OTITIS MEDIA

Oleh: Meilya Siswati, S.Ked

Definisi

Peradangan sebagian atau seluruh mukosa telinga tengah, tuba Eustachius, antrum mastoid, dan selsel mastoid.

Klasifikasi Otitis Media OM Supuratif OM non Supuratif OM Spesifik OM Adhesiva OMS Akut OMS Kronik OM Serosa Akut OM Serosa Kronik OM Tuberkulosa OM Sifilitika .

E O.A Sembuh O.M.M.M.K .Patogenesa: Sembuh / Normal Tekanan negatif telinga tengah Gangguan Tuba Efusi O.E Infeksi + O.S.M.

Faktor Resiko: -Sering infeksi saluran nafas atas -Kurang ASI -Imunodefisiensi -Pertumbuhan craniofacial abnormal -Sosioekonomi rendah   . Insiden: 19-62% < 1 th 85% 1-3 th Paling sering usia 6 bulan-1 tahun.Otitis Media Supuratif Akut  Def: tanda dan gejala dari peradangan telinga tengah yg muncul dg cepat dan dpt disertai manifestasi sistemik.

Pneumokokus. Rhinovirus. Pseudomonas aurugenosa.Stadium Oklusi Tuba .Stadium Resolusi   .Stadium Perforasi .B.Colli. Haemofilus influenza. Mumps. E. EBV. Proteus vulgaris.52%). • Virus: Influenza A. Etiologi: • Bakteri: Streptokokus Hemolitikus (27. Moraxella catarrhalis.Stadium Supurasi . Adenovirus.Stadium Hiperemesis / Pre-supurasi . Rute Penyebaran: -Exogen -Tuba -Hematogen Stadium : . Stafilokokus Aureus.

Stadium Hiperemis / pre-supurasi Seluruh membrana timpani tampak hiperemis serta oedema. Stadium Oklusi tuba Tanda utama : gambaran retraksi membrana timpani akibat terjadinya tekanan negatif di dalam telinga tengah. karena absorbsi udara.  .

Pada stadium ini nyeri telinga bertambah hebat. Sebaiknya dilakukan miringotomi. serta terbentuknya eksudat yang purulen. sehingga membrana timpani menonjol (bulging) ke arah liang telinga luar. Stadium Supurasi Edema pada mukosa telinga tengah. nadi dan suhu tubuh meningkat. .

resolusi dapat terjadi walaupun tanpa pengobatan. keadaannya perlahan2 normal kembali Bila sudah terjadi perforasi. maka sekret akan berkurang dan akhirnya kering. Stadium Perforasi Ruptur membran timpani dan nanah keluar dari telinga tengah ke liang telinga luar. . atau virulensi kuman rendah. Suhu tubuh menurun.  Stadium Resolusi Bila membrana timpani utuh. Bila daya tahan tubuh baik.

 Patogenesis dan Patofisiologi: Tuba Eustachius + Faktor Resiko URI Edem & kongesti mukosa tuba Penyempitan lumen tuba (obstruksi) Hambat ventilasi Tekanan negatif di telinga tengah Efusi cairan di telinga tengah Transudat Bakteri & Virus Hambatan suara Hearing Loss Retraksi MT Exudat .

melebar Infiltrasi limfosit. tympani . pembentukan jar. destruksi enzimatik tulang.Exudat Reaksi inflamasi Hiperemi Kronik Demam Terasa penuh Sel Goblet + aktif Tekanan pd MT Menonjol Perforasi Bulging Tekanan nerves Otalgia p. proliferasi lamina propia.d.granulosit OMSK Sekret / pus keluar Resolusi Otorhea Pulsatil Memperburuk obstruksi pada tuba & cav.

sering menangis.Diagnosa: 1. Ax: Rasa nyeri dalam telinga. Fase: I: hiperemi MT. rasa penuh di telinga. sakit kepala. palpasi sekitar telinga nyeri. telinga berbau. Pem. Pem. 3. Tambahan dg Otoskopi: utk melihat membran tympani. jika perforasi timbul scar/calesteatoma  . retraksi MT + penebalan mukosa II: bulging dan pulsating III: perubahan kembali ke normal. tidak bisa tidur. Fisik: demam. 2. gangguan pendengaran.

Miringotomi Stadium Perforasi: obat cuci telinga H2O2 3% selama 3-5 hari. Miringotomi Stadium Supurasi: Antibiotik. Antibiotika . HCl efedrin 1% (anak >12 tahun dan dewasa). Antibiotik Stadium Hiperemis: Antibiotik.•Terapi:     Stadium Oklusi: pengobatan bertujuan membuka kembali tuba eustachius. tetes hidung HCl efedrin 0.5% (anak < 12 tahun).

fascial paralisis. meningitis. dan abses otak.Penvegahan alergi . 2. Pencegahan: . Extracranial: typano sklerotik. Intracranial: Abses subperiosteal.Higienitas lingkungan  Komplikasi: 1.  Prognosis: Dg tx adekuat → baik Anak2 → buruk .Vaksinasi .

terapi yang tidak adekuat. virulensi kuman tinggi.Otitis Media Supuratif Kronis Adalah infeksi kronis di telinga tengah dengan perforasi membrana timpani dan sekret yang keluar dari telinga tengah secara terus menerus atau hilang timbul  OMSA -> OMSK karena terapi yang terlambat diberikan. maupun karena daya tahan tubuh penderita rendah (gizi kurang)  .

Letak Perforasi:  Perforasi sentral : perforasi pada pars tensa. seluruh tepi perforasi ada sisa membrana timpani .

 Perforasi marginal: sebagian tepi perforasi langsung berhubungan dengan annulus atau sulkus timpani .

 Perforasi Atik: perforasi yang terletak pada pars flasida membrana timpani .

ditemukan kolesteatom . mengenai tulang.Jenis OMSK :  OMSK Benigna: perforasi terletak di sentral. tidak ditemukan kolesteatom  OMSK Maligna: Perforasi di marginal atau atik. terbatas pada mukosa biasanya tidak mengenai tulang.

dan sinus paranasal. Gizi dan higiene yang kurang. Terdapat sumber infeksi di faring. Sekret yang keluar tidak cepat kering atau sering kambuh lagi. 3. . Adanya perforasi membrana timpani yang permanen. Sudah terbentuk jaringan patologik yang irreversibel dalam rongga mastoid. Hal ini disebabkan: 1. Terapi pada OMSK memerlukan waktu yang lama dan berulang-ulang. hidung. 2. nasofaring. 4.

 .Terapi OMSK: Tipe benigna: Obat cuci telinga NS/air hangat selama 3-5 hari. Secara oral diberikan antibiotika golongan penisillin atau ampisilin.  Tipe maligna: Pembedahan mastoidektomi dengan atau tanpa timpanoplasti.

Otitis Media Serosa  Definisi: Keadaan terdapatnya sekret non purulen di telinga tengah dengan membrana timpani utuh tanpa tandatanda infeksi .

virus 3. sumbatan tuba secara tiba-tiba 2. alergi 4. idiopatik .Otitis Media Serosa Akut: keadaan terbentuknya sekret di telinga tengah secara tiba-tiba  Etiologi: 1.

rasa nyeri pada telinga  Pada otoskopi: membrana timpani retraksi  Pemeriksaan garpu tala : tuli konduksi  .Gejala dan tanda: Pendengaran berkurang. adanya rasa tersumbat pada telinga. kadang terasa ada cairan yang bergerak pada telinga pada saat posisi kepala berubah.

 Bila setelah satu sampai dua minggu gejala masih menetap. dilakukan miringotomi dan bila masih belum sembuh dilakukan pemasangan pipa ventilasi (Grommet tube)  .Terapi: Medikamentosa: vasokonstriktor lokal dan antihistamin.

infeksi virus 2.Otitis Media Serosa Kronik terbentuknya sekret di telinga tengah secara bertahap tanpa rasa nyeri  Etiologi: 1. alergi 3. gangguan mekanis tuba 4. gejala sisa otitis media akut .

kuning kemerahan atau keabu-abuan  Pemeriksaan garpu tala : tuli konduksi  . retraksi.Gejala dan tanda: Perasaan tuli menonjol  Otoskopi: membran timpani utuh. suram.

Terapi: Miringotomi dan pemasangan pipa ventilasi (Grommet-tube)  Pada kasus yang masih baru. dapat diberikan dekongestan tetes hidung serta kombinasi antihistamindekongestan oral.  .