Asam Lemak Trans Penyebab Timbulnya jantung Koroner

Selasa, 27 Maret, 2007 oleh: gklinis

Asam Lemak Trans Penyebab Timbulnya jantung Koroner Gizi.net - Asam Lemak Trans Penyebab Timbulnya Jantung Koroner

Pengajar ilmu gizi pada Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Ratu Ayu Dewi Sartika, meraih gelar doktor di bidang epidemiologi dengan predikat cum laude. Dalam disertasinya yang dipertahankan di depan senat guru besar UI pekan kemarin, Ayu meneliti asam lemak trans sebagai penyebab penyakit jantung koroner. Ratu Ayu Dewi Sartika berhak menyandang gelar doktor dengan disertasi berjudul "Pengaruh Asupan Asam Lemak Trans terhadap Profil Lipid Darah". Menurut Ayu, salah satu jenis asupan lemak selain asam lemak jenuh adalah asam lemak trans. Asam lemak tersebut dapat meningkatkan kolesterol low density lipoprotein (K-LDL) dan menurunkan kolesterol high density lipoprotein (K-HDL). Ayu menyatakan, penyakit pembunuh yang sebelumnya didominasi infeksi kini telah berubah akibat gaya hidup masyarakat yang juga mengalami perubahan. Penyakit mematikan akibat penyumbatan pembuluh darah menjadi ciri penyakit modern. "Masalah gizi di Indonesia menunjukkan adanya transisi epidemiologis," kata Ayu. Adanya transisi itu terlihat pada gaya hidup masyarakat yang lebih bersifat sedentary life style dengan pola makan yang salah. Dalam riset doktoralnya, Ayu memaparkan asam lemak trans secara alami terdapat pada ruminansia atau yang lebih dikenal sebagai hewan memamah biak. Selain itu, asam lemak trans juga banyak terdapat pada makanan hasil proses menggoreng (deep frying) serta produk makanan jadi yang menggunakan minyak terhidrogenasi. Merujuk riset yang dilakukan sebelumnya, Ayu menyatakan tingginya asupan lemak, dari 80 hingga 90 persen, berasal dari minyak goreng. Kontribusi tertinggi asupan lemak total dan asam lemak jenuh berasal dari makanan gorengan. Beberapa makanan gorengan yang mengandung asam lemak trans, antara lain pisang goreng, ubi goreng, kroket, tempe goreng, singkong goreng, dan ayam goreng tepung. Padahal, kata Ayu, makanan ini pada dasarnya tidak mengandung asam lemak trans. Karena itu, dia menyatakan hal itu menjadi menarik untuk diteliti karena asam lemak trans kemungkinan berasal dari minyak goreng hasil pengulangan atau pemanasan dengan cara deep frying (suhu tinggi dan dalam jangka waktu lama). "Di Indonesia, data mengenai kadar asam lemak trans dalam makanan serta asupan lemak trans belum pernah diteliti, padahal konsumsi makanan gorengan di masyarakat cukup tinggi," ujarnya. Sumber:Suara Karya.com

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful