You are on page 1of 3

OBESITAS Adalah keadaan kelebihan berat badan yang sering dijumpai diantara para atlit olahraga beban atau

pada orang2 tertentu dengan kerangka tubuh yang besar. Cara yang kini digunakan untuk mengukur obesitas adalah indeks masa tubuh (IMT) dan lingkaran perut. Obesitas yang dapat diukur dengan IMT dapat dibagi menjadi obesitas perifen dan obesitas sentral (abdominal) berdasarkan lingkar perut. Bagi orang asia laki2 kurang dari 90cm, wanita kurang dari 80cm. jadi IMT lingkar perut yang melebihi 90cm pd laki2 dan 80cm pd wanita, dapat di golongkan dalam obesitas abdominal. Obesitas abdominal akan disertai dengan peningkatan prevalensi berbagai penyakit kronis termasuk penyakit arteri koronaria, diabetes, hipertensi, stroke, dan jenis jenis kanker tertentu. Pada obesitas viseral, distribusi lemak terutama terdapat di sekeliling organ2 viseral di dalam rongga perut. Uraian singkat obesitas dan penyakitnya : a. Obesitas dan penyakit kardiovaskular Obesitas adipositas abdominal merupakan faktor resikonya, karena terjadi peningkatan tekanan darah dan profil lipid, yaitu penurunan kadar HDL-Kolesterol dan peningkatan kadar LDL-Kolesterol serta trigliserida. (gizi kesehatan masyarakat. Michael J. Gibney, dkk. EGC 2009. Tujuan utama dalam terapi obesitas adalah untuk memberikan diet yang secara nutrisi memadai dan menentukan asupan kalori atau pemakaian energi pada tingkat yang akan menggalakkan penurunan berat secara bertahap sebesar 2-3kg /bulan. Etiologi obesitas di bagi menjadi 2, penyeba internal yang bisa berupa permasalahan metabolisme atau pencernaan, dan permasalahan eksternal yang berupa ketidakseimbangan antara diet dengan exercise, sebagai akibat dari perubahan gaya hidup serta modernisasi, termasuk berbagai problem fisikologis dan aktualisasi diri. Ada 5 hal yang perlu diperhatikan sebelum terapi obesitas di lakukan, 1) motivasi yang kuat dari pasien sendiri untuk mengatasi permasalahan obesitasnya, 2) dukungan dari keluarga atau dari orang yang di cintai, 3) informasi yang benar tentang diet dan exercise, 4) diet rendah kalori gizi seimbang, 5) olahraga aerobik menurut kondisi pasien dan penyakitnya. Dalam menerapkan diet rendah kalori, kita harus ingat bahwa penurunan jumlah kalori tidak selalu identik dengan pengurangan jumlah makanan, tetapi lebih banyak berhubungan dengan manipulasi jenis jenis makanan. Sementara proporsi nutrien penting lainnya seperti protein, lemak essensial, vitamin- mineral, dan air harus tetap seimbang. Makanan, khususnya camilan, yang tepat bagi penyandang obesitas harus memiliki kalori yang rendah dengan indeks kekenyangan yang tinggi seperti, havermut, kentang, ikan, dan jeruk. (terapi gizi dan diet rumah sakit. Dr. Andry hartono. Penerbit Buku kedokteran EGC)

DEFINISI KELEBIHAN BERAT BADAN DAN OBESITAS

Obesitas atau kegemukan mempunyai pengertian yang berbeda-beda bagi setiap orang. Pada
kebanyakan wanita dan pria, obesitas berarti kelebihan berat badan (BB) jauh melebihi berat yang diinginkan. Terkadang kita sering dibuat bingung dengan pengertian obesitas dan overweight, padahal kedua istilah tersebut mempunyai pengertian yang berbeda. Obesitas (kegemukan) adalah suatu keadaan dimana terjadi penumpukan lemak tubuh yang berlebih, sehingga BB seseorang jauh di atas normal dan dapat membahayakan kesehatan. Sementara overweight (kelebihan berat badan) adalah keadaan dimana BB seseorang melebihi BB normal. Definisi obesitas menurut para dokter adalah sebagai berikut: Suatu kondisi dimana lemak tubuh berada dalam jumlah yang berlebihan Suatu penyakit kronik yang dapat diobati Suatu penyakit epidemik Suatu kondisi yang berhubungan dengan penyakit-penyakit lain dan dapat menurunkan kualitas hidup Penanganan obesitas membutuhkan biaya perawatan yang sangat tinggi

Obesitas terjadi karena ketidakseimbangan antara energi yang masuk dengan energi yang keluar. Body Mass Index (BMI) atau Indeks Massa Tubuh (IMT) telah diakui sebagai metoda yang paling praktis dalam menentukan tingkat overweight dan obesitas pada orang dewasa di bawah umur 70 tahun.

Penyebab obesitas: Sering kita beranggapan bahwa obesitas terjadi karena kurang gerak dan terlalu banyak makan makanan berlemak. Dua hal tersebut memang sangat mungkin dapat menjadi penyebab utama timbulnya obesitas. Tetapi ada sebab sebab lain yang penting di perhatikan. Genetik, riwayat keluarga dengan obesitas dapat meningkatkan resiko terkena obesitas juga. Jadi apabila orang tua anda menderita obesitas, jagalah selalu pola makan dan aktivitas anda. Usia, bertambahnya usia akan menyebabkan metabolisme berkurang sehingga menyebabkan kenituhan alan kalori menjado berkurang. Jenis kelamin, kebutuhan kalori pada laki laki biasanya lebih banyak daripada wanita karena metabolisme yang terjadi dala tubuh lebih cepat. (Penggunaan obat-obatan tertentu kadang dapay meningkatkan berat badan. 100 Questions & Answers : HipertensiPenulisLili Marliani & H. Tantan S.PenerbitElex Media Komputindo 2007) Mengapa bisa terjadi obesitas? Obesitas timbul karena jumlah kalori yang masuk melalui makanan lebih banyak daripada kalori yang dibakar. Apabila berlangsung selama bertahun tahun, keadaan ini akan mengakibatkan penumpukan jaringan lemak yang berlebihan dalm tubuh sehingga terjadilah obesitas.

(Diabetes: Tanya Jawab Lengkap dg AhlinyaPenulisHans TandraPenerbitGramedia Pustaka Utama 2008) Obesitas merupakan gangguan nutrisi yang paling umum, dan insdensnya meningkat serta tidak sama dengan kondisi ststus sosioekonomi serta kelompok ras. Obesitas berhubungan dengan deposit lemak yang berlebihan si sekitar tubuh, terutama di jaringan subkustan. Obesitas terjadi bila asupan diet melebhi energi yang dibutuhkan tubuh. Obesitas biasanya didiagnosis dari indeks masa tubuh (IMT). Metode pengkajian lain, termasuk pengukuran lingkar pinggang dan panggul, tahanan bioelektrik, tabal lipatan-kulit. WHO (1998b)mengklasifikasikan obesita dan berat badan berlebihan (overweight) menurut IMT : Berta badan kurang-IMT <18,5 Rentang normal-IMT 18,5-24,9 Berat badan berlebihan-IMT >25 Pra-obesitas-IMT 25,0-29,9 Kelas 1 obesitas-IMT 30,0-34,9 Kelas 2 obesitas-IMT 35,0-39,9 Kelas 3 obesitas-IMT >40 Penyebab obesitas termasuk diet tinggi lemak dan gula, kurang aktifitas, gangguan endokrin, keturunan genetik, faktor psikososial, dll. (Ensiklopedia KeperawatanPenulisChris BrookerPenerbitEGC 2009)

OBESITAS & DIABETES MELITUS TIPE 2 faktor obesitas abdominal : gangguan toleransi glukosa di wariskan oleh keturunan. Faktor lainnya kenaikan kadar glukosa, peningkatan kadar trigliserida, kadar HDL, kolesterol yang rendah dan hipertensi. Obesitas dan penyakit kanker (hub overweight & kanker) yaitu tindakan menghindari kenaikan badan yang salah mempunyai efek preventif terhadap penyakit kanker. Bukti ini diperoleh bagi penyakit kanker pada kolon, payudara (pada wanita pasca menopause), endoterm, ginjal (sel renal) dan esofagus (adenokarsinoma). Obesitas & kelainan muskoloskelatel : faktor osteoartitis pada sendi lutut serta sendi paha & osteortritis. Hal disebabkan oleh tekanan sendi yang tinggal pada orang- orang yang berat bebannya berlebih. Obesitas & kelainan pernafasan : Peranan lemak yang berlebih pada paru-paru, terkait dengan nafas yang pendek. (Gizi kesehatan MasyarakatPenulisMichael J. Gibney, dkkPenerbitEGC 2009)