You are on page 1of 6

Mengenalkan Sains Pada Anak Pra Sekolah

Thursday, 21 January 2010 15:06 administrator Kehidupan anak tidak dapat lepas dari sains, kreativitas dan aktivitas sosial. Makan, minum, menggunakan berbagai benda yang ada di rumah seperti radio, TV, dan kalkulator tidak lepas dari sains dan teknologi. Oleh sebab itu, guru hendaknya dapat menstimulasi anak dengan berbagai kegiatan yang terkait dengan sains dan teknologi. Untuk itu, seorang guru perlu mempelajari konsep-konsep keilmuan dan cara pengajarannya. Pengenalan sains untuk anak pra sekolah lebih ditekankan pada proses daripada produk. Untuk anak prasekolah keterampilan proses sains hendaknya dilakukan secara sederhana sambil bermain. Kegiatan sains memungkinkan anak melakukan eksplorasi terhadap berbagai benda, baik benda hidup maupun benda tak hidup yang ada disekitarnya. Anak belajar menemukan gejala benda dan gejala peristiwa dari benda-benda tersebut. Sains juga melatih anak menggunakan lima inderanya untuk mengenal berbagai gejala benda dan gejala peristiwa. Anak dilatih untuk melihat, meraba, membau, merasakan dan mendengar. Semakin banyak keterlibatan indera dalam belajar, anak semakin memahami apa yang dipelajari. Anak memperoleh pengetahuan baru hasil penginderaanya dengan berbagai benda yang ada disekitarnya. Pengetahuan yang diperolehnya akan berguna sebagai modal berpikir lanjut. Melalui proses sains, anak dapat melakukan percobaan sederhana. Percobaan tersebut melatih anak menghubungkan sebab dan akibat dari suatu perlakuan sehingga melatih anak berpikir logis. Dalam pembelajaran sains, anak juga berlatih menggunakan alat ukur untuk melakukan pengukuran. Alat ukur tersebut dimulai dari alat ukur nonstandar, seperti jengkal, depa atau kaki. Selanjutnya anak berlatih menggunakan alat ukur standar. Anak secara bertahap berlatih menggunakan stuan yang akan memudahkan mereka untuk berfikir secara logis dan rasional. Dengan demikian sains juga mengembangkan kemampuan intelektual anak. SAINS DAN APLIKASINYA Produk sains meliputi fakta, konsep, teori, prinsip dan hukum. Untuk anak prasekolah fakta dan konsep sederhana dapat dipelajari melalui kegiatan bermain. Sebagai contoh, melalui bermain air, anak mengamati air dan melakukan berbagai percobaan terhadap air seperti melempar, menuang, memasukkan benda dan mengambil dengan berbagai cara. Dari kegiatan tersebut anak belajar sifat-sifat air. Anak mungkin akan mengetahui bahwa air dapat mengalir dari satu tempat ke tempat lain. Air dapat dituang dari satu tempat ke tempat lain. Anak mengetahui benda tenggelam dan yang lain terapung. Aplikasi sains dalam kehidupan sehari-hari diwujudkan dalam bentuk karya teknoloi. Radio, mesin cuci, TV, komputer, lampu dan HP adalah contoh-contoh karya teknologi yang sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Anak pra sekolah selalu ingin tahu bagaimana bendabenda tersebut bekerja. Anak ingin sekali mengetahui isi radio. Mereka berfikir di dalam radio ada orang yang bisa berbicara atau bernyanyi. Begitupula dengan televisi. Anak akan terkejut jika melihat radio yang yang dibongkar dan melihat isinya bukan orang. Itulah sebabnya di panti

Anak juga akan dapat menggunakan hampir semua panca indranya untuk melakukan eksplorasi atau penyelidikan. Memungkinkan anak menkonstruksi pengetahuan sendiri. televisi atau mesin sederhana lainnya yang dibuka agar anak mengenal isinya. Bermain dengan air.pendidikan untuk anak usia dini di luar negeri selalu memajang radio. atau ulat yang akan menjadi kepompong. 2. Misalnya guru menghadirkan induk kucing dengan anaknya. 3. tetapi memberikan kegiatan pembelajaran yang memungkinkan anak menemukan sendiri fakta dan konsep sederhana tersebut. Pendidik dapat menghadirkan objek dan fenomena yang menarik ke dalam kelas. Anak tidak dapat menghubungkan sebab-akibat yang tidak terlihat secara langsung. magnet. Pendidik tidak dianjurkan untuk menjejali anak dengan konsep-konsep abstrak. Pengetahuan yang diperoleh anak akan berguna sebagai modal berfikir. 4. RAMBU-RAMBU KEGIATAN SAINS UNTUK ANAK Kegiatan pengenalan sains untuk anak prasekolah sebaiknya disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak. balon. Guru/pendidik hendaknya tidak menjejalkan konsep sains kepada anak. suara atau bayang-bayang akan membuat anak sangat senang. Menurutnya anak secara alamiah dengan kapasitas dan kemauan untuk belajar. Bersifat konkrit Benda-benda yang digunakan bermain dalam kegiatan pembelajaran adalah benda yang konkrit (nyata). Menurut Piaget (1972) anak prasekolah usia 4-6 tahun berada pada fase perkembangan pra operasional dan menuju konkret operasional. Sains kaya akan kegiatan yang melatih anak menghubungkan sebab akibat. Teori Experimental Learning dari Carl Rogermengisyaratkan pentingnya pembelajaran yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan anak. Percobaan tersebut melatih anak menghubungkan sebab dan akibat dari suatu perlakuan sehingga melatih anak berfikir logis. Melalui sains. Jika anak melihat peristiwa secara langsung. Banyak pula perusahaan mobil dan motor yang menyediakan mesin yang telah dibelah dua agar anak-anak dapat mengenal karya teknologi. Sains tidak melatih anak untuk mengingat berbagai objek. Hubungan sebab akibat terlihat secara langsung Anak usia 5-6 tahun masih sulit menghubungkan sebab akibat yang tidak terlihat secara langsung karena pikiran mereka yang bersifat transduktif. Berikut ini merupakan rambu-rambu yang dapat menjadi acuan dalam pembelajaran sains : 1. Pendidik sebaiknya menyediakan berbagai benda dan fasilitas lainnya yang diperlukan agar anak dapat menemukan sendirri konsep tersebut. Memungkinkan anak melakukan eksplorasi Kegiatan sains sebaiknya memungkinkan anak melakukan eksplorasi terhadap berbagai benda yang ada disekitarnya. Untuk itu kegiatan sains sebaiknya disesuaikan dengan tingkat perkembangan dan karakterstik anak tersebut. tetapi melatih anak mengkonstruksi . anak dapat melakukan percobaan sederhana. Anak akn merasa senang memperhatikan perilaku dan perubahan yang terjadi terhadap binatang tersebut. membuat anak mampu mengetahui hubungan sebab akibat yang terjadi. Fungsi pendidik hanyalah memfasilitasi dan membantu agar anak dapat belajar secara optimal.

5. 6. Dengan manmbahkan sedikit air soda. Anak-anak yang masih memiliki pikiran magis (/imagical reasoning) akan sangat tertarik dengan keajaiban tersebut. Anak dapat menjawab. menggunakan bilangan. Lebih menekankan proses daripada produk Melakukan kegiatan eksplorasi dengan benda-benda akan sangat menyenangkan bagi anak. Anak dapat juga menggambarkan objek yang diamati dan meawarnai gambarnya (seni). anak akan melihat air berbuih dan mengeluarkan gelembung seperti mendidih. Selain itu pembelajaran sains hendaknya mengembangkan kemampuana observasi. lalu diaduk. Jika anak bermain dengan air di pipal lalu anak ditanya ”apa yang akan terjadi jika ujung pipa dinaikkan?”. ”air akan mengalir melalui ujung yang lain yang lebih rendah. menampilkan air warna warni yang menarik. Biarkan anak secara alami menemukan berbagai pengertian dari interaksinya bermain dengan berbagai benda. pengukuran. Menyajikan kegiatan yang menarik (the wondwer of science) Sains menyajikan berbagai percobaan yang menarik seperti sulap. klasifikasi. bukan mempelajari konsep saians yang abstrak. Anak dapat menceritakan hasil eksplorasinya kepada temannya (bahasa). Melalui sains anak melakukan eksplorasi terhadap objek. Pertanyaan tersebut harus dijawab dengan logika berfikir sebab akibat. 7. Pembelajaran topik-topik sains hendaknya lebih bersifat memberikan pengalaman tangan pertama (first-hand experience) kepada anak. Misalnya air susu dicampur air sabun dan diberi tiga macam pewarna makanan. air akan mengali ke ujung yang lebih rendah”? Hal itu tidak akan dapat dijawab oleh anak. 8. Memungkinkan anak menjawab persoalan ”apa” dari pada ”mengapa” Keterbatasan anak menghubungkan sebab akibat menyebabkan anak sulit menjawab pertanyan ”mengapa”. sehingga pertanyaan mengapa akan dijawab ”agar” atau ”supaya” . seperti bahasa. Oleh sebab itu guru tidak perlu menjejali nak dengan berbagai konsep sains atau mengharuskan anak untuk menghasilkan sesuatu dari kegiatan anak. Sering anak menerjemahkan pertanyaan ’mengapa” dengan ”untuk apa”. matematika. Anak membutuhkan objek yang sesungguhnya. MATERI DAN KEGIATAN SAINS Ada beberapa materi sains yang sesuai untuk anak prasekolah terutama usia 5-6 tahun. dan membaca angka (matematika). Memungkinkan anak mengunakan bahasa dan matematika Pengenalan sains hendaknya terpadu ddengan disiplin ilmu yang lain. seni dan atau budi pekerti. tetapi memungkinkan anak berinteraksi langsung dengan objek dan memperoleh pengetahuan dengan berbagai inderanya dari objek tersebut. Oleh karena itu kegiatan pengenalan sains tidak cukup dengan memberitahu definisi atau nama-nama objek. Anak juga diajarkan mencintai lingkungan atau benda disekitarnya (budipekerti). mengunakan bilangan dan mengidentifikasi hubungan sebab akibat. Materi tersebut antara lain: .pengetahuan berdasarkan objek tersebut. Dengan kata lain proses lebih penting daripada produk. Oleh sebab itu sangat tidak tepat jika memperkenalkan anak berbagai objek melalui gambar atau model. Anak tidak brfikir apa hasilnya.” tidak perlu anak ditanya ”mengapa jika ujung ini dinaikkan. Anak melakukan pengukuran.

Dari kegiatan ini pula anak akan memahami. Benda lain tidak larut dalam air. lalu memindahkan ke botol yang lebih kecil dan sebalaiknya. seperti tepung. Campuran kelihatan tidak homogen dan jika diendapkan. Tenggelam atau terapung tidak ditentukan oleh ukuran benda melainkan oleh berat jenis benda. Anak Pra operasional belum dapat memahami konservasi volume (Piaget 1972). Gula. berat ringannya suatu benda akan mempengaruhi gerak benda tersebut. 2. Berbagai kegiatan n dengn air. Agar tidak basah. mengapa perahu yang berat dapat terapung. Jika di kelas. Sambil mengisi botol besar. Kegiatan ini sebaiknya dilakukan di luar kelas. e. bentuk benda slilidris dan kotak. Air mengalir dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yng lebih rendah atau dari tempat yang bertekanan tinggi ke tempat yang bertekanan rendah. anak belajar mengunakan bilangan untuk menghitung banyaknya air yang dimasukkan ke botol tersebut. melenting. Jika larutan dibiarkan. Ada beberpa kegiatan untuk mengenalkan anak dengan gerakan. Anak sering mengira benda yang berukuran kecil terapung dan yang besar tenggelam. Tenggelam dan terapung Kegiatan ini dapat dilakukan di kelas atau di luar kelas. antara lain: a. Larut dan tidak larut. Materi ini juga dapat melatih kemampuan observasi. b.1. antara lain: a. sebaiknya anak diminta memakai rompi plastik. Membuat benda terapung Tujuan kegiatan ini addalah untuk mengenalkan pada anak bahwa benda yang tenggelam dapat dibuat terapung. Konservasi volume Kegiatan ini merupakan cara untuk melatih anak memahami isi atau volume benda cair. . garam dan warna pada teh larut dalam air sehingga akan membentuk larutan. menggelinding. Oleh karena itu memperkenalkan anak dengan bejana yang dapat diisi akan membantu anak memahami konservasi volume. Pendidik dapat mengarahkan permainan tersebut agar anak dapat memiliki berbagai pengalaman tentang air. tetapi membentuk campuran. Meteri ini juga melatih kemampuan observasi pada anak. pasir dan minyak. d. kecuali jika airnya diuapkan semua. Menggelinding dan bentuk benda Materi ini menyadarkan anak akan sebab-sebab timbulnya gerakan pada benda. atau melorot. Jika benda tersebut dicampur dengan air maka tidak akan membentuk larutan. Air mengalir . Anak juga akan berlatih memahami pengertian lebih banyak dan lebih sedikit. maka akan terlihat adanya endapan. Sebagian benda larut ke dalam air dan sebagian lagi tidak. beri alas plastik dan koran agar air tidak mmbasahi tempat. maka akan membentuk endapan. Mengenal benda cair Bermain dengan air merupakan salah satu kesenangan anak. c. Tujuan kegiatan ini adalah agar anak diberi pengalaman bahwa ada benda yang tenggelam an ada yang terapung. memutar. Air senantiasa menyesuaikan bentuknya dengan bentuk wadahnya. b. halus kasarnya permukaan benda ikut mempengaruhi kecepatan gerakan. Mengenal gerak Anak sangat senang bermain dengan benda-benda yang dapat bergrak. Kemiringan papan. Menggelinding dan ukuran benda Bermain dengan cara menggelindingkan benda-benda dengan berbagai ukuran akan membantu siswa untuk mengenal bahwa besar kecil.

Demikian pula jika beban di geser menjauhi sumbu. 6. Mengenal benda-benda lenting Benda-benda dari karet pada umumnya memuliki kelenturan sehingga mampu melenting jika dijatuhkan. Termasuk tumbuhan yang ada di sekitar mereka. kebun binatang dilengkapi dengan pojok sains (sains center) dimana anak dapat berinteraksi dengan bintang yang jinak dan bersih sambil memperlajarinya. Dengan menambahkan satu sendok gliserin pada dua liter air. Kapas dan spon memiliki massa jenis yang lebih kecil dibanding besi dan batu. Oleh karena itu di nagara-negara maju. atau bentuknya lainnya dari busa. misalnya dengan pompa air. seperi bola basket. tidak hanya air. jendela kaca.Air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah karena gravitasi bumi. Meskipun masih diperdebatkan dari segi sanaitasi dan higienisnya. Guru dapat mengembangkan sendiri fenomena-fenomena yang ada dan yang terjadi di sekitar anak. Anjing. ia belajar bahwa mahluk hidup memerlukan makanan.jika beban di satu lengan timbangan di tambah. Mengenal sifat berbagai benda cair Melalui kegiatan ini anak diperkenalkan bahwa benda cair itu bermacam-macam.. maka beban akan turun. papan dan kasih sayang. Air dari tempat yang lebih rendah dapat dialirkan ke tempat yang lebih tingi dengan menambah tekanan. Masih banyak materi yang dapat membantu anak mengenal sains termasuk mengenal tubuh mereka sendiri. memelihara hewan peliharaan dapat mengembangkan rasa kasih dan sayang pada anak. DAFTAR PUSTAKA . Benda-benda cair itu juga memiliki sifat yang berbeda. bola voli dan bola plastik. 4. anak belajar mengenal dan menghargai mahluk hidup. Anak sangat senang bermin dengan benda-benda tersebut. larutan sabun. Mengenal Binatang Binatang merupakan mahluk yang menarik bagi anak-anak karena mampu merespon rangsang. Ada beberapa keuntungan yang diperoleh anak jika berinteraksi dengan binatang. Anak sangat senang bermain dengan air mengalir dan memperoleh pengalaman langsung yang kelak akan berguna untuk mempelajari sains. Bermain gelembung sabun Anak sangat menyukai bermain dengan gelembung sabun. Melalui binatang anak akan belajar banyak tentang mahluk tersebut. akan diperoleeh larutan yang sabun yang menakjubkan yang dapat digunakan untuk membentuk gelembung raksasa. Berbagai benda memiliki massa jenis berbeda. meskipun batu dan besi ukurannya kecil tetapi akan lebih berat dari kapas atau spon. anak belajar untuk menyayangi binatang yang pada akhirnya akan menumuhkan rasa kasih sayang pada mahluk hidup. f. Pertama. 3. Anak kucing akan mengejar dan menerkam benda-benda yang bergerak. Kedua. misalnya mampu mengembalikan bnda-benda yang dilemparkan pemiliknya. Demikian pulla benda dari kare yang diisi udara . 5. Mengenal timbangan (neraca) Neraca sangat baik untuk melatih anakmenghubungkan sebab akibat karena hasilnya akan nampak secara langsung.

21 January 2010 15:45 ) . Suyanto. Direktorat Pembinaan PTK dan ketenagaan Perguruan Tinggi.(1970). (1982). Djohar (2001). Colombus. OH: Charles Merrill. Piaget for educators. M. (1985). Penulis: Dra. Washington DC.B. & Sund. R. Using theory to guide practice: Teaching science from a constrictivist perspective. UNY. (2005). New York: Grossman. The Science of Education and The Psichology of The Child.Appleton. Pembelajaran untuk Anak TK. New York: Holt. Bybee. J. Jurusan Pendidikan Biologi. The Conditions of Learning (4th ed). Konsep Dasar Pendidikan Biologi. Rinehart & Winston. Slamet.Si Dosen Jurusan PLS FIP Universitas Negeri Makassar Last Updated ( Thursday. School Science and Mathematics. Piaget.W. Kartini Marzuki. K (1993). Gagne. R. Jakarta: Depdiknas Direktorat Pendidikan Tinggi. R.M.