1

BAB I HUBUNGAN INTERNASIONAL
• Pengertian Hubungan Internasional Merupakan hubungan antar bangsa/negara atau antar kelompok manusia di dunia yang masing-masing kelompok terikat oleh kebangsaan / hukum negara yang berbeda. • Ruang Lingkup Hubungan Internasional a. Hubungan antar bangsa yaitu terjadinya interaksi antara suatu negara dengan negara lain atau lebih untuk mewujudkan tujuan masing-masing negara tersebut. Bentuk hubungan antar bangsa ini terdiri atas 3 macam : 1) Bilateral 2) Regional 3) Multilateral (Internasional) b. Hubungan perorangan dan kelompok Dengan makin meningkatnya IPTEK dan derasnya arus informasi membawa dampak terhadap lahirnya kontak-kontak pribadi diantara warga negara dan kontakkontak antar kelompok masyarakat di dunia. Adapun asas-asas / prinsip-prinsip itu adalah : a. Asas persamaan harkat martabat dan derajat negara yang saling mengadakan hubungan harus menjunjung tinggi dan mengakui persamaan harkat, martabat dan derajat dalam hal : 1) Teritorial yaitu pengakuan keadaan negara atas daerah negara lain 2) Kebangsaan yaitu setiap warga negara dimanapun berada tetap mendapatkan perlakuan hukum negara aslinya 3) Asas kepentingan umum yaitu pengakuan suatu negara terhadap negara lain dalam hal wewenang negara untuk melindungi dan mengatur kepentingan dalam kehidupan masyarakatnya. b. Asas Keterbukaan : Dalam menjalin hubungan antar bangsa diperlukan adanya asling tukar informasi berkaitan dengan bidang apa hubungan antar bangsa itu dilakukan. • Politik Luar Negeri Indonesia Bebas Aktif a. Pengertian Politik Luar Negeri Kumpulan kebijaksanaan suatu negara untuk mengatur hubungan-hubungan luar negerinya.

Drs. Bebas adalah : Bangsa Indonesia tidak memihak pada kekuatan yang pada dasarnya tidak sesuai dengan kepribadian bangsa sebagaimana tercermin dalam falsafah bangsa. Mohammad Hatta dalam bukunya Dasar Politik Luar negeri Republik Indonesia. Perwakilan Diplomatik Tugas pokok Perwakilan Diplomatik Indonesia adalah sebagai berikut : 1) Menyelenggarakan hubungan dengan negara lain atau hubungan kepala negara dengan pemerintah asing (membawa surat resmi negaranya). Dr. c. Pengertian Politik Bebas Aktif Menurut Prof.2 b. . Aktif adalah : bahwa dalam melaksanakan kebijakan luar negerinya tidak bersifat pasif – reaktif atas kejadian-kejadian Internasional melainkan berseifat aktif. Meningkatkan persaudaraan segala bangsa sebagai pelaksanaan cita-cita yang tersimpul di dalam Pancasila. Memperoleh barang-barang yang diperlukan dari luar untuk memperbesar kemakmuran rakyat apabila barang-barang itu tidak atau belum dapat dihasilkan sendiri c. dasar. Tujuan Politik Luar Negeri a. dan filsafat negara kita. • Peranan Perwakilan Republik Indonesia di Luar Negeri dalam Membina Hubungan dengan Negara Lain Bentuk Perwakilan Negara Republik Indonesia di Luar Negeri a. Mengenai tujuan Politik Luar Negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Pembentukan satu masyarakat yang adil dan makmur material dan spiritual dalam wadah Negara kesatuan Republik Indonesia c. Muchtar KKusumaatdja. Mempertahankan kemerdekaan bangsa dan menjaga keselamatan negara b. Pembentukan satu persahabatan yang baik antara Republik Indonesia dan semua negara di dunia. Meningkatkan perdamaian internasional karena hanya dalam keadaan damai. merumuskan sebagai berikut : a. Pembentukan satu negara Republik Indonesia yang berbetuk negara kesatuan dan negara kebangsaan yang demokrasi dengan wilayah kekuasaan dari Sabang sampai Merauke b. Indonesia dapat membangun dan memperoleh syarat-syarat yang diperlukan untuk memperbesar kemakmuran rakyat d. terutama sekali dengan negara-negara Afrika dan Asia atas dasar bekerja sama membentuk satu dunia baru yang bersih dari imperialisme dan kolonialisme menuju kepada perdamaian dunia yang sempurna.

b) Bertindak sebagai notaris dan pencatat sipil serta menyelenggarakan fungsi administratif lainnya. mencakup bidang berikut : 1) Bidang Ekonomi. c) Bertindak sebagai subjek hukum dalam praktek dan prosedur pengadilan atau badan lain di negara penerima. Perwakilan Konsuler Tugas-tugas yang berhubungan dengan kekonsulan.dengan . dan sebagainya. 1. mengawasi pelayanan. yaitu menciptakan tata ekonomi dunia baru dengan menggalakkan ekspor komoditas nonmigas. Diaberhak mendapat perlindungan istimewa terhadap keselamatan diri serta harta bendanya. Kekebalan diplomatik Selain diperlakukan istimewa seorang anggota diplomatik mendapat hak kekebalan/hak imunitas dan hak ekstrateritoria. 3) Sebagai perwakilan politik yaitu alat penghubung timbal balik antara kepentingan negaranya dengan kepentingan negara penerina. promosi perdagangan. seperti : a) Memberikan paspor dan dokumen perjalanan kepada warga pengirim dan visa atau dokumen kepada orang yang ingin mengunjungi negara pengirim. pemberian paspor.Hak imunitas/kekebalan diplomatik Menyangkut diri pribadi seorang diplomat serta gedung perwakilannya. b. mahasiswa. 3) Bidang-bidang lain. pelaksanaan perjanjian perdagangan dan lain-lain. Ada 3 fungsi diplomat dalam mewakili negara dan bangsanya 1) Sebagai lambang prestise nasional di luar negeri danmewakili kepala negaranya di negara penerima.3 2) Mengadakan perundingan masalah-masalah yang dihadapi kedua negara itu dan berusaha untuk menyelesaikannya 3) Mengurus kepentingan negara serta warga negaranya di negara lain 4) Apabila dianggap perlu. dapat bertindak sebagai tempat pencatatan sipil. antara lain. 2) Bertindak sebagai perwakilan yuridis yang resmi dari pemerintahnya. seperti : tukar-menukar pelajar. dan lain-lain. 2) Bidang Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan.

Telah tercapai tujuan dari perjanjian internasional itu 2..budaya.Salah satu pihak peserta perjanjian menghilang atau punahnya obyek perjanjian itu 4.Penandatangan {signature} 3. Misalnya perjanjian yang menyangkut kerjasama penanaman modal bidang dan Iptek.Masa berlakunya perjanjian internasional itu telah habis 3.pinjaman dan hibah luar negeri.HAM.perubahan wilayah.Apabila menyangkut masalah prosedural dan memerlukan penerapan cepat serta tidak merubah perundang-undangan nasional ratifikasinya cukup dengan Keppres. 1. Hal ini sangat perlu karena warga negara hanya tunduk pada hukum nasional bukan pada hukum internasional.hankam negara. Perjanjian internasional akan berakhir apabila.ekonomi.perlindungan perjanjian yang bersifat tehnis lainnya. Dalam Konvensi Wina 1969 tentang Hukum Perjanjian Internasional dalam pembuatan perjanjian baik bilateral maupun multilateral dapat dilakukan dengan 3 tahap 1 Perundingan {negotiation} 2.Hak ekstrateritorial Yaitu hak yang dianggap berdiam diluar lingkungan wilayah negara yang menerimanya.Adanya persetujuan dari peserta –peserta untuk mengakhiri perjanjian itu .atau penetapan batas wilayaah negara. Ratifikasi harus dengan undang –undang jika menyangkut maslah politi. Perjanjian Internasional Perjanjian internasional menjadi hukum terpenting bagi kerjasama internasional karena perjanjian internasional akan mengakibatkan hukum yang juga sekaligus akan menjamin kepstian hukum.pembentukan kaidah hukum baru..’perdamaian.4 tujuan agar mereka mendapatt perlindungan dari segala macam gangguan dan dari penahanan penguasa-penguasa setempat 2. Ratifikasi bisa melalui Undang-Undang / Keppres.telekomunikasi.Pengesahan {ratification} Ratifikasi adalah pngesahan isi hukum internasional hasil kesepakatan ka dalam hukum nasional.dagang.dan lingkungan hidup..

perdamaian abadi dan keadilan sosial sebagaimana yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945. Mesir. Peran ini terlihat sejak berdirinya ASEAN. ekonomi. Dengan demikian Non Blok dalam perjuangannya diri sendiri dan oleh asas-asasnya yaitu : 1) Hak rakyat jajahan atas kebebasan penentuan diri sendiri dan kemerdekaan 2) Hormat menghormati terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah semua negara 3) Hak semua negara atas persamaan dan partisipasi aktif dalam urusan-urusan Internasional 4) Hak semua negara yang berdaulat untuk menentukan secara bebas jalan yang akan ditempuh dalam pembangunan politik.Syarat-syarat tentang pengakhiran perjanjian sesuai dengan ketentuan perjanjian itu sudah dipenuhi 7. dan budaya 5) Hak semua rakyat atas manfaat perkembangan ekonomi dan gasil revolusi IPTEK 6) Tidak mengancam akan menggunakan kekerasan dan asas penyelesaian secara damai . Indonesia dan ASEAN Sebagai organisasi regional di kawasan Asia Tenggara membawa Indonesia untuk ikut berperan aktif di dalamnya. perjanjian secara sepihak diakhiri oleh salah satu peserta dan pengakhiran itu diterima oleh pihak lain. Indonesia dan Non-Blok Non Blok sebagai gerakan netral. dan Yugoslavia. Adanya perjanjian baru antara peserta yang kemudian meniadakan perjanjian yang terdahulu. 6. b. India.5 5. • Peran Serta RI dalam Organisasi Internasional a. Philipina dan Singapura. Malaysia. Indonesia ikut membidani kelahirannya bersama Afghanistan. Indonesia dan PBB Peran Indonesia dan PBB ialah dapat berperan aktif untuk ikut mewujudkan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan. c. sosial. dimana negara Indonesia sebagai salah satuu sponsornya disamping Muang Thai.

Setiap warga negara dimanapun berada tetap mendapat perlakuan hukum dari negaranya. Asas Kebangsaan Asas ini di dasarkan pada kekuasaan negara untuk warga negaranya. Orang perorang/individu 6. Pemberontak dan pihak dalam bersengketa Sebab-sebab terjadinya persengketaan internasional secara umum: 1. Hukum Perdata Internasional adalah hukum yang mengatur hubungan hukum antara warga negara di suatu negara dengan warga negara dari negara lain[hukum antar bangsa] 2. Hukum Publik Internasional adalah hukum internasional yang mengatur negara yang satu dengan negara yang lain dalam hubungan internasional[hukum antar negara] Asas-asas Hukum Internasional 1. Sehingga semua barang/orang yang berada diluar wilayah tersebut . Palang Merah Internasional 5. Subyek Hukum Internasional 1. Asas Teritorial Asas ini berdasarkan pada kekuasaan negara untuk warga negaranya.Menurut asas ini negara melaksanakan hukum bagi semua orang dan semua barang yang ada di wilayahnya. 3. Organisasi Internasional 4. Penerapan hukum internasional dapat dibedakan menjadi 2 1. Politis . Negara 2. Asas Kepentingan Umum Asas ini di dasarkan pada kewenangan negara untuk melindungi dan mengatur dalam kepentingan hidup bermasyarakat.berlaku hukum asing[internasional. Tahta Suci Vatican 3. 2.6 SISTEM HUKUM INTERNASIONAL DAN PENGADILAN INTERNASIONAL Sistem hukum internasinal adalah seperangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan membentuk metoda hukum secara intrnasional [melintas batas negara.

mediasi.7 2. Negosiasi. Arbitrasi[arbitration]-menyerahkan sengketa pada orang-orang tertentu yang dinamakan arbitrator dan dipilih bebas oleh berbagai pihak sekaligus yang memutuskan tanpa terlalu terikat pada pertimbangan-pertimbangan hukum. Retorsi/Retorsion Merupakan istilah tehnis untuk pembalasan dendam suatu negara terhadap negara lain karena diperlakukan oleh tindakan-tindakan yang pantas atau tidak patut dari negara tersebut. Penyelesaian di bawah naungan organisasi PBB. Penggunaan metoda ini kurang begitu formal 4. 2. 2. B. Cara penyelesaian damai / bersahabat 1. Perang dan tindakan bersenjata non perang Tujuan perang adalah untuk menaklukkan negara lawan dan untuk membebankan syarat-syarat penyelesaian negara sehingga negara yang ditaklukkan itu tidak memiliki alternatif lain selain mematuhinya. Dalam hal ini yang berperan adalah Dewan Keamanan. Cara penyelesaian secara paksa/kekerasan 1. Batas Wilayah Metoda penyelesaian sengketa internasional yang dilakukan Mahkamah Internasional A. 3. . 3. Hal ini dilakukan oleh International Court of Justise yang berkedudukan di Den Haag. Kasus-kasus yang mengancam perdamaian/melanggar perdamaian atau tindakan-tindakan agresi. Penyelesaian yudisial-suatu penyelesaian dihasilkan melalui sutu peradilan judisial internasional yang dibentuk sebagaimana mestinya dengan memberlakukan kaidah-kaidah hukum.konsolidasi. Penyelidikan[inquiri] 5. Tindakan-tindakan pembalasan[repraisals] Sengketa-sengketa yang dapat membahayakan perdamaian dan keamanan internasional. Dewan Keamanan pada umumnya bertindak terhadap jenis sengketa.jasa-jasa baik.dan penyelidikan.

Salah satu tugasnya adalah memberi nasehat tentang persoalan hukum kepada Majelis Umum dan Dewan Keamanan juga memeriksa perselisihan/sengketa antara negara-negara anggota PBB yang diserahkan kepada Mahkamah Internasional . Blokade secara damai 5. 4. Intervensi[Intervention] Merupakan tindakan campur tangan oleh suatu negara dalam urusan negara lain. Peran Mahkamah Internasional Mahkamah Internasional merupakan salah satu badan perlengkapan PBB yang berkedudukan di Den Haag.8 Merupak tindakan yang dipakai oleh negara-negara untuk mengupayakan diperolehnya ganti rugi dari negara-negara lain dengan melakukan tindakan-tindakan yang sifatnya pembalasan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful