PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 1966 TENTANG WAJIB SIMPAN RAHASIA KEDOKTERAN Presiden Republik Indonesia

, Menimbang: bahwa perlu ditetapkan peraturan tentang wajib simpan rahasia kedokteran. Mengingat: 1.Pasal 5 ayat(2)Undang-Undang Dasar l945; 2.Pasal 10 ayat (4) Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1960 tentang Pokok-pokok Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1960 No. 131 ); 3.Peraturan Pemerintah No. 26 Tahun 1960 tentang lafal sumpah dokter (Lembaran Negara Tahun 1960 No.69); Mendengar: Presidium Kabinet Dwikora yang disempurnakan. MEMUTUSKAN: Menetapkan: "PERATURAN PEMERINTAH TENTANG WAJIB SIMPAN RAHASIA KEDOKTERAN". Pasal 1. Yang dimaksud dengan rahasia kedokteran ialah segala sesuatu yang diketahui oleh orangorang tersebut dalam pasal 3 pada waktu atau selama melakukan pekerjaannya dalam lapangan kedokteran. Pasal 2. Pengetahuan tersebut pasal 1 harus dirahasiakan oleh orang-orang yang tersebut dalam pasal 3, kecuali apabila suatu peraturan lain yang sederajat atau lebih tinggi daripada Peraturan Pemerintah ini menentukan lain. Pasal 3. Yang diwajibkan menyimpan rahasia yang dimaksud dalam pasal 1 ialah: a.tenaga kesehatan menurut pasal 2 Undang-undang tentang Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara tahun 1963 No. 79). b.mahasiswa kedokteran, murid yang bertugas dalam lapangan pemeriksaan, pengobatan dan/atau perawatan, dan orang lain yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan. Pasal 4 Terhadap pelanggaran ketentuan mengenai: wajib simpan rahasia kedokteran yang tidak atau tidak dapat dipidana menurut pasal 322 atau pasal 112 Kitab Undang-undang Hukum Pidana,

Menteri Kesehatan dapat melakukan tindakan administratif berdasarkan pasal 11 Undangundang tentang Tenaga Kesehatan. Dalam pelaksanaan peraturan ini Menteri Kesehatan dapat mendengar Dewan Pelindung Susila Kedokteran dan/atau badan-badan lain bilamana perlu. Pada waktu menerima ijazah seorang dokter bersumpah: "Saya akan merahasiakan segala sesuatu yang saya ketahui karena pekerjaan saya dan karena keilmuan saya sebagai dokter". Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 21 Mei 1966. Pasal 6. menurut pasal 322 KUHP yang berbunyi: : "Barangsiapa dengan sengaja membuka suatu rahasia yang ia wajib menyimpan oleh karena jabatan atau . 10 TAHUN 1966 TENTANG WAJIB SIMPAN RAHASIA KEDOKTERAN UMUM . Ia harus dapat menceriterakan dengan hati terbuka segala keluhan yang mengganggunya. Pasal 8. MOHD. PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH No. Apabila pelanggaran yang dimaksud dalam pasal 4 dilakukan oleh mereka yang disebut dalam pasal 3 huruf b. Peraturan ini mulai berlaku pada hari diundangkannya. baik oleh dokter maupun oleh petugas kedokteran yang bekerja sama dengan dokter tersebut. Agar setiap orang dapat mengetahuinya. Dan sebagai pemangku suatu jabatan ia wajib merahasiakan apa yang diketahuinya karena jabatannya. ICHSAN. Pasal 7. Diundangkan di Jakarta pada tanggal 21 Mei 1966. Peraturan ini dapat disebut "Peraturan Pemerintah tentang Wajib Simpan Rahasia Kedokteran". Ini adalah syarat utama untuk hubungan baik antara dokter dengan penderita. Ia tidak boleh merasa khawatir bahwa segala sesuatu mengenai keadaannya akan disampaikan kepada orang lain. PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. baik yang bersifat jasmaniah maupun rohaniah. memerintahkan pengundangan Peraturan Pemerintah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia. SUKARNO. Setiap orang harus dapat meminta pertolongan kedokteran dengan perasaan aman dan bebas. dengan keyakinan bahwa hak *16858 itu berguna untuk menyembuhkan dirinya. Pasal 5. maka Menteri Kesehatan dapat mengambil tindakan-tindakan berdasarkan wewenang dan kebijaksanaannya. SEKRETARIS NEGARA.

maupun secara insidentil. maka membocorkan rahasia jabatan. . "Jika kejahatan ini dilakukan terhadap seseorang yang tertentu maka ini hanya dituntut atas pengaduan orang itu". Juga termasuk fakta yang dikumpulkan oleh pembantu-pembantunya. pemeriksaan dengan alat-alat kedokteran dan sebagainya. adalah suatu tindak pidana yang dituntut atas pengaduan (klachdelict). Berdasarkan pasal ini Menteri Kesehatan dapat meminta kepada instansi yang bersangkutan (umpama untuk urusan mahasiswa kepada Departemen P.T. interpretasinya untuk menegakkan diagnose dan melakukan pengobatan: dari anamnese. PENJELASAN PASAL DEMI PASAL. meskipun tidak ada suatu pengaduan. Pasal 5. Merahasiakan resep-dokter adalah sesuatu yang penting dari etik : pejabat yang bekerja dalam Apotik. apabila kejahatan itu ditujukan pada seseorang tertentu. Cukup jelas. ahli sinar. murid para medis dan sebagainya termasuk dalam golongan yang diwajibkan menyimpan rahasia. Dengan kata-kata "segala sesuatu yang diketahui". Pasal 4. Seorang ahli obat dan mereka yang bekerja dalam apotik harus pula merahasiakan obat dan khasiatnya yang diberikan dokter kepada pasiennya. ahli farmasi. bidan.P dan sebagainya) agar mengambil tindakan administratip yang wajar bilamana dilanggar wajib simpan rahasia kedokteran ini. Pasal 1. para pegawai. berkewajiban menjunjung tinggi rahasia mengenai keadaan sisakit. (baik) yang tidak maupun yang belum mengucapkan sumpah jabatan. Pasal 3.I. pemeriksaan jasmaniah. dalam hal ini rahasia kedokteran. baik yang sekarang maupun yang dahulu. Pasal 2. Menteri Kesehatan dapat menetapkan. dimaksud : Segala fakta yang didapat dalam pemeriksaan penderita. orang-orang lain yang wajib menyimpan rahasia kedokteran. Berdasarkan pasal ini orang (selain dari pada tenaga kesehatan) yang dalam pekerjaannya berurusan dengan orang sakit atau mengetahui keadaan sisakit. ahli laboratorium. Peraturan Pemerintah ini diperlukan untuk mereka yang melakukan perbuatan-perbuatan pelanggaran rahasia kedokteran yang tidak dapat dipidana menurut pasal 322 KUHP tersebut atau pasal 112 KUHP tentang pengrahasiaan sesuaatu yang bersifat umum. Dengan demikian para mahasiswa kedokteran "kedokteran gigi. Sebagai contoh: Seorang pejabat kedokteran berulangkali mengobrolkan di depan orang banyak tentang keadaan dan tingkah laku pasien yang diobatinya. Dengan demikian ia merendahkan martabat jabatan kedokteran dan mengurangi kepercayaan orang kepada penjabat-penjabat kedokteran. misalnya pegawai tata-usaha pada rumah-rumah sakit dan laboratoriumlaboratorium. Demi kepentingan umum Menteri Kesehatan dapat bertindak terhadap pembocoran rahasia kedokteran.pekerjaannya. baik secara umum. Berdasarkan pasal 322 KUHP. dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya sembilan bulan atau denda sebanyak-banyaknya enam ratus rupiah".

Cukup jelas. pengacara dan beberapa pejabat dalam dunia kedokteran seperti dokter. yang dapat dituntut dalam pengadilan militer dan sebagainya tergantung dan peraturan perundang-undangan yang mengaturnya. kewajiban seorang pejabat untuk merahasiakan hal-hal yang diketahuinya adalah karena tanggung jawabnya mengharuskannya demikian. Kewajiban tersebut bendasarkan baik pada kepentingan umum maupun kepentingan perorangan. pejabat militer. maknanya tersimpul dalam SEGALA SESUATU YANG KULIHAT KUDENGAR DALAM MELAKUKAN PRAKTEKKU. Sejak dahulu kala terdapat beberapa jabatan tertentu yang mewajibkan para pejabatnya untuk merahasiakan segala sesuatu yang bersangkutan dengan pekerjaan mereka. dokter gigi. untuk menciptakan suasana percaya mempercayai yang mutlak di perlukan dalam hubungan dokter pasien.Pasal 6. Untuk itu. Pasal 12 Kode Etik Kedokteran Indonesia Setiap dokter wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang seorang pasien. . Menteri Kesehatan membentuk Dewan Pelindung Susila Kedokteran justru untuk mendapat nasehat dalam soal-soal susila kedokteran. Subject: Sumpah Hippocrates Sun Jan 18. terlebih dalam masyarakat yang telah maju. bidan dan perawat. Pada umumnya. AKAN KUSIMPAN SEBAGAI RAHASIA. setiap pelantikan dalam jabatan senantiasa dilakukan pengambilan sumpah antara lain berintikan kesanggupan untuk menyimpan rahasia jabatan. Kewajiban memegang teguh rahasia jabatan merupakan isyarat yang senantiasa dipenuhi. Termasuk ke dalam golongan pejabat tertentu ialah pejabat tinggi negara. menyebabkan seorang kehilangan pekerjaannya. ahli farmasi. pendeta. 2009 4:16 pm SUMPAH HIPPOCRATES Sudah sejak zaman kuno. Kebocoran rahasia dalam jabatan dokter dapat berakibat kerugian pihak berkepentingan dan mungkin dapat berakibat tuntutan kepengadilan. Pasal 7 dan 8. Sutomo Tjokronegono. karena kebocoran rahasia jabatan dapat mengakibatkan gangguan stabilitas ataupun kerugian dipihak lain.Soal ini dibahas secara mendalam disini dan isinya hampir seluruhnya diambil dan uraian anggota "Dewan Pelindung Susila Kedokteran" Prof. bahkan juga setelah pasien itu meninggal dunia. Sumpah Hippocrates yang umurnya telah berabad abad itu. norma norma kesusilaan yang menjadi pegangan para dokter ialah sumpah yang diciptakan oleh ‘Bapak Ilmu Kedokteran’ HIPPOCRATES ( 469 – 377 SM ).

2010 6:32 am Sumpah Hippocrates yang umurnya telah berabad-abad itu. 2010 5:46 am. maknanya tersimpul dalam "segala sesuatu yang kulihat dan kudengar dalam melakukan praktekku. Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! Last edited by gitahafas on Thu Jun 03.Tidak mematuhi Pasal 12 Kode Etik Kedokteran Indonesi. perlu kita tinjau beberapa pasal dalam KUHP yang semuanya termasuk pelanggaran undang undang yang tidak dihukum. berarti Dokter seolah olah melanggar rahasia jabatannya.Pasal 50 KUHP 3.Pasal 1365 Kitab UU Hukum Perdata 3. akan kusimpan sebagai rahasia".Pasal 51 KUHP _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. ada ancaman hukumannya yaitu: 1. Kejadian yang bertentangan ini dapat dihindarkan karena adanya HAK UNDUR DIRI Dimana ia mendapat perlindungan hukum berdasar pasal 170 KUHP.Pasal 322 Kitab UU Hukum Pidana ( KUHP ) 2.Sanksi Administratif dari MenKes ( berdasar PP no 10 tahun1966 tentang Wajib Simpan Rahasia Kedokteran ) Menurut hukum setiap warganegara dapat dipanggil untuk didengar sebagai saksi.Pasal 48 KUHP 2. Untuk memahami soal rahasia jabatan dan Sumpah Dokter yang akan diuraikan lebih . Untuk mengetahui apakah juga ada penyelenggaraan pasal 322 KUHP yang dapat dibebaskan dari ancaman hukuman. yaitu: 1. edited 2 times in total gitahafas Moderator Number of posts: 11204 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30 Subject: Re: Sumpah Hippocrates Sat Mar 13.

di negeri manapun juga menghendaki agar derajat kesehatan yang baik. Rangkaian tersebut di atas hanya mungkin terjadi. yang sudah barang tentu sangat berbeda-beda dan tidak selalu baik. Perasaan takut dan khawatir itu dapat menjadi salah satu penyebab penting dan tingginya angka sakit di masyarakat. Sebelum kita tinjau satu persatu seluruh peraturan dan undang-undang yang menentukan norma-norma hukum rahasia jabatan pada umumnya dan norma-norma hukum rahasia jabatan dokter khususnya. yang kemudian dicantumkan dalam beberapa peraturan perundang-undangan. Semua itu akan saya pelihara sebagal rahasia". Berikut ini dicantumkan hanya salah satu pasal tentang rahasia jabatan Dokter yang bunyinya sebagai berikut : "Saya tidak akan menyebarkan segala sesuatu yang mungkin saya dengar atau yang mungkin saya lihat dalam kehidupan pasien-pasien saya. sayang sekali tidak diketahui atau disadari. Hak asasi yang sangat penting itu. di berbagai negeri ditegakkan norma-norma hukum. Setiap anggota masyarakat. Berdasarkan pikiran tersebut di atas. norma-norma kesusilaan yang telah ada dikuatkan dengan norma-norma hukum. maka tidak mustahil bahwa orang yang sakit akan segan pergi ke dokter. Jika kepercayaan itu tidak ada. baik waktu menjalankan tugas jabatan saya maupun di luar waktu menjalankan tugas jabatan itu. rahasia jabatan dokter berarti sendi utama bagi tercapamnya keadaan sehat bagi setiap anggota masyarakat. baik jasmani maupun rohani agar mendapat pengobatan yang sesuai. bahwa dokter tersebut akan memberitahukan hal-hal mengenai penyakit kepada orang lain. karena khawatir bahwa penyakitnya yang mungkin sama sekali mereka sembunyikan. Oleh karena itu. kemudian dianggap tidak mencukupi karena banyaknya kelakukan dan tabiat perseorangan. dalam garis besarnya berpokok sama yaitu mengandung makna sumpah Hippocrates. maka mudahlah dipahami bahwa dengan sendirinya maknanya dimasukkan ke dalam lafal sumpah dokter atau janji yang harus diucapkan itu. bila setiap pasien di atas hanya menaruh kepercayaan sepenuhya kepada dokter yang memeriksanya. Norma-norma kesusilaan yang bersumber pada Sumpah Hippocrates tersebut diatas. Walaupun di berbagai negara lafal atau janji ini berbeda-beda dan tidak sama bunyinya. tanpa perasaan takut atau khawatir.lanjut sebaiknya dibaca Sumpah Hippocrates selengkapnya yang telah dialih-bahasakan ke dalam bahasa lnggris. Norma-norma hukum itu pada umumnya disusun untuk memperkokoh kedudukan rahasia jabatan sehingga dapat menjamin kepentingan masyarakat. mengemukakan dengan hati terbuka segala keluhan tentang penderitaannya. tidak hanya di luar. Salah satu diantara peraturan itu diwujudkan dalam sumpah atau janji dokter. OIeh karena itu. yang harus diucapkan oleh setiap mahasiswa kedokteran waktu Ia lulus ujian dokternya dan menerima ijazah. kelak diketahui oleh umum. Karena sumpah Hippocrates telah mengandung norma kesusilaan yang selayaknya dan yang bermutu tinggi. melainkan di dalam dunia kedokteran sendiri. dan permulaan harus kita insyafi akan satu hak asasi yang sangat penting. . Derajat kesehatan yang baik dapat tercapai jika setiap anggota masyarakat dengan perasaan bebas dapat mengunjungi dokter.

perawat dan karyawan bidang kesehatan lainnya. maka perbuatan itu hanya dapat dituntut diatas pengaduan orang itu. Pelanggaran norma-norma kesusilaan. ialah bahwa "kewajiban untuk menyimpan rahasia pokoknya adalah kewajiban moral. balk sekarang maupun yang dahulu. Barang siapa dengan sengaja membuka rahasia yang wajib disimpan karena jabatan atau pencariannya.Pasal 322 Kitab Udang-Undang Hukum Pidana (KUHP) a. Selanjutnya yang ditinjau norma-norma hukum yang bersangkutan dengan rahasia jabatan. Dalam hal ini perlu diperhatikan ialah: 1. Perilaku dalam keadaan khusus 1. Hukuman umumnya dijatuhkan oleh hakim setelah soal yang bersangkutan menjadi perkara pengadilan dan terbukti adanya pelanggaran hukum. Undang-undang ni sudah selayaknya berlaku untuk setiap orang. Oleh karena itu kita harus insyaf I pula bahwa semua orang yang dalam pekerjaannya bergaul atau sedikitdikitnya mengetahui keadaan pasien. maupun dokter yang telah pensiun dan atau tidak praktek lagi.Hak asasi itu. kecuali mungkin dihukum oleh masyarakat. yang telah ditegaskan pada permulaan uraian ini. b. Mereka itu antara lain mahasiswa kedokteran. Jika kejahatan dilakukan terhadap seorang tertentu. Oleh karena itu tidaklah mungkin bila rahasia jabatan itu didasarkan pada sumpah atau janji. Hal itu disebabkan oleh susunan peraturan atau undang-undang yang bersangkutan dapat ditafsirkan berlainan dengan yang sebenarnya. dapat berupa hukuman pidana dan atau hukum perdata. bukan hanya untuk dokter pemerintah. seperti telah diuraikan di atas.. yang atas pekerjaannya wajib menyimpan rahasia. Cara mengadakan dan mengatur norma-norma hukum itu dalam berbagai negara berbeda-beda sehingga ada yang menimbulkan kebingungan pada yang berkepentingan. ada baiknya kita bagi perilaku dokter dalam 1. Hukuman yang dapat dijatuhkan oleh hakim. Perilaku yang bersangkutan dengan pekerjaan sehari-hari. tetapi tidak atau belum mengucapkan sumpah/janji secara resmi. Untuk memahami soal rahasia jabatan yang ditinjau dan sudut hukum ini.sudah selayaknya berkewajiban juga untuk menunjung tinggi rahasia jabatan itu. Rahasia jabatan dokter ialah suatu hal yang secara intrinsik bertalian dengan segala pekerjaan yang bersangkutan dengan ilmu kedokteran seluruhnya. dokter praktek swasta. yang telah lama ada sebelum diadakan peraturan atau undang-undang yang mengatur soal ini". diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau denda paling banyak enam ratus rupiah. 2. tidak diancam oleh hukum. . Sedangkan pelanggaran norma hukum berakibat ancaman hukuman.Perilaku yang bersangkutan dengan pekerjaan sehari-hari. Dan mula-mula harus sudah kita insyafi bahwa rahasia jabatan dokter terutama berpokok pada kewajiban moril yang sekali-kali tidak perlu didasarkan pada sumpah atau janji apapun.

4. Dengan Peraturan Pemerintah No. Selain itu.G.. dokter itu dapat pula dihukum perdata dengan diwajibkan mengganti rugi. Sumpah (janji) dokter Sumpah dokter yang lafalnya sebagai pengganti pasal 36 Reglement F. Sebagai saksi atau saksi ahli. 3.V. Maka dapat terjadi bahwa seorang yang mempunyal keahlian umpamanya seorang dokter dipanggil sebagai saksi. dapat dihapus segala pertentangan yang menjadi kekurangan utama lafal sumpah yang lama dalam Pasal 36 Reglement D.Perilaku dalam keadaan khusus Menurut hukum.D. mungkmn sekali ia diharuskan memberi keterangan tentang seseorang (umpamanya terdakwa) yang sebelum itu telah pernah menjadi pasien yang ditanganmnya. Ini berarti Ia seolah-olah melanggan rahasia jabatannya. Ayat b pasal 322 KUHP in penting terutama berkenaan dengan rahasia jabatan dokter. melainkan hanya sesudah terhadapnya diadakan pengaduan oleh pasien yang bersangkutan.V. 2. 10 tahun 1966 tentang Wajib Simpan Rahasia Kedokteran. Sumpah mi sesual dengan pernyataan Geneva tahun1948 yang dimuat dengan asas Etik Kedokteran yang bersumber pada sumpah Hippocrates. Pada hakekatnya adanya ancaman hukuman perdata ni menimbulkan berbagai soal yang sulit yang dapat terjadi dalam pekerjaan dokter sehari-hari. Tentang hal ni kelak akan diuraikan lebih lanjut. seorang yang mempunyai keahlian dapat juga dipanggil sebagai saksi ahli.Seorang dokter yang dikenal sebagai pembuka rahasia mungkin sekali prakteknya makin lama makin merosot sebagal akibat hukuman masyarakat. yang dapat dihukum menurut KUHP. Dengan berlakunya sumpah dokter baru itu..G. Dengan demikian dokter dapat diajukan ke pengadilan karena pengaduan pasien itu. selanjutnya majikan itu melepaskan pegawai tersebut karena takut penyakitnya akan menulari pegawai-pegawai lainnya. Menteri Kesehatan dapat mengambil tindakan administratif terhadap pelanggaran wajib simpan rahasia itu. dan tidak lagi menimbulkan kebimbangan para dokter yang tidak menguasai asas rahasia jabatan. Pasal 1365 KUH Perdata Tiap perbuatan melanggar hukum yang membawa kerugian kepada seorang lain mewajibkan orang yang karena salahnya menerbitkan kerugian. Pemenintah No. Menurut ayat ini seorang dokter yang "membuka rahasia" tentang pasiennya tidak dengan sendirinya akan dituntut di muka pengadilan. Selain hukum karena tindak pidana menurut pasal 322 KUH pidana. . mengganti kerugian tersebut. Selanjutnya Musyawarah Kerja Nasional Etik Kedokteran di Jakarta tahun 1981 telah mengusulan kepada pemerintah penyempurnaan lafal Sumpah Dokter tersebut. ditambah dengan beberapa asas baru yang ditegakkan atas dasar pengalaman tentang kejahatan Nazi Jerman dalam Perang Dunia II. Seorang dokter berbuat salah kalau tanpa disadari "membuka rahasia" tentang penderitaannya yang kebetulan terdengar oleh majikan pasien itu. 26 tahun 1960 dan diundangkan pada tanggal 2 Juni 1960. setiap warga negara dapat dipanggil untuk didengar sebagai saksi. sebagal ahli atau sekaligus sebagai saksi (expert witness). 2.

Pada peristiwa seperti tensebut di atas. harkat martabat atau jabatannya diwajibkan menyimpan rahasia. pedoman yang harus menentukan sikapnya tetap ialah bahwa nahasia jabatan dokter itu pertamatama dan terutama adalah kewajiban moril yakni alasan untuk melepaskan rahasia jabatan dan pertimbangan sehat atas ada atau tidak adanya kepentingan hukum. bahwa kedudukan jabatan itu harus dijamin sebaik-baiknya. yaitu tentang hal yang dipercayakan kepada mereka. layak dan dapat ditenima atau tidak. malahan sebaliknya membahayakannya. perlu kita tinjau beberapa pasal dalam KUHP yang semuanya termasuk pelanggaran undangundang yang tidak dihukum. Untuk mengetahui apakah juga ada penyelenggaraan pasal 322 KUHP yang dapat dibebaskan dan ancaman hukuman. Hakim menentukan sah atau tidaknya segala alasan untuk penmintaan tensebut. Pasal 48 KUHP Siapapun tak terpidana. Keterangan dokter itu sangat diperlukan oleh pengadilan agar rangkaian bukti menjadi lengkap. karena ia berkeyakinan bahwa keterangan yang harus dibenikan itu melanggar rahasia jabatannya. kita harus sadar bahwa rahasia jabatan dokter bukanlah maksud untuk melmndungi kejahatan. maka pengadilan negeri memutuskan apakah alasan yang dikemukakan oleh saksi atau saksi ahli untuk tidak berbicara itu. yang juga dalam hal serupa tidak sudi melepaskan rahasia jabatannya. Kita mudah mengerti bahwa dalam hal demikian dokten itu wajib membeni keterangan. bukan saja bertentangan dengan tujuan yaitu menjamin kepentingan umum. Umpamanya seorang dokten sebagai saksi harus membenikan keterangan mengenai seseonang yang telah diperiksa dan diobatinya karena mendenita luka-luka. Pasal 50 KUHP . Bagi dokter. namun pembebasan itu tidak selalu datang dengan sendirinya. agar masyarakat dapat dihindankan dan kejahatankejahatan yang lain yang mungkmn dilakukan bila Ia dibebaskan. Beberapa Pasal itu adalah: 1. Hal tersebut membebaskan seorang dokter untuk menjadi saksi ahIl dan kewajibannya untuk membuka rahasia jabatan. yakni bila hakim tidak dapat menerima alasan yang dikemukakan oleh dokter untuk menggunakan hak undur dirinya. Pada sidang pengadilan diketahui bahwa ternyata pasien itu adalah seorang penjahat besar yang melakukan tindakan pidananya. dapat dibebaskan dan kewajiban untuk membeni keterangan sebagai saksi.Kejadian yang bertentangan mi crapat dihindarkan karena adanya hak undur din dimana ia mendapat perlindungan hukum berdasarkan Menurut Pasal 170 KUHP 1. jika melakukan peristiwa karena terdorong oleh keadaan terpaksa 2. Penegakan hak undur din dapat dianggap sebagai pengakuan para ahli hukum. 2. Golongan yang berpendinian mutlak-mutlakan. Dalam hal ini mungkin sekali timbul pertentangan keras antana pendapat dokter dengan pendapat hakim. Mereka yang karena pekerjaan.

Seorang guru yang menderita penyakit tuberkulosis dan menimbulkan bahaya akan menulari murid-muridnya pada waktu ia mengajar.Siapapun tak terpidana jika melakukan peristiwa untu menjalankan sesuatu perintah jabatan yang diberikan oleh penguasa yang berwenang untuk itu. jika keadaan terpaksa atau darurat itu tidak ada. Pasal 48 KUHP Mengenai pasal 48 KUHP yang dalam bahasa Belanda yang asli : "Artikel 48 wet boek van strafrecht is hij. timbulnya keadaan terpaksa atau darurat. Keadaan serupa ini menjadi sebab timbuInya pertentangan dalam jiwa orang yang bersangkutan (konflik) yang hanya dapat diatasi bila ia melakukan perbuatan yang melanggar hukum. Dalam kedua soal itu. Dalam kitab Himpunan PerundangUndangan Negara Republik Indonesia yang diterbitkan pada tahun 1956 oleh Kementerian Penerangan "Overmacht" diterjemahkan sebagai "suatu sebab paksaan". Seorang pengemudi yang menderita penyakit ayan (epilepsi). Pada kenyataan adi paksa nisbi. yakni "adi paksa" yang didapat dari saudara Mr. jika peristiwa itu dilakukan untuk menjalankan ketentuan perundang-undangan. pimpinan Lembaga Kriminologi Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat. Pertama-tama perlu ditegaskan bahwa yang dimaksud alam pasal 41 KUHP ini bukanlah "adi paksa mutlak" (absolut overmacht). Justru pada persoalan seperti digambarkan dalam keadaan contoh tersebut di atas. 2. Sayang sekali pasal yang sangat penting untuk tafsiran banyak soal yarn sulit mengenai rahasia jabatan dokter ini belum ada terjemahannya yang tepat ke dalam bahasa Indonesia terutama mengenai kata "overmacht". . Beberapa contoh praktek dan pertentangan serupa adalah: 1. terdapat pertentangan tajam antara golongan penganut aliran mutlak dan golongan penganut aliran nisbi. sehingga yang bersangkutan berbuat sesuatu yang pasti tidak akan diperbuatnya. Dalam buku Engelbrecht. 1. Universitas Indonesia Jakarta. Moedigdo Moeliono. kata "overmacht" diterjemahkan dengan "berat lawan". Hal ini biasa berarti pengorbanan kepentingan pihak lain. Pasal 51 KUHP . yang bilamana mendapatkan bangkitan serangan penyakitnya pada waktu Ia sedang melakukan tugasnya pasti sangat membahayakan keselamatan umum.Perintah jabatan yang diberikan oleh penguasa yang berwenang tidak membebaskan dan keadaan terpidana. Untuk sementara dipergunakan kata yang dianggap tepat. yang kebanyakan terjadi karena adanya tekanan rohani. hingga ia tidak berdaya lagi dan kehilangan kehendak (willoos) untuk tindakan pidana yang melakukan pelanggaran hukum. die een feit begaat waartoe hij door overmachti gedwongen". kitab undang-undang dan peraturan-peraturan serta undang undang dasar sementara terbitan 1954. Tidak perlu diadakan pertimbangan apakah dengan memperhatikan rahasia secara mutlak itu. golongan mutlak menganggap rahasia jabatan dokter sebagai faktor terpenting.Siapapun tak terpidana. kecuali dengan itikad baik pegawai yang dibawahnya itu menyangka bahwa penguasa itu berwenang untuk memberi perintah itu dan perintah menjalankan terletak dalam lingkungan kewajiban pegawai yang diperintah itu. ada kemungkinan bahwa kepentingan yang lain yang hakikatnya lebih utama dirugikan . Seorang mengalami adi paksa mutlak bila ia dihadapkan kepada kekerasan atau tekanan jasmani atau rohani sedemikan. 3.

Tanpa melanggar KUHP pasal 322 KUHP maka keterangan tentang penyakit yang diuji itu. Cukuplah bila dokter yang bersangkutan menerangkan atas sumpah jabatan. Sebelum mengambil tindakan. maka berarti ia melanggar rahasia jabatannya. dokter hendaknya memberikan penjelasan tentang penyakitnya dan akibatnya bagi orang lain sehingga pasien memahami keadaannya dan hubungannya dengan pekerjaannya. sebagian dokter cenderung menganut "adi paksa nisbi". Dalam kedudukan sebagai dokter Majelis Penguji Kesehatan. kewajiban dokter ialah membenitahukan kepada majikan pasien bahwa Ia menggangap pasien penlu dipeniksa kesehatannya lebih lanjut. dapat diteruskan kepada majikannya. Oleh karena itu hanya ada satu jalan yang dapat ditempuhnya. laporannya sesuai dengan kebenarannya. hal inii hendaknya dokter tersebut mengirimkan surat rahasia kepada atasan pegawai negeri yang bersangkutan. Selalu mempertimbangkan hal itu agar dapat diambil sikap yang terbaik yang sesuai dengan makna rahasia jabatan dokter. Bila penyakitnya ternyata tidak dapat disembuhkan dan tetap merupakan bahaya bagi orang lain. Dalam hal demikian berbagai alasan yang dipergunakan untuk melepas rahasia jabatan harus kokoh dan kuat.Sebaliknya golongan nisbi berdasarkan kenyataan bahwa rahasia jabatan dokter berarti juga sendi utama bagi kepentingan masyarakat. Kalau berbagai alasan itu memang kuat dan meyakinkan.atau dikorbankan. Dalam keadaan adipaksa serupa itu. maka untuk pegawai negeri. Dalam perkembangannya. karena penyakitnya dapat menular membahayakan orang lain maupun dirinya sendiri. seorang Dokter dapat mengalami konflik kejiwaan. dokter yang bersangkutan akan dibebaskan dariancaman hukuman pasal 322 KHUP. Diagnosa penyakit dan seorang karyawan tidak perlu diberitahukan kepada majikan karyawan tersebut. maka akhirnya atas kekuatan pasal 48 KUHP. Bila rahasia jabatan terpaksa harus diungkapkan setelah segala ikhtiar dilakukan tanpa hasil. maka sebelum membuka rahasia jabatan. Hal ini dapat terjadi bila pasien yang diperiksanya juga merupakan pasien dalam praktek swasta yang dilakukan oleh dokter itu. sesuai peraturan yang berlaku. termasuk hakim. Bila dokter tersebut memasukkan seluruh data yang diketahuinya tentang pasien. tugasnya menguji kesehatan pegawal negeri. sebaiknya dokter yang bersangkutan berusaha agar risiko dan tindakannya menjadi seminimal mungkin. pasien dengan penyakit yang sukar disembuhkan dapat diberi cuti terlebih dahulu sampai sembuh. Sebagai contoh. Misalnya seorang pengemudi yang menderita epilepsi dapat membahayakan diri maupun orang lain. sehingga dapat meyakinkan orang lain. dapat melaporkan pendapat secara bebas. yaitu menolak untuk menguji setiap orang yang pernah menjadi pasiennya dan menyerahkannya kepada dokter . Dokterjuga menasehatkan agar pegawai yang bersangkutan dibebaskan dari pekerjaannya yang saat ini dikerjakan. bahwa karyawan yang dimaksud menderita penyakit yang tidak memungkinkan untuk bekerja terus menerus atau sementara. sebaliknya bila tidak memasukkan secara Iengkap. kemudian atasan pegawai yang bersangkutan meminta pertimbangan Majelis Penguji Kesehatan (MPK). Dengan jalan mi MPK yang menunut Undang-Undang.

Pelanggaran rahasia jabatan yang terjadi pada saat tersebut sebenarnya adalah hal-hal yang termasuk dalam keadaan adipaksa karena dalam hal ini tidak hanya menyangkut kepentingan yang lebih luas dan lebih besar. Pasal 51 KUHP "Tidak boleh di hukum barang siapa melakukan perbuatan atau menjalankan perintah jabatan yang diberikan oleh pembesar yang berhak untuk itu". Selaku seorang dokter. Konflik tentang wajib simpan rahasia jabatan dapat terjadi misalnya pada keadaan sebagai berikut: Ia diperintah oleh atasannya untuk menyusun daftar nama perwira yang menderita penyakit sifilis. diundangkan pada tanggal 5 Maret1962 yang saat ini telah diubah dengan Undang-Undang Wabah No. Demikian juga tiap pengajar klinik pada fakultas kedokteran.Pasal 50 KUHP ini sering dikaitkan dengan kewajiban seorang dokter untuk melaporkan kelahiran. Pasal 51 KUHP terutama penting bagi seorang dokter yang mempunyai jabatan rangkap seperti dokter TNI/Polri yang juga menjabat sebagai anggota Majelis Penguji Kesehatan. dalam pendidikan atau pertemuan klinik. . Kewajiban melapor penyakit menular di Indonesia diatur dalam Undang-Undang No. namun di lain pihak sebagai seorang anggota TNI/Polri ia harus tunduk pada disiplin TNI/Polri dan taat perintah atasannya. Menjunjung tinggi rahasia jabatan sebagai dokter tetapi tidak taat pada perintah militer. Hal ini biasanya tidak kita sadari karena kita anggap sudah selayaknya. Dalam hal yang demikian. 6 tahun 1962 tentang wabah. Mengenai hal ini dapat dibaca pasal-pasal yang mengatur kewajiban masyarakat dan tenaga kesehatan serta aparatur Pemerintah Daerah untuk melaporkan kejadian luar biasa dalam waktu yang singkat. seorang dokter angkatan bersenjata wajib menyimpan rahasia jabatan dokter. maka ia harus memilih antara 2 jalan berikut : 1. yang dapat dijadikan pegangan ialah perhitungan dan pertimbangan yang matang untuk menentukan apa yang harus diutamakan. Oleh karena itu. kematian dan penyakit menular. sebaiknya pasien diberitahu lebih dahulu dan dimintakan persetujuannya. Pasal 50 KUHP "Tidak boleh di hukum barang siapa melakukan perbuatan untuk menjalankan urusan undang-undang". Seorang dokter yang meminta konsultasi mengenai seorang pasien. seperti juga pada konsultasi. Taat kepada perintah militer tetapi melepaskan rahasia jabatan sebagai dokter.lain. pada asasnya melanggar rahasia jabatan. 3. tahun 1980. Tujuan akhir dan pendidikan dan pertemuan klinik tidak lain adaIah untuk membina dan memajukan ilmu kedokteran yang sebenarnya berorientasi kepada masyarakat yang lebih luas 2. atau 2. dalam setiap pertemuan klinik yang disertai dengan demonstrasi pasien. Kalau diantara perwira yang harus dicantumkan namanya dalarn daftar ternyata juga pernah menjadi pasien yang diperiksanya. pada asasnya melanggar rahasia jabatan.

3. 2. Setiap dokter atau dokter gigi dalam melaksanakan praktik kedokteran wajib menyimpan rahasia kedokteran. I will not divulge. permintaan pasien sendiri. as reckoning that all should be kept secret. tahun 2002 . "The patient has the right to expect that his physician will respect the confidential nature of all his medical and personal details." 3.com/t133-sumpah-hippocrates 2 oktober 2011 Paragraf 4 UU RI NO 29 TAHUN 2004 TENTANG PRAKTIK KEDOKTERAN Rahasia Kedokteran Pasal 48 1. Kode Etik Kedokteran Indonesia ( KODEKI ). Khusus yang Menyangkut Rahasia Medis berbunyi: "I will respect the secrets which are confided in me. atau berdasarkan ketentuan perundang-undangan. International Code of Medical Ethics Pada tahun 1968 di Sidney diadakan perubahan pada Declaration of Geneve yang kemudian menjadi pedoman dasar untuk International Code of Medical Ethics." The Hippocratic Oath Selain didalam Sumpah Hippocrates. 1981 Deklarasi ini menetapkan pula bahwa pasien berhak untuk meminta kepada dokternya agar mengindahkan sifat rahasia dari segala data medis dan data pribadinya." 2. even after the patient has died. in the life of men." 4. RAHASIA MEDIS " Whatever. which ought not to be spoken of abroad. Ketentuan lebih lanjut mengenai rahasia kedokteran diatur dengan Peraturan Menteri. Declaration of Lisbon. Declaration of Geneve Ini adalah suatu versi Sumpah Hippocrates yang di modernisasi dan di introduksikan oleh World Medical Association. In connection with from my professional practice or not in connection with it.ilunifk83. memenuhi pcrmintaan aparatur penegak hukum dalam rangka penegakan hukum. Rahasia kedokteran dapat dibuka hanya untuk kepentingan kesehatan pasien. Yang menyangkut Rahasia Medis berbunyi: " A doctor shall preserve absolute secrecy on all he knows about his patient because the confident entrusted in him.Sumber: Kode Etik Kedokteran Indonesia http://www. I see or hear. kewajiban menyimpan Rahasia Medis juga terdapat pada: 1.

Alam pikiran ini berdasarkan Sumpah Hippocrates ( 469 . bukanlah dokter yang diberitahukan dan kemudian menarik kesimpulan tentang penyakit yang diderita pasiennya. ahli farmasi. laboratorium. maka ia tidak menjadi cemas dan tegang. suatu pernyataan kehendak sepihak yang pelaksanaannya sangat tergantung kepada hati nurani si pelaku itu sendiri. maka penyembuhannya akan berjalan lancar. misalnya teguran.26 Tahun 1966 Peraturan ini juga memuat Lafal Sumpah Kedokteran. jika pasien tidak diberitahukan penyakitnya. Berkaitan erat dengan Rahasia Medis adalah Hak Hak Asasi Manusia ( HAM ).Pasal 12: " Setiap dokter wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang seorang pasien. Juga tidak mempunyai nilai yuridis. secara yuridis tidak mempunyai arti. dalam hubungan dengan Rahasia Medis. Sumpah. Ia hanya merupakan suatu ikrara. Jadi asal mulanya Rahasia Medis adalah dari pasien itu sendiri yang menceritakan kepada dokter. even after the patient has died ) Hal ini disebabkan karena dalam alam pikiran dahulu. Jadi apa yang dahulu dinamakan Rahasia Kedokteran adalah Rahasia Medis Pasien. mahasiswa kedokteran. bukanlah Rahasia Dokternya.399 SM ) versi World Medical Association yang berbunyi: " Saya akan menghargai rahasia rahasia yang dipercayakan kepada saya. Demikian pula KODEKI yang termasuk di bidang Etik yang sifatnya merupakan " self imposed regulations ". Mengapa dari profesi dokter ada yang beranggapan bahwa Rahasia Medis adalah urusan profesi dokter yang tidak perlu diketahui oleh pasiennya? Rahasia yang hanya boleh diketahui oleh sesama teman sejawatnya. radiologi dan lain lainnya. yang sanksinya hanya dapat dijatuhkan dalam kaitan organisasi dan oleh organisasi itu sendiri. seperti perawat. 6. namun ada pula yang perlu diadakan evaluasi dan penyesuaian. Dan sewajarnyalah bahwa pasien itu sendiri adalah dan dianggap sebagai pemilik Rahasia Medis itu atas dirinya. Peraturan Pemerintah No. jatuhkan sanksi atau pemecatan sebagai anggota. bahkan sampai sesudah pasien meninggal. Suatu Etik Kedokteran bersifat intern." 5. situasi dan kondisi mengalami . Sejak Sumpah Hippocrates dikeluarkan sampai kini sudah berlalu beberapa puluh abad. materi yang terdapat dalam sumpah tersebut ada yang masih tetap relevan. Istilah Rahasia Kedokteran adalah Rahasia di bidang Kedokteran ( di bidang Medis ). dalam arti tidak mempunyai akibat hukum. bidan. bahkan juga setelah pasien itu meninggal dunia. Dengan berlalunya waktu. bukan Rahasia Dokternya. Jika pasien menyerahkan dirinya kepada dokter untuk diobati.10 Tahun 1966 Didalam Peraturan Pemerintah tersebut diperluas berlakunya wajib simpan Rahasia Medis ini juga bagi tenaga kesehatan lainnya." ( I will respect the secrets which are confided in me. Peraturan Pemerintah No. maka alam pikiran manusia. Suatu sumpah tidak dapat dipergunakan sebagai dasar hukum untuk penuntutan. hal ini bisa mempengaruhi penyembuhannya.

Bahkan jika memberikan. c. Namun. b. Dasar yuridis untuk menuntut yang berkenaan dengan Rahasia Medis terdapat pada: 1. pihak rumah sakit / dokter bisa dituntut secara hukum. Hukum Perdata Indonesia a. Pertanyaan pertanyaan yang menyangkut kerahasiaan dan pengungkapan di bidang medis telah mengundang banyak pembahasan. Namun bagaimana jika tujuan meminta fotokopi dari pasien / keluarganya karena mau mengajukan gugatan kepada dokternya di pengadilan? Apakah dapat dipakai sebagai bukti jika seandainya Resume tersebut dibuat oleh dokternya sendiri yang notabene akan dituntut? ( Pasal 12 Permenkes No 749a tentang Rekam Medis: Pemaparan isi Rekam Medis hanya boleh dilakukan oleh dokter yang merawat dengan izin tertulis pasien ). Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa data data medis itu adalah MILIK PASIEN. Perjanjian terapeutik antara dokter dan pasien ( hukum ). Untuk itu pasien harus membuat pernyataan tertulis bahwa ia telah memberi kuasa untuk meminta data data medis dari dokter / rumah sakitnya. Tanpa Surat Persetujuan dari pasien tersebut. ada ada yang beranggapan bahwa tidak seluruh isi Rekam Medis dapat dimintakan fotokopi oleh pasiennya. Untuk memeriksa benar tidaknya suatu klaim. Hukum Pidana a. Pasal 224 tentang Panggilan Menghadap Sebagai Saksi Ahli . yang harus diajukan ke rumah sakit melalui dokternya.perubahan pula. Pasal 322 tentang Wajib Menyimpan Rahasia. Pasal 1909 tentang Hak Tolak Mengungkap. 3. b. Hoge Raad 21 April 1913 b. yang dapat diberikan hanya suatu Resume saja yang dibuat oleh dokternya. Yurisprudensi Belanda berdasarkan sifat dari: a. misalnya kepada pihak Asuransi yang memerlukan data data medis pasien yang telah menutup asuransi kesehatan. Para dokterpun ada yang menyadari bahwa kewajiban tradisional untuk melindungi kerahasiaan sudah bukan waktunya lagi. dalam hal ini pihak Asuransi. Pengungkapan Rahasia Medis harus dengan persetujuan dan izin pasien. Pasal 1365 tentang perbuatan melawan hukum. sepanjang kebutuhannya itu menyangkut untuk asuransi atau untuk tujuan pindah berobat ke tempat lain. Dengan perkembangan zaman tentang HAM misalnya. rumah sakit / dokternya tidak boleh memberikan data data medis pasien tersebut kepada pihak ketiga. menurut sementara pendapat. mereka juga merasakan timbulnya banyak dilema dari kewajiban tradisional tersebut. Hal ini mungkin dapat diterima. Disamping itu rumah sakit dibebani kewajiban untuk menyimpan data data medis yang tercantum dalam Rekam Medis selama paling sedikit 5 tahun. 2. maka diperlukan data data medis pasien. bukan milik dokternya. Arrondissementsrechtbank Haarlem 11 Desember 1984 tentang larangan menggungkapkan Rahasia Medis. mulai timbul konflik penafsiran tentang Rahasia Medis tersebut.

tindakan apa saja yang telah dilakukan dan oleh siapa. b. ditutupi tulisannya atau mengadakan perubahan. dimana jika seorang anggota keluarga menderita sakit. Ada juga sementara rumah sakit yang tidak mau menyerahkan fotokopi dari Rekam Medis kepada pengacara pasien.tentunya dengan melampirkan Surat Izin tertulis dari pasien . coret coretan. Mungkin dewasa ini masalah Rahasia Medis bagi orang kita tidak begitu menjadi persoalan. Hukum Acara Pidana ( KUHAP ) a. berkas Rekam Medis adalah milik rumah sakit dan harus tetap berada dan disimpan di rumah sakit. Declaration of Lisbon tentang Hak Rahasia atas diri pribadi Bila terdengar akan ada tuntutan dari pihak pasien. 7. HIV / AIDS. Pasal 146 ayat 3 ( Reglemen Indonesia yang diperbaharui ). Hukum Acara Perdata a. yang dapat dipakai sebagai barang bukti mengenai perawatan dan pengobatan. Pasal 170 tentang Wajib Menyimpan Rahasia. dan sebagainya ).adalah FOTOKOPI dari Rekam Medis tersebut dan bukan aslinya. juga tampak saling menceritakan penyakitnya masing masing. Hal ini disebabkan karena berkas itu sangat penting bagi rumah sakit. begitu mendengar akan timbul tuntutan. penghapusan. 5. atau Sebagai Dokter. dapat dilakukan penyitaan. tetapi hal ini bisa menyulitkan rumah sakit itu sendiri karena berdasarkan Pasal 43 KUHAP berkas itu atas izin khusus dari Ketua Pengadilan Negeri setempat. teristimewa dalam hal penyakit penyakit tertentu seperti penyakit kelamin. . Hal ini tidak diperbolehkan. akan juga merupakan persoalan bagi seluruh keluarga ( besar ). hal ini karena pengaruh sosial budaya. b. Hukum Administrasi Peraturan Pemerintah No 10 Tahun 1946 yang memperluas jangkauan Wajib Simpan Rahasia Kedokteran terhadap tenaga kesehatan lainnya. Konvensi Internasional ( sesudah ratifikasi ) a. Pasal 174 ( Reglemen Luar Jawa ) 6. Pengacara pasien juga tidak bisa meminta berkas tersebut. Pasal 179 tentang Wajib Memberikan Keterangan Sebagai Ahli Kedokteran Kehakiman.4. Demikian pula antara pasien di rmah sakit dan para pengunjungnya. kita tetap harus menjaga dengan hati hati agar jangan sampai menimbulkan persoalan. kanker. United Nations Declaration of Human Rights b. maka berkas Rekam Medis oleh Kepala Rumah Sakit harus diamankan dan tidak diperbolehkan lagi untuk diberikan tambahan tulisan. penyakit keturunan. Walaupun demikian. Ada sementara dokter yang langsung membawa pulang berkas untuk dipelajari. tanpa merasa bahwa hak itu termasuk rahasia pribadi yang dilindungi undang undang. Hal ini akan tambah menyulitkan Rumah Sakit dalam mengajukan bukti buktinya. yang boleh diberikan kepada pengacara pasien .

Guwandi.ilunifk83. S.H http://www.com/t133-sumpah-hippocrates .Sumber: Buku Rahasia Medis J.