P. 1
Kelainan atau Gangguan pada Sistem Reproduksi Laki.doc 2

Kelainan atau Gangguan pada Sistem Reproduksi Laki.doc 2

|Views: 128|Likes:
gfjgdhts
gfjgdhts

More info:

Published by: Muhammad Jaelani Ribas on May 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/14/2014

pdf

text

original

REFERAT

KELAINAN REPRODUKSI PADA LAKI-LAKI DAN PENANGANANNYA

Disusun Oleh : JAILANI 110.2006.135

Pembimbing : Dr. H.Herry Setya Yudha Utama, Sp.B, MHKes, FinaCs,ICS

KEPANITERAAN KLINIK BEDAH RSUD ARJAWINANGUN 2013
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur dipanjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan referat yang berjudul “ Kelainan reproduksi pada laki-laki dan penanganannya ”. Terimakasih yang sebesarbesamya kepada Dr. Herry S. Yudha Utama Sp.B atas kesediaan, waktu dan kesempatan yang diberikan sebagai pembimbing referat ini, kepada teman sesama kepaniteraan Bedah yang selalu mendukung, memberi saran, motivasi, bimbingan dan kerjasama yang baik sehingga dapat terselesaikannya referat beserta tinjauan pustaka ini. Referat dan tinjauan pustaka ini disusun untuk memenuhi tugas ujian kepanitraan bagian Ilmu Bedah di RSUD ARJAWINANGUN yang merupakan salah satu dari prasyarat ujian. .Bahasan dalam tinjauan pustaka ini diambil dari berbagai macam sumber yang terbaru. Penulis sadar bahwa dalam penyusunan referat maupun tinjauan pustaka ini masih banyak sekali kekurangan. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun diharapkan demi perbaikan refrat ini. Semoga referat dan tinjauan pustaka ini berguna bagi semua pihak yang terkait.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Arjawinangun, Mei 2013

(Penyusun)

.............1 Sistem reproduksi pria ......... Kelainan reproduksi pada laki-laki dan penanganannya ....... I. ........... ii BAB I......... 1 1 2 BAB III.... i Daftar isi ……………………………………………………………….. KESIMPULAN ……………………………………………… DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………….. BAB II..........PENDAHULUAN ……………………………………………..............DAFTAR ISI Kata Pengantar …………………………………………………………………..............

dan testis.laki) dan cairan pelindung (semen) 2. Penis Penis adalah organ pada pria untuk melakukan hubungan seksual dan memiliki tiga bagian: a. Struktur eksternalnya meliputi penis.Untuk memproduksi dan sekresi hormon seks pria Anatomi reproduksi laki-laki termasuk dalam struktur internal dan eksternal.BAB I PENDAHULUAN SISTEM REPRODUKSI PADA PRIA Organ dari sistem reproduksi laki-laki mempunyai fungsi sebagai berikut: 1. menjaga.Bagian badan atau batang . dan transportasi sperma (sel reproduksi laki. skrotum.Untuk menghasilkan.akar.Untuk mengantarkan semen yang mengandung sperma ke dalam alat genital wanita 3. Apa saja struktur reproduksi eksternal? Sebagian besar sistem reproduksi laki-laki terletak di luar tubuh manusia. yang melekat pada dinding perut b.

Glans. testis harus berada pada suhu sedikit lebih rendah dari suhu tubuh. dikeluarkan (ejakulasi) melalui ujung penis ketika laki-laki tersebut mencapai klimaks seksual (orgasme). yang mengandung sperma. Ketika penis ereksi. Jaringan ini berisi ribuan ruang besar dan dapat diisi dengan darah ketika laki-laki tersebut terangsang secara seksual. aliran urin diblokir dari saluran uretra sehingga hanya semen yang keluar pada saat orgasme/ejakulasi. Kulit penis longgar dan elastis yang memungkinkan perubahan ukuran penis saat ereksi. Bilikbilik ini terdiri dari jaringan khusus seperti spons yang bernama jaringan erektil. atau disebut juga dengan kepala penis. Untuk perkembangan sperma secara normal. ia menjadi kaku dan tegak. Bagian badan penis berbentuk silinder dan terdiri dari tiga bilik. berada pada ujung glans. merupakan ujung penis yang berbentuk seperti kerucut Glans Glans. Dengan otot khusus pada dinding skrotum yang dapat berkontraksi dan relaksasi. yang memungkinkan untuk penetrasi selama hubungan seksual. Apabila penis terisi dengan darah. Saat berkontraksi. (Kulit ini kadang-kandang dibuang dalam proses sunat.c. Pada penis juga terdapat sejumlah ujung syaraf yang sensitif. Semen. saluran yang mengangkut semen dan urin. skrotum dapat mendekatkan testis ke . serta banyak syaraf dan pembuluh darah. Skrotum berfungsi untuk melindungi dan pengatur suhu testis. ditutupi dengan lapisan kulit longgar yang disebut kulup. Skrotum Skrotum adalah kulit berbentuk kantong-kantong longgar yang menggantung di belakang penis dan berisi buah zakar (atau disebut juga testis).)Ujung dari saluran uretra.

Kemudian. dan untuk menghasilkan sperma. epididimis juga bertugas untuk maturasi atau pendewasaan sel sperma. Saluran ini berakhir di uretra. hormon seks pria yang utama. Buah Zakar (Testis) Testis adalah organ berbentuk oval dan berukuran sebesar buah zaitun yang terletak pada skrotum. Tubulus ini memproduksi sel-sel sperma melalui proses spermatogenesis. Saluran Ejakulasi Dibentuk dari gabungan antara vas deferens dan vesikula seminalis. aliran urin diblokir dari saluran uretra sehingga hanya semen yang keluar pada saat orgasme/ejakulasi. Dalam testis terdapat gulungan saluran yang disebut dengan tubulus seminiferus. Vas Deferens Vas Deferens adalah saluran berotot yang menghubungkan antara epididimis dengan vesikula seminalis yang terletak di belakang kandung kemih. Epididimis berfungsi dalam pengangkutan dan penyimpanan sel sperma yang diproduksi oleh testis. Epididimis Epididimis merupakan saluran panjang dan bergulung dan melekat pada bagian belakang testis. terjadi kontraksi pada epididimis yang membawa sel sperma ke vas deferens.tubuh sehingga menjadi hangat dan sebaliknya saat berelaksasi testis akan menjauh dari tubuh untuk menurunkan suhunya. karena sel sperma yang belum dewasa tidak dapat melakukan fertilisasi. Saat terjadi rangsangan seksual. Testis 3 bertanggung jawab dalam pembuatan hormon testosteron. Kebanyakan pria memiliki dua testis. ia mempunyai fungsi tambahan untuk mengeluarkan (ejakulasi) semen ketika pria mencapai orgasme. . Vas deferens mengangkut sperma matang ke uretra untuk persiapan ejakulasi. Pada laki-laki. Ketika penis ereksi. Uretra Uretra adalah saluran yang membawa urin deri kandung kemih ke luar tubuh.

atau kelenjar cowper adalah kelenjar berbentuk seperti kacang Pea dan terletak tepat di bawah kelenjar prostat. Kelenjar prostat memberikan kontribusi cairan tambahan untuk ejakulasi. Cairan prostat juga membantu memelihara sperma. Kelenjar .Vesikula Seminalis Vesikula Seminalis adalah kantong yang menempel pada kandung kemih. Cairan dari vesikula seminalis memberikan kontribusi terbanyak dalam menambah volume semen pada pria. Kelenjar Cowperi Kelenjar bulbouretral. Vesikula Seminalis menghasilkan cairan kaya gula (fruktosa) yang berfungsi untuk memberi makan sperma dan membantu dalam mobilitas sperma (kemampuan untuk bergerak). Kelenjar Prostat Kelenjar prostat adalah kelenjar berbentuk seperti kacang walnut yang erletak dibawah kandung kemih dan dekat dengan rektum.

produksi hormonnya bisa tetap normal meskipun menginjak usia tua. Seorang pria yang sehat masih dapat memproduksi spermanya pada usia 80 tahun atau lebih. Cairan ini berfungsi untuk melumasi uretra dan menetralisir keasaman yang terjadi akibat sisa-sisa urin dalam saluran uretra Bagaimana fungsi sistem reproduksi laki-laki ? Sistem reproduksi laki-laki secara keseluruhan bergantung pada hormon. massa tulang dan dorongan / hasrat seks. termasuk massa dan kekuatan otot. terapi dengan injeksi hormon dapat meringankan gejala seperti kehilangan gairah seks. dan kelelahan. . FSH diperlukan untuk memproduksi sperma (spermatogenesis). FSH dan LH diproduksi oleh kelenjar pituitari yang terletak di dasar otak. atau impotensi masih belum jelas kaitannya. dan perubahan drastis terjadi ketika memasuki usia 70 tahun. Kebanyakan pria. Di sisi lain. Bisakah “Menopause” pada pria disembuhkan? Jika kadar hormon testosteron dalam darah rendah. Seorang wanita menopause ditandai dengan perubahan dalam produksi hormon. Apakah seorang pria dapat mengalami “Menopause” ? Menopause adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan akhir dari fungsi normal menstruasi wanita.ini menghasilkan cairan yang licin dan bening dan bermuara pada uretra. depresi. Testosteron juga penting dalam pengembangan karakteristik pria. Selain itu penurunan fungsi testis yang menyebabkan gejala kelelahan. yang diperlukan untuk melanjutkan proses spermatogenesis. Hormonhormon utama yang terlibat dalam fungsi sistem reproduksi laki-laki adalah follicle. Namun. dan LH merangsang produksi testosteron. yang merangsang atau mengatur aktivitas sel-sel atau organ.stimulating hormone (FSH). luteinizing hormone (LH) dan testosteron. Tetapi testis tidak seperti ovarium yang bisa kehilangan kemampuan untuk membuat hormonnya. Sedangkan sisanya mengalami penurunan akibat penyakit seperti diabetes. distribusi lemak. perubahan secara perlahan-lahan pada fungsi testis dapat terjadi pada usia 45 sampai 50 tahun. depresi. hal tersebut dapat memperparah kanker prostat dan aterosklerosis (pengerasan pada arteri).

Pada tahap pertama spermatogenesis. Setelah melewati beberapa minggu. Spermatid merupakan calon sperma yang belum memiliki ekor dan bersifat haploid (n atau mengandung 23 kromosom yang tidak berpasangan). Setiap spermatid akan berdiferensiasi menjadi spermatozoa (sperma). Spermatogonia terus-menerus membelah untuk memperbanyak diri. Dinding tubulus seminiferus tersusun dari jaringan ikat dan jaringan epitelium germinal (jaringan epitelium benih) yang berfungsi pada saat spermatogenesis. tepatnya pada tubulus seminiferus. Spermatogenia tipe A membelah secara mitosis menjadi spermatogonia tipe B. Tubulus seminiferus terdiri dari sejumlah besar sel epitel germinal (sel epitel benih) yang disebut spermatogonia (spermatogonium = tunggal). Spermatogenesis mencakup pematangan sel epitel germinal dengan melalui proses pembelahan dan diferensiasi sel. . sebagian dari spermatogonia berdiferensiasi melalui tahap-tahap perkembangan tertentu untuk membentuk sperma. Spermatogenesis Spermatogenesis terjadi di dalam di dalam testis. sel-sel ini akhirnya menjadi spermatosit primer yang masih bersifat diploid. Spermatogonia terletak di dua sampai tiga lapisan luar sel-sel epitel tubulus seminiferus. berkumpul di tepi membran epitel germinal yang disebut spermatogonia tipe A. setiap spermatosit primer membelah secara meiosis membentuk dua buah spermatosit sekunder yang bersifat haploid. spermatogonia yang bersifat diploid (2n atau mengandung 23 kromosom berpasangan). Proses perubahan spermatid menjadi sperma disebut spermiasi. Satu testis umumnya mengandung sekitar 250 lobulus testis. Tetapi manfaat dari terapi ini untuk pria muda masih meninggalkan tanda tanya.Sebelum memulai terapi penambahan hormon. yang mana bertujuan untuk membentu sperma fungsional. Pematangan sel terjadi di tubulus seminiferus yang kemudian disimpan di epididimis. seorang peria harus menjalani pemeriksaan fisik lengkap dan uji laboratorium terlebih dahulu. setelah beberapa kali membelah. Kemudian. Pintalan-pintalan tubulus seminiferus terdapat di dalam ruang-ruang testis (lobulus testis). Spermatosit sekunder kemudian membelah lagi secara meiosis membentuk empat buah spermatid.

FSH (Follicle Stimulating Hormone) FSH juga disekresi oleh sel-sel kelenjar hipofisis anterior dan berfungsi menstimulasi sel-sel sertoli. pengubahan spermatid . 1. Akrosom mengandung enzim hialuronidase dan proteinase yang berfungsi untuk menembus lapisan pelindung ovum. Testoteron Testoteron disekresi oleh sel-sel Leydig yang terdapat di antara tubulus seminiferus. Badan sperma banyak mengandung mitokondria yang berfungsi sebagai penghasil energi untuk pergerakan sperma. estrogen dan hormon pertumbuhan. Semua tahap spermatogenesis terjadi karena adanya pengaruh sel-sel sertoli yang memiliki fungsi khusus untuk menyediakan makanan dan mengatur proses spermatogenesis. akan terlihat bentuk yang terdiri dari kepala dan ekor. FSH (Follicle Stimulating Hormone). setelah spermatid mulai memanjang menjadi sperma. Hormon Pada Pria Proses spermatogenesis distimulasi oleh sejumlah hormon.Ketika spermatid dibentuk pertama kali. terutama pembelahan meiosis untuk membentuk spermatosit sekunder. spermatid memiliki bentuk seperti sel-sel epitel. yaitu testoteron. Hormon ini penting bagi tahap pembelahan sel-sel germinal untuk membentuk sperma.LH (Luteinizing Hormone) LH disekresi oleh kelenjar hipofisis anterior. LH berfungsi menstimulasi sel-sel Leydig untuk mensekresi testoteron 3. 2. Kepala sperma terdiri dari sel berinti tebal dengan hanya sedikit sitoplasma. LH (Luteinizing Hormone). Pada ekor sperma terdapat badan sperma yang terletak di bagian tengah sperma. Namun. Pada bagian membran permukaan di ujung kepala sperma terdapat selubung tebal yang disebut akrosom. Tanpa stimulasi ini.

FSH juga bekerja secara tidak langsung untuk menstimulasi spermatogenesis. ABP berikatan dengan testosterone dan menjaga agar konsentrasinya tetap tinggi. Regulasi Hormon Kontrol pada Pria Pada masa pubertas. Dimana GnRH kemudian akan menstimulasi gonadotrop pada anterior pituitary untuk meningkatkan sekresinya terhadap dua gonadotropin : FSH dan LH. LH menstimulasi sel-sel leydig yang berlokasi di tubulus seminiferus untuk mensekresi hormone testosterone. Sel-sel sertoli juga mensekresi suatu protein pengikat androgen yang mengikat testoteron dan estrogen serta membawa keduanya ke dalam cairan pada tubulus seminiferus. Hormon pertumbuhan secara khusus meningkatkan pembelahan awal pada spermatogenesis. Kemudian testosterone menstimulasi tahapan terakhir spermatogenesis di . Estrogen Estrogen dibentuk oleh sel-sel sertoli ketika distimulasi oleh FSH.menjadi sperma (spermiasi) tidak akan terjadi. 5.Hormon Pertumbuhan Hormon pertumbuhan diperlukan untuk mengatur fungsi metabolisme testis. enzim 5 alpha. 4.reductase akan mengubah testosterone menjadi androgen lain yang disebut dihidroxytestosteron (DHT). Di beberapa sel target. sel-sel neurosecretory di hypothalamus aka meningkatkan sekresinya terhadap Gonadotropin Releasing Hormone (GnRH). FSH dan testosterone bekerja secara sinergis pada selsel sertoli untuk menstimulasi sekresi androgen binding protein (ABP). Kedua hormon ini tersedia untuk pematangan sperma.

Dimana inhibin adalah hormone yang berfungsi untuk menghambat sekresi FSH oleh anterior pituitary. skrotum.tubulus seminiferus. sel-sel sertoli akan mengeluarkan inhibin. Sekalinya tingkatan spermatogenesis yang dibutuhkan untuk fungsi reproduksi telah mencapai levelnya. dll. epididimis. BAB II Kelainan atau Gangguan pada Sistem Reproduksi Laki-Laki Gangguan pada sistem reproduksi laki-laki dapat meliputi gangguan pada testis. Berikut ini adalah beberapa diantaranya : 1. Kanker Testis .

Meski jarang. Pria yang memiliki testis tidak berkembang sempurna berisiko tinggi terkena kanker. Kanker testis umumnya terdiagnosa karena kehadiran substansi kimia tubuh seperti alpha fetoprotein dan beta human chorionic gonadotropin yang diproduksi sel-sel kanker. Kanker ini tidak menular bahkan terhadap pasangannya. Perawatan selanjutnya termasuk operasi yang juga membersihkan jaringan lymphatic yang dicurigai sebagai sarang sel kanker. Umumnya hanya terjadi pada rata-rata pria berusia 29-35 tahun yang berasal dari ras kaukasia. penyakit ini sangat mematikan. Hingga kini penyebab kanker testis masih belum pasti. Sebab belum ada obatnya. Jika kanker telah menyebar sedemikian rupa umumnya dilakukan kemoterapi. Dalam kondisi tertentu. Pemeriksaan umumnya dilakukan melalui darah. Pada stadium awal atau pria dengan jenis kanker testis seminoma dilakukan terapi radiasi. sekitar 70% penyandang kanker testis dapat bertahan hidup lebih lama. untuk menghentikan sebaran sel kanker ke bagian yang lainnya. Demikian pula mereka yang terlahir dari ibu yang mengkonsumsi hormon tambahan selama kehamilan. Biasanya hanya menghantam satu testis saja.Kanker ini memiliki dua jenis yaitu seminoma dan nonseminoma. Gejala pertama dirasa dari munculnya sel-sel tumor adalah nyeri dan bengkak. seringkali mengharuskan membuang testis. Meski demikian dengan perawatan tinggi dan menjaga kondisi tubuh. Meskipun tergolong jenis kanker langka namun mematikan. Efek samping dari setiap jenis upaya menghalangi sebaran kanker .Termasuk jarang terjadi.

Namun yang paling penting adalah memperhatikan tanda-tanda tubuh. mengganggu sistem kekebalan tubuh. yaitu saluran berkelok-kelok yang menghubungkan testis dengan vas deferens. Meskipun membuang satu buah zakar tidak otomatis membuat impoten. Sementara itu kemoterapi umumnya menyebabkan mual dan muntah-muntah. coli dan Chlamydia. 2.bervariasi. Paling umum adalah stres. apakah sel kanker telah mati. infertil dan botak. . Namun akan terus berkurang jika terapi selesai sepenuhnya. Epididimitis biasanya disebabkan oleh infeksi atau oleh penyakit menular secara seksual ( PMS ) yang mengakibatkan rasa nyeri dan pembengkakan pada salah satu testis. Penyakit ini seringkali menyebabkan ketidaksuburan. Organisme penyebab epididimitis adalah E. Namum jika jaringan lymphatic dibuang menyebabkan produksi sperma berkurang. atau tumbuh kembali. Efek samping ini bisa bersifar temporer atau permanen. masih ada. Epididimitis Epididimitis adalah peradangan pada epididimis. Terapi radiasi umumnya menyebabkan rasa terbakar dan kelelahan yang amat sangat.

tempat penyimpanan dan tempat pematangansel sperma yang berasal dari testis. Hernia Inguinal . Fungsinya adalah sebagai pengangkut.Epididimis adalah sebuah struktur yang terletak di atas dan di sekeliling testis (buah zakar). 3.

Kelainan ini dapat diperbaiki dengan cara pembedahan. Hernia terlihat sebagai suatu pembengkakan di daerah selangkangan.Hernia Inguinal adalah gangguan atau kelainan yang ditandai dengan sebagian usus terdorong menembus dinding abdominal dan masuk ke selangkangan atau skrotum. .

Ambiguous Genitalia ( Alat Kelamin Ganda ) Ambiguous Genitalia merupakan kelainan yang sangat jarang terjadi. Sebagian besar anak laki-laki yang lahir dengan kelainan seperti ini memiliki penis yang sangat kecil atau tidak ada. tetapi memiliki jaringan testis. tetapi dengan ukuran di bawah ukuran rata-rata. seperti hormon androgen dan testoteron. 5. Hal itu terjadi sebagai akibat tidak normalnya organ-organ reproduksi. atau akibat penyakit menular seksual. Kelainan ini ditandai dengan seorang bayi lahir dengan alat kelamin yang tidak jelas apakah laki-laki atau perempuan.4. impotensi dan tidak adanya tanda-tanda kepriaan. Gangguan ini menyebabkan infertilitas. tubuhnya tidak mampu membentuk sperma sama sekali atau tidak mampu menghasilkan sperma dalam jumlah yang cukup. Hipogonadisme Hipogonadisme adalah penurunan fungsi testis yang disebabkan oleh gangguan interaksi hormon. kecanduan alkohol. Sterilitas/Infertilitas Jika seorang laki-laki steril atau mandul. seorang anak memiliki jaringan testis dan ovarium. Pada kelainan seperti ini. yang ditunjukkan dengan pengukuran standar. Pada sejumlah kecil kasus. peradangan pada alat kelamin. 7. Beberapa laki-laki juga mengalami masalah ejakulasi. 6. . Penanganan dapat dilakukan dengan terapi hormon. Mikropenis Mikropenis merupakan kelainan lainnya yang juga sangat jarang. penis terbentuk secara normail.

dilakukan pembedahan. Penyebabnya dapat berupa bakteri. Kriptorkidisme Kriptorkidisme adalah kegagalan dari satu atau kedua testis untuk turun dari rongga abdomen ke dalam skrotum pada waktu bayi. Jika belum turun juga. Organisme yang paling sering menyebabkan uretritis adalah Chlamydia trachomatis. Ureplasma urealyticum atau virus herpes. Gejalanya berupa pembengkakan yang dapat menghambat uretra sehingga timbul rasa nyeri bila buang air kecil.8. Uretritis Uretritis adalah peradangan uretra dengan gejala rasa gatal pada penis dan sering buang air kecil. seperti Escherichia coli maupun bukan bakteri. 9. 10. Prostatitis Prostatitis adalah peradangan prostat yang sering disertai dengan peradangan pada uretra. . Hal tersebut dapat ditangani dengan pemberian hormon human chorionic gonadotropin untuk merangsang terstoteron.

12. 14. epididimis membesar (membentuk benjolan melengkung di atas testis). lunak (kadang meengeras). Penyebabnya belum jelas diketahui.Hyperthropic prostat Hyperthropic prostat adalah pembesaran kelenjar prostat yang biasanya terjadi pada usia-usia lebih dari 50 tahun. 13.Orkitis Orkitis adalah infeksi pada salah satu atau kedua testis (buah zakar) sehingga mengalami peradangan. kulit skrotum meregang.Kanker prostat .Anorkidisme Anorkidisme adalah penyakit dimana testis hanya bejumlah satu atau tidak ada sama sekali.11. Pada pemeriksaan nampak testis yang membesar. merah.

Kanker ini paling umum pada pria. Kanker testis Kanker testis adalah pertumbuhan sel-sel ganas di dalam testis (buah zakar). terutama mereka yang berusia di atas 65 tahun. Fungsi utama prostat adalah memproduksi cairan yang melindungi dan menyalurkan sperma. yang bisa menyebabkan testis membesar atau menyebabkan adanya benjolan di dalam skrotum (kantung zakar). . 15. Prostat adalah kelenjar yang terdapat di bawah kandung kemih pria.Kanker prostat terjadi ketika sel-sel prostat tumbuh lebih cepat daripada kondisi normal sehingga membentuk benjolan atau tumor yang memiliki keganasan.

16. Infertilitas (kemandulan) Yaitu ketidakmampuan menghasilkan ketururan.  Impotensi biasanya merupakan akibat dari:  Kelainan persarafan  Kelainan pembuluh darah  Obat-obatan  Kelainan pada penis  Masalah psikis yang mempengaruhi gairah seksual. 17. Infertilitas dapat disebabkan faktor di pihak pria maupun pihak wanita. Impotensi Impotensi yaitu ketidakmampuan ereksi ataupun mempertahankan ereksi penis pada pada hubungan kelamin yang normal. Pada pria .

Jumlah sperma yang disalurkan terlalu sedikit.infertilitas didefinisikan sebagai ketidakmampuan mengfertilisasi ovum. terkena racun.Tersumbatnya saluran sperma. atau gangguan hormon .Gangguan spermatogenesis. infeksi. misalnya karena testis terkena sinar radio aktif. DAFTAR PUSTAKA . Hal ini dapat disebabkan oleh: .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->