You are on page 1of 6

Muhammad Reza Kusuma Al-Faiz NRP: 1251223 __ Kelas : AK-G____Resume Intrapreneurship & Leadership

Intrapreneurship
Intrapreneurship adalah tindakan berperilaku seperti pengusaha dalam organisasi yang lebih besar. Dengan kata lain adalah "Seseorang dalam sebuah perusahaan besar yang mengambil tanggung jawab langsung untuk mengubah ide menjadi produk jadi yang menguntungkan melalui pengambilan risiko tegas dan inovasi". (1992, The American Heritage Dictionary) Praktek gaya manajemen perusahaan yang mengintegrasikan pendekatan pengambilan risiko dan inovasi, serta penghargaan dan teknik motivasi, yang lebih tradisional dianggap sebagai provinsi kewirausahaan, sehingga dapat dikatakan sebagai Entrepreneurship yang dipraktekkan di dalam sebuah organisasi yang mapan. Kelebihannya dibandingkan entrepreneursip terutama pada ketersedian sumber daya. Semangat intrapreneurship dalam sebuah perusahaan yang sudah mapan mempunyai sumber dayanya sudah tersedia dan ‘gratis’, tinggal bagaimana memanfaatkan kesempatan yang ada. Hambatannya adalah spesialisasi dan pemisahan seringkali menghambat komunikasi, dan kompetisi internal seringkali pula menciptakan problem tersendiri Tiga pilar Intrapreneurship:  Inovasi: kemampuan untuk melihat segala sesuatu dengan cara yang baru.  Pengambilan resiko yang terkalkulasi: kemampuan untuk mengambil kesempatan yang sudah diperhitungkan dan menganggap kegagalan sebagai suatu pengalaman belajar.  Kreativitas: kemampuan untuk memperkirakan berbagai kemungkinan di masa depan dan secara proaktif menciptakan apa yang diidamkan.  Kegigihan dalam keadaan yang serba terbatas dalam perintisan pasar merupakan ujian semangat intrapreneurship. Semangat ini seringkali luntur dalam perusahaan yang meraksasa dan stabil, yang dapat menimbulkan rasa aman yang berlebihan

Karakteristik intrapreneur:  Visionary  Understand the environment  Action oriented  Risk taker

Padahal penghargaan yang akan diperolehnya jika mengalami kegagalan tidak seberapa. Sedangkan Hersey menambahkan bahwa leadership adalah usaha untuk mempengaruhi individual lain atau kelompok. Encourage teamwork  Establish coalition intrapreneurship sulit tumbuh karena beberapa hal:  Pertama. sementara penghargaan terhadap kesuksesan terlalu rendah. Daripada mengambil resiko yang dapat menghancurkan karirnya. wewenang yang dimiliki. ciri kepribadian dan kemampuan sosial . terjadinya inersia yang disebabkan oleh kemapanan sebuah sistem. Intrapreneurship harus mempunyai ruang terhadap terjadinya kegagalan sementara kegagalan di dalam sebuah organisasi sering diharamkan dan dapat merusak karir seseorang. Ketiga.  Kedua. biaya terhadap suatu kegagalan bagi yg bersangkutan terlalu tinggi. Seorang pemimpin harus memadukan unsur kekuatan diri. anggota organisasi cenderung cari selamat. hirarki organisasi yang menyebabkan hambatan yang berlapis-lapis untuk menciptakan dan bertindak dengan cara yang baru. Kunci sukses membangun intrapreneurship:  Dukungan dari pemilik dan manajemen puncak  Pelatihan  Sistem komunikasi  Pengalokasian intelejensi sumber daya untuk mewujudkan intraprreneur  Reward bagi intrapreneurer  Toleransi kegagalan  Kolaborasi dan teamwork Leadership: Teori Kepemimpinan Kreiner menyatakan bahwa leadership adalah proses mempengaruhi orang lain yang mana seorang pemimpin mengajak anak buahnya secara sukarela berpartisipasi guna mencapai tujuan organisasi. yang menyebabkan tidak seorang pun tergugah untuk melakukan perubahan.

Genetic Theory Pemimpin adalah dilahirkan dengan membawa sifat-sifat kepemimpinan dan tidak perlu belajar lagi.Human Relation . Behavioral Theory Karena keterbatasan peramalan efektivitas kepemimpinan melalui trait.Motivasi Intrinsik . Sifat-sifat yang dimiliki antara lain kepribadian. keunggulan fisik. Gordon mencakup kemampuan istimewa dalam: . angin. api.Pendidikan .Statuts Sosial Ekonomi . dan kemampuan sosial. bulan.Kematangan Pribadi . yakni delapan sifat unggul yang dikaitkan dengan sifat alam seperti tanah.Kemampuan Intelektual . Sifat utama seorang pemimpin diperoleh secara genetik dari orang tuanya. bintang. angkasa.Dorongan untuk maju Ronggowarsito menyebutkan seorang pemimpin harus memiliki astabrata. matahari.untuk bisa mempengaruhi perilaku orang lain. para peneliti mulai mengembangkan pemikiran untuk meneliti perilaku pemimpin sebagai cara . Karakter yang harus dimiliki seseorang manurut judith R. Traits theory Teori ini menyatakan bahwa efektivitas kepemimpinan tergantung pada karakter pemimpinnya.

White & Lippit pada tahun 1930 an. Sedangkan kelompok Michigan memakai istilah job-centered dan employee-centered. Kelompok Ohio mengungkapkan dua dimensi kepemimpinan. Continuum of Leadership behavior.untuk meningkatkan efektivitas kepemimpinan.faire dengan titik dengan demokratis. Robert Tannenbaum dan Warren H Schmidt memperkenalkan continnum of leadership yang menjelaskan pembagian kekuasaan pemimpin dan bawahannya.Kepemimpinan yang berorientasi pada pegawai akan ditandai dengan perilaku pemimpinnya yang memandang penting hubungan baik dan manusiawi dengan bawahannya.Kepemimpinan yang berorientasi pada pekerjaan dimana perilaku pemimpinnya dalam penyelesaiannya tugasnya memberikan tugas.Blake dan Jane Srygley Mouton dengan melakukan adaptasi dan pengembangan data penelitian kelompok Ohio dan Michigan. C. yaitu initiating structure yang berorientasi pada tugas dan consideration yang berorientasi pada manusia. yaitu authoritarian yang menerapkan kepemimpinan otoriter. . The Managerial Grid Teori ini diperkenalkan oleh Robert R. B. Democratic & Laissez Faire Penelitian ini dilakukan oleh Lewin. Pembahasan model ini dikembangkan oleh ahli psikologi industri dari Ohio State University dan Universitas of Michigan. Konsep ini membahas dua orientasi kepemimpinan yaitu . Mereka mengemukakan 3 tipe perilaku pemimpin. Teori Employee Oriented and Task Oriented Leadership . democratic yang mengikut sertakan bawahannya dan Laissez Faire yang menyerahkan kekuasaannya pada bawahannya. Continuum membagi 7 daerah mulai dari otoriter sd laissez . mengatur pelaksanaan. Konsepnya beralih dari siapa yang memiliki memimpin ke bagaimana perilaku seorang untuk memimpin secara efektif. mengawasi dan mengevaluasi kinerja bawahan sebagai hasil pelaksanaan tugas. . D.Leadership style matrix. A. Authoritarian.

kebijakan. birokrasi merupakan faktor yang berpengaruh pada efektivitas pemimpinnya. . pengalaman bawahan akan berpengaruh pada gaya memimpinnya. efektivitas kepemimpinan tergantung pada kebutuhan dan situasi Situational Leadership Pengembangan teori ini merupakan penyempurnaan dari kelemahan-kelemahan teori yang ada sebelumnya. pengalaman. motivasi dan penelitian terhadap reward yang disediakan oleh perusahaan.Blake & Mouton mengembangkan matriks yang memfokuskan pada penggambaran lima gaya kepemimpinan sesuai denan lokasinya.Gaya kepemimpinan lebih fleksibel.Gaya kepemimpinan tidak gifted tetapi dapat dipelajari . ketrampilan.Karakteristik pekerja : kepribadian.Tidak ada satupun gaya yang paling benar.Karakteristik pekerjaan : tugas yang penuh tantangan akan membuat seseorang lebih bersemangat.Kemampuan manajerial : kemampuan ini meliputi kemampuan sosial.Karakteristik organisasi : budaya organisasi. A. . pemimpin dapat mengganti atau memodifikasi orientasi tugas atau pada manusianya sesuai kebutuhan. tingkat kerjasama kelompok berpengaruh efektivitas pemimpinnya. kebutuhan. Empat dimensi situasi secara dinamis akan memberikan pengaruh terhadap kepemimpinan seseorang. . . Fiedler Contingency Model . Dasarnya adalah teori contingensi dimana pemimpin efektif akan melakukan diagnose situasi.Kepemimpinan memiliki paling tidak dua dimensi yang lebih kompleks dibanding teori pendahulunya yaitu genetik dan trait. . memilih gaya kepemimpinan yang efektif dan menerapkan secara tepat. . Dari teori-teori diatas dapatlah disimpulkan bahwa behavioral theory memiliki karakteristik antara lain: .

Position power : ukuran aktual seorang pemimpin.Model ini menyatakan bahwa gaya kepemimpinan yang paling efektif tergantung pada situasi yang dihadapi dan perubahan gaya bukan merupakan suatu hal yang sulit. saling menghargai) atau lemah. ada beberapa power yaitu: -> legitimate power : adanya kekuatan legal pemimpin -> reward power : kekuatan yang berasal imbalan yang diberikan pimpinan -> coercive power : kekuatan pemimpin dalam memberikan ancaman -> expert power : kekuatan yang muncul karena keahlian pemimpinnya -> referent power : kekuatan yang muncul karena bawahan menyukai pemimpinnya -> information power : pemimpin mempunyai informasi yang lebih dari bawahannya. Fiedler memperkenalkan tiga variabel yaitu: .leader-member relationship : hubungan antara pimpinan dengan bawahan. .task structure : keadaan tugas yang dihadapi apakah structured task atau unstructured task . apakah kuat (saling percaya. .