P. 1
Si to Skeleton

Si to Skeleton

|Views: 28|Likes:
sitoskeleton, a part of cell's organel
sitoskeleton, a part of cell's organel

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Rizky Rachmania Amanda on May 15, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/01/2014

pdf

text

original

Kelompok 9 Ranni Rahmawati Siti Chaerun Nisa Septiany Dwi Hastuti

Sitoskeleton adalah jejaring serat yang membentang di seluruh sitoplasma.

Peran Sitoskeleton
1. Memberi bentuk dan mempertahankan struktur sel. Peran ini sangat diperlukan pada sel hewan karena tidak memiliki dinding sel. Kekuatan dan kelenturan sitoskeleton yang luar biasa sebagai kesatuan disebabkan oleh arsitekturnya (gaya-gaya yang berlawanan yang dikeluarkan oleh unsur-unsurnya). 2. Penempatan berbagai organel dalam sel Fungsinya seperti rangka hewan secara umumnya, sitoskeleton menjadi tambatan bagi banyak organel dan molekul-molekul enzim sitosol. Namun, sitoskeleton lebih dinamis daripada rangka hewan. 3. Motilitas sel. Motilitas (pergerakan) sel mencakup perubahan tempat sel maupun pergerakan bagian sel yang lebih terbatas. Motilitas sel membutuhkan interaksi sitoskeleton dengan protein yang disebut protein motorik.

bahkan keserabut lain bahkan mungkin mencapai nukleus. . 5..Lanjutan. Didalam sel. 4. Pergerakan materi-materi dan organel dalam sel. Seperti. terjadi pengaturan ulang secara spontan susunan nukleoli dan struktur lain dalam nukleus. Dalam regulasi aktivitas biokimiawi dalam sel Sitoskeleton dapat mengahantarkan gaya mekanis dari permukaan sel ke bagiaan dalamnya. vesikel dan organel seringkali bergerak menuju tujuannya di sepanjang “rel tunggal”..

Komponen Sitoskeleton • Mikrotubulus. serat dengan diameter pada kisaran menengah . merupakan serat yang paling tebal dari ketiga tipe serat • Mikrofilamen. serat yang paling tipis • Filamen Intermediat.

Mikrofilamen .

yakni : 1.Deskripsi • Memiliki diameter 7-8 nm • berupa rantai ganda protein (aktin) yang saling bertaut Aktin dibangun oleh suatu protein struktural aktin yang mempunyai dua bentuk. Protein serabut atau filamen aktin (F-aktin) . Protein globuler monomer (G-aktin) BM 43.000 Dal 2.

Peran Mikrofilamen • Membantu mendukung bentuk sel dengan cara bergabung dengan protein lain dan membentuk jalinan 3 dimensi • Mengatur arah aliran sitoplasma Jika arah mikrofilamen berubah maka. maka berubah pula arah aliran sitoplasma. • Sebagai alat kontraksi otot kontraksi terjadi akibat filamen aktin dan miosin yang saling meluncur melewati yang lainnya yang akan memperpendek selnya .

Mikrotubulus • Terdapat pada semua sel eukariot • Berperan dalam pengaturan organel dan motilitas .

• Dinding tabung tersusun dari protein globular (tubulin) • Tubulin berbentuk spiral dan heterodimer yaitu αtubulin dan β-tubulin • Terdapat ujung negatif dan plus. biasanya disebut sentrosome atau MicroTubule Organizing Center (MTOC) . + ujung tempat pertumbuhan tubulin tertinggi.ujung pembongkaran atau awal mulanya mikrotubulus tumbuh.Mikrotubulus Struktur • Merupakan tabung berongga dgn diameter 25 nm dan panjang 200 nm-25μm. .

Bagian-bagian Mikrotubulus .

Gambar Mikrotubulus .

Pengaturan Mikrotubulus • Tubulin dapat berpolimerisasi membentuk mikrotubulus dan berikatan di ujung plus • Untuk menstabilkan ujung plus dan mencegah polimerisasi terdapat cap / tutup yang terbentuk dari Microtubule-associated Proteins (MAPs). GTP dan ion Mg (kofaktor) mencukupi maka pada suhu antara 0-37 C . • Sintesis mikrotubulus terjadi jika konsentrasi dimer tubulin. • Penguraian mikrotubulus (depolimerisasi) bisa disebabkan karena adanya senyawa tertentu. misal kolkisin. vinblastin.

laju penambahan dimer tubulin sama dengan laju penguraian di ujung yang lain. Fase plateu terjadi jika jumlah dimer tubulin terbatas. tiap dimer tubulin (subunit) berikatan dengan ujung ujung mikrotubulus. . Fase lag. Proses lambat. tiap molekul tubulin berasosiasi untuk membentuk agregat yang agak stabil oligomer sebagai inti. • Subunit yang berikatan dengan GTP memerlukan ion Mg  GTP-tubulin • GTP-tubulin bebas bergabung dengan tubulin di ujung positif  ujung positif bertudung GTP • Ujung positif bertudung GTP cepat menangkap GTP-tubulin lainnya 3. Fase elongasi.Pembentukan Mikrotubulus 1. 2.

Gambar Pembentukan Mikrotubulus .

Pertumbuhan Mikrotubulus menyebabkan tudung GTP bergeser ke arah ujung minus dan GTP mengalami hidrolisis menjadi GDP. Jika konsentrasi GTP tubulin bebas rendah maka penguraian ujung minus terjadi dengan cepat. Tanpa tudung GTP. mikrotubulus menjadi tidak stabil dan terurai menjadi oligomer atau subunit-subunit penyusunnya . 3. Penguraian menyebabkan mikrotubulus tidak lagi mengandung tudung GTP atau tudung GTP terlepas. 4. 2.Penguraian Mikrotubulus 1.

Gambar Penguraian Mikrotubulus .

Peran Mikrotubulus dalam Transport Material Intraseluler + .

Peran Mikrotubulus dalam Pembelahan Sel • Terbentuknya sentrosom benang spindel memisahkan kromosom .

• Pada sel tumbuhan dan sel khamir. sentrosom tidak ada dan perannya langsung diambil alih oleh mikrotubulus sendiri • Sentrosom terdiri dari sepasang sentriol . sentrosom pusat pengorganisasian mikrotubulus saat pembelahan sel.Sentrosom dan Sentriol • Pada sel hewan.

kromosom tertarik ke masing2 kutub .Sentrosom dan Sentriol Struktur dan Fungsi • Tiap sentriol tersusun dari sembilan set triplet mikrotubulus yang membentuk cincin • Sentrosom dikelilingi oleh material berbentuk granula yang disebut parasentriol  titik pertumbuhan mikrotubulus • Mikrotubulus / benang spindel yang ujungnya sudah berikatan dengan kinetokor tidak mengalami polimerisasi lagi. mikrotubulus memendek. • Saat anfasase.

Struktur Sentrosom .

Peran Mikrotubulus dalam Motilitas Sel • Terbentuknya struktur flagellata dan silia .

dan beberapa tumbuhan • Berdiameter sekitar 0.25 μm dan panjang 10200 μm • Memiliki inti yg terdiri dari 2 mikrotubulus tunggal dan dikelilingi 9 doblet mikrotubulus membentuk cincin pola 9+2 .Flagellata • Terdapat pada sperma hewan. alga.

• Silia motil memiliki pola 9+2 sedangkan nonmotil berpola 9+0 (tanpa inti dipusat) . 0.25 μm namun relative pendek daripada flagel (panjangnya 5-10 µm vs 150 µm) dan jumlahnya lebih banyak.Silia • Terdapat pada • Silia memiliki diameter sama seperti flagellata.

Struktur Flagellata .

Struktur Silia .

Struktur Flagellata Dynine arms have ATPase activity .

microtubules doublets slide past each other . When dynine arms use ATP.Mekanisme Gerak Flagella dan Silia 1.

2. As microtubules slide past each other the flagella changes shape .

When flagella or cilia change shape the cell moves .• 3.

Akan tetapi. contohnya sel kulit tersusun oleh protein keratin. • Tersusun atas protein yang disebut fimetin. • Bersifat lebih permanen . tidak semua sel tersusun atas fimetin.Filamen intermediet • Berdiameter 8 – 12 nm • Disebut serabut antara karena berukuran diantara ukuran mikrotubulus dan mikrofilamen.

• Tetramer berikatan dengan tetramerlain. dst.• Dua Monomer molekul IF saling melilit membentuk dimer. • Dimer IF tersusun secara paralel dengan dimer yang lain dan membentuk tetramer. . Membentuk semacam tambang IF.

Peran filamen intermediet • berperan untuk membantu sel mempertahankan diri dari tekanan mekanis. • Memperkuat bentuk sel dan menetapkan posisi organel tertentu .

 Aliran sitoplasmik. bergantung pada tipe sel Mempertahankan bentuk sel. Pergerakan organel       Mempertahankan  bentuk sel. Motilitas sel. Motilitas sel. Pergerakan kromosom dalam pembelahan sel. Pembelahan sel. .Tabel Sifat Dari Komponen Sitoskeleton Sifat Struktur Mikrotubulus Mikrofilamen Filamen Intermediat Protein fibrosa (berserat) yang sangat mengumpar menjaddi kabel yang lebih tebal 8-12 nm Salah satu dari beberapa protein yang berbeda famili keratin. Tambatan nukleus dan organel lain. Dua untai aktin yang dinding terdiri dari 13 teranyam. Perubahan bentuk  sel. Pembentukan lamina nukleus Tabung berongga. Kontraksi otot. masingkolom molekul tubulin masing merupakan polimer subunit aktin 25 nm dengan lumen 15 nm Tubulin ( tubulin dan β tubulin) 7 nm Aktin Diameter Subunit protein Fungsi Utama     Mempertahankan bentuk sel.

http://taufikardiyanto. Depdikbud. . Neil. Wayan. BIOLOGI Edisi kedelapan Jilid 1. 1988. PT. 2011.html. Bawa. Reece-Lawrence G. Dasar-dasar Biologi Sel. Jakarta Campbell. Diakses pada 10 Desember 2012.blogspot. Taufik.com/2011/0 7/makalah-mikrotubula. Mitchell.Daftar Pustaka Ardiyanto. Makalah Mikrotubula. 2002. A dan Jane B. Gelora Aksara Pratama: Jakarta.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->