JENIS-JENIS LAYANAN DI PERPUSTAKAAN

Pendahuluan
Layanan perpustakaan merupakan tugas yang amat penting dan muara dari semua kegiatan di perpustakaan. Pelayanan perpustakaan berarti kesibukan yang tiada akhir kecuali pelayanan perpustakaan dinyatakan ditutup. Bahkan ketika perpustakaan ditutup, tugas pustakawan di bagian pelayanan tidak serta merta terbebas dari pekerjaan. Pustakawan di bagian pelayanan masih harus melakukan statistik perpustakaan, merapikan berkas peminjaman dan kartu buku (terutama bagi perpustakaan yang belum menerapkan otomasi perpustakaan), melakukan pengrakan ( selving) dan lain-lain. Walaupun bagian pelayanan ini merupakan bagian yang secara langsung berhadapan dengan pemakai dan mungkin dianggap bagian yang paling penting, namun setiap perpustakaan harus menyadari bahwa kelancaran layanan perpustakaan juga tergantung kepada unit-unit lain di perpustakaan. Pelayanan perpustakaan bukan satu-satunya kegiatan perpustakaan, namun merupakan satu rangkaian kegiatan yang saling berkaitan satu sama lain. Secara umum layanan pengguna didefinisikan sebagai aktifitas perpustakaan dalam memberikan jasa layanan kepada pengguna perpustakaan, khususnya kepada anggota perpustakaannya. Jumlah jenis atau macam layanan pengguna perpustakaan yang dapat diberikan kepada pengguna perpustakaan sesungguhnya cukup banyak. Namun semua layanan tersebut penyelenggaraannya haruslah disesuaikan dengan kondisi tenaga perpustakaan dan kebutuhan penggunanya. Macam layanan pengguna tersebut antara lain dapat disebutkan sebagai berikut: • • • • • • • • • • • • • • • • • • layanan sirkulasi layanan referens layanan pendidikan pemakai layanan penelusuran informasi/literatur layanan penyebarluasan informasi terbaru layanan penyebaran informasi terseleksi layanan penerjemahan layanan fotokopi (jasa reproduksi) layanan anak layanan remaja layanan kelompok pembaca khusus layanan perpustakaan keliling Pameran Membuat Analisis Kepustakaan (Review; Resensi; Informasi Teknis) Statistik Perpustakaan Penyuluhan Mengenai Perpustakaan Publisitas dan lain-lain

Di dalam pelaksanaannya sering layanan-layanan tersebut dikelompok-kelompokkan kedalam dua macam saja yaitu Layanan Sirkulasi dan Layanan Referensi. Dengan demikian maka layanan-layanan yang lain dapat diintegrasikan ke dalam layanan sirkulasi dan layanan referensi.

Di pintu masuk sebaiknya ditempatkan meja atau konter keamanan yang dijaga oleh petugas. Mungkin pada saat masuk perpustakaan seorang pemakai berniat untuk mencari buku dengan judul dan pengarang tertentu (misalnya saja Landasan Matematika karangan Andi Hakim Nasution). dapat memilih buku yang lain. ia juga dapat juga diberi tugas untuk mengawasi pengisian buku tamu. Karena itu perpustakaan yang menerapkan sistem pelayanan terbuka harus menyediakan tempat penitipan tas atau locker baik yang dijaga oleh petugas ataupun yang tidak dijaga oleh petugas. Pemakai tinggal menggesekkan kartu anggotanya (biasanya yang mengandung kode bar atau yang mengandung kode elektro magnet) pada sebuah alat baca yang dihubungkan ke komputer. Penataan ruang koleksi pada sistem pelayanan terbuka juga perlu diperhatikan. Secara otomatis komputer akan mencatat semua data mengenai pengunjung tersebut termasuk jam (bahkan menit dan detiknya) berkunjungnya. Misalnya. dan karena tertarik dia akan melihat-lihat dan mungkin saja dia akan membacanya. Untuk mencatat jumlah pengunjung yang datang ke perpustakaan biasanya di meja keamanan biasanya ditempatkan buku tamu. Dalam sistem pelayanan terbuka. Petugas hanya mencatat apabila koleksi tersebut akan dipinjam serta dikembalikan. Kebebasan ini menimbulkan rangsangan untuk membaca. Sedangkan perpustakaan khusus dan sekolah banyak yang masih menerapkan sistem pelayanan tertutup. Hal ini untuk mengurangi banyaknya pertanyaan mengenai lokasi koleksi kepada petugas. Hal ini bertujuan untuk menghindari kemungkinan pemakai membawa koleksi tanpa melalui prosedur peminjaman yang benar. Sistem Pelayanan Terbuka (Open Access) Dalam sistem pelayanan terbuka perpustakaan memberi kebebasan kepada para pemustakanya (pemakainya) untuk dapat masuk dan memilih sendiri koleksi yang diinginkannya dari rak. rancangan ruangan harus dipertimbangkan dengan matang. Bahkan kadang-kadang pintu keluar sudah tidak perlu dijaga lagi. Sistem pelayanan terbuka ini mempunyai beberapa kelebihan dan kelemahan seperti: Kelebihannya • Pengguna bebas memilih bukunya sendiri. Petugas jaga harus menegur pengunjung perpustakaan yang tidak mau mengisi buku tamu. Jika pemakai tersebut ingin mencari buku mengenai suatu topik tertentu (misalnya saja bertanam dengan cara hidroponik) maka dia dapat memilih-milih sendiri buku yang cocok dengan keinginannya di rak. Masing-masing sistem pelayanan tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan. Pemakai tersebut • • . rambu-rambu yang menunjukkan lokasi koleksi harus lengkap dan jelas. Untuk memperkecil kemungkinan hilangnya koleksi yang dicuri oleh pemakai.Sistem Pelayanan Dalam merencanakan layanan di perpustakaan kita harus mempertimbangkan kondisi yang ada di perpustakaan. Selain Petugas jaga diberi tugas menjaga keamanan. Pemakai yang akan keluar dari ruang perpustakaan harus diperiksa semua barang bawaannya oleh petugas. pemakai yang masuk ke ruang baca atau rak perpustakaan sebaiknya tidak diperkenankan membawa tas dan jaket. misalnya pintu masuk sebaiknya hanya satu. Hal ini bertujuan agar semua pengunjung perpustakaan dapat tercatat seluruhnya. mungkin dia menemukan buku lain yang menarik perhatiannya. Kalau buku yang dikehendaki tidak ada. Ada dua macam sistem pelayanan yang biasa dilakukan oleh perpustakaan yaitu sistem pelayanan terbuka dan sistem pelayanan tertutup. Jarak antara rak satu dengan rak yang lain harus agak lebar agar apabila ada pemakai yang mencari koleksi diantara rak tersebut tidak terganggu walaupun ada petugas perpustakaan yang lewat dengan membawa trolley buku (rak dorong buku). Pelayanan perpustakaan dengan sistem pelayanan terbuka ini banyak diterapkan di perpustakaan perguruan tinggi dan beberapa perpustakaan umum. Beberapa perpustakaan besar pencatatan pengunjungnya sudah dilakukan secara otomatis menggunakan komputer. artinya pemakai dapat melakukan browsing atau pemilihan koleksi secara bebas di rak. Ketika dia memilih-milih buku yang diinginkannya. Di perpustakaan yang sudah menggunakan pintu ditektor otomatis security detector maka pemeriksaan pemakai oleh petugas tidak diperlukan.

Pendidikan pemakai perlu dilakukan secara terus menerus agar pemakai mengetahui cara-cara mencari buku secara sistematis dan benar. Penelusuran/pencarian koleksi harus melalui katalog.dapat mencari judul buku yang dimaksudkannya tersebut langsung ke rak buku (jika dia tahu lokasi buku tersebut). Kekurangannya • Susunan buku dalam rak menjadi sulit teratur. Kemungkinan banyak buku yang hilang. karena yang akan mencari buku adalah petugas yang sehari-hari sudah terbiasa dengan keadaan di perpustakaan tersebut. Sebagai akibat dari kebebasan pemakai mengambil buku ke rak. Pengunjung perpustakaan juga tidak perlu dilarang membawa tas ke ruang baca. Sistem pelayanan ini masih banyak diterapkan oleh perpustakaan khusus dan beberapa perpustakaan sekolah. Dengan demikian pemakai tidak akan mencari buku dengan cara mengacak-acak rak secara sembarangan. Dengan penyediaan mesin fotokopi tersebut kemudahan mendapatkan salinan buku dapat diperoleh oleh pengguna sehingga mengurangi keinginan untuk melakukan penyobekan atau pencurian oleh pemakai perpustakaan. Karena umumnya rak koleksinya lebih tinggi. Penataan rak koleksi juga bisa lebih rapat dengan rak yang lebih tinggi sehingga dapat memuat jumlah koleksi yang lebih banyak. Maka pemakai tersebut dapat menggunakan buku tersebut sebagai pengganti buku yang dicarinya karena topik dan isi buku tersebut sama dengan buku yang dicarinya. atau mencari dulu di katalog. Beberapa perpustakaan besar sering menempatkan kamera pengontrol (atau cermin cembung sebagai cermin pengawas) pada tempat-tempat yang diperkirakan akan terjadi penyobekan. khususnya apabila di perpustakaan tersebut banyak koleksi yang tidak dipinjamkan. Pada sistem pelayanan tertutup tidak terlalu diperlukan rambu-rambu. Buku hilang juga merupakan salah satu resiko dari sistem pelayanan terbuka. maka diperlukan tangga bagi petugas untuk mengambil buku-buku yang ada pada bagian atas rak. Pintu pengaman otomatis (security gate) juga tidak diperlukan. Satu-satunya pengawasan yang perlu dilakukan di pintu masuk adalah pencatatan buku tamu. Penyediaan mesin fotokopi yang dekat dengan ruang koleksi juga perlu dipertimbangkan. Pada saat mencari buku di rak. Untuk itu perlu pengawasan yang baik terutama di pintu keluar. juga mengambilkan dan mengembalikan koleksi ke rak. tetapi yang koleksi yang dibutuhkannya harus diambilkan oleh petugas. • Sistem Pelayanan Tertutup (Closed Access) Kebalikan dari sistem pelayanan terbuka adalah sistem pelayanan tertutup dimana pengunjung tidak boleh masuk ke ruangan koleksi. sebab ruang baca dan ruang koleksi dipisahkan oleh pembatas yang tegas sehingga pengunjung tidak akan dapat memasuki wilayah koleksi perpustakaan. namun pemakai tersebut menemukan buku lain dengan judul kurang lebih sama misalnya Dasar-dasar Matematika yang dikarang oleh Barizi. Petugas selain mencatat peminjaman dan pengembalian. ternyata buku Landasan Matematika karangan Andi Hakim Nasution tidak ada. Untuk mengurangi penyobekan halaman buku. Juga perlu diingatkan bahwa hanya buku yang diperlukan saja yang diambil dari rak dan dibaca di meja baca yang sudah disediakan. Pada sistem pelayanan tertutup ini penataan ruangan bisa lebih sederhana. Untuk mengurangi ketidak-teraturan susunan buku ini. Karena itu jika di perpustakaan tersebut tidak tersedia cukup petugas untuk mengawasi pintu masuk. bukan membacanya disela-sela rak. maka susunan rak tersebut akan menjadi tidak teratur. dan isi buku tersebut cocok dengan kebutuhannya. Pintu masuk tidak harus satu pintu dan tidak perlu penjagaan sebab semua pengunjung yang akan keluar membawa buku sudah melalui petugas pencatatan pada meja sirkulasi. maka perlu dilakukan monitoring oleh petugas atau pustakawan. sistem pelayanan tertutup ini juga memiliki kelebihankelebihan dan kelemahan antara lain sebagai berikut: . Salah satu alasan penerapan sistem pelayanan tertutup ini adalah kurangnya tenaga yang mengelola perpustakaan. maka perlu dipertim bangkan untuk memasang penghitung pengunjung secara otomastis (ada jenis pintu putar yang biasanya memiliki penghitung otomatis). Seperti pada sistem pelayanan terbuka. maka perpustakaan harus memberikan peringatan bahwa pemakai tidak boleh menyimpan sendiri koleksi yang sudah digunakannya ke dalam rak.

Karena itu diperlukan petugas yang cukup banyak di bagian pelayanan. Inilah resiko penerapan sistem pelayanan tertutup. Mungkin penggunaan katalog komputer (OPAC atau Online Public Access Catalogue) akan menghindari hal ini. Untuk menghindari hal ini pada perpustakaan yang jumlah pemakainya besar.Kelebihannya • Susunan dan letak buku lebih teratur dan terpelihara. Namun semua layanan tersebut penyelenggaraannya haruslah disesuaikan dengan kondisi tenaga perpustakaan dan kebutuhan penggunanya. Kebebasan melihat buku tidak ada. karena melalui OPAC dapat diketahui apakah buku yang ada di katalog sedang tersedia di rak atau atau sedang dipinjam oleh pemakai lain (availability). harus dicari melalui katalog. Jadi katalog perpustakaan harus betul-betul mencerminkan kondisi koleksi perpustakaan. Kadang-kadang. Seperti sudah dijelaskan. pengguna yang berada di dalam perpustakaan dibatasi dengan tegas dengan lokasi koleksi. Dengan demikian petugas bisa secara bergiliran beristirahat. saking terpeliharanya letak dan susunann buku ini. Namun demikian. maka penempatannya perlu dirancang agar rak tersebut berada dalam pengawasan petugas. (2) layanan referens. harus diikuti dengan pencabutan katalog (pada katalog kartu) atau penghapusan data (pada katalog OPAC). dan harus memilih lagi sampai berulang ulang. perlu dilakukan pergiliran petugas ( shift). Untuk mengingatkan saja bahwa macam layanan pengguna tersebut antara lain dapat disebutkan sebagai berikut: (1) layanan sirkulasi. Seperti sudah dijelaskan. maka katalog perpustakaan harus betul-betul baik dan dapat diandalkan ( reliable). • Kekurangannya • • • • Jenis-jenis Layanan Pemustaka (User Services) di Perpustakaan Seperti sudah dijelaskan bahwa jumlah jenis atau macam layanan pemustaka di perpustakaan yang dapat diberikan kepada pemustaka sesungguhnya cukup banyak variasinya. Kadang-kadang faktor manusia yaitu kelelahan perlu diperhitungkan dalam melayani pemakai. karena dalam katalog ada. Melihat dari katalog kadang kadang mengesalkan. Dengan demikian keamanan koleksi dapat terjaga dengan sendirinya. Artinya pemakai perpustakana tidak dapat melakukan browsing atau pemilihan sendiri koleksi yang dibutuhkannya di rak. beberapa perpustakaan susunan koleksinya menggunakan sistem penempatan tetap ( fixed location). Buku yang sudah dikeluarkan dari koleksi misalnya. karena pemakai perpustakaan sepenuhnya tergantung kepada katalog perpustakaan untuk mencari kebutuhan informasinya. jika perpustakaan menempatkan rak display untuk buku atau majalah baru. tetapi bukunya sering tidak ada. maka katalog tersebut harus lengkap dan dapat diandalkan. Jika tidak maka rak tersebut dibuat tertutup kaca agar pemakai tidak dapat mengambil sendiri koleksi yang sedang dipamerkan. sehingga katalog betul-betul mencerminkan keadaan koleksi yang sebenarnya. Karena untuk mencari koleksi pemakai tergantung kepada katalog perpustakaan. Pemakai yang biasanya mengambil dan (kadang-kadang) menyimpan sendiri ke rak koleksi secara sembarangan tidak terjadi. Karena itu pula perpustakaan harus secara teratur melakukan stock opname. Petugas harus mengambilkan dan mengembalikan buku. Hal ini karena hanya petugas (yang tentunya sudah terampil dalam menyusun buku) yang menyimpan dan mengambil buku ke rak. Bahkan. jika petugas lelah dalam melayani. petugas cenderung kurang teliti dalam mencari koleksi yang dibutuhkan pengguna sehingga buku yang seharusnya ditemukan di rak dikatakan tidak ada kepada pengguna. (3) layanan pendidikan . Katalog harus lengkap. Tidak perlu ada petugas khusus untuk mengawasi pengguna.

pada perpustakaan masa kini. Jenis koleksi yang dipinjamkan biasanya terbatas kepada bahan tercetak saja. Pemakai yang bukan anggota biasanya tidak boleh meminjam. Ada perpustakaan yang meminjamkan koleksinya selama satu minggu. (3) dalam memberikan informasi tadi pelayanan petugas referens dapat dengan leluasa menggunakan sumber-sumber baik yang ada di perpustakaan sendiri maupun yang ada diluar perpustakaan.pemakai. Tetapi ada juga perpustakaan yang meminjamkan bahan-bahan non buku seperti kaset audio. Karena itu layanan referens tersebut tidak lain adalah: (1) layanan yang bersifat langsung artinya dalam memberikan layanan itu betul-betul berhubungan langsung dengan para pemakai. Jenis bahan pustaka yang lazim dipinjamkan adalah buku teks. penentuan jangka waktu peminjaman. (5) layanan penyebarluasan informasi terbaru. cara penyusunan buku di rak. perpustakaan hanya meminjamkan koleksinya selama satu hari saja (short loan collection). dua minggu dan bahkan ada yang sebulan. Tugas layanan referens tersebut berjalan baik apabila petugas memperhatikan orang/ pemakai yang dilayaninya. Bahan tercetakpun tidak semua dipinjamkan. Jangka waktu peminjaman bervareasi antara perpustakaan yang satu dengan perpustakaan yang lain. Mereka hanya diperbolehkan membaca di tempat. (7) layanan fotokopi (jasa reproduksi). (4) membantu para pembaca/ pemakai perpustakaan dalam menggunakan atau memangfaatkan sumber-sumber perpustakaan yang ada dengan sebaikbaiknya. Peminjamannya biasanya terbatas kepada anggota perpustaka-an. Bahkan pada perpustakaan yang sudah menerapkan sistem otomasi. Layanan Referens Layanan referens adalah kegiatan pelayanan perpustakaan untuk membantu pemakai perpustakaan menemukan informasi dengan cara menjawab pertanyaan dangan menggunakan koleksi rereferens serta memberikan bimbingan untuk menemukan dan memakai koleksi referens. (11) dan lain-lain. penggunaan bahan-bahan referens. komputer. pemakai tidak serta merta mengetahui dan menguasai penggunaan katalog perpustakaan (OPAC). Karena itu perpustakaan . Biasanya jenis peminjaman seperti ini diadakan di perpustakaan perguruan tinggi. bahkan sekarang dengan variasi koleksi di perpustakaan ada perpustakaan yang meminjamkan koleksi bahan pustaka dalam bentuk disket. Layanan Sirkulasi Pelayanan sirkulasi adalah pelayanan yang menyangkut peredaran bahan-bahan pustaka yang dimiliki oleh perpustakaan. Pada pelayanan sirkulasi ini dilakukan proses peminjaman bahan pustaka yang boleh dipinjam. (8) layanan anak. (9) layanan kelompok pembaca khusus. Ada juga perpustakaan yang meminjamkan majalah-majalah lama (back issues). (7) layanan penerjemahan. Berbeda masyarakat yang dilayani berbeda pula kebutuhannya. (4) layanan penelusuran informasi. Disamping harus memperhatikan kebutuhan pemakai. alat-alat baca seperti alat baca mikro dan. CD-ROM. (6) layanan penyebaran informasi terseleksi. Layanan Pendidikan Pemakai Tidak semua pemakai perpustakaan dapat atau mampu menggunakan perpustakaan dengan baik dan benar. tentu saja perpustakaan tersebut harus menyediakan sumbersumber yang dapat memberikan informasi yang tepat kepada pemakai (jenis layanan ini akan dibahas lebih terperinci dalam bab tersendiri). Pada umumnya pelayanan referens adalah sama untuk setiap jenis perpustakaan yaitu memberikan pelayanan yang baik dan efisien kepada pengunjung atau pemakai perpustakaan baik bersifat langsung. (10) layanan perpustakaan keliling. (2) memberikan informasi kepada pemakai baik informasi kepada pemakai baik informasi yang sifatnya ilmiah untuk kepentingan studi dan penelitian maupun informasi yang sifatnya tidak ilmiah. Tetapi untuk buku yang sangat diminati. misalnya menjawab pertanyaan pengunjung maupun yang sifatnya tidak langsung seperti membina dan mengembangkan koleksi rujukan. Banyak pemakai perpustakaan tidak mengetahui fungsi katalog. pengembalian bahan pustaka yang dipinjam dan pembuatan statistik peminjaman untuk membuat laporan perpustakaan (jenis layanan ini akan dibahas lebih terperinci dalam bab tersendiri). kaset video. Video-CD atau VCD dan DVD serta bahan-bahan lain. (8) layanan remaja.

dan lainlain). menempatkan satu meja/ konter untuk konsultasi bagi pemakai yang membutuhkan pertolongan. tidak sempat mencari sendiri informasi atau literatur yang dibutuhkannya. Pada kedua perpustakaan ini seringkali pemakainya. tidak boleh membawa makanan/ minuman ke ruang baca/ koleksi dan lain-lain). bagaimana cara penelusuran katalog. Teknik penelusuran informasi seperti bagaimana cara atau teknik penggunaan koleksi referens. Dalam menyelenggarakan layanan seperti ini beberapa perpustakaan. • • • Cara atau teknik penyampaian pendidikan pemakai sangat bervariasi untuk setiap jenis perpustakaan. Layanan Penelusuran Literatur Layanan ini biasanya diselenggarakan oleh perpustakaan khusus (lembaga penelitian) dan perpustakaan perguruan tinggi. mesin fotokopi untuk menggandakan literatur yang dibutuhkan oleh pemakai dan lain-lain. mesin ketik atau lebih baik komputer untuk mengetikkan jawaban hasil penelusuran. bagaimana cara atau teknik penelusuran pada secara online atau penelusuran informasi yang ada di internet. Pada kasus yang demikian ini maka pustakawan harus dapat membantu mereka mencarikan informasi dan literatur yang dibutuhkan dan diminta oleh pengguna. Beberapa cara antara lain: • • Disampaikan secara formal seperti penyelenggaraan pendidikan pemakai di kelas. bagaimana cara penggunaan OPAC. . jenis keanggotaan (biasa. tidak boleh membawa tas dan jaket ke ruang baca/ koleksi. Tujuan pendidikan pemakai adalah agar pemakai dapat dengan mudah menggunakan perpustakaan dengan baik dan benar. sanksi bagi pemakai yang melanggar peraturan (denda bagi peminjam yang terlambat mengembalikan pinjaman. hak-hak anggota. apa saja yang dikoleksi oleh perpustakaan dan jumlahnya berapa. Persiapan yang harus dilakukan dalam menyelenggarakan layanan ini ialah perpustakaan harus mempunyai katalog yang lengkap dan handal sehingga pustakawan yang membantu mencarikan literatur tidak menemui kesulitan dalam mencari kebutuhan pemakai. khususnya di perguruan tinggi. Pemakai juga sering tidak mengetahui layanan-layanan apa saja yang disediakan perpustakaan. Jadi layanan pendidikan pemakai didefinikan sebagai layanan yang diberikan kepada pemakai yang berisi penjelasan mengenai cara-cara pemanfaatan baik koleksi maupun layanan perpustakaan. meja konsultasi pemakai (reader adviser). Keanggotaan perpustakaan seperti siapa yang boleh dan tidak boleh menjadi anggota perpustakaan. luar biasa dan lain-lain). meja kesiagaan informasi dan lain-lain. sanksi bagi peminjam yang menghilangkan buku. Perpustakaan juga harus menyediakan formulir untuk mencatat pertanyaan pemakai. kewajiban anggota dan sebagainya. Isi pendidikan pemakai antara lain adalah: • Memperkenalkan perpustakaan secara umum seperti tugas dan fungsi yang diemban oleh perpustakaan. Perpustakaan juga harus memiliki terbitan seperti bibliografi. tepat dan efisien. indeks dan majalah abstrak sebagai alat penelusuran informasi/ literatur. Disampaikan secara tidak formal seperti pemberian bimbingan di ruang baca. serta bagaimana cara mendapatkan layanan tersebut. sanksi bagi pemakai yang mencuri atau melakukan penyobekan buku dan sebagainya). Dalam hal ini pustakawan bersiaga menerima permintaan untuk menelusur informasi yang dibutuhkan pemakai. karena kesibukannya yang luar biasa. Dengan demikian pemakai dapat mencari kebutuhan informasinya dengan cepat. Nama konter tersebut bermacam-macam. apa saja layanan yang disediakan oleh perpustakaan dan bagaimana cara memperolehnya.perlu dan bahkan pada perpustakaan perguruan tinggi harus menyelenggarakan pendidikan pemakai. Peraturan dan tata tertib yang harus dipatuhi oleh pemakai perpustakaan seperti peraturan menjadi pengunjung perpustakaan (misalnya wajib mengisi buku tamu. Ada yang menamakan meja informasi.

Kemudian amplop tersebut dikirim ke pemakai. Kadang-kadang perpustakaan memberikan tarif yang lebih murah. Selain itu . Kurir yang mengantarkan surat dapat meletakkan amplop tadi di kotak surat masing-masing dosen. Pemakai juga dapat memesan fotokopi artikel tersebut juga tanpa harus datang ke perpustakaan (misalnya saja memesan melalui telepon. Di perpustakaan perguruan tinggi dan perpustakaan khusus layanan ini dikenal juga dengan nama informasi kilat. Di perpustakaan perguruan tinggi biasanya setiap dosen memiliki kotak surat di fakultasnya masing-masing. Tujuan penyelenggaraan layanan ini adalah untuk memberitahukan kepada pemakai apa saja informasi yang beru diterima oleh perpustakaan. Hal ini karena tujuan penyelenggaraan layanan ini tidak semata-mata mencari keuntungan materi (profit oriented). Setelah itu pustakawan tinggal memasukkan (meng-input) judul-judul artikel dari jurnal yang baru diterima. Pustakawan tinggal memfotokopi daftar isi jurnal ilmiah yang baru datang. Pengirimannya sendiri dapat melalui jasa pengiriman kantor pos atau diantar sendiri oleh kurir.Layanan Penyebarluasan Informasi Terbaru Layanan ini dalam bahasa Inggris disebut dengan Current Awereness Services. Pada umumnya layanan ini menerapkan tarif jasa penerjemahan. Komputer secara otomatis akan melakukan sortir atau seleksi sesuai dengan profil pemakai dan akan mencetak hasil seleksi tersebut. Layanan Penyebaran Informasi Terseleksi Mirip dengan layanan informasi terbaru layanan ini juga menyebarkan informasi terbaru ke pemakai. Tarif jasa ini sangat bervariasi dan biasanya selalu mengikuti tarif yang berlaku di lembaga-lembaga swasta yang menyelenggarakan layanan yang sama. kemudian dimasukkan ke amplop (disertai dengan formulir pemesanan fotokopi artikel) yang sudah ada alamat pemakai. dan juga ditempel di papan-papan pengumuman. Layanan ini sering diselenggarakan oleh perpustakaan khusus (seperti perpustakaan lembaga penelitian) dan perpustakaan perguruan tinggi. Ini sangat membantu pekerjaan pustakawan dalam melakukan seleksi. Layanan Penerjemahan Layanan ini sering diselenggarakan oleh perpustakaan perguruan tinggi. Penyiapan layanan ini tidak terlalu rumit dan pekerjaannyapun sangat sederhana. bukan berarti perpustakaan umum tidak perlu menyelenggarakan layanan ini. namun lebih kepada mencari kepuasan pelanggan ( user satisfaction). maka hanya daftar artikel yang menjadi minatnya saja yang sampai kepadanya. Selanjutnya pustakawan tinggal mengirimkan hasil cetakan komputer tersebut kepada pemakai yang menjadi pelanggan layanan ini. Pemakai layanan ini biasanya mahasiswa yang mungkin karena kemampuan bahasanya masih belum baik ataupun mahasiswa yang kesibukannya luar biasa. Bedanya pada layanan ini informasi baru yang akan dikirimkan ke pemakai diseleksi terlebih dahulu supaya sesuai dengan minat pemakai yang akan menerima informasi. Penyelenggaraan layanan ini tidak terlalu mudah karena pustakawan yang menyeleksi daftar artikel harus mengetahui subyek atau bidang ilmu yang akan diseleksi. Saat ini komputer dapat digunakan untuk membantu seleksi daftar artikel sesuai dengan bidang ilmu atau minat pemakai. Dengan menyebarkan daftar ini maka pemakai akan mengetahui artikel terbaru yang menjadi koleksi perpustakaan tanpa harus datang ke perpustakaan. fax dan saat ini ketika komunikasi dapat dilakukan melalui internet pemakai juga bisa memesan artikel melalui email). Dalam hal ini pustakawan hanya memasukkan data bidang ilmu atau minat dari pemakai sebagai profil pemakai. dan dosen akan menerimanya. Pustakawan menyediakan daftar informasi terbaru (termasuk daftar artikel dari jurnal ilmiah yang baru diterimanya). Mengapa dilakukan seleksi terlebih dahulu? Hal ini karena mungkin pemakai yang menerima informasi ini tidak ingin membuangbuang waktu membaca daftar isi majalah yang tidak menjadi bidang perhatiannya. Dengan demikian maka hasil seleksi yang dikirimkan ke pengguna akan sangat mendekati bidang ilmu pemakai yang menjadi pelanggan layanan ini. Namun demikian. Dengan bantuan pustakawan. kemudian daftar ini dikirim ke pemakai yaitu dosen dan peneliti. Oleh karena itu sebaiknya layanan ini dibantu oleh spesialis subyek yaitu pakar dalam bidang ilmu tertentu yang ditambah pengetahuan perpustakaan.

lebih baik perpustakaan tidak menyelenggarakan sendiri jasa fotokopi. Bahan bacaan anak usia balita lebih ditekankan pada gambar ( picture books) tanpa teks. Layanan Fotokopi (Jasa Reproduksi) Hampir semua jenis perpustakaan memerlukan jenis layanan ini. Oleh karena itu bacaan anak-anak perlu disesuaikan dengan dunia anakanak saat ini. Jika dimungkinkan. namun sudah mulai ada sedikit teks. Bahkan bukan itu saja. informasi. pustakawan juga sebaiknya mengusai bidang ilmu yang artikelnya akan diterjemahkan. Banyak juga pemakai perpustakaan yang datang dari kota lain yang lokasinya jauh dari perpustakaan itu. Pemakai tinggal memasukkan koin atau kartu jika akan memfotokopi dan mesin akan bekerja secara otomatis setelah koin atau kartu tersebut terbaca oleh mesin. serta penyajiannya yang menarik perhatian anak dan mudah digunakan . Maka tidak ada jalan lain untuk menghemat waktu ia akan meminta jasa fotokopi untuk mendapatkan artikel yang sudah ditemukannya. maka perpustakaan tersebut wajib menyediakan layanan ini. Untuk menyelenggarakan layanan ini perpustakaan harus benar-benar memiliki pustakawan yang menguasai bahasa asing. Setelah usia sekolah dasar anak diperkenalkan dengan huruf dan angka. Untuk membayar jasa fotokopi mereka menempatkan mesin seperti kotak koin atau kartu yang secara tersambung ke mesin fotokopi. Padahal seringkali pemakai yang datang dari jauh memiliki waktu yang sangat terbatas. Bagi pemakai seperti ini biasanya hanya diperbolehkan membaca ditempat. Berbagai kegiatan disiapkan untuk kebutuhan anak-anak dari pemilihan bahan pustaka sampai kepada pelayannya disesuaikan untuk anak menurut usia dan selera anak-anak. Penyediaan bacaan yang tepat adalah menjadi tanggung jawab pustakawan agar anak tertarik dan gemar membaca. Sesuai dengan tugas dan fungsi perpustakaan umum yaitu memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui pendayagunaan koleksi bahan pustaka untuk keperluan pendidikan.layanan ini dimaksudkan untuk membantu pemakai dalam membaca bahan pustaka di perpustakaan. dan hal-hal yang menarik dari lingkungannya. Tujuan utama dari layanan anak-anak antara lain adalah: • Menyediakan koleksi berbagai bentuk bahan pustaka. penelitian. tapi bekerjasama dengan pihak lain. Televisi dan teknologi informasi telah banyak mengubah kehidupan anak-anak modern seperti sekarang ini termasuk bahan bacaannya. karena reproduksi bahan pustaka ini akan sangat bersinggungan dengan undang-undang hak cipta. Karena itu sebaiknya perpustakaan memiliki peraturan apa saja yang boleh difotokopi. Oleh karena itu koleksi untuk anak usia ini adalah buku-buku yang banyak gambar dan berwarna-warni. karena banyak sekali istilah-istilah khusus dalam artikel yang mempunyai istilah-istilah khusus pula dalam bahasa Indonesia. Dengan demikian diharapkan hasil terjemahannya dapat mendekati kesempurnaan. Dalam menyelenggarakan jasa fotokopi ini perpustakaan perlu berhati-hati. Dengan demikian maka perpustakaan ini akan mendorong minat dan kebiasaan membaca masyarakat. Anak-anak harus menemukan kepuasan dalam membaca. Dengan demikian maka perpustakaan dapat terlepas dari resiko tuntutan jika ada yang melanggar hak cipta. Layanan Anak Layanan seperti ini biasanya diselenggarakan oleh perpustakaan umum. Anak-anak tumbuh dan berkembang sehingga mereka membutuhkan bacaan-bacaan. karena itu pustakawan tidak boleh mengabaikan selera anak. dan rekreasi. Anak balita banyak tertarik pada gambar dan warna-warna yang menyolok. Di perpustakaan-perpustakaan negara maju mesin fotokopi yang disimpan di perpustakaan tidak dijaga dan dioperasikan sendiri oleh pemakai perpustakaan. berapa banyak yang boleh difotokopi. Hal ini karena seringkali pemakai tidak memiliki cukup waktu untuk membaca di perpustakaan. maka salah satu layanan yang diselenggarakan oleh perpustakaan umum adalah layanan anak atau juga dikenal dengan seksi anak-anak. Perpustakaan juga harus menempelkan pengumuman peraturan tersebut secara terbuka dan menempelkan peringatan bahwa memfotokopi lebih daripada yang diperbolehkan tersebut melanggara hak cipta. ilmu pengetahuan. Anak-anak membutuhkan bacaan hiburan. Apalagi perpustakaan yang tidak meminjamkan koleksinya keluar perpustakaan. Dengan peralatan seperti ini maka tanggung jawab penggandaan bahan pustaka berada pada pihak pemakai.

Memilih buku bacaan untuk anakanak bukanlah tugas yang mudah. • Layanan referens anak Layanan kepada anak-anak perlu juga dilengkapi dengan layanan referens. Membina. • Bimbingan membaca Layanan ini diperlukan bagi anak-anak yang membutuhkan bacaan khusus namun sulit untuk mendapatkannya. • Acara mendongeng Layanan mendongeng ini biasanya sangat digemari anak-anak terutama usia balita dan usia awal sekolah dasar. meningkatkan minat baca dan gemar belajar serta rekreasi yang mendidik. atlas dan lain-lain. Kriteria bacaan anak-anak harus sesuai dengan usia dan tingkat kecerdasannya. cara menggunakan buku referens dan menjawab pertanyaan anak-anak. perpustakaan umum menyediakan layanan anak-anak Balita dan anak-anak sampai usia 12 tahun. Pembawa cerita harus mempunyai pengetahuan tentang bacaan anak-anak yang akan disampaikan. Mereka diarahkan untuk mengembangkan imajinasi. Anak-anak diperkenalkan kepada buku secara bertahap yaitu dengan memberikan buku bergambar tanpa teks. Setelah mengenal huruf mereka diberi buku bergambar dengan teks sederhana dan mudah dibaca. kamus. dan memelihara kesenangan membaca (sebagai hobi) dan mendidik anak belajar mandiri Mempergunakan semua sumber yang ada di perpustakaan untuk menunjang pendidikan seumur hidup Membantu anak untuk mengembangkan kecakapannya dan menambah pengetahuan sosialnya Berfungsi sebagai suatu kegiatan sosial dalam masyarakat untuk menyejahterakan anak. • Pertunjukan atau pemutaran film . Untuk acara bimbingan membaca ini perlu dilakukan secara terencana dengan jadwal yang teratur sehingga tidak mengganggu jam pelajaran sekolah.• • • • • Memberikan bimbingan kepada anak-anak dalam memilih buku dan bahan pustaka lainnya yang sesuai dengan usianya. Koleksi anak-anak agak berbeda dengan koleksi orang dewasa. Karena itu sangat tepat bila pada usia ini diperkenalkan buku-buku yang sesuai dengan alam pikiran anak-anak. Bahan referens untuk anak-anak mencakup ensiklopedia. Waktu untuk melaksanakan acara mendongeng harus disesuaikan dengan waktu berkunjung anak ke perpustakaan. Pada usia ini anak-anak memiliki rasa ingin tahu. Pustakawan (atau dapat bekerjasama dengan guru TK atau SD) harus menggunakan koleksi dan alat peraga yang ada di perpustakaan dalam mendongeng. Setelah lancar membaca maka mereka diberi buku dengan teks yang lebih banyak daripada gambar sampai kepada buku yang hanya terdiri dari teks saja. Jenis layanan anak-anak di perpustakaan umum meliputi: • Layanan membaca Selain meminjamkan bahan pustaka anak-anak. Jadwal acara mendongeng tersebut harus diumumkan di bagian pelayanan sehingga anak-anak tahu kapan mereka harus berkunjung apabila ingin mendengarkan dongeng tersebut. Pustakawan yang bertugas di bagian referens anak-anak dapat memberi bimbingan bagaimana mencari informasi. biasanya waktu libur. Buku tersebut dapat dibacakan oleh pustakawan dengan cara seperti mendongeng. Anak-anak perlu diperkenalkan kepada buku-buku referens sejak dini. mengembangkan.

Layanan khusus bagi masyarakat tersebut bukan hanya bertujuan agar mereka terampil menggunakan perpustakaan. panti asuhan. Beberapa film anak-anak juga tersedia dalam bentuk VCD atau DVD. serta petugas yang terpencil seperti guru. Layanan Kelompok Pembaca Khusus Perpustakaan umum sering menyelenggarakan layanan jenis ini. keterampilan. Kebiasaan membaca remaja ini harus dipelihara oleh perpustakaan dengan cara menyediakan bahan bacaan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Perbedaan antara layanan anak-anak dengan layanan remaja. Untuk layanan khusus ke panti asuhan dan panti jompo perlu dipilihkan bahan pustaka yang dapat menumbuhkan percaya diri agar pembacanya dapat mandiri dan sadar akan keadaannya. Selain layanan anak dan remaja perpustakaan umum juga biasanya menyelenggarakan layanan khusus yang diberikan kepada masyarakat yang berada di lembaga pemasyarakatan. Kemampuan remaja dalam hal meneliti. ilmiah populer. flora dan fauna. Kebiasaan membaca pada remaja seperti ini akan menjadi modal untuk terus mengembangkan kemampuannya. Untuk menyelenggarakan acara pemutaran film ini perpustakaan dapat bekerjasama dengan perpustakaan lain yang lebih besar yang memiliki koleksi film yang lebih lengkap dan memiliki peralatan pemutar film. teknologi tepat guna. alam. selera. usia dan keamanan/ ketertiban pembaca Waktu pelayanan pada setiap lokasi tentu tidak tiap hari karena kondisi mereka yang berbeda dengan masyarakat yang berbeda dengan masyarakat umumnya Petugas layanan pada unit layanan khusus harus lebih terampil dan mempunyai kesabaran yang tinggi serta luwes dalam mengambil keputusan. penyandang cacat seperti tuna netra dan tuna rungu. setingkat lebih tinggi dalam menyediakan bahan pustaka yaiu yang sesuai dengan selera anak remaja. penjaga mercu suar dan perbatasan. pendidikan. mengevaluasi dan memperkaya apresiasi terhadap media komunikasi juga sudah mulai berkembang. Layanan Remaja Biasanya perpustakaan umum juga menyediakan layanan bagi anak remaja. Anak remaja berbeda dengan anak-anak balita. bahan bacaan yang harus disediakan harus pula mendukung kurikulum sekolah baik roman. Saat ini pemutaran film dapat menggunakan alat pemutar VCD atau DVD yang diproyeksikan ke layar melalui LCD proyektor. pengenalan tentang negara.Perpustakaan umum yang memiliki berbagai kegiatan untuk layanan anak-anak sebaiknya melaksanakan pertunjukan film anak-anak. panti jompo. misalnya biografi atau sejarah tokoh-tokoh terkenal. Selain bahan bacaan yang sesuai dengan selera remaja. sehingga rasa percaya diri mereka dapat tumbuh dan mereka yakin dapat berbaur dengan masyarakat lain di luar lingkungannya. Penyiapan koleksi untuk dilayanan kepada mereka adalah sebagai berikut: • Untuk layanan khusus ke lembaga pemasyarakatan perlu dipilihkan bahan pustaka yang bermanfaat untuk membekali pengetahuan yang berguna bagi pembacanya sehingga saat mereka kembali ke masyarakat memiliki bekal dalam menjalani kehidupan yang layak. penemuan ilmiah dan ruang angkasa dapat menjadi pilihan untuk diputar. Anak remaja sudah mulai mengenal identitas dirinya sehingga perpustakaan harus menyediakan bahan bacaan yang mengarah kepada bacaan yang dapat mendorong mereka kreatif dan bacaan yang berisi tokoh-tokoh panutan. Untuk menyelenggarakan layanan khusus seperti ini diperlukan persiapan dan perencanaan yang matang sehingga apa yang disampaikan sesuai dengan masyarakat yang dilayaninya. tokoh pahlawan dan lain-lain. namun lebih dari itu agar masyarakat tersebut mendapatkan tambahan pengetahuan. fiksi maupun maupun non fiksi yang mencakup pengetahuan populer yang bermanfaat bagi remaja. Beberapa jenis film dengan tema sejarah. • . Beberapa pertimbangan diperhatikan seperti: • • • Kebutuhan. Subyek-subyek yang dipilih dapat berupa agama.

sandiwara dan sebagainya. dan bacaan-bacaan lokal seperti cerita rakyat tentang kejadian sebuah kota atau desa dan lain-lain. Mobil library atau perpustakaan bergerak/ keliling sangat efektif sebagai sarana layanan perpustakaan umum. Penyelenggaraan perpustakaan keliling ini bertujuan untuk mendekatkan koleksi kepada pemakainya. Layanan Perpustakaan Keliling Layanan perpustakaan keliling merupakan layanan ekstensi atau perluasan layanan dari perpustakaan umum. sosial dan budaya. Pustakawan menyusun jadwal danmerencanakan pelaksanaan di lapangan agar mobil unit perpustakaan keliling berjalan lancar. psikologi. sebab banyak pemakai yang tinggal jauh dari perpustakaan tidak berkesempatan mengunjungi perpustakaan. Mobil perpustakaan keliling ini sekarang dikenal dengan nama mobil library. bahkan melalui udara. namun juga ada yang menggunakan bus atau truk dan sudah dilengkapi dengan komputer yang bisa akses ke internet. Dalam menyelenggarakan layanan perpustakaan keliling ini perpustakaan perlu merencanakan jadwal pelayanan mobil unit perpustakaan keliling untuk melayani beberapa lokasi yang jaraknya berjauhan dari perpustakaan umum dan sekolah-sekolah yang belum memiliki perpustakaan. kesehatan. Setiap mobil keliling membawa kotak sebanyak lokasi layanan (service point) dan atau kelompok-kelompok pembaca. Misalnya saja ada perpustakaan keliling yang masih menggunakan sepeda. Perpustakaan keliling ini dilakukan baik melalui kendaraan darat. • Untuk layanan khusus ke kelompok pembaca tuna netra perlu dipilihkan bahan pustaka dengan huruf baille. Setiap kotak berisi judul buku yang berbeda-beda dengan kotak lain sehingga bisa dirotasi dari satu lokasi ke lokasi lainnya sesuai aturan yang telah dijadwalkan oleh pustakawan. Padahal mereka juga membutuhkan layanan perpustakaan Sarana mobil unit perpustakaan keliling telah digunakan oleh semua negara di dunia untuk melayani masyarakat yang jaraknya jauh dari jangkauan layanan perpustakaan umum. laut dan sungai. Meskipun demikian pada negara-negara yang sedang berkembang seperti Indonesia dengan segala daya memberikan pelayanan perpustakaan kepada masyarakat terpencil atau daerah kumuh seperti kota-kota yang berpenduduk padat dan berekonomi lemah sehingga tidak mampu menyediakan bahan bacaan bagi keluarganya. mengadakan pemutaran film. membaca buku. membaca puisi.Subyek-subyek yang dipilih dapat berupa agama. Pengembangan layanan perpustakaan keliling perlu direncanakan untuk: • • • • Pengembangan lokasi Pengembangan koleksi Pengembangan tenaga agar lebih terampil dalam memberikan layanan Pengembangan layanan di lokasi dengan mengadakan berbagai kegiatan seperti story telling. dan keterampilan. Sayang sekali koleksi dengan huruf baille di Indonesia masih sangat langka. sepeda motor. Kegiatan pengembangan layanan perlu didukung dengan pengembangan koleksi berupa bacaanbacaan kreatif. . Layanan perpustakaan keliling dilakukan dengan angkutan dari yang sederhana sampai kepada kendaraan modern.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful