Penatalaksanaan Kerusakan saraf yang tergolong dalam neuropraksia akan sembuh paling lama 4 minggu, sedangkan kerusakan aksonotmesis

berlangsung antara 2 sampai 6 bulan. Beberapa tindakan dapat dilakukan untuk mempercepat penyembuhan cedera saraf yaitu: 1. Pemijatan Pemijatan dapat dilakukan dengan jari tangan yang bertujuan untuk mengurangi cairan inflamasi dilokasi peradangan dan juga dapat mengurangi pertumbuhan jaringan ikat fibrinogen. Terlalu banyak jaringan ikat fibrous akan menimbulkan scar pada lokasi saraf yang rusak. Selama fase regenerasi, pemijatan ikut membantu remodeling jaringan ikat kolagen. 2. Terapi elektrik Terapi elektrik yang dilakukan untuk kasus parestesi, menunjukkan bahwa metoda ini dapat membantu percepatan proses penyembuhanan pada cedera saraf. Sedangkan kompres hangat berpengaruh pada perbaikan vaskularisasi di daerah kerusakan, dapat dilakukan selama 30 menit setiap hari. 3. Penggunaan obat – obatan neurotropik Terapi dengan obat – obatan selain bertujuan mempercepat proses regenerasi saraf, juga bertujuan untuk mengatasi penyebab terjadinya parestesi. Parestesi yang disebabkan oleh peradangan atau infeksi, maka dianjurkan penggunan antibiotik dan antiinflamasi. Sedangkan penggunaan golongan neurotropik dapat membantu fase regenerasi saraf. Pemakaian multivitamin B komplek atau methycobalt selama 6-8 minggu, memberikan pengaruh yang baik pada penyembuhan cedera saraf. Carbalho pada tahun 2002 melaporkan terapi dengan methycobalt sebanyak 1500 mg/hari ditambah sediaan B kompleks yang dikombinasi dengan vitsmin E setiap hari selama 2 bulan memberikan hasil yang memuaskan. Secara biokimia, aksi kandungan Mecobalamin (Koenzim B12+metil base aktif) dari methycobal memberikan reaksi

Pada kasus-kasus cedera saraf yang tidak kunjung sembuh dengan perawatan nonbedah maka direkomendasikan intervensi bedah. Metoda penjahitan hanya dapat dilakukan pada pembuluh-pembuluh saraf yang lurus yang terputus dan berada pada jaringan lunak. Faktor waktu menjadi alasan utama dilakukannya perbaikan secara bedah. Beberapa metode perbaikan secara bedah antara lain: 1. namun pada umumnya setelah 6 sampai 12 bulan perbaikan spontan tidak memberikan hasil yang baik maka dapat dilakukan perawatan secara bedah. 3.yang positif pada metabolisme asam nukleat. protein dan lipid sel ketika proses aksonal degenerasi dan demielinisasi berlangsung. Pertimbangan lainnya adalah berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pasien. Penjahitan saraf Penjahitan saraf dilakukan pada pembuluh saraf yang terputus dengan jarak antara kedua ujung saraf sekitar 1 cm.0 atau 9. eksplorasi ini bertujuan menghilangkan jaringan tulang yang menekan pembuluh saraf. Selain itu penjahitan dilakukan bila saraf terpotong lurus dan tidak terdapat jaringan yang hancur. Meskipun banyak pendapat berbeda mengenai patokan waktu untuk segera dilakukan tindakan bedah. 2. Dekompresi saraf Dekompresi saraf dilakukan dengan membuka jaringan lunak hingga kedaerah cedera saraf. hal ini sangat menguntungkan untuk suatu keadaan cedera jaringan saraf. Hampir mirip dengan cara ini yaitu menghilangkan konstriksi akibat jaringan scar yang berlebih dan menekan pembuluh saraf. Penjahitan dilakukan pada lapisan terluar pembuluh saraf perifer yaitu epinerium. Pada perkembangan bedah rekonstrusi saraf selanjutnya. sehingga metoda ini sulit dilakukan untuk menyambung N. Penyambungan kedua ujung saraf yang terputus digunakan benang nilon ukuran 8.0. pemeriksan klinis serta pemeriksaan penunjang radiografi dan CT Scan. alveolaris inferior yang terputus. dilaporkan penjahitan meliputi struktur perineum. Graft saraf Teknik graft saraf dilakukan bila rekonstruksi mengharuskan pengambilan jaringan saraf yang rusak sehingga memberikan jarak cukup panjang antara kedua ujung saraf yang . Pada pembuluh saraf yang terputus manifestasi klinis lebih berupa suatu paralisis.

1 Macam-macam obat anastesi lokal. Terdapat beberapa jenis graft saraf diantaranya adalah.2 Dapus 1. dimana saraf donor diambil dari N. 2010 .rusak. Hendayana H. dengan menggunakan bahan silicon tube atau asam poligolis. Dian Y. auricularis. Graft dari jaringan lainnya. 2. Parestesi sebagai komplikasi pasca bedah molar tiga bawah impaksi. Kasim A. dan tidak mungkin dilakukan penyambungan jaringan saraf dengan penjahitan. Jenis graft lainnya adalah Alloplast ik graft. dengan saraf donor dari pembuluh vena atau jaringan kolagen. Jurnal Kedokteran Gigi Edisi Khusus KOMIT KG-2004. Anestesi Lokal dan Regional untuk Biopsi Kulit. Autogenous graft. Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro: Semarang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful