PRESENTASI KASUS

BEDAH SARAF

Diajukan kepada : Dr. H.M. Targib Alatas, Sp.BS

Disusun oleh : Mina Hartina Nur Setyawan E (95310042) (95310045)

Dr. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO 2002 2 . UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA RSUD PROF.SMF ILMU BEDAH PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI FK.

Sukoraja. Keluhan Utama : Nyeri dari pantat sampai paha 2. ANAMNESA Autoanamnesa 1.Disangkal adanya: Riwayat penyakit ginjal Riwayat penyakit DM 5.I. Riwayat Penyakit Dahulu : . Pekerjaan tersebut dilakukan sejak 3 tahun yang lalu. Riwayat Penyakit Sekarang : Pasien datang melalui poli dengan keluhan nyeri dari pantat sampai kedua paha. K : 35 tahun : Perempuan : Wiradadi RT/RW 2/2. Nyeri dirasakan terutama setelah bangun dari duduk. Nyeri tersebut dirasakan sejak ± 3 bulan yang lalu. 3. Pasien pernah menjalani fisiotheraphi kan tetapi keluhannya tetap tidak berkurang. Riwayat Penyakit Keluarga : Tidak ada dalam anggota keluarga yang mengalami keluhan yang sama : Ny . kec.55 WIB 3 . Sejak 2 bulan yang lalu pasien sering berobat ke dokter dan diberi obat dan keluhan tersebut hilang akan tetapi lama-kelamaan kambuh lagi. IDENTITAS PASIEN Nama Umur Jenis kelamin Alamat Agama Pekerjaan Masuk RSMS II. Banyumas. : Islam : PNS : 4 April 2002 jam 14. Keluhan tersebut dirasakan pasien secara kumat-kumatan. Sebelumnya pasien sering melakukan kerja yang berat-berat. Dan sejak 1 bulan yang lalu keluhan tersebut muncul lagi.

lidah tidak kotor : Trakea di tengah. sklera ikterik (-/-). pupil isokor (+/+). reguler. Status Generalis Kepala Mata Hidung Telinga Mulut Leher Thorax Cor Inspeksi Palpasi Perkusi : Ictus cordis tidak tampak : Ictus cordis teraba di SIC V LMC sinistra 2 jari ke lateral. deformitas (-) : Bibir tidak kering. JVP tidak meningkat : 110/80 mmHg : 80 x/menit : 20 x/menit : 36. reflek cahaya (+/+) : Discharge (-). c.III. bising (-). limfonoduli tidak teraba. retraksi (-) : Vokal fremitus kanan = kiri 4 : Mesocephal : Konjungtiva anemis (-/-). b.7 °C . Keadaan Umum Kesadaran GCS Vital Sign : Baik : Compos Mentis : E4M6V5 = 9 :T N R S e. tidak kuat angkat : Batas kiri atas SIC II LSB Batas kanan atas SIC II RSB Batas kiri bawah SIC V LMC sinistra 2 jari ke lateral Batas kanan bawah SIC IV LMC dextra Auskultasi Inspeksi Palpasi : S1 > S2. PEMERIKSAAN FISIK a. deformitas (-) : Discharge (-). gallop (-) Pulmo : Simetris. ketinggalan gerak (-). d.

batas paru hepar SIC VI dextra : SD : Vesikuler ST : Tidak ada : Tampak datar : Supel. Superior Dekstra Sinistra bebas Bebas + + + + E + + + + E + + + + - : Tidak ada kelainan : Nyeri tekan (-) : Gerak aktif pasif bebas Pemeriksaan sensibilitas Nyeri + Taktil + Raba + R. Fisiologis + R. Superior Sinistra bebas + + E + + + + Eks. IV. Patologis Babinski Chadok - Tes laseque (+). nyeri tekan (-).Perkusi Auskultasi Abdomen Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi Anogenital Ekstremitas : Sonor di seluruh lapangan paru. RESUME A. Anamnesis . 5 . massa (-).Pasien mengeluh nyeri dari pantat sampai kedua paha hingga lutut. Status Neurologis Pemeriksaan motorik Gerak Kekuatan Tonus Klonus Trofi Dekstra Bebas + + E Eks. Status Lokalis (Regio Lumbo. hepar/lien tidak teraba : Tympany seluruh lapangan abdomen : Bising usus (+) Normal : Tidak ada kelainan : Tidak ada kelainan f.sakral ) Inspeksi Palpasi Gerakan g. Tes laseque silang (+).

PENATALAKSANAAN 1.Pasien pernah berobat akan tetapi keluhan tersebut hilang dan kemudian kambuh lagi. DIAGNOSIS Hernia Nukleus Pulposus VI. Operatif : Laminektomi : Tidak ada kelainan : Regio Lumbo sakral : Tidak ada kelainan : Nyeri tekan (-) : Gerak aktif pasif bebas : E4M6V5 PROGNOSIS : Dubia ad bonam PEMBAHASAN HERNIA NUKLEUS PULPOSUS 6 .Riwayat pasien sering melakukan pekerjaan yang berat ± 3 tahun.Analgetik 2. . Konservatif . PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. Pemeriksaan Status Generalis Status Lokalis Inspeksi Palpasi Gerakan Status Neurologis V. Foto rontgen mielografi Hasil : Penipisan diskus Intervertebralis antara L4-L5 VIII. . ..Riwayat pernah menjalani fisioteraphi. IX. .Keluhan dirasakan secara kumat-kumatan.Istirahat di tempat tidur yang keras .Nyeri dirasakan sejak ± 3 bulan yang lalu. B.

yang memberikan perlindungan pada columna spinal. Akar syaraf (syaraf besar cabang dari spinal cord) dapat tertekan yang menimbulkan gejala neurologik seperti perubahan sensorik atau motorik. bagian gelatin pusat dari diskus intervertebra (nukleus pulposus) menekan bagian lemah dari diskus. Vertebra spinal dipisahkan oleh diskus kartilago. Diskus ini dapat turun atau ruptur kaena trauma atau ketegangan. Herniasi diskus terjadi lebih sering pada usia remaja dan laki-laki tua. diskus yang masak. Tulang ini melindungi syaraf selama mereka keluar dari otak dan melintasi seluruh tubuh. khususnya yang terlibat pada aktivitas pisik yang berat. ruptur diskus. Khususnya jika perubahan degeneratif telah terjadi pada diskus. Sebab-sebab Resiko Tulang collumna spinal atau vertebra terdapat pada bagian belakang yang merupakan hubungan kerangka dengan pelvis. Kebanyakan herniasi terjadi pada daerah lumbal dari tulang belakang. hernia diskus intervertebra prolapsus diskus intervertebra. Faktor-faktor resiko yang lain termasuk semua keadaan kongenital yang mempengaruhi ukuran kanal tulang belakang lumbal. 7 .Nama Lain Lumbal radiculopathy. Hernia diskus adalah salah satu penyebab (tetapi bukan satu-satunya penyebab) dari radiculopathy. Definisi Kondisi dimana sebagian atau seluruh bagian lunak. Herniasi diskus lumbal terjadi 15 kali lebih sering dari pada herniasi diskus servikal dan merupakan salah satu penyebab umum dari lower back pain (LBP) diskus servikal 8 % dan diskus atas sampai pertengahan belakang (thoraks) hanya 1-2 %. tulang belakang thorak (bagian belakang) dan tulang belakang sakrum (bagian yang berhubungan dengan pelvis yang tidak bergerak). Collumna spinal dibagi menjadi beberapa segmen : tulang belakang servikal (leher). mengakibatkan nyeri bagian belakang dan iritasi akar syaraf. servikal radiculopaty. Radiculopaty mengenai setiap penyakit yang merusak akar syaraf spinal. berisi subtansi gelatin.

tungkai bawah. jari-jari dan dada. sensasi dan kekuatan otot sering kali pemeriksaan tulang belakang akan menunjukkan penurunan pada lengkung tulang belakang pada daerah yang rusak. tungkai dan kaki. Spasme otot. Tanda dan Test Pemeriksaan fisik dan riwayat mungkin cukup untuk mendiagnosa penyakit. latihan teknik pengangkatan dan kontrol berat badan dapat membantu untuk mencegah cedera bagian belakang pada banyak orang. tegang atau tertawa. Gejala Hernia diskus servikal : • • • • • • Nyeri leher. Symptoms (Gejala) Gejala dari Hernia diskus lumbal : • • • • • • Low back pain berat. 8 . Perasaan geli atau mati rasa pada tungkai atau kaki. Peningkatan nyeri atau mati rasa selama tes ini biasanya merupakan indikasi dari servikal radikulopaty.Pencegahan Kerja yang aman. Kelemahan otot atau atropi pada tahap lanjut. Spasme otot leher. Pemeriksaan neurologik akan dilakukan untuk mengevaluasi reflek-reflek otot. Nyeri makin hebat dengan batuk. Tes penekanan foramen dari spurling dapat menunjukkan mendiagnosa servikal radiculopaty. tungkai atas. Ini dilakukan dengan menekukan kepala ke depan dan ke samping dimana tekanan yang menurun dipakai di puncak kepala. tangan. Peningkatan nyeri sewaktu menekukkan leher atau memutar kepala ke samping. Nyeri menyebar ke bokong. khususnya bagian belakang dan samping. Nyeri makin hebat dengan batuk tegang atau tertawa. Nyeri hebat dekat atau di atas punggung pada daerah yang rusak. Nyeri menjalar ke punggung.

steroid dapat diberikan dalam bentuk pil atau intravena.Tes Diagnostic • X-ray tulang belakang dapat digunakan untuk menyingkirkan penyebab lain dan nyeri belakang atau leher meskipun tidak mungkin untuk mendiagnosa hernia diskus hanya dengan X-ray tulang belakang. Mielogram dapat digunakan untuk menunjukkan ukuran dan lokasi dari herniasi diskus. dapat juga diberikan. EMG dapat digunakan untuk menentukan bagian saraf-saraf yang terlibat. Dengan pengobatan ini lebih dari 95 % orang dapat sembuh dan kembali menjalani aktivitas yang normal. yang mempunyai riwayat trauma (seperti kecelakaan lalu lintas atau membawa barang-barang yang berat) akan segera mempunyai keluhan nyeri punggung dan kaki. Pada keadaan-keadaan yang jarang. injeksi steroid di daerah punggung dari herniasi dapat menolong dalam mengontrol nyeri 9 . yang disebut pelumpuh otot. Rasa nyeri yang sudah lama tapi terkontrol biasanya menggunakan NSAID atau narkotik. obat-obat anti spasme. Test kecepatan konduksi saraf dapat juga dilakukan. Penatalaksanaan Penatalaksanaan yang utama dari herniasi diskus adalah periode inisial istirahat dari nyeri dan pengobatan antiinflamasi yang diikuti dengan terapi fisik. Pengobatan Untuk orang dengan herniasi diskus akut. obat-obat narkotik untuk menghilangkan rasa sakit dan obat nonsteroid anti-inflamasi (NSAID) dapat diberikan. • • • • MRI tulang belakang dan/atau CT tulang belakang dapat menunjukkan penekanan kanal oleh hernia diskus. Untuk orang yang tidak bisa melakukan terapi fisik karena nyeri. Jika terdapat juga spasme pada punggung. Ada beberapa presentase kecil dari beberapa orang memerlukan terapi yang lebih lanjut termasuk injeksi steroid atau pembedahan.

Perbaikan sempurna diperoleh dalam beberapa minggu. berpakaian.untuk beberapa bulan. Mereka juga akan menunjukkan cara meregangkan otot-otot abdomen dan punggung bagian bawah yang mendukung spira. kamu dapat menganjurkan untuk berjalan pada hari pertama setelah pembedahan untuk mengurangi penggumpalan darah. Jika lebih dari satu diskus yang diberikan latihan atau jika ada beberapa masalah pada punggung selain herniasi diskus. berjalan dan menunjukkan berbagai macam aktivitas lain. pembedahan merupakan pilihan yang baik untuk mengontrol nyeri. Collar neck ini membantuk untuk mengurangi rasa sakit dan spasme otot dengan membatasi gerakan leher. Terapi fisik merupakan pengobatan yang penting untuk hampir setiap orang dengan penyakit diskus bagaimana cara mengangkat barang yang baik. Kelenturan dari spina dan kaki merupakan aspek ketiga kebanyakan dari terapi program. Hal ini dibolehkan untuk program terapi yang lebih keras dalam jangka waktu yang lebih lama. dapat memperberat gejala nyeri punggung. Penyangga leher (collar neck) dapat diberikan pada orang radikulopaty cervikal. pembedahan ekstensif dapat diindikasikan untuk perbaikan. Leher yang kaku karena collar kadang-kadang dapat segera dieliminasi dengan tirah baring di cervical pada orang yang mengeluh nyeri dan spasme otot. Modifikasi Gaya Hidup Obesitas yang didapat secara individu. Program diet dan latihan sangat penting untuk mengurangi gejala nyeri punggung pada pasien obesitas. Bagaimanapun. Beberapa orang yang melakukan latihan ini dianjurkan untuk menggunakan brace punggung untuk mendapatkan spira. penggunaan yang berlebihan dari alat ini dapat melemahkan abdomen dan otot-otot punggung yang dapat memperburuk keadaan. kelebihan lemak di abdomen. 10 . Diskectomy dapat memperbaiki penonjolan diskus dengan anestesi umum. Di rawat di RS selama 2-3 hari. Pembedahan Pada beberapa pasien dengan gejala-gejala yang berlangsung lama. Ikat pinggang yang kuat dapat mencegah kerusakan pada orang yang mengangkat barang berat.

Komplikasi . Prognosis Beberapa orang akan mengalami baik dengan pengobatan konservatif. orang yang menjalankan pengobatan lebih baik daripada yang tidak.Pilihan pembedahan lain teruskan mikro diskectomy. Beberapa presentasi kecil dapat berlanjut ke nyeri punggung kronik walaupun setelah pengobatan. Hilangnya fungsi usus dan kandung kemih. adalah sebuah prosedur untuk memindahkan diskus nukleasi melalui sebuah insisi yang sangat kecil dengan bantuan X-ray dan chemonukleosis. Chemonukleosis termasuk dalam injeksi dari enzim chymopapain dalam herniasi diskus untuk memisahkan penonjolan substansi gelatin. Pada pekerjaan tertentu teruskan mengangkat barang atau perengganggan punggung membutuhkan modifikasi untuk menghindari kekambuhan. 11 . Kerusakan permanen corda spinalis (sangat jarang) • • Hilangnya pergerakan atau sensasi dari kaki. Prosedur ini merupakan alternatif dari diskectomy pada situasi tertentu. Pengobatan ini dapat berlangsung beberapa bulan sampai beberapa tahun atau lebih untuk mendapatkan kembali aktivitasnya tanpa rasa nyeri atau ketegangan pada punggung.Nyeri punggung kronik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful