You are on page 1of 10

TUGAS TERSTURTUR PENYAKIT INTARNAL GANGGUAN METABOLIK DAN GENETIK BUMBLE FOOT UNGGAS

NAMA KELOMPOK : 1. SANTI WULAN DESY ( 105130101111079 ) 2. YUSVANI NUROHMAH ( 105130101111082 ) 3. DWI TINTUS ( 105130101111084 ) 4. AMAN YANUAR ( 105130101111086 ) 5. ELLA AYUNINGTYAS ( 105130101111088 )

PROGRAM STUDI KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2013

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas terselesaikannya makalah ini yang berjudul bumble foot. Makalah ini dibuat sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas terstruktur yang diberikan oleh Dosen Pembimbing mata kuliah Penyakit Internal Gangguan Metabolik dan Genetik. Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada mereka yang telah banyak berperan dalam dalam proses penulisan makalah ini. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa sebagai suatu makalah ini masih jauh sempurna dan masih banyak kekurangannya, maka untuk itu penulis membuka diri untuk menerima saran dan kritik yang membangun guna lebih sempurnanya ini. Akhirnya harapan penulis, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak demi pengembangan dan perbaikan di masa mendatang.

Malang, 18 April 2013

Penulis

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Tinjauan Pustaka

Di dalam dunia peternakan unggas terutama ayam, apakah itu ayam broiler atau pun ayam breeder dan maupun ayam layer petelur, kita sebagai peternak sering sekali di rong-rong oleh berbagai banyak penyakit yang setiap saat bisa menyerang peternakan ayam kita, jika tidak di mengerti atau tidak di atasi dari pemahaman kita terhadap berbagai penyakit, maka kegagalan produksi akan sangat terhambat.

Di dalam catatan ini saya akan berbagi pemahaman mengenai sebuah penyakit ayam yang sering terjadi pada organ tubuh ayam di bagian kaki, penyakit ini sangat di kenal dengan istila bumble foot disease, penyakit kangker pada bagian kaki ayam, penyakit ini adalah penyakit yang di sebabkan oleh infeksi pada bagian kaki (pada awalnya) bisa di katakan atau di kategorikan kangker ganas juga.

Biasanya penyakit ini sangat sering di temukan di peternakan ayam breeder ataupun layer, karena penyakit bumble foot sering terjadi pada ayam yang sudah menginjak usia 25 minggu sampai 40 ( tahap keganansan) karena pada usia ini lah sering terdapat ayam yang sudah terinfeksi bakteri, dan pada usia ayam menginjak 41 minggu sampai 65 minggu bisa di katakan 25 percent dari jumlah ayam sakit pada usia 25 mggu sampai 40 minggu. 1.2 Tujuan a. b. c. d. Pembaca diharapkan mampu mengetahui bumble foot disease. Pembaca diharapkan mampu mengetahui penyebab bumble foot disease. Pembaca dapat memahami pengobatan maupun pencegahan bumble foot disease. Pembaca dapat memahami hubungan kesalahan manajemen terhadap kejadian bumble foot disease.

1.3 Rumusan Masalah 1. Pengertian bumble foot 2. Bagaimana etiologinya

3. Bagaimana gejala klinis 4. Bagaiman diagnosa 5. Bagaimana pengobatan

6. Bagaimana pencegahan

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Definisi bumble foot disease, penyakit kanker pada bagian kaki ayam, penyakit ini adalah penyakit yang di sebabkan oleh infeksi pada bagian kaki (pada awalnya) bisa di katakan atau di kategorikan kanker ganas juga. Biasanya penyakit ini sangat sering di temukan di peternakan ayam breeder ataupun layer, karena penyakit bumble foot sering terjadi pada ayam yang sudah menginjak usia 25 minggu sampai 40 ( tahap keganansan) karena pada usia ini lah sering terdapat ayam yang sudah terinfeksi bakteri, dan pada usia ayam menginjak 41 minggu sampai 65 minggu bisa di katakan 25 percent dari jumlah ayam sakit pada usia 25 miggu sampai 40 minggu.

2.2 Etiologi Penyakit bumble foot dapat di kategorikan dalam 3 tahap. Tahap pertama adalah, di karenakan ayam atau pun burung lama bertengger di tenggeran yang tidak sesuai, yang akan mengakibatkan luka pada pad atau dampal kaki ayam, tanda kemerahan akan timbul dalam beberapa waktu kedepan, maka dengan memberikan cream pada kaki ayam adalah langkah paling baik pada masa itu. 2. Tahap serius, pada tahap serius, bagian kaki ayam yang memerah warna nya akan semakin meluas, mengakibatkan ke tidak stabilan pada kaki ayam, untuk kategori ini bisa menggunakan antibiotik untuk pengobatan.
1. 3.

Tahap fatal. dalam tahap ini, bumble foot dengan ukuran yang lebih besar bisa mengakibatkan ayam lumpuh dan jika tidak di tangani dari awal bisa mengakibatkan kematian.

Bisa juga disebabkan karena Kelebihan Protein: Tersimpan, kelebihan protein mempromosikan pertumbuhan bakteri intern yang dikeluarkan melalui kulit. Di daerah di mana ada bulu, bulu mereka biasanya akan menyerap protein. Di daerah telanjang, seperti kaki, bakteri ini akan menampilkan diri sebagai warna pink, merah dan biru kemudian "kapalan." Ini paling sering muncul pada bagian bawah kaki, namun juga dapat muncul di atas atau di ujung jari kaki, di atas atau di bawah kuku ayam. 2.3 Gejala Klinis o Berat badan ayam akan drastis menurun pada saat satu sampai 2 minggu (terhitung dari terjangkitnya infeksi) . o Ayam akan kehilangan nafsu makan. o Kaki ayam tidak bisa berfungsi dengan baik (pincang) dan lambat laun ayam yang kita andalkan sebagai panghasil telur, akan beralih ke ayam unproductive (ayam yang tidak bisa menghasilkan telur). Kaki ayam pada bagian jari kaki terlihat warna memerah dan bila di pegang akan terasa sedikit panas, Semakin membengkak dan masih terus berwarna merah, Setelah dalam hitungan 3 sampai 4 minggu (terhitung dari terjadinya infeksi) akan berubah menjadi gumpalan nanah dan akan semakin mengeras pada bagian telapak kaki ayam yang menghidap penyakit tersebut.

o o

2.4 Diagnosa Dapat merekomendasikan perubahan diet pakan ayam atau pengaturan kandang, resep pembasahan air panas atau antibiotik, dan atau membuat rekomendasi diet. Dalam beberapa kasus, operasi dapat diindikasikan, terutama dalam kasus di mana distorsi parah kontur kaki dan atau jari kaki telah terjadi, seperti ini memiliki potensi menyebabkan kerusakan besar di kaki. 2.5 Pengobatan Pada dasarnya, jika ayam sudah menghidap penyakit jenis ini, dan yakin bumble foot sudah menyerang kaki ayam 90 % ayam tidak bisa di obati, paling bisa di buang. Jika terjadi penyakit ini di kandang anda , dan kebetulan masih dalam tahap awal, atau tahap memerah nya kaki ayam, maka lebih baik anda memisahkan ayam yang sakit tersebut ke pen atau kandang terpisah untuk karantina semantara, Ketika ayam sudah di pisahkan pada kandang karantina, lakukan lah penyuntikan secara berkala, atau setiap hari selama satu minggu (7hari), kemudian istirahatkan selama (7hari) dan ulangi penyuntikan antibiotik selama 7hari. untuk antibiotik, anda bisa mencari nya di poultry shop terdekat, misalnya bisa menggunakan tinisol, gentamicyn, medoxyl LA, Penstrep atau pun antibiotik sejenis nya. Untuk penyuntikan, Menggunakan Gentamicyn

(disuntik di dada sebelah kanan) dan B-Komplek (digunakan sebelah kiri) selam 7 hari. Untuk penjagaan, bisa memberikan Flubenol dan toxin binder pada makanan selama 5-7 hari, di usia ayam menginjak umur 17 minggu. Dalam meningkatkan biosecurity tidak hanya di wilayah kandang saja. Jadi pelaksanaan pengamanan dari segi biosecurity, harus juga di antisipasi dari semua penjuru dan bagian di sebuah perusahaan peternakan tersebut, demi berkembangnya perusahaan yang berjuang di bidang peternakan, jadi harus secara bersungguh-sungguh dalam memahamii dan menjalankan proses biosecurity dengan baik dan benar.

2.6 Pencegahan Di karenakan jenis penyakit ini di sebabkan oleh bakteri yang mengakibatkan infeksi pada bagian kaki, atau bakteri yang masuk dari bagian tubuh ayam yang terluka dan bakteri tersebut akan manyerang semua bagian persendian pada ayam tsb, maka kaki ayam lah yang menjadi sasaran utama. Maka hindari ayam supaya tidak terluka (sebisa mungkin dan semampuh mungkin) seperti halnya di kandang yang menggunakan slat kayu, maupun bambu, atau kawat, maka jangan sampai ada bagian benda tajam di sekitar lahan yang di tempati oleh ayam, walaupun penyakti ini mungkin terjadi pada genetik ayam indukan sebelumnya, maka tidak ada salahnya jika kita mengantisipasi terjadi nya kesalahan pada persekitaran kandang kita, ya misalnya pakku yang ada di kayu menojol keluar, dan sebisa mungkin jangan sampai terjadi agar kaki ayam tidak terluka oleh bagian paku yang keras, atau benda tajam lainnya yang mungkin di kandang anda ada benda keras lainnya. 1. PEKERJAAN YANG HARUS DI LAKUKAN RUTIN (DIDALAM KANDANG) 1) Apabila menggunakan manual feeder atau yang biasa di sebut, "tempat makanan secara manual" mau yang di gantung atau yang berbentuk talang linear feeder), bersihkan seminggu sekali dan cuci, karena feeder adalah barang yang sangat berbahaya jika tidak dirawat kebersihan-nya, ketika feeder kotor berkemungkinan besar ayam akan cepat terserang penyakit, yang di sebabkan dari micro bacteri yang tumbuh dan berkembang biak di feeder tersebut, maka hindari pemakaian feeder kotor. 2) Bersihkan cooling pad( coolingpad adalah sebuah system dimana akan berfungsi jika suhu di dalam kandang semakin panas) fungsinya adalah untuk menurunkan atau menstabilkan suhu, ketika suhu di dalam kandang melebihi panas 29,5 derajat selcius, maka coolingpad akan berjalan dengan membawa suhu yang relative rendah, dengan demikian suhu di dalam kandang akan stabil kembali. Dengan program ini maka bersihkan cooling pad setiap 2minggu sekali, karena apabila coolingpad kotor, atau bak collingpad kotor, secara langsung akan membawa penyakit ke dalam kandang dan menyeluruh kandang akan terkontaminasi, karena coolingpad adalah dimana sumber udara masuk secara bebas. Maka hindari coolingpad dan bak coolingpad kotor.

Ketika sudah di bersihkan campurkan disinfectant kedalam bak coolingpad tersebut. 3) Untuk yang menggunakan kipas blower atau exhaust fan, bersihkan kipas ini secara teratur seminggu sekali, maka jika terjadi kipas kotor, kipas tersebut akan berat, dan fungsinya akan menurun, ketika fungsi kipas menurun atau semakin lambat, maka aliran udara di dalam kandang akan semakin lambat, dengan aliran udara lambat, amoniak akan meningkat, gejala gangguan pernafasan akan terjadi setelah beberapa hari, maka kipas utama harus tetap bersih supaya bisa berfungsi dengan baik. Jangan biarkan ammoniac di dalam kandang melebihi 50ppm, jika terjadi ammoniac tinggi maka langkah yang harus di lakukan adalah dengan mengganti sekam, bersihkan kipas, hindari sekam basah dikandang, dan menabur kapur di bawah slat, untuk mengeringkan lokasi yang basah. 4) Balik sekam setiap hari, untuk menghindari sekam lembab dan basah, dengan membalik sekam maka ammoniac yang ada di dalam sekam akan terbawa oleh angin kipas keluar, dengan demikian jika ammoniac rendah ayam lebih jauh dari menderita peyakit pernafasan. Gunakan kapur jika di perlukan. 5) Bersihkan debu yang ada di dalam kandang, bersihkan tiap hari, karena debu sumber penyakit pernafasan, dan sumber penyakit lainnya. 6) Buang atau afkir ayam yang sakit, dan jangan membiarkan ayam sakit tinggal di dalam kandang, seleksi ayam yang sakit setiap hari dan ayam yang tidak layak telur. Maka jika ayam sakit terus tinggal di dalam kandang, maka penyakit tersebut akan cepat menular ke ayam yang lebih sehat. Maka segeralah seleksi dan buang ayam yang sakit sebelum menjadi vector penyebab menularnya penyakit ke ayam yang lain. 7) Ketika ada ayam yang mati di dalam kandang, maka segera ayam tersebut keluarkan dari kandang, dengan pastinya, ayam yang mati tersebut adalah ayam yang sudah sakit, untuk menghindari penularan penyakit dari ayam yang meti tersebut maka harus segera membuang ayam yang mati secara langsung. 8) Spray atau semprot lokasi kandang (bagian luar kandang) seminggu sekali, dengan menggunakan disinfectant secara teratur.
1.

Ikuti biosecurity yang sudah di tetapkan, Sebelum melakukan vaksinasi, dari office atau dimana tempat vaksin di simpan, maka cara membawa vaksin harus benar. i. Perhatikan dan catat kadaluarsa vaksin, jika vaksin sudah kaladuarsa (expired) maka jangan gunakan vaksin tersebut, gunakan vaksin yang belum kadaluarsa, hindari pemakaian vaksin jika kadar kadaluarsa nya kurang dari satu bulan.

a.

ii. Ketika vaksin sebelum di masukan ke tempat vaksin (mungkin termos vaksinuntuk membawa vaksin dari tempat penyimpanan ke kandang) maka satu jam sebelum vaksin disimpan, sebaiknya termos tersebut di isis dengan es batu, dan pastikan di dalam termos vaksin yang berisi es batu tersebut suhunya di bawah 2 drajat Celsius jangan melebihi 5 drajat. Karena jika vaksin di simpan di suhu yang panas maka vaksin live itu akan mati, dan tidak layak untuk di gunakan, untuk itu agar vaksin tetap hidup dan layak di gunakan maka kita harus menyimpan vaksin itu dengan suhu 1-5 drajat celcius. iii. Vaksin-lah ayam yang sehat saja, jangan memvaksin ayam yang sakit, karena ayam yang sakit tidak akan menerima reaksi dari vaksin tersebut b. Ketika selesai vaksin, vial vaksin(botol vaksin) seharusnya jangan di buang sembarangan, bawa botol bekas vaksin tersebut ke tempat dimana anda menyimpan vaksin tersebut. Rebus botol vaksin tersebut dengan menggunakan air panas, dengan tujuan untuk memastikan vaksin itu mati, dan buang lah ke tempat sampah yang jauh dari lokasi kandang. Jika anda mempunyai sisa vaksin, maka sisa vaksin trersebut jangan di buang di sembarang tempat, campur sisa vaksin tersebut dengan disinfectant dan rebus dengan menggunakan air panas lalu buang ke tempat sampah yang jauh dari lokasi kandang. Tempat Post Mortem Tempat ini adalah tempat untuk membedah ayam yang sakit atau ayam yang sudah mati untuk mengetahui penyakit apa yang di alami oleh ayam tersebut. Maka langkah-langkah biosecurity yang harus di perhatikan adalah: Ketika membawa ayam mati tersebut ke tempat post-mortem mungkin menggunakan mobil, maka mobil tersebut setelah membawa ayam yang mati, harus segera di bersihkan dan di cuci dengan menggunakan disinfectan, untuk menghindari penularan terhadap kandang yang lain. Gunakan sepatu dan seragam terpisah, jadi jangan menggunakan seragam sembarangan ketika melakukan pembedahan, pakai lah seragam yang sudah di sediakan oleh pihak perusahaan. Ketika sudah melakukan pembedahan, buang ayam tersebut atau bakar dengan menggunakan (incinerator) atau kubur, dan taburkan kapur beserta di sinfectant (jika anda mengubur ayam mati) Orang yang sudah melakukan pembedahan ayam, jangan masuk lagi ke dalam kandang, tanpa terkecuali. Sebaiknya anda melakukan pembedahan ayam di waktu akhir kerja anda, atau di sore hari, jadi setelah selesai kerja (post mortem) anda

c.

d.

2.

langsung pulang dan jangan melakukan kontak langsung terhadap ayam-ayam yang masih hidup. Spray tempat postmortem setiap hari dengan menggunakan di sinfectan, untuk menghindari penyebaran penyakit ke tempat atau kawasan kandang ayam.

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan bumble foot disease, penyakit kanker pada bagian kaki ayam, penyakit ini adalah penyakit yang di sebabkan oleh infeksi pada bagian kaki (pada awalnya) bisa di katakan atau di kategorikan kanker ganas juga. Biasanya penyakit ini sangat sering di temukan di peternakan ayam breeder ataupun layer, karena penyakit bumble foot sering terjadi pada ayam yang sudah menginjak usia 25 minggu sampai 40 ( tahap keganansan) karena pada usia ini lah sering terdapat ayam yang sudah terinfeksi bakteri, dan pada usia ayam menginjak 41 minggu sampai 65 minggu bisa di katakan 25 percent dari jumlah ayam sakit pada usia 25 miggu sampai 40 minggu. Pada dasarnya, jika ayam sudah menghidap penyakit jenis ini, dan yakin bumble foot sudah menyerang kaki ayam 90 % ayam tidak bisa di obati, paling bisa di buang. Jika terjadi penyakit ini di kandang anda , dan kebetulan masih dalam tahap awal, atau tahap memerah nya kaki ayam, maka lebih baik anda memisahkan ayam yang sakit tersebut ke pen atau kandang terpisah untuk karantina semantara. Ketika ayam sudah di pisahkan pada kandang karantina, lakukan lah penyuntikan secara berkala, atau setiap hari selama satu minggu (7hari), kemudian istirahatkan selama (7hari) dan ulangi penyuntikan antibiotik selama 7hari. untuk antibiotik, anda bisa mencari nya di poultry shop terdekat, misalnya bisa menggunakan tinisol, gentamicyn, medoxyl LA, Penstrep atau pun antibiotik sejenis nya. Untuk penyuntikan, Menggunakan Gentamicyn (disuntik di dada sebelah kanan) dan B-Komplek (digunakan sebelah kiri) selam 7 hari.

Untuk penjagaan, bisa memberikan Flubenol dan toxin binder pada makanan selama 5-7 hari, di usia ayam menginjak umur 17 minggu,

3.2 Saran Bagi para peternak unggas khususnya, diharapkan untuk lebih memperhatikan masalah manajemen kandang beserta kebersihan. Karena pemberian litter yang salah dapat menyebabkan kaki ayam terkena bumblefoot

DAFTAR PUSTAKA

Abrahamsson, P., R. Tauson, and M. C. Appleby. 1996. Behaviour, health and integument of four hybrids of laying hens in modified and conventional cages. Br. Poult. Sci. 37:521540 Hester, P. Y. 1994. The role of environment and management on leg abnormalities in meattype fowl. Poult. Sci. Maldague, X. P. V., T. S. Jones, H. Kaplan, S. Marinetti, and M. Prystay. 2001. Fundamentals of Infrared and Thermal Testing. Pages 1534 in Nondestructive Handbook: Infrared and Thermal Testing. 3rd ed. ASNT Press, Columbus, OH. Martland, M. F. 1984. Wet litter as a cause of plantar pododermati-tis, leading to foot ulceration and lameness in fattening turkeys. Avian Pathol. Martrenchar, A., E. Boilletot, D. Huonic, and F. Pol. 2002. Risk factors for foot-pad dermatitis in chicken and turkey broilers in France. Reidarson, T. H., M. C. McBrian, J. Laurie, and B. Laurie. 1999. A novel approach to the treatment of bumblefoot in penguins. J. Avian Med