TUGAS ILMU GIGI DAN MULUT KARIES GIGI

DISUSUN OLEH

RIKO ALFIANDI 06310153

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYAT

KATA PENGANTAR

Dengan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, penulis telah selesai menyusun makalah ini yang berjudul “Karies gigi”. Pada kesempatan ini tak lupa penulis mengucapkan banyak terima kasih dosen pembimbing atas bimbingan dan arahannya selama mengikuti mata kuliah ILMU PENYAKIT GIGI DAN MULUT. Penulis sadar bahwa usaha penyusunan makalah ini masih banyak kekurangannya, karena keterbatasan pengetahuan yang ada pada penulis. Segala kritik dan saran yang sifatnya membangun penulis harapkan. Harapan penulis semoga makalah ini dapat bermanfaat dalam menambah pengetahuan serta dapat menjadi arahan dalam pengetahuan.

Bandar lampung, Oktober 2011

Penulis

.4 Diagnosa karies gigi…………..3 Tujuan …………….…………………………………….3 Gejala karie gigi………………………………………… 2.....5 Pencegahan karies………………………………………...………………………… 2..5 Perawatan karies gigi…………………………………… 2. 1...... Bab III Kesimpulan 3. 2. Bab IV Penutup……………………………………………………...2 Rumusan Masalah ……………………………………....1 Latar Belakang………………………………………… 1.6 Indeks Tooth Caries-WHO……………………………. Daftar Pustaka Lampiran i ii 1 2 2 2 3 4 7 7 11 12 13 16 17 18 . 1.4 Manfaat………………………………………………… Bab II Isi/Pembahasan 2..2 Saran……………………………………………………. 2.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya karies. Daftar Isi…………………………………………………………… Bab I Pendahuluan 1.DAFTAR ISI Kata Pengantar……………………………………………………. 2.………………………………….1 Etiologi karies gigi.1 Kesimpulan……………………………………………… 3..

Hal ini menyebabkan lebih banyak mineral gigi yang luluh dan membuat lubang pada gigi. daerah interproksimal) meluas kearah pulpa. sehingga organisasi kesehatan gigi terus menjalankan penyuluhan untuk mencegah kerusakan gigi. dan glukosa. belum diketahui cara untuk meregenerasi secara besar-besaran struktur gigi. Asam yang diproduksi tersebut memengaruhi mineral gigi sehingga menjadi sensitif pada pH rendah. faktor-faktor risiko dan perkembangan karies hampir serupa. fruktosa. Ketika pH turun menjadi di bawah 5.dimulai dari permukaan gigi (pit. Walaupun apa yang terlihat berbeda. Perawatan dapat berupa penyembuhan gigi untuk mengembalikan bentuk. misalnya dengan menjaga kesehatan gigi dan makanan. Walaupun karies mungkin dapat saja dilihat dengan mata telanjang. Lubang gigi disebabkan oleh beberapa tipe dari bakteri penghasil asam yang dapat merusak karena reaksi fermentasi karbohidrat termasuk sukrosa. kadang-kadang diperlukan bantuan radiografi untuk mengamati daerah-daerah pada gigi dan menetapkan seberapa jauh penyakit itu merusak gigi.1 LATAR BELAKANG Karies gigi adalah penyakit jaringan gigi yang mengalami klasifikasi yang ditandai oleh demineralisasi dari bagian inorganic dan dekstrusi dari subtansi organic dari gigi atau penyakit jarigan gigi yang di tandai dengan kerusakan jaringan . . sebuah perawatan dapat dilakukan. fungsi. Walaupun demikian. fissure. lokasi terjadinya karies dapat tampak seperti daerah berkapur namun berkembang menjad lubang coklat. Ada beberapa cara untuk mengelompokkan karies gigi. Sebuah gigi akan mengalami demineralisasi dan remineralisasi. dan estetika.5. Bergantung pada seberapa besarnya tingkat kerusakan gigi. proses demineralisasi menjadi lebih cepat dari remineralisasi.BAB I PENDAHULUAN 1. Mula-mula.

Menjelaskan tentang diagnosa karies gigi 4.1. Bagaimana cara pencegahan dan perawatan karies gigi 1. Menjelaskan tentang cara pencegahan dan perawatan karies gigi 1. Bagaimana penyebab karies gigi 2. Semoga pembaca mengerti tentang cara pencegahan dan perawatan karies gigi. Bagaimana Indeks Tooth Caries-WHO 5. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca 2. Bagaimana diagnosa karies gigi 4.2 Rumusan 1. Menjelaskan tentang gejala karies gigi 3. Bagaimana gejala karies gigi 3.3 Tujuan 1. Semoga pembaca mengerti tentang gejala karies gigi 4. Semoga pembaca mengerti tentang karies gigi 3.4 Manfaat 1. Menjelaskan tentang penyebab karies gigi 2. . Semoga pembaca mengerti tentang cara mendiagnosa karies gigi 5. Menjelaskan tentang Indeks Tooth Caries WHO 5.

Waktu.faktor tersebut. substrat atau diet dan faktor waktu. Substrat atau diet dan 4. Host atau tuan rumah 2. karies dinyatakan sebagai penyakit multifaktorial yaitu : 1. Pada tahun 1960-an oleh Keyes dan Jordan (cit. .BAB II PEMBAHASAN 2. agen atau mikroorganisme. Karies terjadi bukan disebabkan karena satu kejadian saja seperti faktor host atau tuan rumah. Agen atau mikroorganisme 3. Harris and Christen. 1995). tetapi merupakan interaksi dari faktor .1 Etiologi Karies Gigi Etiologi atau penyebab karies atas faktor waktu penyebab primer yang langsung mempengaruhi biofilm (lapisan tipis normal pada permukaan gigi yang berasal dari saliva) dan faktor modifikasi yang tidak langsung mempengaruhi biofilm. Gambar : Faktor – factor yang mempengaruhi terjadinya karies.

4. Usia Sejalan dengan pertambahan usia seseorang. jumlah karies pun bertambah. Dkk mengatakan bahwa prevalensi karies gigi tetap wanita lebih tnggi dibandingkan pria. Jenis kelamin Volker.2. Hal ini jelas karena factor resiko terjadinya karies akan lebih lama berpengaruh terhadap gigi. menyebabkan gigi tumbuh tidak teratur sehingga menyembabkan sukar untuk membersihkan gigi dan ini akan mempertinggi prosentase karies pada ras tersebut. Keturunan 2.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya karies: 1. 3. prevalensi karies gigi sulung anak wanita lebih tinggi di bandingkan anak-anak lakilaki. Ras Ras tertentu dengan mempunyai rahang yang sempit. Demikian juga halnya anak-anak. .

Tabel beberapa vitamin dan pengaruhnya terhadap kerusakan gigi adalah sebagai berikut : No Vitamin Kebutuhan perhari Pengaruh 1. 5. dan p”tium) 3. B2 2 mg Karies meninggi (perubahan pada lidah. bibir. A 1-2 mg Merusak pembentukan email dan dentin 2. bibir. B6 C 2 mg 7 5-100 mg Tidak ada pengaruh Degenerasi odontoblas kerusakan periodontium. dll 6. dan p”tium) 4.5. D E K 400-600 IU 10mg 1 mg (?) Hipoplasia enamel dantin Tidak diketahui Tidak diketahui . B1 1-2 mg Karies meninggi (perubahan pada lidah. stomatitis. 7. Terutama pada periode pembentukan gigi. 8. Vitamin Vitamin berpengaruh pada proses terjadinya karies gigi.

Derajat keasaman 3. 6. Unsur Kimia Brellium Flour Aurium Cuprum Magnesium Platina Cadmium Selenium Pengaruh Menghambat Menghambat Menghambat Menghambat Menghambat Menunjang Menunjang Menunjang 8. 8. Jumlah/ volume 4. Air ludah 1. 7. Unsur kimia yang paling berpengaruh adalah Flour. 5. Campuran bahan-bahan yang terkandung didalamnya 2. 3. Faktor anti bakteri . Tabel dibawah ini menunjukan beberapa unsure kimia yang mempengaruhi atau memperlambat terjadinya karies : No 1. 2. 4.6. Unsur kimia Unsur kimia yang mempunyai pengaruh terhadap tejadinya karies gigi masih dalam peelitian.

alat diagnostik karies. Letak geografis 10.dingin.3 Gejala Karies Gigi Gejala karies gigi bukan hanya satu gejala saja. manis.id . meski tidak ada rangsangan. Gigi sangat sensitif terhadap panas. Wikipedia. Jika bakteri telah mencapai pulpa.4 Diagnosis Gambar Sumber : : Dental explorer. manis dan asam menandakan karies gigi sudah sampai bagian dentin 2. 3.9. Dan pulpa mati maka nyeri untuk sementara akan hilang lalu akan timbul lagi dalam beberapa jam atau hari dan gigi akan menjadi peka karena peradangan dan infeksi telah menyebar keluar dan menyebabkan abses. dingin. Gigi terasa sangant sensitive terhadap panas. Kultur social penduduk 2.co. adapun gejala –gejalanya sebagai berikut : 1. 2. Jika suatu kavitasi dekat atau telah mencapai pulpa maka nyeri akan bersifat menetap bahkan nyeri yang dirasakan bersifat sepontan.

Pada kasus dimana sebuah daerah kecil pada gigi telah mulai terjadi demineralisasi namun belum membentuk lubang. untuk membuang embun. tekanan melalui eksplorer dapat merusak dan membuat lubang. kaca gigi. Berdasarkan banyaknya permukaan yang terkena E. Bentuk-bentuk Karies: A. Transiluminasi serat optik direkomendasikan untuk mendiagnosis karies kecil. Teknik yang umum digunakan untuk mendiagnosis karies awal yang belum berlubang adalah dengan tiupan udara melalui permukaan yang disangka. Cara meluasnya karies B. Berdasarkan keparahan atau kecepatan serangan karies . Hal ini akan membentuk sebuah efek "halo" dengan mata biasa. Lokasi karies D. Dalamnya karies C. terutama pada kasus karies interproksimal. Radiografi gigi dapat membantu diagnosis. Untuk dapat mendiagnosis maka harus mengenali bentuk-bentuk karies lokasi karies. 1. Beberapa peneliti gigi telah memperingatkan agar tidak menggunakan eksplorer untuk menemukan karies.Diagnosis pertama memerlukan inspeksi atau pengamatan pada semua permukaan gigi dengan bantuan pencahayaan yang cukup. Karies yang tidak ekstensif dibantu dulu dengan menemukan daerah lunak pada gigi dengan eksplorer. Karies yang besar dapat langsung diamati dengan mata telanjang. dan eksplorer. dan mengganti peralatan optik.

Karies Superfisialis Karies yang baru mengenai lapisan email. tidak sampai dentin b. Karies Penetriende Karies yang meluas dari email kedentin dalam bentuk kerucut perluasannya secara penetrasi merembes ke dalam b. Karies Unterminirende Karies yang meluas dari email ke dentin dimana pada oklusal kecil tetapi di dalam email atau dentin sudah meluas B. Karies Media Karies yang sudah mengenai dentin tetapi belum melebihi setengah dentin c. Berdasarkan dalamnya karies a. Karies Profunda Dimana karies sudah mengenai lebih setengahnya dentin dan kadang kadang sudah mengenai pulpa . Berdasarkan cara meluasnya karies a.Gambar : Dalamnya karies karies A.

D. d. Simple karies Bila hanya satu permukaan yang terkena. b. Karies kelas IV Karies yang terdapat pada bagian aproximal dari gigi anterior dan sudah mencapai margo incisal (telah mencapai 1/3 incisal gigi ) e. Karies kelas II Karies yang terdapat pada bagian aproximal dari gigi molar atau premolar yang umumnya meluas sampai bagian oklusal. c. b. E. Rampant karies b. Berdasarkan Keparahan/ Kecepatan Serangan Karies a. Karies kelas I Karies yang terdapat pada bagian oklusal (Pits dan fissure ) dari gigi premolar dan molar. Berdasarkan Banyaknya Permukaan Yang Terkena a.- Profunda pulpa terbuka Bila pulpa sudah terbuka/ mengenai pulpa Profunda pulpa tertutup Bila karies belum mengenai pulpa C. Karies kelas III Karies yang terdapat pada bagian aproximal dari gigi anterior tetapi belum mencapai margo incisal (belum mencapai 1/3 incisal gigi). Karies terhenti . Kompleks karies Bila lebih dari satu permukaan gigi yang terkena. Dapat juga terdapa ada anterior di foramen caecum. Berdasarkan Lokasi Karies (Olah G Black) a. Karies kelas V Karies yang terletak di cerviks gigi anterior maupun posterior.

Promosi Kesehatan (Health Promotion) 2. Perlindungan Khusus (Specific Protection) 3. . 1991). Peningkatan kesehatan : pendidikan kesehatan. Diagnosa Dini dan Pengobatan Segera (Early Diagnosis And PromptTreatment) 4. Pra erupsi Tingkat pelayanan kesehatan gigi. infeksi dan peradangan kronis dapat dihilangkan sehingga kesehatan jaringan mulut yang baik dapat dipertahankan. lengkung geligi dapat dipertahankan dalam keadaan utuh. standart nutrisi yang baik. a. Pencegahan Sekunder Diagnosa dini dengan pengobatan yang tepat dan membatasi ketidak mampuan/cacat yaitu pengobatan yang cepat untuk menghentikan proses penyakit dan mencegah terjadinya komplikasi.4 Pencegahan Karies 1. sekunder dan tertier. Pasca erupsi Tindakan yang dilakukan pada masa pasca erupsi ini terdiri dari pencegahan primer.2. b. Pada gigi yang terserang karies dan masih dapat dilakukan penambalan maka dilakukan perawatan gigi/restorasi gigi. fungsi pengunyahan dipertahankan. Pembatasan Cacat (Disability Limitation) 5. Dengan demikian. Rehabilitasi (Rehabilitation) 2. meningkatkan keadaan sosio ekonomi seseorang. membatasi frekuensi makanan dan minuman yang manis-manis dan pemeriksaan berkala (Tarigan. dapat dilakukan berdasarkan lima tingkat pencegahan (five levels of prevention) dari leavell and clark yang dikutip Herijulianti (2002) didalam bukunya adalah sebagai berikut : 1. Pencegahan Primer Yaitu pencegahan sebelum gejala klinik timbul yaitu dengan cara peningkatan dan perlindungan khusus. b.

1991). Terbentuk lubang yang rentan perlekatan plak. Fungsi terganggu. 1991). mempertahankan gigi anterior dapat mempertahankan fungsi estetik.dingin. Pencegahan Tertier Gigi dengan karies yang sudah dilakukan pencabutan terhadap rehabilitasi dengan pembuatan gigi palsu (Tarigan. memilih makanan. 5.Selain itu.5 Perawatan Karies Gigi Penambalan Gambar Sumber : Gigi yang ditambal : Wikipedia. c. manis. Kecenderungan bergesernya gigi disebelahnya akibat kehilangan kontak dengan gigi yang berlubang.co. 2. 4. Gigi sangat sensitif terhadap panas. membantu fungsi bicara dan mencegah timbulnya efek psikologis bila gigi tersebut harus dicabut (Tarigan. . yaitu hal-hal yang berkaitan dengan tindakan atau kegiatan seseorang dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya. kebersihan perorangan. 3. sanitasi dan sebagainya (Herijulianti. sisa makanan. Becker (1979) mengajukan beberapa klasifikasi perilaku yang berhubungan dengan kesehatan (Health Related Behaviour) salah satu diantaranya adalah perilaku kesehatan (Health Behaviour). Estetik tergangu.id Gigi layak untuk ditambal bila terdapat salah satu daritanda berikut : 1. 2. 2002). Termasuk juga tindakan-tindakan untuk mencegah penyakit.

Berapa jenis bahan tambal Selama bertahun-tahun kita hanya kenal bahan tambal logam dan amalgam Namun. Pencabutan gigi Jika kerusakan gigi telah mencapai dekat pulpa penti atau kebih kedalam lagi. komponen M untuk kode 4 pada subjek <30 tahun. Semua gigi diperiksa kecuali gigi molar tiga karena biasanya gigi tersebut sudah dicabut dan kadangkadang tidak berfungsi. 2. Cara perhitungannya adalah dengan menjumlahkan semua DMF atau def. sekarang telah dikembangkan bahan tambal sewarna gigi yaitu resin komposit dan semen ionomer kaca dan porselen. Komponen D meliputi penjumlahan kode 1 dan 2. Pemeriksaan harus dilakukan dengan menggunakan kaca mulut datar. . Tambalan langsung adalah tambalan yang diletakkan langsung pada gigi. prosedur penambalan selesai dalam sekali kunjungan. mahkota khusus atau viner/implan) tidak dimasukkan dalam penghitungan DMFT. dan kode 4 dan 5 untuk subjek >30 tahun misalnya hilang karena karies atau sebab lain. Indeks ini tidak memerlukan gambaran radiografi untuk mendeteksi karies aproksimal. tambalan terbagi dalam dua kategori. resin komposit.6 Indeks Tooth Caries-WHO Indeks DMFT yang dikeluarkan oleh WHO bertujuan untuk menggambarkan pengalaman karies seseorang atau dalam suatu populasi. Untuk kode 6 (fisur silen) dan 7 (jembatan.5. Kriteria pemeriksaan seperti terlihat pada Tabel 1. Berdasarkan metode peletakannya. maka sebaiknya gigi dicabut untuk mencegah infeksi yang lebih lanjut. Komponen F hanya untuk kode 3. Termasuk dalam kategori ini adalah tambalan amalgam. yaitu tambalan langsung dan tambalan tidak langsung. Indeks ini dibedakan atas indeks DMFT (decayed missing filled teeth) yang digunakan untuk gigi permanen pada orang dewasa dan deft (decayed extracted filled tooth) untuk gigi susu pada anak-anak.

tidak ada karies Gigi yang hilang karena karies Gigi dengan tumpatan silen Jembatan. apakah karena sudah . di negara yang usia masuk sekolahnya lebih lambat. Anak-anak seharusnya diperiksa di antara ulangtahun mereka yang ke 5 dan 6. sebaiknya gigi susu yang hilang tidak dimasukkan ke dalam skor m (missing) karena kesulitan membedakan penyebab kehilangan gigi. dapat digunakan umur 6 atau 7 tahun sebagai umur indeksnya.Trauma/fraktur Dan lain-lain: gigi yang memakai pesawat cekat ortodonti atau gigi yang mengalami hipoplasia enamel yang berat Kondisi/Status Umur indeks dan kelompok umur WHO merekomendasikan kelompok umur tertentu untuk diperiksa yaitu kelompok umur 5 tahun untuk gigi susu dan 12. 15. Umur ini menjadi umur indeks untuk gigi susu karena tingkat karies pada kelompok umur ini lebih cepat berubah daripada gigi permanen sekaligus umur 5 tahun merupakan umur anak mulai sekolah. ada karies Gigi dengan tumpatan baik. 35-44 dan 65-74 tahun untuk gigi permanen. mahkota gigi atau viner/implan Gigi yang tidak erupsi T T .Trauma/fraktur T T . Jumlah subjek yang diperiksa untuk setiap kelompok umur minimal 25-50 orang untuk setiap kelompok.Kode pemeriksaan karies dengan indeks WHO Kode GIGI SUSU Mahkota gigi A B C D E F G T GIGI PERMANEN Mahkota gigi 0 1 2 3 4 5 6 7 8 T 9 0 1 2 3 7 8 9 Akar gigi Permukaan gigi sehat/keras Gigi karies Gigi dengan tumpatan. Namun. Pada kelompok umur ini. 5 tahun.

Selain itu. 35-44 tahun (rerata = 40 tahun). dan efek pelayanan kesehatan gigi yang diberikan. Data dari kelompok umur ini diperlukan untuk membuat perencanaan pelayanan keseahatan bagi manula dan memantau semua efek pelayanan rongga mulut yang diberikan . Pada kelompok umur ini dianggap bahwa gigi permanen sudahterekspos dengan lingkungan mulut selama 3-9 tahun. Beradasarkan ini. 15 tahun. sehingga pengukuran prevalensi karies dianggap lebih bermakna dibandingkan usia 12 tahun. Kelompok umur ini merupakan kelompok umur standar untuk memonitor kesehatan orang dewasa dalam hal efek karies. semua gigi permanen diperkirakan sudah erupsi pada kelompok umur ini kecuali gigi KARIES GIGI: Pengukuran Risiko dan Evaluasi 18 molar tiga. tingkat keparahan penyakit periodontal. Kelompok umur ini penting untuk diperiksa karena umumnya anak-anak meninggalkan bangku sekolah pada umur 12 tahun. Kelompok umur ini lebih penting sehubungan dengan adanya perubahan distribusi umur dan bertambahnya umur harapan hidup yang terjadi di semua negara.waktunya tanggal atau dicabut karena karies. 65-74 tahun. (rerata = 70 tahun). umur 12 tahun ditetapkan sebagai umur pemantauan global (global monitoring age) untuk karies. 12 tahun. Umur ini juga merupakan usia kritis untuk pengukuran indikator penyakit periodontal pada remaja.

Ras 6.BAB III KESIMPULAN 3. Pasca erupsi Tindakan yang dilakukan pada masa pasca erupsi ini terdiri dari pencegahan Perawatan Karies Gigi dengan Penambalanapabila kerusakan baru mencapai pada permukaan dentin . daerah interproksimal) meluas kearah pulpa. Pra erupsi 2. fissure. Substrata tau 4. Vitamin Diagnosis Diagnosis pertama memerlukan inspeksi atau pengamatan pada semua permukaan gigi Pencegahan Karies 1. Keturunan 2. Air ludah 8. Jenis kelamin 4. Host 2.dimulai dari permukaan gigi (pit. Letak geografis 9. Usia 5. Unsur kimia 7.1 Kesimpulan Karies gigi adalah Penyakit jaringan gigi yang mengalami klasifikasi yang ditandai oleh demineralisasi dari bagian inorganic dan dekstrusi dari subtansi organic dari gigi atau penyakit jarigan gigi yang di tandai dengan kerusakan jaringan . Etiologi atau penyebab kesatuan dari empat factor yaitu : 1. Agen atau mikroorganisme 3. Kultur social penduduk 3. Waktu Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya karies: 1.

3. Lapisan enamel gigi yang tipis mudah mengalami kerusakan terutama pada gigi molar sebelum terjadinya karies pada gigi periksalah gigi anda ke dokter gigi enam bulan sekali. seperti sikat gigi secara teratur .2 Saran Dengan perawatan kesehatan diri yang khususnya rongga mulut. Maka resiko terjadinya karies gigi dapat dikuranggi. .

BAB IV PENUTUP Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. dan segala saran dan kritikan yang membangun sangat penyusun harapkan dari pembaca demi pengembangan keterampilan menulis selanjutnya. Apabila ada kesalahan dalam penyusunan makalah ini. penyusun mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga makalah yang telah di tulis ini dapat bermanfaat bagi Civitas Akademik semua pada umumnya dan bagi mahasiswa Kedokteran pada khususnya.maka makalah tentang karies Gigi ini dapat diselesaikan dengan baik. Kiranya penyelesaian makalah ini dapat bermanfaat bagi semuanya. .yang telah melimpahkan rahmat-Nya karena atas perkenaan-Nya.

2002. Pemandu Pengarang. Dorland. EGC. Kamus Kedokteran Dorland : ahli bahasa.DAFTAR PUSTAKA 1. (Online). Ilmu Penyakit Gigi dan Mulut . Pemandu Pengarang. 2. Huriawati H. Pemandu Pengarang.html (Karies gigi) .A. http:// wikipedia bahasa Indonesia/. (Online). dkk –Ed-29. Bandar Lampung 3.Pondok Indah Healcare Group.Jakarta . Erni Gultom. Nenman. Karies gigi. http.html (Karies gigi) 5. 4. W.

LAMPIRAN Gambar : Faktor – factor yang Gambar :Dental explorer. alat diagnostik mempengaruhi terjadinya karies Sumber :Wikipedia.co.id Gambar karies karies : Dalamnya Gambar Sumber : Gigi yang ditambal : Wikipedia.id .co.

Karies Media : Karies yang sudah mengenai dentin tetapi belum melebihi setengah dentin 4. Kompleks karies : Bila lebih dari satu permukaan gigi yang terkena 9. Karies Profunda : Dimana karies sudah mengenai lebih setengahnya dentin dan kadang -kadang sudah mengenai pulpa 6. Karies gigi : : Alat diagnostik karies Proses patologis berupa kerusakan yang terbatas pada jaringan keras gigi dimulai dari email dan ters ke dentin (Newbrun) 3. Simple karies : : : Setalah erupsi Sebelum terjadinya erupsi Bila hanya satu permukaan yang terkena . Karies Superfisialis : Karies yang baru mengenai lapisan email. Pra erupsi 11. Pasca erupsi 10. Karies Unterminirende : Karies yang meluas dari email ke dentin dimana pada oklusal kecil tetapi di dalam email atau dentin sudah meluas 8. Karies Penetriende : Karies yang meluas dari email kedentin dalam bentuk kerucut perluasannya secara penetrasi merembes ke dalam 5. Dental explorer 2.1. tidak sampai dentin 7.