You are on page 1of 9

Laporan Praktikum Mikrobiologi

Nama Nim Kelompok Kelas Hari/tanggal Waktu Assisten PJP

: Ganis Andriani : J3L111144 :7 : KIM C P2 : Jumat/ 13 November 2012 : 13.00-16.40 WIB : Ebta Bramada Genny Angelia : M. Arif Mulya, S.Pi

ISOLASI DAN MORFOLOGI JAMUR Gambar
Jenis sampel

Keterangan
: Khamir Nama sampel :Saccharomyces cerevisiae (ragi roti) Keterangan gambar :1. Hifa 2. Sporangiospor 3. Sporangium 4. Spora

Pewarnaan yang digunakan : Lactofenol cotton blue

Gambar 1 Khamir pada roti Perbesaran objektif : 100 kali

Gambar 2 Khamir pada roti literature

Rizoid Gambar 4 Hasil morfologi jamur pada tempe literatur . Spora 3. Sporiongofor 4. Hifa 2. Miselium Pewarnaan yang digunakan : Lactofenol cotton blue Gambar 3 Hasil pengamatan jamur pada tempe Perbesaran : 100 kali Jenis sampel : Kapang Nama sampel : Rhizopus sp Keterangan sampel : 1. Sporangium 2. Hifa stolon 5.Jenis sampel Nama sampel oligusporus) Keterangan gambar : Kapang : Tempe (Rhizopus :1.

Budding 2 1 Gambar 6 Hasil pengamatan jamur pada tape literatur Jenis sampel Nama sampel Keterangan gambar : Khamir : Yeast :1. Ascospora 2.Sporangiospor 2.Jenis sampel : Khamir/yeast Nama sampel : Tape (Saccharomyces cerevisiae ) Keterangan gambar :1. Spora Pewarnaan yang digunakan : Lactofenol cotton blue Gambar 7 Hasil pengamatan yeast Perbesaran Objektif : 100 kali . Sporangium Pewarnaan yang digunakan : Lactofenol cotton blue Gambar 5 Hasil pengamatan jamur pada tape Perbesaran objektif : 40 kali Jenis sampel : Khamir/yeast Nama sampel : Tape (Saccharomyces cerevisiae ) Keterangan gambar :1.

Ascus dan askospora Pewarnaan yang digunakan : Lactofenol cotton blue 1 Gmbar 10 Hasil pengamatan oncom literatur . Budding 2. Spora 3. Spora 3. Sporangiospor : Pewarnaan yang digunakan : Lactofenol cotton blue Gambar 9 Hasil pengamatan khamir pada oncom Perbesaran objektif : 100 kali Jenis sampel Nama sampel 2 3 : Khamir : Jamur oncom (Neurospora sitophila ) Keterangan gambar : 1. Konidiospora 2. Miselium 4.1 Jenis Sampel 2 : Khamir : Yeast (Saccharomyces Nama sampel cerevisiae) Keterangan gambar : 1. Hifa 2. Ascospora Gambar 8 Hasil morfologi yeast literatur Jenis sampel Nama sampel : Khamir : Jamur oncom (Neurospora sitophila ) Keterangan gambar 1.

Jenis sampel : Kapang Nama sampel : Rhizopus sp Keterangan sampel : 2 3 1. Spora 3. Kapang merupakan fungi yang berfilamen atau mempunyai miselium. Pada beberapa fungi. sedangkan khamir merupakan fungi bersel tunggal dan tidak berfilamen. Fungi yang bersel banyak tubuhnya tersusun dari benang-benang yang disebut hifa. yang berdiameter 5-10 mikrometer. Dalam dunia kehidupan fungi merupakan kingdom tersendiri. Pertumbuhan fungi mula – mula berwarna putih. karena cara mendapatkan makanannya berbeda dengan organisme eukariotik lainnya yaitu melalui absorpsi ( Gandjar et al 1999 ). berdinding sel dari kitin atau selulosa. berbentuk hifa atau sel tunggal. Sporangium 2. bahkan pada pakaian. Sebagian besar tubuh fungi terdiri dari atas benang – benang yang disebut hifa. yang saling berhubungan menjalin semacam jala yaitu miselium. Fungi dibedakan menjadi dua golongan yaitu kapang (mold) dan khamir(yeast). eukariotik. Hifa dapat dibedakan atas dua tipe hifa yang fungsinya . dinding sel atau dinding hifa mengandung selulosa. berproduksi seksual atau aseksual. sepatu. atau makanan. yakni seperti kapas. pada tubuh manusia. tetapi bila tidak memproduksi spora maka akan terbentuk berbagai warna tergantung Dari jenis kapang. Sifat – sifat kapang baik penampakan mikroskopis ataupun makroskopik digunakan untuk identifikasi dan klasifikasi kapang (Waluyo 2005) Fungi hidup di dalam tanah. binatang. atau tumbuhan yang hidup atau mati. Kapang merupakan fungi yang morfologinya multiseluler atau kapang mempunyai miselium atau filament dan pertumbuhannya dalam bahan makanan mudah sekali dilihat. Sporangiofor 1 Gambar 11 Slide culture jamur tempe Fungi adalah mikroorganisme tidak berklorofil.

Hifa pada jamur yang bersifat parasit biasanya mengalami modifikasi menjadi haustoria yang merupakan organ penyerap makanan dari substrat. Akan tetapi. Hifa adalah struktur menyerupai benang yang tersusun dari dinding berbentuk pipa. Septa mempunyai pori besar yang cukup untuk dilewati ribosom. Hifa umumnya rebah pada permukaan substrat atau tumbuh pada ke dalam substrat dan fungsinya untuk mengabsorbsi unsur hara yang diperlukan bagi kehidupan fungi disebut hifa vegetatif. Menurut Tambunan dan Nandika (1989). Khamir termasuk golongan cendawan. Morfologi dari khamir yaitu sel khamir mempunyai ukuran yang . Hifa yang umumnya tegak pada miselium yang terdapat di permukaan substrat yang disebut hifa fertil. yaitu yang menyerap unsur hara dari substrat dan yang menyangga alat-alat reproduksi. Khamir dapat tumbuh dalam kisaran suhu yang luas. karena berperan untuk reproduksi. dengan demikian dapat menyebabkan kerusakan pada bahan makanan yang disimpan dalam lemari pendingin. adapula hifa yang tidak bersepta atau hifa senositik. ada beberapa faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan jamur antara lain: Temperatur Kelembaban Konsentrasi hidrogen (pH )Bahan makanan (nutrisi). Kebanyakan hifa dibatasi oleh dinding melintang atau septa. tetapi bentuk khamir berbeda dengan kapang karena bentuknya yang uniseluler. mitokondria. Struktur hifa senositik dihasilkan oleh pembelahan inti sel berkali-kali yang tidak diikuti dengan pembelahan sitoplasma. Beberapa spesies fungi dapat tumbuh pada suhu 0 oC. Dinding ini menyelubungi membran plasma dan sitoplasma hifa. Pada umumnya fungi lebih tahan terhadap lingkungan yang kurang menguntungkan dibandingkan dengan mikroorganisme lainnya. sedangkan fungi patogen mempunyai suhu optimum 30-37oC. Reproduksi vegetatife terjadi dengan cara pertunasan. Sitoplasmanya mengandung organel eukariotik. haustoria dapat menembus jaringan substrat. dan kadangkala inti sel yang mengalir dari sel ke sel. Hifat-hifat yang telah menjalin suatu jaringan miselium makin lama makin tebal dan membentuk suatu koloni yang dapat dilihat mata telanjang (Semangun 1996).berbeda. fungi saprofit mempunyai suhu optimum 22-30oC.

berbentuk botol. roti dan yeast. pertunasan. pembelahan. tape. dan sebagainya. baik aseksual dengan pembelahan. segitiga melengkung ( triangules ). Pertumbuhan jamur ini yang sangat pesat. Pembelahan tunas yaitu spora aseksual dinamakan reproduksi vegetatif. Sebelum diketahui perkembangbiakan secara seksualnya. Reproduksi pembentukan dengan cara pertunasan. tetapi setelah diketahui fase seksualnya (teleomorph). Sistem reproduksi khamir dan kapang berbeda. Jamur yang digunakan pada percobaan yaitu jamur yang berasal dari tempe. Sistem reproduksi kapang berkembang biak dengan berbagai cara. sedangkan pembentukan spora seksual disebut reproduksi seksual.tetapi khamir juga dapat menyebabkan kerusakan pada sauerkraut. Sulit membedakan antara khamir dengan bakteri pada medium agar. pembelahan tunas dengan kombinasi anatara pertunasan dengan pembelahan. maka jamur oncom masuk ke dalam golongan Ascomycota. Nama Neurospora berasal dari kata neuron (sel saraf). terkecuali kita melihatnya dengan menggunakan mikroskop. bentuk apikilat atau lemon. spurulasi atau pembentukan spora. yaitu dengan pembentukan askus. atau pembentukan spora. oncom. sari buah. suatu sel anak yang tumbuh dari penonjolan kecil pada sel inang.vinegar. Neurospora crassa dikenal pula dengan nama ilmiahnya Neurospora sitophila (dahulu Monilia sitophila).5 mm sampai 20 – 50 mm. Pada penguncupan. dan pembelahan. khamir banyak digunakan untuk pembuatan roti. penguncupan. wine. Pada pembelahan suatu sel membagi diri untuk membentuk dua sel anak yang serupa. warna jingganya yang khas. jamur oncom masuk ke dalam kelompok Deuteromycota. silinder. dll. karena guratan-guratan pada sporanya menyerupai bentuk akson. Jamur oncom termasuk dalam kelompok kapang (jamur berbentuk filamen). dan pematangan keju. Sedangkan system reproduksi yaitu dengan beberapa cara . Bentuk khamir bermacam – macam yaitu bulat. bir. dan lebar 1 – 10 mm. . membentuk psedomiselium. oval. serta bentuk spora (konidia) yang berbentuk seperti tepung merupakan ciri-ciri khas kapang ini. dengan spora aseksual dan spora seksual. ogival yaitu bukit panjang dengan salah satu ujung runcing. Dalam pengolahan pangan. dapat pula dengan cara seksual peleburan nukleous dari kedua induknya.bervariasi yaitu dengan panjang 1.

Kesimpulan Berdasarkan percobaan dapat disimpulkan bahwa yeast pada biakan yang dibuat merupakan jenis khamir atau yeast memiliki bentuk yang bulat dan tidak memiliki hifa.Rhizopus sp. jamur roti. sehingga tidak bersepta atau bersekat. Jamur biakan ini termasuk dalam klasifikasi jamur (fungi) Ascomycota dalam genus Saccharomyces. Sporagiofor ini biasanya dipisahkan dari hifa lainnya oleh sebuah dinding seperti septa. Dalam percobaan kali ini sampel yang digunakan adalah sampel dari yeast. . yang juga disebut stolon menyebar diatas substratnya karena aktivitas dari hifa vegetatif. Proses ini disebut budding. Sporangiofor ini tumbuh kearah atas dan mengandung ratusan spora. seharusnya penggoresan hanya sedikit saja sehingga sampel tidak menumpuk dan mengganggu pengamatan. Bereproduksi secara aseksual dengan memproduksi banyak sporangiofor yang bertangkai. Sedangkan pada roti dan tempe keduanya memiliki hifa. Pada percobaan didapatkan jamur dalam proses budding dan terlihat akan membelah. Berkembang biak seksual dilakukan bila jamur merasa kondisi lingkungan tidak menguntungkan. Jamur ini dapat berkembang biak secara seksual maupun aseksual. Kemudian perlahan sitoplasma masuk dan akan terbelah menjadi dua. Jenis jamur ini tidak memiliki hifa dan berbentuk bulat. adalah genus jamur benang yang termasuk filum Zygomycota ordo Mucorales. Rhizopus sp. sporangium. Hasil yang didapat tidak menunjukan secara keseluruhan morfologi jamur karena faktor penggoresan pada preparat yang terlalu tebal. Salah satu contohnya spesiesnya adalah Rhizopus stonolifer yang biasanya tumbuh pada roti basi (Postlethwait dan Hopson 2006). Miselium dari Rhizopus sp. Rhizopus sp. Berkembang biak secara aseksual dengan membentuk tonjolan pada dinding sel seperti membelah sel. Yeast/ khamir yang digunakan adalah Saccharomyces cerevisiae. jamur pada tape dan jamur oncom. mempunyai ciri khas yaitu memiliki hifa yang membentuk rhizoid untuk menempel ke substrat. Ciri lainnya adalah memiliki hifa coenositik. jamur tempe.

Bogor:IPB Press. Mikrobiologi Untuk Umum.A. Modern Biology. Postlethwait dan Hopson. 1989. Yogyakarta : Gajah Mada University Press. A Oetari and I Santoso. Surabaya : UMM. H. Daftar Pustaka Gandjar I. Slide culture merupakan salah satu metode yang baik untuk menentukan jenis pada sampel jamur. Semangun. Tambunan B dan Dodi Nandika. Pengantar Ilmu Penyakit Tumbuhan. Pengenalan Kapang Tropik Umum. 1999. . Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.dan spora. Texas : Holt. Kedua sampel merupakan kapang yang klasifikasinya sama. Waluyo. Deteriorasi Kayu oleh Faktor Biologis. Samson K. van den Tweel-Vermeulen. 1996. R. Rinehart and Winston. 2005. 2006.