You are on page 1of 14

REAKSI INFEKSI

2 Nov

Rate This A. Sepsis Kuman penyebab tersering adalah gram (-) seperti : - E. Coli - Pseudomonas - Klebsiella - Haemofillus influensa - Enterobacter Gram (+) seperti : - Streptococcus aureus - Streptococcus pneumonia - Kuman anaerob Sepsis merupakan penyebab tersering terjadinya DIC ( perdarahan menyeluruh ) dan DIM. Ini terjadi karena endotoxin merusak endotel kapiler mengaktifkan faktor “ Hagemen “. Sehingga terjadi proses pembekuan & melambatkan aliran darah dan selanjutnya terjadi septik shock Gejala Klinis : - Demam ( pada bayi Ø Hipotemi ) - Menggigil - Muntah-muntah - Kesadaran menurun - ada DIC )Timbul petekie ( perdarahan bawah kulit & purpura - Sepsis yang terjadi karena sumber infeksi kulit disebabkan oleh streptococcus aureus Stadium Awal Sepsis : - Kulit hangat - Terlihat flushing / kemerahan kulit - Hiperventilasi - Takikardi - Abdomen cembung & mungkin peritonitis - Peritonitis akibat abses abdominal sebagai sumber infeksi karena infeksi oleh bakteri gram (-) sangat banyak dilambung Stadium Lanjut Sepsis : - Kulit dingin

Takikardi .Cyanosis Therapi : . tidak ada cekungan / umbilicated ( jika sembuh. Contoh : Anti piretik. Encephalitis C.. lelah.Hipotensi .Oligouri . tidak ada bekal ) . Stadium prodormal ( 24 jam sebelum kelainan kulit ) : panas lemah. Stadium erupsi 3. anti kejang B. bersih. anorexia 2.Therapi suportif.Papula merah kecil berubah menjadi vesikel. Morbili ( Campak ) Penyakit virus akut menular.24 jam berubah menjadi keruh Komplikasi : Pneumonia. ditandai 3 stadium 1. Stadium Katanal 2. lesu. Varisela ( Cacar Air ) Definisi : Penyakit acute menular yang ditandai oleh vesicel dikulit dan selaput lendir Penyebab : Virus Varisella Etiologi : Virus varisela zoster dan dapat menyebabkan juga herpes zoster Epidemiologi Penderita dapat menularkan penyakit selama 24 jam sebelum timbul kelainan kulit ( prodormal ) sampai 1 minggu kemudian baik campak ataupun zoster Gejala Klinis : 1.Nadi lemah . Stadium Convalecens / penyembuhan Etiologi Virus morbili yang terdapat dalam secret nasopharyng dan darah sehingga masa prodormal dan 24 jam setelah timbul bercak .Berantas infeksi . Stadium Erupsi : .

Timbul exanthema dipalatum dan bercak komplik . Stadium erupsi . menyebabkan kekebalan seumur hidup . karena ada antibodi pasif dari ibu.Malaise .Coryza dan batuk berdarah .Melalui pegangan ( kontak ) Epidemiologi . bayi yang dilahirkan tidak mendapat kekebalan . Kekebalan Timbul antibodi . Stadium Konvalesensi .Cara penularan : .Pembesaran limfe di mandibula dan belakang telinga 3.Hiperpigmentasi dan kulit bersisik ( patognomonia ) .Branchopneumonia D.Panas . dibagi 3 1.Germany Measles ( campak jerman ) .Imunisasi campak 9 bulan Gejala Klinik : Masa Tunas 10 – 20 hari.Encephalitis .Bila ibu belum pernah.OMA ( Otitis Media Akut ) . Stadium Katanal ( 4 – 5 hari ) .Fotophobia 24 jam sebelum timbul exanthema ( mulai timbul merah ).Melalui droplet infection ( udara ) .Eksantem Subgitum Komplikasi : .Konjunctivitis .Bayi dari ibu yang pernah menderita morbili mendapat kekebalan umur 6 bulan. kemudian menurun . Parotitis Epidemica / Mumps / Gondong Penyakit akut menular dengan gejala pembesaran kelainan ludah / parotitis epidemika Etiologi : Virus Epidemiologi : Penyebaran terjadi secara kontak langsung ( percikan ludah dan muntah ) .Pilek .Jika anak pernah kena morbili Bisa terkena lagi walaupun ada kekebalan karena kekebalannya kuat / tidak.Timbul pada mata anak lebih dari 6 bulan. Timbul bercak komplik yang patognomomik yang khas tapi sering dijumpai 2.Hipersalivasi D/D : .

Anak gelisah .Timbul pembengkakan kelenajar parotis 3 hari Komplikasi . ( WHO Thrombositopenia 14 mg % .Shock Laboratorium .Orchitis ( paling banyak ) .Tekanan darah < 80 mmHg . Perdarahan 3.Demam tinggi mendadak terus menerus 2 – 7 hari .Dengan gejala-gejala : 1.Petechie. Demam Berdarah .Gejala Klinik : .Uji Torniquet : Tekanan D & S dibagi 2. echimosis . Demam akut 2. Kelainan hematologi dan dapat menjadi shock Gejala Klinik : . lembab .Prodormal 1 – 2 hari .Merupakan manifestasi klinik daripada organo virus yang disebabkan oleh nyamuk aedes aegepty .Kulit dingin.Pancreatitis Therapi : Kortikosteroid  Untuk mencegah orchitis E.Cyanosis .Epistaksis . ditensi sesuai hasil.Tekanan nadi < 20 mmHg .Meningoencephalitis .Nadi lemah .Ditemukannya 2 klinik (+) : Thrombositopenia & Hemokonsentrasi cukup untuk diagnosa demam berdarah Derajat berat penyakit menurut WHO ( 1975 ) Grade I : .Masa tumor 2 -3 minggu . selama 5 menit.Demam ditambah uji Torniquet RL (+) . bila timbul petechi 20/lebih  (+) Grade II Perdarahan spontan Grade III .

Anak gelisah .Nadi cepat. kecil .Kulit dingin dan lembab . Pertusis / Batuk rejan / Whooping Cought Etiologi : Borderella pertusis Patogenesis : Lesi pada bronchus & Bronchiolus Gejala Klinis : Masa tunas 7 – 14 hari. Stadium Spasmodik : .Menggantikan Plasma yang hilang . terbagi 3 stadium : 1.Anak gelisah .Batuk hebat .Tekanan nadi turun Grade IV Renjatan berat : .Cyanosis .Kegagalan supuratif : .Tensi tidak terukur Grade III & IV menyebabkan : DENGUE SHOCK SYNDROM ( DSS ) “ Pathogenesis Terjadinya ini menurut faham : Security Heterologist Infection Ab Respon Virus Ab Complex Komplemen aktivation Anafilaxion Akibatnya permeabilitas kapiler ↑ Plasma keluar Hipovolemi karena pekat Shock akibat acidosis / anoxia Meninggal Pengelolaan : . Stadium Kathaval ( = Morbili ) 2.Nadi tidak teraba .Ab profolaksis F.

Myocarditis .Lesu. hanya ada cekungan saja  Stadium II .Cekungan ringan.Paralisis Therapi : .Pada sluran nafas terjadi obstruksi jalan nafas .Ab . Nyeri telan. pucat .000 unit/hr ..Os masih ringan. Gejala Lokal : Pilek.Drugs of choice  PP 20.OMA .DRPN .ADS 20.Kejang . Tidak ada inspirium diantaranya diakhiri dengan hook 3. Difteri Adalah suatu penyakkit infeksi akut yang disebabkan oleh corynebacterium diphteri yang menyerang tractus respiratorius bagian atas.Nephritis .Myocarditis . Gejala Umum : .Anorexia 2.Demam tidak tinggi .000 / kgBB/hr Difteri berat ditandai adanya : Pembengkakan kelainan mandibula ( Seperti leher sapi / Bull neck )  Beri kortikosteroid ( Prednison ) Komplikasi Bull Neck  Myocarditis Derajat Dyspnoe Menurut “ Jackson “  Stadium I . Basil dapat membentuk : 1.Perdarahan G. Stadium Kompalesen Komplikasi : .Batuk panjang dan lama. suprasternal . serak.Nyeri kepala . Striodin Ekspiratorium. sesak nafas 3. Akibat Eksotoxin : .Paralisis jaringan syaraf Komplikasi : .

Thypoid tangue  Lidah kotor + Hiperemis . Gangguan Kesadaran  Komplikasi 1.Os nampak ketakutan. Kemudian berkembang biak sehingga hati dan limfa membesar karena nyeri.Cekungan suprasternal menjadi lebih dalam + cekungan epigastrium . pucat. Gangguan saluran Pencernaan .Os masih gelisah  Stadium III ..Gejala bertambah berat.Os sangat gelisah dan sukar bernafas  Stadium IV . cyanosis. disebut Bacteremia ke-2 kalo menyebar ke seluruh tubuh. kemudian basil masuk lagi ke dalam darah. Pada usus bisa terjadi perdarahan. Gangguan saluran pencernaan & Gangguan kesadaran  Etiologi Salmonella Thyposa dan basil gram (-)  Patogenesis Basil diserap usus halus melalui pembuluh limfe dan masuk kedalan peredaran darah sampai ke hati dan limfa. Os sangat gelisah & berusaha keras bernafas . sore ↑ Mgg II : Demam terus menerus Mgg III : Berangsur’ turun dan normal pada akhir mgg ke – 3 2. peritonitis . Masuk lagi kedalam kelenjar limfoid usus halus dan menimbulkan lika pada mukosa usus halus  Gejala Klinis : Masa tunas 10 – 20 hr = morbili 1.Cekungan suprasternal epigastrium & Intercostal .Bibir pecah .Metedrismus . Demam berlangsung ± 3 mgg Mgg I : Berangsur-angsur ↑. pagi ↓. Febris Thypoid  Thypus Adalah penyakit infeksi acut yang mengenai saluran pencernaan. perforasi. Dyspnoe ini terjadi karena obstruksi aliran nafas yang disebabkan oleh membran kongestif & edema H.Hepatosplenomegali 3. Gejala demam > 1 mgg. Stadium 2 & 3  Sudah merupakan indikasi tracheotomi.

terutama pada rahang dan leher .2.Isolasi .Khas berjalan seperti robot .Tumbuh luka pada yang anaerob  Tidak semua dikenai ATS  Hanya yang dalam & luas sperti luka bakar . Gejala jelas : 1.Pada OMA Gejala Klinis : . Kejang tonik.Istirahat selama demam .Chloramfenikol 50 mg/kg/hr  Komplikasi Apabila leukosit dibawah 3000 & Hb dibawah 8 mg % I.Masa inkubasi 5 – 14 hari . Darah tepi Leukopeni. Risus sardonikus ( Otot-otot muka tertarik ) . Broncho Pneumonia  Pemeriksaan a. Tetanus Etiologi : Clostridium Tetani yang hidup anaerob tersebar ditanah & mengeluarkan toxin dalam keadaan baik oleh kuman Toxin Dapat Menyebabkan : 1. Trismus spasme otot masseter 2. Pereaksi urin & tinja ntuk menentukan bahwa penderita benar-benar sudah sembuh / belum c.Mula – mula terjadi ketegangan otot yang makin bertambah. akibat toxin yang ada di cornu anterior 5. Biakan empedu Minggu I : Basil ditemukan pada darah penderita setelah minggu i lebih sering ditemukan pada urin & tinja.Dalam 48 jam ( 2 hr ). Pereaksi Widal Untuk diagnosa titer zat anti terhadap Ab dibawah 1/200 dianggap (+) akan menaikkan titer 4x dalam 1 mgg  Therapi : . eosinofil b. RBC & Leukosit hancur Tetanomycin 2. tidak menaikkan asam lambung & tidak mengandung gas . Ketegangan otot-otot perut 4. Kaku kuduk sampai dengan epistotonus 3.Diet tidak makan dengan serat. Limfositosis. Menyebabkan ketegangan & spasme otot  Tetaospamin Patogenesis : . Diluar usus yang diakibatkan oleh bacteriemi ke-2 meningitis & Cholecystisis 3. seperti tari kecak.

Stadium II : Trismus 3cm dgn kejang bila dirangsang 3.Bentuk G dari fase vegetatif . Bentuk Hystolitika Merupakan bentuk yang patologis yang mempunyai Pseudopodia .000 u/kg BB/hr selama 2 hari . Spasme yang khas . ekstremitas inferior ekstensi. lengan kaku. dan tangan mengepal kuat 8. Entamoeba Ginggivalis. DPT J.Oksigen .Hidup normal dalam usus 2.6. Bentuk Prekistik Bentuk ini hilang.Spasme otot pharink yang menimbulkan aspirasi pneumonia .Antikoagulan .Aspiksia .ATS 20.Perawatan luka .Ag : TT. Panas tidak naik Menurut beratnya gejala dibagi 3 stadium : 1. Bentuk Metakistik 5. Sukar menelan 7. Stadium III : Trismus 1 cm. tanpa kejang 2. Endolimex nana ( tidak patogen ) Bentuk Entamoeba hystolitika dibagi 5 macam : 1.Bila kejang tidak sering. Stadium I : Trismus 3cm. Bentuk Kistik Keluar bersama tinja 4.Drugs of Choice : Penicyllin Prokain ( PP ) 50. Bentuk Minuta .000 u/kg/hr . karena spasme otot pernafasan 9. Amoebiasis Etiologi : Entamoeba Hystolitika ( Patogen ).Atelektasis . dengan kejang spontan Komplikasi : . Aspiksia & cyanosis. badan kaku.Fraktur kompresi Therapi : . amoebanya sampai di rektum 3. luminal 3 – 5 mg/kg/hr . Menyebabkan gejala klinis .

Bila diaspirasi keluar pus Therapi : Metronidazole 50 mg/kg/hr ( 10 hari ) K. frogotis .Sediaan apus ada 2 : 1.Demam khas menggigil. genus plasmosium yang ditandai dengan panas. plasmodium ovale : Penyebab malaria ovale Gejala Klinis : .Ditemukan parasit malaria dalam sediaan apus darah tepi . Malaria Definisi : Pennyakit akut / kronis yang disebabkan oleh protozoa. Amoebiasais hati : Panas ↑↑. Hanya kebetulan ditemukan dalam tinja 2. nyeri perut kanan atas. Bila termakan masuk dalam usus terjadi perubahan seperti diatas Gejala Klinis : 1. Asymptomatik ( Tidak menimbulkan gejala ). Than panas dan tahan lama diluar tubuh. sering diare dengan darah & lendir berulang-ulang 3.Splenomegali . anemia & splenomegali Etiologi : 1. Plasmodium malariae : Penyebab malaria malariae 4. Amoebiasis intestinal chronuc.Stadium akme : Puncak demam . RES ↑ Diagnosis : .Cara Infeksi : Bentuk kista keluar bersama tinja. Plasmodium Vivax : Penyebab malaria tertiana 2.Stadium Sudoris : Keringat & suhu ↓ . Apus Tebal : Ditetesi tanpa ditarik ke belakang Therapi : Chloroquin ( 10 mg/kg/hr ) 0-1 th 1 – 4 th 5 – 9 th 10 – 11 th 12 th ½ tablet 1 tablet 2 tablet 3 tablet 4 tablet . Plasmodium falciparum : Penyebab malaria tropicana 3.Anemia karena RBC hancur. Apus tipis : Objek glass ditetesi darah dan ditarik ke belakang 2.

diare.Primaquin : 0 – 1 th 1 – 4 th 5 – 9 th 10 – 11 th 12 th -¼½¾1 Atau dosis : 10 mg/Kg/hr Komplikasi : . DIC 5.Distrofi akibat diare & anorexia . panas tinggi tanpa kejang L. karena telur menetas dalam duodenum . Black Water paper ( Kencing hitam ) 6. . Tropicana . dalam duodenum larva keluar menembus dinding duodenum  masuk kapiler darah menuju jantung  Paru-paru   Bronchiolus alveolus Bronchus  Parinx Tertelan langsung masuk dalam saluran cerna  Menetap di usus tempat cacinng menjadi dewasa. Shock 3. Askariasis Etiologi : Ascariasis Lumbricoides Cara Infeksi : Telur tertelan dengan makanan.Malaria cerebral : 1.Menelan telur . yaitu dari anal naik langsung ke atas.Terutama disebabkan ileh M. Menyebabkan kelainan pada otak karena larva bisa menembus ke otak Therapi : Combantrin ( Pirantel Pamoat ) 10 mg/hr M. Lama 60 – 70 hr / 75 hari. colix daerah pusar .Nyeri perut. Oksyuriasis Etiologi : Oxyuris Vermicularis ( Cacing Kremi / Pin worm ) Cara Infeksi : . mual. iritasi ( Diare + muntah ) 4.Askariasis hanya mengambil sedikit KH. protein dan lemak tidak diambil  PCM bisa karena anorexia / diare 2. Anemia 4.Perut buncit.Retroinfeksi. Alergi akibat larva didalam darah 3. Gejala klinis : 1. muntah . Gagal ginjal mendadak 2. Traumatic dapat menyebabkan abses dalam usus.

Larva bergerak  Menetap sebagian.Ancylostoma Duodenale . letih. tidur terganggu Therapi : Piperazin Sitrat 65 mg/kg/hr 6 hari N. badan kurus. nafsu makan turun Therapi : . Tapi bila jumlahnya banyak  Menyebabkan kelainan : .Memperbaiki keadaan umum dan anemi . Trichuriasis Etiologi : Trichuriasis Trichiura ( Thred Worm ) Patologi : Dianggap non patogen.Pirantel pamoat 10 mg/kg/hr .Cambuk  Menyebabkan perdarahan chronic. perut keras. Anchylostomiasis Etiologi : . Cacing betina yang hamil pada malam hari bergerak ke anus dan bergerak pada diinding usus dan bertelur dapam lipatan kulit anus Gejala : . lesu. telur akan menetas  Larva menembus kulit Pembuluh limfe & darah Alveolus Bersama air lliur masuk ke usus lagi ( Trachea Bronchus Beda dengan ascariasis larva diusus ) Gejala Klinis : Satu ekor cacing menyebabkan kehilangan darah 0. dalam jumlah besar Cara infeksi : Menelan telur yang dibuahi  larva melekat pada usus halus sampai dewasa Gejala Klinis : Nyeri abdomen  Gangguan FI tract Therapi : Tiabendzol 25 mg/kg/hr O.03 cc/ hr  Anemia Gejala : Pucat.Bagian Posterior melekat pada mukosa usus .Anorexia.Pruritus ani ( gatal pada malam hari ) . Cacing dewasa di caecum.Necator Americanus Siklus Hidup : Telur yang keluar dari feces. dalam tanah yang lembab.

Persiapan lingkungan kamar operasi 4. vagina. sedang dalam masa inkubasi dari infeksi tersebut. keras dan mengeras.Mengenai : Mulut. kuku dan paru-paru . Trush & membentuk pseudomembran putih coklat yang menutup lidah dan mulut b. Infeksi silang yaitu infeksi yang disebabkan oleh kuman yang didapat dari orang lain di RS 2. Kebersihan laulintas ruang operasi Infeksi Nosokomial dapat terjadi karena : 1. Candida selaput lendir : Trush. Pada waktu penderita mulai dirawat di RS tak dapat ditemukan gejala klinis 2. iritasi pada lipat paha & bokong merah-merah Pemeriksaan : Kerokan kulit / kuku dengan larutan KOH 10% akan terlihat sel ragi & hife Therapi : Topikal : Larutan gentian violet 0. Persiapan kamar bedah 3. endocarditis. disebabkan oleh candida. Persiapan penderita pra bedah 2. Petechie ( Fissura pada sudut mulut ) c. terutama candida Albicans . Diaper – Rush : terdapat pada bayi.Klasifikasi berdasarkan tempat : 1. Candida sistemik yang menyebabkan endocarditis. Pada waktu penderita mulai dirawat di RS. Candidiasis . Tanda-tanda klinik infeksi baru timbul setelah 3 hari shock mulai perawatan 4. meningitis . Balanitis : Berupa erosi. Disebut infeksi nosokomial jika : 1. meningitis Gejala Klinis : a. kulit. dan berwarna kehitaman f.5 – 1 % ( Untuk selaput lendir ) 1-2 % untuk kulit Sistemik : Nistatin tablet Q.Merupakan jamur yang bersifat acute. Infeksi Nosokomial Definisi : Infeksi yang didapat seorang penderita selama dirawat di RS. Infeksi lingkungan yaitu infeksi yang disebabkan oleh kuman yang didapat dari benda yang . fistula didinding gals penis e. berlekuk. Candida Cutis : paronekia 3. Infeksi tersebut bukan merupakan sisa dari infeksi sebelumnya Pencegahan : Higienitas 1. Misal : Anak masuk 2 – 3 hari timbul bercak-bercak morbili 3.Kadang menyebabkan : Septikemia. Paronekis : Kuku tebal.P. Vulvovaginitis 2. panas dan nyeri setelah BAK d. Vulvovaginitis : Gatal daerah vulva.

Infeksi sendiri : Disebabkan oleh kuman yang berasal dari penderita sendiri.tidak bernyawa di lingkungan RS 3. .