Laporan Kasus

Gagal Ginjal Kronik et causa Glomerulonefritis Kronik
Disusun Oleh: Fitrisia Rahma Pembimbing: dr. Anggun Sangguna, Sp.PD

Laporan Kasus

Identitas
Nama lengkap : Tn. S Usia : 45 tahun Status perkawinan: Menikah

Pekerjaan

: Armabar

Jenis kelamin : Laki-laki

Identitas
Suku bangsa : Jawa

Agama
Pendidikan Alamat

: Islam
: SLTA : Ciasem, Subang, Jawa Barat

Tanggal masuk RS : 5 November 2012

Anamnesis
Diambil dari: Autoanamnesa dan Alloanamnesa dengan istri pasien

Tanggal: 23 November 2012 jam 06.30 WIB

Anamnesis
Keluhan Utama
• Sesak napas sejak satu hari SMRS

Keluhan Tambahan
• Bengkak seluruh tubuh sejak 1 hari SMRS • Kaki kanan terasa panas seperti terbakar dari telapak kaki sampai pinggul kanan sejak satu hari SMRS

Riwayat Penyakit Sekarang
2010
• Mengetahui terkena darah tinggi • 1 minggu sesudahnya  bengkak seluruh tubuh  dirawat 6 hari  dianjurkan hemodialisa krn gagal ginjal  menolak

1 mgg SMRS

• RS Pamanukan  krisis hipertensi (TD:180/120 mmHg) • BAK warna kuning keruh, berdarah (-), berwarna seperti teh (-), lancar dan tidak tersendat • Demam (-), nyeri perut (-), nyeri pinggang (-) • Dirujuk ke RSAL Mth u/ HD

Riwayat Penyakit Sekarang
• Sesak • Bengkak seluruh tubuh • Tungkai kanan panas seperti terbakar • Mual-muntah >10x • BAB/BAK normal • Batuk/pilek (-), nyeri tenggorokan (-)

1 hari SMRS

Riwayat Penyakit Dahulu
Tahun 2010 dirawat di RSAL Mth dengan keluhan bengkak seluruh tubuh  dianjurkan HD  menolak Sebelumnya tidak pernah cek darah tinggi

Tidak rutin minum obat (Captopril)

As. Urat (+), penyakit gula (-), asma (-), alergi (-), penyakit hati (-)

Riwayat Penyakit Keluarga
Ibu pasien meninggal karena penyakit gula
Pasien mengaku tidak tahu riwayat penyakit keluarga lainnya

Riwayat Kebiasaan
2001-2006: merokok 2-3 bungkus/hari 2003-2007: konsumsi alkohol Pemakaian obat terlarang disangkal

Pemeriksaan Fisik
Tanggal Pemeriksaan: 23 November 2012

Tinggi badan Berat badan

: 165 cm : 58 kg

Tekanan darah: 160/90 mmHg
Nadi Suhu Pernapasan Keadaan gizi Kesadaran : 88x/menit : 36.4OC : 20x/menit, abdominothorakal : gizi baik (IMT=21.3) : Compos mentis

Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum Sianosis Oedem Habitus Cara berjalan : Tampak sakit sedang : Tidak ada : Ada, pada kedua palpebra : Atletikus : Normal

Mobilitas (Aktif / Pasif) : Aktif Umur menurut taksiran pemeriksa : Sesuai

Pemeriksaan Fisik
Kulit
• • • • • Warna Jaringan parut Pertumbuhan rambut Efloresensi Pigmentasi kelainan • Pembuluh darah : Sawo matang : tidak ada : Merata : Tidak ada : merata,tanpa : Tidak tampak

Pemeriksaan Fisik
Kulit
• • • • • • • • Suhu raba Keringat Umum Keringat Setempat Lembab / kering Turgor Ikterus Lapisan lemak Lain-lain : Afebris : Tidak ada : Tidak ada : Kering : Baik : Tidak ada : Tipis : Tidak ada

Pemeriksaan Fisik
Kelenjar Getah Bening
• • • • • Submandibula Supraklavikula Leher Ketiak Lipat paha : Tidak membesar : Tidak membesar : Tidak membesar : Tidak membesar : Tidak membesar

Kepala
• Bentuk : Normocephal • Rambut : Hitam sedikit uban, distribusi merata, tidak mudah di cabut • Ekspresi wajah : Tampak sakit sedang

Pemeriksaan Fisik
Mata
• • • • Exophthalmus: Tidak ada Nystagmus : Tidak ada Enopthalmus : Tidak ada Kelopak : Oedem (+) pada kelopak mata ka/ki • Konjungtiva : Tidak anemis • Sklera : Tidak ikterik • Lensa : Tidak keruh

Pemeriksaan Fisik
Mata
• • • • Lapangan penglihatan: Baik Visus : Normal Gerakan mata : Normal Tekanan bola mata : Normal

Telinga
• Tuli : Tidak ditemukan • Lubang : Normal • Selaput pendengaran : Utuh

Pemeriksaan Fisik
Telinga
• • • • Penyumbatan : Tidak ada Serumen : Normal Cairan : Tidak ada Perdarahan : Tidak ada

Mulut
• Bibir : Tidak pucat • Langit-langit : Tidak hiperemis • Gigi geligi : Karies (-)

Pemeriksaan Fisik
Mulut
• • • • • • Faring Lidah Tonsil Bau pernapasan Trismus Selaput lendir : Tidak hiperemis : Normal : T1-T1, tenang : Tidak ada : Tidak ada : Normal

Leher
• Tekanan vena Jugularis (JVP): 5+1 cmH2O • Kelenjar Tiroid : Tidak teraba • Kelenjar Limfe : Tidak teraba

Pemeriksaan Fisik

Dada
• Dalam batas normal

Paru-paru
• Dalam batas normal

Pemeriksaan Fisik
Jantung
• Inspeksi : Tampak pulsasi ictus cordis di ICS VI linea aksilaris anterior kiri • Palpasi : Ictus cordis teraba di ICS VI linea aksilaris anterior kiri • Perkusi : • Batas atas : Sela iga III linea parasternalis kiri • Batas kiri : Sela iga VI linea aksilaris anterior kiri • Batas kanan: Sela iga V linea midclavicularis kanan • Auskultasi : BJ I dan BJ II regular, murmur (-), gallop (-)

Pemeriksaan Fisik
Abdomen
• Dalam batas normal

Lengan
• Dalam batas normal

Tungkai dan Kaki
• Pemeriksaan rasa raba dan rasa nyeri pada tungkai dan kaki kanan: Baik

Pemeriksaan Penunjang
Darah rutin/tanggal 5 Nov 2012 12 Nov 2012 17 Nov 2012 18 Nov 2012 19 Nov 2012 Nilai normal

Leukosit
Eritrosit

4900*
3.94*

4600*
3.11*

7200
3.14*

8700
3.17*

9200
3.08*

5000-10000 mm3
P: 4.5-5.5 juta/mm3

Hb Ht Trombosit

9.8* 30* 293000

8.1* 25* 161000

7.7* 76* 273000

7.5* 24* 306000

7.6* 23* 316000

P: 14-18 g/dl P: 43-51 % 150-400 ribu/mm3

LED
Hitung jenis leukosit -Basofil -Eosinofil -Batang -Segmen -Limfosit -Monosit

72*

-

-

-

-

P: <10 mg/L

2 1* 82* 13* 2 2-4 % 2-6 % 50-70 % 20-40 % 2-8 %

1.

%

Pemeriksaan Penunjang
Kimia darah 5 Nov 2012 8 Nov 2012 10 Nov 2012 12 Nov 2012 17 Nov 2012 19 Nov 2012 Nilai normal Glukosa sewaktu 65 <200 mg%

Glucotest

-

-

-

-

-

-

80-125 mg%

Trigliserida Cholesterol HDL LDL Protein total Albumin Globulin Bilirubin total

-

-

0.95

0.41

77 92 15* 35 -

-

< 170 mg/dl < 200 mg/dl 40-60 mg/dl <130 mg/dl 6.6-8.8 g/dl 3.5-5.2 g/dl 2.6-3.4 g/dl 0.1-1.2 mg/dl

Bilirubin direk Bilirubin indirek

-

-

0.19 0.76

0.10 0.31

-

-

< 0.2 mg/dl < 0.9 mg/dl

Pemeriksaan Penunjang
Asam urat 13.1 8.3 P: 3.6-8.2 mg/dl Protein total SGOT SGPT Ureum 7.0 20 16 216* 231* 29 25 173* 105* 155* 6.6-8.8 g/dl P: <35 u/l P: <41 u/l P: 17-43 mg/dl

Ureum II Creatinin 10.5* 8.1*

155* -

86* 7.8*

4.9*

10.5*

20-50 mg/dl P: 0.9-1.3 mg/dl

Creatinin II

7.3*

4.1*

-

-

P: 0.9-.3 mg/dl

CCT

4

-

-

-

-

75-125 ml/menit

Elektrolit darah Na 134-146 mmol/L

K+

-

-

-

-

-

-

3.4-4.5 mmol/L

Cl

-

-

-

-

-

-

9.6-108 mmol/L

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan DL rutin
• 5 November 2012 • Leukosit 4900 /mm3  • Eritrosit 3.94 juta/mm3  • Hb 9.8 g/dl  • Ht 30 %  • LED 72 mg/L 

Pemeriksaan Penunjang
Kimia Darah
• 5 November 2012 • Ureum 216 mg/dl  • Kreatinin 10.5 mg/dl  • CCT: (140-45) x 58 / 72 x 10.5 = 7,28 ml/menit/1,73m2

Pemeriksaan Serologi-Imunologi
• Widal (7/11/12): Paratyphus AH + 1/160 • HBsAg (8/11/12): negatif

Pemeriksaan Penunjang
USG Whole Abdomen (06/11/12)
• Pengecilan dan peningkatan echo kedua ginjal, susp. GNC • Kista ginjal kiri • Susp. Kolesistolith

Foto thorax PA (09/11/12)
• Kardiomegali

Foto Thorax PA (09/11/12)

Daftar Masalah
Dyspnoe
Paru / jantung / ginjal / anemia
Ekstravasasi ke jar. Interstisial paru & alveolus

Natrium intravask. 

Retensi air

Hipervolemia

Oedema paru

Gangguan kontraktilitas jantung kiri

Backward failure

Udara dalam alveoli terdesak cairan interstisial
SESAK

Anemia

Hb 

Transport O2 

Daftar Masalah
Edema
Pe aliran darah ke ginjal Retensi Na & air Edema

Sindroma dispepsia  akibat dari peningkatan ureum Anemia  akibat dari penurunan eritropoietin Hipertensi derajat II
Gagal Ginjal Kronik Mekanisme hemodinamik terganggu Tekanan darah 

Daftar Masalah
Kardiomegali  akibat kompensasi hipertrofi otot jantung

Peningkatan ureum, kreatinin, asam urat  akibat gangguan ekskresi ginjal
Rasa panas dan terbakar pada kaki dan tungkai kanan  dirasakan unilateral, tidak didapatkan kelainan pada pemeriksaan fisik  konsul jiwa

Diagnosis

Diagnosis Kerja

Diagnosis Banding

• Penyakit ginjal kronik derajat 5 et causa Glomerulonefritis kronik

• Penyakit ginjal kronik derajat 5 e.c. hipertensi essensial derajat II tidak terkontrol • Hipertensi esensial derajat II • Anemia e.c. defisiensi besi

Penatalaksanaan
Non Farmakologik
Diet protein sedang dan diet rendah garam III Oksigen 2 liter/menit Tirah baring Double lumen + cimino shunt untuk HD, HD 2x/minggu

Farmakologik
Antihipertensi: Amlodipin 1x5mg, Valsartan 1x160mg Diuretik: Lasix 2x1 Suplementasi: Asam folat 3x1, Vitaneuron 3x1, Aminoral 3x2 Ranitidin 2x1, Primperan 2x1 Allopurinol 3x10

Prognosis

Ad vitam • dubia ad bonam

Ad sanationam • dubia ad malam

Ad fungsionam • dubia ad malam

Tinjauan Pustaka

Glomerulonefritis Kronik
Idiopatik/Infeksi
Inflamasi membran glomerulus

Kompleks Ag/Ab

Kerusakan struktur ginjal

Permeabilitas membran basalis 

LFG 

Aktivasi Komplemen

Defisiensi eritropoietin

Proteinuria

Inflamasi membran basalis glomerulus

Anemia

Hipoalbuminemia

Glomerulonefritis Kronik
Angiotensinogen
Hipoalbumiemia

Hipovolemia
Angiotensin I

Perfusi ginjal 
Tekanan Osmotik

ACE
Angiotensin II

Tek. Perfusi dlm arteriola
Transudasi cairan intravask  ekstravask

Vasokonstriksi perifer

Pelepasan renin 
Edema

Tekanan darah 

Glomerulonefritis Kronik
Aldosteron

Retensi Na++H2O

Edema

Reabsorpsi urea 

Vol cairan ekstrasel 

Uremia 

Tekanan darah 

Azotemia

GNK

tidak terapi/ terapi tidak adekuat

Gagal Ginjal Kronik

Gagal Ginjal Kronik
Kerusakan ginjal > 3 bulan

Berdasarkan kelainan patologis/petanda kerusakan ginjal (proteinuria)

LFG < 60 ml/menit/1,73m2

Kockcorft-Gault LFG (ml/menit/1,73m2) = (140-umur) x BB / 72 x kreatinin plasma *pada perempuan dikali 0,85

Gagal Ginjal Kronik
Tabel 2. Klasifikasi Penyakit Ginjal Kronik atas Dasar Derajat Penyakit Derajat 1 2 3 4 5 Penjelasan Kerusakan ginjal dengan LFG normal atau ↑ Kerusakan ginjal dengan LFG↓ ringan Kerusakan ginjal dengan LFG↓ sedang Kerusakan ginjal dengan LFG↓ berat Gagal ginjal LFG(ml/mnt/1,73m²) > 90 60-89 30-59 15- 29 < 15 atau dialisis

Gagal Ginjal Kronik

Kesimpulan
Komplikasi GGK  penyakit kardiovaskuler, penyakit saluran napas, penyakit saluran cerna, kelainan di tulang dan otot serta anemia GNK  GGK, laki-laki > wanita, usia 20-40 tahun

Dialisis  angka kesakitan dan kematian , transplantasi ginjal  prognosis lebih baik

Pencegahan  pengobatan hipertensi, anemia, dan peningkatan aktivitas fisik

Daftar Pustaka
Brenner BM, Lazarus JM. Prinsip-Prinsip Ilmu Penyakit Dalam. Volume 3 Edisi 13. Jakarta: EGC, 2000.1435-1443.

Mansjoer A, et al.Gagal ginjal Kronik. Kapita Selekta Kedokteran Jilid II Edisi 3.
Jakarta: Media Aesculapius FKUI, 2002. Suhardjono, Lydia A, Kapojos EJ, Sidabutar RP. Gagal Ginjal Kronik. Buku Ajar

Ilmu Penyakit Dalam Jilid II Edisi 3. Jakarta: FKUI, 2001. p.427-434.
Suwitra K. Penyakit Ginjal Kronik. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I Edisi IV. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI, 2006.

p.581-584.
Tierney LM, et al. Gagal Ginjal Kronik. Diagnosis dan Terapi Kedokteran Penyakit Dalam Buku 1. Jakarta: Salemba Medika.2003.

Daftar Pustaka
Adamson JW (ed). Iron Deficiency and Another Hipoproliferative Anemias in Harrison’s Principles of Internal Medicine 16 th edition vol 1. McGraw-Hill Companies : 2005; 586-92. Collaghan C. At a Glance Sistem Ginjal, 2nd ed. Jakarta: Erlangga:2007;p.2944. Enday S. Gagal Ginjal kronis dan Terminal. Nefrologi Klinik Edisi II, 1997. p. 323-377. Emedicine-Glomerulonephritis Chronic, Article by Moro salifu, MD, MPH, et al. Available at: www.ncbi.nlm.nih.gov. Accessed on 24th November 2012.

Prodjosudjadi W. Glomerulonefritis. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II Edisi V. Jakarta: InternaPublishing, 2009. p. 969.
Glomerulonephritis, The New England Journal of medicine, Donald E. Hricik, et al. Available at: www.nejm.org. Accessed on 24th November 2012.

Mansjoer A, Triyanti K, Savitri R, Wardhani WI, Setiowulan W editors.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful