You are on page 1of 29

TRANSFORMATOR

NAMA NIM

:SYAIFUL HIDAYAT :L0F008066

PERUBAHAN ENERGI LISTRIK DLM SISTEM TENAGA :

ENERGI LISTRIK KE ENERGI MEKANIK ( MOTOR LISTRIK ) ENERGI MEKANIK KE ENERGI LISTRIK ( GENERATOR ) ENERGI LISTRIK KE ENERGI LISTRIK ( TRANSFORMATOR )

PERUBAHAN ENERGI

ENERGI MEKANIS

TRANFORMATOR ENERGI LISTRIK TRANFORMATOR ENERGI LISTRIK

PROSES ENERGI LISTRIK MENJADI MEKANIK ( MOTOR ) MAUPUN ENERGI MEKANIK MENJADI LISTRIK ( GENERATOR ), ATAUPUN ENERGI LISTRIK MENJADI LISTRIK ( TRANSFORMATOR ) BERLANGSUNG MELALUI MEDIUM MEDAN MAGNIT. ENERGI YANG AKAN DIUBAH DARI SATU SISTEM KESISTEM YANG LAIN, SEMENTARA AKAN TERSIMPAN PADA MEDIUM MEDAN MAGNIT UNTUK KEMUDIAN DILEPAS MENJADI ENERGI LAIN MEDAN MAGNIT BERFUNGSI SEBAGAI PENYIMPAN SEKALIGUS SEBAGAI MEDIUM UNTUK MENGKOPEL PROSES PERUBAHAN ENERGI

1. MOTOR 2. GENERATOR

3. TRANSFORMATOR
MEDAN MAGNIT ENERGI MEKANIS

ENERGI LISTRK

ENERGI LISTRK

MEDAN MAGNIT

ENERGI LISTRK

TRANSFORMATOR ADALAH SUATU PERALATAN LISTRIK YANG DAPAT MEMINDAHKAN DAN MENERUSKAN ENERGI LISTRIK DARI SATU ATAU LEBIH RANGKAIAN LISTRIK KE RANGKAIAN LISTRIK YANG LAIN MELALUI GANDENGAN MAGNIT DAN BERDASARKAN PRINSIP INDUKSI ELEKTROMAGNET DENGAN FREKWENSI SAMA

Transformator terdiri dari 3 komponen pokok yaitu: Kumparan Primer sebagai Input, Kumparan Sekunder sebagai Output, dan Inti besi sebagai media untuk memper kuat medan magnet yang dihasilkan.

Ketika Lilitan Primer dihubungkan dengan sumber tegangan AC, maka pada Lilitan Primer menimbulkan Medan Magnit ( ggl induksi ), Medan magnet diperkuat oleh inti besi dan dihantarkan ke Lilitan Sekunder, sehingga pada ujung2 Lilitan Sekunder akan timbul GGL Induksi. Efek ini dinama kan Induktansi Timbal-balik (Mutual Inductance).

Hubungan antara tegangan primer, jumlah lilitan primer tegangan sekunder, dan jumlah lilitan sekunder, dapat dinyatakan dalam persamaan:

Vp = tegangan primer (volt) Vs = tegangan sekunder (volt) Np = jumlah lilitan primer Ns = jumlah lilitan sekunder

Berdasarkan perbandingan antara jumlah lilitan primer dan jumlah lilitan sekunder transformator ada dua jenis yaitu: 1. Transformator step up yaitu mengubah tegangan AC rendah menjadi tinggi, transformator ini mempunyai jumlah lilitan kumparan sekunder lebih banyak daripada jumlah lilitan primer (Ns > Np). 2. Transformator step down yaitu mengubah tegangan AC tinggi menjadi rendah, transformator ini mempunyai jumlah lilitan kumparan primer lebih banyak daripada jumlah lilitan sekunder (Np > Ns).

Pada transformator besarnya tegangan yang dikeluarkan oleh kumparan sekunder adalah: Sebanding dengan banyaknya lilitan sekunder ( Vs ~ Ns ). Sebanding dengan besarnya tegangan primer ( Vs ~ Vp ). Berbanding terbalik dengan banyaknya lilitan primer,
Sehingga dapat dituliskan:

Dimana, tidak ada energi yang diubah menjadi bentuk energi lain, sehingga daya listrik pada lilitan skunder sama dengan daya listrik pada lilitan primer Dapat dikatakan efisiensi transformator ideal 100 persen. Sehingga berlaku persamaan sebagai berikut:

Secara luas adalah dalam sistem penyaluran tenaga listrik yang memungkinkan dipilihnya tegangan yang sesuai dan ekonomis untuk tiap keperluan, misalnya :

Kebutuhan akan tegangan tinggi dalam pengiriman daya listrik dengan jarak jauh Mentransfer daya dari tegangan tinggi ke tegangan menengah dan tegangan rendah sehingga dapat didistribusikan daya listrik sampai ke pelanggan

Trafo Daya ( Tenaga ) Dapat memindahkan/meneruskan tenaga listrik dari suatu rangkaian ke rangkaian yang lain pada frekwensi sama dengan tegangan / arus berubah, daya tetap Sebagai trafo Step up, menaikkan tegangan dari sistem pembangkit ( 6 ; 11,5 ; 13,6 ; 16,3 kV ) ke tegangan sistem Transmisi ( 70 ; 150 ; 500 kV ) Sebagai trafo Step down , menurunkan tegangan tinggi transmisi ke tegangan menengah distribusi 20 kV

Trafo Distribusi. Meneruskan tenaga listrik dari sisi distribusi tegangan menengah kesisi tegangan rendah ( 220-440 dan 220 / 380 V ) untuk pelanggan ( diproduksi 5 s/d 2500 kVA )

TRAFO KONVENSIONAL Untuk jenis ini dapat dikenali biasanya memiliki daya pengenal besar mulai dari 100 s/d 2500 kVA dengan peralatan pengamannya ( fuse, arrester ) tidak termasuk dalam unit trafo itu sendiri dan berfasa tiga TRAFO JENIS CSP ( Completely Self Protection ). Jenis ini dipakai di PLN Jateng, karena sesuai dengan desain jaringan yang satu fasa TR. Trafo ini telah dilengkapi dengan peralatan pengaman antara lain : - Fuse Cut Out pada belitan primer, sebagai pengaman terhadap arus lebih yang datang dari sisi primer ( JTM ) - Low Voltage Circuit Breaker, sebagai pengaman trafo terhadap arus lebih yang datang dari sisi sekunder ( JTR ) - Lightning Arrester, sebagai pengaman trafo dari sambaran petir / surya petir ( lightning Surge ) - Lampu signal yang akan menyala bila trafo telah berbeban lebih ( over Load )

TRAFO 3 PHASA DAN TRAFO 3 x 1PHASA

Trafo Distribusi CSP umumnya trafo 1 phasa dengan daya pengenal dari daya 5 s/d 100 kVA ( PLN Jateng 15 ; 25 ; 50 kVA ) karena dipandang paling sesuai dengan kondisi beban yang ada. Untuk keperluan beban yang 3 phasa, trafo CSP bisa dirangkai menjadi trafo 3 x 1 phasa atau biasa disebut dengan trafo bank.
Dapat disimpulkan bahwa banyak kelebihan yang dapat diperoleh dari trafo CSP yaitu mulai dari bentuk yang kompak sampai dengan keluwesan untuk penggunaan beban 1 phasa / 3 phasa, terutama trafo CSP didesain untuk kondisi beban daerah pedesaan, sebagai kondisi beban di Jawa Tengah

TRAFO UKUR Untuk melakukan pengukuran besaran listrik tidak mungkin alat ukur dihubungkan secara langsung, untuk itu diperlukan trafo ukur yang menurunkantegangan / arus sampai pada harga tertentu yang sesuai dengan tegangan / arus pengenal alat ukur.

1. Trafo Arus ( CT ) Trafo arus digunakan untuk mengukur arus beban suatu rangkaian, dengan trafo arus maka arus beban yang besar dapat diukur hanya dengan menggunakan alat ukur ( amper meter ) yang tidak terlalu besar. Dengan mengetahui perbandingan transformasi N1 / N2 dan pembacaan Amper meter ( Iz ), arus beban I1 dapat dihitung, bila trafo arus ideal, maka besarnya arus beban I1 = N2 / N1 x Iz

Trafo Arus dibagi 2 kelompok dasar a. Trafo Arus untuk pengukuran - Mempunyai ketelitian tinggi pada daerah kerja ( daerah pengenalnya ) - Cepat jenuh b. Trafo Arus untuk proteksi - Mempunyai daerah ketelitian yang luas - tidak cepat jenuh Kinerja relai tergantung dari trafo arus yang digunakan
2. Trafo tegangan digunakan untuk mengukur tegangan, dengan mengetahui N1 dan N2, pembacaan Volt meter ( V2 ), bila trafo adalah ideal maka tegangan V1 adalah : V1 = N1 / N2 x V2

KONTRUKSI TRAFO

INTI YANG TERBUAT DARI LEMBARAN PLAT BESI LUNAK ATAU BAJA SILIKON DIKLEM JADI SATU BELITAN KAWAT DARI TEMBAGA YANG MELILIT PADA INTI BESI ( PRIMER / SEKUNDER )

CHASING / RANGKA TRAFO


BUSHING UNTUK MENGHUBUNGKAN RANGKAIAN/ LILITAN DALAM TRAFO DENGAN RANGKAIAN LUAR PERALATAN PENGAMAN TERPASANG PADA TRANSFORMATOR

Minyak trafo ( Oil ) Sebagai media pemindah panas ( disirkulasi) dan bersifat sebagai isolasi, sehingga berfungsi sebagai media pendingin dan isolasi Syarat minyak trafo : - kekuatan isolasi tinggi - viskositas rendah agar lebih mudah sirkulasi dan kemampuan pendingin lebih baik - tidak merusak bahan isolasi padat - sifat kimia yang stabil Rangka Trafo. Untuk tempat belitan, minyak trafo, bushing, perlengkapan trafo, konser vator serta terminal grounding Bushing sebagai terminal antara kumparan trafo ke jaringan luar yg sekaligus berfungsi penyekat antara konduktor dgn tangki trafo Konservator ( Tangki pernapasan ) Untuk menampung pemuaian minyak trafo pada saat pengaruh naik turunya beban maupun suhu udara luar, yang dilengkapi tabung kaca berisi kristal zat hygroskopis ( silicagel )

Tap Changer ( Perubah tap ) Adalah perubah perbandingan trafo untuk mendapatkan tegangan operasi sesuai yang dikehendaki dari tegangan primer dan tegangan sekunder Indikator Selama trafo beroperasi, maka perlu adanya indikator proteksi pada trafo antara lain : - indikator suhu - indikator permukaan minyak - indikator sistem pendingin - indikator kedudukan tap Peralatan proteksi - Reley Bucholz, adalah rele utk mendeteksi dan mengamankan thdp gangguan trafo yg menimbulkan gas, akibat oleh : a. hub.singkat antar lilitan dlm phase b. hub.singkat antar phasa c. hub.singkat antar phasa ketanah d. busur listrik karena kontak kurang baik

Rele Tekanan lebih. Reley ini berfungsi mengamankan terhadap gangguan trafo karena kenaikan tekanan gas yang tiba2 dan langsung mentripkan PMT. Rele Diferensial Berfungsi mengamankan trafo dari flash over antara kumparan dgn kumparan atau kumparan dgn tangki ( ground ) atau belitan dlm kumparan Rele Arus Lebih Berfungsi mengamankan trafo dari arus yg melebihi arus normalnya, arus lebih dapat terjadi krn beban belebihan atau hubung singkat Rele Hubung Tanah Rele ini berfungsi mengamankan trafo dr gangguan hubung singkat ant phasa dengan rangka yang diground Rele Thermis. Berfungsi mencegah trafo dari kerusakan isolasi kumparan akibat panas yg lebih yg ditimbulkan oleh arus lebih. Biasanya diukur adalah kenaikan temperatur trafo