MEKANISME KERJA HORMON MUTIARA INDAH Fakultas Kedokteran Bagian Biokimia Universitas Sumatera Utara I.

PENDAHULUAN Organisme multiseluler memerlukan mekanisme untuk komunikasi antar sel agar dapat memberi respon dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan eksterna dan interna yang selalu berubah. Sistem Endokrin dan susunan saraf merupakan alat utama dimana tubuh mengkomunikasikan antara berbagai jaringan dan sel. Sistem saraf sering dipandang sebagai pembawa pesan melalui sistem struktural yang tetap. Sistem Endokrin dimana berbagai macam” hormon “disekresikan oleh kelenjar spesifik , diangkut sebagai pesan yang bergerak untuk bereaksi pada sel atau organ targetnya (definisi klasik dari hormon).Kata hormon berasal dari istilah Yunani yang berarti membangkitkan aktifitas. I. 1. SEKRESI HORMONAL Hormon merupakan mediator kimia yang mengatur aktivitas sel / organ tertentu. Dahulu sekresi hormonal dikenal dengan cara dimana hormon disintesis dalam suatu jaringan diangkut oleh sistem sirkulasi untuk bekerja pada organ lain disebut sebagai fungsi Endokrin Ini bisa dilihat dari sekresi hormon Insulin oleh pulau β Langerhans Pankreas yang akan dibawa melalui sirkulasi darah ke organ targetnya sel-sel hepar. Sekarang diakui hormon dapat bertindak setempat di sekitar mana mereka dilepaskan tanpa melalui sirkulasi dalam plasma di sebut sebagai fungsi Parakrin, digambarkan oleh kerja Steroid seks dalam ovarium, Angiotensin II dalam ginjal, Insulin pada sel α pulau Langerhans.Hormon juga dapat bekerja pada sel dimana dia disintesa disebut sebagai fungsi Autokrin. Secara khusus kerja autokrin pada sel kanker yang mensintesis berbagai produk onkogen yang bertindak dalam sel yang sama untuk merangsang pembelahan sel dan meningkatkan pertumbuhan kanker secara keseluruhan.

©2004 Digitized by USU digital library

1

Gambar 1. Sintesis Hormon

Gambar 1.1. Sekresi Hormon

©2004 Digitized by USU digital library

2

Reseptor untuk hormon Glukokortikoid mempunyai beberapa domain fungsionalyaitu: 1.Hal ini dapat melibatkan reaksi modifikasi seperti fosforilasi dan dapat mempunyai pengaruh pada ekspresi gen dan kadar ion. maka peristiwa-peristiwa komunikasi intraseluler dimulai. juga antar hormon dengan molekul lain. Regio yang mengikat protein renjatan panas tanpa adanya ligand ( Gambar 2) ©2004 Digitized by USU digital library 3 . Interaksi hormon dengan reseptor permukaan sel akan memberikan sinyal pembentukan senyawa yang disebut sebagai second messenger (hormon sendiri dianggap sebagai first messenger) Jika hormon sudah berinteraksi dengan reseptor spesifiknya pada sel-sel target. Sedikitnya dua regio yang bertanggung jawab atas translokasi reseptor dari sitoplasma ke nukleus 5..1. Domain pengenal akan mengikat hormon 2. RESEPTOR HORMON Konsentasi hormon dalam cairan ekstrasel sangat rendah berkisar 10-15 –10-9. Regio skunder menghasilkan (tranduksi) signal yang merangkaikan pengaturan beberapa fungsi intrasel Reseptor hormon Steroid dan Thyroid membentuk suatu superfamili yang besar dari faktor transkripsi. Regio pengikatan DNA yang berdekatan 3. Sedikitnya dua regio yang mengaktifkan transkripsi gen 4.II. Disini termasuk juga reseptor untuk vitamin D dan Asam retinoid. Sel target harus membedakan antara berbagai hormon dengan konsentrasi yang kecil. Regio pengikat hormon dalam bagian terminal karboksil 2.Derjad pembeda dilakukan oleh molekul pengenal yangterikat pada sel target disebut Reseptor →Reseptor Hormon: Molekul pengenal spesifik dari sel tempat hormon berikatan sebelum memulai efek biologiknya Umumnya pengikatan Hormon Reseptor ini bersifat reversibel dan nonkovalen Reseptor hormon bisa terdapat pada permukaan sel (membran plasma) atau pun intraselluler.Struktur Reseptor Hormon Setiap reseptor hormon mempunyai sedikitnya dua daerah domain fungsional yaitu : 1. Peristiwa-peristiwa ini hanya memerlukan dilepaskannya zat-zat pengatur II.

Struktur reseptor dari superfamili hormon Thyroid-Steroid Bagian atas adalah klasifikasi domain beberapa fungsi domain individual bagian bawah adalah contoh-contoh reseptor dengan berbagai domain digambarkan dalam skala Reseptor hormon Thyroid α2 dan faktor transkripsi COUP (Chicken Ovalbumin Upstream Promoter) diperlihatkan sebagai pembanding dan mewakili kelompok yang diperkirakan tidak mengikat suatu hormon Reseptor Insulin berupa heterotetramer (α2β2) terikat lewat ikatan disulfida yang multipel : .Subunit ekstramembran akan mengikat insulin .Reseptor untuk ANF yang memiliki aktifitas guanilil siklase juga termasuk dalam kelas ini. EGF . ©2004 Digitized by USU digital library 4 .Gambar 2. umumnya serupa dengan dengan reseptor insulin ini. LDL.Subunit perentang membran akan mentransduksi sinyal yang mungkin terjadi lewat komponen tirosin kinase pada bagian sitoplasmik polipeptida ini Reseptor IGF.

gambaran berbagai jenis reseptor membran dengan contoh masingmasing III.Hormon yang berikatan dengan hormon dengan reseptor intraseluler 2.Ca . Hidrofilik : kelompok hormon yang dapat larut dalam air • Berdasarkan lokasi reseptor hormon 1.Golongan Eikosanoid yaitu dari asam arachidonat 3.GH.Hormon yang berikatan dengan reseptor permukaan sel (plasma membran) • Berdasarkan sifat sinyal yang mengantarai kerja hormon di dalam sel:kelompok Hormon yang menggunakan kelompok second messenger senyawa 2+ cAMP.TSH • Berdasarkan sifat kelarutan molekul hormon 1.Katekolamin 4. lokasi reseptor dan sifat sinyal yang mengantarai kerja hormon di dalam sel • Klasifikasi hormon berdasarkan senyawa kimia pembentuknya 1.cGMP. Fosfoinositol.Golongan Steroid→turunan dari kolestrerol 2. sifat kelarutan. Lipofilik : kelompok hormon yang dapat larut dalam lemak 2. Lintasan Kinase sebagai mediator intraseluler ©2004 Digitized by USU digital library 5 .Glukagon.Golongan derivat Asam Amino dengan molekul yang kecil →Thyroid. KLASIFIKASI HORMON Hormon dapat diklasifikasikan melalui berbagai cara yaitu menurut komposisi kimia.Reseptor hormon polipeptida yang mentransduksikan sinyal melalui pengubahan kecepatan produksi cAMP ditandai dengan adanya tujuh buah domain yang merentangkan membran plasma (Gambar 3) Gambar 3.Golongan Polipeptida/Protein →Insulin.

bahwa Epineprin terikat pada membran plasma eritrosit burung merpati dan meningkatkan cAMP. Fosfotidilinositol.Diikuti oleh berbagai macam percobaan ditemukan bahwa cAMP ternyata mengantarai efek metabolik banyak hormon.Protein.Retinoid Lipofilik/Hidrofobik Ada Golongan II Membran plasma Polipeptida.Klasifikasi Hormon Berdasar Lokasi Reseptor Hormon Golongan I Reseptor Tipe Solubilitas Protein pengangkut Usia paruh Mediator Kompleks hormon Reseptor Second messenger berupa : cAMP. Lintasan Kinase Panjang (Berjam-jam/berhari-hari) Pendek (menit) Intraseluler Steroid.Glikoprotein Hidrofilik/Lipofobik Tidak ada IV. Senyawa second messenger yang diaktivasi oleh pengikatan antara hormon dengan reseptor spesifiknya di membran plasma didata dalam tabel di bawah ini ©2004 Digitized by USU digital library 6 .Ca2+.Konsep second messenger timbul dari pengamatan Earl Sutherland dan rekan-rekan. Kelompok Hormon yang Berikatan dengan Reseptor Permukaan Sel Kelompok hormon ini terdiri dari hormon-hormon yang bersifat larut dalam air dan terikat pada membran plasma sel sasaran.cGMP.Ta Tabel 1.Yodotironin.Kalsitriol. Hormon-hormon ini akan berkomunikasi dengan proses meabolisme intraselluler melalui senyawa yang disebut sebagai second messenger.

Makrofage-coloni stimulating faktor(M-CSF). platelet Leukotrien. Opiod.Tabel 2. Mg2+ ATP Adenilat siklase cAMP mempunyai peranan yang sangat menentukan dalam proses kerja sejumlah hormon. adrenergik α1. Asetilkolin. PGF2α. Dopamin.GnRH. Vasopresin.Glukagon. Vasopresin. Bradikinin.Dopamin Fosfotidilinositol. TRH.1.Contoh-contoh second messenger untuk berbagai hormon Sistem cAMP Perangsangan: adrenergik β.FSH. GRH. PTH Penghambatan: adrenergik α2. LH. Ca2+ PTH Tirosin Kinase derived growth faktor(PDGF) cGMP Endothelium-derived releasing factor (EDRF). Asetilkolin(muskarinik). TSH. ACTH. CG.ANF. Asetilkolin Insulin.Ddan I).Endotelin. Somatostatin. Prostaglandin(E. Endoperokside. TXA2. IV. cAMP SEBAGAI SECOND MESSENGER cAMP merupakan second messenger yang dibentuk dari senyawa ATP oleh kerja enzim Adenilat Siklase dengan adanya Mg2+ yang membentuk suatu kompleks dengan ATP untuk bertindak sebagai substrat untuk reaksi.Epineprin meningkatkan kadar cAMP yang tinggi di dalam sel-sel otot dan perubahan yang relatif kecil dalam sel-sel hati cAMP + PPi + H+ ©2004 Digitized by USU digital library 7 .

Toksin dari adenilat siklase melalui aktivitas ©2004 Digitized by USU digital library 8 .χ . Subunit α dapat juga merupakan ADP ter-ribosilasi sebagai respon terhadap toksin Kolera yang mengaktivasinya. sedangkan subunit α dalam Gs berbeda dengan dalam Gi diberi tanda αs dan αi Pengikatan sebuah hormon dengan reseptor meningkatkan interaksi reseptor dengan kompleks perangsang Gs .dengan demikian Pertusis dapat memblokir inaktivasi ribosiltransferase-ADP pada subunit αi αs dibekukan dalam bentuk aktif.β.Subunit β dan χ dalam Gs identik dengan dalam Gi.Dalam menimbulkan proses tersebut akan membuat inaktif enzim GTPase.cAMP N NH2 N N 5' C N O H2 4' H H OH 1' O P O H 3' O O- 2' H Sistem Adenilat siklase Enzim Adenilat Siklase berada pada permukaan internal membran plasma mengkatalisasi pembentukan cAMP dari ATP Aktifitas enzim Adenilat Siklase ↑ dengan pengantara : • • jumlah cAMP↑ Pengaturan aktivasi dan inaktivasi enzim Adenilat siklase oleh hormon berlangsung Reseptor spesifik hormon pada permukaan luar membran plasma (Rs atau Ri) Paling sedikit 2 protein pengatur nukleotida guanosin (protein G) yang tergantung GTP Protein pengatur ini diberi simbol Gs(stimulasi) dan Gi(inhibisi) yang masingmasing tersusun tiga subunit α.Dengan pengantaraan reseptor berlangsung pengikatan GTP yang tergantung pada Mg2+ oleh α dan disosiasi sekaligus β dan χ dari α.

©2004 Digitized by USU digital library 9 . inhibits G α.Gambar 4. γ. The complex of β & γ subunits G β.

fosforilase kinase ↑ cAMP ↑ → protein kinase glikogen sintase ↓ ©2004 Digitized by USU digital library 10 . → Protein G → mengikat GTP → merangsang adenilat siklase → sintesis cAMP cAMP yang terbentuk akan mengaktifkan enzim fosforilase kinase dan menginaktifkan enzim glikogen sintase melalui aktifitas protein kinase.Pengaktifan Protein Kinase oleh cAMP Dalam sel eukariot.Inhibitor fosfodiesterase.meniru atau memperpanjang kerja hormon Reseptor Adrenergik Terangkai dengan sistem Adenilat Siklase Tiga subkelompok reseptor adrenergik berhubungan dengan sistem adenilat siklase. Enzim hidrolisis ini menjamin proses pergantian sinyal yang cepat dengan demikian juga penghentian proses biologik yang cepat paling begitu stimulus adalah hormonal derivat dihilangkan. akan meningkatkan cAMP intrasel. Subunit C yang aktif mengkatalisis pemindahan P dari ATP ke residu serin atau treonin dari protein ( efek fisiologik) Fosfodiesterase Kerja yang ditimbulkan oleh hormon yang meningkatkan konsentrasi cAMP bisa diakhiri dengan sejumlah cara termasuk hidrolisis cAMP oleh fosfodiesterase. cAMP berikatan dengan Protein Kinase yaitu sebuah molekul heterotetramer terdiri atas 2 subunit regulasi dan 2 subunit katalitik. sedangkan hormon yang terikat pada reseptor α2 akan menghambat enzim ini. Kerja hormon epineprin dapat meningkatkan kadar cAMP dalam sel otot melalui pengaktifan sistem β adrenergik ini yang melalui perangkaian reseptor pada Potein G. 2 (R-2cAMP) + 2C Pengikatan cAMP menghasilkan reaksi : 4 cAMP + R2C2 Kompleks R2C2 tidak punya aktifitas enzim tetapi pengikatan cAMP dengan R memisahkan R dari C dengan demikian mengaktifkan unsur C ini.yang terkenal xantintermetilasi seperti kafein dan teofilin. Hormon yang terikat pada reseptor β1 dan β2 akan mengaktifkan enzim adenilat siklase.

IV. rangkaian proses pembekuan darah. cGMP SEBAGAI SECOND MESSENGER Merupakan senyawa second messenger yang dibentuk dari GTP oleh kerja enzim Guanilil Siklase.Hormon dan zat efektor lain dapat merangsang pelepasan ion kalsium ke dalam sitosol. Mempengaruhi aliran kalsium sel Diketahui konsentrasi Ca2+ sitosol lebih rendah dibandingkan konsentrasi Ca2+ dalam cairan ekstraseluler dan organela intraseluler. Hormon peptida ini mis:ANF akan mengaktifkan enzim guanilil siklase → cGMP ↑→ mengantarai efek hormon. diuresis. menyebabkan natriuresis.Keadaan ini dipertahankan oleh adanya pompa Ca2+ / Mg2+ ATPase dependent.natrium nitrit.Efek yang terjadi adalah pemecahan glikogen dan penghalangan pembentukan glikogen Mekanisme yang sama berlangsung di hepar oleh hormon glukagon. Kerja ini berlawanan dengan kerja hormon Insulin IV. suatu famili peptida dihasilkan dalam atrium jantung.Senyawa nitroprusida.Hormon Atriopeptin. Ca2+ Sebagai Second Messenger Secara luas kalsium terionisasi merupakan unsur regulator proses seluler termasuk kontraksi otot. Dihambat dalam media kalsium bebas atau bila kadar kalsium intrasel berkurang 2.Peristiwa ini agaknya terlibat dalam proses relaksasi otot polos dan vasodilatasi.Peran kalsium ion dalam aksi hormon diusulkan karena banyak hormon : 1. aktifitas enzim dan eksitabilitas membran dan mediator dari kerja hormon. natrium azida. Jalan utama hormon meningkatkan penambahan Ca2+ adalahmelalui stimulasi dari produksi InsP3 yang dihasilkan oleh pemecahan dari PIP2 yang diperantarai fosfolipase C ©2004 Digitized by USU digital library 11 .nitogen oksida (NO) meningkatkan cGMP dengan mengaktifkan guanilil siklase .vasodilatasi otot dan inhibisi sekresi aldosteron .3. Peningkatan cGMP akan berikatan dan mengaktifkan Protein Kinase Spesifik (Kinase G ) yang analog dengan Kinase A Enzim ini akan melakukan fosforilasi terhadap sejumlah protein otot polos .2. yang terdapat dalam bentuk larut dan terikat membran.nitrogliserin .

KA KALMODULIN Protein pengatur yang tergantung Ca2+. Gambar 5. Mekanisme kerja Ca2+ dan Kalmodulin ©2004 Digitized by USU digital library 12 .Kalmodulin mempunyai 4 tempat pengikatan Ca2+ dan pendudukan seluruh tempat mengakibatkan perubahan bentuk nyata. berkaitan dengan kemampuan kalmodulin mengaktivasi dan inaktivasi enzim. Interaksi Ca2+ dan kalmodulin secara konseptual serupa dengan pengikatan cAMP pada protein Kinase dan aktivasi selanjutnya molekul ini.

PIP2 PIP2 phospholipid (Phosphatidil dari 2+ Inositida 4. memainkan hormon tergantung Ca .5 Bisphosphat) peranan dalam merupakan aksi senyawa yang membran. Produk metabolisme PIP2 diusulkan menyediakan komunikasi antara reseptor hormon membran plasma dengan reservoir Ca2+ intrasel → mempengaruhi Ca2+ channel O O R1 C O H2C CH H2C O O C O P O− OH 2 1 R2 O H 6 OH 5 H OH 3 OH H 4 phosphatidylinositol H H H OH O O R1 C O H 2C CH H 2C O O C O P O− R2 O cleavage by Phospholipase C H 1 6 OH 2 OPO 3 2 − 5 H OH 3 OH H 4 H PIP 2 phosphatidylinositol4.IV. 4.5-bisphosphate H OPO 3 2 − H ©2004 Digitized by USU digital library 13 .

merupakan senyawa 2 + yang efektif mempengaruhi mitokhondria dan RES mengeluarkan Ca k sitoplasma OPO 3 2 − H OH 2 1 6 OPO 3 2 − 5 H OH H 3 4 OH H H OPO 3 2 − IP 3 inositol-1.Dalam aksi hormon PIP2 akan dihidrolisis menjadi dua senyawa yaitu : 1. Diasil Gliserol. 2. IP3 activates Ca++-release channels in ER membranes.5 Triphosphat (InsP3).5-trisphosphate H Gambar 6. sebahagian merupalan komponen pompa ion dan mendorong peningkatan ion kalsium sitoplasma ©2004 Digitized by USU digital library 14 . mampu mengaktifkan protein kinase sehingga terjadi fosforilasi sejumlah protein. Inositol 1.4.4.

Glikogenolisis di sel hepar .O O R1 C O H2C CH H2C OH O C R2 diacylglycerol Efek yang ditimbulkan oleh pengaktifan InsP3 : .Kontaksi otot polos ©2004 Digitized by USU digital library 15 .Pembebasan serotonin dari platelet .Sekresi adrenalin dari korteks adrenal .Agregasi dari platelet .Sekresi histamin dari mast sel .Sekresi insulin dari pankreas .

Polipeptida Pankreas ©2004 Digitized by USU digital library 16 . Hormon Pada Rangkaian Protein Kinase Beberapa reseptor hormon seperti reseptor hormon Insulin. Tirosin Fosfatase protein terfosforilasi ( Gambar 7 ) umum untuk hal ini adalah melalui domain SH2 yang berikatan dengan fosfotirosin pada mengangkat gugus fosfat tirosin mengakhiri kerja dari INSULIN Pulau Pankreas mensekresikan paling sedikit empat jenis hormon yaitu: .Isulin . EGF. 5.Mekanisme reseptor.Somastotatin . Perubahan penyesuaian yang yang ditimbulkan interaksi antara hormon dan reseptor pada reseptor ini mengaktivasi aktivitas kinase tirosin.IV. IGF memiliki aktivitas Tirosin Kinase Intrinsik. Aktifitas enzim kinase ini mengakibatkan fosforilasi substrat pada residu tirosin Aktivitas tirosin dapat pula memulai serangkaian fosforilasi .Glukagon .

progestin dalam jumlah yang berlebihan juga meningkatkan sekresi insulin 4.Disini terjadi proses pembelahan molekul preproinsulin oleh enzim-enzim mikrosomal menghasilkan molekul proinsulin (BM kira-kira 9000).Paparanyang terus menerus dengan hormon pertumbuhan. estrogen. Asam Amino. mengandung insulin yang terdiri dari 51 asam amino . Glukosa rangsang pelepasan insulin paling poten Glukosa dapat masuk kedalam sel β pankreas secara difusi pasif yang diperantarai protein membran yang spesifik disebut Glukosa Transpoter 2 → rangsang sekresi insulin 2. kortisol.terkandung dalam rantai A 21 asam amino dan rantai B 30 asam amino serta C-Peptida . Insulin penyimpanan ) Sekresi insulin dapat berlangsung secara : Sekresi insulin basal: terjadi tanpa adanya rangsangan eksogen Ini merupakan jumlah insulin yang disekresikan dalam keadaan puasa Sekresi insulin yang dirangsang : sekresi insulin karrena adanya respon terhadap rangsang eksogen.laktogen plasenta. Faktor hormonal Preparat β adrenergik merangsang pelepasa insulin yang mungkin dengan cara peningkatan cAMP intrasel. Sejumlah zat yang terlibat dalam pelepasan insulin disini adalah : 1. Proinsulin diangkut ke badan golgi dimana berlangsung proses pengemasan menjadi granula-granula sekretorik berlapis klatrin.500.Granula-granula ini matang. Preproinsulin suatu peptida rantai panjang dengan BM 11. Asam lemak. Rangkain pemandu/sequence yang bersifat Hydropfobik berfungsi untuk signal mengarahkan molekul ini ke endoplasma retikulum dan kemudian dikeluarkan. Preparat farmalologik : • Senyawa Sulfonilurea • Tolbutamid disekresikan dari pankreas 40-50 unit/hari (15-20% dari ©2004 Digitized by USU digital library 17 . Insulin disekresikan sebagai preproinsulin .Gen insulin manusia terdapat pada lengan pendek dari kromoson 11. Badan keton 3.

serangkaian proses fosforilasi yang berawal dari daerah kinase teraktivasi tersebut akan merangsang protein-protein intraseluler.000yang dominan di dalam sitoplasma mengandung suatu kinase yang akan teraktivasi pada pengikatan insulin dengan akibat fosforilasi terhadap subunit β itu sendiri (autofosforilasi) Reseptor insulin yang sudah terfosforilasi melakukan reaksi fosforilasi terhadap substrat reseptor insulin ( IRS -1). Reseptor ini terdiri dari 2 subunit yaitu: subunit α yang besar dengan BM 130. maka akan mempermudah transport zat-zat gizi ke dalam jaringan-jaringan sasaran insulin tersebut.Mekanisme Kerja Insulin Dimulai dengan berikatnya insulun dengan reseptor glikoprotein yang spesifik pada permukaan sel sasaran. Jika proses ini berlangsung pada saat pemberian makan. termasuk Glukosa Transpoter 4 untuk berpindah ke permukaan sel. ©2004 Digitized by USU digital library 18 .IRS-1 yang terfosforilasi akan terikat dengan domain SH2 pada sejumlah proteinyang terlibat langsung dalam pengantara berbagai efek insulin yang berbeda.000 yang meluas ekstraseluler terlibat pada pengikatan molekul insulin subunit β yang lebih kecil dengan BM 90. Pada dua jaringan sasaran insulin yang utama yaitu otot lurik dan jaringan adiposa.

Sebaliknya jika kadar insulin rendah .maka ikatan reseptor akan mengalami peningkatan. contohnya pada keadaan adanya kortisol dalam jumlah berlebihan. Down Regulation adalah fenomena dimana jumlah ikatan reseptor insulin jadi berkurang sebagai respon terhadap kadar insulin dalam sirkulasi yang meninggi kronik. afinitas ataupun keduanya akan berpengaruh terhadap kerja insulin.Kondisi ini terlihat pada keadaan latihan fisik dan puasa ©2004 Digitized by USU digital library 19 . Kerja Insulin mengaktifkan sejumlah Transpoter Kelainan reseptor insulin dalam jumlah.Gambar 8.

membantu sintesis glikogen Efek pada lemak .meningkatkan transport glukosa ke dalam sel lemak .Dengan memberi pengaruh yang selektif pada transkripsi gen dan produksi masing-masing mRNA .menghambat ketogenesis . ©2004 Digitized by USU digital library 20 .menghambat glukoneogenesis Efek pada otot .membantu penyimpanan triglserida .menghambat lipolisis intraseluler V. muatan permukaan yang membuat kompleks hormon tersebut mampu berikatan dengan kromatin pada inti sel. Kompleks Hormon Reseptor selanjutnya menjalani reaksi aktivasi yang tergantung pada suhu serta garam dan reaksi ini akan mengakibatkan perubahan ukuran.menghambat glikogenolisis .pembentukan protein spesifik dan proses metabolik dipengaruhi.membantu glikogenesis . VLDL . kolesterol.Efek Insulin Efek pada hati . Kelompok Hormon Mempunyai Reseptor Intrasel Kelompok hormon ini bersifat lipofilik dan dapat berdifusi lewat membran plasma semua sel. tetapi hanya menjumpai reseptor spesifiknya di dalam sel sasaran.membantu sintesis protein dengan : ∗ meningkatkan transport asam amino ∗ merangsang sintesis protein ribosomal .meningkatkan sintesis trigliserida.meningkatkan sintesis protein . Kompleks hormon reseptor berikatan pada suatu regio spesifik DNA yang dinamakan unsur respon hormon/HRE dan membuat aktif dan inaktif gen spesifik. bentuk.

Kerja hormon dalam mempengaruhi transkripsi gen ©2004 Digitized by USU digital library 21 . Kompleks hormon reseptor berbertindak sebagai sinyal intrasel akan terikat pada pada unsur respon hormon yang barfungsi mengaktivasi proses tanskripsi menyebabkan pembentukan mRNA spesifik.Progsteron.Hormon ini akan berikatan dengan reseptornya di intrasel dari sel target. Efek yang sama juga terhadap hormon Thyroid Gambar 10. dan Kortison memberi pengaruh dominan pada transkripsi gen.Gambar 9. Resseptor Hormon Intrasel Kelompok hormon steroid seperti Estrogen.

bradikardi Hipothyroidisme • • ©2004 Digitized by USU digital library 22 .Albumin (sedikit ) Aktifitas biologik hormon ini adalah oleh fraksi yang tidak terikat (bebas) Mekanisme Kerja Hormon T3 dan T4 berikatan dengan reseptor spesifiknya dengan afinitas yang tinggi di nukleus sel sasaran. Kompleks hormon reseptor berikatan pada suatu regio spesifik DNA.3’-l-triiodotironin terikat pada ( T3) dan 3. Dari transkripsi gen–gen ini timbul perubahan dari tingkat transkripsi m RNA mereka.3’. Perubahan tingkat mRNA ini mengubah tingkatan dari produk protein dari gen ini.5’-ltetraiodotironin (T4). Di sitoplasma hormon ini berikatan pada tempat dengan afinitas yang rendah dengan reseptor spesifiknya.Kreatinisme . Pada kelenjar Thyroid T3 dan T4 thyroglobulin.Miksedema Gambaran menonjol : .5. menginduksi atau merepresi sintesis protein dengan meningkatkan atau menurunkan transkripsi gen.Hormon Thyroid Kelenjar thyroid merupakan organ yang mensekresikan terutama hormon 3. tempat berlangsungnya biosintesa hormon Pembebasan T3 dan T4 dari thyroglobulin memerlukan enzim proteolitik yang distimulasi oleh TSH (atau cAMP) tetapi dihambat oleh Iodium dan oleh Litium seperti Litium Karbonat yang digunakan untuk terapi manik depresif .Efek ini dimanfaatkan dengan penggunaan Kalium Iodida untuk terapi hiperthyroidisme. T3 dan T4 yang berada di sirkulasi berikatan dengan protein darah yaitu : . Hormon ini ini .5. membutuhkan Iodium untuk aktifitas biologiknya. Hormon Thyroid dikenal sebagai modulator tumbuh kembang → penting pada usia balita Patofisiologi • • • • Pembesaran Thyroid → goiter Simple goiter : usaha mengkompensasi produksi hormon thyroid yang kurang Jika berat → Hypothyroidisme Therapi dengan hormon thyroid eksogen (Levotiroksin) Dibedakan : .TBG ( 85 % ) .Protein ini kemudian memperantarai respon hormon Thyroid.TBPA .

sensitif terhadap dingin Hiperthyroidisme • • Produksi thyroid berlebihan Penyebab bermacam –macam : . tetapi makna inhibisi ini pada manusia belum ditetapkan. Sintesis Leukotrien dikatalisis oleh jalan Lipoksigenase Kerja enzim siklooksigenase dapat dihambat oleh Aspirin. Indometasin dan obat-obat antiinflamasi steroid lainnya → menghambat sintesis prostanoid Kerja kelompok hormon ini serupa dengan hormon yang bertindak pada permukaan sel dan diduga secara predominan bertindak dalam suatu model parakrin dan autokrin.Penyakit Plumer → thyroid membesar pada satu nodul VI. Prostasiklin Tromboxan) dan Leukotrien adalah derivat asam lemak tak jenuh dengan kerangka 18. Sintesis prostanoid dari asam arachidonat dikatalisis oleh jalan Siklooksigenase. Eicosanoid pada hakekatnya mempengaruhi setiap jenis sel dalam berbagai cara Efek Prostaglandin seperti : • Mencegah konsepsi ©2004 Digitized by USU digital library 23 .Penyakit Grave → produksi thyroid merangsang IgG mengaktifkan reseptor TSH..Aktifitas fosfolipase A2 in vitro dapat dihambat oleh glukokortikoid protein yang disebut lipokortin.Hormon golongan Eicosanoid mencakup: Prostanoid (Prostaglandin.20 atau 22 karbon. hal ini dapat melalui induksi pada dari menyumbang supresi glukokortikoid dari reaksi peradangan tertentu. Hormon Turunan Eicosanoid Tidak semua hormon dihasilkan oleh suatu kelenjar tertentu. pembesaran difus kelenjar thyroid . Prekursor asam arachidonat ditemukan dalam membran lipid darimana ia dilepaskan sebagai respon dari berbagai rangsangan melalui kerja dari berbagai fosfolipase baik fosfolipase A atau fosfolipase C maupun lipase digliserida.kulit dan rambut kering .Asam Arachidonat adalahsubstrat untuk sintesis berbagai eicosanoid pada manusia.hipertensi diastolik .

Dalam banyak kasus onkogen merupakan analog dari hormon maupun faktor pertumbuhan. Hubungan Hormon Pertumbuhan dengan Onkogen Onkogen merupakan gen yang mempromosikan kanker. Senyawa β endorphine yang dibentuk dari Proopiocortin ini.Produk src.Produk myc bertindak sebagai protein pengikat DNA ©2004 Digitized by USU digital library 24 .Berikatan dengan reseptor SSP sama seperti opium morphin dimana jaringan otak dari vertebrata mempunyai reseptor untuk alkaloid (morphin ) → opium. bertindak sebagai protein kinase . Mereka lazimnya mengalami perubahan melalui mutasi ataupun versi dari gen seluler normal yang diekspresikan secara berlebihan.molekul yang mentransmisikan kerja hormon. reseptor hormon.• • • • • • • Induksi akhir kehamilan → terminasi kehamilan Pencegahan dan pengurangan ulkus ventrikuli Kontrol inflamasi dan tekanan darah Kontrol transport ion melalui membran Modulasi transfer synaps Pengobatan asma Kongesti hidung VII. Potensi analgesik senyawa 18-30 kali lebih kuat dari morphin VIII. Mekanisme kerja onkogen secara : • • • Terlibat dalam pengendalian pertumbuhan Meniru kerja faktor pertumbuhan Meniru reseptor yang ditempati faktor pertumbuhan Produk beberapa onkogen berupa faktor pertumbuhan atau sebahagian dari reseptor faktor pertumbuhan seperti : . berperan dalam mengontrol persepsi rasa nyeri secara endogen sehingga dapat berperan analgesik yang kuat untuk rasa sakit pada tubuh selama beberapa jam. ENDORPHINE β endorphine terdiri atas 31 asam amino yang ditemukan dalam hipofise tapi disana akan mengalami asetilasi .Produk ras bekerja stimulasi aktivitas adenilat siklase .

Produk-produk tersebut berfungsi sebagai lintasan kunci intrasel yang terlibat dalam pengendalian pertumbuhan.Pada faktor pertumbuhan efek yang ditimbulkan bisa bersifat : -endokrin -parakrin -autokrin XI. Prostasiklin Tromboxan) dan Leukotrien adalah derivat asam lemak tak jenuh dengan kerangka 18. Parakrin dan Autokrin.molekul yang mentransmisikan kerja hormon. Sekresi hormon dikenal secara Endokrin.20 atau 22 karbon. tetapi hanya menjumpai reseptor spesifiknya di dalam sel sasaran Dengan memberi pengaruh yang selektif pada transkripsi Tidak gen dan produksi hormon masing-masing dihasilkan oleh mRNA suatu . Hormon sebelum memulai efek biologiknya harus berikatan dengan reseptor pengenal Spesifiknya. β endorphine terdiri atas 31 asam amino yang ditemukan dalam hipofise dapat berperan dalam mengontrol persepsi rasa nyeri secara endogen sehingga dapat berperan analgesik yang kuat untuk rasa sakit pada tubuh selama beberapa jam . Interaksi hormon dengan reseptor permukaan sel akan memberikan sinyal pembentukan senyawa yang disebut sebagai second messenger . Hormon merupakan mediator kimia yang mengatur aktivitas sel / organ tertentu. reseptor hormon.kelompok kelenjar hormon ini mempengaruhi pembentukan protein spesifik dan proses metabolik dipengaruhi semua tertentu.Hormon golongan Eicosanoid mencakup: Prostanoid (Prostaglandin. Yang merupakan kelompok second messenger adalah senyawa cAMP.Fosfoinositol.Dalam banyak kasus onkogen merupakan analog dari hormon maupun faktor pertumbuhan.cGMP. Rangkuman.Ca2+. ©2004 Digitized by USU digital library 25 . Reseptor hormon bisa terdapat pada permukaan sel (membran plasma) atau pun intraselluler.Potensi analgesik senyawa 18-30 kali lebih kuat dari morphin Onkogen merupakan gen yang mempromosikan kanker. Masing-masing produk mempengaruhi pengendalian mitosis yang melibatkan fosforilasi protein. Mengalami perubahan melalui mutasi ataupun versi dari gen seluler normal yang diekspresikan secara berlebihan. Lintasan Kinase Kelompok hormon mempunyai reseptor intrasel bersifat lipofilik dan dapat berdifusi lewat membran plasma semua sel.

1995. Nelson D . Harper’s Biochemistry 25th ed.DAFTAR KEPUSTAKAAN Champe P C PhD . Lippincott’s Illustrated Reviews: Biochemistry 2nd . Appleton & Lange. Harvey R A PhD.55 Lehninger A. Baxter J D MD.85 Greenspan F S MD.1994 : 2.Principles of Biochemistry 2nd 1993 : 746-783 Murray R K. America 2000 : 534-626 Stryer L .1994 : 78. Cox M M . Biochemistry 4th : 594-597 ©2004 Digitized by USU digital library 26 . et al. Basic and Clinical Endocrinology 4th.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful