INGIN TAMPIL BEDA

Oleh : Khairil Miswar Bireuen, 01 September 2011
Sidang isbat yang dipimpin oleh Menteri Agama Surya Dharma Ali memutuskan tanggal 1 Syawal jatuh pada hari Rabu tanggal 31 Agustus 2011. Sedangkan organisasi Muhammadiyah berpendapat bahwa tanggal 1 Syawal jatuh pada tanggal 30 Agustus 2011. Keputusan yang diambil oleh Menteri Agama dan Muhammadiyah meskipun berbeda namun kedua belah pihak mempunyai alasan masing – masing. Dalam sidang isbat yang dilakukan oleh kementrian Agama terlihat banyak peserta sidang yang menyatakan tidak melihat hilal. Sedangkan tim rukyat Kemenag di pantai Kartini Jepara dan Cakung Jakarta Timur dalam kesaksian dibawah sumpah menyatakan sudah melihat hilal pada senin sore tanggal 29 Agustus 2011. Dengan demikian hari Selasa tanggal 30 Agustus sudah masuk tanggal 1 Syawal. Selain Tim Rukyat Kemenag Jepara, tim rukyat ormas yang menyatakan telah melihat hilal Senin Sore, di antaranya: Tim Rukyat Jama'ah Anshorut Tauhid, Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Jum'iyat An-Najat, dan Hizbut Tahrir Indonesia ( voaislam.com ). Dikabarkan pula bahwa Hasil pantauan Tim Rukyat itu sesuai dengan pantauan Tim Rukyat di negara-negara Arab. Arab Saudi memastikan Hari Raya Idul Fitri atau 1 Syawal 1432 Hijriah jatuh pada hari Selasa, 30 Agustus 2011, karena pada Senin, (29/8/2011), hilal sudah terlihat. Setelah Arab Saudi mengumumkan jatuhnya 1 Syawal 1432 Hijriah, negara-negara yang lain pun mengikutinya, di antaranya: Mesir, Uni Emirat Arab, dan Qatar. Namun demikian Menteri Agama Republik Indonesia tetap memutuskan tanggal 1 Syawal jatuh pada hari Rabu ( 31/08/11). Penulis bukannya hendak meremehkan keputusan Menteri Agama RI, apalagi dengan kemampuan penulis yang terbatas. Namun demikian penulis merasa persoalan ini menarik untuk didiskusikan bersama. Menurut penulis Keputusan yang diambil oleh Menteri Agama didasari atas pendapat – pendapat yang berkembang diruang sidang. Mungkin saja karena banyak pendapat yang menyatakan belum melihat hilal membuat Pak Menteri membulatkan keputusannya dengan menetapkan 1 Syawal jatuh pada hari Rabu. Padahal tim rukyat Kemenag di pantai Kartini Jepara dan Cakung Jakarta Timur menyatakan telah melihat hilal. Tetapi Pak Menteri menolak kesaksian mereka dan mengakomodir pendapat orang banyak yang menyatakan belum melihat hilal.

Dalam sebuah hadits dengan sanad hasan yang diriwayatkan oleh Imam An Nasa i (4/132), Imam Ahmad (4/321) dan Imam Ad – Daruqthuni (2/167) dari Jalan Husain bin Al Harits Al – Jadali dari Abdurrahman bin Zaid bin Al – Khatthab dari Shahabat – shahabat Rasul Saw yang berbunyi : “ Berpuasa lah kalian dengan melihat hilal, berbukalah karena melihat hilal, dan bermanasiklah karena melihat hilal. Jika tertutup oleh awan ( mendung ) maka sempurnakanlah menjadi 30 hari. Dan jika dua orang saksi sudah bersaksi maka berpuasalah dan berbukalah “. Abdullah Bin Umar Ra juga meriwayatkan hadits yang berbunnyi : “ Orang – orang sedang berusaha melihat hilal, lalu aku mengabarkan kepada Nabi Saw bahwa aku telah melihatnya. Maka beliau Saw berpuasa dan memerintahkan para shahabat untuk berpuasa. Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Daud (2342), Ad – Darimi (2/4), Ibnu Majah (871), Al – Hakim (1/423) dan Baihaqi (4/212). Para ahli hadits termasuk Ibnu Hajar Al – Asqalani dalam kitabnya At – Talkhish Al - Habir menyatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Hadits pertama menerangkan bahwa kesaksian rukyah hilal bisa diterima dengan adanya dua saksi muslim yang merasa yakin telah melihat hilal. Sedangkan hadits kedua merupakan dalil shahih yang menerangkan bahwa boleh menerima kesaksian rukyah hilal dari satu orang. Jika kita menganalisa kedua hadits tersebut jelaslah bahwa tanggal 1 Syawaal jatuh pada hari Selasa (30/08/11) karena ada orang yang bersaksi dibawah sumpah bahwa dia sudah melihat hilal. Jika Rasul Saw menerima kesaksian satu orang lantas kenapa menteri Agama kita malah menolak kesaksian satu orang dan menerima pendapat orang banyak. Dulu ketika tidak seorangpun shahabat yang melihat hilal Rasul Saw malah menerima kesaksian Ibnu Umar R.a yang menurutnya hilal telah wujud. Rasul Saw menolak pendapat orang banyak ( yang tidak melihat hilal ) dan menerima pendapat satu orang ( yang sudah melihat hilal ). Sebenarnya perbuatan yang dilakukan oleh Nabi Saw harus menjadi pedoman bagi kita semua. Dalam sebuah hadits yang bersumber dari Anas Bin Malik R.a Nabi Saw bersabda : “ Barang siapa yang menjauhi sunnahku, maka dia bukan dari golonganku “. Jika kita ingin tetap berada dalam golongan Nabi Saw sudah sepatutnya kita menghargai dan menjalankan sunnah Nabi Saw. Jika Nabi Saw menerima kesaksian rukyah hilal dari satu orang, kenapa Pak Menteri kita malah sebaliknya. Menurut penulis tidak selamanya yang banyak itu benar dan tidak selamanya pula yang sedikit itu salah. Walaupun banyak orang yang berpendapat tidak melihat hilal belum tentu mereka benar. Begitu juga walaupun hanya satu orang yang mengaku melihat hilal belum tentu pula dia salah. Apalagi hampir diseluruh belahan dunia sudah menetapkan hari selasa (30/08/11) sebagai hari raya Idul Fitri ( 1 Syawwal ).

Pemerintah Malaysia secara resmi mengumumkan Idul Fitri jatuh pada hari Selasa. Begitu juga muslim di Filipina, mereka juga merayakan Idul Fitri pada Selasa. Selain itu, masyarakat Afghanistan juga menggelar lebaran hari tersebut. Rakyat Afghanistan terlihat banyak melaksanakan salat Id di Ibu Kota Kabul. Sementara Di Irak, dua aliran Islam terbesar, Sunni dan Syiah juga merayakan lebaran pada 30 Agustus 2011. Mereka memenuhi tempat-tempat

pelaksanaan salat Id di Bagdad ( vivanews.com ). Namun demikian kita tidak tetap harus menghargai keputusan Pak Menteri sebagai Ulul Amri di negeri ini. Menurut penulis sikap Pak Menteri yang menetapkan 1 Syawal pada hari Rabu merupakan sikap yang lumayan bijaksana untuk menjaga persatuan umat Islam. Pak Menteri lebih memilih jalan aman dengan cara memuaskan orang banyak. Wallahu `Alam.

Biodata Penulis :

Nama Pekerjaan Alamat Email

: Khairil Miswar : Alumni IAIN Ar- Raniry/ Peminat Masalah sosial dan Agama : Desa Cot Bada Baroh, Kecamatan Peusangan Bireuen : khairilmiswar@yahoo.com rilda8182@gmail.com

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful