Bunuh Diri dalam Pandangan Dinul Islam

Nilai manusia dalam pandangan Dinul Islam sangatlah tinggi. Bahkan masalah kemanusiaan
adalah topik utama yang dibahas dalam al Qur-an. Telah diajarkan dalam kitabNya bahwa
“menghilangkan satu saja nyawa manusia (apapun keyakinannya) tanpa haq seolah-olah telah
membinasakan seluruh manusia. Sebaliknya menghidupi satu saja jiwa manusia seolah-olah
ia telah menjaga kehidupan seluruh manusia.
Maka apapun alasannya perilaku merusak kepentingan umum, membunuh diri dan orang lain
tanpa haq tidak ada kamusnya untuk dibenarkan dalam syariat Dinullah. Berikut ini beberapa
alasan yang semestinya difahami oleh manusia tentang hukum bunuh diri, khususnya pelaku
bom bunuh diri:

1. Larangan membunuh tanpa haq dan perintah menjaga jiwa manusia
‫حاَي ااَه ا‬
ْ‫ن اَأ َي‬
ْ‫جعيِمياًع ا اَواَم َي‬
َ‫س ا‬
َ‫ض اَفاَكاَأساَّناَم ا اَقاَتاَل الساَّن ا ا‬
ِ‫س اد ٍ عيِف ي الَيْر عي‬
َ‫س اَأَيْو اَف ا‬
ٍ ‫س ا عيِباَغَيْيعيِر اََنَيْف‬
ً‫ن اَقاَتاَل اََنَيْف ا‬
ْ‫ساَراعيِئياَل اَأساَّنَم ُه اَم َي‬
ْ‫عاَل ى اَبعيَِن ي عيِإ َي‬
َ‫ك اَكاَتَيْباََن ا ا‬
َ‫جعيِل اَذعيِل ا‬
ْ‫عيِمنَيْ اَأ َي‬
‫اَفاَكاَأساَّناَم ا‬
(٣٢) ‫ن‬
َ‫سعيِرَم ُفنو ا‬
ْ‫ض اَلَم ُم َي‬
ِ‫ك عيِف ي الَيْر عي‬
َ‫ن اَكعيِثياًرا عيِمَيَْنَم ُهَيْم اَبَيْعاَد اَذعيِل ا‬
ّ‫ت َم ُثساّم عيِإ سا‬
ِ‫سَم ُلاََن ا عيِب اَيْلاَباَنّياََن ا عي‬
ُ ‫ج ااَءَيْتَم ُهَيْم َم ُر َم‬
َ‫جعيِمياًع ا اَواَلاَقَيْد ا‬
َ‫س ا‬
َ‫حاَي ا الساَّن ا ا‬
ْ‫اَأ َي‬
“oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: Barangsiapa yang
membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan
karena membuat kerusakan dimuka bumi, Maka seakan-akan Dia telah membunuh manusia
seluruhnya. dan Barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, Maka seolaholah Dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. dan Sesungguhnya telah datang
kepada mereka Rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas,
kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam
berbuat kerusakan dimuka bumi." (Qs.al Maidah : 32)

2. Musyrik bagi pelakunya
Apapun alasan dan caranya membunuh diri hukumnya adalah syirik. Sedangkan pelakunya
syirik tidak akan diampuni dosanya oleh Allah, bahkan kekal disiksa dalam api neraka.
Bunuh diri dengan cara meminum racun, gantung diri, terjun bebas, melukai diri, atau dengan
bom dan seterusnya adalah sama saja hukumnya. Islam tidak mengenal dan mengajarkan
bunuh diri. Ajaran bunuh diri hanya dikenal dalam ajaran shinto dari Jepang yang dilakukan
para samurai yang gagal melaksanakan misinya (harakiri), juga oleh tentara nippon melawan
musuhnya dengan jibaku (menabrakkan pesawat tempur ke kapal musuh). Dalam agama
shinto diajarkan bahwa pelaku bunuh diri demi membela keyakinan akan masuk nirwana
(syurga). Sedang Dia mengajarkan :
‫ن عيِبَم ُكَيْم‬
َ‫ن اَللاَساّ اَك ا ا‬
ّ‫سَم ُكَيْم عيِإ سا‬
َ‫ض عيِمَيَْنَم ُكَيْم اَوال اَتَيْقَم ُتَم ُلنوا اَأَيَْنَم ُف ا‬
ٍ ‫ن اَتاَرا‬
ْ‫ع َي‬
َ‫ج ااَراًة ا‬
َ‫ن عيِت ا‬
َ‫ن اَتَم ُكنو ا‬
ْ‫طعيِل عيِإال اَأ َي‬
ِ‫ن آاَمَم َُننوا ال اَتَيْأَم ُكَم ُلنوا اَأَيْماَنوااَلَم ُكَيْم اَبَيْياََنَم ُكَيْم عيِب اَيْلاَب ا عي‬
َ‫اَني ا اَأاَهّنياَه ا اساّلعيِذني ا‬
(٢٩) ‫حياًم ا‬
ِ‫اَر عي‬

"Hai orang-orang yang beriman. janganlah kamu mendahului Allah dan Rasulnya dan bertakwalah kepada Allah. (١) ‫ععيِلي ٌم‬ َ‫سعيِمي ٌع ا‬ َ‫َلل ا‬ ّ‫ن ا اَسا‬ ّ‫َلل عيِإ سا‬ ّ‫سنوعيِلعيِه اَواساّتَم ُقنوا ا اَسا‬ ُ ‫َلل اَواَر َم‬ ّ‫ي ا عيِسا‬ ِ‫ن اَنياَد عي‬ َ‫ن آاَمَم َُننوا ال َم ُتاَقاَنّدَم ُمنوا اَبَيْي ا‬ َ‫ياَ ا اَأاَهّنياَه ا اساّلعيِذني ا‬ “ Hai orang-orang yang beriman. dan yang demikian Itulah Din yang lurus. kecuali dengan jalan perniagaan yang Berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Sedangkan Allah dan rosulnya telah mengajarkan akhlaq dalam membela diri di suatu peperangan. dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat. wajib benar niatnya karena Allah semata dan benar caranya menurut tuntunan Muhammad Rosulullah. perempuan." (Qs. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah. baik muslim ataupun bukan. (Qs. janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil.4 :116) 3.al Bayyinah : 5). (bid.dok&pub ppmu) . Tindakan segelintir manusia ini. yaitu dilarang membunuh anak-anak. Al Hujurat : 1) Oleh karena itu setiap tindakan yang mengatasnamakan ajaran Islam. Sama dengan menghalalkan darah muslim Kerusakan yang ditimbulkan adalah bagi masyarakat luas. Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui. dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. orang tua atau cacat." (Qs. Di lokasi kejadian. Selain itu akibat perbuatan terkutuk ini dapat muncul fitnah yang mengotori citra dan cita Islam serta ummat Islam. dan Dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Akan muncul kecurigaan dan kebencian tanpa alasan terhadap sesama ummat Islam dan di kalangan manusia secara umummnya. merugikan banyak manusia bahkan mirip dengan perbuatan neo-khawarij yang menghalalkan darah muslim. Maka Sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.an Nisa : 29) ١١٦) ‫ضالال اَبعيِعياًدا‬ َ‫ضساّل ا‬ َ‫َلل اَفاَقَيْد ا‬ ّ‫ك عيِب ا عيِسا‬ ْ‫شعيِر َي‬ ْ‫ن َم ُني َي‬ ْ‫ش اَم ُء اَواَم َي‬ َ‫ن اَني ا‬ ْ‫ك عيِلاَم َي‬ َ‫ن اَذعيِل ا‬ َ‫ك عيِبعيِه اَواَنيَيْغعيِفَم ُر اَم ا َم ُدو ا‬ َ‫شاَر ا‬ ْ‫ن َم ُني َي‬ ْ‫َلل ال اَنيَيْغعيِفَم ُر اَأ َي‬ ّ‫ن ا اَسا‬ ّ‫عيِإ سا‬ "Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia. dan merusak tanaman dan bangunan. ٥) ‫ن اَيْلاَقاَنّياَمعيِة‬ ُ ‫ك عيِدني َم‬ َ‫َصالاَة اَوَم ُنيَيْؤَم ُتنوا الساَّزاَك ااَة اَواَذعيِل ا‬ ّ‫حاََناَف ااَء اَوَم ُنيعيِقيَم ُمنوا ال سا‬ ُ ‫ن َم‬ َ‫ن اَلَم ُه الاَنّدني ا‬ َ‫َصي ا‬ ِ‫خعيِل عي‬ ْ‫َلل َم ُم َي‬ ّ‫) اَواَم ا َم ُأعيِمَم ُروا عيِإال عيِلاَيَيْعَم ُبَم ُدوا ا اَسا‬ "Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya mengabdi kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) Din secara hanif (lurus)." (Qs. korbannya adalah sporadis.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful