You are on page 1of 4

PENYAKIT CACING KREMI

Resepsionis Dokter AA Ibu pasien Pasien Apoteker : : : : : : Rinaldi Arhas Yenni Agustina Rinaldi Arhas Suci Ramadhani Siti Fatimah Nurmawita

Seorang ibu yang masih muda bersama anak perempuannya mendatangi praktek dokter anak SEHATI BERSAMA. Resepsionis : selamat sore ibu, ada yang bisa saya bantu ? Ibu pasien : saya mau memeriksakan anak saya, pak. Resepsionis : apakah ibu sebelumnya pernah berobat disini ? Ibu pasien : belum, pak. Resepsionis : kalau begitu ibu bisa mengisi kartu pendaftaran nya terlebih dahulu ya buk. Ada nama pasien, alamat, nomor yang bisa dihubungi. Ibu pasien : iya. (setelah mengisi) sudah pak. Resepsionis : baik. Mari saya antarkan ibuk ke ruangan dokter. (mengetuk pintu) permisi dok, silahkan ibuk. (RUANGAN DOKTER) Pasien (nani) umur 4 tahun berat 12,5 kg mengeluh resa gatal di area sekitar anus mendatangi tempat praktek dokter bersama ibunya. Ibu pasien : assalamualaikum dokter. Dokter : waalaikumsalam silahkan duduk buk. siapa yg sakit ? Ibu pasien : ini anak saya dok. Dokter : siapa namanya ? Pasien : nina. Dokter : umurnya nina berapa ? Ibu pasien : 4 tahun. Dokter : apa yg menjadi keluhan nina sehingga ibu membawa nina ke praktek saya ? Ibu pasien : begini dok, anak saya sering menggaruk2 kan anusnya katanya gatal dok, apalagi kalau malam hari. Dokter : bisa ibu ceritakan bagaimana awal mula keluhan yang dialami oleh nina ? Ibu pasien : awal mulaya gatalnya cua di sekitar dubur dok, tp belakangan nina juga sering menggaruk di sekitar selangkangan terutama kalau malam dan pagi hari dok. Dokter : ada keluhan lain buk, selain gatal gatal ? Ibu pasien : iya dok, anak saya selain gatal juga sering bilang gak enak pada bagian perutnya, dan perutnya juga buncit dok, kurus, tidak mau makan, kadang kadang juga mual dan muntah dok. Dokter : kira kira ada gak kebiasaan yg kurang baik yg di lakukan nina yg mgkn ada hubungannya dengan keluhannya sekarang ? Ibu pasien : nina seringnya bermain di luar rumah dok, tapi gak suka pake alas kaki, mainan pasir dok, dan sering memasukan ke mulut mainan yg dipakainya saat bermain di tanah. Dokter : apakah keluhan keluhan nina ini sudah pernah di alaminya sebelum sekarang ini buk ?

Ibu pasien

: sudah pernah dok, tapi tidak separah sekarang, sampai selangkanganya merah begini Dokter : ada gak anggota keluarga atau orang di dekat rumah, yang memiliki keluhan yg sama seperti nina ? Ibu pasien : kakaknya nina juga sama dok sering mengeluh gatal disekitas anusnya. Dokter : apakah sebelum datang ke sini, ibu sudah pernah membawa nina berobat ? Ibu pasien : belum dok Dokter : bisa ibu ceritakan bagaimana keadaan tempat tinggal ibu ? Ibu pasien : tempat tinggal kami kebetulan di pinggiran sungai dok, jarak antara rumah satu dan rumah lainya rapat dok, dan bisa di katagorikan kumuh lah dok Dokter : bagaimana pola makan dina sehari hari buk ? Ibu pasien : nina biasanya makan nasi 1-2 kalli sehari dok, ya dengan lauk pauk seadanya. Dokter : bagai mana berat badan nina buk, apakah naik, turun atau tetap ? Ibu pasien : sepertinya turun dok, nina kelihata lebih kurus dari biasanya. Dokter baik lah buk, spertinya anak ibuk mengalami infeksi oleh cacing, tapi untuk memastikan diagnosa saya, saya harus melakukan pemeriksaan lanjutan, dan saya membutuhkan bantuan ibu. Ibu pasien : bantuan apa dok ? Dokter : nanti malam tempelkan selotip pada area anus anak ibu, pada pagi hari ibu lepas. dan ibu bisa datang kembali dengan membawa selotip tersebut untuk saya periksa. Keesokan harinya ibu pasien membawa selotip yg telah di tempelkan pada anus nina pada malam sebelumnya kedokter. Lalu dokter memeriksa dan mendiagnosa nina terinfeksi oleh cacing kremi (enterobius vermicularis), kemudian dokter meberikan resep supaya di tebus di apotik.
dr. Yenni Sip. No 01/Menkes/II/04 Alamat : Jl. Dumai-sei pakning no 220810 Jam praktek: 17.00 -20.00 Dumai, 22 agustus 2010

R/ Pirantel pamoat 125mg tab No. I 1 dd tab.I

Pro : Nina Umur: 4 thn

(RUANGAN APOTEKER) AA Ibu Pasien Apoteker Ibu pasien Apoteker Ibu pasien Apoteker Ibu pasien Apoteker Ibu pasien Apoteker : : : : : : : : : : : Antrian No.12 Iya. (seorang ibu masuk sambil menggenggam tangan anak nya). (mempersilahkan duduk) Assalamualaikum, Bu. (sambil tersenyum ramah). waalaikumsalam, Bu. (balik tersenyum) maaf dengan ibu siapa ? Bisa saya terima resep dokternya. Iya, Bu. Saya ibu suci (sambil memberi resep) Baik. Obat ini untuk penyakit cacingan, bukan begitu ibu suci ? Iya, buk. jenis cacing apa yg menginfeksi anak ibu ? cacing kremi, buk. Jadi, diagnosis dokter menyatakan anak ibu terkena cacingan yang disebabkan oleh cacing kremi. Dokter memberi resep pirantelpamoat. Obat generik ini hanya tersedia dalam bentuk tablet. Bagaimana ibu ? apa tidak ada sediaan sirup atau larutan, buk ? anak saya tidak bisa menelan/ kesulitan menelan. oh, begitu. Baik, saya minta ibu tunggu sebentar. Saya akan menemui dokter. (beberapa menit kemudian) maaf bu, telah membuat menunggu. Ini resep yang baru. Obat cacing Combantrin (Pfizer) yang mengandung Pirantelpamoat tersedia dalam sediaan sirup.

Ibu pasien Apoteker

: :

(AA memberi obat Combantrin kepada Apoteker. Lalu diserahkan kepada ibu pasien) Ibu pasien : Apakah obat ini bisa digunakan untuk segala jenis penyakit cacingan ? Apoteker : Combantrin ini umumnya dapat bekerja mengatasi berbagai jenis cacing penyebab cacingan misalnya Cacing kremi, Cacing gelang, Cacing tambang. Ibu pasien : (mengangguk-angguk kepala dengan rawut wajah masih bingung). Apoteker : Dosis Pirantelpamoat untuk anak 10mg/kg berat badan. Jadi bu, ada dua variasi dosis yang disesuaikan dengan berat badan anak ibu. Pirantel pamoat setara pirantel 250 mg/5ml sirup rasa karamel; 125mg/5ml sirup rasa jeruk. Kalau boleh saya tahu, berapa BB anak ibu ? Ibu pasien : terakhir nimbang 12,5 kg buk. Apoteker : Bila BB anak ibu 12,5 kg, kita menggunakan dosis 125 mg/5ml. Takarannya sendok teh apotek = 5ml. Ibu pasien : bagaimana jika dipakai sendok teh yg ada dirumah aja, buk ? Apoteker : Bila ibu menggunakan sendok teh dirumah kira-kira 3 ml. Otomatis dosis untuk terapi yang diinginkan tidak terpenuhi sehingga efeknya tidak sesuai dengan diharapkan. Cacing yang seharusnya hancur justru keluar dari dubur dalam keadaan mati. Mungkin kurang menyenangkan buat si adek. Ibu pasien : apakah ada efek samping nya, buk ? Apoteker : tentu, ibu. Pasti ada efek samping berupa nafsu makan hilang, mual, muntah, diare, sakit kepala, pusing, rasa mengantuk, sukar tidur, merahmerah pada kulit, keringat dingin, berkeringat.

Ibu pasien Apoteker

: :

Ibu pasien Apoteker

: :

Ibu pasien Apoteker

: :

(mengangguk-angguk). Sebaiknya berapa bulan sekali minum obat cacing? Tidak ada ketentuan tiap berapa bulan sekali menggunakan obat cacing. Gunakan obat cacing hanya bila diperlukan, antara lain bila terlihat tandatanda misalnya : tidur anak sering terganggu karena malam-malam sering terbangun karena gatal-gatal pada anusnya (anak selalu mengaruk-garuk). Bila ibu merasa curiga terhadap adanya kemungkinan kehadiran memeriksakan (bila ada) lengket-lengket disekitar anusnya; agar bisa dipastikan ada / tidaknya cacing serta jenis cacingnya, supaya bisa dipilih obat yang paling tepat. Anjuran pemberian 6 bulan sekali sebenarnya didasarkan pada siklus hidup cacing agar tidak sampai berkembang menjadi dewasa. bagaimana dengan aturan pakai nya ? Perhatikan tabel aturan minum, untuk sekali pengobatan. Combantrin cukup diminum sekali sebelum atau sesudah makan. Tidak perlu berpantang makan. Tidak perlu obat pencahar. setelah minum obat apakah cacing benar-benar hilang ? berapa lama waktu pengobatan diharapkan? Pemberian obat ini adalah dosis tunggal, artinya cukup satu kali pemberian saja. Namun untuk memastikan pengobatan tuntas, tunggu sampai telur cacing (yang tak terbasmi oleh obat ini) berubah menjadi cacing. Kira-kira 2 (dua) minggu setelah pemberian I berikan lagi dosis tunggal yang ke II. Untuk anak ibu yang masih berusia dibawah 2 tahun, jangan menggunakan obat cacing tanpa konsultasi dengan dokter sebagaimana saya uraikan di atas. Artinya obat cacing pirantelpamoat ini hanya digunakan bila memang benar-benar diperlukan. Bagaimana ibu ? apakah ada yang kurang jelas mengenai penjelasan saya tadi ? menurut saya sudah cukup. Terimakasih atas penjelasannya. Terimakasih kembali, Ibu. Apabila selama proses pengobatan ada yang mau ditanyakan lagi, ibu bisa menghubungi saya kembali. Semoga anak ibu lekas sembuh. Iya bu, mari. Assalamualaikum Waalaikumsalam.

Ibu pasien Apoteker

: :

Ibu pasien Apoteker

: :