Data leaflet

Tujuan dan Prinsip Pengobatan TBC Terapi atau Pengobatan penderita TB dimaksudkan untuk;     menyembuhkan penderita sampai sembuh, mencegah kematian, mencegah kekambuhan, dan menurunkan tingkat penularan.

PRINSIP PENGOBATAN Sesuai dengan sifat kuman TB, untuk memperoleh efektifitas pengobatan, maka prinsipprinsip yang dipakai adalah : - Menghindari penggunaan monoterapi. Obat Anti Tuberkulosis (OAT) diberikan dalam bentuk kombinasi dari beberapa jenis obat, dalam jumlah cukup dan dosis tepat sesuai dengan kategori pengobatan. Hal ini untuk mencegah timbulnya kekebalan terhadap OAT. - Untuk menjamin kepatuhan penderita dalam menelan obat, pengobatan dilakukan dengan pengawasan langsung (DOT = Directly Observed Treatment) oleh seorang Pengawas Menelan Obat (PMO). - Pengobatan TB diberikan dalam 2 tahap, yaitu tahap intensif dan lanjutan.

Pengobatan TBC pada anak Prinsip dasar pengobatan TB pada anak tidak berbeda dengan pada orang dewasa. Rifampisin (R) dan Pirazinamid (Z) selama 2 bulan diberikan setiap hari (2HRZ). naiknya berat badan. Pemantauan kemajuan pengobatan pada anak dapat dilihat antara lain dengan terjadinya perbaikan klinis. tetapi ada beberapa hal yang memerlukan perhatian: • Pemberian obat baik pada tahap intensif maupun tahap lanjutan diberikan setiap hari. • Dosis obat harus disesuaikan dengan berat badan anak Susunan paduan obat TB anak adalah 2HRZ/4HR: Tahap intensif terdiri dari Isoniazid (H). Tahap lanjutan terdiri dari Isoniazid (H) dan Rifampisin (R) selama 4 bulan diberikan setiap hari (4HR). dan anak menjadi lebih aktif dibanding dengan sebelum pengobatan. .

dapat membunuh 90% populasi kuman dalam beberapa hari pertama pengobatan. Bersifat bakterisid. yaitu kuman yang sedang berkembang. efek samping hipersesnsitivitas seperti demam dan menggigil. dan mencegah resistensi. ISONIAZIDA (H) Indikasi.Macam – macam obat TBC Aktifitas obat TB didasarkan atas tiga mekanisme. Obat ini diindikasikan untuk terapi semua bentuk tuberkulosis aktif. Kontraindikasi. disebabkan kuman yang peka dan untuk profilaksis orang berisiko tinggi mendapatkan infeksi. dapat membunuh kuman semi-dormant yang tidak dapat dibunuh oleh isoniazid. aktifitas sterilisasi. hipersensitivitas. Efek samping : efek samping dalam hal neurologi seperti parastesia. tiap etiologi : kehamilan(kecuali risiko terjamin). Efek Samping : efek samping pada saluran cerna seperti mual. OBAT-OBAT TBC 1. Pirazinamid. Kontra indikasinya adalah riwayat hipersensistifitas atau reaksi adversus. proteinurea. efeksamping pada hematologi seperti anemia dan pada saluran cerna seperti mual dan muntah 2.. pada hipersensitifitas seperti demam. Isoniazid adalah obat TB yang paling poten dalam hal membunuh bakteri dibandingkan dengan rifampisin dan streptomisin.PIRAZINAMIDA Indikasi Digunakan untuk terapi tuberkulosis dalam kombinasi dengan anti tuberkulosis lain. RIFAMPISIN Indikasi Di Indikasikan untuk obat antituberkulosis yang dikombinasikan dengan antituberkulosis lain untuk terapi awal maupun ulang Kerja Obat Bersifat bakterisid. Rifampisin. Kelompok obat ini disebut sebagai obat primer. cedera hati. artritis. dan Streptomisin. efek samping pada hepatotoksisk seperti asidosis metabolic. termasuk demam. Efektif terhadap kuman dalam keadaan metabolik aktif. Efek samping pada SSP seperti letih dan mengantuk. yaitu aktifitas membunuh bakteri. Obat yang umum dipakai adalah Isoniazid. Rifampisin dan pirazinamid paling poten dalam mekanisme sterilisasi. Kerja Obat. pada hematologi seperti anemia dan trombositopenia 3. . Kontraindikasi terhadap gangguan fungsi hati parah. kerusakan hati akut. Etambutol. porfiria. muntah anoreksia.

neuritis optik. 5. Bersifat bakteriostatik. obat ni dapat ditinggalkan. Hipersensitivitas terhadap etambutol seperti neuritis optik. dan pirazinamid. Kontraindikasi hipersensitifitas terhadap streptomisin sulfat atau aminoglikosida lainnya. Etambutol digunakan sebagai terapi kombinasi tuberkulosis dengan obat lain. Efek Samping efek samping pada hepatotoksik termasuk hepatomegali. . Kerja Obat. dapat membunuh kuman yang berada dalam sel dengan suasana asam. dapat membunuh kuman yang sedang membelah. gangguan visual. Jika risiko resistensi rendah. mual muntah dan atralgia 4. STREPTOMISIN Indikasi. Obat ini tidak dianjurkan untuk anak-anak usia kurang 6 tahun. dengan menekan pertumbuhan kuman TB yang telah resisten terhadap Isoniazid dan streptomisin. Kontraindikasi. Efek Samping Efek samping akan meningkat setelah dosis kumulatif 100 g. atau untuk penderita yang dikontra indikasi dengan 2 atau lebih obat kombinasi tersebut.Kerja Obat Bersifat bakterisid. yang hanya boleh dilampaui dalam keadaan yang sangat khusus. Sebagai kombinasi pada pengobatan TB bersama isoniazid. ETAMBUTOL Indikasi. Kerja Obat Bersifat bakterisid. Mekanisme kerja berdasarkan penghambatan sintesa protein kuman dengan jalan pengikatan pada RNA ribosomal. buta warna dan penyempitan lapangan pandang. gagal hati. Efek Samping Efek samping yang muncul antara lain gangguan penglihatan dengan penurunan visual. Rifampisin. sesuai regimen pengobatan jika diduga ada resistensi.