Anatomi Laring

Laring merupakan bagian yang terbawah dari saluran napas bagian atas dan terdapat sepanjang vertebra servikalis IV - VI. Bentuknya menyerupai limas segitiga terpancung, dengan bagian atas lebih besar daripada bagian bawah. Batas atas laring adalah aditus laring, sedangkan batas bawahnya ialah batas kaudal kartilago krikoid.2 Bangunan kerangka laring tersusun dari satu tulang, yaitu tulang hioid, dan beberapa buah tulang rawan. Tulang hioid berbentuk seperti huruf U, yang permukaan atasnya dihubungkan dengan lidah, mandibula, dan tengkorak oleh tendo-tendo dan otot-otot. Tulang rawan yang menyusun laring adalah kartilago epiglotis, kartilago aritenoid, kartilago kornikulata, kartilago kuneiformis, dan kartilago tritisea. Kartilago krikoid dihubungkan dengan kartilago tiroid oleh ligamentum krikotiroid.2

Gambar 1. Anatomi Laring (http://academic.kellog.edu)

Gambar 2. Kartilago tritisea ( http://www.wikimd.org )

Daerah subglotik adalah rongga laring yang terletak di bawah plika vokalis. Vestibulum laring ialah rongga laring yang terdapat di atas plika ventrikularis. tumor baik tumor jinak ataupun ganas. batas bawahnya ialah bidang yang melalui pinggir bawah kartilago krikoid. bila terangsang mudah terjadi edema dan akan terbentuk jaringan granulasi bila rangsangan berlangsung lama. disebut rima glotis. tampak dorsal ( http://www. . Antara plika vokalis dan plika ventrikularis. sedangkan antara kedua plika ventrikularis. Batas depannya ialah epiglotis. Keistimewaan jaringan ini ialah.2 Interarytenoid Area Gambar 3. trauma. batas belakang ialah. maka terbentuklah plika vokalis (pita suara asli) dan plika ventrikularis (pita suara palsu).Rongga Laring Batas atas rongga laring ialah aditus laring. pada tiap sisinya disebut ventrikulus laring Morgagni. kematian terjadi dalam beberapa menit atau jam setelah usaha ventilasi maksimal tidak dapat mempertahankan ventilasi alveolus yang normal. batas-batas laring. yang disebut konus elastikus. dan subglotik.org) OBSTRUKSI LARING Obstruksi laring adalah keadaan tersumbatnya laring yang dapat disebabkan oleh radang. benda asing (korpus alienum). Daerah ini disebut supraglotik. batas lateralnya adalah plika ariepiglotika dan tuberkulum kuneiformis. Bidang antara plika vokalis kiri dan kanan.gbmc. Dengan adanya lipatan mukosa pada ligamentum vokale dan ligamentum ventrikulare. alergi (edema angioneurotik) dan kelumpuhan nervus rekuren bilateral. Pada pasien yang lelah. Mukosa di daerah subglotik merupakan jaringan ikat jarang. tuberkulum kornikulata Santorini dan insisura interaritenoidea. disebut rima vestibuli. yaitu vestibulum laring. Plika vokalis dan plika ventrikularis membagi rongga laring dalam 3 bagian. Obstruksi laringotrakea ditandai dengan meningakatnya usaha ventilasi untuk mempertahankan batas normal ventilasi alveolus sampai terjadi kelelahan. Aditus Laring. Obstruksi jalan napas yang jelas di laringotrakea sangat berbeda dengan penyakit paru obstruktif menahun. glotik.

frekuensi pernapasan. derajat sianosis. PENYAKIT INFEKSI PADA LARING Croup Croup adalah suatu penyakit infeksi laring yang berkembang cepat. Antibiotik seharusnya tidak boleh ditunda. Udara dingin dan lembab juga perlu diberikan. tidak serak dan cenderung tidak disertai dengan batuk croupy. Pemantauan croup termasuk denyut nadi. Pasien perlu diamati secara cermat dan dipertimbangkan untuk trakeostomi atau intubasi. seringkali berakibat fatal dalam beberapa jam ( 6-12 jam) tanpa terapi. croup terutama menyerang pada anak di bawah usia 6 tahun. Anak dengan epiglotitis cenderung duduk dengan mulut terbuka dan dagu mengarah ke depan. cemas. karena secara klinis sulit untuk membedakan jenis croup dan perjalanan penyakit dapat sangat cepat. Terapi antibiotik terhadap Haemophilus dan Staphylococcus dimulai sambil menunggu hasil biakan. terutama bila terdapat kenaikan titer. Steroid diberikan dalam dosis tinggi untuk mengurangi inflamasi. Walaupun dapat terjadi pada usia berapapun. tetapi berguna jika organisme tersebut resisten terhadap terapi awal itu. Karena nyeri untuk menelan. Jika pasien dapat tidur. dan berarti proses inflamasi telah menyebabkan pembengkakan epiglotis yang nyata. Indikasi bantuan pernapasan adalah kemunduran meskipun telah diberikan kelembaban. derajat kegelisahan dan kecemasan. Pada epiglotitis. Kolaps merupakan akibat perluasan inflamasi sepanjang mulut esofagus. namun kemungkinan besar mengalami disfagia. retraksi dan sianosis namun terdapat beberapa perbedaan ringan. namun epiglotitis cenderung lebih hebat. Etiologi Pada supraglotitis akut etiologinya seringkali. derajat retraksi dan kemunduran pasien secara menyeluruh. Diagnosis Diagnosis biasanya dibuat berdasarkan penemuan klinis dan riwayat perjalanan penyakit. kedua penyakitnya tampak serupa dimana pasien gelisah. Croup dapat dibedakan menjadi laringitis supraglotis (epiglotitis) akut dan laringitis subglotis akut. Sebaliknya. foto Rontgen jaringan lunak leher dapat memperlihatkan pembengkakan yang khas pada daerah supraglotik memenuhi saluran nafas. sebaiknya dengan uap air berukuran partikel terkecil. maka anak cenderung mengiler. bahkan pada dewasa. Sedangkan pada langiritis subglotis akut etiologinya seringkali adalah virus. Sedangkan pada laringitis subglotis akut foto Rontgen lateral leher akan memperlihatkan penyempitan di infraglotik. Meskipun keduanya dapat bersifat akut dan berat. stridor. Pada laringitis subglotis akut. denyut nadi diatas .3 Penatalaksanaan Pemberian cairan intravena dimulai untuk mencegah dehidrasi dan pengeringan sekret. antibiotik dan steroid. frekuensi pernapasan diatas 40 kali/menit. Manifestasi Klinis Secara klinis. Manfaatnya sedikit untuk perencanaan terapi awal. kadar serum antibodi mungkin menolong untuk mendiagnosis adanya infeksi virus. Disfagia pada epiglotitis dapat merupakan pertanda kolaps. bantuan jalan napas tidak diperlukan. Sedangkan perjalanan penyakit dari langiritis subglotis akut berlangsung dalam beberapa hari (2-3 hari) hingga beberapa minggu. penggunaan otot asesorius pada pernapasan. Apusan dan biakan dari sekret laring harus dilakukan untuk menentukan organisme penyebab. menimbulkan stridor dan obstruksi jalan nafas.ETIOLOGI 1.

Tulang rawan laring dan persendiannya dapat mengalami fraktur dan dislokasi. atau fraktur tulang-tulang rawan laring hingga mengakibatkan udara pernapasan akan keluar dan masuk ke a. d. c. Hal ini sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari seperti leher terpukul oleh tangkai pompa air. yang akan diikuti dengan terbentuknya emfisema subkutis di daerah leher. Trauma otogen akibat pemakaian suara yang berlebihan (vokal abuse) misalnya akibat berteriak. Gejala awal mungkin disertai dengan tanda-tanda klinis berikut: 1) deformitas leher. 5) nyeri pada leher. atau parese pita suara. 4) krepitasi tulang. fibrosis. dan lisol) yang terhirup. atau bernyanyi dengan suara keras. pembuluh darah. nekrosis tulang rawan. Infeksi sekunder melalui robekan ini dapat menyebabkan selulitis. . abses.dan luka tembak. atau pemasangan pipa nasogaster). Selain itu mukosa faring dan laring mudah robek. atau fistel. Jika anak kolaps. 3) nyeri tekan laring. atau usaha bunuh diri dengan menggantung diri (strangulasi) atau seseorang pengendara motor terjerat tali di jalan (clothesline injury). Trauma tumpul pada daerah leher selain dapat merusak struktur laring juga menyebabkan cedera pada jaringan lunak seperti otot. hematoma. berkelahi. 2.2. Gejala-gejala berikut menunjukkan adanya kelainan pda struktur laring: 1) meningkatnya obstruksi jalan napas dengan adanya sesak napas (dispnoe). natrium hipoklorit.2 Patofisiologi Trauma laring dapat menyebabkan edema dan hematoma di plika ariepiglotika dan plika ventrikularis. laserasi. 2) emfisema subkutis. Trauma akibat luka bakar oleh panas (gas atau cairan yang panas) dan kimia (cairan alkohol. dapat menimbulkan terbentuknya jaringan granulasi. 2) disfonia atau afonia. Trauma akibat radiasi pada pemberian radioterapi tumor ganas leher. dan perikondritis yang mengakibatkan penyempitan lumen laring dan trakea. Emfisema subkutis terjadi bila ada robekan mukosa laring atau trakea. komplikasi trakeostomi atau krikotirotomi) dan mekanik internal (akibat tindakan endoskopi. dan kegelisahan serta retraksi yang makin hebat mengindikasikan perlunya bantuan pernapasan. intubasi endotrakea.3 Suara serak (disfoni) atau suara hilang (afoni) timbul bila terdapat kelainan pita suara akibat trauma seperti edema. dan akhirnya stenosis. Robekan mukosa yang tidak dijahit dengan baik. gunakan respirator ambu bertekanan positif untuk memaksa oksigen melalui jalan napas yang edematosa.2 Gejala Klinik Pasien trauma laring sebaiknya dirawat untuk observasi dalam 24 jam pertama. TRAUMA Trauma Laring Trauma pada laring dapat berupa trauma tumpul atau trauma tajam akibat luka sayat. luka tusuk. trauma tajam. 3) batuk. 6) disfagia dan odinofagia. menjerit keras. leher membentur dash board dalam kecelakaan mobil. oleh karena jaringan submukosa di daerah ini mudah membengkak. amoniak. Timbulnya gejala stridor yang perlahan-lahan yang makin menghebat atau timbul mendadak sesudah trauma merupakan tanda adanya sumbatan jalan napas.160 kali/menit. 4) hemoptisis dan hematemesis. dll. saraf. Kerusakan pada perikondrium dapat menyebabkan hematoma. b. tertendang atau terpukul waktu berolah raga bela diri. dicekik. yang diikuti oleh infeksi sekunder. Ballanger membagi penyebab trauma laring atas: Trauma mekanik eksternal (trauma tumpul.

Untuk mencegah infeksi dan tetanus dapat diberikan antibiotika dan serum anti tetanus. Setelah trakeostomi barulah dilakukan eksplorasi untuk mencari dan mengikat pembuluh darah yang cedera serta memperbaiki struktur laring dengan menjahit mukosa dan tulang rawan yang robek.jaringan subkutis leher Emfisema leher dapat meluas sampai ke daerah muka. Tindakan yang segera harus dilakukan ialah trakeostomi dengan menggunakan kanul trakea yang memakai balon.Luka terbuka dapat disebabkan oleh trauma tajam pada leher setinggi laring. mukosa dan tulang rawan yang bergeser dan paralisis pita suara. dan peluru. Tindakan intubasi endotrakea tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan kerusakan struktur laring yang lebih parah. TUMOR Tumor jinak laring tidak banyak ditemukan. Tumor jinak laring dapat berupa papiloma laring. sehingga tidak terjadi aspirasi darah. karena hanya kurang lebih 5% dari semua jenis tumor laring.2 Diagnosis Terdapatnya salah satu manifestasi klinik di atas merupakan dasar perkiraan adanya trauma yang berat dan merupakan indikasi untuk melakukan pemeriksaan laringoskopi tak langsung.2 3. Diagnosis ini penting untuk menentukan sikap selanjutnya. Papiloma laring merupakan tumor jinak laring yang paling banyak frekuensinya. misalnya oleh pisau. berwarna putih kelabu dan kadang-kadang kemerahan. Diagnosis luka terbuka di laring dapat ditegakkan dengan adanya gelembung-gelembung udara pada daerah luka.2. dan stenosis laring dan trakea. yang tergantung pada keadaan klinisnya. laringoskopi langsung dan bronkoskopi untuk menentukan adanya edema. apakah perlu dilakukan eksplorasi atau cukup dengan pengobatan konservatif dan observasi saja. Dapat pula tumbuh di plika ventrikularis atau aritenoid. Kadang-kadang pasien dengan luka terbuka pada laring meninggal sebelum mendapat pertolongan. Penatalaksanaan luka terbuka pada laring terutama ditujukan pada perbaikan saluran napas dan mencegah aspirasi darah ke paru. diagnosis luka tertutup pada laring lebih sulit. . Rontgen foto leher dan dada harus dilakukan untuk mendeteksi adanya fraktur laring dan trauma trakea. adenoma. Jaringan tumor ini sangat rapuh dan kalau dipotong tidak menyebabkan perdarahan. Sifat yang menonjol dari tumor ini ialah sering tumbuh lagi setelah diangkat.Tumor ini dapat tumbuh pada pita suara bagian anterior atau daerah subglotik. Secara makroskopik bentuknya seperti buah murbei. mioblastoma sel granuler. kondroma. hemangioma.2 Komplikasi Komplikasi trauma laring dapat terjadi apabila penatalaksanaanya kurang tepat dan cepat. oleh karena udara yang keluar dari trakea. Berbeda dengan luka terbuka. oleh karena perdarahan atau terjadinya asfiksia. lipoma dan neurofibroma. mungkin diperlukan tindakan trakeostomi.3 Penatalaksanaan Sebagai terapi awal pada trauma laring akut ialah dengan mempertahankan aliran udara adekuat. dada. Kemudian dilanjutkan dengan penilaian terhadap trauma dan menentukan apakah terapi definitif harus dilakukan dengan segera atau perlu ditunda. sehingga operasi pengangkatan harus dilakukan berulang-ulang. jaringan parut. celurit. dan abdomen dan pada perabaan terasa sebagai krepitasi kulit. hematoma. Komplikasi yang dapat timbul antara lain: Terbentuknya jaringan parut dan terjadinya stenosis laring Paralisis nervus rekuren Infeksi luka dengan akibat terjadinya perikondritis. Gejala khasnya berupa disfonia dan apabila papiloma telah menutup rima glotis maka timbul sesak nafas dengan stridor yang dapat bertambah hebat sampai terjadi sumbatan total jalan napas.

