KLARIFIKASI ISTILAH • Amenorea keadaaan tidak terjadinya menstruasi pada seorang wanita usia 16 tahun (amenorea primer), atau

tidak terjadinya menstruasi selama 3 siklus, atau 6 siklus setelah sebelumnya mendapatkan siklus menstruasi biasa (amenorea sekunder). • ‘Kenceng-kenceng’ di perut Rasa kencang atau rasa mules pada perut yang menjalar sampai ke pinggang. Kenceng-kenceng ini pada awalnya berlangsung tidak terlalu lama dengan jarak yang panjang, misalnya satu jam sekali. Semakin lama, akan terasa kuat dan sering serta lebih lama. Merupakan gejala yang muncul bila persalinan akan segera terjadi. • Planotest Disebut juga reaksi Galli mainini. Merupakan tes kehamilan dengan menggunakan katak Bufo melanostictus • USG Pemeriksaan dengan menggunakan gelombang suarauntuk melihat ada atau tidaknya janin dan selanjutnya dapat dipakal untuk menilai perturnbuhan janin, serta dapat dipakal bila ada kecurigaan adanya kelainan.Pemeriksaan dengan ultrasonografi pada kehamilan 16-18 minggu diperkirakan aman. • Pemeriksaan Leopold Manuver Leopold merupakan teknik pemeriksaan pada perut ibu bayi untuk menentukan posisi dan letak janin dengan melakukan palpasi abdomen, terdiri atas 4 manuver. • Vaginal touché colok vaginal (vaginal touché) dengan dua jari sebelah tangan dan BIMANUAL dengan tangan lain menekan fundus dari luar abdomen. Ditentukan konsistensi, tebal, arah dan ada/tidaknya pembukaan serviks dan bagian terbawah (presentasi) janin.Serta diperiksa ada/tidak kelainan uterus dan adneksa yang dapat ditemukan. • Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Program yang dilakukan dengan cara langsung, skin to skin, meletakkan bayi yang baru lahir di dada ibunya dan membiarkan bayi ini merayap untuk menemukan puting susu ibu untuk menyusu. IMD harus dilakukan langsung saat lahir, tanpa boleh ditunda dengan kegiatan menimbang atau mengukur bayi.Bayi juga tidak boleh dibersihkan, hanya dikeringkan kecuali tangannya. • Nifas

Gangguan ini lebih sering terjadi. Sedangkan amenorea sekunder adalah terlambat haid atau tidak ada haid. Seluruh alat genitalia baru pulih kembali seperti sebelum ada kehamilan dalam waktu 3 bulan.Amenorea primer adalah wanita tidak pernah haid padahal wanita seusia dia sudah mendapatkan haid. 3.ada 3 macam amenorea. tumor otak. kadar HCG di bawah 25 mlU/mL pun bisa dideteksi 5. tes HCG dengan pengambilan darah disebut sebagai plano test atau pemeriksaan B-HCG (baca: beta HCG). namun menjadi sulit dilakukan bila bertemu dengan ibu hamil yang obes atau dengan ibu hamil yang memiliki jumlah cairan amnion berlebih. kegemukan. Manuver Leopold II. periode nifas sepanjang 40 hari. seorang wanita yang hamil untuk pertama kali nya. G1P0A0  primigravida. bertujuan untuk mengetahui letak fundus uteri dan bagian lain yang terdapat pada bagian fundus uteri. obat KB. Leopold Manuver Leopold merupakan teknik pemeriksaan pada perut ibu bayi untuk menentukan posisi dan letak janin dengan melakukan palpasi abdomen. masa laktasi dan sesudah menopause. Pemeriksaan kehamilan dengan sampel darah ini sangat sensitif. Nifas mulai setelah persalinan selesai dan berakhir setelah kira-kira 6 minggu. Plano test Untuk memastikan secara kuantitatif (skala angka). Amenorea fisiologis yakni terdapat dalam masa sebelum pubertas.Merupakan periode 6 minggu pasca persalinan. belum pernah partus dan belum pernah mengalami abortus 2. 4. dll. gangguan atau infeksi rongga panggul. kehamilan ektopik. bertujuan untuk menentukan punggung dan bagian kecil janin di sepanjang sisi material. Amenorea primer. malnutrisi. gangguan hormonal. olahraga berat. Dikatakan amenorea sekunder jika seorang wanita tidak haid selama tiga kali berturut-turut ada beberapa hal yang menjadi penyebab amenorea sekunder. disebut juga masa involusi (periode pengembalian sistem reproduksi wanita postpartum kepada keadaannya seperti sebelum hamil). prolaktinoma. perokok berat. Beberapa diantaranya adalah : anoreksia. bulimia. Keadaan ini sangat jarang terjadi. .Di masyarakat Indonesia. Amenorea keadaan tidak adanya haid untuk sedikitnya 3 bulan berturut – turut. tetapi sebelumnya pernah haid. masa kehamilan. Amenorea fisiologis. Manuver Leopold I. tumor pituitari. sindrom ovarium polikistik. hilangnya atau bertambahnya berat badan dengan cepat. 1. Amenorea sekunder. penyakit seksual. menopause.

IMD harus dilakukan langsung saat lahir. 6. bertujuan untuk meyakinkan hasil yang ditemukan pada pemeriksaan Leopold III dan untuk mengetahui sejauh mana bagian presentasi sudah masuk pintu atas panggul.Manuver Leopold III. Menyusu dan bukan menyusui merupakan gambaran bahwa IMD bukan program ibu menyusui bayi tetapi bayi yang harus aktif menemukan sendiri putting susu ibu. bertujuan untuk membedakan bagian persentasi dari janin dan sudah masuk dalam pintu panggul. Inisiasi Menyusu Dini  atau disingkat sebagai IMD merupakan program yang sedang gencar dianjurkan pemerintah. Proses ini harus berlangsung skin to skin antara bayi dan ibu . dan corpus uteri. 7. Vaginal Touche  Menggunakan 1 atau 2 jari (jari telunjuk dan jari tengah) dari satu tangan yang dimasukkan ke vagina dan tangan yang lain diletakkan pada bagian bawah dinding depan perut. dan station (penurunan bagian presentasi). hanya dikeringkan kecuali tangannya. Yang dapat diraba: vaginal cervix. Di daerah fornix lateralis teraba denyut a. kehamilan pada tuba (ektopik) dan tumor-tumor uterus atau ovarium. sikap/attitude (fleksi atau ekstensi). uterina (terutama pada kehamilan). Program ini dilakukan dengan cara langsung meletakkan bayi yang baru lahir di dada ibunya dan membiarkan bayi ini merayap untuk menemukan puting susu ibu untuk menyusu. tanpa boleh ditunda dengan kegiatan menimbang atau mengukur bayi. ostium externum. Di dalam fornix posterior pada cavum douglas dapat diraba bila ada proplasus ovari. Memberikan informasi tentang bagian presentasi : bokong atau kepala. Manuver Leopold IV. Bayi juga tidak boleh dibersihkan.

warna kulit (colour) dan reaksi terhadap rangsang (respon to stimuli) yaitu dengan memasukkam kateter ke lubang hidung setelah jalan nafas dibersihkan (Prawirohardjo : 2002). Setiap penilaian diberi angka 0. Penilaian ini perlu untuk mengetahui apakah bayi menderita asfiksia atau tidak. usaha nafas (respiratory effort).2. asfiksia berat (nilai apgar 0-3) (Prawirohardjo : 2002). Dari hasil penilaian tersebut dapat diketahui apakah bayi normal (vigorous baby = nilai apgar 7-10). asfiksia ringan (nilai apgar 4-6). . Yang dinilai adalah frekuensi jantung (Heart rate).Pengertian Apgar Skor Apgar skor adalah suatu metode sederhana yang digunakan untuk menilai keadaan umum bayi sesaat setelah kelahiran (Prawirohardjo : 2002).1. tonus otot (muscle tone).

.

Karena itu. hCG di dalam urinnya akan I. harga strip yang relatif murah. Sebagai antigennya adalah adanya protein hormon beta hCG (hormon yang dihasilkan trofoblas/bagian plasenta) dan sebagai antibodi adalah antibodi yang dihasilkan binatang kuda yang disuntik hormon beta Hcg. prosedur pengujian yang mudah dilakukan. yaitu 25 mIU dan 50 mIU. serta dapat mendeteksi kehamilan lebih dini. jenis alat tes bervariasi. Pada perempuan yang hamil. Immunokromatografi. Alat yang digunakan untuk pemeriksaan merupakan alat yang dijual secara bebas dan dapat dipergunakan kapanpun dan oleh siapapun. setelah direaksikan dengan zat tertentu yang akan berubah warna bila bereaksi dengan antigen. tikus. Keuntungan strip uji kehamilan adalah bisa dilakukan sendiri di rumah. DASAR TEORI . A. Kepekaan ini yang menentukan pada hari ke berapa alat ini sudah peka untuk mendeteksi kehamilan. Antibodi yang berupa protein ini dikloning pada bakteri E coli. Reaksi ini ditunjukan dengan adanya aglutinasi pada partikel latex. HCG merupakan suatu tahap tes yang menggunakan urine secara imunokromatografi untuk mendeteksi adanya human karionik gonadotropin dalam urine dan juga mendeteksi adanya kehamilan. untuk 25 mIU. Mekanisme kerja tes kehamilan melalui air seni ini adalah dengan menggunakan prinsip adanya ikatan antibodi antigen. akurasi hasil uji yang tinggi (97 – 99%). Langsung. Prinsip uji biologik penanda 3 hCG selanjutnya dikembangkan dengan cara mengambil antiserum hCG dari hewan yang telah memproduksi antibodi hasil stimulasi dengan hCG (protein dengan sifat antigenik). Bila urin diteteskan ke antiserum maka terjadi mediasi aktifitas antiserum untuk beraksi dengan partikel lateks yang dilapisi dengan hCG (latex particle agglutination inhibition test) atau sel darah merah yang telah disensitisasi dengan hCG (hemagglutination inhibition test). Uji biologis ini menggunakan hewan (katak. Metode tes kehamilan yang dilakukan adalah metode imunokromatografi dengan menggunakan sampel berupa air seni (urin). Sebagai contoh. Kadar antibodi yang ada akan menentukan kepekaannya. METODE : : : Imunokromatografi dan cara langsung HCG merupakan suatu tahap tes yang menggunakan urine secara imunokromatografi untuk mendeteksi adanya human karionik gonadotropin dalam urine dan juga mendeteksi adanya kehamilan. Aschheim dan Zondek telah menggunakan uji kehamilan dengan penanda hCG sejak tahun 1920. B. ada dua macam kepekaan. dapat mendeteksi kehamilan saat hari pertama mens berikut. sementara 50 mIU perlu sepuluh hari terlambat. kelinci) yang kemudian disuntik dengan serum atau urin perempuan yang diduga hamil untuk melihat reaksi yang terjadi pada ovarium atau testes hewan percobaan tersebut.III. Kemudian antibodi dalam jumlah tertentu ini. HCG yang terdapat dalam urine bereaksi dengan anti HCG yang terikat pada partikel latex. ditempelkan pada alat pemeriksa.

menetralisir antibodi dalam antiserum sehingga tidak terjadi reaksi aglutinasi.com/2011/03/salah-satu-metode-tes-kehamilan.UOu8JGfdJLU) PRA ANALITIK 1. Ketiga antibodi itu terletak di lokasi yang berbeda dengan sifat yang berbeda pula. Terdapat 3 antibodi anti HCG pada strip Antibodi tersebut adalah antibodi anti HCG yang pertama (kita sebut saja anti HCG-1).blogspot. Sedangkan antibodi monoklonal lebih spesifik mengenali antigen pada satu epitop tertentu karena berasal dari satu sel B yang dibiakan. Persiapan sampel Alat dan Bahan Tabung reaksi b. (http://djjars. f. a.html#. Slide e. Antibodi poliklonal adalah antibodi yang mengenali suatu antigen melalui ikatan dengan epitop yang bervariasi karena berasal dari sel B yang berbeda-beda. Klinipet kontrol positif g. Urine d. artinya tidak dapat berpindah sehingga tidak ikut mengalir/berpindah tempat. Reagen latex VIII. Test strip c. antibodi anti HCG yang kedua (anti HCG-2) dan anti-anti HCG-1 (antibodi dengan anti HCG-1 sebagai antigen). Pada perempuan yang tidak hamil. : Tidak memerlukan persiapan Khusus : Urin II. Anti HCG-1 merupakan antibodi monoklonal sedangkan anti HCG-2 bersifat poliklonal. Anti HCG-1 bersifat mobile sehingga bisa ikut berpindah ke area Test (T) dan Control (C) melalui gerakan kapilaritas. Anti HCG-2 di area T dan anti-anti HCG-1 di area C bersifat fixed atau tertanam.com/2012/04/tes-kehamilan-dengan-deteksi-hormon_07. kontrol negative h.blogspot. Antibodi akan mengenali antigen pada lokasi tertentu yang disebut epitop. 3. tidak terjadi netralisasi antibodi sehingga terjadi reaksi aglutinasi. (http://caldoknotes.html) Reaksi antigen antibody Reaksi pembentukan kompleks antigen antibodi antara HCG sebagai antigen dan anti HCG sebagai antibody bersifat spesifik. ANALITIK . Persiapan Pasien 2.

Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan 2. 5. B. Langsung 1. control negatif dan reagen latex. HASIL PEMERIKSAAN NAMA PASIEN JENIS KELAMIN UMUR HASIL PEMBAHASAN Terdapat 3 antibodi anti HCG pada strip Antibodi tersebut adalah antibodi anti HCG yang pertama (kita sebut saja anti HCG-1). Tambahkan masing-masing 1 tetes control positif. celupkan strip kedalam urine selama 10-15 detik 3. . antibodi anti HCG yang kedua (anti HCG-2) dan anti-anti HCG-1 (antibodi dengan anti HCG-1 sebagai antigen). Pipet pada tempat berbeda sampel urine sebanyak 1 tetes (3 tempat) 3. Anti HCG-1 bersifat mobile sehingga bisa ikut berpindah ke area Test (T) dan Control (C) melalui gerakan kapilaritas. Metode strip 1. Hasil tidak dibaca setelah 3 menit INTERPRETSASI HASIL A. Ketiga antibodi itu terletak di lokasi yang berbeda dengan sifat yang berbeda pula. Interpretasi hasil metode langsung :  Positif : Terjadi aglutinasi. 4. Interpretasi Hasil metode strip :  Positif : jika ada dua garis pada daerah control dan test. Anti HCG-1 merupakan antibodi : : : : I. Campur dan homogenkan.  Negatif : Tidak terjadi aglutinasi X.  Negatif : jika terdapat satu garis pada daerah control. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan 2. Amati reaksi yang terjadi. keluarkan kemudian baca hasilnya setelah 3 detik B. . hasil dibaca setelah 2 menit.A.

Warna merah hanya pada area C sehingga hanya ada satu garis dan diintepretasikan sebagai hasil negatif hamil (tidak hamil). Hormon hCG berdampak pada meningkatnya produksi progesterone oleh indung telur sehingga menekan menstruasi dan menjaga kehamilan. Akibatnya anti HCG-1 akan terus ikut gaya kapilaritas menuju daerah C. Karena tidak ada HCG maka tidak akan terjadi interaksi antara anti HCG1 dan anti HCG-2 melalui perlekatan dengan HCG pada epitop berbeda. dan pada sampel pasien diperoleh hasil yang negative yaitu terbentuk 1 garis pada are control untuk metode strip dan tidak terjadi aglutinasi pada metode slide aglutinasi. Di daerah ini terjadi kompleks antigen antibodi yaitu anti HCG-1 (sebagai antigen) dengan anti anti HCG-1 (sebagai antibodi terhadap anti-HCG-1). Menurut Yeyeh (2009). Gaya kapilaritas membawa senyawa ikatan HCG dan anti HCG-1 menuju daerah T. akan terlihat dua strip merah yaitu pada daerah T dan daerah C dan diintepretasikan sebagai hasil positif hamil. meliputi : . Hormon Chorionic Gonadotropin (hCG) mempertahankan korpus luteum yang terbentuk ketika sel telur dibuahi yang dilanjutkan dengan terjadinya ovulasi. anti HCG-1 yang bebas kemudian menuju ke area T tempat anti HCG-2. Bila urin mengandung HCG HCG sebagai antigen. dan anti HCG-2. Produksi hormon hCG akan meningkat hingga hari ke 70 dan akan menurun selama sisa kehamilan. Enzim menjadi aktif dan daerah T berwarna merah. Kompleks ini membuat enzim aktif sehingga terbentuk warna merah. Hormon hCG mempunyai dua rangkaian rantai peptide yaitu α yang mengandung 92 asam amino dan β mengandung 145 asam amin. artinya tidak dapat berpindah sehingga tidak ikut mengalir/berpindah tempat. Pada ibu hamil ada enam tanda bahaya dalam kehamilan. Hormon Chorionic Gonadotropin (hCG) adalah hormon gonadotropin yang disekresi oleh wanita hamil dan disintesa oleh sel-sel sintitio tropoblas dari placenta. Hormon ini di ekskresikan melalui urin juga terdapat dalam serum. Terbentuklah kompleks anti HCG-1.Enzim pada anti HCG-1 tetap inaktif dan reaksi enzimatis pembentukan warna tidak terjadi. Di daerah T. Selanjutnya. HCG. Bila urin tidak mengandung HCG Urin tidak mengandung HCG sehingga tidak terjadi kompleks anti HCG-1 dengan HCG. Pada praktikum kali ini dilakukan dengan dua metode yaitu metode strip dan slide aglutinasi. anti HCG-2 akan berikatan dengan HCG yang telah berikatan dengan anti HCG-1 namun pada epitop yang berbeda. Pada akhirnya. Kali ini kta akan mendeteksi hormon hormon hCG di urin wanita hamil. Kompleks ini akan mengaktifkan enzin sehingga daerah T berwarna merah. Dengan menggunakan metode aglutinasi lateks. akan berikatan dengan anti HCG. Pada praktikum uji kehamilan (direct latex agglutination)kita menguji urin untuk menunjukkan pada urin wanita hamil tekandung hormon hCG (Human Chorionic Gonadtropine) dan menunjukkan tidak terkandung (negative) hCG (Human Chorionic Gonadtropine) pada urin wanita tidak hamil dan urin pria. sisa anti HCG-1 yang belum berikatan dengan HCG akan menuju daerah C dan berikatan dengan anti-anti HCG-1. Anti HCG-2 di area T dan anti-anti HCG-1 di area C bersifat fixed atau tertanam.monoklonal sedangkan anti HCG-2 bersifat poliklonal.

abrupsi plasenta. tetapi pada masa gestasi selanjutnya. Bengkak bisa menunjukkan masalah serius jika muncul pada muka dan tangan. masingmasing berpegang pada prinsip yang sama (pengenalan HCG dan subunitnya) oleh suatu antibodi . tekanan mendadak pada uterus dapat menyebabkan janin tenggelam dalam cairan amnion dan kemudian memantul kesisinya semula. 1. Ketiga. Tanda hegar dengan melakukan satu tangan pemeriksa diatas abdomen dan dua jari tangan yang lain dimasukkan kedalam vagina. Ibu mulai merasakan gerakan bayinya pada bulan ke-5 atau ke-6. Jika bayi tidur gerakannya akan melemah. Uji kehamilan ini dapat dibaca dalam 3 sampai 5 menit. penyakit radang panggul. penglihatan ibu menjadi kabur atau terbayang. Test kehamilan Menurut Prawirohardjo (2008). Karena itu. dengan tingkat akurasi yang tinggi. 2. yang terletak diantara dua bagian tersebut (Cunningham. Tanda Hegar Pada minggu-minggu pertama kehamilan. persalinan preterm. dan tidak hilang setelah beristirahat.1. Hal ini seperti appendicitis. infeksi saluran kemih dan infeksi lain. bengkak pada muka atau tangan. bayi kurang bergerak seperti biasa. perdarahan yang tidak normal adalah merah. Hal ini disebabkan karena pembuluh darah dalam serviks bertambah dan karena terjadinya odema dari serviks dan hyperplasia kelenjar-kelenjar serviks sehingga serviks menjadi lunak. Sakit kepala yang hebat dalam kehamilan adalah gejala dari preeklampsi. beberapa ibu dapat merasakan gerakan bayinya lebih awal. yang menetap dan tidak hilang dengan beristirahat. menetap.1. Keenam. 3. Sistem yang digunakan dalam berbagai perangkat berbeda-beda namun. perubahan visual secara tiba-tiba (pandangan kabur. benturan yang ditimbulkan ballottement dapat dirasakan oleh jari-jari tangan pemeriksa (Cunningham. gastritis. dan disertai dengan keluhan fisik yang lain. meningkatnya ukuran uterus terutama terbatas pada diameter anteroposterior. 2005). Nyeri abdomen yang hebat. Dengan sakit kepala yang hebat. kehamilan ektopik. penyakit kantong empedu. 2005). Tanda kemungkinan hamil (yang dapat diobservasi pemeriksa) 1. dan tingkat kecermatan yang tinggi pada tahap tertentu. korpus uterus hampir membulat garis tengah uterus rata-rata 8 cm dicapai pada minggu ke-12. Pada sekitar 6 sampai 8 minggu setelah hari pertama menstruasi terakhir. Sakit kepala yang menunjukkan suatu masalah yang serius adalah sakit kepala hebat. Terdapat sejumlah perangkat uji kehamilan yang beredar di pasaran dengan harga terjangkau. Pada pemeriksaan bimanual. tidak hilang setelah beristirahat. tanda hegar mulai tampak. rabun senja). dengan korpus uterus yang elastis di atas ismus yang lunak bila di tekan. korpus uterus selama kehamilan teraba liat atau elastis dan kadangkadang sangat lunak. Kedua. aborsi. Keempat. dapat diraba serviks yang keras. perdarahan banyak. Kelima.Pertama. volume janin lebih kecil dibanding volume cairan amnion. Masalah visual yang mengindikasikan keadaan yang mengancam jiwa adalah perubahan visual yang mendadak. Ballottement (baloteman) Sekitar pertengahan kehamilan. atau perdarahan dengan nyeri. 2005 & Rustam. nyeri abdomen yang hebat. sakit kepala yang hebat. Perdarahan vagina pada awal kehamilan.

Frekuensi denyut jantung janin pada tahap ini dan sesudahnya berkisar antara 120 sampai 160 dpm dan terdengar sebagai bunyi ganda mirip detak jam dibawah bantal. dan setelah 6 minggu. 2005). Rumus Mc Donald . Tanda goodel (serviks melunak) Pada minggu ke-6 sampai 8. Pada hari ke-35. 2. 1.molekul HCG atau epitop subunit β. Bunyi jantung janin Mendengar atau mengamati denyut jantung janin dapat memastikan diagnosis kehamilan. Dengan sonografi abdomen. Pada minggu ke-8. maka tiap bagian menunjukkan penambahan 1 bulan. Tidak cukup apabila kita hanya mendengar jantung janin. kantung gestasi dapat dilihat hanya setelah usia 4 sampai 5 minggu sejak menstruasi terakhir. tiap millimeter panjang puncak kepala. Sensasi yang agak mirip dapat ditimbulkan oleh kontraksi otot abdomen atau peristaltik usus (Cunningham. keadaan-keadaan lain dapat menyebabkan serviks melunak. kanalis servikalis dapat menjadi sedemikian melebar sehingga jari tangan dapat dimasukkan. Positif hamil a. Hormon ini di ekskresikan ke dalam sirkulasi wanita hamil dan diekskresikan melalui urin (Cunningham. Sampai minggu ke-12. 2005). b. bilapun mungkin. Denyut jantung janin dapat dideteksi dengan auskultasi dengan menggunakan stetoskop rata-rata pada usia kehamilan 17 minggu.1. denyut jantung seharusnya sudah terdeteksi. semua kantung gestasi normal seyogyanya sudah terlihat. 1. c. Pemeriksa melihat dan merasakan gerakan janin Gerakan janin dapat terdeteksi oleh pemeriksa setelah usia kehamilan sekitar 20 minggu. misalnya kontrasepsi yang mengandung estrogen. yang khas untuk serviks pada wanita tidak hamil. konsistensi jaringan serviks yang mengelilingi os eksternus lebih mirip dengan mulut bibir daripada tulang rawan hidung. hanya membuka saat persalinan (Cunningham. Fundus uteri teraba tepat di simpisis umur kehamilan 2 bulan (8 minggu). Tinggi fundus uteri pada umur kehamilan 40 minggu (bulan ke-10) kurang lebih sama dengan umur kehamilan 32 minggu (bulan ke-8). Sonografi Pemakaian Sonografi Transvaginal telah menimbulkan revolusi dalam pencitraan kehamilan tahap awal dan perkembangannya. ultrasonografi.progestin. Gerakan janin memperlihatkan intensitas yang bervariasi dari getaran halus pada awal kehamilan sampai gerakan nyata pada periode selanjutnya. Kontraksi jantung janin dapat diidentifikasi dengan auskultasi menggunakan fetoskop khusus. Rumus Bartholomew Antara simpisis pubis dan pusat dibagi menjadi 4 bagian yang sama. Seiring dengan perkembangan kehamilan. usia gestasi dapat dapat diperkirakan secara cukup akurat. Namun. 2005). Denyut jantung janin harus berbeda dengan ibunya. 4.bokong merefleksikan pertambahan usia gestasi 4 hari. serta karsinoma. denyut jantung janin dapat dideteksi pada hampir semua wanita hamil yang tidak kegemukan. pada usia kehamilan 19 minggu. dapat dilihat selain itu dapat diraba.2. dengan prinsip Doppler dan sonografi. Antara pusat sampai prosesus xifoideus dibagi menjadai 4 bagian dan tiap bagian menunjukkan kenaikan 1 bulan. Pada proses peradangan tertentu. serviks akan tetap keras selama kehamilan dan.

dan station (penurunan bagian presentasi). Dengan cara: . bertujuan untuk meyakinkan hasil yang ditemukan pada pemeriksaan Leopold III dan untuk mengetahui sejauh mana bagian presentasi sudah masuk pintu atas panggul. Menggunakan pita ukur 4.Wajah pemeriksa menghadap ke arah kepala ibu. 3.Temukan mana punggung dan bagian ekstremitas.Palpasi bagian presentasi janin di antara ibu jari dan keempat jari dengan menggerakkan pergelangan tangan. Beri tekanan pada area uterus. Memberikan informasi tentang bagian presentasi : bokong atau kepala. Pemeriksaan Leopold IV. Pemeriksaan Leopold III. bertujuan untuk menentukan punggung dan bagian kecil janin di sepanjang sisi maternal. bertujuan untuk membedakan bagian persentasi dari janin dan sudah masuk dalam pintu panggul.Wajah pemeriksa menghadap ke arah ekstremitas ibu.Wajah pemeriksa menghadap kearah ibu .Palpasi janin di antara dua tangan. dengan cara: .Wajah pemeriksa menghadap ke arah kepala ibu. sikap/attitude (fleksi atau ekstensi). .Fundus uteri diukur dengan pita. Perkiraan Tinggi Fundus Uteri Perkiraan tinggi fundus uteri dilakukan dengan palpasi fundus dan membandingkan dengan patokan. dengan cara: .Palpasi fundus uterus .Tentukan bagian janin yang ada pada fundus Pemeriksaan Leopold II. bertujuan untuk mengetahui letak fundus uteri dan bagian lain yang terdapat pada bagian fundus uteri.Palpasi janin di antara dua tangan. Menggunakan alat ukur caliper 3.Jika ada tahanan berarti ada penurunan kepala. .Evaluasi penurunan bagian presentasi. Tentukan presentasi janin.Palpasi di atas simfisis pubis. Mempergunakan tinggi fundus uteri 2. Menggunakan pita ukur dengan metode berbeda Perkiraan tinggi fundus uteri dilakukan dengan palpasi fundus dan membandingkan dengan patokan . . Cara menentukan kehamilan dengan perkiraan tinggi fundus uteri: 1. . . Palpasi Leopold Pemeriksaan Leopold I. . Tinggi fundus dikalikan 2 dan dibagi 7 memberikan umur kehamilan dalam bulan obstetrik dan bila dikalikan 8 dan dibagi 7 memberikan umur kehamilan dalam minggu. dengan cara: .Palpasi dengan satu tangan pada tiap sisi abdomen. . .

tangan yang lain diletakkan di dasar fundus. . tambahkan 4 cm pada jumlah cm yang terukur. Jumlah total centi meternya diperkirakan sama dengan jumlah minggu kehamilan. Menggunakan pita ukur Pita ukur merupakan metode akurat kedua dalam pengukuran TFU setelah 22-24 minggu kehamilan. pita pengukur diletakkan diantara jari telunjuk dan jari tengah. pita tidak melewati slope anterior dari fundus. Sesudah fundus mencapai ketinggian yang sama dengan umbilikus. Titik nol pita pengukur diletakkan pada tepi atas simfisis pubis dan pita pengukur ditarik melewati garis tengah abdomen sampai puncak. Ukuran diperkirakan sama dengan minggu kehamilan setelah sekitar 22-24 minggu. tambahkan 6 cm pada jumlah cm yang terukur. Hasil dibaca dalam skala cm. ukuran yang terukur sebaiknya diperkirakan sama dengan jumlah minggu kehamilan setelah 22-24 minggu kehamilan. Menggunakan pita ukur dengan metode berbeda Garis nol pita pengukur diletakkan pada tepi atas simfisis pubis di garis abdominal. Ukuran kemudian dibaca pada skala cm (centimeter) yang terletak ketika 2 ujung caliper bertemu. Sehingga pita pengukur mengikuti bentuk abdomen hanya sejauh puncaknya dan kemudian secara relatif lurus ke titik yang ditahan oleh jari-jari pemeriksa. Kedua ujung diletakkan pada garis tengah abdominal. pengukuran dilakukan sampai titik dimana jari menjepit pita pengukur.Menggunakan alat ukur caliper Caliper digunakan dengan meletakkan satu ujung pada tepi atas simfisis pubis dan ujung yang lain pada puncak fundus. Caranya tidak diukur karena tidak melewati slope anterior tapi dihitung secara matematika sebagai berikut: • • Sebelum fundus mencapai ketinggian yang sama dengan umbilikus. Jumlah total centi meternya diperkirakan sama dengan jumlah minggu kehamilan.

5 cm di atas simphisis = 29.30 cm di atas simphisis = 29.5 .TUA KEHAMILAN TERHADAP TINGGI FUNDUS UTERI MENURUT SPIEGELBERG 22 – 28 Minggu = 24 – 25 cm di atas simphisis 28 Mgg 30 Mgg 32 Mgg 34 Mgg 36 Mgg 38 Mgg 40 Mgg = 26.7 cm di atas simphisis .30 cm di atas simphisis = 31 cm di atas simphisis = 32 cm di atas simphisis = 33 cm di atas simphisis = 37.5 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful