You are on page 1of 5

6. Telinga Periksa dan pastikan jumlah, bentuk dan posisinya.

Pada bayi cukup bulan, tulang rawan sudah matang. Daun telinga harus berbentuk sempurna dengan lengkungan yang jelas dibagia atas. Perhatikan letak daun telinga. Daun telinga yang letaknya rendah ( low set ears) terdapat pada bayi yangmengalami sindrom tertentu (Pierre-robin). Perhatikan adanya kulit tambahan atau aurikel hal ini dapat berhubungan dengan abnormalitas ginjal. Bunyikan bel atau suara. Apabila terjadi refleks terkejut maka pendengarannya baik, kemudian apabila tidak terjadi refleks maka kemungkinan terjadi gangguan pendengaran. 7. Leher Leher bayi biasanya pendek dan harus diperiksa kesimetrisannya.

Pergerakannya harus baik. Jika terdapat keterbatasan pergerakan kemungkinan ada kelainan tulang leher. Periksa adanya trauma leher yang dapat menyebabkan kerusakan pad fleksus brakhialis Lakukan perabaan untuk mengidentifikasi adanya pembengkakan.periksa adanya pembesaran kelenjar tyroid dan vena jugularis Adanya lipata kulit yang berlebihan di bagian belakang leher menunjukkan adanya kemungkinan trisomi 21. Raba seluruh klavikula untuk memastikan keutuhannya terutama pada bayi yang lahir dengan presentasi bokong atau distosia bahu. Periksa kemungkinan adanya fraktur.

Apabila tidak simetris kemungkinan bayi mengalami pneumotoraks. Abdomen Abdomen harus tampak bulat dan bergerak secara bersamaan dengan gerakan dada saat bernapas. dimana pola pernapasan pada neonatus terutama pada premature ada henti nafas yang berlangsung 20 detik dan terjadi secara berkala. Paru dan Jantung Periksa kesimetrisan gerakan dada saat bernapas. Lakukan palpasi pada daerah dada. paresis diafragma atau hernia diafragmatika. Kaji adanya pembengkakan Lakukan pemeriksaan pada tali pusat bertujuan untuk menilai ada tidaknya kelainan pada tali pusat seperti. Pada bayi cukup bulan. Dada. Frekuensi pernapasan bayi normal antara 40-60 kali permenit. Pernapasan bayi yang normal dinding dada dan abdomen bergerak secara bersamaan. Secara normal frekuensi denyut jantung antara 120-160 x / menit. Jika perut sangat cekung kemungkinan terdapat hernia diafragmatika Abdomen yang membuncit kemungkinan karena hepato-splenomegali atau tumor lainnya . ada tidaknya vena dan arteri. 9. tali simpul pada tali pusat dan lain-lain.8. Tarikan sternum atau interkostal pada saat bernapas perlu diperhatikan. puting susu sudah terbentuk dengan baik dan tampak simetris Payudara dapat tampak membesar tetapi ini normal. Lakukan Auskultasi paru dan jantung dengan menggunakan stetoskop untuk menlai frekuensi dan suara napa/jantung. untuk menentukan ada tidaknya fraktur klavikula dengan cara meraba ictus cordis dengan menentukan posisi jantung. Perhitungannya harus satu menit penuh karena terdapat periodic breathing.

Limpa teraba 1 cm di bawah arkus kosta kiri. Periksa panjang kedua kaki dengan meluruskan keduanya dan bandingkan Kedua tungkai harus dapat bergerak bebas. seperti trisomi 21 Periksa adanya paronisia pada kuku yang dapat terinfeksi atau tercabut sehingga menimbulkan luka dan perdarahan. 11. Ekstermitas Bawah Periksa kesimetrisan tungkai dan kaki. Lakukan palpasi ginjal. jika gerakan kurang kemungkinan adanya kerusakan neurologis atau fraktur Periksa jumlah jari. Kuraknya gerakan berkaitan dengan adanya trauma. Adanya pembesaran pada ginjal dapat di sebabkan oleh neoplasma.Jika perut kembung kemungkinan adanya enterokolitis vesikalis. Lakukan perabaan hati. periksa dengan cara meluruskan kedua lengan ke bawah Kedua lengan harus bebas bergerak. misalnya fraktur. Ekstermitas Atas Kedua lengan harus sama panjang. . kerusakan neurologis. batas bawah ginjal dapat di raba setinggi umbilikus di antara garis tengah dan tepi perut bagian ginjal dapat di raba sekitar 2-3 cm. Lakukan Auskultasi adanya bising Usus. umumnya teraba 2-3 cm di bawah arkus kosta kanan. garis tangan yang hanya satu buah berkaitan dengan abnormaltas kromosom. kelainan bawaan. atau trombosis vena renalis 10. Perhatikan adanya polidaktili atau sidaktili Telapak tangan harus dapat terbuka. Periksa adanya polidaktili atau sidaktili padajari kaki. omfalokel atau ductus omfaloentriskus persisten. dengan cara atur posisi terlentang dan tungkai bayidi lipat agar otot-otot dinding perut dalam keadaan relaksasi.

Anus dan Rectum Periksa adanya kelainan atresia ani . hal ini disebabkan oleh pengaruh hormon ibu (withdrawl bedding) 14. jika sampai 48 jam belum keluar kemungkinan adanya mekonium plug syndrom. Prepusium tidak boleh ditarik karena akan menyebabkan fimosis Periksa adanya hipospadia dan epispadia Skrotum harus dipalpasi untuk memastikan jumlah testis ada dua. lesung atau bercak kecil berambut yang dapat menunjukkan adanya abdormalitas medula spinalis atau kolumna vertebra 13.12. Periksa adanya ruam dan bercak atau tanda lahir . Kulit Perhatikan kondisi kulit bayi.Periksa posisi lubang uretra. Spinal Periksa spina dengan cara menelungkupkan bayi. megakolon atau obstruksi saluran pencernaan 15. pembengkakan.3 cm. cari adanya tanda-tanda abnormalitas seperti spina bifida. kaji posisinya Mekonium secara umum keluar pada 24 jam pertama. Genetalia Pada bayi laki-laki panjang penis 3-4 cm dan lebar 1-1. Pada bayi perempuan cukup bulan labia mayora menutupi labia minora Lubang uretra terpisah dengan lubang vagina Terkadang tampak adanya sekret yang berdarah dari vagina.

Perhatikan adanya lanugo(rambut halus yang terdapat pada punggung bayi) jumlah yang banyak terdapat pada bayi kurang bulan daripada bayi cukup bulan.Periksa adanya pembekakan Perhatinan adanya vernik kaseosa ( zat yang bersifat seperti lemak berfungsi sebagai pelumas atau sebagai isolasi panas yang akan menutupi bayi cukup bulan). .