You are on page 1of 16

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Energi radiasi dari matahari merupakan salah satu bentuk energi alternatif yang dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan guna menggantikan energi yang dihasilkan dari minyak bumi yang semakin hari kebutuhannya semakin banyak sedangkan kandungan minyak bumi semakin menipis setiap harinya. 2.2 Indentifikasi Masalah System pengeringan dengan memanfaatkan radiasi matahari menggunakan kolektor surya memang tidak asing, namun kebanyakan masyrakat perindustrian kecil tidak tertarik untuk memanfaatkan alat ini,di karnakan beberapa factor yakni : keefektifan,kapasitas dan individu.

I.3 Perumusan Masalah Bagaimana keefektifan kolektor dalam menyimpan panas? Bagaimana pengaruh pipa konektor dalam mengalirkan suhu dalam ruang pengering ? Bagaiman perbandingan efisiensi alat pengering kolektor surya dengan mengeringkan secara di jemur langsung ?

1.4 Tujuan Penelitian


Membuat desain alat untuk pengering rimpi yang berguna bagi masyrakat ke depannya. Menyelamatkan bumi dengan tidak terus-menerus mengandalkan energy fosil sebagai sumber energy. Mempertahankan kwalitas rimpi Kalimantan selatan. Terciptanya sebuah alat pengering kolektor surya yang lebih efektif, efisien, dan bernilai ekonomis dibandingkan dengan yang sudah ada

1.5 Manfaat penelitian Kolektor surya dapat menyimpan panas yang cukup besar karena material berupa batuan membantu menyerap panas dari panas yang semula diterima (sinar surya). Pipa konektor yang di bantu pipa alumanium yang di pasang dalam kolektor akan menyalurkan panas kesetiap rak sehingga panas dalam setiap rak/ruang pengering dapat merata. Perbandingan keefesiensian alat pengering kolektor surya ini akan di uji setelah alat ini dibuat.

1.6 parameter penelitian dan variabel bebas


Sebagai parameter penelitian dalam studi ini adalah radiasi energy surya yang mampu di serap dan efesiensi pengeringan yang di dapatkan. Sedangkan variabel-variabel bebasnya meliputi pengukuran temperature, pengukuran berat masa bahan sebelum dan sesudah dikeringkan dan pengukuran radiasi matahari.

1.7 Batasan dan Ruang lingkup penelitian

analisis pengaruh panas yang di dapatkan dengan kadar air dalam pisang yang cukup besar untuk menghasilkan hasil pengeringan semaksimal dan secepat mungkin, dalam proses pengeringannya. Penelitian ini hanya berfokus menghitung radiasi surya yang mampu diserap kolektor dan efesiensi pengeringan yang di hasilkan

BAB II STUDI LITERATURE


2.1 Tinjauan pustaka tinjauan pustaka pada penelitian ini meliputi :
A.

Matahari
Matahari merupakan sumber energi untuk kehidupan yang berkelanjutan, Diameter matahari sekitar 14 x 105Km atau 109 kali diameter bumi. Massa matahari 333.400 kali massa bumi atau secara pendekatan 1,99 x 1030Kg. Dengan mengetahui ukuran dan massa matahari maka diperoleh densitas matahari rata-rata 1,41 g/cm3 yang lebih rendah seperempat kali dibandingkan densitas bumi rata-rata (BayonJasyono, 2006).

Jumlah energi radiasi matahari yang diterima bumi yang berjari-jari 6370 km dapat dihitung seperti berikut : = 3,14 ( 637 106 cm )2 2kal.cm-2.menit-1 = 355 1018 Kal.menit-1 = 3,67 1021 Kal.hari-1

B. Pisang Awak/Klutuk
Pisang merupakan salah satu jenis buah asli Indonesia, termasuk dalam keluarga Musaceae. Salah satu varietas dari pisang adalah pisang awak atau lebih dikenal masyarakat pisang klutuk yang telah tersebar ke seluruh Indonesia, termasuk di Kalimantan selatan. Karena rasanya yang manis dan sebagian masyarakat kurang suka mengonsumsi karena pisang awak/klutuk memiliki biji, maka sebagian masyrakat mengalihkan fungsikan pisang awak sebagai cemilan yang dikeringkan dan diolah menjadi cemilan yang lezat yaitu Rimpi Pisang.

C. Alat pengering surya


Alat pengering energi surya adalah suatu alat yang mengubah energi surya menjadi energi termal atau panas, sehingga bisa digunakan untuk mengeringkan bahan pangan tanpa menggunakan bahan bakar fosil. D. Batuan sebagai penyimpan panas Pecahan batuan atau kerikil dari sungai dapat menjadi penyimpan panas dengan stratifikasi temperature yang amat baik.. Dalam Kolektor surya selain panas yang diperlukan cukup besar adanya Material penyimpan panas merupakan hal terpenting sebagai kolektor penyimpan panas. Dalam kolektor surya ini material yang digunakan berupa batuan yang memiliki panas spesifik (Cp) 4,19 Kj/(kg.K).

E. fisiensi pengeringan
Efisiensi pengeringan mempunyai arti penting untuk nilai kualitas kerja dari alat pengering yang dibuat. Kalitas kerja dari pengering surya meliputi aspek konversi energi dan perpindahan ma

efisiensi pengeringan :

p = ( Qe / Qrs ) x 100 %

2.3 Hasil Penelitian Yang Relevan Beberapa hasil penelitian yang merupakan acuan dan pertimbangan dari penelitian ini yaitu :
A.

B. C.

D.
E.

PEMANFAATAN REFLEKTOR TERKONTROL UNTUK PROSES PEMERCEPAT PENGERINGAN KAYU MEBELER ALAT PENGERING TENAGA SURYA UNTUK INDUSTRI KOPI RAKYAT RANCANG BANGUN ALAT PENGERING UBI KAYU TIPE RAK DENGAN MEMANFAATKAN ENERGI SURYA RANCANG BANGUN ALAT PENGERING GABAH TENAGA MATAHARI KAJI EKSPERIMENTAL ALAT PENGERING KERUPUK TENAGA SURYA TIPE BOX MENGGUNAKAN KOSENTRATOR CERMIN DATAR

BAB III METODOLOGI PENELITIAN


Metodologi penelitian adalah suatu cabang ilmu yang membahas tentang cara atau metode yang digunakan dalam kegiatan penelitian. Adapan metode penelitian pada penelitian ini meliputi : 1.3 Tempat Dan Waktu Penelitian Tempat penelitian Lokasi pengujian dilaksanakan pada tempat terbuka terkena sinar matahari secara langsung. Waktu penilitian Dilaksanakan pukul 10.00 17.00 WITA.

3.2 Metode Penelitian Metode pada penelitian ini menggunakan cara yang ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan secara ilmiah yang berarti kegiatan penelitian ini didasarkan pada cirri-ciri keilmuan yaitu rasional, empiris dan sistematis.

3.3 Teknik Pengumpulan Data Dan dan Pengolahan Data Teknik pengumpulan dan pengolahan data pada penelitian ini yaitu melalui perancangan alat dan hasil dari pengukuran-pengukuran yang didapatkan dari pengujian Alat pengering yaitu : Pengukuran Temperatur Pengukuran Berat Pengukuran Radiasi Matahari

DAFTAR PUSTAKA

Djojodihardjo, H. 1985. Dasar-dasar TermodinamikaTeknik, PT Gramedia, Jakarta. Holman, J.P. 1995. perpindahan kalor. Jakarta, Erlangga. Jansen,.Ted J.Solar engineering technology:Menjadi Teknologi rekayasa surya,(Alih bahasa Wiranto rismunandar), Jakarta : PT Pradnya Paramita. Rickyanto, Imam Tazi.2012.Pemanfaatan reflector terkontrol untuk proses pemercepat pengeringan kayu mebeler, Malang. Thamrin, Ismail.2011.Rancang bangun alat pengering ubi kayu tipe rak dengan pemanfaatan energy surya,palembang. Wahlstrom bjorn,1996.Radiasi.jakarta,Badan tenaga atom nasional

Terima kasih
Wassalam