You are on page 1of 14

RESUME Hari, Tanggal : Selasa, 5 Januari 2010 Topic Lecturer Tempat : Introduction of Thyroid Nodule : Prof. Dr. Dr.

Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD : Language Laboratorium Faculty of Medicine, Udayana University GOITER Kelenjar tiroid adalah organ endokrin yang berfungsi mengeluarkan hormon yang T3, T4 dan Calcitonin bagi kelangsungan metabolisme dalam tubuh. Kelainan pada kelenjar tiroid yang menyebabkan ukurannya membesar sering disebut dengan gondok atau goiter. Pembesaran ini bisa terjadi secara difus ataupun noduler. Secara anatomi memang terjadi keabnormalan. Namun keadaan tersebut tidak selalu sinkron dengan fungsinya. Kelenjar tiroid bisa saja membesar tapi fungsinya mungkin normal (nontoxic goiter, eutiroidisme), overactive (toxic goiter, hipertiroidisme) atau underactive (hipotiroidisme). Pembesaran kelenjar tiroid dapat dibagi menjadi 2 yakni: Toxic goiter (hiper tiroidisme) meliputi diffuse toxic goiter (Graves), toxic multinodular goiter, dan toxic adenoma (Plummer disease) dan nontoxic goiter yang bisa bersifat difus atau multinodular contohnya chronic lymphocytic thyroiditis (penyakit Hashimoto), goiter pada fase awal penyakit graves, goiter endemik, goiter sporadik, goiter kongenital, dan goiter fisiologis saat remaja khususnya remaja putri karena meningkatnya kebutuhan iodine. Gondok bisa terjadi karena adanya stimulasi yang berlebih pada reseptor TSH di kelenjar tiroid oleh TSH, anti-TSH, atau reseptor TSH agonis ( Chorionic Gonadotropin). Hal ini menyebabkan sel-sel berproliferasi lebih cepat sehingga terbentuklah gondok yang umumnya bersifat difus. Pembesaran yang bersifat noduler akan terjadi jika yang terstimulasi hanya sekelompok kecil sel tiroid, terdapat sel inflamasi, atau metastasis sel ganas ke kelenjar tiroid. Beberapa penyebab pembesaran kelenjar gondok yakni: defisiensi iodine; tiroiditis autoimun- tiroiditis hashimoto atau tiroiditis post partum; kelebihan iodine (Efek
10

disfonia. Goitrogen seperti kubis dan ubi jalar. adanya nodul. atau transformasi ganas). penyakit granulomatosa. gejala kompresi local (disfagia. Secara klinis nodul tiroid yang kecil sering ditemukan secara tidak sengaja waktu pemeriksaan fisik rutin atau saat pemeriksaan rongent untuk penyakit lain. inflamasi.Wolff-Chaikoff) atau memakan lithium yang menghambat pelepasan hormone tiroid. Gondok pada umumnya bersifat jinak. paparan radiasi. Pemeriksaan fisik dapat dilakukan dengan posisi pasien berdiri atau duduk. plethora. dan cenderung lebih ganas jika nodul tiroid diderita oleh laki-laki. penyakit deposisi. atau serak). dan nyeri tekan. dispnea. tetapi tingkat mortalitas dan morbiditasnya meningkat jika terjadi kanker tiroid. stridor. gonadotropin. Pasien biasanya datang dengan beberapa keluhan seperti massa pada leher. pituitary thyroid hormone resistance. Riedel thyroiditis. Dengan palpasi kita bisa meraba kedua lobus dan memperkirakan ukuran. kronis. dan keganasan pada tiorid. perhatikan profil tiroid dari arah samping kemudian minta pasien minum air. kelainan fungsi (hiper/ hipotiroidisme) atau kompresi pada struktur sekitar seperti trakea dan laring. imaging. Palpasi juga dilakukan pada kelenjar limfe cervikalis serta melihat daerah 11 . serta gejala dan tanda pada hiper maupun hipotiroidisme. Biasanya setelah mendengarkan keluhan pasien dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik. Pertama dilakukan inspeksi. Diagnosis gondok dapat dilakukan secara klinis. Dilanjutkan dengan palpasi tiroid dari arah belakang atau berhadapan dengan pasien.bakteri. jamur. dan parasit). Kelenjar tiroid akan bergerak keatas ketika menelan. Saat palpasi leher ekstensi dan rileks sehingga dapat menyingkirkan pseudogoiter (kelenjar tiroid yang menonjol pada orang kurus). dan pemeriksaan penunjang yang lain. Silent thyroiditis. Nyeri (pendarahan. dan/atau thyroidstimulating immunoglobulins. stimulasi reseptor TSH oleh tumor pituitary.mikobakterium. defek congenital yang mengganggu biosintesis hormone tiroid. laboratoris. Subacute thyroiditis (de Quervain thyroiditis). konsistensi. agen penginfeksi (akut spuratif. Ukuran tiap lobus dapat diukur dengan meteran dan diberi tanda pada permukaan kulit untuk memastikan pengukuran yang konsisten. Kasus gondok lebih sering pada wanita dengan perbandingan 4:1 . nekrosis.

Jika ditemukan nodul yang multiple menunjukan multinodular goiter atau tiroiditis hashimoto sedangkan nodul soliter padat cenderung ganas dan bila teraba lunak dan ada fluktuasi berarti kista tiroid. goiter yang terbukti 12 . Beberapa klarifikasi hasil temuan saat palpasi: Terdapat nyeri tekan difus pada tiroid kemungkinan disebabkan oleh tiroiditis subakut dan jika terjadi lokal mungkin pendarahan intranodal atau nekrosis. Untuk menentukan ukuran. Untuk menegakan diagnosis juga diperlukan pemeriksaan penunjang selain anamnesis dan pemeriksaan fisik. kelenjar tiroid yang lunak dan kenyal kemungkinan tiroiditis hashimoto sedangkan konsistensi padat biasanya ganas atau Reidel struma.orofaring untuk mengecek adanya jaringan tiroid lingular. untuk menilai efek pembesaran tiroid pada struktur sekitarnya lebih baik dipilih CT atau MRI tetapi harganya lebih mahal. Pada tahap lebih lanjut bisa diperiksa antibodi terhadap tiroid. konsistensi dan nodularity tiroid dilakukan USG. calcitonin (jika berisiko tinggi menderita medullary carcinoma). USG juga bisa membantu keakuratan pengambilan spesimen PA dengan ultrasoundguided biopsy. Palpasi memiliki kelemahan jika terdapat pembesaran tiroid retrosternal. Namun. terjadi pembesaran limfa nodus servikalis atau supraklavikula harus dicurigai adanya metastasis kanker tiroid. Pemeriksaan lab yang penting untuk skrining adalah kadar serum TSH karena tes ini sangat sensitive setelah itu baru diperiksa FT4 bebas. thyroglobulin. Pada gambaran Roentgenography dapat dilihat kalsifikasi pada goiter dan kondisi kelenjar limfa regional. Lobus piramidalis biasanya membesar pada penyakit graves. Bila diagnosis kelainan tiroid ditegakan maka dapat diambil beberapa tindakan yakni: Goiter yang kecil dengan fungsi normal tidak memerlukan perlakuan khusus hanya di monitoring saja perkembangannya sehingga efektifitas pemberian hormone tiroid pada pasien ini masih kontroversial. Sehingga radionuclide scanning dengan I-123 lebih dipilih. goiter yang besar dan terdapat komplikasi memerlukan terapi medis dan bedah. Sedangkan untuk menilai fungsi suatu nodul tiroid yang dipakai adalah Radionuclide uptake dan radionuclide scan. Pada toxic goiter saat dilakukan auskultasi akan terdengar soft bruit pada arteri tiroid inferior dan apabila kondisi hipertiroidisme sangat berat saat palpasi juga bisa terdapat thrill.

Made Ratna Saraswati. 2. dan terapi lain telah gagal. umur penderita berusia dibawah 20 tahun dan diatas 50 tahun.ganas harus dioperasi. Hari. Namun. pertumbuhan cepat. Demikian pula dengan jenis kelamin. 6 January 2010 Topic Lecturer Tempat : Clinical Diagnostic of Thyroid Nodule : dr. yakni: 1. Managemen diagnosis mulai dari anamnesis. Riwayat perkembangan nodul curiga ganas jika nodul soliter. sesak nafas. Internal Secretariat Sanglah Hospital CLINICAL DIAGNOSTIC OF THYROID NODULE: HISTORY AND PHYSICAL EXAMINATION Nodul tiroid adalah lesi diskret pada kelenjar tiroid. kompresi pada organ sekitar. kurang dari 1 cm juga perlu evaluasi jika ditemukan tanda-tanda kemungkinan ganas pada USG. Radiasi diatas 50 rad pada saat anak-anak atau 100-700 rad selama umur 3-4 tahun.PD : Angsoka. Disfagia. Riwayat radiasi di daerah leher dan kepala pada masa lampau. Hanya nodul yang lebih dari 1 cm yang potensial menjadi kanker. 3. resiko keganasan lebih tinggi. konsistensi keras. Sp. dan 13 . Tanggal : Wednesday. tindakan operasi harus dilakukan pada kondisi kanker. ada riwayat radiasi leher dan riwayat keluarga kanker tiroid. penderita laki-laki memiliki resiko keganasan lebih tinggi daripada penderita perempuan. bisa dipalpasi atau ditemukan saat USG dimana gambarannya terdapat nodul yang berbeda dengan parenkima sekitarnya.

terutama saat terapi levothyroxine. Perhatikan apakah ada pembesaran kelenjar di bawah tulang krikoid yang ikut bergerak saat pasien menelan. islet cell tumor. servikal. Riwayat tinggal di daerah endemik goiter Pemeriksaan Fisik: Inspeksi: Minta pasien sedikit mendongak dan beri minum untuk melihat proses menelan. ada fluktuasi kemungkinan kista. perkembangan tumor yang cepat. ada pembesaran kelenjar getah bening leher (jugular. hyperparathyroidism. dan supraclavicular kemungkinan ganas. medullary thyroid carcinoma. memiliki batas yang tegas atau tidak. permukaan nodul rata atau berdungkuldungkul. malignancy benign dan malignant nodule atau bisa nyeri seperti pada tiroiditis. Kita juga bisa menilai kemunkinan seseorang menderita keganasan apabila ditemukan: High suspicion : Riwayat keluarga menderita medullary thyroid carcinoma atau multiple endocrine neoplasia. atau submandibular). firm pada Hashimoto’s thyroiditis. cervical chains.dan ada tanda-tanda metastasis jauh 4. Hasil pemeriksaan fisik dan anamnesis bisa menuntun kita pada diagnosis kelainan tiroid. Dan terdapat nodul yang keras dan melekat pada struktur di 14 . terdapat tidaknya nyeri. ukurannya. dan mucosal neuroma 6. berjumlah tunggal atau multipel. Riwayat penyakit serupa dalam keluarga i. misalnya: Nodul diskret biasanya adenoma. Palpasi: Bisa dilakukan dari depan (menggunakan ibu jari) atau belakang (metode 3 jari). Riwayat gangguan mekanik di daerah leher 5. MEN 2 and 3  phaechromocytoma. dan tumor adrenal ii. Auskultasi: keadaan hipervaskuler seperti pada penyakit graves’ bisa terdengar suara murmur kontinu atau bruit pada kelenjar tiroid. Biasanya lunak pada graves’. dan keadaan mobilitas nodul.perubahan suara. Nodul diidentifikasi berdasarkan konsistensinya keras atau lunak. MEN 1  thyroid adenoma. terdapat pembesaran kelenjar limfe pada isthmus.

Iodine ditangkap oleh tyroglobulin melalui gerbang NIS kemudian diangkut ke basal membran melalui pendrin. Budhiarta. goitrogen (lobak dan kubis).sekitarnya serta tanda metastasis seperti paralisis pita suara. Dr. penyakit autoimun (Hashimoto tiroiditis). Moderate suspicion : Umue < 20 tahun atau r > 70 tahun. regional lymphadenopathy.PD-KEMD : Angsoka. Iodine dalam pembentukan tiroid sangat vital peranannya. Tanggal : Thursday. Apabila terjadi defisiensi konsumsi iodine dapat menimbulkan goiter. Apabila kadar T3 dan T4 yang dihasilkan sudah cukup atau bahkan berlebih maka akan terjadi umpan balik negatif untuk menghambat produksi TSH dan TRH.G. Hari. dysphonia. laki-laki dan memiliki riwayat radiasi di leher dan kepala. 7 January 2010 Topic Lecturer Temapt : Laboratory Interpretation : Prof. Sp. Di basal membran iodine tersebut akan dibentuk menjadi DIT dan MIT kemudian akan terjadi ikatan antara 2 molekul tersebut sehingga menghasilkan T3 dan T4. dyspnea. Dr. Ditemukan nodul lebih dari 4 cm atau partially cystic serta terdapat tanda-tanda kompresi seperti dysphagia. tumor pituitari (stimulasi TSH 15 . TSH memberikan stimulus pada kelenjar tiroid untuk menghasilkan 2 jenis hormone yaitu T3 dan T4. dan batuk.A. Iodine yang digunakan sebagai bahan baku hormone sebagian besar didapatkan pada makanan sehari-hari. A. hoarseness. iodine berlebih. Goiter bisa disebabkan oleh banyak faktor yaitu defisiensi iodin. T3 dan T4 merupakan hormone yang dibentuk dari iodine yang mengalami proses iodinisasi pada residu tyrosin. Internal Secretariat Sanglah Hospital PRINCIPLE DIAGNOSTIC OF GOITER Kelenjar tiroid bekerja dengan regulasi feedback hormonal yaitu melalui hipotalamus-hipofise-kelenjar tiroid-jaringan target. Hipotalamus mengahasilkan TRH untuk menstimulasi hipofise agar mensekresikan suatu hormon tropik yaitu TSH.

USG dapat membantu FNAB dalam menunjukkan letak nodul. Cyst. Nodul yang berfungsi akan menyerap radionucleid dan akan tampak lebih gelap dibanding jaringan sekitar yang disebut cold nodul. malignansi. Cold nodul ditemukan pada penyakit berikut : Thyroiditis. Jenis radionucleid yang digunakan biasanya radioiodine dan tecnium. FNAB merupakan alat diagnostik yang penting karena dapat membedakan pakah suatu nodul ganas atau jinak. Antibodies : AntiTPO. Malignancy. Memiliki spesifisitas lebih dari 90% dan sensitivitas lebih dari 80%. Fibrosis. Hot nodul ditemukan pada penyakit berikut : Functioning Adenoma. folikular neoplasma. ganas. Pemeriksaan ultrasonografi merupakan jenis radiologi yang efisien dan efestif dalam membantu menegakkan diagnosis. Nodul yang tidak berfungsi cenderung tidak menyerap radionucleid sehingga tampak lebih pudar dari jaringan sekitar yang disebut hot nodul. FNAB menyebabkan efektifitas harga terapi sebab tidak semua nodul harus dioperasi.berlebih). Thyroid function test (TSH & Free T4. Thyroiditis. tiroiditis subakut dan penyakit granulomatosa.T3). Non-functioning Adenoma. Angka insiden goiter di Indonesia tergolong ringan jika diliat pada studi epidemiologi mengenai gioter di dunia. Anti-Tg. FNAB memiliki kelemahan yaitu tidak bisa membedakan folikular neoplasma ganas dan jinak dan aspirat yang tidak representatif. Prosedur ini memiliki sessitivitas diatas 80% 16 . FNAB merupakan alat diagnostik utama untuk menentukan apakah sebuah nodul itu jinak atau ganas. kelainan enzim sintesis T3 dan T4. Hasil pemerikasaan jaringan dapat dikategorikan jinak. curiga ganas. ataupun tiroiditis. Thyroid Scan/ RAIU. Radionucleid scanning digunakan untuk mendeteksi apakah suatu nodul berfungsi atau tidak. Radionucleid scanning memiliki kelemahan yaitu hanya memberikan gambaran 2 dimensi dan tidak bisa menentukan ukuran nodul. Dalam mendiagnosis pasien goiter pemeriksaan berikut yang dapat dilakukan sesuai dengan indikasinya. mengevaluasi ukuran nodul dan mengevaluasi kekambuhan nodul pasca operasi pengangkatan. Nodul yang berfungsi biasanya jinak. Multinodular goiter. FNAB. Ultrasonography (USG). 5% dari nodul yang tidak berfungsi biasanya ganas. Multinodular Goiter. yaitu : Clinical Examination.

karena gambaran sitologinya sama yang membedakan hanya invasi ke jaringan sehingga perlu pemeriksaan histopatologi. Selain itu. Dengan melakukan FNAB kita bisa mengurangi biaya diagnostik sebesar 25% dan menurunkan tiroidektomi yang sebenarnya tidak perlu sekitar 20-50%. Non-functioning Adenoma. Pada urutan diagnosis suatu nodul sebaiknya 17 .dan spesifisitas lebih dari 90%. Radionucleic scanning dapat menilai fungsi kelenjar tiroid. Nodul yang tidak berfungsi cenderung tidak menyerap radionucleid sehingga tampak lebih pudar dari jaringan sekitar yang disebut hot nodul. Multinodular goiter. Hal yang sering terjadi adalah hypocellular aspirates pada lesi kistik dan false negative pada lesi ganas karena acellular atau hypocellular specimen. Fibrosis. tindakan biopsi bisa tidak dilakukan. Nodul yang berfungsi akan menyerap radionucleid dan akan tampak lebih gelap dibanding jaringan sekitar yang disebut cold nodul. Multinodular Goiter. Pasien dengan serum TSH yang rendah dapat menjalani radionucleic scanning terlebih dahulu. tidak bisa dibedakan antara lesi folikular yang ganas atau jinak. Tanggal : Friday. 8 January 2010 Topic Lecturer Tempat : Fine Needle Aspiration Biopsy : dr. Hari. I Wayan Juli Sumadi : Pathology Anatomy Laboratorium Sanglah Hospital FINE NEEDLE ASPIRATION BIOPSY OF THE THYROID GLAND FNAB merupakan alat diagnostik yang akurat untuk menentukan apakah suatu nodul tiroid itu ganas atau jinak. Hot nodul ditemukan pada penyakit berikut : Functioning Adenoma. Cyst. Malignancy. Tapi metode ini juga memiliki kekurangan dimana hasilnya sangat ditentukan oleh kualitas sampel. Nodul yang fungsinya baik biasanya jinak. Biasanya menggunakan iodine atau technetium. namun 90% dari nodul tidak berfungsi dengan baik tetapi hanya 5 % yang berpotensi ganas. teknik pengambilan sampel dan kemampuan ahli patologinya. Cold nodul ditemukan pada penyakit berikut : Thyroiditis. Jika hasilnya functioning. Thyroiditis.

pasien diminta untuk tidak menelan. bicara. informasikan pada pasien proses berlangsungnya biopsi. glass slide. 2 jari tangan kiri digunakan untuk memfiksasi nodul. lidocain. setelah selesai pengambilan aspirat tekan titik suntikan dengan kapas steril kira-kira 1 menit. informasikan pada pasien akan dilakukan 2-4 kali pengambilan sampel. pasien diposisikan berbaring supinasi dengan leher ekstensi agar tiroid terekspos. Komplikasi FNAB sangat jarang yaitu tusukan jarum ke trakea dan hematoma subkutan pada tempat biopsi. dan bergerak saat dilakukan biopsi.FNAB dilakukan setelah USG dilakukan untuk mengetahui jumlah dan ukuran nodul pasien. PT dan CT. Aspirat FNAB akan memberikan gambaran sitologi dari suatu jaringan nodul. tidak memerlukan aspirasi namun bisa juga memberikan gambaran sitologi nodul tiroid. Jarum yang digunakan berukuran 22-27 G. jarum 25-27 G. Suatu tehnik lain yaitu FNNA. Perlengkapan untuk melakukan FNAB terdiri dari : pistol shrynge. shrynge plastik dipasang pada shrynge holder dan digenggam dengan tangan kanan operator. Tujuannya adalah sebagai diagnostic apakah suatu nodul perlu dilakukan operasi pengangkatan atau tidak. kapas alcohol. selama 18 . Langkah persiapan ke pasien adalah sebagai berikut : palpasi nodul tiroid (untuk identifikasi jumlah. ketika jarum sudah memasuki nodul gerakkan naik turun ke segala arah agar mendapatkan sel representative seluruh bagian nodul dan mempermudah pengambilan sel. APPT. Kontraindikasi FNAB adalah pada pasien dengan gangguan pembekuan darah sebab hematoma yang ditimbulkan bisa menyebabkan kompresi pada jalan napas untuk itu diperlukan pemeriksaan BT. Indikasi FNAB adalah pada penderita dengan nodul tiroid. biopsy dapat dilakukan di ranjang maupun di meja pemeriksaan. label nama. Teknik pemeriksaan FNAB adalah sebagai berikut : Nodul yang akan dibiopsi diidentifikasikan terlebih dahulu. botol berisi alcohol untuk fiksasi. pasien dapat diposisikan duduk atau berbaring supinasi. jarum ditusukkan secara cepat pada nodul. jelaskan bahwa akan terasa sedikit sakit dan diharapkan tidak ada hematoma. FNA biopsy menggunakan tehnik aspirasi untuk mendapatkan sample sel atau cairan pada suatu massa tiroid. dan minta pasien untuk duduk beberapa menit. jelaskan prosedur dan tujuan pemeriksaan pada pasien. shrynge plastik. sarung tangan. kontainer. besar dan konsistensi).

FNNA biopsi digunakan untuk meminimalisir trauma pada jaringan tiroid dan mengurangi kontaminasi darah. jarum dicabut. Slide yang akan dilakukan wet fixation harus segera diletakkan dalam alkohol 95 % dan untuk pewarnaan dengan papaniculou. untuk pengecatan giemsa preparat harus dikeringkan terlebih dahulu dengan menggunakan hair dryer tanpa difiksasi dan segera dikirim ke laboratorium. tarik plugger shrynge 5 ml kemudian pasang jarum kembali. Kemudian injeksikan aspirat pada slide glass dan buat hapusan dengan menggeseknya dengan slide glass yang lain dengan preparasi slide yang sama seperti FNAB. Cabut jarum dari shrynge. Sebaiknya aspirat didapatkan pada jaringan perifer dan pada bagian nodul yang berbeda. Setelah selesai melakukan aspirasi lepaskan pegangan dan biarkan plugger turun untuk menutupi ruang vakum sehingga aspirat tetap di dalam shrynge. Aspirat yang berbentuk cair menunjukkan bahwa nodul tersebut kistik dan aspirasi dilanjutkan sampai cairan habis teraspirasi. Aspirat masuk ke dalam jarum dan segera setelah aspirat tampak pada pangkal jarum. Wet-fixed smear dicat dengan papaniculou dan memberikan gambaran nukleus yang jelas sementara smear kering dicat dengan pewarnaan romanovsky memberikan 19 . tarik jarum dari nodul kemudian tekan bekas suntikan dengan kapas steril. Biasanya 2-4 aspirasi perlu dilakukan dan 8-10 slide dibuat untuk setiap nodul. Cairan aspirat pada nodul kistik sebaiknya disimpan pada kontainer plastik untuk pemeriksaan sitologi. Pada nodul besar hindari pengambilan spesimen pada bagian sentral dan dalam sebab hanya akan mendapatkan cairan dan sel yang mati. bekas tusukan jarum biopsi ditekan dengan lembut dengan kapas alkohol 4 x 4. ketika pendarahan berhenti ditempelkan plester dengan perban pada bekas tusukan dan pasien diizinkan untuk pulang. Tidak diperlukan shrynge. Kemudian pasangkan jarum pada shrynge yang sudah berisi udara. Aspirat dari jaringan tiroid terdiri dari sel folikular dan koloid. Injeksikan aspirat pada masing-masing slide glass kemudian diberi label nama. Teknik persiapan pasien sama dengan FNAB. jarum dipegang seperti memegang pensil dan pelanpelan ditusukkan pada nodul gerakkan keluar masuk selama 5-10 detik. Setelah biopsi selesai.5-10 detik lakukan gerakan naik turun ke segala arah sampai terlihat aspirat yang terambil. Gunakan jarum baru pada tiap biopsi. Buat hapusan dengan menggunakan slide glass yang lain.

Internal Secretariat Sanglah Hospital RADIONUCLEIC SCANNING OF THYROID NODULE Ada beberapa jenis imaging dalam menegakkan diagnosis nodul. atau unsatisfatory (undiagnostic). Hari. 12 January 2010 Topic Lecturer Tempat : Radionucleic Scanning of Thyroid Nodule : dr. Pemeriksaan ini tidak dapat digunakan untuk mengukur ukuran dari nodul secara akurat. Made Ratna Saraswati. Dignosis sitologi terdiri dari 4 kategori yaitu jinak (negatif). Sp. CT scan jarang digunakan untuk evaluasi nodul kecuali pada kasus nodul substernal pemeriksaan CT scan dapat memberikan gambaran yang baik. PET scan dapat membantu membedakan nodul jinak dari nodul ganas. CT dan MRI tidak dapat digunakan untuk membedakan apakah suatu nodul jinak atau ganas. Tanggal : Tuesday. membedakan simpel kiste dari nodul solid dan campuran antara nodul solid dan kiste. Tidak bisa digunakan untuk menggantikan biopsi. memandu proses biopsy dan memfasilitasi dalam monitoring terapi. ukuran nodul dan volume goiter.PD : Angsoka. ganas (positif). Nodul tiroid yang tidak berfungsi tidak akan mengambil iodine radioaktif sehingga akan memberikan gambaran yang transparan 20 . Ultrasonografi dapat mendeteksi secara akurat untuk mendeteksi nodul yang tidak terpalpasi.gambaran sitoplasma yang jelas. Radioaktif iodine uptake (RAIU) merupakan suatu pemeriksaan imaging dengan pemberian iodine radioaktif secara peroral. PET dengan fludeoxyglukose. curiga ganas. MRI. dan metode lain computed tomografi (CT). Penggunaannya masih terbatas karena masalah harga dan ketersediaan alat. Kelenjar tiroid yang aktif akan mengambil iodine radioaktif dan akan memberikan gamabran yang lebih gelap dari jaringan sekitar yang disebut hot nodul. Radionucleid scan pada tiroid dapat digunakan untuk mengidentifikasi apakah suatu nodul berfungsi atau tidak. ultrasonografi. USG. radionucleid scanning.

Radionucleid scan dikerjakan dengan menggunakan 3 radioiodin berikut. dan obat anti tiroid selama periode tertentu. Tecnitium scanning disarankan dalam beberapa prosedur diagnostic sebab bisa dilakukan dengan cepat dan pasien tidak diminta puasa sebelumnya. menentukan massa tiroid retrosternal.disbanding jaringan sekitar yang disebut dengan cold nodul. Hampir semua nodul malignan merupakan cold nodul dan sekitar 5% dari cold nodul merupakan malignan. Penggunaan isotop iodine lebih disarankan mengingat pemeriksaan technetium sekitar 3-8 persen menunjukkan nodul aktif sementara pemeriksaan radioiodine memberikan hasil nodul inaktif dan beberapa nodul tersebut ternyata malignan. Prosedur testnya adalah sebagai berikut : pasien akan diberikan dosis kecil iodin radioaktif secara oral atau injeksi. hormone tiroid pengganti. Scanning radionucleid tidak direkomendasikan secara rutin namun direkomendasikan pada kasus dengan supresi kadar tirotropin dan penemuan massa folikular pada biopsi. evaluasi tiroid ektopik. misalnya : makanan dan suplemen tinggi iodin. Apabila pernah melakukan pemeriksaan x-ray dengan kontras yang memakai iodine diberikan interval waktu 60-90 hari. yaitu : iodin-123. pemeriksaan kanker tiroid. dan diagnosis work up pada bayi dengan T4 rendah dan atau kadar TSH tinggi. iodin-131 atau technetium-99m-yang berlabel pertecnetate. diagnosis tirotoksikosis. Indikasi untuk tiroid scintigrafi : pemeriksaan nodul tiroid. pemeriksaan goiter. Kamera sinar gamma akan mendeteksi radioisotope yang dikoleksi dalam kelenjar tiroid selama 20-30 menit dan memproduksi gambar pada layar foto. Beberapa professional menganjurkan menggunakan I-131 untuk memonitoring pasien kanker dan menggunakan I-123 untuk tes uptake tiroid dan scan tiroid rutin. 6-24 jam kemudian pasien diperiksa uptake iodine-nya. Persiapan pasien dilakukan dengan meminta paien menghentikam konsumsi makanan atau obat yang dapat mengganggu pemeriksaan . Ultrasonografi 21 . Untuk pasien hamil dan alergi iodine pemeriksaan perlu dipertimbangkan dan kemungkinan akan dilakukan dengan mengurangi dosis. pasien diminta berbaring pada meja atau ranjang dengan leher hiperekstensiuntuk mempermudah posisi diberikan bantal pengganjal pada punggung. untuk scanning radioaktif diinjeksikan melalui vena.

Gelombang ultrasonik dihasilkan oleh suatu transduser ynag dapat merambatkan suara melewati jaringan tubuh manusia dan ketika membentur suatu organ atau permukaan dengan tektur yang berbeda gelombang akan dipantulkan. Gambaran lesi kistik pada USG adalah an echoic lesion. ukuran. USG dapat membedakan lesi padat dengan kistik. Disebut simple jika hanya berisi cairan dan kompleks jika terdapat internal echo/ septation/ solid/ calcification.direkomendasikan untuk membantu FNAB terutama pada nodul yang kecil dan insidental. USG memiliki sensitivitas yang tinggi untuk melihat struktur lesi pada tiroid mulai dari jumlah nodul. Tetapi USG tetap tidak bisa menentukan dengan pasti apakah suatu nodul ganas atau jinak.Rad : Radiologic Secretariat Sanglah Hospital Ultrasound and Radiologic Imaging for Thyroid Nodule USG adalah alat ynag menggunakan gelombang suara yang berfrekuensi tinggi. 16 January 2010 : Ultrasound and Radiologic Imaging for Thyroid Nodule : dr. USG juga bisa mengidentifikasi limfenodus untuk melihat kemungkinan metatastasis dan membantu pengambilan sampel saat FNAB. echotexture. tidak bisa mengevaluasi struktur yang berisi udara atau tulang. US + Doppler + spectral analysis dapat menilai vaskularisasi lebih detail dan sangat berguna pada skrining kanker tiroid karena kebanyakan memiliki banyak central vascular pattern sedangkan untuk perinodular pattern biasanya jinak. Sp. microcalcification. dan vaskularisasi. Namun. Date Topic Lecturer Venue : Saturday. Selain berfungsi melihat kelenjar tiroid. Maka terbentuklah suatu citra yang dapat kita lihat di layar. jadi nodulnya sangat gelap dibandingkan jaringan sekitar. tepi. Pada pemeriksaan dengan doppler perlu curiga keganasan jika keadaan hipervaskuler terutama central pattern dengan pembuluh darah yang tidak beraturan dan berkelak kelok (chaotic arrangement of blood vessels with 22 . Day. Elysanti Dwi Martadiani.

Dengan menggunakan Color Doppler US kita juga bisa menghitung Resistif Index atau RI.08 Pemeriksaan imaging lain yang bisa digunakan adalah Chest X-Ray. Foto thorax dapat melihat metastasis kanker ke paru-paru terutama kanker tipe folikular dan melihat intrathoracic goiter. Berdasarkan penelitian lesi ganas memiliki RI 0. Cervical Plain X-Photo.arteriovenous shunts).13 dan lesi jinak dengan RI 0. serta baik untuk melihat thyroid opthalmopathy.76 ±0. dan CT/ MRI. 23 . Tanda-tanda keganasan ynag lain adalah lesi kecil (<1cm). component kalsifikasi pada massa tiroid. Yang terakhir CT/MRI berguna untuk staging kanker tiroid karena dapat melihat metastasis local dan metastasis jauh. multilobuler dan biasanya terdapat mikrokalsifikasi. mengevaluasi retrosternal goiter. Pemeriksaan ini dapat menentukan penyebaran dari kanker dan mengevaluasi keberhasilan terapi. dalamnya lebih besar dari lebarnya. Foto polos servikalis dapat mengevaluasi penyempitan jalan napas. berbatas tidak tegas. dan metaatasis ke tulang-tulang servikalis. hypoechoic.62 ± 0.