You are on page 1of 4

CHAPTER 4 TEORI PERILAKU INDIVIDU PERILAKU KONSUMEN (PELANGGAN) Konsumen adalah individu yang melakukan pembelian barang atau

jasa dari perusahaan untuk tujuan konsumsi. Dalam menggambarkan perilakuk konsumen, ada 2 faktor yang penting tetapi berbeda untuk dipertimbangkan, yaitu peluang konsumen dan selera konsumen. Peluang konsumen merupakan barang dan jasa yang memungkinkan para konsumen mampu untuk mengkonsumsinya. Sedangkan selera konsumen akan menentukan barang-barang yang akan dikonsumsi.

Gambar-1. “Kurva Indiferen” Gambar-2. “Kelompok Kuva Indiferen” Kurva indiferen adalah kurva yang mendefinisikan hubungan 2 barang atau lebih yang memberikan konsumen sebuah tingkat kepuasan yang sama. Gambar kurva menurun karena dalam membeli, konsumen terdapat keterbatasan uang untuk membeli barang. Diasumsikan seorang konsumen mampu untuk membeli sesuai dengan selera mereka untuk kumpulan alternatif atau kombinasi produk dari yang terbaik hingga terburuk. Urutan selera adalah diasumsikan memenuhi 4 sifat dasar, yaitu : 1. Properti 4-1 : Kesempurnaan, untuk setiap kumpulan, katakanlah barang A dan B, baik A>B,B>A, atau A~B. Jika selera adalah tidak sempurna, mungkin ada kasus dimana konsumen akan mengklaim tidak tahu apakah mereka lebih suka barang A ke B, B ke A yang lebih disukai, ataukah ketidakpedulian antara dua barang. Jika konsumen tidak dapat mengekspresikan dirinya atau selera sendiri terhadap barang, manajer tidak dapat memprediksi pola konsumsi individu dengan akurat. 2. Properti 4-2 : Lebih banyak lebih baik, sebagai konsumen, jika ditawarkan jumlah barang 1 atau 2, pasti akan lebih memilih barang dengan jumlah 2. 3. Properti 4-3 : Mengurangi tingkat substitusi marjinal, sebagai konsumen dapat memperoleh barang X lebih banyak, dan bersedia melepaskan barang Y untuk mendapatkan unit barang X yang lain. 4. Properti 4-4 : Transitivitas, untuk 3 jenis barang A,B, dan C, jika A>B dan B>C, kemudian A>C. Sama halnya jika A~B dan B~C, kemudian A~C. Asumsi dari selera transitif, bersama dengan asumsi lebih banyak lebih baik, menyiratkan bahwa kurva indiferen tidak berpotongan satu sama lain juga menghilangkan kemungkinan bahwa konsumen terjebak dalam siklus yang abadi, dimana konsumen tidak akan pernah membuat pilihan lain. HAMBATAN-HAMBATAN Dalam membuat keputusan, setiap individu akan dihadapkan pada suatu hambatan berupa hambatan legal, waktu, fisik, dan juga biaya.

Misalnya gambar kurva dibawah ini.Kurva III. PERBANDINGAN STATIK 1. maka permintaan barang akan naik . jika harga harga barang A turun dan harga barang B naik . yang artinya permintaan barang X dan Y menurun. Persamaan untuk batas biaya adalah : Y = MPx – (PxPy)X dimana. M adalah pendapatan. yang artinya jumlah permintaan barang X dan Y meningkat. jika jumlah barang yang dibeli dibawah batas biaya (kurva IC1) maka kepuasan pasien juga kurang.Kurva I. P adalah harga. sedangkan area diluar kurvamenunjukkan bahwa individu tidak dapat membeli produk. maka kurva akan bergeser ke kanan. maka akan dapat menurunkan kepuasan dari konsumen. atau disebut juga kesetimbangan konsumen dalam membeli barang dan memnggunakan biaya yang ada. pembelian yang baik adalah pembelian yang optimum.Hambatan biaya Dari gambar kurva diatas. Perubahan harga dan perilaku konsumen Perubahan harga akan menyebabkan perubahan konsumsi ekuilibrium barang. harga barang X turun. dan X adalah barang A.Kurva II. begitu pul. jika harga barang A turun dan harga barang B tetap KESETIMBANGAN KONSUMEN Semakin banyak jumlah barang yang dapat dimiliki oleh konsumen. maka kurva akan bergeser ke kiri. maka tingkat kepuasan konsumen akan meningkat. Area di dalam kurva menunjukkan bahwa individu mampu untuk membeli dan masih terdapat sisa biaya. jika harga barang A dan B tetap . garis lurus warna merah menunjukkan batas biaya yang dimiliki oleh individu. Oleh karena itu. Perubahan Harga III I II Keterangan : . Perubahan Pendapatan Jika pendapatan seorang konsumen meningkat. Namun jika pembelian barang dalam jumlah yang sangat banyak melebihi batas biaya yang dimiliki (kurva IC3). karena biaya yang dimiliki tidak mencukupi. Y adalah barang B. Sedangkan jika pendapatan seorang konsumen menurun. yaitu jumlah produk X dan Y yang dibeli sesuai dengan kemampuan dana yang dimiliki (kurva IC2).

Perubahan pendapatan dan perilaku konsumen Ketika barang X dan Yadalah barang normal. maka permintaan barang Y akan menurun juga. 2. 3. KURVA INDIFEREN DAN KURVA Permintaan individual Permintaan individu tergantung dari harga barang. maka kurva budget line akan bergeser ke kanan dan titik ekuilibrium juga akan ikut bergeser. APLIKASI DARI ANALISIS KURVA INDIFEREN 1. Pilihan oleh para konsumen Dengan menerapkan sistem “buy one get one free” akan dapat meningkatkan kepuasan konsumen.(kurva C ke kurva D). Semakin sedikit waktu luang. dimana merupakan titik optimal. . Efek barang substitusi dan pendapatan Efek substitusi adalah perubahan kurva indiferen dari hasil perubahan harga barang yang berhubungan dengan pendapatan yang konstan. yaitu tercapainya keseimbangan antara pendapatan dan waktu luang. Pilihan oleh para pegawai dan manajer Kurva indiferen akan menghubungkan antara waktu luang (sumbu X) dan pendapatan (sumbu Y) seperti berikut. peningkatan pendapatan akan diikuti dengan peningkatan konsumsi barang X dan Y. begitu juga sebaliknya. sehingga saat harga barang X turun. sperti ditunjukkan pada gambar berikut : Saat konsumen ditawarkan pada sistem ini. disini akan terjadi pergeseran titik ekuilibrium dari titik T2 menjadi ke titik T3. dimana diasumsikan barang Y adalah barang substitusi barang X. peningkatan pendapatan akan diikuti dengan penurunan konsumsi barang X dan Y. maka pendapatan pekerja akan semakin meningkat. Ketika barang X dan Y adalah barang inferior. maka titik ekuilibrium akan berpindah akibat meningkatnya permintaan terhadap barang B. disaat harga barang B turun dan harga barang A. 2. Sedangkan efek pendapatan adalah pergerakan kurva indiferen dari hasil perubahan nyata dalam pendapatan akibat dari perubahan harga. tetapi permintaan barang A tetap. HUBUNGAN ANTARA PERMINTAAN ANALISIS 1. Dalam kurva juga terdapat titik ekuilibrium pekerja.

Permintaan pasar dari kurva dapat dilihat bahwa semakin rendah harga barang. . maka permintaan barang akan semakin besar.2.