PRAKTIKUM 1.

STRUKTUR BENIH BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Benih merupakan salah satu alat reproduksi generatif tanaman yang memiliki suatu organisasi yang teratur rapi, mempunyai persediaan bahan makanan yang cukup untuk melindungi serta memperpanjang kehidupannya. Benih sering disamaartikan dengan biji, namun terdapat perbedaan yang mendasar antara kedua istilah tersebut, yakni fungsinya. Benih berfungsi sebagai alat perbanyakan generatif, sedangkan biji berfungsi sebagai bahan makanan. Dalam kingdom plantae terdapat dua kelas tumbuhan berbiji yaitu Angiospermae dan Gymnospermae. Angiospermae terdiri dari dua sub kelas yaitu Monokotiledon dan Dikotiledon. Terdapat banyak perbedaan antara tanaman yang tergolong subkelas Monokotiledon dan Dikotiledon, diantaranya adalah perbedaan pada struktur dan morfologi benih kedua subkelas tanaman tersebut. Pengetahuan tentang struktur benih masing-masing subkelas tanaman tersebut akan memberikan pemahaman yang baik tentang perbedaan kedua struktur benih tersebut. Benih secara garis besar terdiri dari 3 bagian penting yakni : 1) Kulit Biji • Umumnya kulit biji berasal dari integumentum/ovule yang mengalami modifikasi selama proses pembentukan biji berlangsung • Biasanya kulit luar biji keras dan kuat berwarna kecoklatan sedangkan bagian dalam tipis berselaput. • Kulit biji berfungsi melindungi biji dari kekeringan, kerusakan mekanis, serangan cendawan dan insekta. 2) Embryo Embryo adalah suatu tanaman baru yang terjadidari bersatunya gamet-gamet jantan dan betina pada suatu proses pembuahan. Embryo yang perkembangannya sempurna akan teriri dari struktur-struktur, calon pucuk, calon akar, cadangan makanan dsb.

1

3) Jaringan Penyimpan Cadangan Makanan Pada biji ada beberapa struktur yang dapat berfungsi sebagai jaringan penyimpan cadangan makanan, yaitu : Kotiledon (kelas dikotiledoneae), Endosperm (kelas monokotiledoneae), Perisperm (fam. Chenopodiaceae dan Caryophyllaceae), Scutellum (grasses/rumput-rumputan) 1.2. Tujuan Untuk mengetahui / melihat : − Kulit biji, embryo dan cadanga

2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Batasan Pengertian Benih Benih sering disamaartikan dengan biji, namun terdapat perbedaan yang mendasar antara

kedua istilah tersebut, yakni fungsinya. Benih berfungsi sebagai alat perbanyakan generatif, sedangkan biji berfungsi sebagai bahan makanan. Dalam batasan struktural, benih sama dengan buah tetapi dalam batasan fungsional tidak sama dengan biji (Sjamsoe’oed Saudjad, 1993). Biji bukan objek pasca panen karena benih merupakan komoditi pertanian yang proses produksi dan persiapan sejak benih sumber yang ditanamharus jelas identitas genetiknya sampai menghasilkan benih bermutu sesuai analisis benih ditangan konsumen benih (Wahyu Qamara Munisjah, dkk, 1991) . Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No.12 tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Pertanian Bab I ketentuan umum pasal 1 ayat 4 disebutkan bahwa benih tanaman yang selanjutnya disebut benih, adalah tanaman atau bagiannya yang digunakan untuk memperbanyak dan atau mengembangbiakkan tanaman. Dalam buku lain tertulis benih disini dimaksudkan sebagai biji tanaman yang dipergunakan untuk tujuan pertanaman (Sutopo, 2004). Namun bila kita telaah makna benih yang terkandung dalam UU RI No.12 th. 1992, yang termasuk ke dalam pengertian benih bukan hanya biji, namun bagian tanaman lain yang dapat digunakan perbanyakan tanaman secara generatif maupun vegetatif seperti stek batang, daun, akar, dan lain sebagainya. Sehingga dalam hal ini perlu adanya batasan mengenai benih yang dimaksud pada praktikum kali ini, yang lebih mengacu pada biji sebagai benih. Biji adalah ovule yang dewasa.Terbentuk satu atau lebih di dalam satu ovari pada legume,tapi tidak pernah lebih dari satu biji terbentuk dalam ovari pada monokotil.Setiap biji matang selalu terdiri paling kurang dua bagian,yaitu: (1).Embryo,(2).Kulit biji (Seed coat atau testa).Embryo terbentuk atau berasal dari telur yang dibuahi (zygote) dengan mengalami pembelahan sel di dalam embryo sac. Kulit biji terbentuk dari integumen (satu atau lebih) dari ovule.Pada legume umumnya terdapat dua lapis kulit biji.Lapisan sebelah dalam tipis dan

3

lunak,sedangkan lapisan sebelah luar tebal dan keras fungsinya sebagai lapisan proteksi terhadap suhu,penyakit dan sentuhan mekanis. Setiap biji yang sangat muda dan sedang tumbuh, selalu terdri atas tiga bagian yaitu: (1) Embryo,(2) Kulit buji (seed coat),(3) Endosperm.Endosperm yaitu suatu jaringan penyimpanan makanan cadangan (storage tissue) yang mana diserap oleh embryo sebelum atau selama perkecambahan biji dan selalu terdapat di dalam biji yang sangat muda.Hubungan dalam struktur reproduktif dari fase bunga sampai menjadi buah atau biji masak yaitu: Ovule menjadi biji, ovari menjadi buah, ovari wall menjadi pericarp (2n), nucellus menjadi perisperm (2n), integument menjadi testa atau seed coat, 2 polar nuclei + sperm nucleus menjadi endosperm (3n), Egg nucleus + sperm nucleus menjadi zigote-embryo (2n),embryo sac akan lenyap, micropyl menjadi micropyle, funiculus menjadi hilum, funiculus + integumen menjadi raphae. Biji dapat memiliki fungsi ganda, sebagai bahan konsumsi dan sebagai bahan tanaman. Secara fungsional dalam memenuhi kepentingan budidaya. Tanaman biji itu tidak sama dengan benih. Biji tumbuhan kalau dipelihara dan ditangani untuk tujuan budidaya, maka biji berfungsi sebagai benih dalam batasan.

4

BAB III METODE PRAKTIKUM

3.1. Tempat dan Waktu Praktikum ini dilaksanakan di kebun percobaan Pegok, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana. Pada hari Sabtu, 21 Desember 2009. Pukul 08.00 WITA 3.2. Alat dan Bahan Bahan yang digunakan adalah biji jagung, biji kedelai, biji kacang tanah dan kacang hijau, air untuk merendam biji. Sedangkan peralatan yang digunakan adalah pisau singlet untuk membelah dan peralatan sederhana untuk merendam biji. 3.3. Cara kerja 1. Siapkan beberapa benih contoh seperti jagung, kacang tanah, kedelai dan kacang hijau. 2. Bagi masing-masing contoh benih menjadi dua bagian, satu bagian direndam dengan air biasa selama 24 jam dan satu bagian kering. 3. Pada benih kering, amati dan gambar : a. Bentuk benih (amati dan gambar bentuk benih utuh) b. Kulit benih Warna, kilapan permukaan, tekstur kulit benih (licin/kasar/berbulu.bertugi) c. Aroma,(Berbau sedap, berbau tidak sedap, tidak berbau). d. Hilum 1) Bentuk hilum (gambar) : lonjong/bulat/segitiga/dll) 2) Warna hilum : kuning/coklat muda/hijau/hitam/abu-abu/merah/dll) 3) Lokasi hilum : dibawah/ditengah/dll 4) Posisi hilum : rata/menjorok/menonjol. 4. Belah benih yang telah direndam, amati dan gambar bagian-bagiannya sebagai berikut :
5

epikotil. scutellum 2) Dikotil : kotiledon 6 . radikal. radikel. hypokotil. b. Embryo seperti : 1) Monokotil : koleoptil.a. Cadangan makanan : 1) Monokotil : endosperm. koleoriza 2) Dikotil : plumule. plumule.

plumula yang menjadi bakal daun serta radikula yang menjadi bakal akar. epikotil. dimana terlihat morfologi jagung yang memiliki bentuk hilum yang lonjong dan berlokasi di bagian pangkal biji dan posisinya menonjol.2 Pembahasan Dari hasil praktikum. selaput benih dan kotiledon. Pada benih kacang tanah terlihat jelas selaput benih. dimana bentuk hilumnya bulat lonjong. yang paling luas bentuknya adalah kotiledon. benih dibelah dan diamati bagian-bagiannya. lokasi ditepi dan posisinya menjorok. Sampel subkelas monokotil pada praktikum kali ini adalah benih jagung. Pada benih yang dilakukan perendaman. Sedangkan pada kacang hijau yang telah dibelah terlihat jelas hipokotil. Selain itu terlihat perbedaan warna yang membedakan antara embrio. embrio dan posisi hilum. terlihat bahwa terdapat perbedaan struktur benih antara benih monokotil dengan benih dikotil. Setelah direndam. Pada benih jagung terlihat endosperma. dilakukan pengamatan pada biji jagung. endosperm. ketika benih jagung dibelah. 7 . 4.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. kacang tanah. Perendaman bertujuan untuk mempermudah dilakukannya pembelahan pada benih kacang tanah dan kacang hijau.1 Hasil Hasil praktikum terlampir. Sedangkan sampel subkelas dikotil adalah benih kedelai. dan kacang hijau. dan epicarp benih jagung.

− Perendaman benih dapat membantu mempermudah membelah benih dan melihat bagian dalam isi benih terutama bagian radikal. embrio dan cadangan makanannya. Struktur benih yang bagus dan memiliki bagian-bagian yang penting dapat mewakili kelompok benih yang akan diteliti.2. terutama kulit biji.BAB V PENUTUP 4. Yang pada praktikum kali ini menggunakan sampel tanaman jagung untuk tanaman monokotil dan kedelai. 8 . Saran Untuk mengetahui kualitas suatu benih. perlu diperhatikan terlebih dahulu morfologinya. plumula dan endosperm. Kesimpulan Berdasarkan hasil pengamatan. − Terdapat bagian-bagian calon/bakal tanaman di dalam benih. 4. baik benih monokotil maupun dikotil. kacang tanah dan kacang hijau untuk tanaman dikotil. dimana terdapat pula endosperm yang mendukung kelangsungan embrio sebagai cadangan makanannya. maka dapat disimpulkan: − Terdapat perbedaan antara struktur benih tanaman dikotil dan tanaman monokotil.1. karena dari morfologi terlihat jelas bentuk benih tersebut itu baik atau tidak serta bagianbagiannya lengkap atau tidak.

9 . 2004. http://www. Universitas Udayana. Penuntun Praktikum Teknologi Benih.20m. Garden Decorations. Pengertian Benih.com/whats_new. Jurusan Budidaya. Denpasar. 2009.ramadhan. Fakultas Pertanian.DAFTAR PUSTAKA Tim Penyusun. Anonim. Struktur biji.html. 2009. Diakses 28 Desember 2009.

yang meliputi pengujian mutu fisik. biji tanaman lain. sangat penting dalam menghasilkan benih yang berkualitas tinggi. Benih murni yang merupakan salah satu komponen dalam pengujian benih. Pada pengujian daya berkecambah. dan beberapa penyesuaian telah diambil untuk mempertimbangkan kebutuhan khusus (ukuran. Pengujian mutu fisik benih dapat dilakukan melalui analisis kemurnian benih. Pada pengujian daya berkecambah. genetis dan fisiologis. Beberapa penyesuaian juga telah dibuat untuk menyederhanakan prosedur pengujian benih. Latar Belakang Pengujian mutu benih. struktur. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan sampel yang mewakili lot benih yang kemudian dipisahkan antara kotoran dan benih tanaman lain untuk dihitung persentasenya dan dapat dihitung persentase kemurnian benihnya. Benih murni merupakan salah satu komponen dalam pengujian benih sangat penting dalam menghasilkan benih yang berkualitas tinggi. Oleh karena itu. Dengan demikian hasil pengujian kemurnian benih dan daya kecambah benih mempengaruhi nilai benih untuk tujuan pertanaman. 10 . dan kotoron (ISTA). merupakan metode untuk menentukan nilai pertanaman di lapangan. benih yang diuji diambil dari fraksi benih murni. komponen-komponen mutu benih yang menunjukan korelasi dengan nilai pertanaman benih di lapang harus dievaluasi dalam pengujian. Pengujian benih. benih yang diuji diambil dari fraksi benih murni. PENGUJIAN KEMURNIAN BENIH BAB I PENDAHULUAN 1.1.PRAKTIKUM 2. Pengujian kemurnian digunakan untuk mengetahui komposisi contoh kerja. Dalam pengujian benih mengacu dari ISTA. Dalam pengujian kemurnian contoh kerja kemurnian dipisahkan menjadi benih murni. pola perkecambahan) jenis-jenis yang dibahas di dalam petunjuk ini. salah satunya adalah pengujian mutu fisik benih. kemurnian. dan identitasnya yang akan mencerminkan komposisi lot benih yang didasarkan pada berat komponen pengujian. Dimana pengujian masingmasing standar mutu kualitas benih memiliki standar tolak ukur yang berbeda-beda.

yang mencerminkan komposisi kelompok benih yang diwakilinya.2. − Contoh kerja dipisahkan menjadi : • • • Benih murni Biji tanaman lain Kotoran. Pemurnian benih tidak dapat dilakukan dengan sembarangan karena masing-masing kelompok benih mempunyai masalah yang harus dianalisis dan dipecahkan dengan menggunakan perangkat mesin dengan cara yang benar. kemurnian dan identitasnya yang akan mencerminkan komposisi lot benih yang didasarkan pada berat komponen pengujian. benih dipisahkan dari kontaminan. retak-retak. Ketika dibersihkan . Pemurnian benih bertujuan : 1) membuang benih spesies lain yang berbeda dengan spesies yang diproduksi dan bahan-bahan pengotor. Kemurnian ditentukan berdasarkan persentase berat masing-masing komponen terhadap berat awal contoh kerja.debu. benih tanaman lain dan kotoran fisik lainnya. tanah .dan berpenyakit). dan sekam dan benih yang inferior (diluar ukuran lazim. berwarna tidak normal. 1.dan benih-benih yang tidak sehat lainnya. 11 . Tujuan − Untuk mengetahui komposisi contoh kerja.Untuk benih yang sedikit pengayakan dapat dilakukan tetapi pada benih yang banyak harus dilakukan dengan mesin penampi.Penentuan kemurnian dilakukan untuk mengetahui komposisi contoh benih yang diuji.keriput. Contoh kerja dipisahpisahkan ke dalam komponen benih murni. 2) memilih benih murni dari beni-benih yang kecil.

tidak masak − Benih yang telah berkecambah sebelum diuji − Pecahan/ potongan benih yang berukuran lebih dari separuh benih yang sesungguhnya. Kotoran benih. Benih murni. Pengujian kemurnian benih adalah pengujian yang dilakukan dengan memisahkan tiga komponen benih murni. Untuk analisis kemurnian benih. Benih tanaman lain. Yang termasuk benihmurni diantaranya adalah : − Benih masak utuh − Benih yang berukuran kecil.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Kemurnian benih adalah tingkatan kebersihan benih dari materi-materi non benih/serasah. c. maka contoh uji dipisahkan menjadi 3 komponen sebagai berikut : a. asalkan dapat dipastikan bahwa pecahan benih tersebut termasuk kedalam spesies yang dimaksud − Biji yang terserang penyakit dan bentuknya masih dapat dikenali b. adalah segala macam biji-bijian yang merupakan jenis/ spesies yang sedang diuji. adalah jenis/ spesies lain yang ikut tercampur dalam contoh dan tidak dimaksudkan untuk diuji. mengkerut. atau benih varietas lain yang tidak diharapkan. adalah benih dan bagian dari benih yang ikut terbawa dalam contoh.5 ukuran normal 12 . Yang termasuk kedalam kotoran benih adalah: − Benih dan bagian benih − Benih tanpa kulit benih − Benih yang terlihat bukan benih sejati − Bijihampa tanpa lembaga pecahan benih ≤ 0. benih tanaman lain. Biasanya kemurnian benih dinyatakan dalam persentase (%). dan kotoran benih yang selanjutnya dihitung presentase dari ketiga komponen benih tersebut. Tujuan analisis kemurnian adalah untuk menentukan komposisi benih murni. benih lain dan kotoran dari contoh benih yang mewakili lot benih.

b. Secara simplo. adalah pengambilan contoh kerja yang dilakukan dua kali. Semua benih tanaman lain dan kotoran benih dipisahkan. Setelah dilakukan analisis kemudian dilakukan penimbangan pada setiap komponen tersebut. adalah pengambilan contoh kerja yang dilakukan satu kali. Secara duplo. Dalam pengambilan contoh kerja untuk kemurnian benih ada dua metode yang dapat dilakukan. pasir. Kulit benih. partikel tanah. ranting. Bahan lain.− Cangkang benih. jika terdapat kehilangan berat > 5% dari berat contoh kerja awal. tetapi jika secara duplo maka pengambilan contoh kerja dilakukan 2 kali setengah berat contoh kerja. daun. jerami. maka analisis diulang dengan menggunakan contoh kerja baru. tangkai. yaitu: a. Jika 13 . Faktor kehilangan yang diperbolehkan ≤ 5%. Skema pengujian analisis kemurnian benih Dari skema diatas dapat diketuhi bahwa pengambilan contoh benih dapat dilakukan secara simplo yaitu dengan melakukan pengambilan contoh kerja hanya satu kali. Sekam. dll. setiap benih diidentifikasi satu persatu secara visual bedasarkan penampakan morfologi. Tahap selanjutnya adalah analisis kemurnian. Setelah dilakukan pengabilan contoh kerja maka dilakukan penimbangan untuk mengetahui berat awal benih sebelum dilakukan pengujian kemurnian.

Fakultas Pertanian. Tempat dan Waktu Praktikum dilaksanakan pada hari Sabtu. Jika selisih antara berat awal dengan berat setelah pengujian >6% maka pelaksanaan percobaan diulang.2. Jumlahkan semua berat masing-masing komponen untuk mendapatkan berat total setelah pengujian.3. pukul 08. Benih murni Kacang-kacangan : benih utuh dengan selaput (coat) pecahan benih > ½ ukuran asli dengan selaput melekat 14 . 2. 21 November 2009. 3. Cara kerja 1.1. KRITERIA a. serta timbangan. BAB III METODE PRAKTIKUM 3. Alat dan Bahan Bahan yang digunakan sebagai penelitian adalah benih jagung dan benih kedelai yang dibagi menjadi 2 lot. 3. Siapkan alat tulis dan kertas. Timbang masing-masing komponen hasil pemisahan dan timbang berat masingmasing komponen tersebut. 4. Universitas Udayana. 6. Hitung masing-masing komponen dengan menggunakan 1 angka desimal.00 WITAselesai.faktor kehilangan ≤ 5% maka analisis kemurnian tersebut diteruskan dengan menghitung presentase ketiga komponen tersebut. Ambil contoh kerja dan timbang berat awal contoh tersebut. Pisahkan komponen-komponen analisis kemurnian • • • Benih murni Biji tanaman lain kotoran 3. Bertempat dikebun Percobaan Pegok. 5.

floret. termasuk bulu yang panjangnya lebih dari panjang spikelet Jagung : jail utuh. Biji tanaman lain Semua biji yang tidak termasuk dalam spesies yang dimaksud (seharusnya <5%) c. jail (caryopsis) utuh. pecahan jali > ½ ukuran asli. pacahan jail >1/2 ukuran asli. tidak atau floret. debu. b. tanah. Kotoran Semua materi yang terdapat didalam contoh kerja kemurnian akan tetapi tidak trmasuk kedua komponen sebelumnya seperti : jerami.Padi : meliputi spikelet. sekam. pecahan benih yang ukurannya kurang dari ½ ukuran benih asli. RUMUS : Benih murni(%) = x 100% Biji tanaman lain (%) = x 100% Kotoran (%) = x 100% 15 .

Kedelai Lot A 16 .20 g : 0.59% 2. Hasil 1.1.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.79 g :0g : 8. Untuk jagung − Berat total akhir pengujian − Berat biji tanaman lain − Berat benih murni − Berat kotoran Perhitungan Benih murni(%) = x 100% : 8.58 g = x 100% = 93.28% Biji tanaman lain (%) = x 100% = x 100% = 0% Kotoran (%) = x 100% = x 100% = 6.

Kedelai Lot B − Berat total akhir pengujian − Berat biji tanaman lain − Berat benih murni − Berat kotoran Perhitungan Benih murni(%) = : 13.41 g :0g :12.34 g : x 100% 17 .44 g :0g : 16.40 g : 1.04% Biji tanaman lain (%) = x 100% = x 100% = 0% Kotoran (%) = x 100% = x 100% = 5.02 g x 100% = x 100% = 94.− Berat total akhir pengujian − Berat biji tanaman lain − Berat benih murni − Berat kotoran Perhitungan Benih murni(%) = : 17.84% 3.07 g : 1.

Ini berarti faKtor kehilangan benih tidak lebih besar dari 5%. sehingga karakter benih terjaga dan tumbuh di lapangan dengan optimal. Sedangkan pada kedelai Lot B. 18 .. Pada biji kedelai Lot A kemurniannya 94.2. sehingga benih yang digunakan pada praktikum ini termasuk benih yang bermutu fisik baik. sedangkan kotorannya 9.99%.28% dan kotoran 6.84%. Pada benih jagung.04% dan kotoran mencapai 5. Pembahasan x 100% = 9.99% Dari data tersebut. akan berpengaruh pada semakin baik mutu genetis dan fisiologis. Semakin baik mutu fisik benih. kemurniannya hanya 90%.59%. maka daya kecambah dan campuran dari benih lain juga sedikit.kemurniannya mencapai 93. sampel benih yang diambil rata-rata memiliki kemurnian 92%.= x 100% = 90% Biji tanaman lain (%) = x 100% = x 100% = 0% Kotoran (%) = x 100% = 4. Sebab murni benih tersebut. Namun dengan nilai yang kemurnian hanya 92%(rata-rata) benih tersebut belum murni dan masih banyak mengandung kotoran.

1.BAB V PENUTUP 5.04% dan 90%. untuk mengetahui mutu fisik benih tersebut. benih lain dan kotoran dari contoh benih yang mewakili lot benih. 19 . Sehingga nantinya benih yang kita dapat untuk bahan pertanaman dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan hasil yang maksimal. − Pada benih jagung didapat kemurnian benih 93. Kesimpulan Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum ini adalah : − Tujuan analisis kemurnian adalah untuk menentukan komposisi benih murni. − Faktor kehilangan benih dalam pengujian ini lebih kecil dari 5%. Karena hal ini sangat berkaitan dengan mutu genetis dan fisiologis dari benih tersebut.28%. Sedangkan pada kdelai Lot A dan kedelai Lot B masing-masing kemurniannya adalah 94. Saran Setiap benih yang akan digunakan untuk pembibitan tanaman. sehingga pengujian itu dapat dikatakan benih yang digunakan pada praktikum ini bermutu fisik baik. Maka persentase perkecambahan benih akan semakin tinggi dan sifat/karakter dari varietas tersebut terjaga kemurniannya. 5.2. hendaknya dilakukan uji kemurnian benih tersebut. Dengan mengetahui kemurnian benih kita dapat menentukan mutu benih tersebut.

2009.html. Garden Decorations. Fakultas Pertanian. Struktur biji.ramadhan.google. Diakses 28 Desember 2009. Denpasar.com/whats_new.com. Jurusan Budidaya.DAFTAR PUSTAKA Tim Penyusun. Pengujian Kemurnian Benih. Kemurnian Benih.20m. 2004. www. http://www. Penuntun Praktikum Teknologi Benih. 2009. Universitas Udayana. Diakses 28 Desember 2009. 20 .

21 .PRAKTIKUM 3. UJI DAYA KECAMBAH BENIH BAB I PENDAHULUAN 1. seperti pemanasan dalam oven temperatur 103 ± 2 ºC untuk media kertas. dapat berupa campuran atau tidak dicampur. UAK (Uji Antar Kertas) dan UKDdp (Uji Kertas digulung didirikan dalam plastik). Media uji sebelum di proses akan mengalami perlakuan sterilisasi. Hal ini disebabkan karena dengan mengetahui daya berkecambah maka kita akan dapat menentukan persentase benih yang dapat tumbuh. Persentase perkecambahan adalah : Persentase kecambah normal yang dapat dihasilkan oleh benih murni pada kondisi yang menguntungkan dalam jangka waktu yang sudah ditetapkan. Parameter yang digunakan dapat berupa persentase kecambah normal berdasarkan penilaian terhadap struktur tumbuh embrio yang diamati langsung. tanah. Uji perkecambahan benih dapat dilakukan di laboratorium dengan menggunakan germinator (alat pengecambah benih) dengan media kertas dan metoda uji = UDK (Uji Di atas kertas). Namun terdapat pula pengujian daya kecambah benih dengan memasukkan perlakuan cekaman. Setiap biji yang dikecambahkan ataupun yang diujikan tidak selalu persentase sama pertumbuhan kecambahnya. Latar Belakang Penentuan daya berkecambah merupakan salah satu cara untuk mengetahui mutu fisiologis suatu. Uji perkecambahan benih di rumah kaca umumnya menggunakan media tanah halus. atau dilakukan penggorengan untuk media pasir. serbuk gergaji dan media lainnya.1. Perkecambahan merupakan proses metabolisme biji hingga dapat menghasilkan pertumbuhan dari komponen kecambah (Plumula dan Radikula). serbuk gergaji dan media lainnya. Hal ini untuk mendapatkan vigor dari tanaman tersebut. yaitu benih dapat tumbuh normal menjadi tanaman yang berproduksi wajar dalam kondisi biofisik lapangan yang mendukung. Definisi perkecambahan adalah jika sudah dapat dilihat atribut perkecambahannya. Daya kecambah benih memberikan informasi kepada pemakai benih tentang viabilitas dan vigor benih tersebut. yaitu plumula dan radikula dan keduanya tumbuh normal dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan ketentuan ISTA. pasir halus.

1. 2. 3. Tujuan • • Untuk mengetahui daya berkecambah benih dengan berbagai metoda. Oleh karena itu metode labolatorium dikembangkan sedemikian rupa. dimana beberapa atau seluruh kondisi luar / lapangan dapat dikendalikan dengan teratur. Pengamatan dan penilaian baru dilakukian pada saat kecambah mencapi suatu fase perkembangan. Sedangakan kecambah yang tidak menunjukan kemampuan tersebut dinilai sebagai kecambah abnormal.Pengujian pada kondisi lapangan biasanya tidak memuaskan karena hasilnya kurang dapat dipercaya. dimana dapat dibedakan antara kecambah normal dan kecambah abnormal. yang menunjukan kemampuan untuk menjadi tanaman normal pada kondisi lapangan yang oftimum. Mengetahui kriteria kecambah normal dan abnormal 22 . Metode perkecambahan dengan pengujian dilabolaotorium hanya menentukan persentase perkecambahan total. Pertumbuhan dan perkembangan kecambah harus sedemikian sehingga dapat dinilai mempunyai kemampuan tumbuh menjadai tanaman normal dan kuat pada keadaan yang mengunguntungkan dilapangan. Agar hasil persentase perkecambahan yang didapat dengan metode uji daya kecambah dilabolatorium mempunyai korelasi fositif dengan kenyatan nantinya dilapangan makan perlu diperhatikan faktor – faktor berikut ini : 1. Dan dibatasi pada pemunculan dan perkembangan struktur – struktur penting dari embrio. 4. Kondisi lingkungan dilabolaotrium harus mengunutngkan bagi perkecambahan benih dan terstandarisasi. Benih yang tidak dorman tetapi tidak tumbuh setelah periode pengujian tertentu dinilai sebagai mati. Lama pengujian harus dalam jangka waktu yang telah ditentunkan. Sehingga memberikan hasil perkecambahan yang lengkap dan cepat dari contoh benih yang dianalisa.2.

(Harjadi.1996). Hormon tersebut dipindah ke jaringan meristem dan digunakan untuk pembentukan sel baru dan membebaskan energi kinetik (Edmond et al. 1986). 1995). Persentase ini dapat ditingkatkan lagi dengan melakukan pengocokan dengan air panas (Wawo.. kulit biji yang tahan atau impermeabel. Dormansi digambarkan sebagai peristiwa benih yang berkecambah. 1975). 23 . dan Cara mekanik.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Perkecambahan pada dasarnya adalah pertumbuhan embrio atau bibit tanaman. kondisi lingkungan yang cocok dan pada beberapa tanaman tergantung pada usaha pemecahan dormansi. Pada tahap ini proses respirasi mulai terjadi. Daya hidup biji cukup tinggi. yaitu pengubahan kulit biji untuk membuatnya menjadi permeabel terhadap gas-gas dan air. Cadangan makanan yang tidak dapat dilarutkan diubah agar dapat dilarutkan. Plumule muncul ke atas dan membentuk sistem tajuk. Biasanya radicle keluar dari kulit benih. tidak akan berkecambah walaupun faktor lingkungan mendukung untuk terjadinya perkecambahan (Kuswanto. Perkecambahan (germination) merupakan serangkaian peristiwa-peristiwa penting yang terjadi sejak benih dorman sampai ke bibit yang sedang tumbuh – tergantung pada variabilitas benih. seperti embrio masih berbentuk rudiment atau belum masak (dari segi fisiologis). Biji akan bekecambah setelah mengalami masa dorman yang disebabkan berbagai faktor internal. terus ke bawah dan membentuk sistem akar. Persentase daya kecambahnya dalam 8 hari mencapai 80%. bila biji yang dikecambahkan itu sebelumnya direndam dalam air panas (80o C) selama 2-3 menit. 1981). hormon auxin terbentuk pada endosperm dan kotiledon. Perkecambahan benih yang mengandung kulit biji yang tidak permeabel dapat dirangsang dengan skarifikasi. Perkecambahan ditandai dengan munculnya radicle dan plumule. atau adanya penghambat tumbuh (Hidayat. sebelum berkecambah tanaman relatif kecil dan dorman.

Fakultas pertanian. biji kedelai yang dibagi menjadi kedelai A dan kedelai B. Alat dan Bahan Bahan yang digunakan adalah biji jagung. Tempatkan dalam alat pengecambah (germinator) e. f.1. Amati kecambah normal dan abnormal pada umur 3 dan 5 HST. Hitung daya berkecambah benih dengan rumus sbb : (%) kecambah normal = x 100% (%) kecambah abnormal = x 100% 24 . Air untuk merendam biji. 3. Tanam 25 butir benih diatas subtract (posisi melingkar) c. Tutup petridish dengan penutupnya d. METODE UDK (Uji Diatas Kertas) a. g. 3. Universitas Udayana. dan plastic tipis transparan untuk menutup kertas yang digulung. Denpasar. Cara kerja 1. Siapkan 3-4 kertas merang lembab didalam petridish b. Tempat dan Waktu Praktikum ini dilaksanakan di kebun Percobaan pegok. 28 November 2009.00 WITA-selesai. kertas merang untuk tempat biji berkecambah. demikian juga kecambah yang mati atau busuk.2. Petridish untuk uji atas kertas. Pukul 08.BAB III METODE PRAKTIKUM 3. pada hari Sabtu. Buang kecambah normal yang dijumpai pada hitungan pertama.3.

3. Tutup substrat yang telah ditanami tadi dengan 2-3 lembar kertas merang lembab lainnya e. Gulung materi pengujian itu kearah panjang substrat f. Amati kecambah normal dan abnormal pada umur 3 dan 5 HST h. Lipat setengah bagian substrat yang tidak ditanam sehingga menutupi benih. Lipat ketiga tepi kertas yang belum terlipat kearah dengan lebar lipatan 1. Siapkan 3-4 kertas merang lembab berukuran 20x30 cm dan letakkan terhampar diatas lembar plastic tadi. Tanam 25 butir benih (susun 5 baris) d. Siapkan 3-4 kertas merang lembab berukuran 20 x 30 cm dan letakkan terhampar diatas meja praktikum b. Tempatkan materi dalam germinator g. abnormal (3 dan 5 HST) h. c.2. Hitung daya kecambah dengan rumus diatas. Tempatkan gulungan substrat pengujian itu dengan posisi vertical dalam sel-sel germinator g. METODE UKDdp (Uji Kertas Digulung diatas plastic) a. METODE UAK (Uji Antar Kertas) a. Hamparkan selembar plastic transparan tipis berukuran 20x30 cm diatas meja praktikum b. Lipat substrat tersebut kearah panjang kertas sehingga memberikan bekas lipatan pada setengah bagiannya. Amati kecambah normal. Hitung daya kecambah benih dengan rumus diatas.5-2 cm f. c. Tanam 25 butir benih diatas subtract (5 baris) d. 25 . e.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. Hasil Table 1. Banyak Biji yang Berkecambah dan Abnormal pada Uji Di atas Kertas (UDK) Petridish A B Berkecambah % 21 84 20 80 Abnormal 4 5 % 16 20 Table 2. Data biji yang Berkecambah dan Biji Abnormal pada Metode UAK dan AKDdp Perlakuan Kelompok 1 Hari % ke 3 Hari ke 5 25 23 2 25 15 10 25 21 4 25 23 2 25 17 8 25 22 3 % Kelompok 2 Hari % Hari ke 3 ke 5 25 21 4 25 12 13 17 14 3 25 23 2 25 23 2 25 23 2 26 % Kelompok 3 Hari % Hari ke 3 ke 5 25 22 3 25 17 8 17 15 2 25 23 2 25 23 2 25 20 5 25 22 3 25 12 13 17 15 2 25 23 2 25 23 2 25 20 5 % Uji Antar Kertas Kedelai A 25 Normal 24 Abnormal 1 Kedelai B Normal Abnormal Jagung Normal Abnormal UKDdp Jagung Normal Abnormal Kedelai A Normal Abnormal Kedelai B Normal Abnormal 25 20 5 25 23 2 25 25 25 18 7 25 23 2 96 4 80 20 92 8 92 8 60 40 84 16 84 16 48 52 82 18 25 15 10 25 14 11 17 10 7 25 23 2 25 22 3 25 14 11 60 40 56 44 58 42 88 12 68 32 88 12 88 12 48 52 88 12 100 0 72 28 92 8 92 8 68 32 88 12 92 8 92 8 92 8 92 8 88 12 56 44 92 8 92 8 80 20 92 8 92 8 80 20 .1.

Sedangkan perlakuan kecambah yag tertinggi yakni pada UKDdp karena pada perlakuan ini kertas ditutup dengan plastik dan digulung pada keadaan basah. selanjutnya pada kedelai Lot B yakni 92 % kelompok I dan II pada perkecambahan hari ke 3 dan kedelai Lot A tertinggi pada Kelompok II dan III pada perkecambahan hari ke 3. kemudian pada Uji Antar Kertas. persentase kecambah normal tertinggi yakni 96% pada Kedelai Lot A kelompok I setelah perkecambahan 3 hari.4.2. Pada UAK tidak ada ulangan dan persentase kecambah tertinggi yakni 84% pada petridish A diikuti 80% pada petridish B. dan Uji Diatas Kertas. pada perlakuan Uji Kertas Digulung diatas Plastik (UKDdp) prsentase kecambah normal lebih tinggi. persentase kecambah normal tertinggi yakni 100 % pada jagung kelompok I setelah dikecambahkan pada hari ke 3. kelembapan terjaga dan perkecambahan dapat tumbuh dengan baik. Pada UKDdp. 27 . Selanjutnya 92 % pada jagung kelompok I an Kedelai Lot A pada kelompok II setealah dikecambahkan pada hari ke 3. Pada UAK. sehingga penguapan sangat kecil terjadi. yakni sudah mulai berkecambah pada hari ke3. Kemampuan kecambah antara jagung dan kedelai memiliki persentase kecambah yang hampir sama. Pembahasan Dari seluruh perlakuan.

1. 5. − Biji jagung dan kedelai sudah berkecambah pada hari ke 3 setelah ditanam di perlakuan. Saran Dalam melakukan pengujian mutu benih dengan melakukan pengujian daya kecambah. yang ditandai dengan munculnya radicula dan plumule. 28 . Sebaiknya pengujian ini diterapkan untuk benih sebelum disebarkan ke masyarakat. Sehingga setiap benih yang disebar ke masyarakat nantinya akan memberikan hasil yang maksimal.2. − Pada ketiga perlakuan uji ini. dapat diambil beberapa kesimpulan. Agar masyarakat khususnya petani tidak rugi memakai benih tersebut apabila daya kecambahnya rendah. Karena benih yang kurang baik memiliki daya kecambah yang rendah. uji antar kertas dan uji diatas kertas dan digulung plastic. uji diatas kertas dan digulung plastic transparan memilki persetase kecambah tumbuh yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan apabila kertas merang digulung plastic. diantaranya adalah : − Perkecambahan benih adalah pertumbuhan embrio atau bibit tanaman. penguapan dapat diperkecil yang menyebabkan pertumbuhan kecambah baik. Kesimpulan Dari hasil data dan pembahasan dalam praktikum ini. sangat menentukan apakah benih tersebut baik atau tidak. diikuti dengan uji antar kertas dan uji diatas kertas.BAB V PENUTUP 5. − Uji daya kecambah dapat dilakukan pada kertas merang yang dibasahi dengan beberapa perlakuan : Uji diatas kertas.

html.html. Diakses 28 Desember 2009. Fakultas Pertanian. 29 . Diakses 28 Desember 2009. Perkecambahan Biji II. Denpasar. 2009. Anonym. Universitas Udayana. Penuntun Praktikum Teknologi Benih.blogspot.com/ 2009/10/evaluasi-perkecambahan-biji. Anonym. 2009. Evaluasi Perkecambahan benih. http://teknologibenih.blogspot.DAFTAR PUSTAKA Tim Penyusun. http://manaree. 2009.com/2009/05/perkecambahanbiji-ii. Jurusan Budidaya.

Kadar air benih mempunyai peranan yang penting dalam penyimpanan benih. maupun penyimpanan benih. Kadar air benih merupakan salah satu komponen yang dinilai oleh BPSB dalam sertifikasi benih sehingga uji ini merupakan satu pengujian rutin para analisis benih di laboratorium benih. Penetapan Kadar Air adalah banyaknya kandungan air dalam benih yang diukur berdasarkan hilangnya kandungan air tersebut & dinyatakan dalam % terhadap berat asal contoh benih. Tujuan penetapan kadar air diantaranya untuk untuk mengetahui kadar air benih sebelum disimpan dan untuk menetapkan kadar air yang tepat selama penyimpanan dalam rangka mempertahankan viabilitas benih tersebut.PRAKTIKUM 4. Telah diketahui bahwa kadar air memiliki dampak besar terhadap benih selama penyimpanan. Kadar air benih harus diketahui baik untuk tujuan pengolahan. kemurnian dan daya kecambah). Latar Belakang Kadar air merupakan salah satu komponen dari mutu benih (yang lainnya. PENGUKURAN KADAR AIR BENIH BAB I PENDAHULUAN 1.2. 30 . akibatnya benih akan kehabisan cadangan makanan pada saat diperlukan/berkecambah. Tujuan Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui dan mempelajari cara mencari kadar air benih. Yang dimaksud kadar air benih. Menyimpan benih ortodok pada kadar air tinggi berisiko cepat mundurnya benih selama dalam penyimpanan.1. Kadar air benih dapat memacu proses pernafasan benih sehingga akan meningkatkan perombakan sadangan makanan benih. ialah berat air yang “dikandung” dan yang kemudian hilang karena pemanasan sesuai dengan aturan yang ditetapkan. 1. yang dinyatakan dalam persentase terhadap berat awal contoh benih.

Justice dan Louis N.padi 18%. Kadar air ini penting artinya untuk menetapkan waktu panen. disamping ini biji akan rapuh apabila dikeringkan sampai dibawah kadar air 20% tetapi tergantung pada jenis biji. dkk.ada yang baik dipanen pada kadar air 10-12%.kapas 12-14%.kadar air tersebut agak konstan sekitar 20% tetapi sedikit naik terun seimbang dengan keadaan lingkungan di lapangan.setelah tercapai berat kering maximum dari pada biji. karena panenan itu harus di lakukan pada tingkat kadar air biji tertentu pada masing-masing spesies atau varietas. Cara lain yang mempengaruhi umur simpan benih adalah kerusakan akibat proses penggunaan alat-alat mekanis. 1991). Benih yang sangat kering yang sangat peka terhadap kerusakan mekanis serta pelukaan sampingan lainya.Gandum dipanen pada kadar air biji 14-15%. Umumnya pada tanaman legume dan padi-padian. Jika kadar air benih terlalu tinggi dapat memacu respirasi dan berbagai cendawan dapat tumbuh (Wahyu Qamara Munisjah.jagung 20-30%. Meski sangat penting artinya untuk menurunkan kadar air benih hingga ke tingkat yang aman untuk disimpan. 1979).Bass. Umumnya tanaman sereallia dan biji-bijian legume dipanen pada kadar air 20%umumya kadar air biji 30% merupakan batas tertinggi untuk dipanen. Beberapa varietas 31 . Oleh karena benih yang sudah masak dan cukup kering penting untuk segera dipanen atau benihnya masih berkadar air tinggi yang juga harus segera dipanen. namun bila kadar air terlalu kering juga dapat membahayakan benih.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Kadar air benih selama penyimpanan merupakan faktor yang paling mampengaruhi masa hidupnya. ovule atau tepatnya embryo sac yang sedang mengalami pembuahan mempunyai kadar air kira-kira 80 % dalam bebarapa hari kemudian kadar air ini meningkat sampai kira-kira 85% lalu pelan-pelan menurun secara teratur. Dekat kepada waktu masak kadar air ini menurun dengan cepat sampei kire-kire 20% pada biji tanaman sereallia. Kadar air benih merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi daya simpan benih.kerusakan seperti ini dapat menyebabkan bagian penting benih mengalami pecah atau retak pada bagian penting biji hingga benih tersebut peka terhadap serangan cendawan yang dapat menurunkan daya simpannya (Oren L. Panenan dengan kadar air biji 30 % tidak baik karena sukar untuk pengirikan.

Beberapa hal perlu diperhatikan dalam pengujian kadar air benih ini adalah contoh kerja yang digunakan merupakan benih yang diambil dan ditempatkan dalam wadah yang kedap udara. 1979). Ada dua metode dalam pengujian kadar air benih. selama penetapan diusahakan agar contoh benih sesedikit mungkin berhubungan dengan udara luar serta untuk jenis tanaman yang tidak memerlukan penghancuran. Karena untuk penetapan kadar air. jika contoh kerja yang digunakan telah terkontaminasi udara luar maka kemungkinan besar kadar air benih yang diuji bukan merupakan kadar air benih yang sebenarnya karena telah mengalami perubahan akibat adanya kontaminasi udara dari lingkungan.padi di daerah ini panicle atau gabahnya akan rontok atau jatuh ketanah apabila kadar biji di biarkan sampai 12-14% (Jurnalis Kamil. Yang kedua adalah untuk pengujian kadar air ini harus dilakukan sesegera mungkin. Ohaus MB 45. Metode yang digunakan untuk menguji kadar air ini juga harus diperhatikan. contoh benih tidak boleh lebih dari 2 menit berada di luar wadah. Higromer) Dalam metode ini hasil pengujian kadar air benih dapat langsung diketahui. yaitu : a) Konvensional ( Menggunakan Oven ) Skema pengujian kadar air benih dengan metode konvensional (oven) b) Automatic (Menggunakan Balance Moisture Tester. 32 .

Alat dan Bahan Bahan yang digunakan adalah biji jagung dan biji kedelai yang dibagi menjadi 2 Lot. 5 Desember 2009. Pukul 08. Setelah berat konstan. Denpasar.00 WITA-selesai. tempatkan benih pada kertas amplop yang tahan suhu oven. pada hari Sabtu.2. 3. Fakultas pertanian. Tempat dan Waktu Praktikum ini dilaksanakan di kebun Percobaan pegok. Timbang 10 g benih masing-masing lot sebanyak 2 ulangan. Hitung kadar air benih dengan rumus sebagai berikut : Kadar air = x 100% 33 . Timbang bobot kering benih setelah didinginkan 6. Setelah bobot awal dicatat. 3. 3. Tempatkan benih yang sudah dibungkus pada oven dengan suhu rendah konstan selama 17 jam (sampai berat konstan) 4. Universitas Udayana.1. 5. 2. Kertas/amplop untuk tempat menoven biji. keluarkan benih dari oven kemudian dinginkan dahulu didalam eksikator.3.BAB III METODE PRAKTIKUM 3. Cara kerja 1. serta timbangan digital.

3 12. Hasil Table 1.4 11. benih tersebut dapat disimpan dengan baik dna tidak akan berkecambah karena lingkungannnya kering.2.8% dan tertinggi yakni kedelai B pada kelompok III dengan 20. rata-rata kadar air tertinggi adalah pada benih kedelai B yakni 12.85 Rata-rata 4.3 11. sehingga nantinya didapat benih dengan kadar air rendah dan apabila dilakukan penyimpanan.4 20.57 14.1.8 %.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.5 7.87 III 8.86 II 8. Sedangkan dari ketiga jenis biji yang diuji kadar benihnya. Benih yang diteliti disini masih memiliki kadar air tinggi.5 34 .3 9.95 %.06 7. Kadar Air % 11.22 7.1 9. Data Berat Kering hari ke 7 dan Kadar Air pada Setiap Biji Setelah Dioven dan Mencapai Berat Konstan (bobot awal/basah untuk setiap jenis benih = 10 g) Kelompok Jagung (gram) I 8.4 Kedelai B (gram) 8.95 Kedelai A Kadar (gram) air % 8. Untuk mnegurangi kadar air tersebut harus dilakukan lagi pengeringan.92 Kadar air % 10. terlihat bahwa kadar air terendah terdapat pada kadar air biji kedelai A pada kelompk II dengan 7. Pembahasan Dari data yang telah didapat.49 15.8 13.97 9. khususnya dalam penyimpanan sebelum dilakukan penanaman.8 8.4 % sedangkan yang terendah adalah pada jagung dengan 7.

4% dan kedelai A 13. 5. hendaknya terlebih dahulu dilakukan pengujian kadar air benih untuk mengetahui berapa kadar air benih an apakah benih tersebut sudah dapat disimpan atau tidak.8% dan tertinggi yakni kedelai B pada kelompok III dengan 20. diikuti kedelai A 12.8 %.2. − Kadar air terendah terdapat pada kadar air biji kedelai A pada kelompk II dengan 7. secara rata-rata kelompok benih yang memiliki kadar air terendah adalah kadar air jagung yakni 7.5%. − Pada pengujian kadar air benih ini. agar nantinya benih tidak berkecambah didalam penyimpanan. 35 . seperti : − Pengujian kadar air benih berguna untuk mengetahui kadar air suatu benih khususnya dalam proses penyimpanan. maka dilakukan pengeringan lanjut sebelum disimpan sehingga nantinya dalam penyimpanan benih. dilakukan menggunakan benih jegaung an kedelai yang dibagai 2 lot. Apabila kadar air masih terlalu tinggi. Kesimpulan Setelah melakukan praktikum pengujian kadar air benih.BAB V PENUTUP 5. benih tidak berkecambah.95%. dapat diambil beberapa kesimpulan. Saran Sebelum melakukan penyimpanan benih.1.

Diakses 28 Desember 2009 36 . Fakultas Pertanian.com/2009/08/yang-dimaksudkadar-air-benih-ialah. 2009.com/whats_new. Kadar Air Benih. Penuntun Praktikum Teknologi Benih. Garden Decorations. Diakses 28 Desember 2009. Struktur biji.html. Jurusan Budidaya.ramadhan. http://www.DAFTAR PUSTAKA Tim Penyusun. Denpasar. 2009.html.blogspot. Universitas Udayana.20m. Anonym. http://teknologibenih. 2004.

37 .1. tidak akan berkecambah walaupun faktor lingkungan mendukung untuk terjadinya perkecambahan (Kuswanto. Dapat membandingkan berbagai metode pemecahan dormansi pada benih yang mempunyai selaput benih keras. PEMECAHAN DORMANSI BENIH (Kasus : selaput benih keras) BAB I PENDAHULUAN 1.2. Latar Belakang Benih merupakan komponen penting teknologi kimiawi-biologis yang pada setiap musim tanam untuk komoditas tanaman pangan masih menjadi masalah karena produksi benih bermutu masih belum dapat mencukupi permintaan pengguna/petani. Dormansi digambarkan sebagai peristiwa benih yang berkecambah. Tujuan 1. Benih dari segi tehnologi diartikan sebgai organisme mini hidup yang dalam keadaan “istirahat” atau dorman yang tersimpan dalam wahana tertentu yang digunakan sebagai penerus generasi (Samsoed Sadjad. Terdapat berbagai pnyebab dormansi benih yang pada garis besarnya dapat digolongkan sebagai berikut : − Adanya hambatan dari kulit benih Misal : benih lamtoro yang kulit benihnya impermeable terhadap air − Adanya hambatan dari bagian dalam benih Misal : pada benih melinjo karena embrio yang belum dewasa. 1.1996). Dapat memecahkan dormansi benih karena selaput benih keras 2. Benih yang mengalami dormansi organic ini tidak dapat berkecambah dalam kondisi lingkungan pekecambahan yang optimum. 1975). Dormansi merupakan strategi benih-benih tumbuhan tertentu agar dapat mengatasi lingkungan suboptimum guna mempertahankan kelanjutan spesiesnya.PRAKTIKUM 5.

dormansi sering dijumpai pada benih padi. C. sebagian atau seluruh benih menjadi dorman sewaktu dipanen. Benih Timun Putih Pemecahan dormansi dilakukan dengan cara membuka sedikit bagian ujung pangkal benih dengan menggunakan penjepit / alat pemotong kuku. − Resistensi mekanis kulit biji terhadap pertumbuhan embrio. B. Pada tanaman pangan. karena kulit biji yang cukup kuat sehingga menghalangi pertumbuhan embrio. sehingga mempersulit keluar masuknya air ke dalam benih. − Respirasi yang tertukar. 2. pare dan semangka non biji.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. sehingga pertukaran udara dalam benih menjadi terhambat dan menyebabkan rendahnya proses metabolisme dan mobilisasi cadangan makanan dalam benih. Pemecahan Dormansi 1. Benih padi Pemecahan dormansi benih padi dilakukan dengan cara melakukan perendaman dalam air panas pada suhu kurang lebih 400 C selama 24 jam sampai 48 jam. Pada beberapa jenis varietas tanaman tertentu. Penyebab Dormansi Benih yang mengalami dormansi biasanya disebabkan oleh : − Rendahnya / tidak adanya proses imbibisi air yang disebabkan oleh struktur benih (kulit benih) yang keras. sedangkan pada sayuran dormasni sering dijumpai pada benih timun putih. karena adanya membran atau pericarp dalam kulit benih yang terlalu keras. 38 . sehingga masalah yang sering dihadapi oleh petani atau pemakai benih adalah bagaimana cara mengatasi dormansi tersebut. Pengertian dan Penyebab Dormansi Dormansi adalah suatu keadaan dimana pertumbuhan tidak terjadi walaupun kondisi lingkungan mendukung untuk terjadinya perkecambahan.

3. 4. Benih Pare Pemecahan dormansi dilakukan dengan cara membuka sedikit bagian ujung pangkal benih dengan menggunakan penjepit / alat pemotong kuku. kemudian diletakkan dalam kertas yang digulung dan dimasukkan dalam kotak karton tertutup yang disinari lampu 5 Watt berwarna hijau selama kurang lebih 2 hari. Benih Semangka Non Biji Pemecahan dormansi dilakukan dengan membuka sedikit ujung pankal benih dengan menggunakan penjepit / alat pemotong kuku dan merendam dalam larutan fungisida selama kurang lebih 5 menit. 39 .

Tanam benih yang telah mendapat perlakuan diatas dengan metode Ujia Antar Kertas (UAK) dan amati potensi tumbuh maksimum dan daya berkecambahnya pada 7 HST.3.2. Alat dan Bahan Bahan yang digunakan adalah benih yang memiliki selaput keras seperti lamtoro. 40 . Benih digosok dengan kertas ampelas b. petridish. Universitas Udayana.00 WITA – selesai. Bertempat dikebun Percobaan Pegok. Denpasar.BAB III METODE PRAKTIKUM 3. Fakultas Pertanian. Benih tidak diperlakukan apa-apa (control) 2. 12 Desember 2009. Cara kerja 1. alat pengecambah. Tempat dan Waktu Praktikum ini dilaksanakan pada hari Sabtu. air mendidih. pinset.bak plastic. Benih direndam dalam alcohol 70% d.1. Benih direndam dalam air mendidih selama 15 menit c. 3. pukul 08. Siapkan benih lamtoro masing-masing 25 butir untuk perlakuan berikut : a. dan alcohol. 3.kertas ampelas dan heater. Sedangkan bahan yang dipakai adalah substrat kertas merang. air.

1. Sedangkan persentase benih yang yang berkecambah paling banyak adalah benih yang direndam dengan air panas 15 menit. Dari perlakuan terlihat bahwa biji yang digosok mengalami kematian karena kulit biji lepas dari endospermnya. Hal ini mungkin disebabkan karena kesalahan dalam proses penggosokkan 41 .2. Hasil Table 1. Data pengukuran Dormansi dan Benih Lamtoro yang Berkecambah pada Berbagai Perlakuan Perlakuan Digosok ampelas Lamtoro Berkecambah Dorman Direndam mendidih Lamtoro Berkecambah Dorman kertas 25 air 25 5 20 25 8 17 25 3 22 25 2 23 25 8 17 25 3 22 25 3 22 25 4 21 25 2 23 25 2 23 25 11 14 25 1 24 25 1 24 25 10 15 25 1 24 25 1 24 25 1 24 25 25 25 1 24 25 9 16 25 1 24 25 1 24 25 11 14 25 2 23 25 2 23 25 25 25 25 25 25 25 25 Kelompok 1 Hari I Hari II Hari III Kelompok 2 Hari I Hari II Hari III Kelompok 3 Hari I Hari II Hari III Direndam alcohol 75% Lamtoro 25 Berkecambah 2 Dorman 23 Control Lamtoro Berkecambah Dorman 25 2 23 4. hal ini disebabkan dengan perendaman dengan air panas kulit benih telah lunak sehingga dapat berkecambah. Pembahasan Dari data praktikum yang didapat.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. terlihat bahwa dormansi yang terjadi pada biji lamtoro disebabkan karena memiliki kulit biji yang keras.

benih juga ada yang tumbuh.dengan amplas sehingga kulit biji lepas dari endospermnya. namun hanya sekitar 8%. 42 . Sedangkan tanpa perlakuan.

5.1.BAB V PENUTUP 5. Saran Dalam melakukan pematahan masa dormansi biji lamtoro yang memiliki kulit biji yang keras. 43 .2. dapat dilakukan dnegan perendaman dengan air panas. sehingga membutuhkan perlakuan khusus untuk dapat berkecambah. merendam dengan air panas 15 menit. merendam dengan alcohol dan tanpa perlakuan − Perlakuan yang memberikan daya kecambah yang baik adalah dengan perendaman dengan air panas 15 menit. kulit biji sudah lunak. Kesimpulan − Dormansi pada benih lamtoro disebakan karena kulit biji lamtoro sangat keras. sehingga tidak ada benih yang berkecambah atau benih mati. diikuti dengan perlakuan perendaman dengan alcohol dan tanpa pelakuan − Perlakuan dengan penggosokan dengan kertas ampelas harus dengan teknik yang benar. karena kulit bji sudah lunak. dan tidak melukai bagian dalam biji sehngga benih dapat berkecambah. Karena dengan perendaman air panas selama 15 menit. − Perlakuan yang diberikan pada praktikum ini adalah dengan menggosok kulit biji dikertas ampelas. sebab dapat merusak biji dan kulit biji.

com/2009/05/perkecambahanbiji-ii. Fakultas Pertanian. http://www.htm. Penuntun Praktikum Teknologi Benih. http://manaree. Dormansi Benih dan Pemecahannya. Jurusan Budidaya. Universitas Udayana. 44 . Diakses 28 Desember 2009. Anonym.com/abdi6/hal04. 2009. Diakses 28 Desember 2009 Anonym. 2009.tanindo. 2009. Perkecambahan Biji II. Denpasar.DAFTAR PUSTAKA Tim Penyusun.html.blogspot.

Apabila penyimpanan tidak ditangani dengan baik. cabai juga digunakan untuk pembuatan obat-obatan (Setiadi. Hasil panen dari tanaman cabe ini biasanya oleh para petani sebagian digunakan untuk kebutuhan benih dan sebagian lainnya dijual berupa cabe utuh. Disamping itu. cabe merupakan salah satu tanaman yang menjadi komoditas di bidang pertanian. PROSSESING BENIH CABAI DENGAN METODE PERENDAMAN HCl 2% DIMODIFIKASI. Selain dimanfaatkan sebagai bumbu masak atau bahan campuran pada berbagai industri pengolahan makanan dan minuman. Untuk mengantisipasi hal tersebut.) merupakan komoditas sayuran yang banyak mendapat perhatian karena memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Kebutuhan akan cabai terus meningkat setiap tahun sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk dan berkembangnya industri yang membutuhkan bahan baku cabai.1. Benih bermutu merupakan salah satu faktor yang memegang peranan penting dalam budidaya tanaman cabai. Rataan produksi nasional baru mencapai 3. Meskipun kebutuhan terhadap cabai meningkat. BAB I PENDAHULUAN 1. Umumnya tanaman cabe yang ditanam di Indonesia adalah jenis cabe rawit dan cabe besar. diperlukan pengetahuan dan teknik budidaya yang tepat sesuai dengan daya dukung agroekosistemnya. Suplai benih untuk musim tanam berikutnya. 1996). Latar Belakang Cabai (Capsicum annuum L.5 ton ha -1.PRAKTIKUM 6. namun produksi cabai di Indonesia masih rendah. 45 . perkecambahan cabai lambat dan tidak seragam. Angka tersebut masih sangat rendah bila dibandingkan dengan potensi produksinya yang dapat mencapai 20 ton ha-1 (Suwandi. Di indonesia.3 – 3. Ilyas (1994) menyatakan bahwa benih cabai memerlukan imbibisi yang lama sebelum berkecambah dan suhu yang agak tinggi untuk mencapai perkecambahan maksimum. mengharuskan terjadinya proses penyimpanan benih. maka benih akan mudah mengalami kemunduran sehingga mutunya menjadi rendah. 1995).

1.2. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh perendaman benih cabai dengan HCl 2% terhadap hasil benih yang didapat 3. Baik dari segi waktu pengerjaan maupun tenaga pekerja. Tujuan 1. 46 . Untuk mendapatkan benih cabai hasil prossesing biji yang bersih dan bagus. Mengetahui berbagai cara prossesing benih cabai 2. yaitu dengan cara memotong-motong cabe dan memisahkan biji cabe dari kulitnya. Namun cara ini tidak efisien bila kebutuhan benih cukup banyak.Untuk mendapatkan benih tanaman cabe biasanya petani menggunakan cara tradisional. Biji cabe yang telah dipisahkan ini yang kemudian dipakai para petani sebagai benih tanaman baru.

berbagi 5 dalam.5-2 cm. sering ditanam untuk buahriya dan tunas yang muda. Daun tersebar. taju runcing. kadang-kadang seolah-olah liar.5 cm panjangnya . Dari Amerika tropis. scbaiknya ditanam pada tanah berstruktur remah atau gembur dan kaya bahan organik.0.5. tepian terbentang. gundul. luas. merah cerah. atau 2-3 bersama-sama dan kemudian berbeda dalam besarnya. sering kuat dan bercabang lebar. Bunga mengangguk. pada buahnya membesar sekali. dengan 5 gigi. Buah buni bentuk garis lanset. rasa pedas. kemudian hijau perunggu. tinggi tabung 2 mm. Syarat Tumbuh Cabai dapat hidup pada daerah yang memiliki ketinggian antara 01. Tabung kelopak berusuk bentuk lonceng. helaian daun bulat telur memanjang atau ellips bentuk lanset. tangkai 10-18 mm.1 Deskripsi Tanaman Cabai Herba tegak. 1.0-7. untuk pertumbuhan dan produksi terbaik. Bagian batang yang muda berambut halus. 47 . Mahkota bentuk roda. Manfaat Jenis sayuran ini banyak diusahakan karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi.200 m dpl.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. tinggi 2-3 mm. Kepala sarl semula ungu. Berarti tanaman ini toleran terhadap dataran tinggi maupun dataran rendah. Orang Indonesia yang menyukai sambal dan masakan yang pedas banyak membutuhkan cabai setiap hari. gundul.5 m. garis tengah 1. Jenis tanah yang ringan ataupun yang berat tak ada masalah asalkan diolah dengan baik.2.5-12 kali 1-5 cm. tangkai 0. dengan pangkal meruncing dan ujung runcing. Namun. tinggi 1-2. Sedang pH tanah yang dikehendaki antara 6. 1 tahun atau menahun.

Persemaian sederhana dengan atap daun kelapa. daun pisang. Bila ditanam di lahan sawah sebaiknya di akhir musim hujan sehingga jumlah air di lahan tidak berlebihan. bijinya yang kering dikeluarkan. Tebarkan biji cabai dan siram dengan sprayer halus agar tumbuh baik. Tujuan perendaman agar benih cepat tumbuh. Pada daerah dataran tinggi atau daerah yang sering ditiup angin kencang. Bila pH tanah kurang dari 5. Penanaman Cabai bisa di tanam di lahan sawah atau tegalan. Untuk satu hektar tanah asam dibutuhkan 1-1. Bila sudah ingin disemai. atau alang-alang bisa dipakai. tidak cacat. Belahlah buah cabai secara memanjang.5 ton kapur. Kebutuhan benih cabai per hektar ialah antara 200-500 g. Apabila ingin disimpan lama sebaiknya biarkan buah cabai tetap utuh dan jemur hingga kering. Biarkan hingga kering. Misalnya. Biarkan sebentar.Pedoman Budidaya Benih Benih cabai dapat diperoleh dari buah yang tua yang bentuknya sempurna. Tambahkan pupuk kandang dengan dicampur merata. Untuk itu diperlukan persemaian. Tanah bedengan diolah agar gembur. Bila mengambil benih dari buah yang ditanam sendiri maka hasil panen bei-ikutnya akan jauh berkurang. Sistem baris tunggal banyak dipakai petani cabai dataran tinggi serta dataran rendah yang tergolong medium karena cocok 48 . Selanjutnya boleh dipilih apakah cabai akan ditanam dengan sistem baris tunggal (single row) atau sistem beberapa baris pada bedengan. Arah bedengan persemaian dibuat menghadap ke timur. Sedangkan bila ditanam di tegalan saat yang tepat adalah musim hujan. Biji seperti ini bisa langsung disemai. Biji yang terpilih untuk ditanam sebaiknya mengalami perlakuan benih dahulu. Keluarkan bijinya dan dijemur. Benih juga dapat direndam dalam air hangat (suhu 50°C) selama semalam. Untuk cabai hibrida sebaiknya memakai benih yang langsung dibeli di toko. Biji yang mengapung dibuang karena biji tersebut sudah rusak dan bila dipaksakan ditanam akan sulit tumbuh. Nanti akan terlihat sebagian biji terendam dan sebagian mengapung. Rawat dan siramilah bibit secara teratlir. Apabila benih terlanjur lama disimpan maka sebelum disemaikan direndam dahulu dalam air hangat. Benih direndam dalam larutan kalium hipoklorit 10 % sekitar 10 menit. tambahkan kapur. Kapur akan memberikan pengaruh terbaik bila diberikan 1 bulan sebelum tanam. Tanah dibersihkan dari gulma dan dicangkul atau dibajak agar gembur. Pemilihan musim ini penting agar kebutuhan air tanaman cabai tersedia dengan tepat. dan bebas hama-penyakit. atap plastik yang lumayan kokoh.5. sebaiknya dibuat atap yang kekuatannya memadai. Tanaman cabai sebaiknya ditanam dalam bentuk bibit. Setelah berumur 30-40 hari setelah semai bibit siap ditanam di lahan. Tindakan ini sebagai penangkal penyakit virus yang sering terdapat pada benih.

Hama dan Penyakit Jenis-jenis hama yang banyak menyerang tanaman cabai antara lain kutu daun dan trips. Pengendalian kutu daun (Myzus persicae Sulz.) dengan memberikan Furadan 3 G sebanyak 6090 kg/ha atau sekitar 2 sendok makan/10 m2 area. jarak tanamnya (40-50 cm x 30-40 cm). Serangan hama trips amat berbahaya bagi tanaman cabai. dan KCl dengan dosis 100-150 kg/ha. Tindakan pemeliharaan lain untuk tanaman cabai yang penting adalah penyiangan. dan KCI. sebaiknya segera disulam. Pupuk yang biasa diberikan adalah Urea dengan dosis 225 kg/ha. atau Tokuthion 500 EC. Apabila tanaman sudah tumbuh semprotkan Curacron 500 EC. Gejala serangannya berupa bercak-bercak putih di daun karena hama ini mengisap 49 . Pupuk Urea diberikan tiga kali. Tujuannya agar pertumbuhan tanaman susulan tidak terlalu jauh berbeda dengan yang lebih dahulu tumbuh baik. membuat semut dan embun jelaga berdatangan. Bila ada tanaman yang mati. Pengairan dilakukan terutama pada awal penanaman atau pada saat air hujan tak mencukupi kebutuhan tanaman. Nudrin 215 WSC. sepertiga berikutnya di bulan pertama dan kedua. penggemburan. TSP dengan dosis 100-150 kg/ha. Sepertiga bagian di awal tanam. Ukuran lubang tak perlu besar yang penting bisa memuat benih sapihan beserta tanah yang membalut perakarannya. Pemupukan pertama merupakan gabungan dari Urea. Pemupukan: Kebutuhan pupuk kandang untuk setiap hektar lahan cabai adalah sekitar 20 ton. Daun yang terserang akan mengerut dan melingkar. Kutu daun menyerang tunas muda cabai secara bergerombol. Sedangkan untuk sistem bedengan.dengan tanah yang bertekstur ringan atau sedang. Sistem beberapa baris pada bedengan lebih umum digunakan petani dataran rendah karena sistem tanahnya yang bertekstur liat hingga berat. Cairan manis yang dikeluarkan kutu. Penyiangan dilakukan dengan kored atau dengan langsung mencabut. Dosisnya 2 ml/liter air. dan pengairan. Pada setiap titik dibuat lubang tanaman. Penyiangan dengan kored berfungsi juga sebagai penggembur tanah. karena hama ini juga vektor pembawa virus keriting daun. TSP. Jarak tanam yang digunakan pada sistem baris tunggal adalah (60-70 cm x 30-50 cm). Pemeliharaan Pemeliharaan Benih sapihan biasanya tumbuh terus dengan baik. Sebaiknya pupuk diberikan dengan cara ditugal. Embun jelaga yang hitam ini sering menjadi tanda tak langsung serangan kutu daun. Selain itu pupuk buatan juga diberikan.

cairan daun tersebut. Setelah panen pertama. sedikit demi sedikit hingga tanaman tidak produktif lagi. Serangan keriting daun sesuai namanya ditandai oleh keriting dan mengerutnya daun. Pinggir bercak berwama lebih tua dari bagian tengahnya. setiap 3-4 hari sekali dilanjutkan dengan panen rutin.2-0. Selain penyakit keriting daun. bercak daun (Cercospora capsici). Sedang pengendalian keriting daun secara kimia masih sangat sulit. penyakit lainnya dapat dicegah dengan penyemprotan fungisida Dithane M 45. Ada juga petani yang sengaja memanen 50 . .. dan menggenangi lahan dengan air selama beberapa waktu. Gejala serangan bercak daun ialah bercak-bercak kecil yang akan melebar. Panen kedua naik hingga 100 kg. Gejala serangan antraks atau patek ialah bercak-bercak pada buah. Pemberian Furadan 3 G pada waktu tanam seperti pada pencegahan kutu daun mampu mencegah serangan hama trip juga. Konsentrasi yang digunakan cukup 0. penyiangan gulma atau rumputan pengganggu. dosisnya 2-3 cc/1. Serangan berat ditandai dengan keritingnya daun dan tunas. Cabai yang sudah berwama merah sebagaian berarti sudah dapat dipanen. Azodrin 15 WSC. pergiliran tanaman. kemudian rontok. CMVm. Difolatan.. Panen dan Pasca Panen Panen Cabai dataran rendah lebih cepat dipanen dibanding cabai dataran tinggi. dan virus lainnya). Setelah itu hasilnya menurun terus. Bila tanaman diserang penyakit keriting daun maka tanaman dicabut dan dibakar. Pemakaian mulsa jerami. 250. Sedang di dataran tinggi panen baru dapat dimulai pada umur 4-5 bulan.. tetapi keadaan tanaman tetap sehat dan segar. buah kehitaman dan membusuk. dan Zincofol. hingga 600 kg per hektar. dan yang cukup berbahaya ialah keriting daun (TMV. dapat disemprot dengan Nogos 50 EC. Hama trips (Thrips tabaci) dapat dicegah dengan banyak cara. 200. Selanjutnya 150. Pusat bercak ini sering robek atau berlubang. Akan tetapi. Biasanya pada panen pertama jumlahnya hanya sekitar 50 kg. Tanaman cabai dapat dipanen terus-menerus hingga berumur 6-7 bulan. Daun berubah kekuningan lalu gugur. Panen pertama cabai dataran rendah sudah dapat dilakukan pada umur 70-75 hari. Trimiltoa. Antracol. Cupravit. untuk tanaman yang sudah cukup besar. Daun menggulung dan sering timbul benjolan seperti tumor. Bercak tersebut berubah menjadi kecokelatan dan mematikan daun. Adapun jenis-jenis penyakit yang banyak menyerang cabai antara lain antraks atau patek yang disebabkan oleh cendawan Colletotricum capsici dan Colletotricum piperatum. . Nuracron 20 WSC.3%.

longum) karena buahnya besar berwarna merah kulitnya tipis dan lunak serta rasanya pedas.2 Ragam Jenis Tanaman Cabe Tanaman cabe (capsicum sp) sendiri dipperkirakan ada sekitar 20 spesies yang sebagian besarnya tumbuh ditempat asalnya. Seperti cabe besar. ada yang dikatakan cabe putih. (Setiadi 1986). Informasi yang ada hanya menyebutkan asal-usul cabe ini. Cabe Besar Cabe besar (C. 3. Capsicum baccatum Memang sulit menamakan cabe ini karena informasinya masih sangat kurang. Di daerah 51 . yaitu : 1. Disebut cabe Dieng karena cabe ini dapat dijumpai disekitar pegunungan Dieng. Diantara yang sudah akrab dengan kehidupan manusia baru beberapa spesies saja. annuum) atau lombok besar memiliki banyak varietas. annuum) merupakan cabe yang bentuk fisiknya seperti cabe merah tetapi kulitnya lebih tebal dan lunak. Annuum var. Di Indonesia dikenal beberapa jenis varietas antara lain: (Setiadi 1986). Cabe Kecil atau Cabe Rawit Cabe kecil (C. Jawa tengah. 2. Rasa cabe ini tidak pedas seperti cabe merah. Annuum var. tetapi masih berwama hijau penuh. 2. − Cabe Dieng atau gondola Cabe Dieng atau gondol merupakan jenis cabe bulat karena bentuk buahnya bulat. − Cabe Hijau Cabe hijau atau lombok hijau (C. − Cabe Merah Disebut cabe merah atau lombok merah (C.cabainya pada saat masih muda (berwarna hijau). (Setiadi 1986). Ada yang berukuran mini. Amerika. (Setiadi 1986). dan ada yang berwarna hijau. Kriteria panennya saat ukuran cabai sudah besar. jenis cabe ini pun memiliki banyak varietas. − Paprika Paprika masih digolongkan kedalam jenis cabe eropa (sweet pepper) yang memiliki banyak nama seperti cabe banteng atau cabe hidung banteng. (Setiadi 1986). yaitu dari Amerika Selatan. frutescens) sering mendapat sebutan cabe rawit.

(Setiadi 1986). Tabel dibawah menunjukkan kandungan gizi buah dari beberapa jenis cabe. 52 . yaitu kuning kehijauan.asalnya. sedangkan cabe kecil tegak. Biji buahnya pun sama. Daerah pertumbuhannya mulai dari dataran rendah sampai dataran berketinggian sekitar 1. Ada yang mengatakan bentuk buahnya bulat telur dengan posisi menggantung. baik bentuk segar maupun kering (Setiadi 1986). 2. Capsicum chinense Menurut cerita cabe ini ada di Indonesia dan sekilas mirip cabe kecil. yaitu kuning kecoklatan.500 m di atas permikaan laut. 5. tetapi ada yang mengatakan bentuk buahnya ini serupa dengan cabai merah.3 Kandungan Buah Cabe Secara umum buah cabe mempunyai banyak kandungan gizi yang masing-masing jenisnya akan berlainan. 4. (Setiadi 1986). Buah yang sudah masak berwarna merah orange. Kemiripan tersebut antara lain posisi bunganya tegak setengah menggantung atau menggantung. Warna mahkota bunganya sama. (Setiadi 1986). Biji buahnya berwarna kehitaman (gelap). tanaman cabe ini masih tergolong liar. Capsicum pubescens Tanaman ini memiliki batang yang tingginya sekitar 1 m dengan bunga dan buah muda berwarna ungu.

Ambil buah cabai sekitar 500 g. Cara kerja 1. pukul 08. bak kecil untuk merendam. Perhatikan hasil prossesing biji cabai. Universitas Udayana. Rendam tumbukan cabai sekitar 15 menit. Setelah buah cabai kira-kira sudah pecah semuanya ambil menggunakan sendok dari lesung an masukkan kedalam air rendaman yang telah berisi larutan HCl 2%. Tambahkan larutan HCl 2% kedalam larutan tersebut dan aduk rata.2. Dijaga agar biji tidak rusak.BAB III METODE PRAKTIKUM 3. jangan sampai biji ikut terbuang. Siapkan air di bak penampung sekitar ¾ bagian. 3. Bertempat dikebun Percobaan Pegok. Denpasar. dan tumbuk degan lembut. hanya untuk memecahkan buahnya saja. Bersihkan hasil rendaman dengan air yang mengalir secara perlahan.00 WITA – selesai. Tempat dan Waktu Praktikum ini dilaksanakan pada hari Sabtu. dan lesung untuk menumbuk buah cabai. 2. 19 Desember 2009. 53 . Sedangkat alat yang digunakan adalah. Alat dan Bahan Bahan yang digunakan adalah buah cabai/Lombok yang seragam dan berwarna kuning kemerahan. 7. 3. 5. Fakultas Pertanian. 6. Air dan larutan HCl 2%. 4.3.1. sampai dapat merendam buah cabai yang sudah dibelah 3.

Namun cara ini tidak dapat diaplikasikan pada kebutuhan benih dalam jumlah yang banyak. Selama ini. dapat menghasilkan benih cabai yang bagus dan bersih dari kotoran. dan memiliki tekstur yang bagus. Selain itu.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Dari hasil praktikum yang dilakukan. Namun untuk perlakuan lebih lanjut. Perendaman benih cabai dengan larutan HCl 2% dapat juga diaplikasikan untuk mendapat benih dalam jumlah yang banyak. prossesing benih cabai dengan perendaman pada larutan HCl 2%. petani sering menggunakan cara manual degan melakukan pembelahan langsung. Benih cabai yang didapat bersih. perendaman dengan larutan asam memberikan pengaruh yakni kulit buah dan daging buah langsung trpisah dari biji. benih dapat dijemur dan dikeringkan untuk mengurangi kadar air benih cabai sehingga dapat dilakukan penyimpanan jika tidak mau menanam langsung. putih. kita dapat langsug memisahkannya dengan air mengalir. sehingga dengan terpisahnya biji tersebut. Biji cabai tersebut dapat langsung ditanam. sebab dapat merusak kulit tangan. petani hanya menggunakan perendaman dengan air saja sehingga masih banyak kotoran yang ikut tergabung dengan benih. Pemecahan benih cabai harus dilakukan dengan perlahan untuk menghindari kerusakan biji. 54 .

2. yang sebelumnya telah dilakukan pemecahan dilesung.1. Saran Untuk mendapat benih cabai dalam jumlah banyak dan memiliki kualitas baik. jangn sampai merusak biji. − Perendaman dengan larutan HCl dapat dengan cepat memisahkan benih dari kulit dan daging buah sehingga benih yang didapat bersih. − Salah satu cara prossing untuk mendapat benih cabai yang baik dan bersih adalah degan melakukan perendaman didalam larutan HCl 2% yang sebelumnya dilakukan pemecahan dengan menumbuk di lesung. − Prossesing benih ini dapat diaplikasikan untuk mendapat benih cabai dalam jumlah banyak.BAB V PENUTUP 5. dan bersih dari kotoran. harus hati-hati. Namun Pemecahan biji cabai dengan lesung hendaknya dilakukan dengan lembut.dan dalam pengambilan serta pemisahan biji cabai. Kesimpulan − Prossesing benih cabai memerlukan perlakuan khusus untuk mendapatkan benih cabai yang baik dan bersih dari kotoran. hanya untuk memecahkan buah saja. jangan sampai tangan panas akibat terlalu lama memegang cabai. putih dan terbebas dari kotoran yang menempel. 55 . hendaknya dapat dilakukan dengan perendaman dilarutan HCl2%. 5.

Diakses 28 Desember 2009.com/competition/. Pemisahan biji Cabai. 56 .google.com. www. Anonym. 2009. 2009. Proses Pemisahan Biji cabai. http://skriptyan.wordpress. www.DAFTAR PUSTAKA Skriptyan.google.com. Diakses 28 Desember 2009. Alat Pemisah Biji Cabai.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful