You are on page 1of 15

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN Tn.

M DENGAN GANGGUAN SISTEM PENCERNAAN AKIBAT HERNIA INGUINALIS LATERALIS DI RUANG 8 RSUD GUNUNG JATI CIREBON A. Pengkajian 1. Biodata Klien Nama Umur Jenis kelamin Pendidikan Pekerjaan Agama Alamat Diagnosa medis Tindakan medis No. MR Tanggal masuk Tanggal pengakjian 2. Identitas penanggung jawab Nama Umur Pendidikan Pekerjaan Agama Alamat : Ny. Idah Rosidah : 43 tahun : SLTA : Ibu Rumah Tangga : Islam : Lemahwungkuk Kabupaten Cirebon : Tn. M : 42 tahun : laki-laki : SLTA : sopir : Islam : Lemahwungkuk Kabupaten Cirebon : HIL : Hernioplasi : 774948 : 23 April 2013, pukul 09:58:53 WIB : 23 April 2013, pukul 12:30:15 WIB

Hubungan dengan pasien : Istri Sumber biaya 3. Keluhan utama : JAMKESMAS

Klien mengeluh nyeri di daerah bekas operasi

4. Riwayat penyakit a. Riwayat penyakit sekarang Sebelum dibawa ke rumah sakit klien mengeluh nyeri di seluruh bagian abdomen. Sudah terjadi selama 1 bulan yang lalu dan nyeri semakin berat dirasakan sejak 3 hari terakhir. Klien mengaku hampir 1 bulan ini tidak dapat beraktifitas maupun berjalan dengan baik karena nteri perutnya. Satu hari sebelum masuk rumah sakit klien memeriksakan diri di poliklinik penyakit dalam RSUD Gunung Jati dan langsung dirujuk untuk dirawat di RSUD Gunung Jati Cirebon pada tanggal 23 April 2013. Klien kemudian dibawa ke ruang 8. Saat dilakukan pengkajian, tanggal 23 April 2013 pukul 12:30:15 b. Riwayat penyakit dahulu Klien mengatakan tidak mempunyai/riwayat sakit sebelumnya. Klien mengatakan tidak pernah dirawat di rumah sakit

sebelumnya, sekarang adalah pertana kalinya klien dirawat dirumah sakit. c. Riwayat penyakit keluarga Klien mengatakan tidak terdapat anggota keluarga yang

mempunyai penyakit sama seperti klien. 5. Riwayat psikolgi a. Citra tubuh Klien mengatakan menyukai semua anggota tubuhnya. b. Identitas diri Sebelum sakit klien adalah seorang buruh serabutan terkadang klien juga bekerja sebagai seorang supir, klien merasa kawatir

karena dengan kondisi sakitnya yang sekarang klien todak bisa mencari nafkah untuk keluarganya. c. Fungsi peran Klien mengatakan dia adalah kepala rumah tangga namun karena keadaan klien sekarang, klien tidak dapat melaksanakan perannya. d. Klien mengatakan ingin cepat sembuh agar dia bisa beraktivitas seperti sedia kala dan bisa mencari nafkah lagi untuk keluarganya dan beraktivitas lagi seperti biasa. e. Harga diri Klien tidak merasa cemas dan rendah diri dengan keadaannya saat ini. 6. Riwayat sosial Hubungan klien dengan keluarganya baik, klien sering berkomunikasi dengan keluarga dan keluarga terus menunggui klien. Hubungan klien dengan klien yang lain baik. Klien sering berkomunikasi dengan pasien dan keluarga sekamernya. Hubungan klien dengan dokter, perawat, dan tenaga medis baik. Klien kooperatif saat dilakukan tindakan medis. 7. Riwayat spiritual Klien mengaku beragama islam. Selama dirumah sakit klien masih tetap menjalankan solat lima waktu. Keluarga dan klien mengatakan bahwa penyakit klien merupakan cobaan dari ALLAH SWT keluarga dan klien berpasrah diri dan berharap semoga klien cepat sembuh dari penyakitnya.

No

Diagnosa Keperawatan

Tujuan

Intervensi

Rasional

Implementasi

Evaluasi

Nyeri

akut

b.d Setelah

dilakukan

1. Catat umur dan berat badan

1. Pendekatan pada managemen rasa sakit pasca oprasi berdasarkan kepada faktorfaktor fariasi nyeri

S:Klien nyeri

mengatakan pada daerah

gangguan

intervensi selama 3 x 24 jam diharapkan klien mengatakan

pasien, masalah medis/psikologi yang kembali, seisitivitas idiosintratik analgesic da muncul

sekitar luka post op abdomen bawah. O: Panjang luka 10 cm. Luka bersih. Tidak terdapat push. Luka berwarna merah tidak terdapat tandatanda peradangan. Klien terlihat merintih. P : 100x/menit . Klien tidur. A : Masalah teratasi sebagian. tidak dapat kanan

bahwa ras sakit telah terkontrol/dihilangka n ditaindai dengan dengan : Memperlihatk an teknik

multiple. 2. Skala dapat menentukan implementasi yang harus

proses inraoprasi (missal ukuran/lokasi insisi, penggantian saluran, anastesi) digunakan. 2. Mengkaji nyeri skala yang zat-zat yang

relaksasi yang efektif. Mengenali faktor penyebab dan menggunakan tindakannya. Tidak mengalami

dilakukan. 3. Sakit frontal okdipital berkembang kepala dan

gangguan dalam frekuensi pernafasan, frekuensi jantung atau

dirasakan (skala 0-5). 3. Evaluasi sakit regular (misalsetiap jam)

klien

dalam jam

24-72 yang

Lanjutkan

intervensi. Observasi tandatanda vital. Mengajarkan mobilisasi ringan. Mengobservasi skala nyeri. Mengajarkan teknik relaksasi. Kolaborasi pemberian analgetik.

rasa secara

mengikuti anastesi spiral, mengharuskan

2 catat

posisi terlentang, peningkatan cairan masuk. 4. Dapat mengindikasik an rasa sakit, nyeri akut dan

tekanan darah. Melaporkan selera makan yang baik.

karakteristik,loka si, insentitas dan skala nyeri 4. Kaji tanda tanda vital, perhatikan takikardia, hipertensi peningkatan pernafasan, bahkan menyangkal adanya nyeri. 5. Lakukan reposisi rasa jika dan

ketidaknyaman an/ 5. Mungkin mengurangi rasa sakit dan meningkatkan sirkulasi. 6. Lepaskan

sesuai (semi miring). 6. Dorong

petunjuk fowler,

tegangan

otot

dan emosional ; Tingkatkan perasaan control yang

pengguanaan teknik relaksasi (missal nafas latihan dalam,

mungkin dapat meningkatkan kemammpuan koping. 7. Mengurangi ketidaknyaman

bimbingan imajinatif, visualisasi) 7. Berikan perawatan hygine. 8. Observasi analgetik. 9. Kolaborasi dalam pemberian analgetic/ setelah mengulangi IV efek oral

an

akibat

anastesi oral. 8. Respirasi mungkin menurun pada pemberian narkotik dan

menimbulkan efek-efek

catatan anastesi untuk kontraindikasi.

sirnelgastik. 9. Analgetic akan segera mencapai pusat rasa sakit, IV

dengan

menimbulkan penghilangan lebih dengan dosis kecil. Setelah intervensi dilakukan selama 1. Evaluasi motivasi dan 1. Motifasi yang kuat mebdorong klien bisa untuk lebih 1. S: klien mnegatakan masih lemas dan tidak dapat menggerakkan efektiv obat

3x24 jam diharapkan klien menunjukkan aktivitas,

keinginan pasien untuk meningkatkan aktivitas. 2. Tentukan penyebab keletihan (missal perawatan, nyeri,

anggota tubuhnya. O: Klien tampak lemas Klien pucat Klien tidak tapak

toleransi

ditandai dengan : Berpartisipasi dalam aktivitas yang dibutuhkan

berpartisipasi dalam program pengobatan. 2. Dengan mengetahui

dengan peningkatan normal denyut jantung frekuensi pernapasan, dan darah tekanan dalam

dan pengobatan). 3. Pantau respon

penyebab keletihan dapat menentukan program pelatihan yang

bersemangat dan bergerak Klien minum putih Klien meringis saat berusaha merubah posisi A: masalah teratasi hanya air malas

kardiorespiratosr i aktifitas. 4. Pantau respon terhdap

diberikan. 3. Menunjukkan batas kemampuan klien dalam

oksigen pasien. 5. Pantau nutrisi asupan untuk

batas normal. Menampilakn kehidupan sehari-hari dengan bertahap. Menunjukkan motovasi untuk bisa

memastikan smber-sumber energy adekuat. 6. Penggunaan teknik relaksasi (mosal distraksi, visualisasi) selama aktivitas. 7. Ajarkan tentang pengaturan aktivitas dan yang

beraktivitas. 4. Oksigen mempengaruhi tingkat kinerga tubuh. 5. Dapat meningkatkan metabolism tubuh dapat menghasilkan dan

sebagain. P: intervensi. Mengkaji motivasi keinginan klien. Mengkaji penyebab keletihan pada dan lanjtukan

cepat sembuh.

teknik managemen waktu mencegah kelelahan. 8. Rujuk pasien ke ahli gizi, untuk mendapat guna meningkatkan asupan makanan kaya energy. diet untuk

energy

yang

klien Observasi asupan nutrisi. Pendkes tentang waktu dan cara untuk menigkatkan energy. Menyusun rencana jadwal

adekuat pula. 6. Teknik relaksasi dapat mengurangi intensitas nyeri dan stress saat latihan. 7. Managemen aktivitas adalah yang untuk teknik tepat dapat

latihan mobilisasi.

mencegah dari keletihan. 8. Makana tinggi yang energy

menunjukkan keberhasilan dalam proses

penyembuhan.

Setelah intervensi

dilakukan selama

1. Tetap fasilitas infeksi, sterilisasi prosedur kebijakan aseptic. 2. Ulangi

pada control

1. Tetapkan mekanisme yangdirancang

8.

S:

klien

mengeluh

luka post op terasa panas dan gatal dan tidak terdapat lesi. O: Luka merah, terlihat tidak

3x24 jam diharapkan faktor resiko infeksi akan hilang, ditandai dengan : Terbebas dari tanda dan

dan atau

untuk mencegah infeksi. 2. Peningkatan

studi

SDP

akan

ada lesi, dan tidak panas. Suhu=37C Hasil pemeriksaan darah klien terasa

gejala infeksi . Memperlihatk an hygine

laboratorium untuk kemungkinan infeksi sistemik. 3. Periksa kulit

mengindikasik an infeksi. 3. Gangguan pada integritas kulit atau dekat dengan lokasi operasi adalah sumber adanya

personal yang adekuat.

untuk memeriksa adanya infeksi

menunjukkan protein serum dan dalam normal. A: masalah teratsi albumin batas

yang terjadi. 4. Aediakan pembalut steril. 5. Berkolaborasi yang

kontaminasi luka. 4. Mencegah

untuk pemberian obat antibiotic

kontaminasi lingkungan pada luka yang baru. 5. Dapat diberikan secara profitaksis bila dicurigai terjadinya infeksi atau

sebagian P: intervensi. Mengobservasi suhu tubuh. Mengobservasi kondisi, karakteristik dan warna dari luka. Pendkes tentang personal hygiene. Memantau hasil pemeriksaan lab. lanjutkan

sesuai petunjuk. 6. Pantau tanda dan gejala (suhu denyut infeksi tubuh, jantung,

penampilan luka, suhu kulit, lesi kulit malaise). 7. Instruksikan klien untuk dan

kontaminasi. 6. Dapat menunjukkan terdapatnya infeksi pada

menjaga hygiene personal melindungi tubuh infeksi. terhadap untuk

luka post op. 7. Personal hygiene baik yang akan

menurunkan

resiko infeksi.

No

Tanggal

Diagnosa keperawatan

Catatan perkembangan

paraf

1.

25 2013

April

S:

klien

mengatakan

nyeri berkurang menjadi 2 (skala 0-5) O: klien merintih. Klien sudah terlihat

mobilisasi ringan (miring miring kiri) Klien menghabiskan porsi makannya. A: Klien sudah bisa tidur nyenyak. P=80x/menit masalah teratasi kanan

sebagian. P: intervensi dihentikan pasien pulang paksa. 2. 25 2013 April S: klien mengatakan untuk

sudah

mampu

duduk, turun dari tempat tidur, dan bejalan ke kamar mandi walaupun masih sedikit nyeri. O:

Klien

sudah

mengahabiskan porsi makan. Klien tidak pucat dan diaphoresis. Observasi asupan nutrisi. Menyusun rencana jadwal dan latihan

aktivitas seharihari. A: masalah teratasi

sebagian. P: intervensi dihentikan pasien pulang paksa.

3.

25 2013

April

S:

klien

mengatakan

luka pos op masih terasa nyeri tetapi tidak gatal dan tidak panas. O: Suhu=36,7C Klien tampak

bersih, segar dan nyaman setelah

di lap air hangat. A: masalah teratasi

sebagian P: intervensi dihentikan pasien pulang paksa.