KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Puji dan syukur penulis tunjukkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan case report dengan judul “ANESTESI PADA PASIEN HIPERTIROID”. Case report ini disusun sebagai salah satu ppersyaratan kelulusan kepaniteraan bagian Anestesi di RSUD dr.Slamet Garut. Berbagai kendala penulis hadapi dalam penyelesaian penulisan case report ini, namun demikian semuanya tidak terlepas dari adanya bantuan dan dukungan dari banyak pihak. Pada kesempatan ini, penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada : 1. dr. Hj. Hayati Usman, Sp.An selaku dosen pembimbing yang telah memberikan pengarahan dalam penulisan case report ini. 2. dr. Anca dan dr.Radian selaku resident anestesi yang telah memberikan berbagai masukan dalam penyelesaian case report ini. 3. Para penata, perawat anestesi, serta teman – teman akademi anastesi di Bagian Instalasi Bedah Sentral RSU dr.Slamet Garut 4. Teman – teman sejawat dokter muda di lingkungan RSU dr.Slamet Garut Semoga dengan adanya case report ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi semua pihak. Penulis menyadari bahwa case report ini jauh dari sempurna, untuk itu penulis mengharapkan kritik serta saran sebagai perbaikan dalam penyusunan yang akan datang. Akhir kata penulis mengharapkan case report ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca, khususnya bagi para dokter muda yang memerlukan panduan menjalani aplikasi ilmu.\ Wassalamu’alaikum wr.wb

Garut, 17 Desember 2012

Penyusun

DAFTAR ISI Kata Pengantar …………………………………………………………………. 1 Daftar Isi ………………………………………………………………………. Bab IV Kesimpulan ……………………………………………………………………… Daftar Pustaka ………………………………………………………………….... 3 Bab II Permasalahan …………………………………………………………………… Bab III Pembahasan …………………………………………………………………….. 2 Bab I Status Pasien ……………………………………………………………………. .

). Pasien juga mengeluh terdapat benjolan pada leher sejak kurang lebih 30 tahun yang lalu. Kemdudian akan di rencanakan untuk vaginal histerektomi dalam spinal.) . Benjolan dirasakan mula – mula kecil dan semakin membesar. RM Tanggal Operasi : Ny.).BAB I STATUS PASIEN DATA UMUM Nama Umur No.Hj. SpAn dr. system Respirasi ( . Slamet Garut dengan keluhan benjolan pada kemaluan sejak kurang lebih 1 tahun SMRS dan didiagnosis sebagai prolaps uteri oleh spesialis kandungan. Pasien lalu di konsultasikan ke bagian penyakit dalam dan di diagnosis hipertiroid grade III. lain – lain ( alergi .Hayati Usman. system gastrointestinal ( . Rizki. yang dirasakan tidak nyeri. ANAMNESA Keluhan utama : benjolan pada kemaluan sejak kurang lebih 1 tahun SMRS Riwayat Penyakit Sekarang Seorang wanita berusia 67 tahun datang ke RSU dr. PEMERIKSAAN FISIK Kesadaran : Compos Mentis . system metabolic ( DM .H.). system musculoskeletal ( .). dan ikut serta saat menelan.).).) . system kardiovaskular ( hipertensi . 2. system urinarius ( . E : 67 tahun : 01519461 : November 2012 Kamar Bagian Diagnose Tindakan : KALIMAYA : OBGYN : Prolaps Uteri Grade IV : Vaginal Histerektomi Operator : dr. Radian asisten : Asisten : PEMERIKSAAN PRA ANESTESI 1. diameter benjolan kurang lebih 10 cm. Riwayat Penyakit Penyerta System saraf ( . pasien mengaku tidak pernah mengobati benjolan di lehernya. SpOG dr.Nunik anastesi :dr.

. rhonki -/o Jantung : bunyi jantung 1 dan 2 regular murni. timpani pada 4 regio abdomen.37 WIB HEMATOLOGI Masa Perdarahan /BT : 2 menit Masa Pembekuan /CT : 8 menit Golongan Darah :B DARAH RUTIN Haemoglobin Hematokrit Lekosit Trombosit Eritrosit Laju Endap Darah cukup : 14.) o Fungsi motorik baik 3.600/mm3 : 406.000/mm3 : 5.000/mm3 : 4. PEMERIKSAAN LABORATORIUM 01/08/2012 08.900/mm3 : 379. dinding toraks tidak teraba masa atau tumor. dan ikut bersama saat penelanan o Deviasi trakea ke kiri Thorax o Paru : bentuk dan gerak simetris.3ºC Konjungtiva tidak anemis Sclera tidak ikterik Mallampati score    JVP tidak meningkat Pergerakan dan ekstensi baik Terdapat benjolan berukuran 10 cm .Tekanan darah Nadi Respirasi Suhu Kepala  Mata o o  Mulut o  Leher o o o : 130 /80 : 88x/menit : 22x/menit : 36.66 juta/mm3 : bahan tidak .3 g/dL : 44% : 6.02 juta/mm3 : 32/53 mm/jam : 13.) Abdomen Dinding abdomen datar simetrisdan lembut . wheezing -/. sonor pada kedua lapangan paru. hepar dan lien tidak teraba.36 WIB HEMATOLOGI Masa Perdarahan /BT : 1 menit Masa Pembekuan /CT : 7 menit Golongan Darah :B DARAH RUTIN Haemoglobin Hematokrit Lekosit Trombosit Eritrosit Laju Endap Darah KIMIA KLINIK 25/11/2012 10. konsistensi lunak.7 g/dL : 41% : 6. murmur dan gallop (. bising usus ( + ) Ekstremitas o Udem ( .

76 ng/ml T3 Total : 6.64 mg/dL Kolesterol Total : 257 mg/dL Trigliserida : 132 mg/dL Glukosa Darah Puasa: 142 mg/dL Asam Urat : 295mg/dL 29 / 11 / 2012 TSHs : 0. INFORMED CONSENT Izin tindakan anestesi dan operasi telah dimengerti dan ditandatangani oleh pasien dan keluarganya 5.11 µIU/L T4 Total : 0. Persiapan Pra anastesi Persiapan alat: o Tensi meter dan monitor EKG o Tabung gas O2 terisi dan terbuka o Nasal kanul Persiapan obat : o BUCAIN 0.Bilirubin total : 0.54 mg/dL AST ( SGOT ) : 21 U/L ALT ( SGPT ) : 28 U/L Ureum :26 mg/dL Kreatinin : 0.96 µg/ml 04 / 11 / 2012 TSHs : 0. KESIMPULAN Wanita usia 67 tahun dengan diagnosis prolaps uteri grade IV dengan hipertiroid grade III .5 % : 3ml o Lokasi tusukan pada L 3 – 4 setinggi thorakal 6 2.02 ng/ml 4. status ASA III elektif PROSEDUR ANESTESI Pramedikasi :  J Anastesi Regional ( Spinal ) 1.18 µIU/L T4 Total : 1. s MONITORING Monitoring selama operasi ( menit ) Tekanan darah Nadi : : .

- Saturasi Oksigen : PERHITUNGAN RENCANA PEMBERIAN CAIRAN Diketahui Berat badan Lama puasa : 50 kg : 6 jam Perdarahan : Lama Operasi : EBV = BB x Konstanta = Kebutuhan Cairan maintenance untuk pasien dengan berat badan 50kg 4cc x 10 2cc x 10 1 cc x 30 =40 =20 =30 + 90 mL/jam Pasien telah puasa 6 jam. maka deficit cairan : 6x90 = 540 ml Stress operasi sedang : 5cc x 50 kg = 250 250 x jam ( lama operasi ) = Total cairan yang dibutuhkan : = puasa + stresss operasi sedang ( IWL ) + maintenance 2 jam + perdarahan + urin = 540cc + + ( 90 x 2 ) + + = Cairan yang diberikan : Kristaloid : .

Koloid : MONITORING Monitoring selama operasi ( menit ) Tekanan darah Nadi Saturasi oksigen : tertinggi / mmHg : tertinggi / mmHg : 98% PERHITUNGAN RENCANA PEMBERIAN CAIRAN Diketahui Berat Badan Lama puasa Perdarahan : 50kg : 6 jam : cc Lama operasi : jam EBV = BB x nilai normal perdarahan = 50 x = Kebutuhan cairan maintenance untuk pasien dengan berat badan 50 kg 4cc x10 2ccx10 1ccx30 = 40 = 20 = 30 + = 90mL/jam Stress operasi besar : 7cc x 50 kg = KEADAAN PASCA BEDAH Pasien masuk recovery room dengan keadaan : .

Selama observasi tdak ditemukan komplikasi mual dan muntah. nadi. respirasi.Keadaan umum Tekanan darah Nadi Respirasi : sadar penuh : / mmHg : x /menit :x/menit Dan dipasang O2 3 liter / menit Pasien di observasi selama 60 menit kemudian pindah ruangan. Dengan analgetik ketorolac dan tramadol pasien tampak tenang dan tak tampak kesakitan INSTRUKSI PASCA OPERASI      Observasi kesadaran. tekanan darah. suhu Tidak puasa Analgetik post op tramadol 100mg dalam 500cc RL dengan banyaknya tetesan 15 gtt/menit Cairan RL : D5 2:1 . gtt/menit Transfuse darah apabila Hb Post operasi sama dengan atau kurang dari 8g% .

lebar 1.4 – 4 cm. yang kemudian membesar. Hasil akhir adalah dua hormone yaitu triiodothyronine (T3) and thyroxine (T4) yang berikatan dengan protein dan disimpan dalam tiroid. Kelenjar tiroid berasal dari lekukan faring antara branchial pouch pertama dan kedua. Fisiologi Makanan yang mengandung iodine diserap di tractus gastrointestinal. yang merupakan ciri khas kelenjar tiroid. Walaupun kelenjar melepaskan banyakT4 dari T3. yaitu antara kartilago tioid dengan basis lidah.BAB II TINJAUAN PUSTAKA TIROID Anatomi Kelenjar tiroid terbentuk pada janin berukuran 3. menentang sampai terjadi peningkatan kadar katekolamin. yaitu pada akhir bulan pertama kehamilan. Sebelum lepas. ia berbentuk sebagai duktus tiroglosus. Banyak T3 dibentuk disekeliling dari deiodonatian sebagian dari T4. tetapi pada beberapa keadaan masih menetap. the anterior pituitary (thyroid-stimulating hormone. Peningkatkan metabolisme rate terjadi bersama-sama dengan peningkatan konsumsi oksigen dan produksi CO2. berat kelenjar tiroid dipengaruhi oleh berat badan dan masukan yodium. dan autoregulation (thyroid iodine concentration). diubah menjadi ion iodide dan ditransport aktif kedalam kelenjar thyroid.5cm. secara langsung meningkatkan minute ventilasi. yang berikatan dengan asam amino tyrosine. Pada umumnya duktus ini akan menghilang pada usia dewasa. . Kelenjar tiroid terletak di bagian bawah leher. Hormon tiroid meningkatkan metabolisme karbohidrat dan lemak dan merupakan factor penting pertumbuhan dan metabolisme rate.5 – 2 cm tebal 1 – 1. Heart rate / denyut jantung dan kontraktilitas juga meningkatkan. Pada orang dewasa beratnya berkisar antara 10 – 20 gram. or TSH). terdiri atas dua lobus. Setiap lobus tiroid yang berbentuk lonjong berukuran panjang 2. tumbuh kea rah bawah mengalami migrasi ke bawah yang akhirnya melepaskan diri dari faring. Sekali masuk. yang dihubungkan oleh ismus yang menutupi cincin trakea2 dan 3. Elaborasi mengenai mekanisme control dari sintesa hormone tiroid dan termasuk di hypothalamus (thyrotropin-releasing hormone). iodide dioksidasi kembali menjadi iodine. yang berawal dari foramen sekum di basis lidah. Barangkali dari suatu perubahan pada fisiologi adrenergic-reseptor dan perubahan protein internal lain. Dari bagian tersebut timbul divertikulum. yang terakhir lebih poten dan sedikit berikatan dengan protein. Kapsul fibrosa menggantungkan kelenjar ini pada fasia pratrakea sehingga pada setiap gerakan menelan selalu diikuyi dengan gerakan terangkatnya kelenjar kearah cranial. sehingga dapat terjadi kelenjar di sepanjang jalan tersebut.5 – 4 cm.

benzodizepin baik untuk premedikasi serta antitiroid dan B adrenergik antagonis diterskan pagi sebelum operasi.NMB harus hati hati karena tyrotoxicosis meningkatkan myopati dan myastenia gravis. heat intoleran. Onset 6-24 jam posoperasi. Thyiopental obat pilihan karena punya anitiroid. khusus oleh grave. perubahan kesadaran dan hypotensi. Jika aksus emergensi .thyroiditis. Gejala klinisnya weight loss. Adekuat anaestesi harus dicapai sebelum intubasi. hematom formation dan hypoparatiroid yang tak sengaja kebuang. Komplikasi pada subtotal tyroidektomi Recurrent laringeal nerve palsy dan stridor.tumor pituitari. Tachikardi –atrial fibrilasi dan cngestive heart failure.indirec acting adrenergik agonis dan obat yng mnstimlasi simpatis harus dihindari. Head operasi table dinaikan 15-21 deegre untuk venus drainage meskipun beresiko emboli. Intraoperative Kardiovascular dan suhu harus diawasi ketat. B adrenergik antagonis menurunkan konversi T4 ke T3. Postoperative Pengobatan serius pada thyroid storm yang ditandai hyperpyrexia. Penutupan gejala(propanolol).thyroid adenoma. Radioactive iodin menghancurkan fungsi dari sell tyroid. Pengobatan melalui penghambat sintesis (PTU. dan over dose hormon tyroid. Subtotal tyroidektomi kuang digunakan. Ketamin. Halotan dan enfluran lebih cenderung hepatik dan ginjal toxisiti. propiltiourasil diikuti sodium iodin.HYPERTYROID Manifestasi klinik Kelebihan hormon tyroid disebabkan grave disease. sodium iodin).pancuronium. Tremor. Diagnosa berdasarkan kenaikan pada tes hormone. Treatmen melalui hidrasi. pencegah pelepasan hormn(potasium. heart rate< 85 . Pneumotorak mungkin juga komplikasi berikutnya. exoptalmus. Cortisol diberikan untuk mencegah komplkasi supresi kortek adrenal. Pertimbangan anestesi  Preoperative Untuk bedah elektive ditunda sampai tes euthyroid. methimizol). goiter toxic.   .muscle weaknness. dititrasi dengan esmolol infus. hyperactive reflex dan nervous. tachycardi. esmolol infus or intravenus propranolol. diare.

muntah.Gejala Serta Tanda Hipertiroidisme Umumnya dan pada penyakit Grave System  Umum        Gejala dan tanda  tak tahan hawa panas hiperkinesis. kelemahan. ginekomastia  rambut runtuk. epifisis cepat menutup dan nyeri tulang. cold intolerance. anemia. Pertimbangan Anestesi Preoperatif Operasi EMG pada Pasien hipotiroid berat atau koma mixedema harus diterapi hormon tiroid terlebih dahulu. Diagnosis berdasarkan kadar T4 yang rendah. hipotermi. Pengobatan dengan tiroid hormon. splenomegali  rasa lemah  oligomenorea. lapar. palpitasi. Pemberian steroid pada supresi kelenjar adrenal diberika secara rutin. radioaktif iodin. nervositas. BB turun.makan banyak. hipertensi. ditandai dengan penurunan kesadaran. haus. iodin defisiensi dan kegagalan pituitari-hipotalamus. paralisis periodic dispneu. tumbuh cepat.splenomegali. infertile. pemberian antitiroid. disfagia. amenorea. hipoventilasi. libido turun. Manifestsi klinis Hipotiroid disebabkan oleh Hasimoto tiroiditis. Gastrointestinal Muscular Genitourinaria Kulit Psikis dan saraf Jantung Darah dan limfatik skelet HYPOTYROID Definisi lama bahwa hipotiroidisme disebabkan oleh faal tiroid berkurang sudah tidak tepat lagi. terapi dapat ditunda setelah operasi bypass arteri koroner. gagal jantung  limfositosis. Pada Operasi Elektif : Dilakukan pada eutiroid atau hipotiroid ringan/sedang. Pasien-pasien hipotiroid tidak memerlukan banyak sedasi Premedikasi yang disarankan: Histamin H2 antagonis dan metoklopramide . leher membesar osteoporosis. capek. aritmia. Manifestasi klinis berupa penambahan berat badan. Pengobatan dengan intravena hormon tiroid. toleransi obat. hiponatremi dan kongestif heart failure. kecuali pasien dengan penyakit jantung koroner. tremor psikosis. kulit basah. silky hair dan onikolisis  labil. youthfulness  hiperdefekasi. tiroidektomi. Koma Mixedema hasil dari hipotiroid yang berat. konstipasi dan depresi. EKG harus dimonitor selama terapi untuk mendeteksi iskemi miokard atau disritmia. irritable. Kini dianut keadaan dimana efek hormone tiroid di jaringan kurang .

depresi nafas dan biotranformasi obat yang lambat sehingga memerlukan ventilasi mekanik yang agak lama Obat anestesi yang disarankan adalah ketorolac (non opioid) .Intraoperatif Pasien hipotiroid rentan terhadap terjadinya hipotensi akibat obat-obat anestesi. terutama karena hipotermi. karena itu Ketamine dianjurkan sebagai induksi anestesi Postoperatif Pemulihan anestesi umum berjalan lambat.

lokasi daerah operasi status ASA pasien. berdasarkan pertimbangan dan lamanya waktu operasi yang di butuhkan. maka anestesi yang digunakan adalah anestesi spinal.E dengan diagnosis prolaps uteri grade IV dengan hipertiroid grade III dan dilakukan tindakan vaginal histerektomi. Pada pasien ini di pilih spinal. Tindakan vaginal histerektomi termasuk operasi besar.BAB III PEMBAHASAN KASUS Ny. karena melihat dari operasi yang akan dilakukan. .

pemilihan tekhnik anestesi yang tepat sangat dibutuhkan dalam sebuah tindakan operasi 2.BAB IV KESIMPULAN 1. monitoring operasi harus dilakukan dengan ketat. misalnya cairan yang masuk atau diberikan kepada pasien tidak boleh berlebihan sehingga perlu dilakukan monitoring urin dengan cermat . .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful