You are on page 1of 26

KIMIA

Proses Pembentukan Minyak Bumi dan Pengolahannya

Disusun oleh: Winda Nur Aisyah X-1

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 MARGAHAYU TAHUN AJARAN 2009-2010

KATA PENGANTAR Puji dan syukur dipanjatkan kehadirat Allah yang Maha Berilmu, karena atas berkat rahmat-Nya makalah ini dapat diselesaikan dengan baik. Selama melaksanakan tugas ini penyusun mendapat bantuan dari berbagai pihak, untuk itu penyusun ingin mengucaokan terimakasih kepada Ibu Dra. Ida Rosida selaku guru mata pelajaran kimia yang telah membimbing dan memberikan banyak ilmu tentang kimia. Semoga amal dan budi baik beliau mendapatkan imbalan yang berlipat ganda dari Allah swt. Penyusun berharap, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Bandung, Juni 2010

PENYUSUN

2

Kerosin atau alias Minyak Tanah. Minyak bumi (Crude Oil) dan gas alam merupakan senyawa hidrokarbon. Minyak Bakar. Sifat dan karakteristik dasar minyak bumi inilah yang menentukan perlakuan selanjutnya bagi minyak bumi itu sendiri pada pengolahannya.PENDAHULUAN Minyak bumi adalah salah satu sumber daya alam yang tidak bisa di perbaharui. Gas Bakar. Hasil-hasil minyak bumi sering sekali dipakai untuk memenuhi kebutuhan. Rantai karbon yang menyusun minyak bumi dan gas alam memiliki jenis yang beragam dan tentunya dengan sifat dan karakteristik masing-masing. Minyak Diesel. Bensin. Hasil-hasil dari minyak bumi sendiri terdiri dari : Bensol. 3 . Arang atau Batu Ampas.

.................................................................................................................................................................................................... 24 Dampak Terhadap Tanah ........................................................................ CRACKING ................................ Teori Anorganik (Abiogenesis) ............................................ REFORMING ............................................................................................. Teori Biogenesis (Organik) ............................................................................................. TREATING .......................................................................................................... 17 BILANGAN OKTAN ........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... 20 Dampak Terhadap Udara dan Iklim ......... 24 HASIL PENGGUNAAN MINYAK BUMI ...................................................................................................................................................................................................................................................................... 9 PROSES PENGOLAHAN MINYAK BUMI ........................................................ DESTILASI ............................................................................................................................................................................................................................... 13 5...DAFTAR ISI KATA PENGANTAR............................................. ALKILASI dan POLIMERISASI .......................................... 21 Dampak Terhadap Perairan .............................................................. 3 DAFTAR ISI............................................................... 14 FRAKSI MINYAK BUMI .................... 11 2.......................................... 13 4.................................................... 10 1............................................................................................... 6 2...................................................................................................... 4 PEMBENTUKAN MINYAK BUMI.................................................................. 25 4 ................. 5 1........ 12 3....................................................................... 18 DAMPAK PENGGUNAAN MINYAK BUMI ................................................. 2 PENDAHULUAN ................

banyak sumber minyak bumi yang terdapat di daratan. Hal ini juga akan mempengaruhi produk yang dihasilkan dari pengolahan minyak tersebut. permintaan naik menjadi 106 juta bph dengan pertumbuhan sebesar 17 juta bph. dengan meningkatnya tekanan dan suhu. Rantai karbon yang menyusun minyak bumi dan gas alam memiliki jenis yang beragam dan tentunya dengan sifat dan karakteristik masing-masing. Hal ini terjadi karena pergerakan kulit bumi. sehingga sebagian lautan menjadi daratan. kendaraan bermotor. dan industri.PEMBENTUKAN MINYAK BUMI Minyak bumi (Crude Oil) dan gas alam merupakan senyawa hidrokarbon. antara lain: 5 .id/dw2007/) -Pengetahuan tentang minyak bumi dan gas alam sangat penting untuk kita ketahui.go. bakteri anaerob menguraikan sisa-sisa jasad renik tersebut dan mengubahnya menjadi minyak dan gas. yang berada di lapisan atas dari beberapa area di kerak bumi. tumbuhan dan hewan yang mati sekitar 150 juta tahun yang lalu. Sebagai contoh minyak bumi dan gas alam digunakan sebagai sumber energi yang banyak digunakan untuk memasak. Walupun minyak bumi dan gas alam terbentuk di dasar lautan. Lapisan lumpur tersebut lambat laun berubah menjadi batuan karena pengaruh tekanan lapisan di atasnya. Dewasa ini terdapat dua teori utama yang berkembang mengenai asal usul terjadinya minyak bumi. Minyak bumi (bahasa Inggris: petroleum. atau kehijauan yang mudah terbakar. permintaan minyak dunia pada periode jangka menengah (2002-2010) diperkirakan meningkat sebesar 12 juta barel per hari (bph) menjadi 89 juta bph atau tumbuh rata-rata 1. Minyak bumi dan gas alam berasal dari jasad renik lautan. kemudian ditutupi oleh lumpur. Sifat dan karakteristik dasar minyak bumi inilah yang menentukan perlakuan selanjutnya bagi minyak bumi itu sendiri pada pengolahannya. sedangkan penggunaan sumber energi ini dalam kehidupan kita sehari-hari cakupannya sangat luas dan cukup memegang peranan penting atau menguasai hajat hidup orang banyak. Sisa-sisa organisme tersebut mengendap di dasar lautan. Proses pembentukan minyak bumi dan gas ini memakan waktu jutaan tahun. Sementara itu. dijuluki juga sebagai emas hitam adalah cairan kental. mengingat minyak bumi dan gas alam adalah suatu sumber eneri yang tidak dapat diperbaharui. kemudian terkosentrasi jika terhalang oleh lapisan yang kedap. kedua bahan bakar tersebut berasal dari pelapukan sisa-sisa organisme sehingga disebut bahan bakar fosil. coklat gelap. -Berdasarkan model OWEM (OPEC World Energy Model). Minyak dan gas yang terbentuk meresap dalam batuan yang berpori seperti air dalam batu karang. Sedangkan pada periode berikutnya (2010-2020). dari bahasa Latin: petrus ).esdm. (Sumber data: http://dtwh2.8% per tahun. Minyak dan gas dapat pula bermigrasi dari suatu daerah ke daerah lain.

Bahan organik yang mengalami oksidasi selama pemendaman. Pada mulanya senyawa tersebut (seperti karbohidrat. artinya CO2 diekstrak dari atmosfir oleh organisme fotosintetik darat dan laut. jamur. protozoa. karena lebih bisa. Pada arah pertama.1. jauh sebelum bumi terbentuk dan bersamaan dengan proses terbentuknya bumi. Dari sekian banyak hipotesa tersebut yang sering dikemukakan adalah Teori Biogenesis. Akibatnya. karbon dioksida di atmosfir berasimilasi. sehingga dapat ditemukan di udara. D. Kemudian Mandeleyev (1877) mengemukakan bahwa minyak bumi terbentuk akibat adanya pengaruh kerja uap pada karbida-karbida logam dalam bumi. dimana karbon diangkut dalam bentuk karbon dioksida (CO2). Pernyataan tersebut berdasarkan fakta ditemukannya material hidrokarbon dalam beberapa batuan meteor dan di atmosfir beberapa planet lain. bagian utama dari karbon organik dalam bentuk karbonat menjadi sangat kecil jumlahnya dalam batuan sedimen. hewan dan mikroorganisme). Bahan bakar fosil ini jumlahnya hanya kecil sekali. Yang lebih ekstrim lagi adalah pernyataan beberapa ahli yang mengemukakan bahwa minyak bumi mulai terbentuk sejak zaman prasejarah. 6 . yang digambarkan dengan dua panah dengan arah yang berlawanan. terjadi kebocoran kecil yang memungkinkan satu bagian kecil karbon yang tidak dibebaskan kembali ke atmosfir dalam bentuk CO2. pada permukaan. gula atau protein dari tumbuh-tumbuhan. Teori Anorganik (Abiogenesis) Barthelot (1866) mengemukakan bahwa di dalam minyak bumi terdapat logam alkali. Pada arah yang kedua CO2 dibebaskan kembali ke atmosfir melalui respirasi makhluk hidup (tumbuhan. membran. untuk berkembang biak atau sebagai komponen fisik dan makhluk hidup itu. tetapi mengalami transformasi yang akhirnya menjadi fosil yang dapat terbakar. Komponen yang dimaksud dapat berupa konstituen sel. Dalam proses ini. invertebrata ataupun binatang berdarah dingin dan panas. yang dalam keadaan bebas dengan temperatur tinggi akan bersentuhan dengan CO2 membentuk asitilena. sampai kemudian pada tahun 1984 G. Berdasarkan teori Biogenesis. protein dan lemak) diproduksi oleh makhluk hidup sesuai dengan kebutuhannya. pigmen. cendawan. bakteri. lemak. seperti untuk mempertahankan diri. Siklus karbon ini terjadi antara atmosfir dengan permukaan bumi. Teori pembentukan minyak bumi terus berkembang seiring dengan berkembangnya teknologi dan teknik analisis minyak bumi. Hobson dalam tulisannya yang berjudul “The Occurrence and Origin of Oil and Gas”. minyak bumi terbentuk karena adanya kebocoran kecil yang permanen dalam siklus karbon. dalam air atau dalam tanah.

9% senyawa karbon dan makhluk hidup akan kembali mengalami siklus sebagai rantai makanan. sedangkan sisanya 0. 7 . Inilah yang merupakan cikal bakal senyawa-senyawa fosil atau dikenal juga sebagai embrio minyak bumi. Selanjutnya senyawa organik ini akan mengalami proses geologi dalam perut bumi.1% senyawa karbon terjebak dalam tanah dan dalam sedimen. Embrio kecil ini menumpuk dalam kondisi lingkungan lembab. Senyawa-senyawa organik yang terpendam ini akan tetap dengan karakter masingmasing yang spesifik sesuai dengan bahan dan lingkungan pembentukannya. dan ada juga karena perbedaan tekanan di bawah laut muncul ke permukaan lalu menumpuk di permukaan dan ada pula yang terendapkan di permukaan laut dalam yang arusnya kecil. Pertama akanmengalami proses diagenesis. maka 99. gelap dan berbau tidak sedap di antara mineral-mineral dan sedimen. dimana senyawa organik dan makhluk hidup sudah merupakan senyawa mati dan terkubur sampai 600 meter saja di bawah permukaan dan lingkungan bersuhu di bawah 50°C. lalu membentuk molekul besar yang dikenal dengan geopolimer.Apabila makhluk hidup tersebut mati. Embrio ini mengalami perpindahan dan akan menumpuk di salah satu tempat yang kemungkinan menjadi reservoar dan ada yang hanyut bersama aliran air sehingga menumpuk di bawah dasar laut.

dan jika kedalaman melebihi 3000 m dan suhu di atas 150°C. 8 . maka bahan-bahan organik dapat terurai menjadi gas bermolekul kecil. maka geopolimer yang terpendam mulal terurai akibat panas bumi. suhu pemendaman akan berkisar antara 50 – 150 °C. temperatur semakin naik. dan proses ini disebut metagenesis.Pada kondisi ini senyawa-senyawa organik yang berasal dan makhluk hidup mulai kehilangan gugus beroksigen akibat reaksi dekarboksilasi dan dehidratasi. penam-bahan kedalaman 30 – 40 m akan menaik-kan temperatur 1°C. semakin panas lingkungannya. proses geologi kedua yang disebut katagenesis akan berlangsung. Semakin dalam pemendaman terjadi. Di kedalaman lebih dan 600 m sampai 3000 m. Komponen-komponen minyak bumi pada proses ini mulai terbentuk dan senyawa–senyawa karakteristik yang berasal dan makhluk hidup tertentu kembali dibebaskan dari molekul. Bila kedalaman terus berlanjut ke arah pusat bumi.

Mereka menyatakan bahwa: “minyak dan gas bumi berasal dari organisme laut yang telah mati berjuta -juta tahun yang lalu dan membentuk sebuah lapisan dalam perut bumi. pembentukan minyak bumi didasarkan pada proses kimia.” 9 . Teori Biogenesis (Organik) Macqiur (Perancis. New Beery (1859). Teori karbida panas dengan air (Mendeleyef) Asumsi yang dipakai adalah ada karbida besi di dalam kerak bumi yang kemudian bersentuhan dengan air membentuk hidrokarbon. Ocetylena akan berubah menjadi benzena karena suhu tinggi. Fosil-fosil senyawa inilah yang ditentukan strukturnya menggunaan beberapa metoda analisis. Kemudian M. Bila CO2 dari udara bersentuhan dengan alkali panas tadi maka akan terbentuk ocetylena. Bearl (1938) dan Hofer. Fosil molekul yang sudah terbentuk ini akan mengalami perpindahan (migrasi) karena kondisi lingkungan atau kerak bumi yang selalu bergerak rata-rata sejauh 5 cm per tahun.Setelah proses geologi ini dilewati. kelemahannya tidak cukup banyak karbida di alam. sehingga dapat menerangkan asal-usul fosil. Kelemahan logam ini adalah logam alkali tidak terdapat bebas di kerak bumi. Pendapat di atas juga didukung oleh sarjana lainnya seperti. b. 1763) juga mengemukakan hal yang sama.W. akan ditemukan fosil senyawasenyawa organik. migrasi minyak bumi serta hubungan antara suatu minyak bumi dengan minyak bumi lain dan hubungan minyak bumi dengan batuan induk. 2. Apabila dicuplik batuan yang memenjara minyak ini (batuan induk) atau minyak yang terperangkap dalam rongga bumi. Engler (1909). Lamanosow (Rusia. Teori alkalisasi panas dengan CO2 (Berthelot) Reaksi yang terjadi: alkali metal + CO2 karbida karbida + H2O ocetylena C2H2 C6H6 komponen-komponen lain Dengan kata lain bahwa didalam minyak bumi terdapat logam alkali dalam keadaan bebas dan bersuhu tinggi. Berdasarkan teori anorganik. atau selanjutnya akan bermigrasi membentuk suatu sumur minyak. Bruk (1936). 1758) merupakan orang yang pertama kali mengemukakan pendapat bahwa minyak bumi berasal dari tumbuh-tumbuhan. bahan pembentuk. yaitu : a. minyak bumi sudah terbentuk bersama-sama dengan biomarka. sehingga akan ter-perangkap pada suatu batuan berpori.

Minyak mentah belum dapat digunakan sebagai bahan bakar maupun untuk keperluan lainnya. dimana minyak mentah dipisahkan ke dalam kelompokkelompok (fraksi) dengan titik didih yang mirip. pengolahan minyak bumi dilakukan melalui destilasi bertingkat.PROSES PENGOLAHAN MINYAK BUMI Minyak bumi biasanya berada 3-4 km di bawah permukaan laut. Titik didih hidrokarbon meningkat seiring bertambahnya jumlah atom C yang berada di dalam molekulnya. Minyak bumi diperoleh dengan membuat sumur bor. Secara umum Proses Pengolahan Minyak Bumi digambarkan sebagai berikut: 10 . Minyak mentah (cude oil) berbentuk cairan kental hitam dan berbau kurang sedap. Minyak mentah yang diperoleh ditampung dalam kapal tanker atau dialirkan melalui pipa ke stasiun tangki atau ke kilang minyak. tetapi harus diolah terlebih dahulu. Oleh karena itu. Minyak mentah mengandung sekitar 500 jenis hidrokarbon dengan jumlah atom C-1 sampai 50.

sedangkan komponen yang titik didihnya lebih rendah naik ke bagian yang lebih atas lagi. Untuk menjaga suhu dan tekanan dalam kolom maka dibantu pemanasan dengan steam (uap air panas dan bertekanan tinggi). Gasolin (Bensin) Rentang rantai karbon : C6 sampai C11 Trayek didih : 50 sampai 85°C 3. Makin ke atas. Fraksi minyak mentah yang tidak menguap menjadi residu. Solar Rentang rantai karbon : C21 sampai C30 Trayek didih : 105 sampai 135°C 11 . sehingga setiap kali komponen dengan titik didih lebih tinggi akan terpisah. suhu yang terdapat dalam kolom fraksionasi tersebut makin rendah. Komponen yang titik didihnya lebih tinggi akan tetap berupa cairan dan turun ke bawah. Minyak mentah yang menguap pada proses destilasi ini naik ke bagian atas kolom dan selanjutnya terkondensasi pada suhu yang berbeda-beda. Mula-mula minyak mentah dipanaskan dalam aliran pipa dalam furnace (tanur) sampai dengan suhu ± 370°C. lilin. kemudian dicairkan dan disebut LPG (Liquified Petroleum Gas). Komponen yang berupa gas ini disebut gas petroleum. DESTILASI Destilasi adalah pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi berdasarkan perbedaan titik didihnya. sedangkan yang titik didihnya lebih rendah akan menguap dan naik ke bagian atas melalui sungkup-sungkup yang disebut sungkup gelembung. dan aspal. Dalam hal ini adalah destilasi fraksinasi. Demikian selanjutnya sehingga komponen yang mencapai puncak adalah komponen yang pada suhu kamar berupa gas. Fraksi minyak bumi yang dihasilkan berdasarkan rentang titik didihnya antara lain sebagai berikut : 1. Residu minyak bumi meliputi parafin. Residu-residu ini memiliki rantai karbon sejumlah lebih dari 20.1. Kerosin (Minyak Tanah) Rentang rantai karbon : C12 sampai C20 Trayek didih : 85 sampai 105°C 4. Gas Rentang rantai karbon : C1 sampai C5 Trayek didih : 0 sampai 50°C 2. Minyak mentah yang sudah dipanaskan tersebut kemudian masuk kedalam kolom fraksinasi pada bagian flash chamber (biasanya berada pada sepertiga bagian bawah kolom fraksinasi).

Residu Rentang rantai karbon : di atas C40 Trayek didih : di atas 300°C Fraksi-fraksi minyak bumi dari proses destilasi bertingkat belum memiliki kualitas yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. yaitu : a. Minyak Berat Rentang ranai karbon : C31 sampai C40 Trayek didih : 135 sampai 300°C 6.5. yaitu dengan penggunaan suhu tinggi dan tekanan yang rendah. Contoh cracking ini adalah pengolahan minyak solar atau minyak tanah menjadi bensin. Reaksi dari perengkahan katalitik melalui mekanisme perengkahan ion karbonium. Contoh reaksi-reaksi pada proses cracking adalah sebagai berikut : b. polimerisasi. yaitu dengan penggunaan katalis. Cara katalis (catalytic cracking). Gasolin yang diuji akan dibandingkan dengan campuran isooktana dan n-heptana. CRACKING Setelah melalui tahap destilasi. Proses ini terutama ditujukan untuk memperbaiki kualitas dan perolehan fraksi gasolin (bensin). Terdapat 3 cara proses cracking. Mula-mula katalis karena bersifat asam menambahkna proton ke molekul olevin atau menarik ion hidrida dari alkana sehingga menyebabkan terbentuknya ion karbonium : 12 . Katalis yang digunakan biasanya SiO2 atau Al2O3 bauksit. Bilangan oktan dipengaruhi oleh beberapa struktur molekul hidrokarbon. treating. 2. Kualitas gasolin sangat ditentukan oleh sifat anti knock (ketukan) yang dinyatakan dalam bilangan oktan. reforming. dan bilangan oktan 0 diberikan pada n-heptana yang mempunyai sifat anti knock yang buruk.4-trimetil pentana) yang mempunyai sifat anti knocking yang istimewa. Cara panas (thermal cracking). Bilangan oktan 100 diberikan pada isooktan (2. dan blending. masing-masing fraksi yang dihasilkan dimurnikan (refinery) Cracking adalah penguraian molekul-molekul senyawa hidrokarbon yang besar menjadi molekul-molekul senyawa hidrokarbon yang kecil. sehingga perlu pengolahan lebih lanjut yang meliputi proses cracking.2.

Contoh reaksinya : 4. Dalam proses ini menggunakan katalis asam kuat seperti H2SO4. Hidrocracking Hidrocracking merupakan kombinasi antara perengkahan dan hidrogenasi untuk menghasilkan senyawa yang jenuh. ALKILASI dan POLIMERISASI Alkilasi merupakan penambahan jumlah atom dalam molekul menjadi molekul yang lebih panjang dan bercabang. Oleh karena itu. Reaksi tersebut dilakukan pada tekanan tinggi.c. Kedua jenis bensin ini memiliki rumus molekul yang sama bentuk strukturnya yang berbeda. AlCl3 (suatu asam kuat Lewis). proses ini juga disebut isomerisasi. Reforming dilakukan dengan menggunakan katalis dan pemanasan. Reaksi secara umum adalah sebagai berikut: RH + CH2=CR’R’’ R-CH2-CHR’R” 13 . REFORMING Reforming adalah perubahan dari bentuk molekul bensin yang bermutu kurang baik (rantai karbon lurus) menjadi bensin yang bermutu lebih baik (rantai karbon bercabang) . 3. Keuntungan lain dari Hidrocracking ini adalah bahwa belerang yang terkandung dalam minyak diubah menjadi hidrogen sulfida yang kemudian dipisahkan. HCl. Pada proses ini digunakan katalis molibdenum oksida dalam Al2O3 atauplatina dalam lempung. Contoh reforming adalah sebagai berikut : Reforming juga dapat merupakan pengubahan struktur molekul dari hidrokarbon parafin menjadi senyawa aromatik dengan bilangan oktan tinggi.

adsorpsi selektif. Cara-cara proses treating adalah sebagai berikut :      Copper sweetening dan doctor treating. yaitu proses penghilangan lumpur dan perbaikan warna. 5. yaitu dengan : 14 . TREATING Treating adalah pemurnian minyak bumi dengan cara menghilangkan pengotor-pengotornya. yaitu proses penghilangan pengotor yang dapat menimbulkan bau yang tidak sedap. yaitu proses penghilangan unsur belerang. meracuni katalis dalam proses pengolahan. Pada dasarnya terdapat 2 cara desulfurisasi. hydrotreating. yaitu isooktana. Sulfur merupakan senyawa yang secara alami terkandung dalam minyak bumi atau gas. namun keberadaannya tidak dinginkan karena dapat menyebabkan berbagai masalah. termasuk di antaranya korosi pada peralatan proses. Dewaxing yaitu proses penghilangan wax (n parafin) dengan berat molekul tinggi dari fraksi minyak pelumas untuk menghasillkan minyak pelumas dengan pour point yang rendah.Polimerisasi adalah proses penggabungan molekul-molekul kecil menjadi molekul besar. dan lain-lain. atau produk samping pembakaran berupa gas buang yang beracun (sulfur dioksida. Deasphalting yaitu penghilangan aspal dari fraksi yang digunakan untuk minyak pelumas Desulfurizing (desulfurisasi). Acid treatment. bau yang kurang sedap. ekstraksi. Reaksi umumnya adalah sebagai berikut : M CnH2n Cm+nH2(m+n) Contoh polimerisasi yaitu penggabungan senyawa isobutena dengan senyawa isobutana menghasilkan bensin berkualitas tinggi. Sulfur yang disingkirkan dari minyak bumi ini kemudian diambil kembali sebagai sulfur elemental. antara lain menggunakan proses oksidasi. Berbagai upaya dilakukan untuk menyingkirkan senyawa sulfur dari minyak bumi. SO2) dan menimbulkan polusi udara serta hujan asam. Desulfurisasi merupakan proses yang digunakan untuk menyingkirkan senyawa sulfur dari minyak bumi.

Selain untuk gas alam dan hidrokarbon. saat ini ada pula teknik desulfurisasi yang lain yaitu biodesulfurisasi. Proses Shell-Paques Untuk Bio-Desulfurisasi Aliran Gas Salah satu lisensi proses bio-desulfurisasi untuk aliran gas adalah Shell Paques dari Shell Global Solutions International dan Paques Bio-Systems. dan saat ini kurang lebih terdapat sekitar 35 unit bio-desulfurisasi dengan lisensi Shell-Paques beroperasi di seluruh dunia. yaitu dengan mengubah hidrogen sulfida menjadi sulfur elementer yang dikatalis oleh enzim hasil metabolisme mikroorganisme sulfur jenis tertentu. Dekomposisi senyawa sulfur (umumnya terkandung dalam minyak bumi dalam bentuk senyawa merkaptan. maka sulfur yang dihasilkan dari proses ini dapat juga dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk. Karena sifatnya yang hidrofilik sehingga mudah diabsorpsi oleh tanah. serta 2. tanpa mengubah senyawa hidrokarbon dalam aliran proses. sedangkan sulfur diperoleh sebagai cake atau sebagai sulfur cair murni. Reaksi yang terjadi adalah reaksi aerobik.2-9. Proses ini sudah diterapkan secara komersial sejak tahun 1993.1. Ekstraksi menggunakan pelarut. Hidrogen sulfida yang dihasilkan dari dekomposisi senyawa sulfur tersebut kemudian dipisahkan dengan cara fraksinasi atau pencucian/pelucutan. Akan tetapi selain 2 cara di atas.Tahapan reaksi bio-desulfurisasi dapat digambarkan sebagai berikut : 15 . Keunggulan proses ini adalah dapat menyingkirkan senyawa sulfur yang sulit disingkirkan. Proses ini dapat menyingkirkan sulfur dari aliran gas dan menghasilkan hidrogen sulfida dengan kapasitas mulai dari 100 kg/hari sampai dengan 50 ton/hari. menggunakan mikroorganisme Thiobacillus yang sekaligus bertindak sebagai katalis proses bio-desulfurisasi. dan dilakukan dalam kondisi lingkungan teraerasi. Dalam proses ini. Jenis mikroorganisme yang digunakan untuk proses bio-desulfurisasi umumnya berasal dari Rhodococcus sp. Bio-desulfurisasi merupakan penyingkiran sulfur secara selektif dari minyak bumi dengan memanfaatkan metabolisme mikroorganisme. sulfida dan disulfida) secara katalitik dengan proses hidrogenasi selektif menjadi hidrogen sulfida (H2S) dan senyawa hidrokarbon asal dari senyawa belerang tersebut. Proses ini mulai dikembangkan dengan adanya kebutuhan untuk menyingkirkan kandungan sulfur dalam jumlah menengah pada aliran gas. namun penelitian lebih lanjut juga dikembangkan untuk penggunaan mikroorganisme dari jenis lain. dan terlalu banyak untuk disingkirkan menggunakan scavenger. misalnya alkylated dibenzothiophenes. bio-desulfurisasi juga digunakan untuk menyingkirkan sulfur dari batubara. yang terlalu sedikit jika disingkirkan menggunakan amine plant. Cairan soda dikembalikan ke absorber. aliran gas yang mengandung hidrogen sulfida dilewatkan pada absorber dan dikontakkan pada larutan soda yang mengandung mikroorganisme. Sulfur hasil reaksi kemudian melalui proses dekantasi untuk memisahkan dengan cairan soda. dan kemudian dialirkan ke bioreaktor THIOPAQ berupa tangki atmosferik teraerasi dimana mikroorganisme mengubah hidrogen sulfida menjadi sulfur elementer secara biologis dalam kondisi pH 8. Senyawa soda mengabsorbi hidrogen sulfida.

gas buang regenerator amine. Demikian pula halnya dengan pelumas. Penambahan TEL dapat meningkatkan bilangan oktan. agar diperoleh kualitas yang baik maka pada proses pengolahan diperlukan penambahan zat aditif. Hal ini membuat proses ini ideal untuk lokasi-lokasi dimana proses yang memerlukan pembakaran (misalnya flare atau incinerator) tidak dimungkinkan. Diantara bahan-bahan pencampur yang terkenal adalah tetra ethyl lead (TEL). fuel gas. synthesis gas. tetapi dapat menimbulkan pencemaran udara. handal dan aman (antara lain beroperasi pada suhu dan tekanan rendah) sehingga mudah untuk dioperasikan Proses Shell-Paques ini dapat diterapkan pada gas alam. 16 . terdapat sekitar 22 bahan pencampur yang dapat ditambanhkan pada proses pengolahannya.8%) hingga menyisakan kandungan hidrogen sulfida yang sangat rendah dalam aliran gas (kurang dari 4 ppm-volume) pemurnian gas dan pengambilan kembali (recovery) sulfur terintegrasi dalam 1 prosesgas buang (flash gas/vent gas) dari proses ini tidak mengandung gas berbahaya. TEL berfungsi menaikkan bilangan oktan bensin. BLENDING Proses blending adalah penambahan bahan-bahan aditif kedalam fraksi minyak bumi dalam rangka untuk meningkatkan kualitas produk tersebut . Absorpsi H2S oleh senyawa soda  Pembentukan sulfur elementer oleh mikroorganisme Keunggulan dari proses Shell-Paques adalah :        dapat menyingkirkan sulfur dalam jumlah besar (efisiensi penyingkiran hidrogen sulfida dapat mencapai 99. menghilangkan potensi bahaya dari penanganan solvent yang biasa digunakan untuk melarutkan hidrogen sulfida dalam proses ekstraksi sifat sulfur biologis yang hidrofilik menghilangkan resiko penyumbatan (plugging atau blocking) pada pipa Bio-katalis yang digunakan bersifat self-sustaining dan mampu beradaptasi pada berbagai kondisi proses Konfigurasi proses yang sederhana. Untuk memenuhi kualitas bensin yang baik. serta aliran oksigen yang mengandung gas limbah yang tidak dapat diproses dengan pelarut. Bensin yang memiliki berbagai persyaratan kualitas merupakan contoh hasil minyak bumi yang paling banyak digunakan di barbagai negara dengan berbagai variasi cuaca. sehingga sebelum dilepas ke lingkungan tidak perlu dibakar di flare.

nitrogen (0. sebab mudah mengalami adisi menjadi alkana. Adapun hidrokarbon tak jenuh (alkena.FRAKSI MINYAK BUMI Minyak mentah (crude oil) sebagian besar tersusun dari senyawa-senyawa hidrokarbon jenuh (alkana).01 sampai 0. oksigen (0.1 sampai 7%). Oleh karena minyak bumi berasl dari fosil organisme. Fraksi-fraksi yang diperoleh dari destilasi minyak bumi adalah campuran hidrokarbon yang mendidih pada trayek suhu tertentu. alkuna dan alkadiena) sangat sedikit dkandung oleh minyak bumi.6-0. mak minyak bumi mengandung senyawasenyawa belerang (0. Minyak mentah dipisahkan menjadi sejumlah fraksi-fraksi melalui proses destilasi (penyulingan).5). Pemisahan minyak mentah ke dalam komponen-komponen murni (senyawa tunggal) tidak mungkin dilakukan dan juga tidak prakstis sebab terlalu banyak senyawa yang ada dalam minyak tersebut dan senyawa hidrokarbon memiliki isomer-isomer dengan titik didih yang berdekatan.4%) dan senyawa logam dalam jumlah yang sanagt kecil. 17 . Proses destilasi dikerjakan dengan menggunakan kolom atau menara destilasi (Gambar 19. Misalnya fraksi minyak tanah (kerosin) tersusun dari campuran senyawa-senyawa yang mendidih antar 1800C-2500C.9%).

sehingga sebisa mungkin harus kita hindari. Jika campuran gas ini terbakar karena tekanan yang tinggi (dan bukan karena percikan api dari busi). sehingga bensin "murah" dapat digunakan dan aman untuk mesin dengan menambahkan 18 . Bensin dengan bilangan oktan 87. sehingga hanya diperuntukkan untuk mesin kendaraan yang memiliki ratio kompresi yang tidak melebihi angka tersebut. parafin. adapun hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut: Sisa : 1. misalnya. berarti bensin tersebut terdiri dari 87% oktana dan 13% heptana (atau campuran molekul lainnya). maka akan terjadi knocking atau ketukan di dalam mesin. yang dapat terbakar spontan meskipun baru ditekan sedikit. Menambahkan tetraethyl lead (TEL. campuran udara dan bensin (dalam bentuk gas) ditekan oleh piston sampai dengan volume yang sangat kecil dan kemudian dibakar oleh percikan api yang dihasilkan busi. karena dari seluruh molekul penyusun bensin. campuran udara dan bensin juga bisa terbakar secara spontan sebelum percikan api dari busi keluar. Pertamax 94 → Premix-TT 98 → PertamaxPlus Angka oktan bisa ditingkatkan dengan menambahkan zat aditif bensin. 2. Knocking ini akan menyebabkan mesin cepat rusak. Di dalam mesin. Karena besarnya tekanan ini. Bensin ini akan terbakar secara spontan pada angka tingkat kompresi tertentu yang diberikan. Minyak bisa menguap : minyak-minyak pelumas.Proses pertama dalam pemrosesan minyak bumi adalah fraksionasi dari minyak mentah dengan menggunakan proses destilasi bertingkat. Beberapa angka oktan untuk bahan bakar:      87 → Bensin standar di Amerika Serikat 88 → Bensin tanpa timbal Premium 92 → Bensin standar di Eropa. Oktana dapat dikompres sampai volume kecil tanpa mengalami pembakaran spontan. tidak seperti yang terjadi pada heptana. dan vaselin. Umumnya skala oktan di dunia adalah Research Octane Number (RON). Nama oktan berasal dari oktana (C8). RON ditentukan dengan mengisi bahan bakar ke dalam mesin uji dengan rasio kompresi variabel dengan kondisi yang teratur. oktana yang memiliki sifat kompresi paling bagus. Bahan yang tidak bisa menguap : aspal dan arang minyak bumi BILANGAN OKTAN Bilangan oktan adalah angka yang menunjukkan seberapa besar tekanan yang bisa diberikan sebelum bensin terbakar secara spontan. Pb(C2H5)4) pada bensin akan meningkatkan bilangan oktan bensin tersebut. lilin.

Celakanya. Belakangan diketahui bahwa MTBE ini juga berbahaya bagi lingkungan karena mempunyai sifat karsinogenik dan mudah bercampur dengan air. sehingga jika terjadi kebocoran pada tempat-tempat penampungan bensin (misalnya di pompa bensin) MTBE masuk ke air tanah bisa mencemari sumur dan sumber-sumber air minum lainnya. sehingga akan mengurangi pembakaran tidak sempurna bensin yang menghasilkan gas CO. termasuk manusia. yang berasal dan dibuat dari etanol. Etanol semakin sering dipergunakan sebagai komponen bahan bakar setelah harga minyak bumi semakin meningkat. 19 . C5H11O). Etanol yang berbilangan oktan 123 juga digunakan sebagai campuran. Etanol lebih unggul dari TEL dan MTBE karena tidak mencemari udara dengan timbal. MTBE juga dapat menambahkan oksigen pada campuran gas di dalam mesin. Selain dapat meningkatkan bilangan oktan. Selain itu. timbal sudah dilarang untuk dipakai sebagai bahan campuran bensin. Di negara-negara maju. etanol mudah diperoleh dari fermentasi tumbuh-tumbuhan sehingga bahan baku untuk pembuatannya cukup melimpah.timbal ini. lapisan tipis timbal terbentuk pada atmosfer dan membahayakan makhluk hidup. MTBE murni berbilangan setara oktan 118. Untuk mengubah Pb dari bentuk padat menjadi gas pada bensin yang mengandung TEL dibutuhkan etilen bromida (C2H5Br). Zat tambahan lainnya yang sering dicampurkan ke dalam bensin adalah MTBE (methyl tertiary butyl ether.

Secara langsung atau tidak langsung hal ini mengakibatkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan makhluk hidup karena sisa pembakaran energi fosil ini menghasilkan zat-zat pencemar yang berbahaya.Pencemaran udara terutama di kota-kota besar telah menyebabkan turunnya kualitas udara sehingga mengganggu kenyamanan lingkungan bahkan telah menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan.80%. Dewasa ini. hampir semua kebutuhan energi manusia diperoleh dari konversi sumber energi fosil. disamping kegiatan rumah tangga dan kebakaran hutan. Hasil penelitian di Jakarta menunjukan bahwa kendaraan bermotor memberikan kontribusi pencemaran CO sebesar 98. misalnya pembangkitan listrik dan alat transportasi yang menggunakan energi fosil sebagai sumber energinya. Menurunnya kualitas udara tersebut terutama disebabkan oleh penggunaan bahan bakar fosil yang tidak terkendali dan tidak efisien pada sarana transportasi dan industri yang umumnya terpusat di kota-kota besar. Semarang dan Surabaya) menunjukan bahwa kendaraan bermotor merupakan sumber utama pencemaran udara. Bandung. Hasil penelitian dibeberapa kota besar (Jakarta. 20 .DAMPAK PENGGUNAAN MINYAK BUMI Jumlah penduduk dunia terus meningkat setiap tahunnya.90% (Bapedal. NOx sebesar 73. sehingga peningkatan kebutuhan energi pun tak dapat dielakkan.40% dan HC sebesar 88. 1992).

Emisi SO2 (Sulfur dioksida) adalah pelepasan gas SO2 ke udara yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil dan peleburan logam. kegiatan eksploitasi dan pemakaian sumber energi dari alam untuk memenuhi kebutuhan manusia akan selalu menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan (misalnya udara dan iklim. dan sisanya berasal dari proses alami (misalnya kegiatan mikroorganisme yang mengurai zat organik). batu bara) juga melepaskan gas-gas. Gas SO2 yang teremisi ke udara dapat membentuk asam sulfat (H2SO4) yang menyebabkan terjadinya hujan asam. setengah dari konsentrasi SO2 juga berasal dari kegiatan manusia. sebagian NOx tersebut berubah menjadi asam nitrat (HNO3) yang dapat menyebabkan terjadinya hujan asam. setengah dari konsentrasi NOx berasal dari kegiatan manusia (misalnya pembakaran bahan bakar fosil untuk pembangkit listrik dan transportasi). Emisi NOx (Nitrogen oksida) adalah pelepasan gas NOx ke udara. smog dan pemanasan global). Berikut ini disajikan beberapa dampak negatif penggunaan energi fosil terhadap manusia dan lingkungan: Dampak Terhadap Udara dan Iklim Selain menghasilkan energi. Seperti kadar NOx di udara. Di udara.dan sulfur dioksida (SO2) yang menyebabkan pencemaran udara (hujan asam. antara lain karbon dioksida (CO2).Secara umum. pembakaran sumber energi fosil (misalnya: minyak bumi. nitrogen oksida (NOx). Di udara. 21 . air dan tanah).

antara lain oleh kendaraan bermotor. SO2. hujan asam akan menyebabkan terganggunya makhluk hidup di dalamnya. lapuk). dan kegiatan industri. yang dikenal sebagai “hujan asam”. Jika dari awan tersebut turun hujan. Untuk perairan. Smog merupakan pencemaran udara yang disebabkan oleh tingginya kadar gas NOx.Emisi gas NOx dan SO2 ke udara dapat bereaksi dengan uap air di awan dan membentuk asam nitrat (HNO3) dan asam sulfat (H2SO4) yang merupakan asam kuat. Hujan asam menyebab kan tanah dan perairan (danau dan sungai) menjadi asam. O3 di udara yang dilepaskan. air hujan tersebut bersifat asam (pH-nya lebih kecil dari 5. dengan asamnya tanah akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman produksi. Untuk pertanian dan hutan. 22 .6 yang merupakan pH “hujan normal”). Selain itu hujan asam secara langsung menyebabkan rusaknya bangunan (karat. Smog dapat menimbulkan batuk-batuk dan tentunya dapat menghalangi jangkauan mata dalam memandang.

Hal tersebut dapat mengakibatkan perubahan iklim dan kenaikan permukaan air laut. Batu bara selain menghasilkan pencemaran (SO2) yang paling tinggi. jumlah karbon dioksida yang dilepas oleh minyak akan mencapai 2 ton sedangkan dari gas bumi hanya 1. Emisi CO2 tersebut menyebabkan kadar gas rumah kaca di atmosfer meningkat.5 ton 23 . Emisi CH4 (metana) adalah pelepasan gas CH4 ke udara yang berasal. dari gas bumi yang tidak dibakar. Membakar 1 ton batu bara menghasilkan sekitar 2. Untuk mendapatkan jumlah energi yang sama. Metana merupakan salah satu gas rumah kaca yang menyebabkan pemasanan global. juga menghasilkan karbon dioksida terbanyak per satuan energi.5 ton karbon dioksida. karena unsur utama dari gas bumi adalah gas metana. sehingga terjadi peningkatan efek rumah kaca dan pemanasan global. CO2 tersebut menyerap sinar matahari (radiasi inframerah) yang dipantulkan oleh bumi sehingga suhu atmosfer menjadi naik.Emisi CO2 adalah pemancaran atau pelepasan gas karbon dioksida (CO2) ke udara. antara lain.

Dampak Terhadap Perairan Eksploitasi minyak bumi. Pertambangan ini memerlukan lahan yang sangat luas. 24 . misalnya: bocornya tangker minyak atau kecelakaan lain akan mengakibatkan tumpahnya minyak (ke laut. Masalah yang berkaitan dengan lapisan tanah muncul terutama dalam pertambangan terbuka (Open Pit Mining). sungai atau air tanah) dapat menyebabkan pencemaran perairan. Perlu diketahui bahwa lapisan batu bara terdapat di tanah yang subur. khususnya cara penampungan dan pengangkutan minyak bumi yang tidak layak. misalnya dari pertambangan batu bara. Dampak Terhadap Tanah Dampak penggunaan energi terhadap tanah dapat diketahui. sehingga bila tanah tersebut digunakan untuk pertambangan batu bara maka lahan tersebut tidak dapat dimanfaatkan untuk pertanian atau hutan selama waktu tertentu. Pada dasarnya pencemaran tersebut disebabkan oleh kesalahan manusia.

bensin.HASIL PENGGUNAAN MINYAK BUMI Proses pengolahan minyak bumi yang berupa lumpur hitam untuk menjadi minyak bumi dalam bentuk yang beraneka ragam seperti kerosin. minyak tanah. Kerosin atau alias Minyak Tanah Kerosin adalah bahan bakar cair untuk kebutuhan rumah tangga. 5. 25 . Di sini kita akan menjelaskan lebih rinci mengenai hasil keluarannya. Minyak Diesel Minyak diesel adalah cairan yang digunakan untuk menjalanan mesin diesel / disel. yaitu sebagai berikut di bawah ini : 1. 7. 4. bio diesel. bensol. Bensin Bensin adalah cairan yang difungsikan untuk bahan bakar kendaraan bermotor seperti mobil dan motor. 3. 2. dan lain sebagainya membutuhkan proses produksi yang panjang. Gas Bakar Gas bakar adalah gas yang berfungsi sebagai bahan bakar gas untuk kebutuhan hidup rumah tangga sehari-hari dan juga untuk keperluan bahan industri. solar.org ini. Arang atau Batu Ampas Arang adalah bahan bakar yang banyak dipakai untuk kebutuhan industri. Hasil keluaran dapat bertingkat-tingat maupun hanya mengeluarkan satu hasil saja. Minyak Bakar Minyak bakar adalah bahan bakar yang dipakai untuk kapal laut dan untuk keperluan operasional industri. bio pertamax. Bensol Bensol adalah bahan bakar kapal terbang atau pesawat terbang. 6. Penjelasan mengenai tehnik dan cara mengolah minyak bumi mentah menjadi matang dapat dilihat pada artikel lain di situs organisasi. ----Tambahan : Hasil Proses pengolahan minyak bumi juga dapat menghasilkan keluaran lain yang dapat digunakan seperti sebagaimana berikut di bawah ini : 1. Aspal Aspal adalah salah satu material yang digunakan untuk membuat jalan raya.

lilin batik dan masih banyak lagi lainnya. korek api. Gas Hidrokarbon Hidrokarbon adalah bahan untuk memproduksi karet sistetis atau tiruan dari bahan dasar plastik 3. 26 .2. korek api. industri tenun menenun. Parafin Parafin adalah salah satu bahan yang dipakai untuk tutup botol.