Pantun Empat Kerat Anak kecil bermain di tepian, Tempat si rusa berkejaran juga; Kasih ibu bermati-matian

, Sanggup berkorban jiwa dan raga, Bunga melur bunga siantan, Elok di simpan di dalam peti; Cinta dan sayang bukan mainan, Harap dibawa hingga ke mati. Ayu Cik Limah berkain batik, Mata yang memandang tidaklah jemu; Hati terkenang budi yang cantik, Moga terbalas bila bertemu. Terbang tinggi si rama-rama, Singgah sebentar di batang cempaka; Rupamu menawan bak bulan purnama, Menjadi penawar dikala duka. Pohon mempelam sudah berbuah, Pohon kelapa bila lagi; Sudah dapat si gading bertuah, Tanduk sudah tak berguna lagi. Terbang tinggi si layang-layang, Tersangkut di dahan tangan tak sampai; Hati terkenang wajah terbayang, Apakan daya hasrat tak sampai. Kain batik tempat mengalas, Juga sebagai kain basahan; Harta dan rupa hanya sekilas, Amal yang baik tetap bertahan. Peti emas simpannya benang, Buat menjahit kain lebihan; Jiwa merana hati tak tenang, Mengenang nasib jadi taruhan. Burung tiung hinggap di perdu, Hinggap menunggu hujan berhenti; Kalau rindu katakan rindu, Tidaklah hamba ternanti-nanti.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful