MAKALAH KOPERASI

“Kebijakan Pemerintah Mengenai Koperasi di Provinsi Papua Barat”

Nama NIM Jurusan Semester

: Fitran Zain Nur Abduh : 1202012 : Akuntansi :2

STIE TAMANSISWA BANJARNEGARA TAHUN 2013

“Kebijakan Pemerintah Mengenai Koperasi di Provinsi Papua Barat”

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Dalam sejarah perkembangan perekonomian di Indonesia, koperasi memiliki peranan yang cukup berarti. Dari beberapa hasil studi kasus tentang koperasi memperlihatkan bahwa keberadaan koperasi tidak saja menguntungkan pada anggota koperasi tetapi juga telah berperan dalam penyerapan tenaga kerja dan memberikan tingkat kesejahteraan yang lebih baik untuk komunitas dimana koperasi tersebut berada. Di Indonesia, koperasi bukanlah suatu usaha yang langka lagi, seluruh Provinsi di Negeri ini pasti ada Koperasi. Begitu juga di Provinsi Papua Barat. Di pulau yang dijuluki mutiara hitam ini sudah banyak berdiri Koperasi. Sudah barang tentu ada prestasi dan juga ada problematika yang mewarnai kehidupan Koperasi di sana. 1.2. Rumusan Masalah 1.2.1. Bagaimana kondisi perkoperasian di Papua Barat? 1.2.2. Langkah-langkah apa yang telah dilakukan oleh pemerintah dalam rangka memajukan koperasi di Papua Barat?

1.3. Tujuan Pembahasan 1.3.1. Memahami kondisi perkoperasian di Provinsi Papua Barat. 1.3.2. Mengetahui Kebijakan Pemerintah yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat dalam memajukan Koperasi

BAB II PEMBAHASAN

2.1. Kondisi Perkoperasian di Provinsi Papua Barat Berdasarkan data yang dapat kami himpun dari Badan Pusat Statistik Papua Barat ada beberapa jumlah dan jenis Koperasi yang ada di Provinsi Papua Barat seperti pada data di bawah ini : Keragaman Koperasi Menurut Jenisnya Tahun 2006 Sumber: Dinas Deperindagkop dan Penanaman Modal Provinsi Papua Barat
Jenis Koperasi Koperasi Unit Desa (KUD) Koperasi Pontren KOPERMAS Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Koperasi Karyawan Koperasi Angkatan Darat Koperasi Angkatan Laut Koperasi Kepolisian Koperasi Serba Usaha (KSU) Koperasi Pasar Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Koperasi Angkutan Darat Koperasi Angkutan Laut Koperasi Wanita Koperasi Mahasiswa Koperasi Perikanan Koperasi Lainnya Papua Barat Banyaknya Jumlah Modal Sendiri (Rp.000) Volume Usaha (Rp.000) 2.875.000 50.000 1.450.000 185.000 175.000 1.895.000 1.780.000 1.225.000 500.000 75.000 750.000 150.000 775.000 500.000 20.000 50.000 250.000 SHU (Rp.000)

258 5 234 119 63 6 2 3 192 2 19 2 2 8 3 14 167 1.099

22.315 3.450.000 150 11.250 2.976 2.205 1.126 653 725 4.800 156 551 115 113 126 126 368 4.175 375.000 500.000 720.000 200.000 1.750.000 1.995.000 1.520.000 850.000 110.000 225.000 250.000 500.000 250.000 25.000 150.000 750.000

295.000 12.000 250.000 75.000 87.000 200.000 210.000 125.000 110.000 12.000 500.000 50.000 115.000 50.000 5.000 16.000 110.000 2.222.000

51.930 13.620.000 12.705.000

Melihat data diatas dapat kita simpulkan bahwa ternyata di kegiatan perkoperasian di Provinsi Papua Barat sudah cukup bagus jika melihat angka jumlah Koperasi yang ada disana. Namun, ada beberapa permasalahan yang timbul. Berikut beberapa informasi yang kami kutip dari beberapa sumber : “Ratusan koperasi di Provinsi Papua Barat tidak aktif selama sepuluh tahun belakang ini kata Kadis Koperasi Papua Barat Drs Stevanus Selang. Diungkapkan jika jumlah koperasi secara keseluruhan di Papua Barat seribu lebih. Namun ia juga tidak menampik jika banyak koperasi dalam kondisi positif, sehingga pihaknya dengan sumber daya manusia yang ada akan terus melakukan perbaikan kepada koperasi-koperasi tersebut. Sebab kondisi ini bukan hanya terjadi di Papua Barat, namun di seluruh Indonesia merata terjadi seperti itu.” (manokwarikab.go.id) Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) Kabupaten Biak Numfor, Papua menemukan sekitar 40 persen dari 200-an koperasi yang terdaftar sebagai badan hukum berhenti operasi serta tidak beraktivitas melayani anggotanya. Hal itu disebabkan karena berbagai alas an, salah satunya adalah pengurus kurang aktif menjalankan koperasi. Dari 200-an koperasi beroperasi di Biak, sekitar 86 diantaranya hingga 2012 aktif melakukan rapat tahunan anggota setiap tahun buku koperasi. (radarpapua.com)

2.2. KEBIJAKAN

PEMERINTAH

PAPUA

BARAT

DALAM

MENGEMBANGKAN KOPERASI Peran Koperasi yang begitu penting dalam stabilitas ekonomi Nasional, begitu juga di Provinsi Papua Barat membuat Pemerintah memberikan perhatiannya. Pada saat krisis moneter Koperasi mampu mempertahankan kelangsungan kehidupan ekonominya, hal itu dikarenakan Koperasi mengandalkan kemampuan modal sendiri.

Pertumbuhan koperasi merupakan hal yang sangat diharapkan, tapi sayangnya pertumbuhan koperasi yang ada di daerah Papua Barat ini justru hanya koperasi simpan pinjam yang bergerak bagaikan lembaga perbankan dalam bidang peminjaman uang. Justru perkembangan seperti inilah yang membuat Dinas Koperasi Provinsi Papua Barat akan melakukan pengembangan dan memotivasi koperasi yang ada di daerah ini untuk tetap tumbuh dengan berpijak pada kualitas dan kuantitas. Beberapa tahun terakhir ini perkoperasian memang terlihat semakin menurun, dan bukan saja di Papua Barat, melaikan diseluruh daerah yang ada di Indonesia. Fluktuasi yang naik turun ini disebabkan karena perkembangan ekonomi dan perkembangan daerah yang ada. Menyikapi hal tersebut Pemerintah Provinsi Papua Barat akan memotivasi koperasi dan melakukan pembinaan-pembinaan agar koperasi bisa tumbuh dengan baik dan mandiri. Sehingga pertumbuhan koperasi dapat terjadi seimbang.. (sila.infokom/toeb) Upaya lain yang diambil Pemerintah sebagaimana disampaikan o;eh Gubernur Papua drh.Constant Karma adalah dengan melakukan regulasi peraturan perundang-undangan mendorong koperasi dan UKM agar segera bangkit dari tidur panjang Berbagai penelitian membuktikan bahwa hampir separuh dari jumlah koperasi tidak bisa jalan, karena alasan modal, SDM, kalah dalam persaingan usaha,dll. Khusus masalah modal, pemerintah Provinsi Papua sedang merampungkan lembaga penjamin kredit daerah (LPKD). Hanya dengan cara inilah koperasi menjadi kuat dan mandiri, kesejahteraan anggota menjadi nyata dan kemiskinan dapat diatasi.

Oleh karena itu, koperasi segera melakukan reposisi di lingkungan strategis, sekaligus melaksanakan revitalisasi organisasi dan kelembagaan untuk memperkuat daya dukung internal.

BAB III PENUTUP

3.1. KESIMPULAN Peranan Koperasi yang begitu penting bafi stabilitas Ekonomi Nasional masih mendapatkan perhatian dari Pemerintah Papua Barat. Tecatat masih banyak Koperasi yang berdiri disana. Hal itu menunjukkan bahwa di ujung timur Indonesia masih ada sendi-sendi kehidupan dan semangat berkoperasi. Namun, dibalik semua itu muncul beberapa masalah yang menghinggapi Koperasi-koperasi di Papua Barat, mulai dari modal, sumber daya manusia, motivasi yang rendah, dan lain sebagainya. Hal itu menuntut pemerintah untuk memberikan perhatian lebih untuk menjaga kestabilan kehidupan Koperasi di Provinsi Papua Barat. 3.1. SARAN – SARAN Pemerintah harus memberikan perhatian lebih kepada seluruh pelaku usaha koperasi, baik melalui kebijakan-kebijakan yang tidak rumit, memudahkan Koperasi, penyediaan modal, dan juga pendampinganpendampingan kepada Koperasi juga harus senantiasa dilaksanakan. Sehingga masalah-masalah yang timbul dapat diatasi dan kehidupan perkoperasian dapat berjalan dengan baik dan senantiasa meningkat dari waktu ke waktu.

Daftar Pustaka : 1. Radarpapua.com 2. http://www.manokwarikab.go.id/ 3. BPS Papua Barat 4. http://www.infopublik.org 5. http://www.papuapos.com/ 6. http://papuabarat.bps.go.id/

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful