P. 1
Resume Kuliah 20 Februari - Menpora RI

Resume Kuliah 20 Februari - Menpora RI

|Views: 5|Likes:
Menpora RI (Roy Suryo) pas ngisi kuliah umum di ITB
Menpora RI (Roy Suryo) pas ngisi kuliah umum di ITB

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Muhamad Reda G. Pangestu on May 19, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/17/2013

pdf

text

original

Muhamad Reda Galih Pangestu/13008061 Resume KU-4078 Studium Generale 20 Februari 2013 MEMAJUKAN PERAN PEMUDA DAN

OLAHRAGA DI INDONESIA (Kebijakan Kementerian Pemuda dan Olahraga dalam Bidang Pembangunan Olahraga) Oleh: Drs. Roy Suryo Notodiprojo, M.Sc. (Menpora RI) I. Tugas Pokok dan Fungsi Kemenpora Tugas Pemerintah memiliki 3 tugas pokok yang terkait dengan bidang pemuda dan olahraga, yaitu: a. Menetapkan dan melaksanakan kebijakan b. Menetapkan standardisasi keolahragaan c. Koordinasi pelaksanaan tugas nasional Pasal 12 ayat (1) Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional: Pemerintah mempunyai tugas menetapkan dan melaksanakan kebijakan serta standardisasi bidang keolahragaan secara nasional. “Saya orang yang tidak memiliki prestasi olahraga. Tapi karena itu juga , kali pertama PSSI dan KPSI mau duduk bersama dan mengepalkan tangan untuk kembali bersatu.” –Roy Suryo Kewenangan Tiga kewenangan pemerintah: a. Mengatur, membina, mengembangkan, melaksanakan, dan mengawasi keolahragaan nasional. b. Dalam pelaksanaannya dapat mengikutkan berbagai pihak, seperti komite olahraga, pelaku usaha, hingga masyarakat. c. Dapat melimpahkan kepada pemerintah daerah. Tanggung Jawab Tanggung jawab pemerintah adalah mewujudkan tujuan penyelenggaraan olahraga nasional yang mencakup:  Pemerataan pembinaan/pengembangan kegiatan keolahragaan  Peningkatan mutu pelayanan minimal keolahragaan  Peningkatan efektifitas/efisiensi manajemen keolahragaan  Peningkatan kesehatan, kebugaran, dan prestasi olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga memiliki program “PRIMA” (Program Indonesia Emas) untuk menjembatani KOI dan KONI.
Halaman 1 dari 3

Muhamad Reda Galih Pangestu/13008061 II. Prestasi Olahraga Indonesia di Tingkat Internasional Harkat dan martabat suatu bangsa akan dihargai oleh bangsa lain salah satunya melalui prestasi olahraga. Prestasi olahraga di tingkat internasional menjadi barometer pembangunan keolahragaan.  Prestasi di Sea Games, Asian Games dan Olimpiade SEA GAMES RANGKING ASIAN GAMES RANGKING OLIMPIADE URUTAN 2003 3 1994 11 1996 41 2005 5 1998 11 2000 37 2007 4 2002 14 2004 48 2009 3 2006 22 2008 42 2011 1 2010 14 2012 63 III. Prestasi tanpa Doping a. Banyak olahragawan yang menggunakan doping secara sengaja untuk mencapai prestasi puncak akibat tekanan kompetisi yang ketat. b. Olahragawan yang terkena kasus doping dalam kompetisi tingkat internasional merusak harkat dan martabat bangsa. c. Namun demikian tidak sedikit pula doping digunakan karena ketidaktahuan atau rendahnya pengetahuan olahragawan dan tenaga keolahragaan yang terkait mengenai zat dan metode terlarang. d. Salah satu isi dari konferensi dunia tentang diping dalam olahraga di Copenhagen, Denmark 3 – 5 Maret 2003 adalah komitmen melawan doping di dalam olahraga dan memerintahkan kepada setiap negara untuk segera membentuk Lembaga Anti Doping Nasionalnya masing-masing dan Indonesia ikut menandatanganinya. e. Peraturan Presiden No. 101 tahun 2007, Indonesia menandatangani Konvensi Internasional menentang Doping dalam olahraga. Definisi Doping (WADA Defines Doping) Pasal 1: terjadinya pelanggaran tercakup satu atau lebih peraturan anti doping sebagaimana diuraikan dalam pasal 2.1 sampai 2.8. IV. Pendirian Laboratorium Pengujian Doping di ITB Kesepahaman ide di dalam pendirian laboratorium pengujian doping nasional (2007). Keinginan Kementerian Pemuda dan Olahraga mendirikan dan membangun laboratorium Pengujian/Pengawasan Doping: a. Agar Kementerian Pemuda dan Olahraga bersama Komita Olahraga Indonesia (KOI) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dapat menjadi tuan rumah multievent olahraga tingkat regional dan internasional.

Halaman 2 dari 3

Muhamad Reda Galih Pangestu/13008061 b. Untuk memonitor atet agar bebas doping, baik in competition maupun saat out of competition, dan c. Agar dapat menghilangkan ketergantungan pengujian sampel uji doping ke laboratorium anti-doping di luar negeri. ITB bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk mendukung kemandirian keolahragaan nasional dan sportivitas atlet nasional melalui pendirian dan pembangunan Laboratorium Pengujian Doping Nasional di ITB.

Halaman 3 dari 3

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->