You are on page 1of 17

Mekanisme Pernafasan Manusia

Felicia Ananda Baeha Waruwu Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana fel_4nanda@yahoo.co.id

Abstrac The human respiratory system functions is to take the oxygen to be used in metabolic processes and disposse carbondioxide as waste products of metabolism. Respiration is divided into external and internal respiration. In addition we also have the lung capacity to perform maximal expiration and maximal inspiration. Respiratory system is also divided to respiration channel and gas exchange. Respiratory channel are from the nose, pharynx, larynx, trachea, and bronchus. The place for air exchange are terminal bronchioles, respiratory bronchioles, alveolar ducts, alveolar yolk, and alveoli. Respiratory system also has additional functions to produce body heat, talking, singing, body defense, air heating, and moistening the air breathing. Keyword : System respiration, external respiration, internal respiration, respiratory tract, the air exchange Abstrak Sistem respirasi manusia berfungsi untuk mengambil oksigen yang akan digunakan dalam proses metabolisme dan mengelurkan karbondioksida sebagai sisa hasil metabolisme tubuh. Respirasi dibagi atas respirasi eksternal dan internal. Selain itu paru kita juga mempunyai kemampuan untuk melakukan ekspirasi maksimal dan inspirasi maksimal. Sistem pernafasan juga dibagi atas saluan pernafasan dan pertukaran udara. Saluran pernafasan yaitu hidung, faring, laring, trakea, dan bronkus. Tempat pertukaran udara adalah bronkiolus terminalis, bronkiolus respiratorius, duktus alveolar, sakus alveolar, dan alveolus. Sistem respirasi juga mempunyai fungsi tambahan untuk mengeluarkan panas tubuh, berbicara, menyanyi, pertahanan tubuh, memanaskan udara, dan melembabkan udara pernafasan. Kata kunci : Sistem respirasi, respirasi eksternal, respirasi internal, saluran pernafasan, pertukaran udara

1

Otot-otot yang melapisi hidung adalah bagian dari otot wajah. Jika terjadi kelainan atau kerusakan dalam sistem pernafasan kita. yaitu m. maka yang terjadi adalah kita akan mengalami sulit bernafas. Saluran pernafasan manusia berfungsi sebagai penyalur udara yang termasuk dalam sistem pernafasan atas. faring. A. Karena itulah penting bagi kita untuk mengetahui fungsi dan mekanisme dari pernafasan kita. Selain itu pertukaran oksigen dan karbondioksida dalam alveolus. dan sistem sirkulasi darah. Selain itu juga banyak zat-zat kimia yang ikut serta dalam perjalanan nafas manusia. Kulit sisi medial punggung hidung sampai ujung hidung dipersarafi oleh 2 . Hidung bagian luar dibentuk oleh tulang dan tulang rawan hialin. infraorbitalis cabang A. Mekanisme ini sangat dibutuhkan untuk proses metabolisme tubuh.dorsalis nasi cabang A. Sistem pernafsan manusia dimulai dari hidung sampai ke paru. Hidung dibagi atas bagian luar dan rongga hidung (cavum nasi). Tulang-tulang yang membentuk adalah os nasal. Ada banyak sistem transportasi yang dilibatkan didalamnya. Tulang-tulang rawan ini nantinya akan saling berhubungan. Pendarahan hidung di bagian luar disuplai oleh cabang-cabang A. Udara melewati begitu banyak mekanisme hingga akhirnya akan sampai pada alveolus yang nantinya juga akan dialirkan ke seluruh tubuh oleh darah. Selain itu pernafasan juga mempunyai fungsi untuk menyaring kotoran yang masuk bersama udara. laring dan trakea. Karena tanpa bernafas manusia akan mati. dan alveolus. faring. seperti yang dilakukan oleh hidung. jaras pernafasan. Selain itu struktur pernafasan manusia juga dibagi atas saluran pernafasan. dan A. Manusia akan menghirup oksigen dan mengeluarkannya kembali dari paru ke udara luar. Pembuluh baliknya akan menuju V. depresor septi nasi. pompa ventilasi udara. trakea.Pendahuluan Pernafasan manusia adalah salah satu bagian penting dalam sistem tubuh manusia. bronkus. tempat pertukaran udara. dan alveolus. bronkiolus. Tulang rawan terdiri atas cartilago septum nasi. Tinjauan Pustaka 1. sampai kembali ke paru juga melewati beberapa proses. maxilaris interna. Anatomi Sistem Pernafasan Manusia Sistem pernafasan manusia dimulai dari bagian hidung. Semua itu akhirnya akan membuat manusia bisa melakukan aktivitasnya. lalu ke seluruh tubuh. dan bagian nasal os frontal. Keadaan ini nantinya akan membuat metabolisme dalam tubuh kita juga terganggu. tersusun atas hidung. bronkiolus.ophtalmica. cartilago nasi lateralis. ophtalmica. dan cartilago ala nasi major dan minor. facialis dan V. laring. Bronkiolus dan alveolus terdapat di dalam paru. processus frontalis maxilla. nasalis dan m. Sistem pernafasan bawah adalah bronkus. facialis.

hiatus akan menjadi infundibulum ethmoidalis. dan frontonasalis. Sedangkan pada bagian lateral disarafi oleh cabang infraorbitalis N. Meatus nasi medius berada inferolateral terhadap concha nasalis medius. penghidu.V 2. Di bawah bulla ethmoidalis terdapat celah berbentuk lengkung yang meluas ke atas sampai di bagian depan bulla. Regio sphenoidalis berhubungan dengan fossa pterygopalatina melalui foramen pterygipalatinum. Dinding lateral hidung memperlihatkan tiga elevasi yaitu concha nasalis superior.opthalmicus/N. Bulu hidung ini berguna untuk menahan aliran partikel yang terkandung di dalam udara yang dihisap. Setinggi meatus medius ini dinding lateral rongga hidung memperlihatkan sebuah elevasi bulat. dan pernafasan. Di sebelah kranial dan dorsal terhadap concha nasalis superior terdapat recessus spheno-ethmoidalis yang pada bagian inferiornya mengandung muara sinus spenoidalis. dan inferior. Septum nasi dibentuk oleh lamina perpendicular osis ethmoidalis. Vestibulum dilapisi oleh suatu kulit yang engandung bulu hidung.Regio penghidu terletak di sebelah cranial. Pada inferolateral masing-masing concha terdapat meatus nasi superior.cabang-cabang infratrochlearis dan nasalis externus N. dan concha nasalis medius. yaitu bulla ethmoidalis. Dalam infundibulum ethmoidalis bermuara sinus ethmoidalis anterior dan umumnya berkesinambungan dengan ductus nasofrontalis. Bagian kaudal dan lateral terhadap concha nasalis inferior. ethmoidalis. Ke bagian atas dan dorsal vestibulum dibatasi oleh limen nasi.1 Gambar 1. Bagian atas dan depan.V-1. yaitu regio sphenoidalis. dan cartilagi septi nasi. os vomer. medial. Dimulai dari atap rongga hidung daerah ini meluas sampai setinggi concha nasalis superior dan bagian septum nasi yang ada dihadapan concha tersebut. Regio 3 . yaitu hiatus semilunaris. maxilaris/N. Regio pernafasan adalah bagian rongga hidung selebihnya. Vestibulum adalah sebuah pelebaran yang letaknya tepat di sebelah dalam nares. concha nasalis inferior. Pada cavum nasi juga ada sebuah bangunan yang membentuk atap. berisi muara ductus nasolakrimalis.1 Bagian Hidung Luar 2 Cavum nasi (rongga hidung) dibagi atas tiga regio yaitu vestibulum. Bulla ethmoidalis dibentuk oleh pembengkakan sinus ethmoidalis yang bermuara pada atau tepat di atsa bulla ethmoidalis tersebut.

N. sphenopalatina. namun berhubungan dengan rongga mulut melalui canalis incisivus. concha nasalis medius. cabang A. trigeminus (N. beranostomosis dengan A. ethmoidalis anterior yang berakhir di V. atap. facialis. Bagian rongga hidung dipersarafi oleh cabang-cabang N.2 Cavum Nasi 2 4 . petrosus superficial major dengan serabut simpatis posganglioner N.ethmoidalis berhubungan dengan fossa cranii anterior lewat lamina cribrosa os ethmoidalis. cabang A. canalis pterygodei merupakan gabungan dari N. melewati foramen palatinum majus dan canalis incisivus serta beranostomosis dengan A. maxilaris interna. Plexus ini terletak pada submukosa bagian kaudal septum nasi. V). Dasar dari rongga hidung dibentuk oleh processus palatinus os maxila dan lamina horizontalis ossis palatini. cabang N. vasomotorik. olfactorius (N.1 Gambar 1. concha nasalis medius. otonom secretomotorik. maxilaris interna. Ethmoidalis anterior dan posterior. cabang dari A. nasociliaris.opthalmica. palatina major. mempersarafi vestibulum nasi. facialis. ethmoidalis anterior. Pembuluh nadi yang mendarahi rongga hidung adalah (1) Aa. V. maxilaris (N. serta N. N. sebagai lanjutan N. mempersarafi daerah anterior bagian atas sekat. Vena akan menuju V. sphenopalatina. dan V. N. mendarahi mukosa dinding lateral dan medial hidung (3) A. V-2). Regio frontonasal berhubungan dengan orbita lewat foramina ethmoidalis anterius dan posterius serta ductus nasolakrimalis. sinussinus (2) A. Vena-vena dari rongga hidung akan membentuk plexus cavernosus. petrosus profundus. labialis superior. sphenopalatina. I). Dasar ini akan memisahkan rongga hidung dengan rongga mulut. mendarahi septum nasi daerah vestibulum. serta dinding lateral yang berada di sebelah anterior terhadap kedua concha tersebut. sphenopalatina (4) A. infraorbitalis. dan concha nasalis inferior. dan concha nasalis inferior. yang akan memperdarahi pangkal hidung. cabang palatina descendens A. ophtalmica.

dan sinus maxilaris. Berbentuk piramid yang berbatasan dengan rongga hidung pada bagian dinding lateral. Ke dalam lantai ini berproyeksi elevasui berbentuk kerucut yan sesuai dengan akar gigi molar satu dan dua. palatina major. sinus ethmoidalis. Sinus-sinus ini berfungsi untuk meringankan tulang tengkorak dan menambah resonansi suara.anen dan sesudah pubertas. yakni A. Ukuran yang semourna tercapai pada usia pubertas (terutama laki-laki). A. Sinus frontalis terletak dalam os frontal. Puncaknya akan meluas ke dalam processus zygomaticus osis maxila. Sinus berkembang setelah pubertas. ethmoidalis posterior dan cabang orbital ganglion pterygopalatinum. Sinus bermuara ke dalam bagian anterior meatus nasi medius sisi yang sama. Rongga ini berdinding tipis. sinus sphenoidalis. Kelompok posterior bermuara ke dalam meatus nasi superior. A. Sinus frontalis dipersarafi oleh N. molar tiga dan caninus.Sinus paranasalis dibagi atas empat yaitu sinus fontalis. Sinus maxilaris menempati tulang maxilla. Cellulae ini membentuk kelompok anterior. Cellulae ethmoidales berkembang pada usia 6-8 tahun dan sesudah pubertas. sehingga disebut juga cellulae ethmoidales. kadang ada rongga yang bermuara ke dalam sinus sphenoidales. melewati infundibulum ethmoidale atau ductus frontalis yang melintasi bagian anterior labirin ethmoid. Pendarahan disuplai oleh A. Ethmoidales anterior dan posterior serta cabang orbital ganglion pterygopalatinum. ethmoidalis posterior dan cabang pharyngeal A. sphenopalatina. serta A. ethmoidales anterior dan posterior. yang secara nyata mengubah ukuran dan bentuk wajah. maxilaris interna. maxilaris interna. Kadang juga berproyeksi akar gigi geligi premolar satu dan dua. Persarafan oleh Nn. Pendarahan disuplai oleh cabang-cabang A. Sinus sphenoethmoidalis pada bagian cranialnya berbatasan dengan chiasma opticum dan hypophysis cerebri dan sisinya berbatasan dengan A. Kelompok medius bermuara ke dalam meatus nasi medius pada cranial bulla ethmoidales. Cellulae terletak antara bagian atas rongga hidung dan rongga orbita yang dibatasi oleh lamina papyracea. carotis interna dan sinus cavernosus. 5 . Disarafi oleh N. infraorbitalis yang merupakan lanjutan A. dan A. supraorbitalis. facialis. dan posteriior. opthalmica. Sinus ini berkembang pada usia 7 dan 8 tahun. Lantai berbatsan dengan processus alveolaris ossis maxila dan biasanya lebih rendah dari lantai rongga hidung. Kelompok anterior bermuara ke dalam infundibulum ethmoidale atau ductus frontonasalis. Disarafi oleh N. Kelompok ini sangat dekat dengan canalis opticus dan N. Sinus akan membesar semenjak erupsi gigi per. Sinus ethmoidales disusun sebagai ronggarongga kecil tak beraturan. ethmooidalis anterior. Pendarahan disuplai oleh A. opticus. Alveolaris superior anterior dan posterior cabang A. maxilaris interna dan Aa. supraorbitalis. Pembuluh balik melewati vena yang senama dengan arterinya. medial. Pendarahan disuplai oleh Aa. Atapnya berbatasan dengan dasar orbita.

scalenus. Otot parasternal. Ujung cabang trakhea disebut cincin karina. Berfungsi saat menelan dan bernafas. Laring terdiri atas epiglotis. Orofaring berfungsi untuk menampung udara dari nasofaring dan makanan dari mulut. setelah itu disebut intrapulmonar. terletak dalam rongga toraks. Laring terletak di anterior vertebra 4 dan 6.1. Permukaan mediastinal memiliki hilus. pada bagian leher. Otot scalenus akan menaikkan iga 1 dan 2 saat inspirasi sehingga rongga dada akan mengembang. glotis.3 Faring adalah pipa berotot berbentuk cerobong yang letaknya bermula dar dasar tengkorak samapi persambungannya dengan esofagus setinggi tulang rawan cricoid. dan posteriior. Bronki disebut ekstrapulmonar sampai masuk paruparu. sebuah permukaan diafragmatik terletak di atas diafragma. adenoid. Saat tuba semakin menyempit. trapezius. Nasofaring merupakan muara dari tuba eustachius. sternocleidomastihydeus dan M. Bagian atas dada. Pada bagian ini terdapat tonsila palatina dan tonsila lingualis. dan memiliki panjang 12 cm dengan cincin kartilagi berbentuk huruf C. sebuah permukaan mediastinal yang terletak terpisah dari paru lain oleh mediastinum dan permukaan kosatal terleatk diatas kerangka iga. pulmonar. sedangkan otot sternoclediomastoid akan mengangkat sternum. dan laringofaring. dan pectoril akan menjadi otot inspirasi tambahan saat dilakukan 6 . kartilagi cricoid. Terletak di bagian depan laring. dan bronkial dari paru. batang atau lempeng kartilago mengganti cincin kartilago. Trakea bersifat sangat fleksibel. medius. Alveolaris superior anterior. kartilago aritenoid. Paru kanan memiliki tiga lobus dan paru kiri memiliki dua lobus. Hal ini menyebabkan benda asing masuk lebih cepat daripada ke cabang sebelah kiri. Tulang dada berfungsi untuk melindungi paru-paru. Laringofaringa adalah bagia terbawah faring yang berhubungan dengan oesofagus dan pita suara. Tenggorokan dikelilingi oleh tonsil. dan pita suara. jantungm dan pembuluh darah besar. Cabang bronkus kanan lebih pendek. Trakhea adalah percabangan dari laring.3 Paru – paru adalah organ berbentuk piramid seperti spons dan berisi udara. lebar.1. kartilago tiroid. Setiap bronkus primer bercabang 9 sampai 12 kali untuk membentuk bronki sekunder dan tertier dengan diameter yang semakin mengecil. Adenoid atau faringeal tonsil berada di langit-langit nasofaring.infraorbitalis dan Nn. berotot. Faring dibagi atas tiga daerah yaitu nasofaring. Ketiga saraf ini juga membawa persarafan sensorik gigi geligi rahang atas. Terletak setinggi vertebra ke 7 yang bercabang menjadi dua bronkus. Bagian luar rongga dada tersusun atas 12 pasang iga. orofaring. tempat masuk dan keluarnya pembuluh darah bronki. terdapat M. dan jaringan limfoid. Setiap paru memiliki sebuah apeks yang mencapai bagian atas iga pertama. dan cenderung lebih vertikal dibanding yang sebelah kiri.

Bagian konduksi berfungsi untuk menyalurkan udara.paru dapat mengembang tanpa melakukan friksi.4 7 . dimana sejumlah besar rambut kaku dan besar menonjol ke bagian saluran udara. Selain mukus. paru. Rongga hidung terbuka pada bagian anterior pada nares dan terbuka pada posterior pada faring. Rambut ini berfungsi untuk menyaring udara dari debu-debu. Fungsi hidung adalah sebagai saluran udara. Tekanan cairan agak negatif dibandingkan tekana atmosfer. trakea. Silia akan mendorong lapis mukus diatasnya ke arah faring. terdapat di SSP C3. Diafragma berbentuk seperti kubah pada saat istirahat. Resesus pleura adalah area rongga pleura yang tidak berisi jaringan paru. Diafragma dipersarafi oleh N. Di bawah epitel terdapat lamina propria tebal yang mengandung kelenjar submukosa. Jika terjadi kecelakaan pada C3 maka akan terjadi gangguan ventilasi. terdiri atas sel mukosa dan serosa. mediastinum) dan (2) pleura viseral melapisi paru dan bersambungan dengan pleura parietal di bagian bawah paru. sel goblet. Di dalam lamina propria terdapat juga sel mast. Pleura adalah membran penutup yang membungkus setiap paru. Bagian respirasi berfungsi sebagi tempat pertukaran udara. melembapkan udara. Histologi Sistem Pernafasan Sistem respirasi dibagi atas dua bagian yaitu bagian konduksi dan bagian respirasi. dan jaringan ikat. otot bercorak. menghangatkan udara. Rongga pleura adalah ruang potensial antara pleura parietal dan viseral yang mengandung lapisan tipis cairan pelumas. Kulit luar disusun oleh epitel berlapis gepeng dengan lapisan tanduk. Bagian respirasi terdiri dari bronkiolus respiratorius. Saat bernapas.3 2. bronkus. Cavum nasi kanan dan kiri dibatasi oleh septum nasi. kelenjar sebasea yang besar-besar.inspirasi maksimal. Area ini muncul saat pleura parietal bersilangan dari satu permukaan ke permukaan lain. epitel juga mensekresikan cairan yang membentuk lapisan di antara bantalan mukus dan permukaan epitel. sakus alveolaris. kelompok jaringan limfoid. Cairan ini disekresi oleh sel – sel pleural sehingga paru. frenicus. Bagian hidung yang berongga terdiri atas tulang. dan alat pembau. Bagian konduksi terdiri dari kavum nasi. duktus alveolaris. dan bronkiolus. Pleura dibagi atas dua macam yaitu (1) pleura perietal melapisi rongga toraks ( kerangka iga.paru bergerak keluar masuk area ini. sel plasma. diafragma. Di antara tulang iga terdapat otot interkostal yang menggerakkan tulang iga ke atas dan ke depan. saringan udara. Epitel berlapis gepeng dengan lapisan tanduk pada kulit berlanjut ke dalam melalui nares sampai ke vestibulum. folikel rambut yang tipis. sel basofilik kecil di dasar epitel. Epitel hidung terdiri atas sel kolumnar bersilia. laring. nasofaring. tulang rawan hialin. dan alveolus.

dan sel olfaktorius. Selain itu juga terdapat kelenjar olfaktoria bowman. Selain itu juga terdapat sejumlah besar granul pigmen yang memberi warna kecoklatan pada epitel olfaktoria. Nasofaring tersusun atas epitel bertingkat bersilia bersel goblet. Bagian apikal sel menyempit menjadi juluran silindris halus yang meluas ke permukaan atas epitel. Kelenjarkelenjar disini memproduksi mukos yang akan dialirkan ke kavum nasi oleh gerakan-gerakan silia. intinya bulat. terdapat juga kompleks golgi supranuklear kecil. Pada 8 . Sel ini bisa membelah dan berkembang menjadi sel sustentakular atau juga sel olfaktorius. orofaring. sel basal. sel limfoid. kelenjar tubulo-alveolar bercabang. kompleks golgi mencolok.Pusat reseptor untuk sensasi penciuman terletak pada epitel olfaktorius. Faring adalah suatu ruangan dibelakang kavum nasi yang menghubungkan traktus digestivus dan traktus respiratorius. yang terdiri atas sel piramid dengan granul sekresi pucat. Sel sustentakular kolumnar tinggi memiliki banyak mikrovili yang terjulir ke lapis mukus diatasnya. Lamina propria lebih tipis dari kavum nasi dan melekat pada periosteum dibawahnya. Sel basal terletak antara sel olfaktorius dan sel penyokong. Dibawah membrana basalis terdapat lamina propria yang juga terdapat kelenjar campur. disebut bulbus olfaktorius.1 Epitel olfaktorius 6 Sinus paranasalis mengandung epitel bertingkat torak bersilia bersel goblet. dan pleksus kapiler darah luas.4. dan sitoplasma apikal yang dipenuhi retikulum endoplasma licin. Yang termasuk dalam faring adalah nasofaring. beberapa elemen tubulovesikular dari retikulum endoplasma licin. Sel olfaktorius adalah neuron bipolar. Mengandung sedikit sel pigmen. Epitel olfaktorius adalah epitel bertingkat tinggi yang terdiri atas tiga jenis sel yaitu sel sustentakular.5 Gambar 2.Lamina propria akan menutupi jaringan ikat padat yang membentuk periosteum. dan laringofaring. Sel ini memiliki inti pucat.

Terletak dibelakang rongga mulut dan permukaan belakang lidah. Bagian trakea yang mengandung tulang rawan disebut pars kartilagenia. Lamina basalis tebal dan jelas. Sedangkan otot polos berperan untuk mendekatkan kedua tulang rawan. M. mukosanya membentuk dua lipatan yang meluas ke dalam lumen laring: pasangan lipatan atas membentuk pita suara palsu (plika vestibularis) yang terdiri dari epitel respirasi dan kelenjar serosa. Orofaring akan dilanjutkan ke bagian atas menjadi epitel mulut dan ke bagian bawah epitel oesophagus. Di bawah epitel terdapat kelenjar campuran mukosa dan serosa. Lamina proprianya mempunyai serat-serat elastin yang berjalan longitudinal membentuk membran elastika interna. Terdapat muara dari saluran yang menghubungkan rongga hidung dan telinga tengah yang disebut osteum tuba auditiva. Laringofaring tersusun atas epitel berlapis gepeng tanpa lapisan tanduk yang terletak di belakang laring.5 Laring merupakan bagian yang menghubungkan faring dengan trakea. sehingga menyebabkan perubahan celah pita suara.bagian posterior terdapat jaringan limfoid yang membentuk tonsila faringea. sedangkan permukaan laringeal ditutupi oleh epitel respirasi bertingkat bersilindris bersilia.7 Trakea memiliki struktur tulang rawan hialin yang berbentuk C (tapal kuda). Pars mebranasea ada serat otot polos yang berjalan transversal. Sedangkan bagian yang mengandung otot disebut pars membranase. ligamentum vokalis (serat elastin) dan muskulus vokalis (otot rangka). 9 . meluas ke faring dan memiliki permukaan lingual dan laringeal. Berperan untuk proses menelan. M. Pada lamina propria laring terdapat tulang rawan hialin dan elastin yang berfungsi sebagai katup yang mencegah masuknya makanan dan sebagai alat penghasil suara pada fungsi fonasi. laringeus rekuren menyebabkan kelenjar-kelenjar mengeluarkan sekretnya. Tunika submukosa terdiri dari jaringan ikat jarang. Bagian posterior trakea terdapat banyak kelenjar sepanjang lapisan muskular.4. Otot muskulus vokalis akan membantu terbentuknya suara dengan frekuensi yang berbeda-beda. Rangsangan N. Bagian lingual dan apikal epiglotis ditutupi oleh epitel gepeng berlapis. lemak. Di bawah epiglotis. Sekelilingnya terdapat banyak kelompok jaringan limfoid yang disebut tonsila tuba faringea. Cincincincin tulang rawan akan saling berhubungan oleh suatu jaringan penyambung padat fibroelastis dan retikulin yang disebut ligamen anulare untuk mencegah agar lumen trakea jangan meregang berlebihan. instrinsik laring akan menyebabkan kontraksi otot skelet yang menyebabkan perubahan bentuk. Orofaring berlapis gepeng tanpa lapisan tanduk. kelenjar campur yang banyak dibagian posterior. serta di lipatan bawah membentuk pita suara sejati yang terdiri dari epitel berlapis gepeng. ekstrinsik laring berhubungan dengan otot dan ligamnetum disekitarnya. Mukosa trakea disusun oleh epitel bertingkat torak bersilia bersel goblet. Epiglotis merupakan juluran dari tepian laring.

10 . Sel basal merupakan sel induk yang akan bermitosis dan berubah menjadi sel lain. Diantara pleura terdapat kavum pleura yang normalnya berisi cairan serosa. dengan lamina propria yang mengandung kelenjar serosa . serat elastin. Pleura disusun oleh jaringan ikat fibrosa dengan serat elastin dan kolagen dan sel fibroblas yang dilapisi oleh selapis sel mesotel. Ada dua macam sel yaitu sel sikat 1 dengan mikrovili panjang dan sel sikat 2 dengan mikrovili pendek. aktif.2 Trakea 6 Paru dilapisi oleh suatu selaput yang dinamakan pleura. Sifat granularnya mengandung katekolamin yang akan mengatur aktivitas sel goblet dan gerakan silia. Sel sekretorik mengandung granular pada sitoplasmanya. Pleura dibagi atas dua yaitu pleura viseralis dan pleura parietalis. Bersifat untuk mensekresi apokrin. Sel goblet adalah sel yang berfungsi untuk mensintesa dan mensekresi lendir. sel sikat. Sel sikat mempunyai mikrovili di apex yang berbentuk seperti sikat. Tunika adventisia juga mengandung kelenjar campur dengan jaringan fibroelastis yang berhubungan dengan perikondrium sebelah luar pars kartilagenia. dan sel sekretorik bergranular. Tulang rawan pada bronkus lebih tidak teratur dibandingkan pada trakea. limfosit dan sel otot polos. Dengan mikroskop elektron dapat dilihat enam jenis sel yaitu sel bersilia.4 Gambar 2. Mukosa bronkus secara struktural mirip dengan mukosa trakea. Selain itu juga mengandung tetesan mukus yang akan pilisakarida. pada bagian bronkus yang lebih besar. trakealis.longitudinal. Semakin tua warnanya akan menjadi abu-abu karena penimbunan CO2 dalam sel fagositosis di septum interlobularis. Pada apex terdapat mikrovili. sel goblet. oblique disebut M. Sel ini juga berfungsi untuk mengatur sekresi mukosa dan serosa. Sel bersilia adalah sel yang mempunyai silia yang panjang. dan motil yang bergerak ke arah faring. Saat masih bayi warnanya adalah merah muda karena terdapat banyak pembuluh darah. Mempunyai aparatus golgi dan retikulum endoplasma kasar di basal sel.

Bronkiolus tidak memiliki tulang rawan dan kelenjar pada mukosanya. Bronkolus dibagi atas bronkiolus terminalis dan respiratorius. glikoprotein.4.cincin tulang rawan mengelilingi seluruh lumen. Lamina propria mempunyai serta kolagen dan serat elastin. Pada bronkiolus yang lebih besar. Alveolus 6 Semakin ke distal dari bronkiolus respiratorius maka semakin banyak terdapat muara alveolus. cincin tulang rawan digantikan oleh pulau-pulau tulang rawan hialin. serta otot polos yang terputusputus. tak bersilia. Bronkiolus terminalis disusun oleh epitel selapis torak bersilia dan sel goblet. Berfungsi untuk pembentukan cairan bronkioler yang mengandung protein. Diantara sel kubis terdapat sel clara yang berbentuk kubah.7 Gambar 2. Lamina propria mengandung otot polos dan serat elastin. dan sejalan dengan mengecilnya garis tengah bronkus. Adanya serat elastin dan 11 . epitelnya adalah epitel bertingkat silindris bersilia. serat elastin. Bronkiolus respiratorius adalah bagian antara bagian konduksi dan bagian respirasi. bagian puncak menonjol ke lumen. Duktus alveolaris bermuara ke atrium yang berhubungan dengan sakus alveolaris. Tidak mempunyai sel goblet dengan epitel selapis kubis. hingga seluruhnya berupa muara alveolus yang disebut sebagai duktus alveolaris. Lapisan luarnya disusun oleh serat kolagen. Terdapat anyaman sel otot polos pada lamina proprianya. Pada segmen awal hanya terdapat sebaran sel goblet dalam epitel. dan kolesterol. yang makin memendek dan makin sederhana sampai menjadi epitel selapis silindris bersilia atau selapis kuboid pada bronkiolus terminalis yang lebih kecil. pembuluh darah dan limfe. Bronkiolus Respiratorius.3 Bronkiolus Terminalis. Diantara sel ini terdapat sel Clara yang mempunyai mikrovili dengan granula kasar. yang semakin sedikit pada segmen distal duktus alveolaris dan digantikan oleh serat elastin dan kolagen. dan juga saraf.

5. Fisiologi Sistem Pernafasan Respirasi mempunyai fungsi utama untuk menghirup oksigen yang digunakan untuk metabolisme dan mengeluarkan karbondioksida sebagai sisa hasil dari metabolisme. sakus alveolaris dan alveoli memungkinkan alveolus mengembang sewaktu inspirasi. fibroblas. Septum interalveolar mengandung pori-pori yang menghubungkan alveoli yang bersebelahan. mencegah terjadinya pengembangan secara berlebihan dan pengrusakan pada kapiler-kapiler halus dan septa alveolar yang tipis. berkontraksi secara pasif pada waktu ekspirasi secara normal. Sel tipe 2 ini memiliki ciri mengandung badan lamela yang berfungsi menghasilkan surfaktan paru yang menurunkan tegangan alveolus paru. fungsinya untuk menyeimbangkan tekanan udara dalam alveoli dan memudahkan sirkulasi kolateral udara bila sebuah bronkiolus tersumbat. retikulin. Selain itu respirasi juga mempunyai fungsi tambahan yaitu mengeluarkan air dan panas tubuh. Alveolus merupakan struktur berongga tempat pertukaran gas oksigen dan karbondioksida antara udara dan darah. Septum interalveolar memisahkan dua alveolus yang berdekatan. Struktur utama sistem pernafasan saat keadaan tenang adalah diafragma dan M. Terdapat sel alveolus tipe 1 yang melapisi 97% permukaan alveolus. dan (4) pertukaran O2 dan CO2 antara darah di kapiler sistemik dan jaringan. Respirasi eksternal mencakup empat hal yaitu : (1) ventilasi yaitu proses pertukaran gas antara atmosfer dan alveolus di paru. (2) difusi adalah prose pertukaran O2 dan CO2 antara udara di alveolus dan darah di kapiler paru.retikulin yang mengelilingi muara atrium. Sel tipe 2 tersebut berada di atas membran basal. berbentuk kuboid dan dapat bermitosis untuk mengganti dirinya sendiri dan sel tipe 1. meningkatkan aliran balik vena. memungkinkan untuk bernyanyi.4. Sel alveolus tipe 2 tersebar di antara sel alveolus tipe 1. matriks dan sel jaringan ikat. vokalisasi. keduanya saling melekat melalui taut kedap dan desmosom. dan sistem pertahanan tubuh. intercostalis 12 . Antara sel alveolus tipe 1 dihubungkan oleh desmosom dan taut kedap yang mencegah perembesan cairan dari jaringan ke ruang udara. Respirasi dibagi atas dua macam yaitu respirasi internal dan eksternal. Respirasi internal merujuk kepada proses metabolik intrasel yang dilakukan di dalam mitokondria. (3) pengangkutan O2 dan CO2 antara paru dan jaringan. Respirasi eksternal merujuk kepada seluruh kejadian dalam pertukaran O2 dan CO2 antara lingkungan eksternal dan sel tubuh. Sitoplasmanya mengandung banyak vesikel pinositotik yang berperan dalam penggantian surfaktan (yang dihasilkan oleh sel alveolus tipe 2) dan pembuangan partikel kontaminan kecil. mempertahankan keseimbangan asam-basa. serat elastin. septum tersebut terdiri atas 2 lapis epitel gepeng tipis dengan kapiler.7 3. berbicara. fungsinya untuk membentuk sawar dengan ketebalan yang dapat dilalui gas dengan mudah.

Otot inspirasi utama adalah diafragma yang disarafi oleh saraf frenikus. Diafragma akan mengambil posisi aslinya yang seperti kubah. Karena gadien inilah maka paru selalu dipaksa mengembang untuk mengisi rongga thoraks. Dinding thoraks dan paru yang semula teregang akan mengalami recoil ke 13 . Inspirasi dalam dilakuka dengan mengontraksikan diafragma dan otot interkostal eksternal secara lebih kuat dan dengan mengaktifkan otot inspirasi tambahan untuk semakin memperbesar rongga thoraks. Karena itu cairan intrapleura dapat dianggap sebagai “lem” antara bagian dalam dan dinding thoraks dan paru. diafragma akan turun dan memperbesar volume rongga thoraks dengan meningkatkan ukuran vertikal. Saat berkontraksi. dua gaya yaitu daya kohesif cairan intrapleura dan gradien tekanan transmural menahan dinding thoraks dan paru saling berdekatan. Gradien tekanan transmural adalah perbedaan tekanan ke arah luar yang mendorong paru keluar. Tekanan intraalveolus harus lebih besar daripada tekanan atmosfer agar udara akan mengalir keluar dari paru. sangkar iga yang sebelumnya terangkat turun karena gravitasi.8 Rongga thoraks lebih besar daripada paru tidak teregang karena dinding thoraks tumbuh lebih cepat daripada paru sewaktu perkembangan. Hubungan ini ikut berperan dalam kenyataan bahwa perubahan dimensi thoraks selalu disertai oleh perubahan setara dalam dimensi paru. Pada akhir inspirasi. maka tekanan intra-alveolus harus lebih kecil dari tekanan atmosfer agar udara mengalir masuk ke dalam paru sewaktu inspirasi. Tekanan intrapleura adalah tekanan yang terjadi di dalam kantong pleura. otot inspirasi melemas. akan menonjol keluar sewaktu inspirasi karena diafragma yang turun akan menekan isi abdomen ke bawah depan. meregangkan. Daya kohesif cairan intrapleura cenderung menahan kedua permukaan saling menyatu. Tekanan atmosfer adalah tekanan yang ditimbulkan oleh berat udara di atmosfer pada benda di permukaan bumi. jika melemas. Sedangkan saat paru melakukan inspirasi ataupun ekspirasi kuat otot-otot pernafasan tambahan akan ikut berkontraksi. Otot akan dirangsang untuk berkontraksi sehingga rongga thoraks membesar. tekanan intrapulmo. atau menyebabkan distensi paru. Karena udara mengalir mengikuti penurunan gradien tekanan. Udara mengalir masuk dan keluar paru selama tindakan bernapas karena berpindah mengikuti gradien tekanan antara alveolus dan atmotsfer.eksternus. Dalam keadaan melemas diafragma akan berbentuk kubah yang menonjol ke atas dalam rongga thoraks. Saat otot interkostal melemas. Namun. dan tekanan intrapleura.8 Respirasi dimulai saat otot inspirasi utama berkontraksi. Dikenal tiga macam jenis tekanan yaitu tekanan atmosfer. meregangkan paru untuk mengisi rongga thoraks yang lebih besar. Tekanan intrapulmo adalah tekanan yang terjadi di dalam alveolus. Dinding abdomen.

Karena itu. Compliance adalah kemampuan paru untuk mengembang dan recoil adalah kemampuan paru untuk kembali ke posisi semulanya. Namun jaringan parunya tetap kolaps sampai lahir. Surfaktan berperan penting saat kelahiran. Yang paling penting adalah kerja dari otot dinding abdomen yang akan membuat diafragma terdorong ke atas. Setelah lahir. Surfaktan mencegah agar jaringan paru-parunya tidak kolaps kembali. karena molekul air dipermukaan cenderung saling tarik. Selain itu tegangan permukaan alveolus juga mempengaruhi sifat elastik paru.8 Paru-paru mempunyai sifat elastis yang membuatnya dapat meregang dan kembali ke posisi semula. Volume paru-paru yang dapat diukur adalah tidal volume (TV). inspiratory capacity (IC). Tidal volume adalah volume udara yang masuk dan keluar paru saat inspirasi biasa (500mL). yaitu tegangan melawan ekspansi alveolus karena molekul air di permukaan menolak untuk diregangkan satu dengan yang lain. tegangan permukaan cenderung mengurangi ukuran alveolus dan memeras udara didalamnya. Tegangan permukaan ini bisa dilawan oleh suatu cairan yang dihasilkan oleh alveolus. bayi melakukan beberapa kali gerakan inspirasi kuat dan parunya akan mengembang. Tegangan dihasilkan oleh lapisan tipis cairan yang melapisi bagian dalam alveolus. Udara meninggalkan paru menuruni gradien tekanan dari tekanan intra-alveolus yang lebih tinggi ke tekanan atmosfer yang lebih rendah. Janin di uterus berusaha untuk melakukan gerakan pernafasan.9 Volume paru-paru dapat diukur dengan spirometer yang berbentuk seperti drum dan terdapat air di dalamnya. Tegangan permukaan mempunyai efek ganda : (1) lapisan cairan menahan setiap gaya yang meningkatkan luas permukaannya. residual volume (RV). Cairan tersebut adalah surfaktan yang dihasilkan oleh sel alveolus tipe II. (2) luas permukaan endenrung menciut sekecil mungkin. semakin mengurangi ukuran vertikal rongga thoraks. vital capacity (VC). dan forced expiratory volume (FEV). Untuk menghasilkan ekspirasi paksa. functional residual volume (FRV). inspiratory reserve volume (IRV).8. Aliran keluar udara terhenti ketika tekanan intra-alveolus menjadi sama dengan tekanan atmosfer.ukuran prainspirasinya karena sifat elastiknya. Ekspirasi dapat menjdi aktif untuk mengosongkan paru secara lebih tuntas dan lebih cepat daripada saat pernapasan tenang. otot eksirasi harus lebih berkontraksi untuk mengurangi volum rongga thoraks dan paru. IRV adalah volume udara 14 . mengurangki kerja untuk mengembangkan paru (2) memperkecil kecendurangan paru untuk terus recoil sehingga paru tidak mudah kolaps. Surfaktan akan menurunkan tegangan permukaan yang akan memberikan dua manfaat penting yaitu (1) bahan ini akan meningkatkan compliance paru. total lung capacity (TLC). mencoba berada sedekat mungkin satu sama lain. exspiratory reserve volume (ERV).

Kapasitas oksigen adalah volume maksirnum oksigen yang dapat berikatan dengan sejumlah hemoglobin dalam darah. Kurva disosiasi oksigen-hemoglobin adalah kurva yang menggambarkan hubungan persentase saturasi kemampuan Hb mengikat O2 dengan PO2. Grafik memperlihatkan persentase kejenuhan hemoglobin pada garis vertikal dan tekanan parsial oksigen pada garis horisontal. masingmasing mengandung gugus hem. seperti yang terjadi pada udara alveolar. Ada tiga keadaan penting yang mempengaruhi kurva disosiasi Hb-O2 yaitu pH. Ruang rugi alveolus adalah setiap alveolus yang mendapat ventilasi namun tidak ikut serta dalam pertukaran gas. suhu. Setiap sel darah merah mengandung 280 juta molekul hemoglobin. Hem adalah suatu kompleks yang dibentuk oleh satu atom besi fero. Masing-masing fero akan mengikat oksigen. kadar 2. VC=IRV+TV+ERV (4500mL). RV adalah volume udara yang masih terdapat di dalam paru hingga akhir ekspirasi (1200mL). FEV adalah volume udara yang dapat dihembuskan selama satu detik pertama ekspirasi.8. Hemoglobin dikatakan 97% jenuh pada PO2 100 mmHg. VC adalah volume udara maksimal yang dapat dikeluarkan dalam satu kali bernafas setelah nspirasi maksimal. TLC adalah volume udara maksimal yang dpat ditampung oleh paru.9 Hemoglobin adalah suatu protein yang dibentuk dari empat rantai subunit. Jika ini terjadi maka dibutuhkan PO2 yang lebih tinggi agar HB dapat 15 . FRC adalah volume udara di paru pada akhir ekspirasi pasif normal (2200mL). IC adalah volume udara maksimal yang dapat dihirup pada akhir ekspirasi tenang normal. Kejenuhan oksigen darah adalah rasio antara volume oksigen aktual yang terikat pada hemoglobin dan kapasitas oksigen. Sebagian ada yang tetap berada dalam saluran pernafasan dan disebut ruang rugi anatomik. Deinikian pula. kejenuhan oksigen darah pun meningkat. Peningkatan suhu atau penurunan pH akan membuat kurva bergeser ke kanan. IC=IRV+TV (3500mL). TLC=VC+RV (5700mL). Kurva berbentuk sigmoid karena kapasitas pengisian oksigen pada hemoglobin (afinitas pengikatan oksigen) bertambah jika kejenuhan bertambah.3 BPG. ERV adalah udara yang masih dapat dikeluarkan dengan mengontraksikan secara maksimal otot ekspirasi (1000mL).tambahan yang dapat secara maksimal dihirup di atas volume alun napas istirahat (3000mL).34 ml oksigen. Setiap gram hemoglobin dapat mengikat 1. Atom besi akan tetap dalam bentuk fero sehingga akan terjadi reaksi oksigenisasi. Tidak semua udara yang dihirup itu dapat semuanya masuk ke dalam alveolus. jika pelepasan oksigennya (pelepasan oksigen terikat) meningkat. Konsentrasi hemoglobin ini biasanya dinyatakan sebagai persentase volume dan merupakan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.

adalah ion bermuatan negatif maka efluks HCO3. Ion klorida berdifusi ke dalam seldarah merah menuruni gradien listrik ini untuk memulihkan netralisir listrik.berdifusi menuruni gradien konsentrasinya keluar erotrosit menuju plasma.1 Kurva Disosiasi HbO2 10 Karbon dioksida yang berdifusi ke dalam darah dan jaringan dibawa ke paru-paru melalui beberapa cara yaitu (1) sejumlah kecil karbon dioksida (7% sampai 8%) tetap terlarut dalamplasma. (2) karbondioksida yang tersisa bergerak ke dalam sel darah merah. di mana 25%-nya bergabung dalam bentuk reversibel yang tidak kuat dengan gugus amino di bagian globin pada hemoglobin untuk membentuk karbaminohemoglobin. CO2 akan berikatan dengan H2O membentuk asam karbonat (H2CO3). (3) sebagian besar karbondioksida dibawa dalam bentuk bikarbonat. terutama dalam plasma.8. Membran relatif imerpeabel terhadap H+. HCO3. Membran sel darah merah memiliki pembawa HCO3.9 Gambar 3.yang tidak disertai oleh difusi keluar ion bermuatan positif menciptakan gradien listrik.yang secara pasif mempermudah difusi ion-ion dalam arah berlawanan menembus mebran. Peningakatan 2. Sewaktu reaksi in berlangsun. Sebagian dari asam karbonat akan terurai menjadi ion hidrogen (H+) dan ion bikarbonat (HCO3-).3 BPG menyebabkan lebih banyak O2 yang dibebaskan.dikenal dengan nama pergeseran klorida.9 16 .H+ mulai menumpuk di sel darah merah kapiler sistemik.Cl.sebagai penukar efluks HCO3.mengikat sejumlah O2. Dalam reaksi pertama. Karena HCO3. Karena itu HCO3. Reaksi ini akan dibantu oleh karbonat anhidrase yang akan mempercepat proses reaksi. Pergeseran masuk Cl..

Manusia bisa melakuan inspirasi dan ekspirasi dari yang bersifat biasa hingga bernafas sedalam-dalamnya. dan 2. Edisi ke-2. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC . Edisi ke-20. Pabst R. suhu.edu/Courses/anphys/1999/Dickens/Oxygendissociation. Keperawatan bedah asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem pernafasan. 6. Sobotta atlas of human anatomy. 8. 3. 1992.497-547. 2007. darah. 4. Soemantri I. R. Carneiro J. Singapore : Cengage Learning Asia Pte Ltd . Sherwood L. maupun alveolus.com/artikel-kedokteran/histologi-sistem-pernapasan/. Gunardi S. Human physiology : from cells to systems. Junqueira LC. Tobing. Daftar Pustaka 1. Anugerah P. 2007. Buku ajar fisiologi kedokteran.bio. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC. Martoprawiro M.h. sedangkan bronkiolus terminalis sampai alveolus adalah bagian dari tempat pertukaran udara. Diunduh dari : http://sectiocadaveris. Anatomi sistem pernafasan. Otot utamanya adalah diafragma dan otot interkostal. 6th ed.p. 10. 7. 9. Dalam paru juga terjadi transpor O2 dan CO2 yang bekerja bergantian dalam penyalurannya. Histologi sistem pernafasan. Jakarta : Penerbit Salemba Medika . Untuk melakukan respirasi maksimal dibutuhkan juga kerja dari otot tambahan. 2006. 10th ed. p.wordpress. 2002. Tempat pertukaran adalah tempat dimana terjadinya pertukaran udara (O2-CO2).htm. The oxygen dissociation curve. 335-54. 2009. Fiore MSH. 2. 2002. Jakarta: EGC. Available from : http://www. 17 . 2007.669-92. Hartanto H. Davidson.3 BPG juga berperan dalam peningkatan atau penurunan transpor O2 dan CO2 dalam tubuh. Putz R. Saluran pernafasan adalah saluran yang akan menyalurkan udara. Buku ajar histologi. Edisi ke-12. Atlas histologi manusia. Jakarta : Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia . Jakarta : Penerbit Kedokteran EGC . Saluran pernafasan dimulai dari hidung sampai bronkus. Munich : Elsevier Gmbh . Histologi dasar teks & atlas.davidson. Ganong WF.Kesimpulan Sistem pernafasan manusia dibagi atas saluran pernafasan dan tempat pertukaran udara. editor. 5. Faktor pH. 14th ed.