PRESENTASI KASUS morbilli

PRESENTASI KASUS KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN ANAK RUMAH SAKIT HUSADA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA Topik

Penyaji NIM : Morbilli : Andreas Onggo : 406091037

Dokter Pembimbing : dr. Tini Sp.A

IDENTITAS PASIEN Nama Umur Jenis kelamin Alamat Suku Bangsa Agama Tanggal masuk RS Tanggal keluar RS : An. J : 2 tahun 6 bulan : laki – laki : Kamp. rawa selatan I no. 11 004/011 kel. Galur – Jakarta Pusat 10530 : Tiong Hua : Kristen : 08 Juni 2010 : 12 Juni 2010

IDENTITAS ORANG TUA Ayah Nama Umur Pendidikan terakhir Agama Alamat Ibu Nama Umur Pendidikan terakhir Agama Alamat : Tjhin Kwet Ha : 33 : SLTA : Kristen : Kamp. rawa selatan I no. 11 004/011 kel. Galur – Jakarta Pusat 10530 Pekerjaan Penghasilan : membantu suami : sama dengan suami : Amad : 39 : SLTA : Kristen : Kamp. rawa selatan I no. 11 004/011 kel. Galur – Jakarta Pusat 10530 Pekerjaan Penghasilan : wiraswasta : ± 8 juta / bulan

Suku Bangsa : Tiong Hua

Suku Bangsa : Tiong Hua

6 bulan : Usia 9 bulan Kesan : Imunisasi dasar (PPI) lengkap dan imunisasi tambahan (non-PPI) belum/tidak dilakukan . konsistensi lunak.2. demam masih ada. Demam dirasakan dengan perabaan tangan.4. tidak ada darah.RIWAYAT PENYAKIT Anamnesis Keluhan Utama : Alloanamnesis dengan ibu os tanggal 8 juni 2010 pukul 10. timbul perlahan. warna kekuningan. masih buang-buang air besar. Pasien sudah dibawa berobat ke dokter. Pasien juga buang-buang air besar dengan frekuensi 3x/hari.6 bulan : Usia 0. Tidak ada kejang. ada lendir. Orangtua pasien mengeluhkan pasien batuk dan pilek. demam naik-turun.00 WIB : Demam sejak 3 hari SMRS Keluhan tambahan : Buang-buang air besar. Ibunya mengatakan hanya hangat-hangat saja.1. batuk pilek Riwayat Kehamilan dan Persalinan : ANC Tempat Kelahiran Masa Gestasi Kelainan Bawaan Sianosis : Teratur : Rumah Sakit : Aterm ::Penyakit Kehamilan : Ditolong Cara Persalinan BBL : 3000 gr Ikterik : : Dokter : Pervaginam PBL : 48 cm Riwayat Perkembangan : Tengkurap Duduk Merangkak Berdiri : 4 bulan : 6 bulan : 8 bulan : 10 bulan Berjalan Berlari : 12 bulan : 14 bulan Berbicara sebagian dimengerti : 18 bulan Kesan : Riwayat perkembangan sesuai usianya Riwayat Imunisasi BCG DPT Polio Hepatitis B Campak : Usia 0 bulan : Usia 2. pilek Riwayat Perjalanan Penyakit : Pasien datang dibawa oleh keluarganya dengan keluhan sejak 3 hari SMRS. Riwayat Penyakit Keluarga : Tidak ada anggota keluarga yang mengalami sakit seperti ini Riwatyat Penyakit Dahulu : Demam. batuk.4.6 bulan : Usia 0.

Keadaan lingkungan sekitar bersih.35 x / menit Data Antropometri . Kontak aktif (+) : . Lingkungan cukup baik PEMERIKSAAN FISIK Dilakukan tanggal 8 juni 2010 pukul 10. Rumah menggunakan air PAM. Saluran air dan selokan di depan rumah bersih dan lancar.Lingkar kepala : 49.Riwayat Makan Menu makanan keluarga 3 kali sehari Susu formula 4 kali sehari Buah 3 kali seminggu Kesan : Kualitas dan kuantitas cukup Riwayat keluarga A. Data Perumahan Kepemilikan rumah Keadaan rumah : Kontrakan : Satu rumah ditinggali 10 orang. Ventilasi cukup tapi tidak semua difungsikan. Rumah memiliki 1 buah pintu masuk. Mau pindah ke rumah baru Kesan : Keadaan rumah cukup baik tapi agak padat. 2 lantai.Berat badan : 14 kg . adik pasien berumur 6 bulan.Suhu 37°C . 2 kamar mandi. B. Dengan 5 kamar tidur. Setiap lantai memiliki jendela tapi jendela di lantai 2 tidak/ jarang dibuka sehingga sinar matahari tidak masuk ke lantai 2.Panjang badan : 90 cm . Luas bangunan 5 m x 12 m.4 cm .Tekanan darah 100/70 mmHg .Nadi 135 x / menit .00 WIB Status Generalis Keadaan umum : Tampak sakit sedang Kesadaran Tanda vital : Compos mentis. Corak Reproduksi Pasien anak pertama dalam keluarga. Daerah tidak banjir. 1 dapur dan 1 ruang tamu.

sekret -/-.28 kg/m2 Interpretasi berat badan : • • • • • Berdasarkan kurva NCHS (National Center for Health Statistics). liang telinga kanan dan kiri tampak lapang.Leher Bentuk tidak ada kelainan. faring tampak hiperemis. perbandingan IMT (Indeks Massa Tubuh) dengan usia terletak di atas persentil 75 Kesan : Berdasarkan kurva NCHS. perbandingan berat badan dengan panjang badan terletak tepat di persentil 90 Berdasarkan kurva NCHS (National Center for Health Statistics). hiperemis -/.Telinga Bentuk tidak ada kelainan. palpebra superior dan inferior tidak cekung dan tidak oedem. kaku kuduk (-).Kepala Bentuk tidak ada kelainan. lidah tidak kotor. tidak teraba adanya benjolan . uvula terletak di tengah . status gizi baik Pemeriksaan Sistematis . perbandingan usia dengan berat badan terletak di atas persentil 50 Berdasarkan kurva NCHS (National Center for Health Statistics). KGB tidak teraba membesar . CA -/-. kedudukan bola mata dan kedua alis simetris.Mata Bentuk tidak ada kelainan. isokor. sekret +/+ bening encer . pupil bulat Ø 3 mm. perbandingan usia dengan panjang badan terletak di atas persentil 25 Berdasarkan kurva NCHS (National Center for Health Statistics). ubun-ubun besar sudah menutup. perbandingan usia dengan lingkar kepala terletak di atas persentil 25 Berdasarkan kurva NCHS (National Center for Health Statistics). distribusi merata dan tidak mudah dicabut. tidak cekung. bibir tidak kering dan tidak sianosis..Thorax Paru-paru : . konjungtiva hiperemis +/+. SI -/-. septum nasal tidak ada deviasi. kornea jernih. tonsil T1-T1 tenang.IMT = 17. rambut hitam. refleks cahaya +/+ .Mulut Bentuk tidak ada kelainan.Hidung Bentuk tidak ada kelainan.

Abdomen Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi : Simetris dalam keadaan statis dan dinamis. BAB 3x/hari. tidak tampak tanda-tanda kelainan dari luar . Tidak ada nyeri tekan : Timpani : Bising usus (+) .3 g/dl : 35 vol% : 4100 μl : 356. Murmur (-). Os sudah pernah dibawa ke dokter sebelumnya Pemeriksaan fisik .Ekstremitas superior dan inferior Akral hangat. Hepar dan Lien tidak teraba membesar. PEMERIKSAAN LABORATORIUM 7 juni 2010 Hb Ht Leukosit Trombosit : 12. deformitas tidak ada. Ronkhi -/-. Wheezing -/: Tidak tampak pulsasi iktus kordis : Pulsasi iktus kordis teraba di sela iga VI garis midklavikula kiri : Redup : BJ I-II reguler. sianosis tidak ada. pilek (+).Genitalia eksterna laki-laki. turgor kulit normal.Kulit Warna kulit putih. tidak tampak gambaran pembuluh darah : Supel. tidak tampak retraksi otot-otot accesorius pernapasan (interkostal dan suprasternal) : Stem fremitus kanan dan kiri sama kuat : Sonor pada kedua lapang paru Auskultasi : Suara nafas vesikuler. Gallop (-) : Datar. ikterus (-). konsistensi lunak.Inspeksi Palpasi Perkusi Jantung : Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi . sianosis (-) .000 /mm3 Resume Telah diperiksa seorang anak laki-laki berumur 2 tahun 6 bulan dengan keluhan demam 3 hari SMRS. tidak ada pitting edema. Batuk (+).

hidung .bedrest .mata .DMP Prognosis Ad vitam Ad funtionam : Dubia ad bonam : Dubia ad bonam : 4100 μl Ad sanationam : Dubia ad bonam Follow Up 8 juni 2010 ( sore) lab widal . CM Tanda-tanda vital * Tensi * Suhu .mulut : 100/70 mmHg : 37°C : Kedua konjungtiva hiperemis : sekret +/+ : faring tampak hiperemis pemeriksaan laboratorium Leukosit Dianosa kerja thypus Diagnosa banding DHF.Keadaan umum : tampak sakit sedang.IVFD RA 1100 cc/ 24 jam . widal Penatalaksanaan . Morbili Pemeriksaan Anjuran DR.Diet lunak rendah serat 1200 kal .Paracetamol syrup 3 x 68 mg/KgBB .

Paratyphi BO 1/80 9 juni 2010 S : Demam masih ada. Ruam di muka mulai pudar.S. berkurang : Faring hiperemis berkurang : Ruam menyebar hingga kaki. Pilek berkurang O : Kesadaran Suhu Mata Hidung Mulut Kulit : CM : 37. Banyak minum 10 juni 2010 S : Demam masih ada.. leher dan muka A : Diagnosis : Morbili std erupsi P : Isolasi. banyak minum . Batuk dan pilek masih ada O : kesadaran Suhu Mata Hidung Mulut Kulit : CM : 38 °C : Injeksi kinjungtiva +/+ : Sekret +/+ : Faring hiperemis : Terdapat ruam makulopapular menyebar di belakang telinga. RA teruskan. IVFD RA teruskan. banyak minum 11 juni 2010 S : Demam mulai turun. Batuk masih ada. dada dan perut hingga inguinal A : Morbili std erupsi P : Pct teruskan. Pct teruskan. pigmentasi A : Morbili std konvalesensi P : Pct stop.1°C : Injeksi konjungtiva +/+ : Sekret +/+ : Faring hiperemis berkurang : Ruam menyebar ke tangan. DMP stop. RA teruskan. 7°C : Injeksi konjungtiva -/: Sekret +/+. Batuk masih ada. Pilek masih ada O : Kesadaran Suhu Mata Hidung Mulut Kulit : CM : 38.

banyak minum PEMBAHASAN MATERI PENDAHULUAN Morbili merupakan suatu penyakit infeksi virus yang bersifat akut dan menular. yaitu stadium prodromal. Eksudat serosa dan proliferasi sel mononuklear dan beberapa sel polimorfonuklear terjadi sekitar kapiler. bronkus dan saluran cerna. dan stadium konvalesensi. ETIOLOGI Morbili disebabkan oleh virus RNA dari famili Paramixoviridae. Virus dapat tetap aktif selama sekurangkurangnya 34 jam dalam suhu kamar. PATOLOGI Lesi esensial morbili terdapat di kulit. virus ditemukan dalam sekresi nasofaring. membran mukosa nasofaring. Morbili dikenal juga dengan campak. Morbili ditandai dengan 3 stadium.5°C : sekret -/: Faring hiperemis berkurang : Ruam di tangan dan dada mulai pudar. . Biasanya ada hiperplasia jaringan limfoid. stadium erupsi. darah dan urin. Morbili biasanya timbul pada masa anak dan kemudian menyebabkan kekebalan seumur hidup. dimana sel raksasa multinukleus berdiameter sampai 100 um (sel raksasa retikuloendotelial Warthin-Finkeldey) dapat ditemukan. measles atau rubeola. Bila si ibu belum pernah menderita morbili maka bayi yang dilahirkannya tidak mempunyai kekebalan terhadap morbili dan dapat menderita penyakit ini setelah ia dilahirkan. Bayi yang dilahirkan oleh ibu yang pernah menderita morbili akan mendapat kekebalan pasif (melalui plasenta) sampai umur 4-6 bulan dan setelah itu kekebalan akan berkurang sehingga si bayi dapat mendapat morbili. Selama masa prodromal sampai 24 jam setelah ruam terlihat. Cara penularannya ialah melalui droplet dan kontak. pigmentasi A : Morbili std konvalesensi P : RA teruskan.12 juni 2010 S : Demam turun. genus Morbilivirus. serta konjungtiva. Hanya satu tipe antigen yang diketahui. Batuk masih ada. Pilek berkurang O : Kesadaran Suhu Hidung Mulut Kulit : CM : 37.

biasanya dalam 12-18 jam. Ruam biasanya timbul sebagai makula tidak jelas pada bagian atas lateral leher. ruam mencapai kaki dan mulai menghilang dari muka. kadang-kadang dengan kejang dan bahkan pneumonia. belakang telinga. Selama 24 jam berikutnya. leher. coryza dan konjungtivitis. Menjelang akhir stadium prodromal dan 24 jam sebelum timbul enantem. fotofobia. Lesi menjadi semakin makulopapuler sebagai ruam yang menyebar dengan cepat pada seluruh muka.5°C. tetapi sangat jarang dijumpai. Kenaikan suhu ringan dapat terjadi 9-10 hari dari hari infeksi dan kemudian menurun dalam waktu sekitar 24 jam. Pada kasus ensefalomielitis yang mematikan. Penyakit ini dibagi dalam 3 stadium. dan bagian atas dada pada sekitar 24 jam pertama. gambaran penyakit menyerupai influenza dan sering didiagnosis sebagai influenza. Bercak koplik terdiri dari eksudat serosa dan proliferasi sel endotel serupa dengan bercak pada lesi kulit. dapat ada degenerasi kortex dan substansi alba dengan benda-benda inklusi intranuklear dan intrasitoplasmik. Suhu naik mendadak ketika ruam muncul dan sering mencapai 40-40. Pneumonitis interstitial akibat dari virus morbili mengambil bentuk pneumonia raksasa Hecht. biasanya sebesar ujung jarum dan dikelilingi eritem. Biasanya coryza. yaitu: 1. Stadium prodromal Biasanya berlangsung 3-5 hari dan ditandai oleh demam ringan sampai sedang. Pada panensefalitis sklerotikans subakut Dawson ( subacute sclerosing panensefalitis/ SSPE). Bercak ini muncul dan menghilang dengan cepat. reaksi terutama menonjol sekitar sebasea dan folikel rambut. Lokalisasinya di mukosa bukal berhadapan dengan molar bawah. Secara klinis. ruam menyebar ke seluruh punggung. atau sekitar 14 hari jika dimulai dari munculnya ruam. seluruh lengan dan paha. Bronkopneumonia dapat disebabkan oleh infeksi bakteri sekunder. timbul bercak koplik yang merupakan tanda patognomonis pada morbili. Hilangnya ruam menuju ke bawah pada urutan . 2. abdomen. MANIFESTASI KLINIS Masa inkubasi sekitar 10-12 hari jika dimulai dari gejala-gejala prodromal awal. ditunjukkan oleh demam tinggi mendadak. lengan atas. Reaksi radang menyeluruh pada mukosa bukal dan faring meluas ke dalam jaringan limfoid dan membran mukosa trakeobronkial. batuk. Pada hari ke-2 sampai hari ke-3. Bercak koplik merupakan bintik putih keabu-abuan. sepanjang garis pertumbuhan rambut dan pada bagian posterior pipi. Stadium erupsi Coryza dan batuk bertambah. Kadang-kadang fase prodromal dapat berat. terjadi demielinasi perivaskuler pada daerah otak dan medulla spinalis.Di kulit. demam dan batuk semakin bertambah berat sampai waktu ruam telah merata di seluruh tubuh.

angka kematiannya rendah dan sisa defisit neurologis sedikit. ensefalitis dan bronkopneumonia. Bronkopneumonia dapat disebabkan oleh virus morbili atau oleh Pneumococcus.yang sama dengan ketika ruam muncul. Perjalanan . yaitu morbili yang disertai perdarahan pada kulit. Oleh karena itu pada keadaan tertentu perlu dilakukan pencegahan. dan traktus digestivus. neuritis optika dan ensefalitis. anak dengan malnutrisi energi protein. mulut. leukemia dan lain-lain. kejang dan koma. Bronkopneumonia ini dapat menyebabkan kematian pada bayi yang masih muda. dan sebagai subacute sclerosing panencephalitis (SSPE). Ensefalitis morbili dapat terjadi sebagai komplikasi pada anak yang sedang menderita morbili atau dalam satu bulan setelah mendapat imunisasi dengan vaksin virus morbili hidup (ensefalitis morbili akut). paraplegia. DIAGNOSIS BANDING Penyakit – penyakit dengan eksantema. dan Staphylococcus. pada penderita yang sedang mendapat pengobatan imunosupresif (immunosuppresive measles encephalopathy). Ensefalitis morbili akut timbul pada stadium eksantem. gangguan mental. Penyakit ini progresif dan fatal serta ditemukan pada anak dan dewasa. Ditandai oleh gejala yang terjadi secara tiba-tiba seperti kekacauan mental. KOMPLIKASI Pada penyakit morbili terdapat resistensi umum yang menurun sehingga dapat terjadi anergi (uji tuberkulin yang semula positif berubah menjadi negatif). disfungsi motorik. Pada penyakit-penyakit lain dengan eritema atau eksantema. Selain hiperpigmentasi. ruam kulit menghilang tanpa hiperpigmentasi. Komplikasi neurologis pada morbili dapat berupa hemiplegia. 3. Streptococcus. afasia. DIAGNOSIS Diagnosis ditegakkan berdasarkan gambaran klinis yang khas. Stadium konvalesensi Erupsi berkurang dan meninggalkan bekas yang berwarna lebih tua (hiperpigmentasi) yang lama-kelamaan akan menghilang sendiri. SSPE adalah suatu penyakit degenerasi yang jarang dari susunan saraf pusat. penderita penyakit menahun (misalnya TBC). Variasi dari morbili yang biasa ini ialah ”black measles” . hidung. Suhu menurun menjadi normal kecuali bila terjadi komplikasi. Keadaan ini menyebabkan mudahnya terjadi komplikasi sekunder seperti otitis media akut. Keparahan penyakit secara langsung dihubungkan dengan luas dan menyatunya ruam. pada anak Indonesia sering ditemukan pula kulit yang bersisik. Hiperpigmentasi ini merupakan gejala patognomik untuk morbili.

anak yang sedang menderita penyakit kronis atau bila ada komplikasi. Senyawa antivirus yang tersedia sekarang tidak efektif. Meskipun demikian. Vaksin ini diberikan secara subkutan sebanyak 0. Gamma globulin. Vaksin morbili dapat diberikan sebagai vaksin morbili saja atau sebagai vaksin measlesmumps-rubella (MMR). obat batuk dan memperbaiki keadaan umum. strain Schwarz dan ditumbuhkan dalam jaringan janin ayam dan kemudian dibeku-keringkan. yaitu antipiretik bila suhu tinggi. Biasanya anak menderita morbili sebelum umur 2 tahun sedangkan SSPE bisa timbul sampai 7 tahun setelah morbili. Imunisasi pasif Baik diketahui bahwa morbili yang perjalanan penyakitnya diperingan dengan pemberian gamma globulin dapat mengakibatkan ensefalitis dan penyebaran proses TBC. Vaksin morbili tidak boleh diberikan kepada wanita hamil. gamma globulin hiperimun dan steroid bernilai terbatas.000 TCID50 dan neomisin B sulfat tidak lebih dari 50 mikrogram. Terjadi anergi terhadap tuberkulin selama 2 bulan setelah vaksinasi. sedatif.5ml pada umur 9 bulan. Tiap dosis dari vaksin yang sudah dilarutkan mengandung virus morbili tidak kurang dari 1. penderita leukemia dan anak yang sedang mendapat pengobatan imunosupresif. remisi spontan masih bisa terjadi. Tindakan lain adalah pengobatan segera terhadap komplikasi yang timbul.000 IU) mengurangi morbiditas dan mortalitas anak dengan morbili berat di negara yang sedang berkembang. tetapi prognosis buruk bila keadaan umum buruk. PROGNOSIS Baik pada anak dengan keadaan umum yang baik. PENGOBATAN Pengobatan morbili bersifat simptomatik. Di Indonesia saat ini masih dianjurkan memberikan vaksin morbili pada anak berumur 9 bulan ke atas. Di Indonesia digunakan vaksin morbili buatan Perum Biofarma yang terdiri dari virus morbili hidup dan sangat dilemahkan. anak dengan TBC yang tidak diobati. PENCEGAHAN Imunisasi aktif Imunisasi aktif dilakukan dengan pemberian live attenuatedmeasles vaccine.klinis lambat dan sebagian besar penderita meninggal dunia dalam 6 bulan – 3 tahun setelah terjadi gejala pertama. SSPE yang terjadi setelah vaksinasi morbili didapatkan kira-kira 3 tahun kemudian. Pengobatan dengan vitamin A oral (400. .

batuk dan muntah.Skarlatina kelainan kulit biasanya timbul dalam 12 jam pertama sesudah demam. Remaja dan dewasa menunjukkan gejala demam ringan serta lemas 1-4 hari sebelum timbul kemerahan .serta batuk pilek sebelum timbul kemerahan . Biasanya berlangsung selama 2 hari .Kelompok penyakit eksantem akut berdasarkan gambaran kemerahan/kelainan kulit Kelompok makulopapular Campak Rubella Demam skarlatina SSSS STSS Meningococcemia Toxoplasmosis Infeksi virus sitomegali Roseola infantum Infeksi enterovirus Mononukleus infeksiosa Eritema toksis Erupsi obat Miliaria Penyakit kawasaki dlll Kelompok papulovesikulear Infeksi varisela zoster Variola Eczema herpeticum Infeksi virus coxsakie Impetigo Gigitan serangga Urtikaria papularis Erupsi obat Molluscum contagiosum Dermatitis herpetiformis dll Masa prodromal . konjungtivitis.Rubela Anak umumnya tidak diawali masa prodromal spesifik.Campak Demam 3-4 hari.SSSS .

Roseola infantum Gejala demam tinggi selama 3-4 hari disertai iritabilitas biasanya terjadi sebelum timbulnya kemerahan pada kulit penderita roseola infantum dan diikuti dengan penurunan demam secara drastis menjadi normal . dan mungkin adanya kaku kuduk. lemas dan anoreksia.Varisela pada anak sering tidak dijumpai gejala prodromal pada penderita varisela. muntah. batuk.Rickettsialpox Erupsi papulovesikuler secara menyeluruh sering didahului oleh adanya gejala seperti influensa Karakteristik erupsi kulit/eksantem . kelemahan umum.crosti Biasanya didahului dengan gejala infeksi saluran nafas atas dan saat ini etiologinya dihubungkan dengan beberapa virus antara lain epstein barr .Sindrom gianotti.Penyakit kawasaki Demam yang tidak spesifik disertai nyeri tenggorokan sering mendahului kemerahan pada penyakit ini selama 2-5 hari. biasanya kemerahan pada kulit timbul dalam 24 jam pertama. Sering juga ditemui konjungtivitis bilateral . Pada remaja dan dewasa kadang-kadang dijumpai masa prodromal 1-2 hari dengan gejala demam. sehingga tidak ditemukan gejala prodromal pada penderita . dan renjatan sering mendahului atau juga terjadi bersamaan dengan keluarnya kelainan kulit pada penderita dengan sindrom ini . Gejala awal dapat demam. nyeri kepala.Demam dan iritabilitas terjadi bersamaan dengan timbulnya gejala kemerahan pada kulit. .Infeksi enterovirus Gejala demam biasanya tidak tinggi dan menghilang saat timbulnya kemerahan. sedang pada infeksi Coxsackie kadang-kadang juga terjadi bersamaan dengan kemerahan.Meningococcemia dengan atau tanpa meningitis Gejala prodromal pada penyakit sangat bervariasi.STSS Demam tinggi.Eritema toksik Erupsi obat serta miliaria dan penyakit non infeksi lain dengan gambaran makulopapular biasanya tidak mempunyai gejala prodromal . Herpes simpleks. gelisah. Gejala kontitusional dan eksantem terjadi bersamaan. biasanya tidak ditemukan gejala prodromal . sakit kepala. . herpes zoster dan vaksinia. muntah serta diare.

Kemerahan ini jarang bergabung sehingga terlihat sebagai bintik-bintik merah kecil.. Biasanya menyerang bayi dan anak 1-2 tahun .Rubella Eksamtem pada rubella berwarna merah muda. yang kemudian menghilang tanpa deskuamasi . belakang telinga dan muka kemudian meluas ke bawah melibatkan dada. Tidak dikenal distribusi khusus eksantema ini .crosti Eksantema yang timbul berupa papula berukuran 1-5 mm terbatas pada daerah pipi. dada dan punggung cenderung bergabung menjadi kemerahan yang besar tanpa batas yang tegas. Kelainan kulit pada eksamtema subitum bersifat diskrit makulopapular berwarna merah tua dan biasanya timbul di daerah dada pada awalnya yang kemudian menyebar ke muka dan ekstremitas. Beda utama dengan campak adalah tiadanya bercak koplik.Sindrom gianotti . punggung dan kemudian ekstrimitas. kaki dan perineum . biasanya 24-48 jam sudah menyeluruh. dan mulai timbul di leher dan muka dan menyebar keseluruh tubuh lebih cepat dari campak. Lesi di muka.Campak Eksantem yang terjadi biasanya berwarna coklat kemerahan. Eksantema ini akan memenuhi seluruh tubuh dalam 3 hari. Lokasi spesifik sering ditemui pada infeksi virus coxsakie tipe enterovirus yang dikenal sebagai penyakit tangan-kaki dan mulut yaitu dimulai dengan vesikel di mulut yang membesar menjadi luka serta timbulnya eksantema di tangan. Sedang pada ekstrimitas masih terlihat secara sendiri-sendiri. timbul pertama kali di daerah leher.Roseola infantum penyakit ini sering disebut campak mini karena tampilannya yang sangat mirip. Biasanya bersifat makulopapular. yang dapat juga terlihat bersamaan.Infeksi enterovirus Karakteristik eksantema pada infeksi virus echo dan coxsackie mirip dengan gambaran rubella. perut.Penyakit kawasaki . dengan didahului memudarnya warna dalam beberapa jam sesudah timbul.Meningococcemia Pada penderita ini. Eksantem ini akan menular pada hari ke 5 atau 6 yang diikuti terjadinya deskuamasi . Dalam 2 hari gambaran ini akan menghilang. daerah ekstensor dan pantat. Pada hari ke 3 biasanya eksantema di bagian tubuh mulai memudar dan tinggal menyisakan bagian ekstrimitas saja. eksantema makulopapular timbul mendahului timbulnya petekie serta purpura. diskrit. Infeksi virus echovirus-9 juga sering menimbulkan erupsi berupa petekie yang membuatnya sulit dibedakan dengan infeksi meningococcus. tidak gatal dan menyeluruh. Kelainan ini bisa menetap sampai 3 bulan . Tidak terjadi deskuamasi saat menghilang.

(4) erupsi juga terjadi di kulit kepala dan selaput mukosa . (2) distribusi terjadi pada bagian sentral badan.Herpes zoster Lesi herper zoster bersifat unilateral dan terdistribusi sesuai garis persyarafan yang terkena. Tempat tersering adalah di daerah nasolabialis dan daerah lain yang sering digaruk.Pada penyakit ini eksantam yang terjadi bersifat generalisata dan makulopapular.Demam skarlatina Lidah berwarna merah strawberry serta tonsilitis eksudativa atau membranosa sangat spesifik untuk menegakkan diagnosis penyakit ini . sehingga ditinjau dari tampilanya sering sulit dibedakan . (3) terdapatnya berbagai stadia eksantema pada satu saat di suatu area badan. Selaput mukosa biasanya tidak terkena . Bibir.Rubella Adanya pembesaran kelenjar getah bening khususnya pada daerah belakang telinga dan oksipital sangat menunjang diagnosis rubella. juga sering menunjukkan kakteristik lesi yang spesifik dimulai seperti urtikaria di pantat yang menyebar ke kaki .Gigitan serangga dan urtikaria biasanya tidak ada gambaran khusus dan tidak melibatkan daerah kulit kepala dan selaput mukosa Tanda Patognomonik . mulut. Purpura henoch-schonlein. sedang campak atipik biasanya dihubungkan dengan gambaran radiologis berupa pneumonia dan atau efusi pleura . Biasanya vesikel akan berkelompok dan cenderung bergabung menjadi satu . walaupun keadaan ini juga dapat ditemui di penyakit lain . yaitu (1) evolusi cepat dari bentuk makula-papula-vesikula dan krusta. lidah sering mengering dan merah serta ditemui juga kenjungtivitis non-purulen . Biasanya tidak menyeluruh dan tidak ada deskuamasi.Varisela Eksantema pada varisela ditandai dengan beberapa karakteristik.Impetigo Eksantema pada impetigo biasanya dimulai dengan bentuk vesikel yang secara cepat bergabung dan pecah menjadi krusta.Erupsi obat dan eritema toksik Kelainan ini sering ditandai dengan eksantema yang tampilanya dapat menyerupai penyaki-penyakit lainya.Campak Cercak koplik merupakan tanda khas bagi campak bila dapat ditemukan.Miliaria Eksantema berupa bintik-bintik kecil kemerahan sering ditemui terutama di daerah fleksor. Telapak tangan dan kaki membengkak dan menghilang dalam beberapa hari sampai minggu.

Konfirmasi diagnosis dengan peningkatan antibodi netralisasi terhadap virus ini juga dilakukan .Mononukleosis infeksiosa Sediaan hapus darah dapat menunjukkan adanya limfosit abnormal. Gambaran darah tepi biasanya normal atau sedikit leukopeni .Meningococcemia Kuman penyebab penyakit ini dapat ditemukan melalui pemeriksaan dengan perwarnaan gram pada darah dan cairan serebrospinal .Demam skarlatina Menemukan streptococcus hemolitikus grup A pada biakan usap tenggorokan memastikan diagnosis dan juga terjadi peningkatan kadar titer antistreptolisin-O .Varisela Deteksi antibodi spesifik terhadap varisela dapat dilakukan dengan menggunakan metode FAMA/ELISA atau agluinasi lateks .Infeksi virus coxsackie Virus echo dan coxsackie dapat ditelusuri melalui isolasi terhadap virus di feses.Roseola infantum Belum ada pemeriksaan laboratorium untuk menunjang penyakit ini. serta pemeriksaan imunologis lainnya juga dapat membantu . usap tenggorok. Gambaran darah tepi biasanya menunjukkan leukopenia saat timbul eksantema .Rubella Penemuan virus pada isolasi usap tenggorokan serta peningkatan kadar antibodi membantu penegakan diagnosis rubella.hasil uji laboratorium . dan cairan serebrospinal. disamping adanya leukopenia pada pemeriksaan darah tepi .Campak Peningkatan kadar/titer antibodi pada uji HI (hemagglutinasi Inhibisi) sebanyak 4 kali sangat menyokong diagnosis campak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful