You are on page 1of 17

LI 1. M&M Anatomi Sendi LO 1.

1 Definisi Sendi Sendi atau articulatio adalah penghubung dari 1 tulang dengan tulang lainnya. Sendi juga dapat menghubungkan antara tulang dengan ligament. LO 1.2 Anatomi makro Ekskremitas atas Articulatio Glenohumeralis Tulang : Caput humeri dengan gleinoidalis sertalabrum gleinoidale Jenis Sendi : Art. Sphreoidea , bersumbu tiga Gerak sendi: ekstensi, abduksi, adduksi, rotasi medialis, rotasi lateralis Articulatio Cubiti Tulang : incissura troclearis ulna, trochlea humeri dan antara fovea caput articularis radii dan capitulum humeri Gerak sendi: fleksi dan ekstensi Otot- otot Shunt : Otot yang mempunyai origo dekat dengan sendi daninsertio jauh dari sendi (contoh : M. Brachioradialis). Otot- otot Spurt : Otot yang mempunyai origo jauh dari sendi dan insertiodekat dengan sendi (contoh : M. Biceps brachii)Otot- otot shunt lebih berfungsi sebagai stabilitator daripada rotator, sedangkanotot- otot spurt lebih berfungsi sebagai rotator daripada stabilisator Articulatio radio ulnaris proximalis Tulang: Inscissura radius ulna dan caput radii Gerak sendi: trochoboidea atau pivot Articulatio radius ulnaris dan distalis Tulang: incissura ulnaris radii dan capitulum ulnae Jenis sendi: trochonoidea Gerak sendi: pronasi dan supinasi Articulatio Radiocarpalis Tulang: bagian distal os. Radius dan ossa carpalesproximalis kecuali os poriforme Gerak sendi: fleksi ekstensi, abduksi ulnaris Articulatio carpometacarpales I Tulang: antara metacarpals 1 dan trapezium Gerak sendi: fleksi ekstensi abduksi adduksi oposisi dan reposisi Articulatio carpometacarpales II Tulang: antara metacarpale II – V dan os carpi deretan distalis Gerak sendi:geser

os cuboideum Gerak sendi: geser dan rotasi Art. abduksi. ekstensi. Pedis Art talocalcanea Tulang: os talus dan os calcaneuos Gerak sendi: gliding Art talocalcaneonavicularis Tulang: os talus. Interphalangealis Tulang: antar phalanx Gerak sendi: fleksi dan ekstensi EKSKREMITAS BAWAH Articulatio inferioris liberi (articulatio coxae) Tulang : Acetabulum dan caput femuri Gerak sendi : fleksi ekstensi abduksi adduksi endorotasi Articulatio genus Tulang : Condylus medialis femoris dan condylusmedialis tibiae Gerak sendi: fleksi ekstensi rotasi medialis fleksi lateralis Art. inversion dan eversio Art. Calcaneocuboidea Tulang: os calcanous dan os cuboideum Gerak sendi: geser dan sedikit rotasi Art. Metacarpophalangealis II sampai V Tulang: antara os metacarpal II dan V dengan phalanx II dan V Gerak sendi: fleksi ekstensi abduksi adduksi sirkumdiksi Art. dorsi flexi. dan adduksi Art. ekstensi. Tarsometatesales Tulang: os tarsi dan os metatarsi Gerak sendi: plana Art. Metatarsophalangeales Tulang: os metatarsi dan os phalangeales Gerak sendi: fleksi. sedikit abduksi. Tibio fibularis Tulang: Facies articularis fibularis dengan facie articularis capitis fibulae Gerak sendi: gesekan keatas dan kebawah Art. adduksi . Talocrularis Tulang: antara trochleaatali dan lengkung yang dibentuk oleh maleoli ossa cruris Gerak sendi: plantar flexi.Articulatio metacarpophalangealis I Tulang: antara os metacarpal I dan phalanx I Gerak sendi: fleksi. os calcaneous.

Art. Interphalangealis pedis Tulang: inter phalangeales Gerak sendi: fleksi dan ekstensi .

.

.

Sendi dapat dibagi menjdai tiga tipe. rotasi sinkond multi axial  Trochoid : rotasi.3 Anatomi mikroskopis Sendi merupakan tempat pertemuan dua atau lebih tulang. milti axis. Tulang rawan fibrosa yang terdapat pada annulus fibrosus. yaitu : 1. Matriks tulang rawan terdiri ats sabut – sabut protein yang terbenam di dalam bahan dasar amorf. yaitu : 1. sirkum fleksi. Sendi synovial Memiliki rongga sendi dan permukaannya dilapisi oleh kartilago hialin. mono axis  Ellipsoid : fleksi. simfisis pubis dan inesersio tendo – tulang. dan mengandung lekosit. LO 1. 2004) Tulang rawan merupakan jaringan pengikat padat khusus yang terdiri atas sel kondrosit dan matriks. Sejalan dengan gerakan kedepan. 2005. Sendi fibrosa 2. tidak meluas tetapi terlipat sehingga dapat bergerak penuh. 2. ekstensi. Sumbu geraknya disebut sumbu sagital . Asam hialuronidase bertanggung jawab atas viskositas cairan synovial dan disintesis oleh pembungkus synovial. bening tidak membeku. Secara fisiologis sendi yang dilumasi cairan synovial pada saat bergerak terjadi tekanan yang mengakibtkan cairan bergeser ke tekanan yang lebih kecil. lateral fleksi. 3. Kartilago hialin menutupi bagian tulang yang menanggung beban pada sendi synovial. Jenis sendi synovial adalah :  Ginglimus : fleksi dan ekstensi. monoaxis  Selaris : fleksi dan ekstensi.LO 1. Berdasakan atas komposisi matriksnya ada 3 macam tulang rawan. Sinovium menghasilkan cairan synovial yang berwarna kekuningan. aurikulam dan tuba auditiva.4 Range Of Movement Sistem gerak manusia dibagi berdasarkan bidang dan sumbu geraknya. Rawan sendi tersusun oleh kolagen tipe II dan proteoglikan yang sangat hidrofilik sehingga memungkinkan rawan tersebut mampu menahan kerusakan sewaktu sendi menerima beban yang kuat.(price. Tulang rawan elastic misalnya pada epiglottis. Kapsul sendi membungkus tendon – tendon yang melintasi sendi. diskus invertebralis. Pada tubuh manusia terdapat bidang khayal yaitu:  Bidang frontal: bidang yang membagi tubuh menjada bagian depan dan belakang. Cairan synovial mempunyai fungsi sebagai sumber nutrisi bagi rawan sendi. biaxial  Globid : fleksi dan ekstensi. Sendi kartilaginosa 3. ciran bergeser mendahului beban ketika tekanan berkurang cairan kembali ke belakang. yang terdapat terutama pada dinding saluran pernafasan dan ujung – ujung persendian. Perubahan susunan kolagen dan pembentukan proteoglikan dapat terjadi setelah cedera atau penambahan usia. Tulang rawan hialin. Azizi. sendi merupakan salah satu sumbu gerak yang paling utama pada manusia.

Endorotasi: gerak berputar dari lateral-anterior-medial . Schindelysis: satu tulang masuk ke dalam celah tulang. Contoh: sutura sagitalis. Simplex: terdiri dari 1 tulang yang bersendi  Art. Macam-macam gerak sendi Fleksi: gerakan yang mendekatkan bagian dari tulang yang membentuk sendi Ekstensi: gerak berlawanan arah dengan fleksi Abduksi: gerak arah sisi atau menjauhi bidang sagital Adduksi: gerak mendekati bidang sagital Gerak berputar pada eksremitas dapat berupa: . Synchondrosis: terdapat tulang rawan diantara tulang. Contoh: reostrum sphenoidale masuk ke dalam os.Sirkumdiksi: gabungan gerak rotasi yaitu fleksi. sutura lamboidea 2. Composita: terdiri dari lebih dari 1 tulang yang bersendi b. Contoh: gigi geraham Ampiarthrosis: sendi yang dapat melakukan sedikit pergerakan atau terbatas. Gamphosis: tulang sperti tanduk masuk kedalam lubang tulang. Syndesmosis: terdapat jaringan fibrosa (ligamentum/membrane). Sutura: terdapat jaringan fibrosa yang tipis diantara tulang. sutura coronoidea. dan terdapat rongga diantara kedua tulang. ekstensi      Dari ruang geraknya sendi dibagi menjadi  Synarthrosis: sendi yang tidak dapat bergerak sama sekali. Bentuk permukaan sendi  Arthroidea: permukaan sendi dan lekuk sendinya rata  Gingylymus: antara permukaan itu konvek dan konkaf   . Contoh: symphisis pubisdan symphisis manubriosternalis 4. vomer 5. laterofleksi. Sumbu geraknya disebut sumbu frontal Bidang transversal: bidang yang membagi tubuh menjadi atas dan bawah. Contoh: articulatio Sacroiliaca Diarthrosis (synovial): sendi yang bergeraknya bebas atau luas. ditentukan berdasarkan jenis bahan yang mengisi antar tulang dengan tulang: 1.Eksorotasi: gerak berputar dari medial-anterior-lateral . Diarthrosis dapat dibagi berdasarkan: a. Contoh: syndesmosis radio-ulnaris dan syndesmosis tibio-ulnaris 3. Sumbu geraknya adalah sumbu vertical.  Bidang sagital: bidang yang membagi tubuh menjadi kanan dan kiri.Laterofleksi: gerak fleksi kea rah samping (lateral) . Jumlah tulang yang bersendi  Art.

padahal sebelumnya belum pernah terjadi serangan akut. Orang yang meminum alkohol dan kelebihan berat badan atau obesitas beresiko lebih untuk terkena arthritis gout. Pada cairan aspirasi dari sendi pada sesaat setelah terjadi inflamasi.Pivot: permukaan sendi vertikal Ellipsoidea: permukaan sendi berbentuk ellips Sphrenoidea: kepala sendi berbentuk seperti bola dan masuk kedalam lekuk sendi yang dalam  Sellaris(saddle): permukaan sendi seperti orang yang sedang duduk di plana kuda c. yang disebabkan oleh proses fagositosis. M&M Arthritis gout LO 3. Pada penderita dengan hiperurisemia asimtomatik. Glenohumerale.4 Patogenesis Serangan gout akut terjadi tergantung pada kadar asam urat pada tubuh yang meninggi atau menurun. Dengan demikian arthritis gout juga dapat timbul tanpa gejala atau asimtomatik. 3.1 Definisi Arthritis gout adalah penyakit yang terjadi akibat deposit Kristal monosodium urat di jaringan.coxae LI 3.2 Etiologi Arthritis gout disebabkan oleh berlebihnya kadar asam urat pada darah. Deposit ini berasal dari cairan ekstrasel yang sudah mengalami supersarurasi dari hasil akhir metabolism purin. Reaksi inflamasi disekeliling Kristal terutama terdiri dari sel mononuclear dan sel giant. Arthritis gout primer lebih sering diderita oleh pria. Jenis kelamin. Radiocarpalis  Bersumbu 3: art. sehingga asam urat tersebut menumpuk. 3. Penurunan kadar asam urat dapat mengakibatkan pelepasan Kristal monosodium urat dari depositnya dalam tofi. biasanya terjadi setelah memasuki masa menopause. dan tubuh tidak mampu untuk mengeluarkannya melalui urin. Erosi kartilago dan korteks tulang terjadi di sekitar tofus. art. interphalanx  Bersumbu 2: art.    . pada orang yang kadar asam uratnya stabil. biasanya jarang terjadi serangan. genetic dan nutrisi juga berpengaruh terhadap terjadinya Arthritis Gout. Jumlah sumbu gerak  Bersumbu 1: art. Pada wanita. Kristal urat dapat ditemukan di metatarsaphalangeal dan lutut. maka akan ditemukan banyak Kristal di dalam lekosit. yaitu asam urat.3 Patofisiologi Histopatologi dari tofus menunjukan granuloma yang dikelilingi oleh butir Kristal monosodium urat (MSU). Karena akan menimbulkan fluktuasi konsentrasi urat serum. LO 3.

Lokasi yang paling serin adalah MTP-1 (podagra). Apabila proses penyakit berlanjut. Mediator ini menyebabkan kerusakan jaringan dan akhirnya mengaktivasi sel radang. IL-6. aktivitasi sistem komplemenlewat jalur alternative adalah jika jalur klasik terhambat. Perubahan pH secara akut tidak mempengaruhi pembentukann Kristal MSU sendi. sendi lain dapat terkena yaitu sendi di pergelangan tangan atau kaki lutut dan siku. Ikatan dengan reseptor pada sel membrane akan bertambah kuat apabia Kristal urat berikatan sebelumnya dengan opsonin. Kristal urat dapat mengaktivasi komplemen lewat jalur klasik dan alternative. dan berakhir dengan transcription factor yang menyebabkan gen berekspresi dengan mengeluarkan berbagai sitokin dan mediator kimiawi lain Signal transduction pathway melalui 2 cara. Misalnya ikatan dengan Ig(Fc dengan IgG) atau dengan komplemen(C1q dengan C3b). Peradangan pada arthritis gout akut adalah akibat penumpukan agen penyebab yaitu Kristal MSU pada sendi yang dianggap sebagai benda asing atau antigen oleh tubuh. Biasanya pasien tidur tanpa ada gejala apapun dan ketika terbangun merasakan sakit yang hebat dan hinggga tidak bisa berjalan. pH. aktivasi NADPH oksidasi gene expression sel radang melalui jalur signal transduction pathway. . TNF.Suhu. arthritis interkritikal gout. kemerahan. Yaitu arthritis gout akut. dengan keluhan utama berupa nyeri. dan goy menahun dengan tofi. dengan gejala sistemik berupa demam.  Arthritis gout akut Radang sendi pada stadium ini berlangsung sangat cepat dalam wanktu singkat.5 Manifestasi Manifestasi klinik Arthritis gout terdiri dari 3 fase. Respon fungsional sel berupa degranulasi. Pada kadar MSU yang meninggi. dan neutrofil sel synovial. dan kelrutan urat akan mempengaruhi timbulnya serangan gout akut. bengkak. Makrofag adalah sel utama dalam proses peradangan yang dapat menghasilkan berbagai mediator kimiawi anatara lain IL-1. Pengeluaran berbagai mediator akan menimbulkan reaksi radang local maupun sistemik dan menimbulkan kerusakan jaringan. Aktivasi reseptor mealui tirosin kinase dan second message akan mengaktifkan transcription factor. terasa hangat. Keluarnya mediator peradangan adalah melalui aktivitas seluler dan komplemen. Kristal urat mengaktivasi sel radang dengan berbagai cara sehingga menimbulkan respon fungsional sel dan gene expression. yaitu berikatan dengan reseptor (cross-link) atau dengan langsung mnyebabkan angguan non spesifik pada membrane sel.biasanya bersifat monoartikuler. menggigil dan merasa lelah. LO 3. Aspek selular arthritis gout Pada arthritis gout sel yang berperan sebagai mediator peradangan antara lain adalah makrofag(yang paling utama).

trauma local.7 Diagnosis Banding . Arthritis interkritikal gout Merupakan stadium lanjutan dari arthritis gout akut dimana terjadi periode interkritik asimtomatik. Got menahun dengan tofi Umumnya terjadi pada pasien yang mengobati sendiri. dan sering terjadi infeksi sekunder. Pada stadium ini terkadang disertai batu saluran kemih hingga penyakit ginjal menahun. akan diteukan Kristal urat. kelelahan fisik. stress. tapi jika dilakukan aspirasi pada sendi. Factor pencetusnya adalah antara lain. diet tinggi purin.  LO 3. Keadaan ini dapat terjadi beberapa kali setahun atau bisa juga selama 10 tahun tanpa serangan akut. Tofi pada stadium ini sering pecah dan sulit sembuh dengan obat. yang menunjukan bahwa proses peradangan tetap berlanjut. tendon Achilles dan jari tangan.6 Diagnosis     Menemukan Kristal urat dalam tofi Riwayat inflamasi klasik khusu pada sendi pada MTP-1 Resolusi sinovitin yang cepat dengan pengobatan kolkisin Hiperurisemia LO 3. Tidak didapatkan gejala-gejala radang akut. sehingga tidak melakukan pengobatan ke dokter dalam waktu yang lama. olecranon. Biasanya pada stadium ini disertai tofi yang banyak dan poliartikular. Lokasi tofi biasanya di MTP-1. Penurunan asam urat pada darah dengan alopurinol atau obat urikosurik juga dapat menimbulkan kekambuhan. pemakaian obat diuretic atau penurunan dan peningkatan asam urat.

atau auricular Pemeriksaan penunjang  Pemeriksaan laboratorium o Pemeriksaan darah rutin o Pemeriksaan kadar urat dalam urin selama 24jam (setelah dilakukan diet rendah purin dalam 5 hari terakhir). siku dan lutut o Dapat menyebabkan kerapuhan tulang dan menyebabkan kelainan bentuk terutama pada tangan dan jari-jari kaki o Biasanya gejala yang timbul adalah sendi kaku pada pagi hari o Lebih sering menyerang wanita dan sering terjadi pada umur 30-50 tahun LO 3. Achilles. pergelangan tangan.8 Pemeriksaan Pemeriksaan fisik      Terjadinya pembengkakan pada MTP-1 yang bersifat akut dan tiba-tiba Demam dan malaise Terdapat batu asam urat Berulang setelah 1-2 tahun Terdapat tofi di: MTP-1. uang menyangkut persendian o Ditandai dengan bengkak dan sakit pada sendi terutama pada jari tangan. dan pada persendian yang sering digunakan o Umumnya terjadi pada usia lanjut dangan tanda tanda yang khas yaitu sakit pada sendi dan terasa kaku jika digerakan Rhematoid Arthritis o Merupakan penyakit autoimunitas o Disebabkan oleh peradangan kronis yang bersifat progresif.  Osteoarthritis o Penyakit degenerative kronis pada sendi o Penurunan fungsi tulang rawan terutama yang menajdi penopang pada sebagian berat badan kita. lengan bawah. jika kadarnya >60mg = over produksi o Pemeriksaan asam urat dalam darah o Pemeriksaan ureum darah o Pemeriksaan plasma lipid Pemeriksaaan radiologi o Punched-out urea pada permukaan sendi o Pemeriksaan erosi tulang o Pemeriksaan desruksi sendi o Pemeriksaan subkutaneus tophi  . olecranon. synovium.

11 Pencegahan  Memakan makanan sesuai kebutuhan  Untuk orang yang terkena arthritis gout dan obesitas.10 Penatalaksanaan       Pengobatan arthritis gout bertujuna untuk menghilangkan nyeri dan peradangan pada sendi Obat-obat: kolkisin. dan hormone ACTH Obat penurun asam urat seperti alopurinol dan obat urikosurik tidak boleh diberikan pada stadium akut Kolkiksin dosis standard untuk arthritis gout secara oral 3-4kali. kortikosteroid. OAINS.6 mg perhari dengan dosis maksimal 6mg OAINS yang sering digunakan untuk mengatasi artirits gout akut adalah indometasin Indometasin diberikan dengan dosis 150-200mg/hari selama 2-3 hari dilanjutkan dengan 75-100 mg/hari sampai minggu berikutnya atau sampai nyeri dan peradangan berkurang Kortikosteroid atau ACTH diberikan jika pemberian kolkisin dan OAINS tidak efektif atau merupakan kontra indikasi. 0.9 Komplikasi  Deformitas (kelainan) pada persendian yang diserang  Urolitiasis (adanya batu dalam saluran kemih) akibat deposit Kristal urat pada saluran kemih  Nephropathy (sejenis penyakit ginjal) akibat deposit Kristal urat di dalam intersisial ginjal LO 3. Biasanya obat ini diberikan pada arthritis gout akut yang mengenai banyak sendi (poliartikurtural)  LO 3. asupan makanan harus lebih di jaga dengan memperhatikan jumlah konsumsi kalori .5-0.o Pemeriksaan kalsifikasi tophi o Pembengkakan asimetris periartikular LO 3.

Enzim cox ini berperan dalam memacu pembentukan prostaglandin dan tromboksan dr arachidonic acid. karena tubuh akan memproduksi benda keton yang menghambat pengeluaran asam urat melalui urin. anti inflamasi(anti radang). yaitu  AINS COX-non selektif o Aspirin o Indometasin o Piroksikam o Ibuprofen o Naproksen o Asam mefenamat AINS COX-2-prefential o Nimesulid o Meloksikam o Nabumeton o Diklofenak o etodolak AINS COX-2-selektif o Generasi 1:  Selekoksib  Rofekoksib  Valdekoksib  Parekoksib  Eterikoksib o Generasi 2: lumirakoksib   Farmako kinetic NSAID bekerja berdasarkan penghambatan isoenzim cox-1 dan cox-2. Prostaglandin adalah molekul pembawa peesan pada proses inflamasi. Terlalu sedikit kalori juga dapat menimbulkan arthritis gout. analgesic(pereda nyeri) NSAID dibagi menjadi 3. LI 4 M&M NSAID dan Urikosurik NSAID adalah suatu golongan obat yang mempunyai efek antipiretik(penurun panas). Farmako dinamik  Efek analgesic .

nyeri haid. URIKOSURIK Obat obatan urikosurik dapat meningkatkan ekskresi asam urat dengan menghambat reabsorpsi asam urat oleh tubulus ginjal. nyeri setelah operasi. artralgia. mialgia. dan dikeluarkan melalui rin atau cairan empedu. diare nekrosis kulit Depresi sumsum tulang. Pada ginjal normal nilai clearance crealinin test adalah 115 – 120 ml/mt. purpra Indikasi : Secara umum.  Hanya efektif terhadap nyeri dengan intensitas rendah sampai sedang misalnya sakit kepala. NSAID termetabolisme di hati oleh proses oksidasi dan konjugasi sehingga menjadi zat metabolit yang tidak aktif. nyeri ringan hingga sedang pada luka jaringan. migraine dan sakit kepala. ileus. . Supaya agen – agen urikosurik bekerja dengan efektif. misalnya artiritis dan spondilitis ankilosa Obat ini sebenarnya hanya meringankan gejala nyeri dan inflamasi yang berkaitan dengan penyakitnya secara simtomatik. Sebagian besar NSAID adalah asam lemah. dan renal colic. terutama terhadap nyeri yang berkaitan dengan inflamasi Efek antipiretik Menurunkan suhuh badan hanya pada keadaan demam Efek anti inflamasi Anti inflamasi pada pengobatan kelainan musculoskeletal. demam. tidak menghentikan atau memperbaiki atau mencegah kerusakan jaringan pada kelainan musculoskeletal ini. osteoarthritis. mual. pada umumnya dengan albumin. NSAID juga terikat dengan baik pada protein plasma (lebih dari 95%). Pada keadaan ini perlu dilakukan test fungsi ginjal (clearance creatinin test). maka dibutuhkan fungsi ginjal yang memadai. encok akut. demgan pKa 3 – 5. NSAID diindakisikan untuk merawat gejala penyakit seperti rheumatoid arthritis. Hal ini menyebabkan volume distribusinya bergantung pada volume plasma. Efek samping:      muntah. dan nyeri lain yang berasal dari integument. diserap baik pada lambung dan usus halus.

Sufunipirazon tidak boleh diberikan pada pasien dengan riwayat ulkus peptic Obat-obatan aspirin dapat menghambat kerja obat-obatan urikosurik. agranulositosis.Efek samping: Jenis urikosurik yang paling sering digunakan adalah : 1. Probenesid 2. nyeri kepala dan reaksi alergi Sulfinipirazon : gangguan cerna. . Sulfinpirazon Probenesid : gangguan saluran cerna.