yakni pembedahan. tanda. Oleh karena sering tumbuh lagi. darah atau bekuan darah. karena teknik sulit untuk mentukan batas tumor. KORPUS ALIENUM Benda asing di dalam suatu organ ialah benda yang berasal dari luar tubuh atau dari dalam tubuh. yang sering dilakukan adalah laringektomi totalis karena beberapa pertimbangan. jarum. cairan amnion. cepat dan radikal. gejala. Benda asing endogen dapat berupa sekret kental. yg dalam keadaan normal tidak ada. palpasi dan pemeriksaan radiologik . makan sambil bermain (pada anak). Benda asing yang berasal dari luar tubuh. alkoholisme). perkijuan. radiasi. peniti. maka ditentukan tindakan yang akan diambil sebagai penanggulangannya. kondisi sosial. membran difteri. (antara lain meletakan benda asing dimulut. batu dan lain-lain. pemeriksaan fisik dengan auskultasi. disebut benda asing eksogen. Terapi terhadap penyebabnya belum memuaskan. disebut benda asing endogen. (antara lain keadaan tidur.Terapi Ekstirpasi papiloma dengan bedah mikro atau juga dengan sinar laser. Faktor kecorobohan. Sebagai patokan dapat dikatakan stadium 1 dikirim untuk mendapatkan radiasi. Ada 3 cara penanggulangan yang lazim dilakukan. faktor personal (umur. kesadaran menurun. proses menelan yg belum sempurna pada anak. cair atau gas. ukuran dan bentuk serta sifat benda asing. stadium 4 dilakukan operasi dengan rekonstruksi. Jenis pembedahan adalah laringektomi totalis ataupun parsial. bronkolit. seperti kacang-kacangan (yg berasal dari tumbuh-tumbuhan). Benda asing eksogen terdiri dari benda padat. yaitu cairan dengan pH 7. pekerjaan. tempat tinggal). maka tindakan ini diulangi berkali-kali. kegagalan mekanisme proteksi yang normal. 2 4. tulang (yg berasal dari kerangka binatang) dan zat anorganik seperti paku.ada tumor ganas laring setelah diagnosis dan stadium tumor ditegakkan. memberikan kacang atau permen pada anak yang gigi molarnya belum lengkap. Tidak dianjurkan memberikan radioterapi. tiba-tiba timbul “choking” (rasa tercekik). bila masih memungkinkan atau dikirim untuk mendapatkan radiasi. 2 Etiologi & faktor predisposisi Faktor yang mempermudah terjadinya aspirasi benda asing kedalam saluran napas antara lain. bila dikelola dengan tepat. krusta. oleh karena papiloma dapat berubah menjadi ganas. mekonium dapat masuk ke dalam napas saluran bayi pada saat proses persalinan. jenis kelamin. seperti zat kimia. disamping harga obat ini yang relatif mahal. obat sitostatika ataupun kombinasinya tergantung pada stadium penyakit dan keadaan umum pasien. sehingga tidak terjangkau oleh pasien. karena sampai sekarang etiologinya belum diketahui dengan pasti. dan benda cair non-iritatif. bahwa tumor laring ini mempunyai prognosis yang paling baik di antara tumor-tumor daerah traktur aerodigestivus. Benda asing eksogen cair dibagi dalam benda cair yg bersifat iritatif. stadium 2 dan 3 dikirim untuk dilakukan operasi. Selain itu dilakukan juga diseksi leher radikal bila terdapat penjalaran ke kelenjar limfa leher. Kadang-kadang dalam seminggu sudah tampak papiloma tumbuh lagi. Sedangkan yang berasal dari dalam tubuh. Benda asing eksogen padat terdiri dari zat organik.Pemakaian sitostatika belum memuaskan. nanah. makan atau minum tergesa-gesa. tergantung lokasi dan penjalaran tumor. biasanya jadwal pemberian sitostatika tidak sampai selesai karena keadaan umum memburuk. sedangkan laringektomi parsial jarang dilakukan. Diagnosis Diagnosis klinis benda asing disaluran napas ditegakan berdasarkan anamnesis adanya riwayat tersedak sesuatu. biasanya masuk melalui hidung atau mulut. Para ahli berpendapat.4.

Pada anak dengan sumbatan total pada laring. benda asing masuk ke dalam laring ialah pada waktu inspirasi. karena sebelum 24 jam kejadian belum menunjukan gambaran radiologis yang berarti. sehingga diharapkan benda asing dapat dibatukkan ke luar. sianosis. Pemeriksaan penunjang Pada kasus benda asing disaluran napas dapat dilakukan pemeriksaan radiologik dan laboratrium untuk membantu menegakkan diagnosis. Gejala dan tanda . Gambaran emfisema tampak sebagai pergeseran mediastinum ke sisi paru yang sehat pada saat ekspirasi (mediastinal shift) dan pelebaran interkostal. Gejala dan tanda ini jelas bila benda asing masih tersangkut di laring. . dapat mengevaluasi pada saat ekspirasi dan inspirasi dan adanya obstruksi parsial. diibaratkan sebagai botol plastik yang tertutup. Karena benda asing dibronkus utama atau lobus. Benda asing yg bersifat radioopak dapat dibuat Rö foto segera setelah kejadian. Diagnosis pasti benda asing disaluran napas ditegakan setelah dilakukan tindakan endoskopi atas indikasi diagnostik dan terapi. disfonia sampai afonia. dengan menekan botol itu. serta perlu untuk menilai bronkiektasis akibat benda asing yang lama berada di bronkus Pemeriksaan laboratorium darah diperlukan untuk mengetahui adanya gangguan keseimbangan asam basa serta tanda infeksi traktus trakeobronkial. Pemeriksaan radiologik leher dalam posisi tegak untuk penilaian jaringan lunak leher dan pemeriksaan toraks postero anterior dan lateral sangat penting pada aspirasi benda asing. Emfisema obstruktif merupakan bukti radiologik pada benda asing di saluran napas setelah 24 jam benda teraspirasi. kemudian daerah punggung/tengkuk dipukul. 2 Penatalaksanaan Pasien dengan benda asing di laring harus diberi pertolongan dengan segera. Cara lain untuk mengeluarkan benda asing yang menyumbat laring secara total ialah dengan cara perasat dari Heimlich (Heimlich maneuver). pemeriksaan paru sangat membantu diagnosis. maka sumbatnya akan terlempar ke luar. mengi. Menurut teori heimlich. batuk yang disertai sesak (croupy cough). Pemeriksaan toraks lateral dilakukan dengan lengan di belakang punggung. kepala ke bawah. odinofagia.sebagai pemeriksaan penunjang. Dengan demikian paru penuh oleh udara. dapat juga benda asing sudah turun ke trakea. Video Fluoroskopi merupakan cara terbaik untuk melihat saluran napas secara keseluruhan. dapat dilakukan pada anak maupun orang dewasa. hemoptisis. dapat dicoba dengan menolongnya dengan memegang anak dengan posisi terbalik. sedangkan benda asing radiolusen (seperti kacang-kacangan) dibuat Rö foto setelah 24 jam kejadian.Sumbatan tidak total di laring dapat menyebabkan gejala suara parau. karena asfiksia dapat terjadi dalam waktu hanya dalam beberapa menit. dan rasa subyektif dari benda asing (pasien akan menunjuk lehernya sesuai dengan letak benda asing itu tersangkut) dan dispne dengan derajat bervariasi. Bronkogram berguna untuk benda asing radiolusen yang berada diperifer pada pandangan endoskopi. leher dalam fleksi dan kepala ekstensi untuk melihat keseluruhan jalan napas dari mulut sampai karina. tetapi masih meninggalkan reaksi laring oleh karena edema laring.

d. Biasanya ada indikasi operasi fiksasi pita suara di posisi abduksi pada paralisis n. pusat pernapasan paralitik karena hiperkapnea. suntikan antibiotika dan makanan. Pada keadaan parah. mengirup atau menelan alergen. tampak sangat ketakutan dan sianosis. akhirnya meninggal karena asfiksia. ALERGI Edema Angioneurotik Edema angioneurotik mukosa laring adalah salah satu penyebab obstruksi laring yang biasanya disebabkan oleh alergi. Cekungan-cekungan diatas bertambah jelas. pasien sangat gelisah dan dispnea. stridor pada waktu inspirasi dan pasien masih tenang. Cekungan yang terdapat pada waktu inspirasi di suprasternal. Pasien sudah mulai gelisah. b. Edema laring angioneurotik akuta dapat mengobstruksi saluran pernapasan setelah respon imun humoral akut terhadap berbagai antigen seperti sengatan lebah. Pemeriksaan Kadang-kadang kerentanan individu dapat dibuktikan dengan mendeteksi C1 esterase di dalam darah Penatalaksanaan Diindikasikan suntikan epinefrin. e. Gejala dan tanda sumbatan laring adalah : Suara serak (disfoni sampai afoni) Sesak napas (dispnea) Stridor (napas berbunyi) yang terdengan pada waktu inspiras. Gejalanya berupa suara parau yang progresif setelah kontak dengan. Gelisah karena pasien haus udara (air hunger) Warna muka pucat dan terakhir menjadi sianosis karena hipoksia Jackson membagi sumbatan laring yang progresif dalam 4 stadium dengan tanda dan gejala: Stadium 1. . epigastrium juga terdapat di infraklavikuladan sela-sela iga. Cekungan tampak pada waktu inspirasi di suprasternal. Pasien lemah dan tertidur. MANIFESTASI KLINIS a. Stadium 2. Laringeus rekurens menyebabkan sesak nafas sebab celah suara cukup sempit karena kedua pita suara tidak dapat abduksi pada inspirasi sehingga menetap pada posisi paramedian. Stadium 3. Stridor terdengar pada waktu inspirasi. epigastrium. KELUMPUHAN NERVUS REKUREN BILATERAL Paralisis ini kebanyakan disebabkan oleh proses pembedahan tiroid.terutama total tiroidektomi. oksigen dan selanjutnya penyelidikan alergi tindak lanjut. Cekungan pada waktu inspirasi di daerah suprasternal makin dalam. Cekungan itu terjadi sebagai upaya dari otot-otot pernapasan untuk mendapatkan oksigen yang adekuat. ditambah lagi dengan timbulnya cekungan di daerah epigastrium. pasien sangat gelisah. Jika keadaan ini berlangsung terus maka pasien maka akan kehabisan tenaga. supraklavikula dan interkostal. Kadang pita suara cenderung bertaut pada inspirasi sehingga penderita harus diselamatkan dengan intubasi dan trakeostomi. Laringeus rekurens bilateral. c. Cekungan selain di daerah suprasternal. f.Paralisis bilateral n.5. Penyebab lainnya yang jarang adalah karena pertumbuhan tumor tiroid yang malignan. diperlukan krikotiroidotomi maupun trakeostomi untuk menyelamatkan jiwa 6. tanpa tanda infeksi. Stadium 4. Stridor terdengar pada waktu inspirasi dan ekspirasi.

antibiotika.Intubasi endotrakea dan trakeostomi dilakukan pada pasien dengan sumbatan laring stadium 2 dan 3. sedangkan jika ruangan perawatan intensif tidak tersedia sebaiknya dilakukan trakeostomi . Tindakan operatif atau resusitasi untuk membebaskan saluran napas ini dapat dengan cara memasukan pipa endotrakea melalui mulut (intubasi orotrakea) atau melalui hidung (intubasi nasotrakea). pemeriksaan klinis dan laringoskopi. sedangkan krikotirotomi dilakukan pada sumbatan laring stadium 4. dan pada anak laringoskopi langsung PENANGGULANGAN SUMBATAN LARING Tindakan konservatif dengan pemberian antiinflamasi. antialergi. Tindakan opertaif atau resusitasi dpat dilakukan berdasar analisis gas darah (pemeriksaan Astrup). serta pemberian oksigen intermitten dilakukan pada sumbatan laring stadium 1 yang disebabkan peradangan. membuat trakeostomi atau melakukan krikotirotomi.DIAGNOSIS Diagnosis ditegakkan dengan anamnesis. maka intubasi endotrakea merupakan pilihan pertama. Pada orang dewasa dilakukan laringoskopi tidak langsung. Bila fasilitas tersedia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful