1

PELATIHAN
KOMPUTASI PROSES
(Distilasi)

Dr.-Ing. Anton Irawan, ST., MT

Cilegon, April 2007
2
Distilasi
Distilasi adalah unit operasi yang digunakan untuk pemisahan
campuran homogen berdasarkan perbedaan titik didih
komponen penyusunnya dengan cara penguapan dan
pengembunan.
Keunggulan Distilasi
 Memungkinkan laju transfer massa yang tinggi.
 Dapat menangani rentang laju alir umpan yang lebar.
 Dapat menangani konsentrasi umpan yang bervariasi
 Dapat menghasilkan produk dengan kemurnian tinggi.
 Tidak melibatkan zat ketiga dalam campuran, sehingga tidak
memungkinkan bertambahnya jenis zat dalam campuran.
3
Distilasi
Pemisahan yang kurang tepat dengan distilasi
 Pemisahan komponen-komponen berkadar rendah. Lebih
tepat jika menggunakan absorpsi, adsorpsi, pertukaran ion.
 Pemisahan campuran zat-zat berberat molekul besar yang
peka terhadap panas. Lebih tepat jika menggunakan distilasi
vakum.
 Pemisahan komponen dapat menguap dari komponen tak
menguap. Lebih tepat jika menggunakan evaporasi atau
pengeringan (padatan).
4
Distilasi
Distilasi
Distilasi satu tahap Distilasi multitahap
Distilasi flash Distilasi sederhana Distilasi steam Distilasi Packed Distilasi Tray
Sieve tray
Valve tray Bubble cap Tray
Dual flow Tray
5
Flash Distillation
Pada metode ini, campuran cairan diuapkan
secara parsial, uap tersebut dibuat
berkesetimbangan dengan cairan dimana fasa
cair dan fasa uap kemudian dipisahkan.


Vapour
Feed
Liquid
FD-1
50 % n-pentana
50 % n-hexana
T = 50
o
C
P = 5 atm
T = 30
o
C
P = 1 atm
6
Flash Distillation
Neraca Massa Total

Neraca Massa komponen i



Kesetimbangan uap cair komponen i

i i i F
x L y V x F · + · = ·
,
L V F + =
i i i F
x V F y V x F · ÷ + · = · ) (
,
i
i
i
x
y
K =
7
Contoh Kasus
Suatu umpan dengan kandungan campuran equimolar
dari n-pentana dan n-hexana (50 kmol/hr) pada
kondisi 50
o
C dan tekanan 5 atm dimasukan ke alat
pemisah flash distilation yang beroperasi pada tekanan
1 atm. Bagaimana kondisi produk yang dihasilkan di
phasa cair dan uap.
8
Hysys Calculation (Basis Manager)
9
Hysys Calculation (Basis Manager)
10
Hysys Calculation (Feed)
Kondisi
umpan
seluruhnya
cairan
11
Hysys Calculation (Separator)
12
Hysys Calculation (Separator)
13
Hysys Calculation (Results)
14
Modifikasi Kondisi Umpan
(Logical Adjust)
15
Modifikasi Kondisi Umpan
(Logical Adjust)
16
Hysys Calculation (Results)
17
Distilasi Multitahap
Neraca massa total dan komponen

NM-Total F = D + B

NM-Komponen F.z
fi
= Dx
di
+ Bx
bi
18
Top_Section
Hubungan fraksi uap dan cair di top section
1
1
;
1
;
+
=
+
= =
R R
R
V
L
D
L
R
V
D

D
x
V
D
x
V
L
y
|
.
|

\
|
+
|
.
|

\
|
=
1 1 +
+
+
=
R
x
x
R
R
y
D
19
Bottom Section
B
x
V
B
x
V
L
y
|
.
|

\
|
÷
|
.
|

\
|
=
Hubungan fraksi uap dan cair di bottom section
20
Kondisi Umpan (thermal Condition)
(1) Superheated-vapour feed : q < 0
(2) Saturated-vapour feed : q = 0
(3) Partially flashed feed : 1 > q > 0
(4) Saturated –liquid feed : q = 1
(5) Subcooled liquid feed : q > 1

penguapan laten energi
mol 1 menguapkan untuk energy
= q
21
Garis operasi dan q line
22
Konstanta Kesetimbangan dan
Relative Volatility
Konstanta kesetimbagan i (Ki) adalah perbandingan
tekanan parsial i terhadap tekanan operasi


Relative volatility i (o
i
) adalah ratio konstanta
kesetimbangan komponen i (Ki) terhadap konstanta
kesetimbangan komponen pembanding (Kj)


P
p
K
i
i
=
j
i
i
K
K
= o
23
Short-Cut Method (Underwood)
Perhitungan faktor u



Perhitungan Refluks minimum

¿
÷
= ÷
u o
o
i
iF i
x
q 1
¿
÷
= +
u o
o
i
iD i
m
x
R 1
Jumlah Tahap (N)
24
Feed Location
Penentuan daerah enriching dan stripping
(
(
¸
(

¸

|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|
2
log 206 . 0 log
HD
LB
LF
HF
s
e
x
x
D
B
x
x
N
N
25
Contoh Kasus
Suatu umpan cairan dengan laju alir alir 100 kmol/h di alirkan
pada titik didihnya ke alat distilasi yang beroperasi pada
Tekanan 405.3 kPa.

Komposisi umpan (%-mol)
 n-butana 40
 n- pentana 25
 n- hexana 20
 n-heptana 15
Diharapkan kompossi n-pentana di bottom sebesar 2 % dan
kompossi n-hexana di distilat sebesar 1 %
26
Hysys Calculation (Basis Manager)
27
Hysys Calculation (Feed Stream)
28
Short-Cut Distillation
(Design Tab  Connection Page)
29
Short-Cut Distillation
(Design Tab  Connection Page)
30
Short-Cut Distillation
(Design Tab  Parameters Page)
31
Short-Cut Distillation
(Worksheet  Conditions Page)
32
Short-Cut Distillation
(Worksheet  Conditions Page)
Data jumlah tahap
dipergunakan untuk
distillation
calculation
33
Distillation Calculation (step 1)
34
Distillation Calculation (step 2)
35
Distillation Calculation (step 3)
36
Distillation Calculation (step 4)
37
Design Tab  Connection Page
38
Design Tab  Spec Page
39
Design Tab  Monitor Page
40
Worksheet Tab  Composition Page
41
Design Tab  Monitor Page
42
Worksheet Tab  Composition Page
43
Performance Tab 
Columns Profiles Page
44
Performance Tab  Plots Page
45
Performance Tab  Plots Page
46
Fraksionasi Gas Alam
47
Kolom Demethanizer
48
Kolom De-Ethanizer
49
Kolom De-Propanizer
50
51
52
53
Unit Proses De-Methanizer
 Tipe Reboiled Absorber
 Tambahkan Aliran Energi



54
55
56
57
58
59
60
Add Specification
 Pada Kolom Design Specs, klik add pada
kolom specification
Ovhd Prod Rate buat
deactive kemudian
Comp Fraction
diaktifkan pada
bagian monitor
61
Hasil De-Methanizer
62
Unit Pompa
 Produk Bawah dari De-Methanizer dipompa
ke kolom De-Ethanizer
63
Unit De-Ethanizer
Berapakah laju alir C2 dan C3
serta rasio C2/C3 pada produk
bawah
64
Add Specification
Buat deactive Ovhd Vapour
Rate dan aktifkan C2/C3
65
Add Valve
66
Unit De-Propanizer
Cek fraksi mol
C3 di distilate
dan bottom
produk
67
Add Specification
Non aktif untuk distillate
rate dan reflux ratio
kemudian aktifkan iC4
and nC4 serta C3

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful