You are on page 1of 3

MOUTHWASH a.

Definisi Obat kumur merupakan suatu larutan air yang digunakan sebagai pembersih untuk meningkatkan kesehatan rongga mulut, estetika dan kesegaran nafas (Power dan sakaguchi, 2006). Mouthwash dapat juga digunakan sebagai agen antiinlamasi dan analgesic topical (Farah et al., 2009) b. Fungsi Obat kumur sama halnya seperti pasta gigi mempunyai fungsi yang dapat dikategorikan sebagai kosmetik, terapeutik, atau keduanya. Obat kumur dapat digunakan untuk membunuh bakteri, sebagai penyegar, menghilangkan bau tak sedap, dan memberikan efek terapeutik dengan meringankan infeksi atau mencegah karies (Combe, 1992). Keefektifan obat kumur yang lain adalah kemampuannya menjangkau tempat yang paling sulit dibersihkan dengan sikat gigi dan dapat merusak pembentukan plak, tetapi penggunaannya tidak bias sebagai subtitusi sikat gigi (Claffey, 2003) c. Komposisi Komposisi obat kumur menurut Combe (1992) terdiri dari : 1. Agen antibakteri, seperti senyawa fenolat, senyawa ammonium kuarterner dan mintak esensial 2. Astringent, seperti seng klorida, seng asetat dan alumunium potassium sulfat 3. Air sebagai komponen pokok obat kumur 4. Komposisi lain, seperti alcohol, pewarna, agen pemanis, dan surface active agents. Menurut Powers dan Sakaguchi (2006), komposisi obat kumur terdiri atas tiga komponen utama yaitu : 1. Bahan aktif, yang secara spesifik dipilih untuk kesehatan rongga mulut seperti anti karies, antimikroba, pemberian fluoride, atau pengurangan adhesi plak 2. Pelarut, biasanya yang digunakan adalah air atau alcohol. Alkohol biasanya digunakan untuk melarutkan bahan aktif, menambah rasa, dan bahan tambahan untuk memperlama masa penyimpanan. 3. Surfaktan, untuk menghilangkan debris pada gigi dan melarutkan bahan lain. Sebagai bahan tambahannya digunakan flavouring agent seperti eucalyptol, mentol, timol, dan metil salisilat yang digunakan untuk menyegarkan nafas.

d. Cara pemakaian

Efek Selain mempunyai banyak kegunaan seperti telah disebutkan, ternyata mouthwash bisa berakibat yang kurang baik bagi kesehatan mulut, terutama jika dipakai berlebihan. Umumnya, mouthwash mengandunng antiseptik, yang digunakan untuk membunuh mikroorganisme-mikroorganisme penyebab bau mulut. Penggunaan mouthwash secara terus menerus dapat menyebabkan terganggunya flora normal di dalam mulut. Terganggunya flora normal mulut ini dapat menimbulkan masalah bau mulut yang lain. Mouthwash memang banyak manfaatnya, tapi melihat dampak negatifnya maka pemakaian secara terus menerus tidak dianjurkan. Banyak dokter gigi juga menyarankan agar tidak terlalu sering menggunakan mouthwash, untuk menjaga kebersihan dan kesehatan mulut, nomor satu tetap menggosok gigi, jika ingin menyegarkan atau ada masalah di mulut, baru gunakan mouthwash a. Kandungan alkohol Menurut Witt dkk, dengan adanya alcohol sebagai kandungan dari obat kumur, akan membatasi penggunaan obat kumur tersebut untuk golongan-golongan tertentu, antara lain anak-anak, ibu hamil/menyusui dan pasien dengan xerostomia. Para ahli telah melaporkan dan kemudian dipublikasikan dalam Dental Journal of Australia bahwa obat kumur yang mengandung alcohol memberi kontribusi dalam peningkatan risiko perkembangan kanker rongga mulut. Mekanisme alcohol dalam meningkatkan risiko kanker rongga mulut adalah melalui etanol dalma obat kumur yang berperan sebagai zat karsinogen. Zat karsinogen berpenetrasi dalam lapisan rongga mulut dengan demikian kerusakan terjadi. Di samping itu asetildehid yang merupakan racun dari alcohol, dapat berakumulasi dalam rongga mulut ketika seseorang berkumur-kumur. Karena hal tersebut diatas kanker meningkat karena senyawa ini merupakan penyebab kanker. Kandungan klorhexidin Khlorheksidin memiliki banyak keuntungan, diantaranya memiliki kemampuan bakterisid dan bakteriostatik terhadap bakteri rongga mulut. Namun khlorheksidin juga memiliki kekurangan, yaitu efek samping berupa noda dan rasa. Noda ini berupa warna kuning atau coklat pada gigi, tepi tumpatan, dan lidah. Hal ini disebabkan interaksi antara bahan khlorheksidin dengan bahan-bahan tertentu dalam diet (Mangundjaja, 2000). Terjadinya staining diduga karena pengendapan sulfide besi dan dipengaruhi oleh diet. Sulfida besi dibentuk akibat reaksi sulfur yang berasal dari kelompok tiol dari protein yang mengalami denaturasi dengan ion besi yang berasal dari makanan dan minuman (Dalimunthe, 1998). Rasa yang timbul adalah rasa pahit dan seakan tumpul (tidak sensitive membedakan rasa) selama beberapa menit sampai beberapa jam setelah berkumur sesuai dengan tingkat sensitifitas mukosa mulut amsing-masing individu. Akan tetapi efek samping ini hanya bersifat temporer, dan tidak membahayakan. Jika pemakaian dihentikan

b.

efeknya akan berangsur-angsur menghilang. Efek ini baru akan timbul apabila dilakukan pemakaian rutin dan dalam jangka panjang lebih dari dua tahun atau apabila pemakaian tidak mengikuti aturan yang benar (Mangundjaja, 2000). c. Kandungan astringen Hipersensitivitas mukosa mulut sering disebabkan oleh minyak esensial, astringen atau bahan terapi yang terkandung di dalam obat kumur. Miller mengemukakan bahwa minyak cinnamon dapat menyebabkan hipersensitivbitas kontak pada membrane mukosa mulut.