berbunyi seperti ini.

Kepentingan ini alhasil menyabotase kurikulum. karakter ini tidak bisa serta merta beradaptasi dengan masa depan. ada ketegangan untuk memasukkan norma politik islam ke dalam undangundang. Semoga saja tidak kosong melompong. Ibarat mengupas bawang. Undang-undang adalah basisnya. Saudara-saudara. Kejelian Rocky muncul lagi. yang diperlihatkan dimaksudkan untuk menyembunyikan yang berada di dalam. Dia menghitung berapa kali Herry Widiastono mengucap "Kalau tidak puas dengan panduan dari pemerintah. Karakter memang penting. Sedangkan berperilaku disiplin adalah social order. ketiadaan akses listrik) dan perintah undang-undang pendidikan. tetapi karakterdibangun oleh lingkungan sekitar individu.Dalil implisit dari kompetensi inti ini adalah membentuk karakter. tapi jangan dikurangi". Social order adalah transaski rasional antar dua orang yang cemas akan kematian. 12 kali. Model atom Rutherford mengacu pada hukum kesetimbangan. Masa depan kita dilempar ke belakang. Kurikulum 2013 adalah domain negara yang bertumpu pada teknikalitas (keterbatasan sekolah. Sialnya. 'Upaya untuk membentuk akhlak mulia' adalah bentuk copy-paste dari rencana perombakan undang-undang era 90an. Atau bahkan hanya satu kepala. Coba kita telisik lebih lanjut contoh kompetensi inti kimia atom Rutherford. Ia akan habis dikupas tanpa kita dapat bijinya. Interior secreta-nya mungkin hanya ada di 2-3 kepala pejabat Kemendikbud. ia tidak diinstruksikan melalui kerangka kurikulum. Acta exteriora indicant interiora secreta. . Artinya. kekekalan energi. kata Thomes Hobbes. ini bukti kecemasan Kemendikbud. Ditinjau dari political origin-nya. Oleh karena itu. (poinnya) boleh ditambah. kata Thomas Hobbes. Kita dikembalikan ke kejayaan-kejayaan primordial dimana nosi 'berakhlak mulia' mendahului 'akal kritis'. komprominya adalah hidden curriculum. Kalau boleh berasumsi.anugerah dari Tuhan. sosialisasi kurikulum 2013 ini tidak akan memperlihatkan intinya. kita bikin social contract. Karena tidak tembus.

Yang terjadi di sini adalah birokratisasi pikiran melalui doktrin-doktrin primordial yang konservatif. Procrustex ini menciptakan kurikulum sosial di negaranya. (oleh: Gigay Citta Acikgenc) . Tiga cerita di atas adalah interiora secreta yang muncul perlahan. Pak. yang penting ukuran panjang ranjang raja tidak berubah. tapi jangan dikurangi . 'Akhlak mulia' yang bernada religius ini menimbulkan sensasi kultural tertentu. Jika kaki si rakyat terlalu pendek. Procrustex adalah seorang raja kaya raya. belok kanan. Ia mengundang rakyatnya untuk tidur di ranjang emas. "ih parah banget itu pakai kalung salib'. Pak supir kemudian bertanya kepada seorang anak sekitar kelas 1 SD dan si anak menjawab. boleh ditambah. Saat itu saya sedang berjalan di komplek perumahan dan saya mendengar ucapan seorang anak laki-laki 7 tahunan kepada saudaranya menunjuk anak lainnya yang sedang bermain. yaitu. Saya sendiri pernah mengalaminya. Bukan mengutamakan yang satu. "Lurus. Rocky menceritakan pengalamannya ketika naik taksi dan si supir tidak tahu destinasi yang dituju Rocky. kalian ikut ujian! Yang pro. tetapi bukan ini yang seharusnya menjadi landasan. Tidak ada salahnya berakhlak mulia. Setelah diberi makan hingga kenyang.Wilayah kepentingan privat (baca: agama) yang diselipkan di perangkat kenegaraan adalah masalah mendasar. Rocky sendiri mengakhiri pemaparannya dengan mengisahkan cerita Procrustex dari Yunani sebagai padanan pedoman pemerintah. otot kakinya akan ditarik. namun jika terlalu panjang. lulus! Miris? Saya iya. Yang kontra. Seorang mahasisiwi ilmu politik bercerita ketika dosennya masuk kelas pertanyaan yang diajukan adalah siapa yang pro syariah islam ke sebela kanan dan yang kontra ke sebelah kiri. Tapi itu rumah orang kafir". mematikan yang lain. Kita semua tahu jika idealnya suatu sistem dapat membentuk akal kritis yang berjalan beriringan dengan karakter mumpuni. rakyatnya akan tidur di ranjang tersebut. Ada lagi cerita dari Bandung. Rocky menepuk dahinya. kakinya akan dipotong.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful