You are on page 1of 5

APLIKASI TOPICAL FLOUR Cara Kerja : 1. 2. 3. 4.

Siapkan alat-alat standar Semua gigi yang karies ditumpat dengan tumpatan sementara (KLINIK) Semua bidang gigi diulas dengan disclosing agent (KLINIK) Bidang bukal, lingual, palatal dibersihkan dan dipulas dengan brush dan pumice 5. 6. Bidang proximal dibersihkan dengan dental floss (KLINIK) Bersihkan dengan air, keringkan semua gigidengan chip blower per kwadran dan diisolasi 7. Kemudian gigi diulas dengan bahan fluor, ditungu ….. menit sesuai instruksi pabrik 8. 9. Lanjutkan dengan kwadran lain Setelah semualengkap, berikan instruksi kepada pasien dan orang tuanya (KLINIK) Dr buku powers

Mekanisme reaksi dari fluoride dalam varnish mirip dengan gambaran fluoride mouthwash ; calcium fluoride mengendap d permukaan gigi dan kemudian memeruskan reaksi remineralisasi menjadi fluorapatite Percobaan klinik telah mendokumentasikan efektivitas dari varnish tersebut dalam mencegah resiko karies pada anak-anak, dengan pengurangan hingga 70%

Penggunaan secara sistemik bisa berupa tablet. dan fluoridasi air minum. Padahal sebenarnya bagi perorangan perlu dilengkapi dengan kunjungan rutin (yang dini) ke dokter gigi untuk menerima perawatan pencegahan yang lain dan perawatan restorasi (bila perlu) untuk program kesehatan gigi yang lengkap. Fluoridasi Air Minum Fluoridasi air minum sudah mulai dilakukan di berbagai belahan dunia sejak tahun 1900an. Meskipun efek positif fluoridasi air minum begitu banyak. Oleh karena pengaruh pemberian fluor yang lengkap terhadap karies gigi sulung dan permanen pada usia > 10 tahun hanya dapat diharapkan setelah 12-13 tahun fluoridasi air minum. Tablet Fluor . yaitu secara sistemik dan lokal. Hubungan gigi dengan fluor selama kalsifikasi dan erupsi memberikan perlindungan terhadap karies gigi dan perlindungan ini bertahan selama kontrol dengan fluor diteruskan dan akan menghilang dengan lambat bila dihilangkan. Kadar fluor dalam air minum yang efektif dalam menghambat karies gigi adalah di bawah kadar yang menyebabkan enamel motling yang ringan. namun terdapat aspek negatif daripada fluoridasi air minum antara lain anak cenderung melakukan pemeriksaan / perawatan rutin pada umur yang lebih tua dan dokter gigi cenderung berpendapat bahwa tidak ada pencegahan lain yang diperlukan dan efektif. Penambahan fluor sebaiknya sewaktu tahap perkembangan gigi erupsi dan setelah erupsi agar reduksi karies efektif dan maksimal. obat tetes.• Potensial lain dari material ini adalah dalam pencegahan root caries pada populasi yang lebih tinggi • Aspek negative dalam penggunaan cavity varnish adalah sedikit rasa yang tidak nyaman dan perubahan warna pada gigi yang mana kurang lebih selama 24 jam Penggunaan Fluor Sebagai Pencegahan Karies Gigi Sejak Dini Penggunaan fluoride dapat dibagi menjadi dua. Sedangkan pemberian secara lokal dapat berupa topikal aplikasi. 2. Jadi untuk memperoleh pengaruh antikaries terbesar pemberian fluor secara periodik merupakan suatu keharusan. penggunaan pasta gigi yang mengandung fluor. Dari berbagai penelitian ditemukan sejumlah bukti awal bahwa kadar fluor minimal tertentu dalam air minum dapat menghambat karies gigi – gigi anak tanpa menimbulkan bintik – bintik (motling) pada enamel. Kadar fluor air minum ± 1 ppm telah terbukti mampu menurunkan resiko karies cukup nyata tanpa adanya bercak yang berarti pada enamel. dan obat kumur. Pemberian Fluor Secara Sistemik 1.

dengan dosis pemakaian : • Anak usia 0-2 tahun à 0. padahal tidak demikian.1 M Asam Fosfat dengan 1x pemberian / tahun. Obat Tetes Fluor Biasanya terdiri dari larutan NaF yang ditambahkan dalam air minum sari buah anak. Pemberian Fluor Secara Lokal 1. Menurut berbagai penelitian.002 – 0. Acidulated Sodium Fluoride Phosphate dan SnF secara konsisten memberikan daya perlindungan lebih besar terhadap karies dibandingkan Neutral Sodium Fluoride.5 ppm maka tablet tidak dianjurkan.3 ppm. namun ada orang tua yang mengira apabila bila 5 tetes baik berarti pemberian 10 tetes (2 kali lipatnya) jauh lebih baik. Acidulated solution dari NaF dan SnF2 lebih efektif daripada larutan netralnya. Terdapat beberapa variasi yang berhubungan dengan topical aplikasi dengan fluor : • • Sifat Fluor Senyawa yang banyak mendapat perhatian antara lain Neutral Sodium Fluoride (NaF).Di jerman anak usia 3-4 tahun tiap hari diberi 1mg tablet fluor (NaF) selama 3 tahun dan menunjukkan reduksi karies sebesar 38% sedangkan anak usia 6 tahun duberi 1 tablet / hari selama 6 tahun dan menunjukkan DMF(s)nya menurun sebanyak 26%. Rata – rata terjadi 30-45% reduksi karies sekunder setelah perawatan topikal aplikasi fluor. manfaat kerja fluor tergantung pada metode terapi sistemik lain seperti tablet F atau beberapa terapi fluor secara topical seperti penggunaan topical aplikasi fluor di ruang kerja dokter gigi dan pemakaian sendiri pasta gigi yang mengandung fluor. Dengan cara ini seharusnya hasilnya serupa dengan tablet. Konsentrasi Fluor . Acidulated Sodium Fluoride Phosphate. Alat penetesannya bervariasi dalam memberikan volume tetesnya sehingga kelemahan dari fluoridasi dengan obat tetes ini adalah kecenderungan terbentuk mottling. Stannous Fluoride (SnF 2). Dari hasil penelitian menunjukkan adanya reduksi karies sebesar 70% (untuh OH baik) dan reduksi karies sebesar 36% (untuk OH jelek) pad apemberian 1. tablet NaF dapat menurunkan karies gigi sebanding dengan hasil yang dicapai pada fluoridasi air minum.5 mg / hari atau ½ tablet • Anak usia > 4 tahun à 0. Di Indonesia menurut Suwelo anjuran pemberian tablet adalah untuk daerah – daerah yang kadar fluor air minumnya < 0.28 ppm 3.5 – 1 mg tablet / hari atau ½ – 1 tablet • Untuk air kemasan à 0.25 mg / hari atau ¼ tablet • Anak usia 2-4 tahun à 0. Anjuran pemberian dosisnya : (1 tablet NaF = 2.23% NaF dan 0. Topikal Aplikasi Fluor Diutamakan untuk masyarakat yang tidak mendapat manfaat dari fluoridasi air minum.21mg NaF = 1mg F) • Anak usia 0-2 tahun à 1 tablet untuk 1 quart hari • Anak usia 2-3 tahun à 1 tablet untuk selang 1 hari • Anak usia 3-10 tahun à 1 tablet / hari Bila air minum yang mengandung fluor ≥ 0.

dalam penemuan terbaru.5 gr NaF yang apabila termakan anak usia 5-8 tahun dapat menyebabkan kematian. Sistemik : Fluor bergabung dengan gigi pada waktu kalsifikasi à bila sejumlah besar fluor terdapat dalam iar minum pada waktu kalsifikasi gigi à gigi tersebut kandungan fluornya akan meningkat setelah erupsi. Obat Kumur Fluor Beberapa penelitian menyebutkan bahwa pemberian 0. ditemukan pula adanya CaF2 setelah pemberian topikal aplikasi fluoride. Terdapat dosis letal fluor yang apabila tertelan dapat menyebabkan kematian yaitu 0. Cara Kerja Fluor Dalam Manghambat Karies Gigi Mekanisme fluor dapat mencegah karies gigi belum dapat ditemukan secara jelas. 2. Selain itu hendaknya orangtua lebih berhati – hati dalam penyimpanan preparat fluor. • Adanya pertumbuhan pembentukan kristal fluoropatit dari larutan supersaturasi. sebagai berikut : 1. Reduksi karies maksimum didapat : .Larutan SnF2 8% à 1-2x / tahun 2. Oleh karenanya pengawasan orangtua sangat penting pada saat anak menggunakan obat kumur yang mengandung fluor. tingkatkan pasta NaF dan SnF2 namun ini akan member efek rasa tidak enak. Sebagai pasta propilaksis. Agar lebih enak campurkan 10 cc larutan SnF 2 8% dengan 1-2 tetes perasa jeruk dan 10 gr bhan abrasive. namun pada intinya fluor dapat berikatan dengan enamel dengan membentuk ikatan fluoroapatit yang lebih stabil dibandingkan dengan hidroksiapatit yang kurang stabil terutama bila terpapar asam. Jumlah Aplikasi Sebaiknya diberikan pada saat anak control rutin ke dokter gigi yaitu tiap 6 bulan sekali. CaF2 dapat menyediakan ion bebas fluor yang dapat digunakan untuk membentuk ikatan fluoroapatit atau juga untuk menghadapi proses kariogenik. Lokal / Topikal Mencegah demineralisasi .Larutan NaF 2% à 4x / tahun . selain pembentukan fluoroapatit. • Pelarutan apatit dengan pembentukan CaF2 Fluorapatit memiliki mekanisme pencegahan terhadap karies. Selain itu diperkirakan 0. sebaiknya dijauhkan dari jangkauan anak – anak.3 gr NaF yang dimasukkan dalam 4 fl O 2 (120cc) obat kumur juga mendekati dosis letal yang potensial (bila terminum semua). Terdapat tiga prinsip perlekatan Fluor dengan permukaan enamel yakni sebagai berikut : • Perpindahan ion antara F dengan OH dalam apatit sehingga membentuk lapisan fluorapatit. Namun.• Konsentrasi yang paling sering digunakan adalah larutan NaF 2% dan SnF 2 8%.25% larutan NaF 2 kali sehari untuk obat kumur mampu mereduksi karies sebesar 80 – 90% (dalam periode > 10 tahun).Larutan Na acidulated fluoride à 1-2x / tahun .

Dengan cara mengurangi permeabilitas enamel maka mineral yang terkandung dalam gigi tidak cepat terlarut dalam saliva. Mempercepat remineralisasi Dengan cara mengubah lingkungan permukaan enamel sehingga transfer ion antara saliva dan enamel dipercepat ke arah enamel. . fluoride akan berdifusi ke dalam Hydrofluoric Acid.Gigi yang diberi fluor memiliki penurunan daya larut enamel dalam asam rongga mulut. Keadaan ini mengakibatkan reionisasi pada permukaan yang terdemineralisasi menjadi lebih cepat. Memiliki sifat antibakteri Pada keadaan ph rendah. melainkan digantikan oleh ion-ion F bebas pada permukaan enamel. Ini berlaku pula terhadap gigi yang mendapat fluor secara sistemik. Hal ini menyebabkan fluoride menghambat metabolisme karbohidrat oleh bakteri kariogenik sehingga menghalangi pembentukan asam dari karbohidrat oleh mikroorganisme dalam mulut.