Pasal 22 UULH

:

Pejabat Pengawas

Menteri
► melakukan pengawasan terhadap: ☼ penaatan penanggung jawab usaha dan/atau ☼ kegiatan atas ketentuan yang telah ditetapkan dalam perat. PerUUan di bidang LH ► dpt menetapkan pejabat yg berwenang melakukan pengawasan
-- menetapkan pejabat yang berwenang dari instansi lain: ► Menteri melakukan koordinasi dengan pimpinan instansi ybs

Dalam hal wewenang pengawasan diserahkan kpd PEMDA: ► Kepala Daerah:
menetapkan pejabat yang berwenang melakukan pengawasan

Pasal 23 Pengendalian dampak LH: ► sebagai alat pengawasan dilakukan oleh suatu lembaga yang dibentuk khusus untuk itu oleh Pemerintah

Pasal 24 UUPLH

Pengawas ► berwenang melakukan:
☼ pemantauan ☼ meminta keterangan ☼ membuat salinan dari dokumen dan/atau membuat catatan yg diperlukan ☼ memasuki tempat tertentu ☼ mengambil contoh ☼ memeriksa peralatan ☼ memeriksa instalasi dan/atau alat transportasi, serta ☼ meminta ket. dr pihak yg bertanggung jawab atas usaha dan/atau kegiatan.

► wajib memperlihatkan surat tugas dan/atau tanda pengenal ► wajib memperhatikan situasi & kondisi tempat pengawasan tsb
(menghormati nilai dan norma yang berlaku baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis)

Penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan yg dimintai keterangan:
wajib memenuhi permintaan petugas pengawas sesuai dgn ketent. PerUUan

KEP.MENLH NO. 07/2001 tentang PEJABAT PENGAWAS LINGKUNGAN HIDUP DAN PEJABAT PENGAWAS LINGKUNGAN HIDUP DAERAH

KETENTUAN UMUM Pasal 1
1. Pengawasan lingkungan hidup: kegiatan yang dilaksanakan secara langsung atau tidak langsung oleh Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup dan Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup Daerah untuk mengetahui tingkat ketaatan penanggung jawab usaha dan atau kegiatan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan pengendalian pencemaran dan atau kerusakan lingkungan hidup 2. Pejabat pengawas lingkungan hidup: PNS yang beradapada Instansi yang bertanggung jawab yang memenuhi persyaratan tertentu dan diangkat oleh Menteri 3. Pejabat pengawas lingkungan hidup daerah: PNS yang berada pada Instansi yang bertanggung jawab daerah yang memenuhi persyaratan tertentu dan diangkat

4. 5. 6. 7. 8. 9.

Menteri: menteri yang ditugasi untuk mengelola lingkungan hidup Sekretaris Menteri: Sekretaris Menteri Negara Lingkungan Hidup; Sekretaris Utama: Sekretaris Utama Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Gubenur: Kepala Daerah Propinsi Bupati/Walikota: Kepala Daerah Kabupaten/Kota Instansi yang bertanggung jawab: instansi yang bertanggung jawab di bidang pengendalian dampak lingkungan Instansi yang bertanggung jawab daerah: instansi yang bertanggung jawab di bidang pengendalian dampak lingkungan hidup daerah atau instansi yang bertanggung jawab di bidang pengelolaan lingkungan hidup daerah.

10.

Pasal 4 Syarat-syarat PNS yang dapat diangkat menjadi Pejabat Pengawas LH dan Pejabat Pengawas LH Daerah:
- berpangkat serendah-rendahnya pengatur tingkat I (Gol. II/d); - berpendidikan serendah-rendahnya Sarjana Muda (D3) - ditugaskan di bidang teknis operasional pd instansi yang bertanggung jawab dan instansi yg bertanggung jawab daerah; - telah mengikuti kursus dasar-dasar AMDAL dan atau kursus dasardasar teknis PLH - telah mengikuti pendidikan khusus di bidang pengawas LH - berbadan sehat dan dibuktikan dengan surat keterangan dokter.

Pasal 6

PPLH dan PPLHD: melalui persyaratan tertentu dapat diusulkan menjadi: - calon PPNS LH dan - calon PPNS LHD

Pasal 7

Kepala Instansi yang bertanggung jawab/Gubenur/ Bupati/Walikota

menerbitkan SK Pengangkatan PPLH dan PPLHD
diberikan tanda pengenal
(Ps 8)

berwarna dasar hijau yang memuat :
Nama, NIP, Pangkat/Golongan; No SK Pengangkatan; Jabatan; Masa Berlakunya; Pas foto hitam putih ukuran 3 x 4

Pasal 9

PNS yang diangkat sebagai PPLH dan PPLHD sebelum melaksanakan tugasnya:
wajib mengangkat sumpah/janji dan dilantik oleh pejabat yang berwenang dari instansi yang bertanggung jawab dan pejabat yang berwenang dari instansi yang bertanggung jawab daerah.

Pasal 10

Dalam hal terjadi: - mutasi : - jabatan - wilayah kerja Pimpinan yang membawahi PPLH ybs memberitahukan kepada Deputi Bidang Penaatan Hukum Lingkungan PPLHD Propinsi  kepada Gubenur dengan tembusan kepada Deputi Bidang Penaatan HL Pejabat PPLHD Kab/Kota:  kepada Bupati/Walikota dengan tembusan kepada Deputi Bidang Penaatan HL Deputi Bidang Penaatan HL: melaporkan mutasi PPLH kepada Kepala Instansi yang bertanggung jawab. Dalam waktu 30 hari:  Kepala Instansi yg bertanggungjawab menerbitkan SK (Ps. 11)

PEMBERHENTIAN PEJABAT PENGAWAS
Pasal 13

– PPLH yang berada pada Instansi yang bertanggung jawab diberhentikan oleh Menteri – pelaksanaan pemberhentian PPLH, Menteri mendelegasikan kepada Kepala Instansi yang bertanggung jawab. – Pengusulan pemberhentian PPLH, diajukan oleh Deputi Bidang Penaatan HL kepada Kepala Instansi yang bertanggung jawab

Pasal 14

- PPLHD diberhentikan oleh Gubenur/Bupati/Walikota. - Pengusulan pemberhentian PPLHD:
diajukan oleh Kepala Instansi yang bertanggung jawab daerah kepada Gubenur/Bupati/Walikota dengan tembusan disampaikan kepada Kepala Instansi yang bertanggung jawab.

PPLH dan PPLHD
diberhentikan karena:
– berhenti sebagai pegawai sipil baik karena pensiun atau berhenti atas permintaan sendiri; – atas permintaan sendiri untuk berhenti sebagai pejabat pengawas; – melanggar disiplin kepegawaian; – mutasi pada instansi lain; – mutasi pada unit lain dalam lingkungan instansi atau di luar lingkungan instansi yang bertanggung jawab atau instansi yang bertanggung jawab daerah sehingga bidang tugasnya menjadi tidak relevan lagi; atau – meninggal dunia.
(Ps 15)

Pasal 16 Dalam hal terjadinya pemberhentian sebagai Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup dan Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup Daerah, di dalam surat pengusulan pemberhentian wajib disertakan alasan-alasan pemberhentiannya. Pasal 17 Kepala Instansi yang bertanggung jawab sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 dalam waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak diterimanya surat pengusulan pemberhentian Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian. Pasal 18 Gubenur/Bupati/Walikota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 dalam waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak diterimanya surat pengusulan pemberhentian Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup Daerah menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian.

PEMBINAAN DAN PENGAWASAN Pasal 19 Pembinaan, bimbingan, pelatihan, dan arahan serta pengawasan pelaksanaan tugas Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup dan Penjabat Pengawas Lingkungan Hidup Daerah, dilakukan oleh Kepala Instansi yang bertanggung jawab dan Kepala Instansi yang bertanggung jawab daerah. Pasal 20 Koordinasi pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 sehari-harinya dilakukan oleh Deputi Bidang Penaatan Hukum Lingkungan. Pasal 21 Tata Kerja Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup dan Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup Daerah dan Pedoman Pelaksanaan Pengawasan ditetapkan dengan Keputusan Kepala Instansi yang bertanggung jawab.

KepmenLH:
No. 07/2001 : PPLH dan PPLHD No. 56/2002 : Pedoman Umum Pengawas Penaatan LH Bagi Pejabat Pengawas No. 57/2002 : Tata kerja PPLH di Kementrian LH No. 58/2002 : Tata kerja PPLH di Propinsi/Kabupaten/Kota

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful