Pembinaan kehidupan Persekutuan Kaum Injili

(kawanan-)kecil

itu indah!

Lawanmu, si Iblis, berjalan keli-ling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat dite-lannya... Lawanlah ia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama. Maka perlulah anda hidup dalam kewaspadaan dan kekudusan, seraya bertumbuh-terus, semakin dewasa di dalam Yesus Kristus. Semakin dewasa, semakin tajam anda mengenali jerat-jerat si Iblis dan semakin pandai menghindarinya. Bahkan mampu mengalahkan si Iblis di dalam pelbagai pertarungan-rohani... terpujilah Yesus Kristus. Untuk maksud itulah anda perlu menjalankan kegiatan-kegiatan demi pendewasaan rohani, yang didaftarkan di bawah ini...

(KHUSUS BAGI PEMBACA YANG SIAP UNTUK HIDUP SECARA INJILI)

1.1. DOA DI PAGI HARI

1. KEGIATAN ROHANI SEUSAI KELEPASAN
Saudara yang terkasih, anda sudah dilayani secara pribadi (empat-mata) dan telah beroleh pengampunan atas dosa-dosa di masa lalu, beroleh kelepasan dari pelbagai ikatan Iblis serta pembatalan kutuk yang sempat menghimpit kehidupan anda. Selan-jutnya janganlah anda menganggap bahwa di masa depan kehidupan anda santai dan tinggal senangnya saja. Keliru! Ketahuilah, saudara, dari sudut pandang Iblis dan malaikat-malaikatnya, anda adalah ‘domba’nya di masa lalu yang berontak, melarikan diri dari penguasaan mereka. Mereka sangat jengkel dan sakit hati oleh hal itu. Maka rombongan Iblis berusaha-keras untuk menjerat anda kembali dengan pelbagai cara. Menimbang usia (malai-kat-malaikat-)Iblis yang sudah ribuan-tahun, serta ribuan teknik tipuan yang telah mereka kembangkan, sadarilah, pernyataan Rasul Petrus [1Ptr.5:8-9] tidak perlu anda sangsikan: Sadarlah dan berjaga-jagalah!

Sebaik anda bangun dari tidur, pagi-pagi sekali, yang pertama harus dilakukan ada-lah berdoa, menyampaikan ucapan syukur untuk istirahat dan perlindungan, lalu melakukan pengamanan lingkungan, sebelum bersaatteduh. DOA PENGUCAPAN SYUKUR tidak perlu diajarkan lagi. Setiap orang harus pandai berterima kasih. Orang Kristen harus pandai mengucap syukur atas berkat-berkat yang melimpah: untuk perlindungan di sepanjang malam, untuk istirahat yang menyenangkan, untuk kesegaran di pagi hari, untuk hari baru yang Yesus berikan, bahkan untuk pergmulan dan musibah, karena ada berkat dibalik semuanya itu! DOA PENGAMANAN LINGKUNGAN adalah untuk keperluan di sepanjang hari yang akan dijalani. Garis besarnya adalah:

1

2

a. Mohon penyertaan Roh Yesus dalam kehidupan di sepanjang hari yang akan dijalani, termasuk permohonan bimbingan bersaat teduh, sebentar lagi; b. Mengundang malaikat Sorga untuk melindungi diri anda dan seluruh kerabat (sebutkan setiap nama yang akan beroleh perlindungan), agar dilindungi di setiap lingkungan di mana masing-masing akan berada di sepanjang hari mendatang; c. Demi nama Yesus Kristus, enyahkan semua malaikat Iblis perecok kehidupan anda (dan kerabat, termasuk pembantu rumah-tangga & pekerja lainnya), enyah dari setiap lingkungan di mana kalian akan berada di sepanjang hari... Yang harus diusiri setiap pagi adalah: c.1. Malaikat Iblis Sembahan (Sponsor Kepercayaan) Leluhur; c.2. Malaikat Iblis Sponsor Kesaktian Leluhur kerabatkerabat itu; c.3. Malaikat Iblis Sembahan Anda di masa lalu (jika ada); c.4. Malaikat Iblis Sponsor Kesaktian Anda di masa lalu (jika ada); c.5. Malaikat Iblis Teritorial [Mrk.5:10], Penguntit [2Kor.12:7-9] dan yang gentayangan [Ay.1:6]; c.6. Malaikat Iblis Sponsor Imam Selakan.
ADA DUA MACAM IMAM: PERTAMA {1.], Imam yang kepadanya anda bertumpu secara rohani, secara sukarela. Inilah golongan imam yang sah, semisal Gembala Sidang. Atau orang yang anda mintai bantuan untuk berdoa bagi anda. KEDUA {2.}, Imam yang memaksa meng-imam-i anda, di luar persetujuan anda! Golongan-kedua ini ‘MENYELAK’, mengambil posisi sebagai ‘atasan’ dan anda diperlakukannya secara rohani, sebagai ‘bawahan’. Bernamalah mereka: Imam-

Selakan. GOLONGAN KEDUA ini masih terbagi dua: {2.1.} Imam-kegelapan, yakni hamba Iblis (dukun, paranormal) yang bertujuan merusak kehidupan anda, dengan memanjatkan doa-doa (jampi-jampi) yang dapat dikabulkan oleh Iblis jika tersedia celah untuk Iblis bekerja merusak anda! Jenis lainnya adalah {2.2.} Imam yang hamba Tuhan (dan mereka yang merasa diri hamba Tuhan), padahal disponsori oleh malaikat Iblis, lihat 2Kor.11:13-15. Golongan Imam-hamba-Tuhan ini masih terbagi dua lagi: Imam-hamba-Tuhan-yangsungguh {2.2.1.} biasa berdoa syafaat bagi anda dan tidak menimbulkan kerugian bagi anda. Yang lain, Imam-hambaTuhan-palsu {2.2.2}, yang disponsori oleh malaikat-terangpalsu, mungkin membawa kerugian, jika mereka berdoa-syafaat bagi anda. Malaikat-terang-palsu (malaikat Iblis) itu mungkin meng-’claim’ anda sebagai ‘domba’-miliknya, sebagaimana Imam-hamba-Tuhan-palsu itu adalah ‘domba’-nya. Sponsor-ship oleh malaikat-terang-palsu, lambat atau cepat akan merugikan anda. Doa-syafaat hamba-Tuhan-palsu akan menjadi semacam guna-guna, merugikan anda. Dari sinilah datangnya istilah Malaikat-Iblis-Sponsor-Imam-Selakan. Konsep ini tidak mungkin dimengerti oleh orang-orang yang tidak punya pengalaman pribadi memerangi malaikat-malaikat Iblis. Selama ribuan tahun Iblis sudah mengembangkan teknik-teknik perusakan pekerjaan atau perusakan kehidupan hamba-hamba Tuhan, seperti yang sudah dialami oleh Rasul Paulus [2Kor.12:7-9].

Ada baiknya anda membuat daftar khusus malaikatmalaikat Iblis sasaran anda, karena isi daftar di atas tergantung dari siapa kerabat (rumah-tangga) yang masuk ke dalam Doa Pengamanan yang anda panjatkan. Berobah kerabat yang dilindungi (termasuk pembantu rumah-tangga & supir, misalnya), mungkin berganti malaikat Iblis yang serangannya harus ditangkali! Lebih efektif lagi doa anda, jika anda mengetahui namanama- malaikat Iblis yang merecoki kehidupan anda (dan marga/garis-keturunan) di masa lalu. Memanjatkan Doa Pengamanan Lingkungan harus dilakukan sebaik terjaga dari tidur-malam, agar malaikat Iblis tidak sempat menyuntikkan pikiran jahat ke dalam benak seisi rumah tangga anda. Pelajarilah Yoh.13:2..., bahkan kehadiran Yesus tidak menangkali Iblis

3

4

untuk berhasil menyuntikkan gagasan jahat ke dalam diri Yudas Iskariot, karena Yudas tidak mengusirinya! Lebih parah lagi, Yudas kerasukan Iblis beberapa saat kemudian [Yoh.13:27].

1.2. BERSAAT-TEDUH DI PAGI HARI
Biasakanlah bersaat-teduh di pagi-hari, begitu bangun dari tidur. Pagi hari adalah waktu yang terbaik, sebab anda berada di dalam kesegaran, dalam ketenangan, dan pikiran belum dikeruhkan oleh pelbagai kegiatan keseharian. Dengan diawali oleh Doa Pengamanan di atas, dapatlah diharapkan bahwa Saat Teduh anda tidak akan mengalami gangguan yang berarti. Pada awalnya anda mungkin membutuhkan Buku Bimbingan bersaat-teduh, yang dapat diperoleh dalam berbagai model, dari Toko-toko Buku Kristiani. Bacalah dan renungkan bagian-bagian Bible bersama Roh Yesus, yang anda undang melalui doa pagi, sebelum mulai bersaat teduh. Semakin maju rohani anda, semakin terbuka anda diajarlangsung oleh Roh Yesus, sehingga pada waktunya, anda tidak bergantung kepada manusia, tidak memerlukan Buku Bimbingan itu lagi. Kegiatan anda akan berobah menjadi Renungan-Pagi, langsung di bawah bimbingan Roh Yesus. Pada tahapan ini, anda akan (Kaum Injili: Harus!) memusatkan perhatian kepada sabda-sabda Yesus dalam setiap Renungan-Pagi, bahkan menghafalkan juga sabda-sabda itu, sebab [Yoh.6:63]: “...Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.

anda akan mengucap syukur, karena telah beroleh bimbingan Roh Yesus, bahkan mungkin beroleh petunjuk akan hal-hal yang harus dilakukan (Keputusan Sorgawi untuk kehidupan anda), dilanjutkan dengan menyampaikan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan di sepanjang hari itu (mungkin pula di hari-hari mendatang): pekerjaan untuk nafkah / kehidupan anda, ataupun pelayanan bagi Yesus yang akan dilakukan. Mintalah campur-tangan Yesus Kristus di sepanjang hari itu, patahkanlah semua rancangan Iblis, dan mohon bimbingan Hikmat Sorgawi dalam pelbagai peng-ambilan keputusan di sepanjang hari itu.

1.4. DOA (TAMBAHAN) DI MALAM HARI
Sebagai tambahan atas DOA MALAM HARI yang biasa anda panjatkan, bagus jika anda mengucapkan doa-doa berikut: (a) Undang malaikat Sorga agar melindungi diri anda dan seluruh kerabat pada setiap lingkungan di mana kalian berada di sepanjang malam hari ini; (b) Usir malaikat-malaikat-Iblis perecok kehidupan kalian, seperti pada Doa di Pagi Hari (Pasal-1.1.), di samping permohonan perlindungan atas harta-benda; (c) Mohon diberi istirahat yang sempurna di sepanjang malam, mohon agar kasih Yesus memulihkan kesegaran, kesehatan dan kekuatan tubuh.

1.3. DOA PERSIAPAN KEGIATAN HARIAN
Seusai bersaat-teduh (Renungan Pagi) anda dapat memanjatkan DOA PERSIAPAN HARIAN untuk menopang kegiatan di sepanjang hari itu. Antara lain

1.5.

BERDOA SYAFAAT SETIAP HARI

Tidak ada pendewasaan bila seseorang hanya perduli kepentingan diri-sendiri. Peng-amatan pada orang-orang duniapun menyatakannya: yang dewasa adalah mereka yang memikul bebannya orang lain (anak,

5

6

dsb.) Maka, setiap saudara yang sudah dewasa-rohani harus memanjatkan DOA SYAFAAT (bagi orang lain) yang harus ditolong atau yang perlu diselamatkan oleh Yesus Kristus. Doa anda bagi orang lain, orang yang belum anda kenal, yang tidak mengasihi anda, justru membawa berkat bagi diri anda sendiri, mengingat sabda Yesus [Mat.5:46]: “...Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?...” Jika anda hanya mengasihi kerabat dan kaum keluarga, tidak ada unggulnya anda dari para pemungut cukai, demikian penilaianNya Yesus. Berkat apa yang layak bagi para pemungut cukai?

(d) Khotbah yang hanya memperhatikan kepentingan manusia (Anthropocentris), tidak memperdulikan kepentingan Kerajaan Sorga atau keinginan Sorgawi (?) (e) Khotbah yang menyimpang dari Pernyataan Iman yang Injili (Bab-4) (?) (f) Khotbah yang membangun watak jemaat, semakin kudus, semakin tulus, semakin memuliakan Yesus Kristus (?) (g) Khotbah yang memperhatikan kepentingan Kerajaan Sorga (?), memuaskan kehendak Raja Yesus: mendorong jemaat melakukan penginjilan dan pelayanan terhadap saudara-saudara Yesus yang paling hina (pelajari Mat.25:31-46)!

1.6. PERSEKUTUAN YANG SEHAT
Tidak mungkin mencapai kedewasaan rohani di dalam Persekutuan (Gereja) yang tidak sehat. Yang hanya memperdulikan pembangunan materi seraya tidak memper-dulikan urusan pendewasaan-rohani. Apalagi jika Gereja itu dipenuhi pertikaian-pertikaian. Tanpa harus keluar dari Gereja anda yang sekarang, cari dan ikutilah Gereja / Persekutuan di mana firman yang disampaikan benar-benar injili. Perhatikan rangkaian khotbah-khotbah yang disampaikan dari waktu ke waktu: (a) Khotbah-khotbah yang sekedar enak di telingakah? (b) Khotbah berbau Sosialistik (ilmu kemasyarakatan) atau bau Filsafat belaka(?); (c) Khotbah yang sekedar menambah pengetahuan agamawi atau Biblikal, bukan praktek kasih dan pelayanan ke luar (‘outreach) (?)

Khotbah-khotbah jenis a,b,c,d, tidak akan mendewasakan rohani anda. Khotbah jenis-e membawa kepada penyesatan atau kerdil-rohani. Jenis-f dan -g saja yang dapat menuntun kepada kedewasaan rohani yang Yesus kehendaki! Bandingkan juga pengajaran yang disampaikan dalam rangkaian khotbah yang anda simak selama ini. Jika kebanyakan khotbah itu dari jenis -a sampai dengan -e saja, tidak banyak harapan anda dapat didewasakan dalam Persekutuan itu. Cobalah menghadiri Persekutuan Kawanan-Kecil (WanCil) yang mungkin sudah terbentuk di daerah anda, bergabung juga dengan salah-satu kelompok-pelayanan yang dikelola oleh Persekutuan yang bersangkutan. Hubungilah 021-4201108 (sdr. Marulak atau Mercy) menanyakan Wan-Cil yang terdekat ke tempat anda. Sejalan dengan peningkatan kedewasaan-rohani anda, selenggarakanlah Ibadah Rumah Tangga di rumah

7

8

anda. bersama seluruh anggota keluarga anda. Tidak diperlukan pengesahan oleh gereja tertentu, atau dibimbing oleh Pendeta resmi atau Penatua. Ada saja pejabat Gereja yang mengutip Ibr.10:25, lalu menyatakan bahwa Persekutuan yang anda lakukan tidak sah! Yang sah harus di bawah pengawasan Gereja-resmi. Ini adalah suatu kekeliruan, Pejabat demikian disanggah oleh Yesus sendiri [Mat.18:20]: “...Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul di dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka...” Yesus Kristus sendiri yang mengesahkan Persekutuan Kaum Injili sedemikian. Tidak juga diperlukan adanya khotbah di dalam Persekutuan Rumah Tangga, tetapi cukup dengan prosedur yang diuraikan di dalam buku kecil ini.

Alkitab, yang mengharuskan adanya pendaftaran anggota, uang iuran atau Kolekte, harus mematuhi uruturutan pelajaran, untuk kemudian diberi Ijazah Tamat Belajar tanpa mengamati praktek-rohani yang telah dilakukan oleh para pesertanya; tidak demikian. Sebab Kaum Injili adalah orang-orang yang belajar-hidup sungguh-sungguh di dalam Kerajaan Sorga [Luk.17:2021], sebagaimana para muridYesus di masa lalu. Orangorang yang melihat Kerajaan Sorga suatu realita, bukan khayali! Yang belajar langsung dari Yesus Kristus [Mat.11:29;1Yoh.2:26-27;Ibr.8:11,dll.] Tidak ada istilah tamat belajar dari Yesus Kristus. Maka ukuran-ukuran fisik yang diberlaku-kan di Sekolah-sekolah Alkitab tidak berlaku dalam WanCil Kaum Injili.

1.7. PEMBINAAN ROHANI / PENELAAHAN BIBEL

1.8. MELAYANI ORANG LAIN
Kedewasaan-rohani anda semakin mantap jika anda menjadi hamba Yesus, dan me-nekuninya. Boleh separuh-waktu, atau sepenuh waktu. Dengan cara: melayani orang lain, yang susah, yang menderita, yang sengsara. Seperti yang sangat ditekankan oleh Yesus dalam Mat.25:31-46. Selaku Hakim Mahakuasa, pada akhir zaman Yesus tidak mempertanyakan: Berapa Gedung Gereja yang engkau sudah dirikan? Tidak juga: Apa Ijazah Sekolah Theologiamu? Tidak juga: Berapa tahun engkau menjadi Gembala Sidang, dan berapa banyak umat yang engkau gembalakan? Sama sekali tidak. Pertanyaan Yesus di akhir zaman berbunyi:

Dalam setiap pertumbuhan rohani, pasti banyak pertanyaan yang muncul dan me-nuntut jawaban. Jawaban yang tepat, lagi-lagi diperoleh dari Persekutuan yang para pesertanya sungguh-sungguh hidup (praktek) di dalam Firman, bukan sekedar me-nguasai Teori-teori Alkitabiah (Biblikal). Adalah suatu kebodohan jika seseorang mencari jawaban permasalahannya dari tokoh yang belum mepraktekkan Firman, yang hanya bermodalkan Teori yang dipelajarinya di Sekolah Alkitab. Rekan sepersekutuan, yang telah beroleh pengalaman pribadi bersama Yesus, dan diajar langsung oleh Yesus dalam menghadapi masalah-masalah kehidupan, dari merekalah sebaiknya anda menimba pengalaman dan pelajaran bagaimana men-dengar petunjuk langsung dari Yesus Kristus! Maka Persekutuan (Kawanan Kecil) Kaum Injili diselenggarakan tidak seperti pada Sekolah-sekolah

Apakah yang sudah engkau lakukan terhadap saudara-saudaraKu yang paling hina itu?
Jenis-jenis pelayanan yang diuraikan pada Mat.25:31-46 itu selaras dengan jenis-jenis pelayanan yang dianut oleh Yesus sendiri semasa di bumi, tertulis dalam Luk.4:18-19, didaftarkan sebagai berikut:

9

10

(a) menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; miskin rohani maupun miskin-materi; (b) memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan; tawanan-ekonomis (hutang), tawanan-sosial (diperhamba manusia) atau tawanan Iblis; (c) penglihatan kepada orang-orang buta; buta matajasmani ataupun -rohani; (d) membebaskan orang-orang yang tertindas; secara fisik atau rohani; (e) memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang. Jenis-jenis pelayanan sedemikian pulalah yang dianut oleh Kaum Injili, sehingga Persekutuan WanCil dapat berjalan secara berdaya-guna, kendati tidak didukung oleh musik yang indah, tidak dimeriahkan oleh Paduan Suara, tidak ada pengumpul-an Kolekte, tidak diayomi oleh seorang Pendeta atau Sarjana Theologia! Pelbagai bentuk pelayanan yang diutarakan di atas, itulah yang menjadi kesibukan di sepanjang kehidupan setiap pribadi dari Kaum Injili. Pelayanan-pelayanan itu di-tekuni bermodalkan sikap: Yesus Kristus telah membebaskan saya dari pelbagai ikat-an dosa, dan ikatan Iblis, maka pembebasan yang serupa harus saya sampaikan juga kepada orang-orang lain, terpujilah Yesus Kristus! Dan semua bentuk pelayanan di atas tidak mensyaratkan modal-pelayanan Ijazah Sekolah Tinggi ataupun Sekolah Theologia. Tidak! Modal-pelayanan Yesus (dan Kaum Injili) dinyatakan dalam Luk.4:18:

secara tidak terbatas [Yoh.3:34]. Yakni bagi setiap orang yang mentaati Yesus Kristus [Yoh.14:15-17]: “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan mengikuti segala perintahKu. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selamalamanya...”

“Ya Juruselamatku, mampukanlah saya melakukan kegiatan pendewasaan rohani saya, bagi kemuliaan Yesus Kristus; Amin.”

2. MENGAPA KAWANAN KECIL?
Kaum Injili adalah satu ‘ras’-Kristiani dengan spiritualitas yang tampil berbeda dari kekristenan yang dapat diamati di tengah masyarakat. Perbedaan utamanya adalah pemahaman mengenai Kerajaan Sorga yang tidak sama dengan pemahaman Gereja-gereja pada umumnya. Kaum Injili hidup dalam keinsyafan sebagai warga Kerajaan Sorga, suatu Kerajaan Tidak Kasat Mata (TKM) yang diperintah oleh Raja Yesus Kristus, dengan Hukum (Aturan) Kerajaan yang baku (diterangkan dalam Kitab Perj.Baru, samar digambar-kan dalam Kitab Perj.Lama). Buku DUA ‘RAS’ DOMBA YESUS menguraikan kehadiran dua ‘ras’ itu: Ras dengan kelompok-kelompok besar dan yang berkelom-pok-kecil. Kawanan Kecil adalah ‘ras’ kristiani yang bergerak dalam kelompok-kelompok kecil, dibimbing serta diawasi langsung oleh Yesus Kristus, Raja Sorga!

Roh Kudus (Roh Yesus) ada padaku... Terpujilah Yesus Kristus!
Roh Yesuslah modal yang ‘sah’ bagi setiap orang dari Kaum Injili. Dan Yesus Kristus memberikan RohNya

2.1. MENGAPA DIBENTUK BANYAK KAWANAN KECIL ?

11

12

Di Indonesia, di masa kini, berkembang Kawanan Kecil (WanCil) yang beranggota-kan orang-orang yang rela hidup sebagai warga Kerajaan Sorga, berpadanan dengan kehidupan injili para Rasul Yesus sebelum dikenal atau didirikannya gedung-gedung Gereja di bumi ini. Sebelum terbentuk sekte-sekte Kristiani. Pembacaan seluruh Kitab Kisah Para Rasul menunjukkan gaya-hidup rasuli, yang menjadi panutan bagi gaya hidup injili Kawanan-kawanan Kecil! Berdirinya WanCil-Wancil itu berlandas-kan sabda Yesus dan kenyataan-kenyataan yang dapat diamati di tengah masyarakat: (a) Yang Yesus dambakan bukanlah sekedar ‘umat’, melainkan ‘murid’, nyata dari ‘Amanat Agung’ [Mat.28:19-20]: “...Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu...” Pada saat Yesus mengumandangkan seruan ini ribuan tahun yang silam, sudah banyak umat hadir di bumi ini (Umat Israel). Tetapi ‘murid’, dalam konotasi abad-I sangat jarang. (Dalam konotasi abadpertama, murid adalah orang yang belajar langsung kepada satu guru, meninggalkan rumah-tangganya, melayani guru-nya sebagaimana layaknya seorang hamba). ‘MuridKu’ yang Yesus maksudkan dalam Amanat AgungNya tentulah seorang yang belajar langsung kepada Yesus di sepanjang usianya. Kalaupun ia pernah dibimbing manusia, itu hanyalah sekedar pelatihan, bersifat sementara, untuk kemudian dapat mengerti pesan-pesan guru satu-satunya: Yesus Kristus. (b) Yang Yesus janjikan beroleh Kerajaan Sorga (TKM) yang diperintahNya hanyalah Kawanan Kecil [Luk.12:32]! Dalam seluruh rekaman sabdaNya, tidak per-nah Yesus menjanjikan Kerajaan Sorga bagi Kawanan Besar. (c) WanCil, karena kecilnya, tidak memikul beban organisasi atau administrasi yang rumit dan berat dan melelahkan, seperti yang menggejala pada Perkum-pulan yang besar-besar. Karena kecilnya, WanCil tidak perlu membangun gedung gereja, tidak perlu melakukan penjemaatan. Maka WanCil sangat leluasa bergerak

melaksanakan Amanat Agung, WanCil sangat diandalkan oleh Yesus Kristus, bahkan secara seorang-demi-seorang! (d) Dalam WanCil, oleh bimbingan Yesus sendiri (didampingi oleh Ketua Kelom-pok), seorang warga cepat menjadi dewasa-rohani, bahkan menjadi orangtuarohani bagi orang lain. WanCil tidak melakukan pentahbisan Imam-imam, sebab imamat rajani [1Ptr.2:9; Why.1:5b-6] adalah setiap orang yang sungguh-sungguh telah keluar dari kegelapan, memasuki terang ajaib (Injil) untuk mem-beritakan perbuatanperbuatan ajaib Yesus Kristus. Maka pentahbisan imamat rajani dilakukan oleh Imam-Besar (Yesus Kristus [Ibr.8:1-2]) sendiri, melalui pengurapan satu kali seumur hidup [1Yoh.2:20,26,27], pengurapan yang me-nangkal penyesatan yang mungkin dilancarkan Iblis terhadap dirinya .

2.2. CIRI-CIRI WANCIL YANG YESUS KEHENDAKI

Jangan keliru mengerti dengan istilah ‘kecil’! Jangan senyampang menamakan diri Kawanan-Kecil, jika hanya karena jumlah orangnya yang sedikit. Namakan saja Kelompok-kecil (PokCil), sebab WanCil menampilkan kwalitas sebagai berikut: (a) Tanpa dibatasi oleh usia, kedudukan sosial, ataupun jenis kelamin, anggota WanCil adalah setiap orang yang tegas-tegas mengakui dirinya adalah mantan hamba dosa (hamba Iblis), namun sudah dibayar lunas oleh Yesus Kristus di kayu salib, sehingga status selanjutnya adalah hamba Yesus Kristus; (b) Selaku hamba kepada Yesus Kristus (bukan sekedar kepada Gereja-gereja), ia sibuk dan tekun melakukan pelayanan serupa dengan pelayananNya Yesus, sesuai daftar pada Luk.4:18-19. Hamba Yesus Kristus

13

14

tidak berhamba kepada kehidupan duniawinya. Kegiatan duniawi bukan lagi menegakkan karier atau kehormatan duniawi, melainkan sekedar mencari nafkah yang (kalau dia cukup berani: nafkah) hari lepas hari. (c) Setiap WanCil sibuk mendewasakan dan mengutus (menyuruh “Pergi...”) anggotanya yang telah dewasa, sesuai Amanat Agung Yesus Kristus. Bukannya menyuruh “Mari berkumpul...!” seperti biasa dicanangkan di dalam Kawanan-kawanan Besar (dan yang ingin besar). Maka anggota yang telah diutus, secara rohani akan menjadi ‘orang-tua’ terhadap beberapa orang lain yang dibimbing-sementara oleh dia. (Dengan demikian terjadilah multiplikasi WanCil). (d) Akibat pengutusan “Pergi!”: Jumlah anggota dalam setiap WanCil sangat sedikit, idealnya kurang dari sepuluh orang!

(a) MENUNTUN ORANG LAIN, dari kekafiran, atau yang beragama Kristen, bahkan yang sudah bertobat, untuk menjadi dewasa-rohani. Dewasa dalam arti kata: mengenal Juruselamatnya secara pribadi, terlatih untuk menyimak pesan-pesan langsung dari Yesus, Guru Agung, serta melaksanakannya secara mandiri, tidak memerlukan bimbingan orang lain [1Yoh.2:20,26-27] dalam melakukan kegiatan muridYesus. Termasuk dalam kedewasaan-rohani: mengenali lawan, dan mengalahkan: si Iblis beserta malaikat-malaikatnya, yang senantiasa berusaha menjerumuskan manusia ke dalam dosa, dan kalau ada kesempatan, menyeret kepada kebinasaan; (b) MENDORONG, MENGAJAK orang-orang yang sudah dewasa-rohani menjadi orangtua-rohani, dalam arti kata: memikul beban-rohani: bahwa ada beberapa banyak ‘bayi-rohani’ bergelayut dan beroleh pertolongan dari padanya untuk didewasakan (multiplikasi WanCil).

2.3. MISI WANCIL DI INDONESIA
Dalam pelbagai Traktat (selebaran) terbitan berbagai Lembaga Kristiani, telah nyata, betapa umat Kristiani di Indonesia ini jarang sekali yang dewasa-rohani, melainkan berpuluh tahun terkungkung dalam kelompokkelompok besar yang tidak bertumbuh secara rohani (pertumbuhan yang terjadi adalah mengenai jumlahanggota atau asset-gereja saja!). ‘Bayi-bayi’-rohani di dalam kelompok-kelompok besar ini tidak terbina menjadi dewasa, jangankan menjadi orangtua-rohani. Mungkin mereka merasa ber-tumbuh di dalam kelompoknya, namun tidak mampu mengenali lawanpun, Iblis, mereka tidak mampu menanggulangi serangannya. Jangankan mengalahkan Iblis. Berdasarkan sabda Yesus tadi, maka misi WanCil di Indonesia adalah:

2.4. BAGAIMANA MELAKSANAKAN MISI WANCIL
Tahapan-tahapan pelaksanaan misi WanCil, ditinjau dari perkembangan kerohanian orang-orang yang dibina,adalah sebagai berikut: (a) Tahap ‘Menjala’ Calon-Anggota: adalah penginjilan pribadi atas seseorang yang akan ditolong, mungkin karena pergumulan berat. Bimbinglah orang itu dengan penuh kasih, dan sampaikan kebenaran [Yoh.1:14,17], agar: (a.1) Bertobat, mengaku dan menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat pribadi [Mat.4:17]; (a.2) Memohon pembebasan dirinya dari pelbagai kutuk dari masa lalunya;

15

16

(a.3) Memohon pengampunan atas setiap dosa yang pernah dilakukannya di masa lalu [1Yoh.1:9; 1Yoh.2:12, dll.]; menerima pengampunan itu, yang menjadi-kan dia hamba kepada Yesus Kristus; (a.4) Menyatakan pembebasan diri dari pelbagai ikatan Iblis (dari ikatan perjanjian, dari persekutuan, dari jasa Iblis), sehingga dapat mengikatkan diri secara penuh kepada Yesus Kristus (Perjanjian Baru); (a.5) Mengalami setan-setan diusir dari padanya [Mat.12:28]; (a.6) Mengundang Yesus Kristus, Bapa dan Anak dan RohKudus masuk ke dalam hati, sehingga Yesus Kristus-Trinitas-lah yang menjadi Raja dan menguasai sepenuhnya kehidupannya. Saudara yang telah berhasil di dalam penginjilan pribadi, janganlah cepat puas dengan sekedar memberi pelayanan-pribadi dan -pelepasan. Perhatikan ‘pasien’ anda, mungkin dia seorang ‘bibit-unggul’ yang harus dibina berlanjut, menjadi muridYesus. Dekati terus, doasyafaatkan, dan bina lebih jauh, kecuali jika ia menyatakan tidak mau maju menjadi muridYesus, puas sebagai umat Kristiani saja! (b) Tahap Pembinaan Anggota WanCil adalah: (b.1) Membimbing Anggota agar mengimani sungguh Pernyataan Iman Kaum Injili (Bab-4) beserta dasar Biblikalnya; teristimewa mengenali lawan: Iblis beserta malaikat-malaikatnya serta roh-roh-najis, yang menjadi perangkat kerja Iblis dalam menyesatkan manusia; (b.2) Melatih Anggota untuk berperan-serta di dalam Persekutuan WanCil yang dilakukan secara berkala, seturut kesepakatan bersama. Kehidupan bersekutu harus dihayati sungguh oleh setiap Anggota WanCil,

teristimewa di dalam mendahulukan kepentingan saudara sepersekutuan yang lain [Flp.2:5]; (b.3) Melatih Anggota melakukan pelayanan-keluar, seperti pelayananNya Yesus [Luk.4:18-19] sekurang-kurangnya sesuai dengan Mat.25:31-46; (b.4) Melatih Anggota (yang rela) untuk hidup sungguh-sungguh selaku murid-Yesus, dengan memperhatikan ciri-ciri murid yang dikemukakan oleh Yesus sendiri pada Yoh.8:30-32, Yoh.13:34-35; Yoh.15:8! (c) Tahap Pengutusan Anggota Yang Sudah Dewasa, yang sudah membuktikan kedewasaannya dalam hal memenangkan jiwa serta membina Anggota baru. (c.1) Anggota yang sudah dewasa disarankan untuk ‘pergi’ meninggalkan WanCilnya untuk pada waktunya membentuk WanCil yang baru, atau: (c.2) Kembali ke gerejanya yang lama, namun berstatus muridYesus, untuk: secara tidak kentara, menjadi pemenang jiwa di sana. Kemungkinan ia akan mengayomi beberapa bayi-bayi-rohani di sana, seraya bertanggung-jawab langsung kepada Yesus Kristus. (c.3) Bersyafaat bagi Anggota yang telah diutus (dalam ‘semangat’ Yoh.17:8-10), baik pengutusan berbentuk c.1 ataupun bentuk c.2., sehingga mereka terpelihara di dalam kehangatan pelayanan !

2.5. ANGGOTA WANCIL, WASPADALAH !
Pasti ada alasannya sehingga Yesus mensabdakan [Luk.12:32]: “...Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil...” Jangan takut; pasti Yesus telah mengetahui lebih dahulu bahwa WanCilNya menghadapi banyak ancaman dan mara-bahaya! Pelbagai lawan dan arah-serangannya dapat disajikan secara terbatas, sebagai berikut:

17

18

(a) IBLIS, LAWAN UTAMA, sebab Iblis tahu bahwa Kaum Injili (WanCil)-lah yang sungguh-sungguh mengenal Iblis sebagai lawan serta memeranginya! WanCil pula yang banyak merampasi jiwa-jiwa dari cengkeraman Iblis dan malaikat-malaikatnya. Maka boleh diharapkan, dari semua golongan Kristiani, Anggota WanCil-lah yang akan banyak didakwa Iblis, untuk membuka peluang menggocoh (jika diizinkan Hakim Sorgawi [Why.12:11]). Itu sebabnya setiap Anggota WanCil disarankan untuk hidup sekudus mungkin, demi menutup celah-celah dakwaan Iblis melalui perilaku masing-masing. (b) MANUSIA LAMA, atau watak-buruk yang tersisa, yang belum sempat di-ubahkan, akan menjadi ‘ancaman’ pula bagi WanCil. Telah dikemukakan di atas, watak manusia lama itu akan menjadi celah yang lebar bagi si Iblis untuk mendakwa dan menggocoh ybs. Namun bukan hanya itu! Anggota yang masih memelihara watak buruk akan menjadi ‘penyakit kanker’ di dalam Persekutuan WanCil, sehingga lambat-laun akan meretakkan ikatan-batin di dalam seluruh Persekutuan itu. Waspadai roh-dominasi (menguasai sekelompok anggota untuk kepentingan sendiri), roh-provokasi (memecah-belah Persekutuan), juga roh-intimidasi (merusak citra Ketua WanCil, membuat orang meninggalkan Persekutuan)! Itulah sebabnya, tidak mungkin melancarkan kasih-agaphe kepada setiap Anggota Persekutuan (apalagi jika sudah banyak jumlahnya), melainkan hanya kepada sesama muridYesus yang benar-benar tampil kudus [Yoh.13:34-35]! (c) ORANG-ORANG YANG DAPAT IBLIS MANFAATKAN, dari luar Perse-kutuan, misalnya dalam bentuk memburuk-burukkan citra Persekutuan, atau mengancam membubarkan Persekutuan, sampai kepada memfitnah (mungkin di hadapan Yang Berwajib).

(d) BAHKAN PARA HAMBA GEREJA mungkin dipakai Iblis untuk mematah-kan semangat! Misalnya dengan cap “Sesat!” atau “Saksi Yahovah kalian!” atau “Kharismatik!” atau “Ekstrimis!” atau “Organisasi-liar!” Ya segala macam dakwaan dan tudingan mungkin dimanfaatkan si Iblis untuk menyeng-sarakan Persekutuan WanCil yang anda kelola. (e) SERANGAN DAKWAAN IBLIS mungkin dilakukan untuk menyengsarakan pribadi Ketua Kelompok, bahkan dakwaan kematianpun Iblis mau lakukan, jika terbuka kesempatan. Namun semua ini ditangkal oleh Yesus [Luk.10:19] mela-lui sabdaNya: “...Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu...” Maka tidak heran Yesus katakan [Luk.12:32 kembali]: “Jangan takut!” Sungguh, semuanya itu telah lebih dahulu diketahui oleh Yesus, nyata dalam sabda-Nya [Mat.10:22]: “...Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena namaKu; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat...” Jelas sekali, yang perlu kita lakukan masing-masing cukuplah: bertahan sampai kesudah-annya. Tidak perlu merisaukan pelbagai ancaman itu, karena semuanya telah lebih dahulu dinubuatkan oleh Yesus [Yoh.16:33]: “...Semuanya itu Kukatakan kepada-mu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu men-derita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia...”

3. PENYELENGGARAAN PERTEMUAN WANCIL
Bila Kawanan Besar menyelenggarakan pertemuan dalam suatu gedung, dikelilingi oleh tembok-tembok Gereja, dilindungi oleh Izin-izin (Lisensi), secara aman, dalam bentuk Kebaktian dengan Liturgi yang tersusun rapih,

19

20

bagaimanakah Persekutuan?

caranya

WanCil

menyelenggarakan

raannya oleh para Rasul, dituntun Roh Yesus, dapat dibaca dalam Kis.4:23-30: Sesudah dilepaskan pergilah Petrus dan Yohanes kepada teman-teman mereka, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang dikatakan imamimam kepala dan tua-tua kepada mereka. 24 Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu, berserulah mereka bersama-sama kepada TUHAN, katanya: “Ya Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya. 25 Dan oleh Roh Kudus dengan perantaraan hambaMu Daud, bapa kami, Engkau telah berfirman: Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia? 26 Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar berkumpul untuk melawan Tuhan dan Yang diurapiNya 27 Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, HambaMu yang kudus, yang Engkau urapi, 28 untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan dari semula oleh kuasa dan kehendakMu. 29 Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firmanMu. 30 Ulurkanlah tanganMu untuk menyembuhkan orang, dan adakanlah tanda-tanda dan mujizat-mujizat oleh nama Yesus, HambaMu yang kudus. 31 Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman TUHAN dengan berani.
23

Berbeda dari Kawanan Besar, WanCil ditindas oleh pelbagai pihak, diutarakan dalam Bab-2; sebab dunia membenci Yesus dan murid-muridNya [Yoh.15:18-27]: “...Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu mem-benci Aku dari pada kamu. Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu...” Tidak heran jika sedikit sekali dari umat Kristiani yang ‘nekat’ untuk meningkat menjadi muridYesus, apalagi jika disimak peringatan dari yesus [Yoh.16:2]: “...Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi TUHAN...” Nubuatan ini sudah digenapi (sebagian) di masa kegelapan Gereja, sepanjang abad-abad pertangahan, pada waktu mana Gereja sendiri yang menuduh para pengikut Yesus yang murni sebagai penyesat, sebagai dukun, dan membunuhi mereka! Dan Pemimpin Gereja di kala itu menyangka mereka telah berbuat bakti bagi Sorga. Begitu dahsyatnya tipuan Iblis atas umat dan Pemimpin Gereja di masa itu, orang-orang yang berada di luar KawananKecilNya Yesus Kristus. Apakah WanCil di Indonesia akan mengalami lagi penindasan yang serupa? Hanya Yesus yang tahu. Kawanan Besar (umumnya mereka tidak berada di bawah penindasan), yang mampu menyelenggarakan Penyembahan & Kebaktian (Praise & Worship) yang semarak, syahdu dan dapat dinikmati (secara kedagingan). Sebaliknya dengan WanCil, karena selalu di bawah serangan Iblis, dengan tugas-tugas lapangan yang berat, tak sempat memikirkan Acara Kebaktian, melainkan Persekutuan (‘Fellowship’). Penyelengga-

3.1. RAGAM MATA-ACARA DI DALAM PERSEKUTUAN WANCIL
Kis.4:23-31 menjadi penuntun bagi penyelenggaraaan Pertemuan Wancil. Di sana, dengan mudah dapat ditandai tiga mata-acara pokok: (a) BERBAGI PENGALAMAN/PERGUMULAN & KESAKSIAN (‘Sharing’ & ‘Testimony’). Secara singkat, ayat-23

21

22

menunjukkan acara ini. Maka bagi WanCil di masa kini, Mata Acara Kesaksian / Pergumulan harus menjadi urutan pertama di dalam setiap Pertemuan Persekutuan. (b) BERDOA BERSAMA. Direkam secara rinci dalam ayat24-30. Maka ayat-ayat ini sekaligus menjadi model doa bagi WanCil, yang berada di bawah penindasan. Rinciannya: (b.1.) Doa Penyembahan, memuliakan Yesus Kristus; (b.2.) Gambaran sejelasnya mengenai ancaman yang dihadapi; (b.3.) Mohon keberanian, agar kebenaran Firman tetap disampaikan, kendati di bawah ancaman, sebab bila tidak disampaikan, hal itu sudah berarti keme-nangan bagi si Iblis (membungkamkan Firman); (b.4.) Mohon agar karya Yesus bekerja mengukuhkan penyampaian Firman (bukan khotbah, melainkan di tengah masyarakat), menampilkan tanda dan mujizat, demi mendaratkan serta memeteraikan Firman itu ke dalam hati para pendengar. Perhatikanlah, pada waktu itu terjadi doa-bersama, dalam kesehatian! Tentu saja di dalam ketertiban pula, sebab Roh Yesus memberi ketertiban [2Tim.1:7]. (c) DIISI OLEH ROH KUDUS. Ini adalah prakarsa Roh Yesus sendiri. Roh akan menguatkan hati para peserta. Bahkan memberi kuasa untuk dimanfaatkan di luar persekutuan. Ayat-31 mencatat hal itu. Perhatikanlah, kepenuhan Roh Kudus bukanlah sekedar tampil berbahasa-lidah, tetapi harus lebih luhur: berani memberitakan Injil kepada orang kafirpun! Dengan berani! Jelaslah, pengalam-an berbahasa lidah saja belum memastikan seseorang kepenuhan Roh Kudus. Mengapa? Bacalah terus.

3.2. ADAKAH WANCIL MEMOHON KARUNIA-KARUNIA?
Tidak! Sebab bukan karunia-karunia yang memastikan seseorang dipenuhi Roh Yesus, melainkan karakter Yesus yang tampil dari diri orang itu. Permohonan bertalu-talu untuk beroleh karunia Roh Kudus hanya menampilkan sifat egosentris. Sebaliknya, keberanian menyampaikan Injil, ini menampilkan pelayanan terhadap Yesus, jadi tidak egosentris. Sebab, boleh jadi ia sedang menyabung nyawa dalam penginjilan yang berani itu! Jangan anda bergabung dengan Persekutuan yang ramai oleh para ‘pengemis’ karu-nia. MuridYesus harus tampil perkasa, penuh keberanian, tanpa egoisme. Mulialah Yesus Kristus.

3.3. ADAKAH WANCIL MEREKA-REKA AGAR HAL-HAL YANG DAHSYAT MUNCUL DALAM PERSEKUTUAN ?
Dalam Amanat AgungNya [Mat.28:19-20], Yesus memerintahkan: “...Karena itu pergilah....Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Penyer-taan Yesus, kuasaNya, itulah yang memunculkan mujizat-mujizat. Peranan murid-Yesus adalah ‘pergi’, peranan Yesus: menyertai! Maka sewaktu ‘pergi’, di luar persekutuanlah terjadi hal-hal yang spektakuler; itu yang benar. Jelas tercatat dalam Kis.4:31. Dalam keadaan ‘tidak-pergi’, aman dalam lingkup tembok-tembok gereja, perlukah terjadi hal-hal spektakuler untuk kepentingan Kerajaan Sorga? Mujizat yang terjadi di sana hanyalah untuk kepentingan manusia. Kepentingan jemaat yang hadir. Yang hadir

23

24

umumnya sudah Kristen! Tidak selayaknya menuntut ‘tanda’ lagi dari Sorga. Maka masih mungkin ada dua sumber peristiwa-peristiwa spektakuler: Karya Iblis atau sungguh karya Yesus Kristus. Waspadalah, Iblis gemar dan sangat pandai menipu! Membangkitkan perasaan palsu seolah-oleh kebaktian itu diurapi Tuhan, padahal tidak. Mungkin saja Iblis berkarya, mengendorkan dan melepaskan himpit-annya atas diri beberapa orang yang hadir. Himpitan penyakit yang dahulu Iblis tempatkan, dicabutnya sendiri, agar terjadi kesembuhan ajaib. Maka sibuklah jemaat yang tertipu itu ber-“Halleluyah!”, mengira Roh Yesus sudah bekerja ajaib! Seusai kebaktian, Iblis dapat mendakwa orang itu lagi di hadapan Tuhan, yang me-mungkinkan dia menempatkan lagi penyakit yang sama (atau berbeda), sehingga sesungguhnya ia tidak tertolong oleh kebaktian yang ‘penuh-pengurapan’ itu. Itulah sebabnya Kaum Injili mewaspadai Pengkhotbah yang menekankan hal-hal spektakuler. Waspadai jugalah tipuan Iblis yang lain, yang lebih canggih lagi.

Maka, jika Persekutuan anda dihadiri oleh seorang-baru, anggota lama harus menya-panya, berbincang, dan mengamati kondisi rohaninya! Atau Pemimpin Acara mem-persilahkan dia memperkenalkan diri serta mengemukakan motivasi kehadirannya pada acara Pertemuan itu. Hamba Yesus yang biasa memberikan pelayanan-pelepas-an mudah mengamati dan menyimpulkan kondisi rohani seseorang dari kata-kata yang diucapkannya. Ajaklah dan sarankan seseorang pendatang baru untuk me-masuki pelayanan-pelepasan, yang mungkin dibutuhkannya.

3.5. MATA-ACARA YANG MENJADI FOKUS PERSEKUTUAN
Panjangnya rekaman ‘berdoa-bersama’ dalam Kis.4:23-31 yang kita pelajari mem-beri kesan tentang pentingnya mata acara berdoa-bersama! Persekutuan WanCil di masa kini harus berperilaku yang serupa. Doa yang panjangpanjang (Bukan!); doa yang banyak, itu menjadi kegemaran Yesus Anak Manusiapun! Lihatlah contohnya Doa Yesus, direkam satu pasal penuh [Yoh.17]. Sedemikian banyaknya pokok-pokok doa yang Yesus panjatkan, sehingga hal biasa bagi Dia untuk berdoa semalaman penuh [Luk.6:12]. WanCil juga melaksanakannya.

3.4. SYARAT YANG HARUS DIPENUHI PESERTA WANCIL
Perikope yang kita tinjau ini, secara tersirat, dalam tamzil, menunjukkan syarat yang harus dipenuhi peserta Persekutuan WanCil. Perkataan ‘Setelah dilepaskan’ pada ayat-23, menunjukkan persyaratan itu. Setiap acara Persekutuan sebaiknya dihadiri oleh orang-orang yang telah dilepaskan. Dilepaskan dari apa? Kalau Rasul Petrus dan Rasul Yohanes diberitakan sudah dilepaskan dari cengke-raman Mahkamah Agama (yang ditunggangi Iblis), maka peserta Persekutuan WanCil selayaknya sudah dilepaskan dari cengkeraman Iblis. (Baca ulang Pasal-2.4 butir a.1 s/d a.6). Lebih tuntas kelepasan itu lebih bagus. Sebab peserta yang belum beroleh kelepasan, mudah dikendalikan oleh Iblis untuk merecoki WanCil.

Doa-doa yang banyak, sangat merugikan Iblis. Pada pihak lain, acara Khotbah-khotbah, Paduan Suara, dll. tidak merisaukan hatinya. Maka waspadalah, Iblis akan merangsang para Pemimpin Acara Persekutuan untuk menambah-nambahkan acara baru, yang kelihatannya bagus, sehingga tanpa terasa, mata-acara-sentral, berdoa-bersama, tersingkir!

3.6. ADAKAH MATA-ACARA KHOTBAH ?

25

26

Tidak ada! Di sepanjang Kitab Perjanjian Baru (berbahasa asli) tidak terdapat ung-kapan ‘Yesus berkhotbah’. Yang banyak: Yesus mengajar. ‘Khotbah’ adalah pembicaraan satu-arah (monologue), sedangkan ‘mengajar’ adalah pembicaraan dua-arah (dialogue). Monologue, (teristimewa oleh seorang orator), sangat berdaya-guna untuk mempengaruhi massa agar berperilaku seragam, seturut kehendak orator itu. Mimbar-mimbar Politik (dan Gereja-gereja tertentu)-lah yang menerapkan monologue beserta orator-orator mereka. Agar massa dapat dikendali-kan sekehendak hati penguasanya. Bagaimana cara Yesus? Melalui cara dialogue; mengajar! Sebab Yesus tidak suka memanipulasi orang lain. Iblislah yang bersifat manipulator! Maka para muridYesus harus siap pula berdialog, bukan berkhotbah. Sesuai dengan Amanat Agung Yesus: “...ajar mereka melakukan...” Bukan disuruh berkhotbah, bukan mengajar-supaya-mengerti, tetapi mengajar-melakukan. Taatilah Yesus Kristus. Jika tidak ada khotbah, bagaimanakah caranya anggota WanCil bertumbuh dalam pemahaman Injil? Tetap melalui Pengajaran, yang boleh saja diselenggarakan dalam acara tersendiri. Sebab Persekutuan diselenggarakan dalam rangka menanggapi ancaman dan/atau penindasan. Acara Pengajaran atau Pemuridan diselenggarakan agar setiap peserta siap mempertanggung-jawabkan (Pernyataan)iman mereka, sekaligus persiapan untuk mengajar orang lain (memuridkan) pada waktunya. Bahkan yang lebih luhur lagi harus terjadi dalam diri setiap Anggota WanCil: diajar langsung oleh Yesus Kristus! Pelajari dan renungkanlah Mat.11:29; Yoh.6:4445; 1Yoh.2:26-27; Ibr.8:11; dll. Pengajaran langsung dari Yesus inil layak dipersaksi-kan dalam Mata Acara pertama Persekutuan WanCil (‘Sharing’ & ‘Testimony’).

Mata Acara ini dilakukan juga oleh WanCil yang Yesus pimpin [Mrk.14:26]. Maka bagi WanCil di masa kini, tiada salahnya dilakukan. Namun jangan berlebihan, sehingga menjadi mata-acara sentral. Cukup sederhana: cara Yesus. Tidak perlu Band dan Musisi yang lengkap. Tidak diperlukan biduan(ita) yang ‘wah’, tampil seronok dengan gerakan yang ‘ya-ya-ya’, yang hanya membangkitkan rangsangan kedagingan! Hikmatmu kaumusnahkan demi semarakmu..., demikian rekaman Firman dalam Yeh.28:17. Ini dialami oleh Iblis, yang ditamzilkan oleh Raja Tirus. Hal yang serupa dialami juga oleh Raja Salomo. Hikmat Salomo (pada awal pemerintahannya), oleh semarak dimusnahkan (pada akhir pemerintahannya), ditutup oleh penyembahan berhala (pada hari kematiannya)! Janganlah saudara-saudara Anggota WanCil terbuai oleh semarak, jangan kehilangan hikmat! Pengalaman-pengalaman pelayanan yang kami lakukan menunjukkan: beberapa bidu-anita dari pelbagai Sidang Jemaat yang semarak, memasuki pelayanan-pelepasan, disertai pengakuan yang sangat pedih: terjerumus melakukan perzinahan dengan Gembala Sidang mereka!

3.8. PERTEMUAN WANCIL BUKAN KEBAKTIAN; BERARTI WANCIL TIDAK MEMULIAKAN YESUS (?)
Masalah ini hanya masalah definisi: Apa yang dimaksud dengan ‘memuliakan Yesus’? Raja Daud memuliakan Tuhannya dengan gambus dan kecapi. Ini tidak jelek. Lebih bagus: Ams.3:9 mengajar: Muliakanlah Tuhan dengan hartamu... Tentu saja muridYesus memuliakan Bapa Sorgawi menurut cara Yesus, dicatat dalam Yoh.17:4: “...Aku telah memuliakan Engkau di bumi

3.7. ADAKAH MATA-ACARA PUJI-PUJIAN ? 27

28

dengan jalan menyelesai-kan pekerjaan yang Engkau berikan kepadaKu untuk melakukannya...” Maka para Anggota WanCil mempermuliakan Yesus Kristus dengan jalan menyele-saikan pekerjaan yang Yesus berikan kepada masing-masing! Bukan sekedar yang diberikan oleh Gereja atau atasan-manusia. (Itulah sebabnya saya tidak pernah menginstruksikan seseorang rekan untuk melakukan pelayanan tertentu, melainkan meminta tolong, atau dengan pernyataan: “Jika Tuhan Yesus gerakkan anda...”) Definisi ‘pelayanan’ menurut Yesus (mungkin berbeda dengan definisi ‘pelayanan’ di pelbagai gereja) tentu dianut pula oleh para muridYesus di masa kini. Definisi itu tercantum dalam sabda Yesus, direkam dalam Luk.4:1819. Lakukanlah pelayanan sedemikian, maka anda sedang mempermuliakan Bapa Sorgawi! Bukan sekedar mempermuliakan Dia di Ruang Kebaktian. Sebab WanCil tidak membutuhkan Ruang Kebaktian yang khusus, karena jumlah Anggotanya hanya sedikit. Selayak-nyalah para peserta berjumlah tidak lebih dari dua belas orang (jumlah murid Yesus Anak Manusia). Sebab seorang murid tidak lebih hebat dari gurunya! Anggota WanCil (warga Kerajaan Sorga) mempermuliakan Bapa Sorgawi dengan cara ‘pergi’, melayani, menuntun orang-orang lain kepada Yesus Kristus! Setiap hari, di setiap kesempatan. Maka hati para anggota WanCil dipenuhi oleh ‘Praise & Worship’ setiap hari. Karena menyaksikan karya Yesus di sepanjang pelayanan. Tidak penting lagi acara khusus ‘Praise & Worship Night’ atau semacamnya.

langsung didoakan pada saat itu juga. Waspadalah, penyampaian pergumulan jangan berubah menjadi gossip! {Kaum Injili tidak menunda-nunda untuk ber-doa! Setiap penundaan berdoa-syafaat, walaupun hanya beberapa menit, mungkin memberi keuntungan bagi si Iblis!}. Dalam hal kesaksian, perlu pulalah dipanjatkan doasyafaat, yakni untuk follow-up ataupun penuntasan pelayanan yang dipersaksikan, atau juga untuk penajaman pela-yananan rekan yang telah bersaksi! {Kaum Injili tidak lazim mempersaksikan perolehan berkat-berkat-kedagingan (materi) dari Yesus, melainkan mengutamakan kesaksian tentang berkat rohani: pelayanan yang sedang dilakukan atau yang telah dirampungkan! Boleh juga kesaksian tentang pemulihan kesehatan yang bersangkutan atau pemulihan rohani (penanggulangan perilaku)}. Mungkin terjadi di kelompok anda, pada hari pertemuan tertentu, tidak seorangpun tampil membagi kesaksian ataupun pergumulannya. Tidak mengapa. Sediakan saja Formulir Doa untuk dibagikan kepada setiap peserta. Formulir Doa ditulisi dengan pergumulan masingmasing, lalu dikocok dan dibagikan kembali, seorang beroleh satu Formulir Doa yang berisi pergumulan rekan yang lain. Jadilah ini beban doa bagi masing-masing peserta, sehingga tidak perlu terjadi seseorang mendoakan kepentingannya sendiri. Cara ‘arisan-doa’ begini lebih menjanjikan berkat dari Yesus Kristus, menimbang Mat.5:46. Janganlah Pemimpin Acara Pertemuan (M.C.) memaksamaksa agar ada yang ber-saksi. Kesaksian yang dipaksakan mungkin berisi isapan jempol! Melecehkan Acara Pertemuan WanCil! (Bacalah Lampiran, mengenai KESAKSIAN). Bedakan juga kandungan kesaksian yang disampaikan dari pada yang terdengar dalam Persekutuan yang

3.9. ‘SHARING’ & ‘TESTIMONY’ DI MASA KINI
Disarankan, dalam setiap pertemuan, setiap orang yang dirundung pergumulan me-nyampaikan pergumulannya secara ringkas, secukupnya informasi yang perlu, untuk

29

30

gerejawi. Untuk Kaum Injili, tidak layak kesaksian yang menyangkut sukses-sukses duniawi belaka. Cara demikian akan merangsang orang untuk menganggap bahwa Yesus sekedar suatu Tokoh yang menjadi sumber sukses duniawi atau sumber materi belaka! Kaum Injili (warga Kerajaan Sorga) harus belajar bersukacita secara malaikat Sorga bersukacita [Luk.15:7,10]. Maka yang sangat dihargai adalah kesaksian yang berbo-bot spirituil. Tentang pelayanan, atau tentang karya Yesus di dalam pelayanan, atau tentang tegoran Yesus terhadap diri kita (penting untuk pelajaran bagi rekan yang lain), bahkan tentang kegagalan diri sendiri (yang berarti suksesnya Yesus membentuk pribadi kita).

Maka berkat-berkat dari Yesus Kristus memenuhi kehidupan rekan-rekan sekalian, Hallelu-Yesus!

4. PERNYATAAN IMAN KAUM INJILI

Pernyataan Iman dikenal, dirumuskan dan dihafalkan dalam setiap sekte Kristiani. Bagi Kaum Injili, yang sudah hadir sebelum hadirnya sekte-sekte Kristiani, yang langsung belajar dari Yesus Kristus, menghafal pelbagai Pernyataan Iman tidak banyak artinya. Hidup dalam kebenaran yang sudah dipelajari, itulah yang dikehendaki oleh Yesus Kristus, nyata dalam sabdaNya [Mat.7:24]. Pelbagai pernyataan di bawah ini, tidak untuk sekedar dihafalkan, melainkan meru-pakan tuntunan hidup dan pelayanan Kaum Injili:. (1) Saya beriman kepada Yang Maha Pencipta (YMP), Yang tidak-kasat-mata (TKM), Pencipta langit(TKM) dan bumi (Kasat-Mata/KM). Saya mengimani keberadaan Yang Maha Pencipta (YMP), Yang Trinitas: Bapa dan Anak dan Roh, namun ketiganya adalah Satu Pribadi. Trinitas, dalam ke-esa-annya, menyandang satu nama: Nama-di-atas-segala-nama [Flp.2:9]: ‘Yesus Kristus’, tiada yang lain [Yoh.10:30;17:11;Flp.2:9-11;dll.] Maka saya menyembah satu saja tokoh Sembahan: Yesus Kristus, Yang Esa, tiada tokoh yang lain, tiada nama yang lain. (2) Saya adalah manusia ciptaan Yesus Kristus [Yoh.1:1-3], milikNya [Yoh.1: 11], terdiri atas tubuhjasmani, yang kasat-mata (KM), dan tubuh-rohani

3.10. BERDOA-BERSAMA DI MASA KINI
Mata Acara ini dianjurkan oleh kalimat-kunci [ayat-24]: ...berserulah mereka bersama-sama kepada Tuhan... Bagaimanakah pelaksanaannya di masa kini? Ada beberapa variasi dari Mata Acara Berdoa-bersama ini: (1) Doa Sehati; seorang yang bersuara keras memanjatkan doa, yang lain mengaminkan di dalam hati atau bersuara pelan sekali (tertib); (2) Doa Tertuntun; yang (di)tua(kan) mengucapkan doa, kalimat-demi-kalimat, diikuti oleh yang lain, kalimatdemi-kalimat pula. (3) Doa Serentak; masing-masing memanjatkan pokokdoanya di dalam hati atau dengan bersuara pelan sekali; (4) Doa dengan mengikuti prosedur ‘ANALI’; diuraikan dalam buku tersendiri. Kiranya petunjuk-petunjuk ini cukup untuk pedoman penyelenggaraan Persekutuan WanCil di tempat saudara.

31

32

[Mal.2;15; Za.12:1;Yak.4:5], yang tidak-kasat-mata (TKM) [Kej.2:7]. Oleh Penciptaku, saya diciptakan segambar dengan Dia [Kej.1:26], dalam pengertian saya dilengkapi dengan daya-kemauan [Rm.1:24], daya-rasa [Rm.1:26], dan daya-pikir [Rm.1;28], ketiganya adalah daya-roh yang menjadi pribadi saya. (3) Saya percaya akan kehadiran malaikat-malaikat ciptaan YMP [Ibr.1:7], mereka adalah makhluk-makhlukroh [Ibr.1:13] yang pada hakekatnya TKM. Malaikat adalah makhluk berpribadi dalam pengertian: memiliki daya-ke-mauan, daya-rasa, dan daya-pikir. Semua malaikat tidak boleh disembah [Ul.4:19; Kis.7:42]. Sebahagian malaikat memberontak terhadap YMP [Yes.14:12-15;Yeh.28:12-19;Why.12:7-9], yakni Iblis beserta malaikat-malaikatnya [Mat.25:41; dll.]. Dalam pemberontakan itu mereka dikalahkan oleh Mikhael, malaikat Sorga yang setia [Why.12:7-9], berakibat Iblis dan malaikat-malaikatnya tercampak ke bumi; hal ini bermakna-rohani: martabat mereka merosot kepada perilaku yang setaraf dengan hewan: Pezinah [Kej.6:1-4], Pemberontak, Pendusta dan Pembunuh [Yoh.8:43-44], Pencuri [Yoh.10:10], bahkan Pembinasa [Yoh.10:10] dan Penyesat seluruh dunia [Why.12:9]. Semua sifat-sifat hewani itu diusahakan Iblis untuk mewaris kepada manusia, agar manusia terjerumus kedalam kebinasaan kekal. Sebaliknya, para malaikat Sorga taat kepada YMP, terpelihara dalam kekudusan dan bertugas melayani (melindungi rohani) manusia yang harus beroleh keselamatan [Ibr.1:13-14], disamping melindungi anakanak Tuhan dari ancaman (atas jasmani) oleh serangan Iblis [Mz.91:9-11]. (4) Saya percaya adanya makhluk-roh-’TKM’ yang bukan malaikat [2Tim.1:7; Hos.4:12;Gal.6:1;Yes.11:1-2;

dll.] hasil penciptaan. Makhluk-makhluk ini tidak berpribadi, yakni tidak lengkap memiliki daya-kemauan, daya-rasa dan daya-pikir seperti yang dimiliki para malaikat. Makhluk-makhluk roh tidak berpribadi ini terbagi dua golongan: roh-roh-jahat dan roh-roh yang baik, yang masing-masing jenis mungkin mempengaruhi perilaku diriku maupun kehidupanku [Hos.4:12-13;Mat.12:4345;dll.]. (5) Saya mengakui Yesus Kristus adalah YMP sekaligus Raja atas Kerajaan Sorga yang ‘TKM’ [Mat.25:31-34;1Tim.6:15;Why.17:14;Why.22:16,dll.]; diriku yang telah nista oleh dosa-dosaku, dan siap binasa, telah ditebusNya melalui pengor-bananNya di kayu salib [Ibr.9:15,26-28;dll.] Saya mengaku, bahwa diriku telah lunas dibayarNya, oleh darahNya yang mulia, maka jadilah diriku hamba Yesus Kristus [1kor.6:20;1Kor 7:24]. Yesus Kristus, Raja Sorga, telah merendahkan diriNya, tampil dalam tubuh-jasmani (‘KM’), bernama Yesus-AnakManusia, serupa dengan manusia [Flp.2:5-8]; telah merelakan tubuh-’KM’-Nya disiksa dan disalib, demi memikul segala dosa saya beserta dosa-dosa semua orang percaya. Setelah menyerahkan nyawaNya [Mrk.15:37], Yesus kemudian mengambil-nya kembali [Yoh.10:18], bangkit dari alam maut [Mat.28:5-6], lalu naik ke Sorga, kembali kepada status ketuhanannya [Kis.2:36]. (6) Saya mengimani dan mengandalkan kuasa-kuasa di dalam nama Yesus Kristus, tidak di dalam nama lain. Rincian kuasa-kuasa itu antara lain:

33

34

(6.1) Di dalam Nama Yesus Kristus dosa-dosa saya dihapuskan [1Yoh.2:12; Kis. 2:38;Kis.10:43]; (6.2) Di dalam Nama Yesus Kristus setan-setan dienyahkan [Luk.10:17;Mrk.16: 17;Kis.5:16;Kis.16:1618]; (6.3) Di dalam Nama Yesus Kristus tersedia keselamatan atau kehidupan-kekal [Yoh.20:31;Kis.4;12]; (6.4) Di dalam Nama Yesus Kristus doa-doa para pengikutNya dikabulkan [Yoh. 14:13,14;Yoh.15:7]; (6.5) Di dalam Nama Yesus Kristus kesembuhan dari penyakit disampaikan oleh muridYesus [Kis.3:17;Kis.5:15;Kis.9:32-35;dll.], bahkan mungkin orang mati dibangkitkan [Kis.20:7-12], seturut kehendak Yesus Kristus; (6.7) Di dalam Nama Yesus Kristus terjamin pemeliharaan kehidupan saya [Yoh. 17:11-12]; (6.8) Di dalam Nama Yesus Kristus segala makhluk bertekuk lutut [Flp.2:10]; (6.9) Di dalam Nama Yesus Kristus dapat dibangun persatuan pengikut Yesus yang sungguh [Yoh.17:11]. Di dalam Nama Yesus Kristus, Nama Yang Kudus [Yeh.39:7], Nama yang berasal dari Sorga [Luk.1:31;Mat.1:21], saya menyembah Pencipta diriku, seraya mengimani: di sepanjang sejarah bumi tidak ada nama lain yang layak untuk me-nyeru YMP, Yang Mahakudus itu. Saya mengerti bahwa kepada saya, selaku muridYesus, telah diberikan otoritas untuk menggunakan kuasa-kuasa di dalam Nama Yesus [Yoh.1:12;Mrk.16: 17;dll.], demi memampukan saya melayani Yesus Kristus dan

mengiringi Juruse-lamatku menuju status ‘anak-BapaSorgawi’. (7) Saya mengerti dan mengimani bahwa perjuangan saya bukanlah melawan darah dan daging (yang ‘KM’), melainkan [Ef.6:12] melawan Iblis dan malaikatmalaikatnya, yang ‘TKM’, yang selalu berusaha menjerumuskan saya ke dalam kebinasaan. Dalam iman kepada Yesus Kistus, saya melawan Iblis dan rombongannya [1Ptr.5:8;Yak.4:7], dengan mengandalkan kuasa-kuasa di dalam Nama Yesus Kristus [Yoh.1;12;Mark.16:17;dll.]. (8) Saya mengimani bahwa Roh Kudus adalah Roh Yesus sendiri [Yoh.14:26; Kis.16:6-7;Flp.1:19], diutus ke bumi setelah Yesus naik ke Sorga [Yoh.16:7; Kis. 2:112], dicurahkan untuk hamba-hamba Kristus (muridYesus) [Yoh.15:26; Kis.2: 18], sebagai pengurapan oleh Yang Kudus [1Yoh.2:20,26-27] untuk memberi karunia-karunia Roh demi membangun Tubuh Kristus di bumi, sekaligus melengkapi muridYesus dengan otoritas Sorgawi yang memungkinkan para murid berkemenangan atas Iblis dan malaikat-malaikatnya. Di bawah tuntunan Roh Yesus, saya mampu mengalahkan si Iblis dengan mengandalkan darah Yesus, perkataan kesaksian saya dan iman kepada Yesus Kristus [Why.12:11]. (9) Saya mengimani satu-satunya Imam Agung [Ibr.4:14;5:10;6:20;9:11;10:21]: Yesus Kristus, ‘TKM’, Imam untuk selama-lamanya [Ibr.7:17,21], yang imamatNya tidak dialihkan kepada pribadi lain [Ibr.7:24]. Saya mengimani bahwa para murid Yesus, di masa dahulu sampai masa kini, adalah iman-imam ‘TKM’ di dalam Kerajaan Sorga yang ‘TKM’, ditahbiskan secara ‘TKM’ oleh Imam Besar ‘TKM’: Yesus Kristus. Saya menyadari bahwa diriku adalah seorang imam ‘TKM’ [1Ptr.2:9;Why.1:5b-6] dengan tugas-tugas imamat atas orang-orang yang harus diselamatkan.

35

36

(10) Kepercayaan saya terhadap Bibel (yang adalah rekaman Firman), adalah pelengkap bagi iman saya terhadap Kitab Suci ‘TKM’ [Gal.3:8], yang juga ditulis-kan di pada loh hatiku [Yoh.15:7;17:6;Ibr.8:10] oleh Yesus Kristus Trinitas [Yoh. 14:23], Yang saya undang masuk, bertakhta di dalam hatiku serta menguasai seluruh kehidupanku. (11) Saya mengimani satu-satunya Bait Suci Agung, Yang ‘TKM’, yakni Tubuh Yesus Kristus [Yoh.2:21;1Kor.12:13], dibangun dari bait-bait-suci [1Kor.12:27], yakni para muridYesus, salah satunya adalah diriku [1Kor.3:16;6:19]. (12) Peresmian diriku menjadi muridYesus bukan ditentukan oleh pembaptisan-air (‘KM’) (betapapun metode pembaptisannya), melainkan sewaktu saya memberi diri dibaptis-roh [Mat.3:11], pembaptisan-’TKM’, yang diutarakan oleh Yesus di dalam Amanat AgungNya [Mat.28:19-20, juga Mrk.16:16]. Melalui pembaptisan-roh (pembersihan roh saya) dalam nama Yesus Kristus, saya dibersihkan dari dosa-dosaku [1Yoh.1:9;2:12;Kis.10:43], dibersihkan dari pel-bagai macam kutuk yang mungkin mengena kepada diriku, dibersihkan dari pelbagai kecemaran yang timbul oleh pelbagai bentuk perjanjian, persekutuan dan jasa-jasa iblisi dari masa laluku Kej.31:19;Luk.10:17;Mrk.16:17;Kis.26:18]. Pada kesempatan itu pula setan-setan diusir dari diriku [Mat.12:28;Mrk.16: 17;Luk.10:17]. Pada kesempatan itu pula saya nyatakan bahwa saya bukanlah hamba Iblis, dan tidak mau menjadi hambanya! Hal ini saya imani bersandarkan sabda Yesus, bahwa menurut ucapanku, saya akan dibenarkan [Mat.12:37]. Berdasarkan kenyataan-kenyataan di atas, maka sejak hari itu saya menjadi hambaNya Yesus Kristus [1Kor.6:20;7:23], karena harga diri saya telah lunas dibayar oleh Yesus sejak di Bukit Golgota.

(13) Sebagai hasil nyata dari pembersihan roh saya, Roh Yesus memampukan diri saya untuk memenangkan jiwa-jiwa bagi Yesus Kristus serta dilayakkan ber-perang melawan dan mengalahkan si Iblis beserta malaikatmalaikatnya, yang terus-menerus berusaha menunggangi kedagingan saya atau menggunakan bujukan-bujuk-an duniawi atau orang lain, untuk mempengaruhi dan/atau menjatuhkan diri saya. (14) Dimeteraikan dalam suatu Perjamuan Paskah Kaum Injili [Luk.22:14-20], sewaktu menerima dan meminum Anggur Perjamuan (perlambang darah-Yesus’TKM’) [Luk.22;20], dengan pemahaman dan kesadaran penuh saya telah menerima Wasiat (Perjanjian) Baru, sesuai yang diwasiatkan oleh Yesus menjelang kematianNya [Luk.9:15-17]. Yesus mewariskan bagiku Kerajaan’TKM’ [Luk.22:29], dengan kiprah: makan-’TKM’ dan minum-’TKM’ bersama Yesus-’TKM’ di dalam Kerajaan Sorga-’TKM’. Demikianlah ciri-ciri utama anak-anakTheos, mereka yang memiliki kepastian hidup kekal di Sorga [Luk.22:30]. Dengan rela-hati saya mau memikul segala akibat dari status anak-Theos itu di bumi. (15) Saya menyadari, selaku muridYesus (atau Warga Kaum Injili) saya akan mendapat perlawanan di manamana [Yoh.15:18-20;Kis.28:22], bahkan mungkin dari orang beriman yang dikelabui oleh Iblis dan digerakkannya untuk membenci muridYesus [Mat.10:17]. Dari pihak-pihak yang membenci Yesus mungkin terjadi penindasan atas diriku [Yoh.16:33,dll.], bahkan mungkin saya kehilangan nyawa demi Yesus Kristus... Mulialah Juruselamatku! (16) Selain Kaum Injili yang tampil di tengah masyarakat, saya mengakui hadirnya umat Yesus yang tersembunyi, sejak dahulu kala [Yoh.19:38-39], antara lain kaum Farisi yang percaya kepada Yesus sebelum Ia disalibkan, kendati mereka tidak memberi diri dibaptis-air (Baptisan-’KM’) [Luk.23:50-51;7:30], kendati mereka tidak menyelenggarakan rituil-rituil-’KM’ di gedung-gereja

37

38

(Rumah Ibadat yang khusus), serupa dengan perilaku para Rasul yang terrekam dalam seluruh Kisah Para Rasul. Umat Yesus yang tersembunyi ini masih berlanjut sampai kepada masa kini, dipeliharakanNya demi kemuliaan Yesus Kristus. Dalam nama Yesus Kristus, Juruselamatku, berlandaskan iman terhadap perkara-perkara yang ‘TKM’ [Yoh.20:29;2Kor.5:7], saya menghayati Pengakuan Iman Kaum Injili ini. Bagi kemuliaan Yesus Kristus, AMIN.

sabda Yesus [Mat.10:32-33]: “...Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan BapaKu yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan BapaKu yang di sorga...” Sayangnya bagi golongan yang disebutkan di atas, kegiatan bersaksi terbatas dalam bentuk ‘mengakui-Akudi-depan-persekutuan-seiman’! Belum sepenuhnya memenuhi kerinduan Yesus: ‘mengakui-Yesus-di-depanmanusia’, siapapun dia. Maka warga Kaum Injili harus bersaksi juga di depan orang lain, yang belum seiman! Ini harus menjadi kegiatan sehari-hari bagi warga Kaum Injili. Memperkenalkan diri selaku pengikut Yesus, bahkan memperkenalkan Yesus pada setiap waktu terbuka kesempatan. Jika anda menghindari pertanyaan yang menyangkut iman Kristiani anda, berbahaya! Tanpa kesaksian, hidup kekal anda mungkin terancam. Kepentingan kesaksian itu ditunjukkan dalam daftar berikut: (a) memuliakan Yesus Kristus; (b) mempertanggung-jawabkan iman injili anda di hadapan orang lain; (c) menyingkirkan Iblis perecok kehidupan anda atau mengenyahkan Iblis yang sedang menggocoh kehidupan orang lain; (d) melalui hal-hal di atas, orang lain mungkin dituntun kepada keselamatan.

5. BERBAGI KESAKSIAN/PERGUMULAN DALAM PERTEMUAN KAUM INJILI
Berbeda dari Kebaktian/Ibadah, berbeda dari Persekutuan Doa, di mana mata-acara sudah dibakukan secara ketat dan keterbatasan waktu yang sama ketatnya, sehingga kebanyakan peserta adalah ‘pendengar-yang-baik’, maka dalam Pertemuan Kaum Injili, setiap peserta bebas mengambil bagian dalam pembicaraan. Malahan perlu dihilangkan kebiasaan menjadi ‘pendengar-yang-baik’ itu. Namun janganlah kebebasan ini membuat peserta menjadi tidak terkendali, membo-roskan waktu dan membuat peserta lain menjadi bosan. Masalah ‘kecil’ ini jadi berpengaruh besar: Persekutuan Kaum Injili menjadi tidak menarik lagi untuk dihadiri oleh orang-orang yang sedang mengalami awal pertumbuhan rohaninya. Itulah perlunya dituliskan satu Bab khusus mengenai Mata Acara Berbagi Kesaksian/Pergumulan ini.

5.1. KAUM INJILI HARUS BERSAKSI
Saudara-saudara dari Gereja-gereja Injili dan Persekutuan Doa yang Injili sudah dibiasakan bersaksi di tengah Persekutuan/Pertemuan. Landasannya adalah

5.2. KESALAHAN UMUM DALAM BERSAKSI

39

40

Kuasa kesaksian sangat merosot jika anda tidak dapat membedakan Kesaksian dari Pengajaran, atau Warta, atau Pidato, atau Gossip/Celoteh! Akibatnya kesaksian beleter, yang tiada harganya yang anda lancarkan! Perhatikanlah perbedaannya: ** PENGAJARAN: penyampaian fakta-fakta, sepenuhnya benar, tatnpa sepotong dustapun! Waktu penyajian memang sudah disediakan dan dijatah. ** WARTA: penyampaian peristiwa, fakta atau masalah, seringkali untuk kepentinganpihak tertentu saja, sehingga kadangkala hanya setengah kebenaran yang disampaikan, walaupun tidak mengandung dusta. ** PIDATO: pembicaraan yang selain menyajikan faktafakta, boleh jadi menyampaikan setengah kebenaran saja, juga bisa jadi mengandung dusta, demi mempengaruhi massa pendengar (berjumlah banyak), bahkan melakukan agitasi. ** GOSSIP: pembicaraan dalam kelompok tertutup yang mengandung kebenaran, namun diwarnai juga oleh bual, bahkan boleh saja mengandung dusta, penting demi memikat perhatian pendengarnya, demi memuaskan kehausan peng-gossip: menjadi puat perhatian pendengarnya. ** KESAKSIAN: berbeda dari semuanya, hanya kebenaran, tanpa dusta, demi tujuan yang telah diuraikan di atas!

tuntunan Roh Kebenaran (Roh Yesus) harus benar-benar benar! ** Yoh.16:14 mengajarkan bahwa Roh Penghibur (atau Roh Kebenaran atau Roh Kudus) akan memuliakan Yesus, sebab “...Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimaNya dari padaKu...” Maka kesaksian seseorang yang dituntun oleh Roh Kudus pasti memberitakan kepada pendengarnya apa-apa yang didengarnya dari Yesus, tidak menambah-nambah. Rambu-rambu di atas menjadi rumusan untuk kesaksian Kristiani: (1) Kesaksian anda harus benar-benar benar! (2) Kesaksian anda harus memuliakan Yesus Kristus, bukannya memuliakan Sekte anda, atau Gembala Sidang anda. Lebih buruk lagi jika memuliakan Setan atau diri anda sendiri. (3) Kesaksian anda sebatas mengemukakan apa yang anda terima dari Yesus, baik merupakan berkat, ataupun penanggulangan watak, atau hasil pelayanan yang menyenangkan Theos, maupun pesan yang Roh Yesus mau sampaikan.

5.4. TUJUAN MELANCARKAN KESAKSIAN
Selain untuk mempertahankan keselamatan anda selaku pengikut Yesus, kesak-sian Kaum Injili juga memiliki tujuan yang lebih luhur lagi. Why.12:10-11 mencatat: ...Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: “Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Theos kita, dan kekuasaan Dia yang diurapiNya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Theos kita. Dan mereka me-ngalahkan dia {Iblis; Pen.} oleh darah Anak Domba, dan oleh

5.3. PEDOMAN BERSAKSI
Untuk bersaksi secara benar, Injil memberikan ramburambu untuk bersaksi dalam beberapa bagiannya: ** Yoh.15:26-27 menyatakan: Roh Kebenaran akan bersaksi tentang Yesus dan kamu juga harus bersaksi... Maka kesaksian yang berada di bawah

41

42

perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut...” Ini adalah salah satu ayat terpenting bagi Kaum Injili, kaum yang dimampukan oleh Theos untuk memerangi Iblis. Ayat ini mengajarkan bahwa Iblis dikalahkan oleh: ** darah Anak Domba (demi pengudusan pengikut Yesus); ** perkataan kesaksian orang kudus; dikhususkan bagi Theos dan... ** yang tidak sayangkan nyawa mereka! ORANG-ORANG KUDUS-lah yang mampu mengalahkan Iblis, karena: PERTAMA, darah Anak Domba telah menyucikan mereka. Darah Yesus menying-kirkan kecemaran dosa dan kuasaNya menyingkirkan roh-roh-najis perangsang dosa, sehingga sucilah mereka yang sungguh-sungguh percaya kepada Yesus! Sudahkah anda, hai orang Kristen, mengalami penyucian diri dari dosa-dosa anda? Sudahkah anda mengalami bahwa setan-setan diusiri dari diri anda? Jika belum, maka jangan heran, anda mengalami kekalahan terus-menerus dari Iblis. Jika anda belum disuci-kan, maka anda membutuhkan pelayanan pribadi (dan pelepasan) oleh hambaYesus (muridYesus) yang berkompeten! KEDUA, anda yang telah disucikan dari dosa-dosa dan roh-roh-najis, serta sudah mengkhususkan diri untuk hidup bagi Yesus Kristus saja (inilah orangorang kudus), jika menyampaikan kesaksian di dalam rambu-rambu yang sudah ditetapkan oleh Injil, maka kesaksian anda akan memancarkan kuasa menyingkirkan Iblis dari kehidupan anda, bahkan akan mengalahkan si Iblis, sehingga orang lain, yang ber-ada di bawah

himpitan Iblis (atau malaikatnya) akan dibebaskan, dituntun kepada keselamatan.

dapat

KETIGA, sikap tidak sayangkan nyawa yang ditunjukkan oleh orang-orang kudus mencampakkan Iblis dari diri orang lain yang dihimpitnya, seperti yang Yesus tunjukkan di dalam pengorbananNya. Juga sikap Stefanus-martyr yang tidak sayangkan nyawanya, telah menaklukkan Paulus (yang menyaksikan kematian Stefanus) habis-habisan, sehingga Pauluspun menjadi Rasul yang mengalahkan Iblis habis-habisan! Sikap tidak sayangkan nyawa ini ditampilkan pula oleh ribuan martyr yang menyusul, menjadi pupuk yang sangat menyuburkan penyebaran Injil Kristus. Sikap tidak sayangkan nyawa anda akan memenangkan jiwa-jiwa bagi kemuliaan Yesus Kristus (menjadi mahkota anda kelak). HAI PARA MURIDYESUS, bukankah butir KEDUA melancarkan kebenaran? Dan butir KETIGA menampilkan kasih karunia? Jelas sekali kemuliaan Yesus, yakni kepenuhan akan kasih-karunia dan kebenaran [Yoh.1:14] dipancarkan oleh saksi Kristus yang sungguh! Hallelu-Yesus.

5.5. KESAKSIAN EMPAT DETIK
Sekarang, periksalah pernyataan berikut [Yoh.3:30], apakah memenuhi syarat sebagai kesaksian yang memancarkan kuasa?

“...Yesus harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil...”
Bandingkanlah isi pernyataan itu dengan pedoman bersaksi... Kesaksian itu benar-benar benar? {“Ya!”} Kesaksian itu memuliakan Yesus, bukan memuliakan Yoha-nes Pembaptis (yang bersaksi)? {“Ya!”}. Kesaksian itu mengemukakan apa yang Yohanes terima dari Sorga? {“Ya! Bahwa Yesuslah yang harus dimuliakan!”}

43

44

Tirulah Yohanes Pembaptis dengan kesaksiannya! Mengingat waktu yang tersedia dalam suatu Pertemuan WanCil bukannya tidak terbatas, maka kesaksian seorang yang tidak egoistis akan diusahakannya sesingkat mungkin. HalleluYesus.

Traktad traktad dengan Judul yang lain, untuk Traktad traktad Kristen, bisa dihubungi di :

--o0o--

1 Way Email :: d.1way@yahoo.com Email :: 1trueway@gmail.com

PENULIS: IR ETSIM AISAHAR (Identitas Penulis tidak penting),

tetapi Pembaca yang haus akan kebenaran boleh mendapat pencerahan Injil melalui pembacaan tulisan ini.

Tolong cantumkan alamat & nama yang jelas, untuk mempermudah pengiriman ke alamat anda, dan sebutkan buku yang anda perlukan, misalnya : buku tentang pengampunan, Bahasa Roh, Roh Jahat, Pelepasan, Katolik, pelajaran, dll. Silahkan di perbanyak, bagikan Pelajaran ini kepada Semua orang, sesuai dengan Perintah Tuhan Yesus.

Untuk Kalangan Sendiri.

Tidak untuk diperjual belikan. Dibagikan secara Gratis.

45

46

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful